Author's Note : saya udah nggak galau mann! Yuhuuuu! Karna ppl selese, saya udah potong rambut dan stress mengajar anak2 sma pun hilang XD

Ayooo~ yang merasa anak sma dan suka ngerjain guru ppl, sini tak cekek~ *dilempar sayur* akh! Saya gak mau jadi guru pokoknya! #galalulagi

O iyaaa~ banyak yang minta ini jadi male!nesia aja. Yah, boleh lah… terserah kalian :3 padahal di fic nya enggak ada hint sama sekali dia cewek, cowok, benciss ato bahkan hermaprodit.

Disclaimer : Sama kayak kemaren

WARNING : THIS FIC IS JUST FOR FUN! Jangan dianggap serius kalo ada yang enggak pas sama golongan darahnya :3 saya kan bukan cenayang, ohohoho


Blood Type conversation 1

Siang itu di Nesia sedang asik-asiknya menyeruput kopi setelah rapat dunia berakhir. Sambil berjalan kembali ke ruang rapat untuk mengambil tas dan berkas-berkasnya, ia melihat Japan yang sedang duduk di depan komputer, sendirian. Seharusnya semua nation sudah pulang, tapi apa yang dilakukannya disini, pikir Indonesia. Maka ia pun menghampiri Japan.

"Belum pulang? Apa yang sedang kau kerjakan?" Tanyanya penasaran.

Bulir-bulir keringat mulai bercucuran perlahan dari dahi pemuda itu. "Uhh… aku sedang mengerjakan laporan Negara, tapi… ugh…"

'pat pat pat…'

"Hm?" Nesia menunggu kelanjutan kalimat Japan sambil menyeruput kembali kopi luwaknya.

Wajah mantan samurai itu makin terlihat panik, "komputer ini tiba-tiba nge-hang, dan datanya belum kusimpan…."

'pat pat pat'

Jari-jarinya semakin cepat menekan-nekan tuts keyboard. "aduh gawat! Gimana ini Neshia-san?" Nesia meletakkan gelas kopinya dan dengan santai ia menarik kursi Japan ke belakang dan mengambil alih komputer itu.

"Kenapa enggak dicoba-coba tekan sesuatu sih?" Nesia menekan tuts keyboard secara sembarangan dan ganas.

"Ah! Neshia-san! Kalau seperti itu nanti…." Tiba-tiba tercium bau terbakar dari belakang komputer dan…

'DUAR!'

"AAAAAAA TIDAAAAAKKK…..!" Japan berteriak stress dan berubah menjadi seputih kertas.

"Eh?"

"NESIA-SAN! INI LAPORAN YANG KUKERJAKAN SEJAK 3 JAM YANG LALU! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB!" Teriak Japan yang akhirnya mengeluarkan ekspresi kemarahan dengan satu kalimat penuh capslok.

Seluruh orang normal di dunia ini pasti akan merespon kemarahan itu dengan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Apalagi mengingat orang yang dibuat marah adalah mantan samurai. Namun dengan tampang meremehkannya Nesia menjawab, "3 jam? Dalam 3 jam kamu cuma menulis 2 lembar? Kasihan sekali…"

'JDEENG!'

Suara diatas adalah efek besi 1 ton yang mendarat tepat di atas kepala Japan. Untuk para pembaca yang baik, lebih baik tidak usah dibayangkan.

"menyedihkan…" Dengan nista dan tanpa perasaan sedikitpun, Indonesia malah menambah penderitaan Japan.

Satu kata yang selalu melekat pada diri A adalah 'perfeksionis'. Segala sesuatu yang dikerjakannya selalu dipikirkan matang-matang sehingga memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Sedangkan sebaliknya dengan B, pepatah bagi B adalah 'masalah lain urusan belakangan'. Ia akan mengerjakan apa yang bisa dikerjakannya saat itu, kesalahan dapat diperbaiki nanti.


Blood Type conversation 2

Hari-hari membosankan karena tidak ada sesuatu yang harus mereka kerjakan. Kedua Nation ini, America dan Hongkong duduk dalam diam. America secara ajaib telah menyelesaikan tugas kenegaraannya sehingga ia pergi bermain ke rumah Hongkong. Sedangkan Hongkong lagi nganggur karena tidak seperti biasanya kakaknya, China tidak menjemputnya untuk berdagang.

"Bosan sekali, tidak adakah sesuatu yang menarik untuk dilakukan?" Tanya Hongkong memulai pembicaraan mereka di hari itu. America menoleh kearah Hongkong, dan tersenyum senang, tampaknya ia mendapatkan sebuah ide menarik untuk melewatkan hari membosankan mereka.

"Kau tahu monster world?"

"Kayaknya pernah denger. Game RPG ya? Singapore pernah bercerita sedikit padaku. Kenapa?"

"Mau main bersamaku tidak? SERU BANGET LHO!" America mulai mempengaruhi Hongkong untuk bermain bersamanya. Sejak awal, Negara adidaya yang satu ini memang tergila-gila dengan sesuatu yang berbau game.

"Disana kau bisa mengumpulkan monster-monster kuat, membuat guild dan mengalahkan guild lainnya!Kalau sudah sampe level 100 nanti bisa menjadi ketua guild, aku sudah hampir level 100 lo! Pokoknya seru banget! kau harus coba, Hongkong!" Saking semangatnya, America mulai berdiri dan memperagakan gerakan monster-monster itu. Hongkong membiarkan America puas dengan segala macam atraksinya sebelum berkata,

"Kudengar, banyak orang yang tergila-gila oleh game itu sampai merasa dunia di dalamnya adalah dunia nyata." America kembali ke tempat duduknya, terdiam.

"Dan lebih parah lagi, mereka sampai tidak bisa membedakan lagi siang dan malam."

America tertunduk dan mengatupkan kedua belah bibirnya.

"Hal yang tidak bisa mereka lakukan di dunia nyata, bisa dilakukannya di dunia itu. Uang, popularitas, kekuatan, mereka bisa mendapatkan semuanya dalam game sehingga mereka mendapatkan kepuasan tersendiri dan lupa akan dunia nyata yang sesungguhnya."

Kini America tengah berjongkok sembari membuat lingkaran di lantai dengan jari telunjuknya.

"Aku tidak tertarik dengan game yang seperti itu. Thanks, but No, thanks…" Penjelasan panjang Hongkong akhirnya berhenti sampai disitu.

Dalam hati, America hanya merutuk, 'BILANG 'ENGGAK' AJA UDAH CUKUP KALI! ENGGAK USAH PAKE PENJELASAN PANJANG LEBAR KAYAK GITU! FU*K!'

'tapi bener juga sih…'

Seringkali, O terlalu berlebihan dalam berbicara atau memandang sesuatu hal. Jika anda mendengarkan penjelasan O yang terlalu menggebu-gebu, percayalah ¾ dari ceritanya saja. Misalnya ia mengatakan telah menangkap 1000 ekor ikan, anggap saja ia hanya menangkap 750 ekor.

AB sering menjadi komentator ataupun penasihat dari luar. Namun seringkali kata-katanya tajam dan dapat menyakiti lawan bicaranya, meski semua yang dikatakannya memang benar.


Jika hati mereka diibaratkan seperti rumah

Tipe A

"Ini rumahku, ayo silahkan masuk." Kata Japan meski masih sibuk memilih kunci yang pas diantara sekumpulan kunci-kunci yang berada di tanganya.

"Kalian enggak bawa apa-apa? Buah tangan misalnya? " Ketiga Nation lainnya menggeleng.

"Yah, enggak apa-apa sih. Jangan lupa membersihkan sepatu kalian sebelum masuk ya."

'aku tidak percaya mereka benar-benar datang ke rumahku.'

Dengan susah payah, setelah membuka 2 gembok kunci, 3 gembok menggunakan kode, pengaman menggunakan sidik jari, bola mata, dan suara, akhirnya mereka semua bisa masuk ke rumah Japan.

"Silahkan masuk, jangan malu-malu."

'jangan malu malu, katanya? ! di rumah seperti ini? !' Nation lain langsung sweatdrop melihat pintu-pintu kamar yang keadaannya tidak jauh berbeda dengan pintu depan, penuh dengan gembok, kunci dan pengaman super ketat.

Tipe A adalah orang yang sangat tertutup. Mereka selalu berhati-hati dalam berteman. Teman yang sudah dianggapnya dekat pun terkadang masih belum mengetahui isi hati sesungguhnya dari si A.

Kenyataannya, Japan memang Negara yang sangat tertutup, bahkan di manga Hetalia pernah diceritakan kalau Japan trauma terhadap kata 'buka'.


Tipe B

"Ayo, jangan malu-malu… silahkan…"

"Nes, rumahmu yang mana?" Tanya America sambil celingak-celinguk bingung.

Nesia membentangkan kedua tangan selebar-lebarnya, "Ini semua, RUMAHKU!" katanya bangga.

"Tanah adalah alas dan langit adalah atap. Hahahaha! indah, bukan?" Hamparan rumput nan luas dihiasi beberapa pepohona rindang memang sangat sejuk dan indah. Tapi sayangnya ini sama sekali tidak bisa disebut sebagai rumah.

'mbeee…'

Suara kambing di kejauhan menyambut para nation yang kini speechless, tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

'kayak gini masih berani ngundang orang dateng ke rumahnya? Bener-bener deh…' pikir mereka bertiga.

Lagi-lagi kebalikan dari sifat A, tipe B merupakan orang yang sangat terbuka dan menerima siapapun tanpa memandang sesuatu hal. Kenyataannya, kalian pasti tahu kalau Indonesia benar-benar merupakan Negara yang terbuka :3


Tipe O

America membuka kunci pintu depan rumahnya dan dengan segera mempersilahkan teman-temannya untuk masuk.

"Silahkan..silahkan… jangan malu-malu di rumah HERO. Anggap saja rumah sendiri." America melangkah ke dapur sambil menendang kaleng dan botol bekas yang menghalangi jalannya.

'rumahku tidak seberantakan ini, jadi mana mungkin aku bisa menganggapnya sebagai rumah sendiri?' Pikir Japan sambil melihat sekeliling rumah yang penuh sampah. Dan, oh apa itu yang tergeletak di atas sofa, apa itu…celana dalamnya?

Tidak memperdulikan Japan yang sedang galau melihat pemandangan indah di rumah sang hero, Nesia dan Hongkong sudah duduk santai sambil bermain-main dengan kaleng dan botol-botol bekas.

Tipe O hanya berhati-hati di awal, ditunjukkan dengan pintu depan yang terkunci. Namun jika ia sudah benar-benar mempercayai sesorang, ia akan membeberkan semua isi hatinya.


Tipe AB

"Hongkooongg… kamu dimana? Jangan tinggalin kita dong."

"Aku disini daritadi. Kalian cari jalan kesini aja susah banget."

America memimpin rombongan, Japan mengikuti di belakangnya dan Nesia berjalan paling belakang sambil menguap.

"Abis ke kiri kemana nih? Kok jalan buntu?" Tanya America lagi.

"Salah! Yang tadi harusnya ke kanan, ada 4 jalan, pilih yang ke-3 baru ke kiri!"

4 jam kemudian mereka akhirnya sampai di ruang tamu, tempat Hongkong berada.

'enggak lagi-lagi deh gue main ke rumah Hongkong.' Pikir mereka bertiga.

AB memiliki sifat tertutup dari A dan terbuka dari B, sehingga jika sifat dari kedua golongan tersebut dicampur, jadilah suatu karakter yang abstrak dan misterius, hatinya pun berubah menjadi seperti labirin.


Hemm.. ini bersambung enggak ya… bersambung enggak yaaaa…. Mari kita pikirkan nanti XD #dilemparpanda

Aniwey~ karna yang kemaren galau, saya bales anonimnya sekarang aja de…

Maap ya buat yang nge-ripiu tapi baru dibales. Saya nggak nyangka chapter kemaren tetep pada setia nge-ripiu padahal abal abiss, galau max… jadi terharu ;_;

Katsuyachi Mitzuru : ini di apdet XD selamat membaca, dan makasih sarannya ya XDD udah di edit~ ohohoho

Raazuha Eru : america mah ga usah ditanya, dia berisiknya ga pake otak _ berisik banget!

omnomnom : waaeeyyy~ berarti sama kayak saya suka ngebatalin janji di akhir2? XDD kacaw~

uchiha kurapika : saya gak mau bikin situ marah deh ow0 ngeri euy... itu malay pake wig #ngaco makanya cantik #makinngaco ah abaikan saja reply abal satu ini

munchmunch : saya juga anti! oke! ini di apdet XD silahkan dibaca

kin-chan : gapapa gapapa... thanks lo ripiu nya XD dan akhirnya saya sudah menerima mereka berdua apa adanya XD huakakakak (baca : nemu tumbal baru buat dibikin pair selain melayucest)

Naoko : kalo fem!nesia si aye ga masalah XD seneng malahan. malay nya aja kudu cowok~ ah, sekarang gapapa lah cewek juga hohoho

Nocturne : iya, AB emang cuma 8% bisa liat kok di google kalo mau tau XD

SugarLove : oh pastinya XD kalo gak kepepet ngerjain laporan sialan dari kampus pasti ini cepet diapdet XD selamat menikmati~ semoga yg ini juga pas, ohohoho.