uhuk-uhuk..ola semuanya –suara udah mulai abis + serek -
Ulqui : Author-sama...kamu lagi sakit
Me : ahaha uhuk-uhuk gak apa-apa kook –suara udah bener mau abis- uhuk-uhuk
Grimmy : maksain diri banget dah...
Me : biarin...yang penting kan pembaca senang..-senyum lesu- lagian aku gak pusing ini...cuman suara abis aja..
Ulqui : itu tetep aja. yang namanya sakit, ya sakit
Grimmy : tau dah..udah tidur aja sana..tampang udah kayak orang sakaw gitu
Me : ngarang...ya udah, abis ini gue bakalan tidur...
Selamat membaca~ -suara udah abis kayak orang abis di potong lehernya-
Special Girl
onna, sedang apa kamu?
" Orihime, Selamat pagi ? "
" Selamat pagi "
" Ohayo Orihime
" Ohayo "
Dan seterusnya, Ini adalah kebiasaan setiap murid baik yang ada di sekolah-sekolah Jepang. Memberi salam.
Dan Orihime adalah salah satu dari sekian banyak murid baik itu.
Kemudian, salah satu sahabat baiknya pun mendekati dia.
"Ohayo Orihime. Aku dengar kemarin ada badai "
" Ohayo Tatsuki-chan. Iya, kemarin ada badai. Kamu tahu aku terjebak disini kemaren...aku hampir tidak mengerjakan PR matematematika "
Dan mulai dari itu, mereka menceritakan kejadian yang dialami oleh Orihime. Orihime pun menceritakannya dengan sangat menggebu-gebu dan anthusias. Tapi untuk bagian-bagian tentang dia memeluk Ulquiorra...tidak akan dia ceritakan. Terlalu memalukan menurutnya.
" Benarkah itu Orihime..Kamu tidak apa-apa kan? "Kata Tatsuki mengkhawatirkan sahabat baiknya itu. Mereka sudah berteman sejak Orihime masih berada di taman kanak-kanak. Bagi Orihime, Tatsuki adalah tempat diaman dia bisa mencurahkan semua yang ada uneg-uneg nya. Selain Tatsuki sahabat baik Orihime adalah Rukia Kuchiki dan mungkin rival untuk memperebutkan hati Ichigo.
Setelah mereka berbicara panjang lebar tentang kejadian kemarin, muncul lah sang orang yang membuatnya teringat akan kejadian kemarin, Ulquiorra Schiffer.
Dia pun hanya merunduk sesaat Ulquiorra berjalan melewatinya.
Lalu dia teringat akan Silver Card yang kemungkinan adalah milik Ulquiorra.
Kemudia dia mencari-cari di mana kartu itu berada, di tasnya. Setelah menemukannya.
" A-ano Schiffer-san...ini..milik kamu kan? " Tanya Orihime sambil menjulurkan kartu silver ke arah Ulquiorra.
Ulquiorra terlihat terkejut akan apa yang ada di tangan Orihime, dia kira benda itu sudah hilang entah kemana. Hampir saja dia kena marah atasannya.
" Kamu dapat ini dari mana? "
" eh-eee..aku menemukan ini di depan rak sepatu. aku rasa kamu menjatuhkannya "kata Orihime sambil tersipu malu, mengingat dia yang tiba-tiba memeluk Ulquiorra.
Ulquiorra hanya mengambil kartu silver itu seraya berkata " Terima kasih " dengat suara dingin seperti biasa.
Orihime mulai terbiasa akan kebiasaannya itu, berbicara dengan nada dingin. Lalu dia pun hanya tersenyum dan berkata " sama-sama "
Lalu kembali ke bangkunya yang berada di dekat Tatsuki.
Setelah Bell berbunyi, guru mereka pun datang dan menanyakan PR kemarin. Ada beberapa dari murid yang tidak mengerjakan PR.
" Ayo semuanya kumpulkan PR kalian dan yang tidak mengerjakan PR maju kedepan...oh ya akan nada ulangan mendadak hari ini. Dan yang tidak mengerjakan PR tidak akan di ikutkan dan tidak akan ada ulangan susulan" ( haaah mengingatkan saya akan guru saya...)
" HAAH pak kok ulangan mendadak siih.."kata salah satu murid yang berada di kelas itu.
" Waah tega banget paak.."
" Pak jangan gitu dong pak "
Kemudian anak-anak pun mulai mengobrol satu sama lain tentang ulangan mendadak ini. Dan acara mengobrol ini membuat suasana kelas menjadi berisik.
" Sudah-sudah..bapak tak mau tahu. Ini ulah kalian sendiri, karena tidak mengerjakan PR. PR yang bapak kasih gunanya untuk di pelajari, bukan untuk di kerjakan asal-asalan seperti ini "
Ulquiorra yang pada dasarnya adalah anak jenius dan mungkin kepintarannya menyaingi Uryuu ini, santai mendengar bahwa akan ada ulangan dadakan.
Tapi di lain pihak, Orihime belum melakukan persiapan apapun tentang ini. Dia mulai khawatir dan gelisah kalau-kalau nilainya hancur di semester ini. Karena kalau nilainya hancur di semester ini, beasiswa ke Tokyo yang ia inginkan tidak akan dia raih.
Salah satu syarat untuk mengikuti beasiswa adalah memiliki nilai yang di atas rata-rata 8,25 di setiap mata pelajaran tertentu, seperti :
IPA
Matematika
Bahasa Jepang
IPS
Bahasa Inggris
Dan Orihime ingin mengikuti beasiswa ini, dia ingin melanjutkan ke jurusan kedokteran di Tokyo.
Tapi mengingat dia tidak belajar semalam, membuat Orihime cemas akan mimpinya ini.
" Semoga bisa...semoga bisa..." ujarnya dalam batin
Me : GANBATTE ORIHIME-SAN! –dengan semangat 45-
Hime : -manggut dengan tampang seperti ngomong 'I`m ready '-
Me : jadi inget masa-masa kayak gini...ulangan mendadak...ulangan semester...haaah sekolah penuh dengan ulangan ya...
Grimmy : -ngeliat seluruh kelas- kok cuman emospada ama si quincy itu doing sih yang nyantai? aku mah kalao ikut kayak gini bakal dapet jelek dah..pastinya
Me : yaah lo kan tahu sendiri si mas kalong kayak gimana..so pasti nyantai lah dan si quincy itu sejenis sama si ulqui. Jadi jangan heran ( kayak hewan aja ya? )
Grimmy : iya juga ya...saya lupa..
Me : ya udah saya ke dokter dulu..
Grimmy : lah kenapa?
Me : gw gak mau sakit dan kalo gw tepar lo mau gendong gw?
Grimmy : gak..gw gak mau..
Me : ya udah jangan nanya lagi...gw cabut ya ke dokter
Grimmy : giih sana
Kemudian Ulangan pun di mulai.
Ichigo terlihat sedang kebingungan, terlihat sedang meminta contekan kepada rukia yang berada di depannya, tetapi Rukia menolak. Dan karena muka Ichigo ( yang menurut dia ) sudah memelas, dia pun menyerahkan jawabannya. Tapi hanya satu jawaban.
Ulquiorra dan Uryuu mengerjakannya dengan tenang dan santai. tidak seperti yang lain. ( coba tebak siapa yang bakal dapet nilai bagus )
Orihime dan Tatsuki terlihat seperti kebanyakan murid yang sedang ulangan, serius.
Semua isi kelas sunyi, terlalu sibuk dan serius dengan apa yang mereka kerjakan.
" Anak-anak, siapa yang sudah selesai duluan boleh pergi ke kantin duluan. Mengingat sebentar lagi jam istirahat "
Dengan perkataan pak guru yang tiba-tiba di ruangan yang sudah sunyi senyap seperti tidak ada murid sama sekali, membuat semua murid terkaget-kaget.
Dan itu membuat sang Guru menahan tertawa ( kalo gw jadi muridnya gw gedeg bwanget )
Setelah beberapa saat berlalu, mereka pun mulai mengumpulkan.
Dan tentu saja Ulquiorra dan Uryuu yang terlebih dulu mengumpulkan ( inget ini berdua sekaligus ).
Lalu di iringi oleh Orihime, Rukia lalu seterusnya...
" hasil akan di umumkan setelah kalian masuk "
Kemudian bel pun berbunyi.
Orihime pun ke atap gedung sekolah. Seperti biasa, menghabiskan sisa jam istirahatnya.
Tapi dia tidak sendirian.
Orihime melihat sesosok lelaki berkulit pucat berambut hitam kelam yang tak lain dan tak bukan adalah Ulquiorra.
Ulquiorra sudah di sana terlebih dahulu. Tanpa makanan di tangannya, hanya ada susu di sebelahnya dan sebuah Ipod.
Tunggu dulu? Susu? berarti dia juga membeli sesuatu di kantin.
Mengingat antrian kantin yang sangat panjang, tidak mungkin dia tidak melihat Ulquiorra yang sedang membeli minuman. Tapi memang benar dia tidak melihatnya.
Kemudian dia pun mulai penasaran, dan mengingat Ulquiorra memberi pengajaran Matematika yang cukup mendetail dan mudah di mengerti Orihime, Dan sekarang dia sendirian tak ada teman. Dia pun mendekati Ulquiorra.
" Schiffer-san...boleh aku duduk di situ? " pinta Orihime sambil menunjuk ke sebelah Ulquiorra.
Ulquiorra hanya mengangguk. Dia tidak terlalu ambil pusing dengan Orihime, toh dia tahu kalau Orihime bukan tipe seperti para pesolek yang gencar sekali membuat Ulquiorra kesal dengan tingkah laku mereka yang memuakkan. Dia tahu Orihime adalah gadis baik ( mas lo tahu dari mana? )
Setelah beberapa lama mereka duduk bersampingan, tetapi masih memiliki jeda yang agak lebar.
Orihime mulai bosan.
Ia hampir bisa mendengar suara lalat yang jarang sekali dia mendengarnya saat ia bersama Ichigo dan kelompoknya.
Lalu Orihime pun memulai basa-basinya untuk menghabiskan waktu dan membunuh rasa bosannya.
"Schiffer-san...kamu tidak bosan ya? sendirian di sini..hanya di temani Ipod? "
Walaupun Ulquiorra mendengarkan lagu, tapi dia masih bisa mendengar apa yang di katakan orang-orang disekitarnya. Ulquiorra pun hanya menjawab " Biasa saja " dengan nada dingin yang mungkin bisa membuat kutub utara tetap dingin, tidak meleleh. ( lebay )
Mendengar jawaban yang diperoleh dari Ulquiorra, Orihime hanya bisa merunduk dan memikirkan pertanyaan yang bisa membuat Ulquiorra bertanya balik kepadanya.
" Schiffer-san...boleh aku panggil Ulquiorra-kun? "
Ulquiorra yang pada saat itu sedang meneguk minumannya hampir tersedak mendengar pertanyaan Orihime. Lalu dia pun menengokkan kepalanya ke arah Orihime yang agak bingung dengan tingkah Ulquiorra.
Ulquiorra...Walau dia pindahan dari Spanyol, dia tahu dan mengerti perbedaan antara seseorang memanggil hanya dengan nama belakang dan seseorang yang hanya memanggil nama depan atau nama kecilnya saja.
" Kenapa ? "
" Karena aku ingin lebih tahu banyak tentangmu dan aku mau jadi teman mu...tapi kalau Schiffer-s eh Ulquiorra-kun tidak mau juga tidak apa-apa " kata Orihime sambil tersenyum ke arah Ulquiorra yang melihatnya agak shock dengan apa yang di dengar nya.
" Dia? mau berteman denganku? " Tanya Ulquiorra di batinnya.
Kenapa seorang Orihime ingin berteman denagnnya?
" Kenapa kau ingin berteman dengan ku ? "
" Kenapa Ulquiorra-kun bertanya seperti itu? tentu saja karena aku ingin mengetahui mu lebih jauh dan aku juga berhutang karena Ulquiorra-kun sudah mengajari ku sewaktu kita terjebak badai kemarin " Orihime berkata sambil tertawa kecil. Heran dengan pertanyaan yang di lontarkan Ulquiorra kepadanya.
Suara tawa itu membuat Ulquiorra merasa aneh. Entah ada apa dengannya tapi perasaan ini membuat Ulquiorra bingung akan dirinya sendiri dan menginginkan perasaaan ini berhenti sampai disini. Perasaan ini membuatnya merasakan hal-hal aneh.
" Kamu...tidak punya teman ya, jadi kamu bertanya seperti itu karena aku orang satu-satunya yang berada disini "
Orihime yang mendengar perkataan Ulquiorra yang bagaikan musim salju yang sangat dingin itu hanya melihat kearah langit di atasnya.
" Mungkin Ulquiorra-kun benar...aku tidak punya teman sekarang. Karena semua temanku sedang sibuk merencanakan Festival sekolah dan aku tidak terpilih menjadi panitia...Jadi aku hanya bisa pasrah dan menunggu mereka setelah sepulang sekolah Dan bila itu memungkinkan. Karena mereka juga masih harus mengurus extrakulikuler mereka juga..Dan juga kemungkinan ku untuk..." dan seterusnya.
Orihime sekarang mulai berceloteh tentang berbagai macam topik yang menurut orang normal itu tidak lah terlalu normal dan membuat orang bingung inti dari pembicaraan ini.
Ulquiorra yang mulai bingung dengan apa yang gadis berambut bagaikan senja omong kan itu, memotong pembicaraan ini. Atau mungkin lebih tepatnya celotehan Orihime.
" Onna, intinya apa? " Tanya Ulquiorra denag nada datar nan dingin.
Orihime yang sedang asyik melanturkan apa yang ada di otaknya, mendengar apa yang Suara Ulquiora yang tiba-tiba itu membuat Orihime malu. Kemudian dia pun mulai mencerna apa yang di tanyakan Ulquiorra tadi.
" E-eh...intinya...mau kah Ulquiorra-kun menemani ku disini..." Orihime berkata dengan gaya malu-malu dan hanya melihat kebawah.
Dengan tampang bingung Ulquiorra hanya berkata " aku sudah menemanimu disini ".
Memang Ulquiorra menemaninya, tapi karena Ulquiorra yang hanya diam saja membuat keberadaan nya mejadi tidak ada.
Orihime yang mendengar itu merasa geli akan jawaban Ulquiorra.
"Tentu saja Ulquiorra-kun..tapi kamu diam saja "
" Jadi kamu mau aku berbicara dan menanggapi apa yang kamu omongkan? "
"Mungkin bisa di bilang begitu..."
" Aku tidak mau "
Orihime yang mendengar kata-kata ' Aku tidak mau ' nya Ulquiorra merasa kecewa. Dia hanya ingin mengenal Ulquiorra lebih jauh. Tapi sepertinya Ulquiorra selalu menjaga jarak dan membangun diniding besar yang memisahkan jarak antara Ulquiorra dan Orihime.
Ulquiorra yang melihat kekecewaan di mata abu-abu Orihime, hanya bisa menghela napas. Dia ingin sekali mengabaikan mata itu, entah kenapa dia tidak bisa. Entah kenapa dia ingin membuat nya ceria seperti sedia kala. Tapi keinginan Orihime untuk membuat Ulquiorra menjadi ' friendly ' itu menentang prinsipnya.
Bel masuk pun berbunyi.
Ulquiorra diselamatkan oleh bel. Dia pun sedikit bersyukur dengan berbunyi nya bel itu.
Kemudian dia pun berdiri dan berjalan menjauhi Orihime.
" Tunggu Ulquiorra-kun.."
Dengan begitu Ulquiorra berhenti sebelum dia sampai di pintu atap sekolah.
"Tapi kalau memanggilmu Ulquiorra-kun dan meminta mu mengajari ku...apa kamu mau? " pinta Orihime dengan penuh kesungguhan.
Ulquiorra yang mendengar itu dari tempatnya hanya memberi senyum walau samar dan kemungkinan Orihime tidak bisa melihatnya karena terlalu samar kalau di lihat dari tempat Orihime berada. Lalu dia pun pergi ke kelas.
Orihime yang sebenarnya melihat sedikit perubahan dari Ulquiorra hanya bisa diam termenung.
" apa yang tadi senyum? " Tanya Orihime di batin nya. dia tidak habis pikir, Ulquiorra bisa tersenyum. Sungguh..tak bisa di gambarkan dengan kata-kata.
Setelah semua murid sudah berada di tempatnya, sekarang saatnya Guru mereka membagikan hasil ulangan mereka.
Kemudian sang guru matematika pun memberi hasil ulangan mereka dengan memanggil nama siswa sesuai absen.
Setelah semua mendapatkan hasil ulangan mereka masing-masing, siswa pun mulai berkeliaran untuk membandingkan hasil ulangan satu dengan yang lain seraya sang guru memberi catatan kepada anak-anak yang tidak mengikuti ulangan.
Melihat Orihime yang diam saja di bangkunya, membuat Tatsuki agak khawatir. Lalu dia pun menghampirinya.
" Orihime, bagaimana hasilnya? " tanya Tatsuki
Orihime pun hanya diam dan memberi Tatsuki hasil dari ujiannya.
Tatsuki pun melihat dengan kagum lalu melihat Orihime denag menyungingkan senyum khasnya.
" Ya ampun Orihime, kamu dapat 8, 75 di matematika..."
"hehe hebat kan. Padahal aku tidak belajar lo " Orihime berkata sambil menyunggingkan senyum ke menangannya.
" terus kamu kenapa diam saja dari tadi? aku kira kenapa? " dengan tampang khawatir.
Orihime pun hanya menyunggingkan senyum cerianya.
" haah Orihime...lain kali jangan membuat ku khawatir...aku kira kenapa " Kata Tatsuki seraya menyunggingkan senyum cerianya juga kepada sahabat baiknya.
Rukia yang dari kejauhan mendengar Orihime mendapat nilai bagus menghampiri Orihime.
" Hei Orihime aku dengar kamu mendapat nilai bagus...padahal aku sudah belajar tapi nilaiku hanya 7,25 "
Orihime pun hanya berkata, " hahaha itu karena aku diajari oleh Ulquiorra-ku ups " seraya menutup mulutnya. Mengingat kejadian Orihime memeluk Ulquiorra saat ada petir pada saat itu.
Kemudian Orihime melihat kedua sahabatnya yang mulai menganga heran.
" APPAA? "
" sssst jangan kencang-kencang..nanti kedengaran "
Dengan suara yang sekencang itu, seluruh kelas hampir bisa mendengar keterkagetan kedua orang tersebut. Dan Orihime tidak mau terdengar oleh siapa-siapa tentang ini.
" Orihime...memang anak baru itu kapan mengajari mu? " Tanya Tatsuki dengan tampang tak percaya. Begitu juga Rukia.
" kemarin saat badai aku..."
Dan dari situ Orihime mengatakan kejadian yang sebenarnya.
Selama Orihime menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya, kedua sahabatnya itu terkagum-kagum dengan apa yang Orihime katakan.
"Orihime, benarkah itu? "
Orihime pun hanya mengangguk malu sambil melihat kebawah dengan merah sebagai jawaban pertanyaan Rukia.
" tapi jangan bilang siapa-siapa ya..."
" Tentu Orihime..tentu...tapi kamu juga jangan menyembunyikan sesuatu ya.." Kata Tatsuki terhadap Orihime
Rukia pun yang mendengar itu hanya bisa bilang " so..sweet...aku kira kamu suka Ichigo " dengan mata yang berbinar-binar.
Entah apa yang membuat mereka mengatakan seperti itu. Dan itu membuat Orihime kebingungan dan malu. Karena isi hatinya sudah di ketahui oleh orang-orang terdekatnya .
Setelah beberapa jam pelajaran mereka lewati, akhirnya waktu yang di nanti-nanti setiap murid. Jam pulang.
Setelah mereka memberi salam dan bersiap-siap untuk pulang. Orihime pun juga bersiap-siap untuk pulang.
" Aah sebelum pulang, aku mau belanja dulu deh "
Lalu Orihime pergi ke super market dekat rumahnya. Dia punmembeli daging, sayur, tahu dan sebagainya. Setelah ia membeli semua itu, ia pun pergi kekasir.
Setelah sesi belanja-belanja Orihime selesai, Dia pun mendengar suara " Kruyuu~k " dari perutnya itu.
"Ah..sebaiknya ku pergi ketempat itu " Kata Orihime.
Lalu ia pun pergi ketempat itu.
Setelah ia sampai ketempat itu, dia pun mulai mencari tempat duduk yang ada di seberang piano. Dia tahu setiap hari pasti ada yang memainkan piano di restoran itu.
Tidak beberapa lama kemudian, sang pelayan pun mendekati mejanya seraya berkata "mau pesan apa " dengan nada yang menurutnya kasar. Lalu dia pun menyerahkan menu makanannya.
Orihime pun melihat sang pelayan itu. Dia mengenakan kemeja putih gading dan celana dan celemek hitam dan sepatu yang bisa di bilang pantofel hitam. Rambutnya yang biru dan matanya yang biru bagaikan batu saphire itu membuat Orihime tertegun.
Orihime lalu melihat nama sang pelayan itu. Tertuliskan di name tag nya " Grimmjow Jeagggerjaques "
" Grimmjow Jaeggerjaques ya...nama yang lucu " katanya dalam hati.
Kemudian sang pelayan pun tiba-tiba berkata " Kenapa melihatku seperti itu, cepat pilih makananmu. Aku masih banya urusan ".
Dengan Nada yang sekasar itu, Orihime kembali dari lamunannya seraya berkata, " a-ah maaf...aku pesan spageti tapi jangan lupa di campur madu dan untuk minumnya saya memesan Milkshake strawberi "
" ada yang lain? "
" T-Tidak...Jaeggerjaques-san "
Lalu sang pelayan pun hanya memberi ' hmm' pada Orihime lalu pergi kearah dapur.
Selama dia menunggu pesanan nya yang belum datang, dia pun mendengar suara dentuman piano yang sangat lembut namun menyedihkan.
Samar-samar, Orihime bisa melihat sang pianis yang sedang memainkan piano tersebut.
Dia bisa melihat sang pianis yang berambut Hitam kelam dan kulitnya yang putih pucat.
' Ulquiorra? kenapa dia disini? '
Kemudian suara ketokan meja dari depannya membuat Orihime tersadar dari lamunannya itu.
" ini makananmu dan minumanmu "
Orihime pun hanya memberi anggukan lalu mulai memakan makanan nya itu seraya sang pelayan pergi.
Selama Orihime makan, suara dentuman piano selalu mengiringi dia makan. Dia merasa bagaikan di suatu tempat yang sangat damai.
Setelah dia selesai makan dan sang pianis pun turun dari panggung pianonya itu, sekarang Orihime bisa melihat jelas siapa sang pianis tersebut. Dan ternyata benar, itu adalah Ulquiorra.
Orihime pun kaget dengan kenyataan ini. Lalu dia cepat-cepat membayar makanannya, lalu berniat menghampiri Ulquiorra.
Dia terlalu penasaran tentang Ulquiorra. Setelah dia membayar semua, Dia pun keluar dari restoran itu menemukan pintu belakang restoran ini.
Setelah dia menemukan pintu belakang itu, dia pun mencoba membuka pintu itu, tapi tidak bisa.
Orihime mulai putus asa, lalu duduk di sebelah pintu itu. Berharap ada seseorang yang akan membukakan pintu.
Dan benar saja ada yang membuka pintu dan itu ternyata Ulquiorra sendiri.
" Onna, sedang apa kamu ? " kata Ulquiorra dengan nada dingin seperti biasa.
Orihime yang sedari tadi meringkupkan kepalanya ke lututnya melihat Ulquiorra yang sedang memakai kemeja putih gading, celemek dan celana hitam. Sama seperti apa yang di gunakan Grimmjow tadi.
" Aku ingin menemui mu " Kata Orihime seraya memunculkan senyum cerianya.
Oke semuanya. Mungkin ini adalah fic saya untuk minggu atau bulan ini, karena mengingat saya akan pergi bertamasya ke Bali dan BUKAN Ke Jepang karena semua tiket sudah habis...( dasar takdir sialan )
Hime : sabar aja...saya akan menunggu kok -menepuk punggung saya-
Me : iya ya...aye kayaknya harus sabar neh
Grimmy : yaah lain kali juga bisa..
Ulqui : iya...
Me : iya ya...yang penting kan jalan -senang mode- oh ya kalau gitu sebagai gantinya ayo kita ke Bali sama-sama...
Ulqui : aku gak mau...kulitku kebakar nanti
Me : laah emang ulqui sensitif sama matahari ya?
Ulqui : gak juga sih..
Hime : udah ikut aja Ulquiora-kun...nanti kan bisa pakai sun block -dengan senyum senang-
Ulqui : -terpesona sama senyum hime akirnya luluh juga- kalau gitu boleh lah
Me : halaah bilang aja mau ikut kalo di ajak pacar...dasar muna` kau...
Ulqui : -kebaca maksudnya langsung mukanya merah-
Hime : ahaha gak apa-apa kok -dengan senyum yang membuat ulqui merona-
Grimmy : gw gak diajak nih?
Me : kan gw bilang semua...gimana sih grimmy ini...oh ya untuk anne...aku gak jadi deh ke minta tolong ente...tapi kalau mau, ikut ke Bali aja yuk...kita poto-poto ulqui ama hime yang banyak...sok paparazi gitu -senang mode-
Grimmy : horeee liburan ke balii...eh qana aku boleh ikut jadi paparazi juga?
Me : boleh atuh...semakin banyak semakin bagus semakin banyak dapetnya
Grimmy : ahahah okelah kalau begitu
Ijen : aku ikutan dong
Me : boleh-boleh...lo dari pada di hueco mulu. gw tunggu lo di Bali ya
Ijen : oke kalau begitu...
Me : oke sekian dari saya sekarang...review yang banyak ya...buat reperensi saya...dan kalau ada yang aneh ini karena MS word saya lagi biadab ngeror jadi gak bisa di pake dan saya ngetik yang terakir ini di editan ...jadi jangan marahi saya...TT^TT
maaf kan saya...ini semua salah MS word sial saya yang tidak mau di atur...
harap maklum...-ngejotos MS word-
