Chapter 4 : tomorrow
Sehun melewati jalan yang sama, dan di jalan itu ia menemukan sosok kyungsoo lagi yang sedang berdiri di pinggir trotoar. Sehun meminggirkan mobil nya cepat, kyungsoo ingin beranjak pergi setelah melihat mobil sehun yang sudah ia kenali.
Si pemilik mobil itu keluar dari mobil nya cepat dan segera mengejar kyungsoo yang tak terlalu jauh juga.
"kyungsoo, kau disini lagi ?"
"kurasa ini bukan urusan mu sehun, kau boleh pergi"
"tidak, aku tidak akan pergi lagi"
Kyungsoo melihat tatapan mata sehun, seandai nya tatapan mata itu ia dapatkan sedari dulu mungkin tidak akan seperti ini kejadian nya. dan luhan pun tidak akan mati seperti itu juga.
L_OVESTORY
Cast : Sehun,Luhan,and kyungsoo.
Support cast : find By your self
Genre : romance,sad,and fantasy
Rate : T+
Length : Chapter
POWERLIGTHDKS
Masih tersisa 5 jam lagi sebelum sekolah denver bubar, karena untuk anak kelas 1 biasa nya sekolah memberikan waktu yang agak singkat. Anak seusia denver biasa nya hanya untuk agar bisa beradaptasi saja. Tidak terlalu di tekankan untuk belajar. Walau bagaimanapun, sehun seperti melebihi seorang ayah bagi denver. Selalu mengajari nya banyak hal sebelum anak-anak lain tahu.
Kadang sehun curiga, hidup ini seperti sebuah film yang dengan pesan-pesan di selipkan di bawah alam sadar. Berbagai peritiwa berlangsung pada prediktibilats yang cukup wajar, lalu tahu-tahu muncul kenangan pahit di masa kecil.
Sehun tak ingin membiarkan denver seperti nya, di asingkan karena tidak berguna lalu di tarik kembali jika sinar kesuksesan nya sudah terlihat. Tapi sehun yakin, kris tidak akan pernah melakukan itu pada anak nya. karena semua cerita masa kanak-kanak nya yang pahit membuat kris merinding setiap kali sehun bercerita pada nya. setelah itu malam berakhir dengan secangkir kopi yang sudah dingin, karena suasana terlalu larut dan mendalam kepada kisah nya.
sehun keluar dari mobil nya setelah sampai pada sebuah tempat yang aneh, semua tertutup kabut dan ada beberapa makhluk kecil yang memiliki cahaya yang indah. Sehun melangkah ingin mendekati nya tapi ia teringat kyungsoo. Dan pada saat itu kyungsoo sedang kesusahan untuk menutup pintu mobil.
"apa kau pernah kesini?" tanya sehun penasaran. Kyungsoo mengangguk pelan dan mulai berjalan mengitari depan mobil agar sampai pada sebuah jalan setapak menuju rumah tua itu. Sehun mengikuti dari belakang, menatap setiap langkah kyungsoo yang terlihat hati-hati dan kadang banyak diam untuk memulihkan nya sebentar. Apakah itu sakit ? pertanyaan itu selalu terngiang dalam otak nya. sehun hanya bisa diam, ia tidak ingin ucapan nya membuat kejadian kemarin terulang.
Kyungsoo sampai pada pintu depan rumah yang terlihat rapuh dan hanya di lapisi karet agar tidak lapuk oleh udara lembab. Tangan kyungsoo yang mengepal terangkat dan kemudian mengetuk pelan pada permukaan pintu. Berulang kali kyungsoo terus mencoba nya namun tak ada respon sama sekali. Ia menunggu sejenak dan sehun mulai menghampiri nya.
"aku pikir rumah ini sudah tidak ada penghuni nya" satu kunang-kunang bercahaya biru mulai menduduki bahu kekar nya. sehun tak terganggu sama sekali dan membiarkan mereka menetap.
"seseorang yang kemarin mengantarkan ku kesini bilang kalau dia masih tinggal disini"
Sehun mengalihkan perhatian nya dari kunang-kunang itu.
"apa kau yakin ?"
Kunang-kunang itu kini menduduki telapak tangan sehun yang terbuka, kyungsoo perlahan membalikan tubuh nya. dan ia terdiam memandangi sehun yang di hinggapi banyak makhluk bercahaya itu.
Dan kunang-kunang itu seperti dalam sebuah cerita, mereka hanya akan bersinar di dekat sesuatu yang sangat nyaman. Mungkin sehun pun begitu, ia bersinar karena dekat dengan luhan. Lalu cahaya nya pudar ketika kyungsoo datang.
"jauhi kunang-kunang itu dari ku"
"kenapa? mereka tidak akan menyakiti mu kyungsoo"
L_OVESTORY
Dan sial nya mereka satu kelas. Kyungsoo terus menendang pohon besar dekat belakang rumah nya. tadi sore ia melihat sehun yang menunggu di gerbang sekolah dan seperti nya ingin menjemput luhan.
Luhan adalah saudara tirinya,adik tiri nya dan juga teman satu kelas nya. sudah berulang kali kyungsoo memohon agar di pindahkan ke sekolah mana saja asalkan itu jauh dari luhan. Dan sang ibu tak pernah mengizinkan nya.
"alasan luhan bersekolah kan karena mu kyungsoo, ia tidak akan berani ke sekolah jika kau tidak ada di samping nya"
Kyungsoo menggeretak gelas kaca nya pada meja kayu, sehingga menimbulkan bunyi nyaring dan air yang memenuhi di dalam gelas tumpah keluar.
"dia kan sudah ada sehun bu, suruh pacar nya saja untuk menemani nya. aku bukan babu nya" kyungsoo pergi dari dapur, dan ia melihat dari arah tangga luhan yang sedang berdiri terpaku disana.
"kau menguping ?"
Luhan gugup ia terlalu ketakutan, kyungsoo menghampiri nya cepat. Tubuh luhan serasa lemas ingin segera di hempas ke laut lepas.
"kau tidak menjawab ku"
"yah aku menguping, maaf aku tidak sengaja"
"tak apa karena kau memang punya telinga, masih baik kau pergunakan dengan bagus. Tapi bisakah kau tidak membuat dirimu menyusahkan orang lain. Kau boleh hidup dengan apapun yang kau mau. Tapi jangan libatkan orang lain di dalam nya termasuk aku" kyungsoo hendak pergi dan luhan menahan nya. dengan tatapan menunduk , dan kyungsoo masih menunggu.
"kau seperti nya marah karena aku dekat dengan sehun, kau boleh mendekati nya juga kyungsoo. Aku tidak akan menyusahkan mu"
"benarkah, wahh andai sehun itu permen aku bisa merebut nya dengan mudah dari tangan mu. Tapi sayang dia seorang manusia yang aku tahu manusia seperti sehun tidak akan memberikan hati nya pada orang kedua" kyungsoo beranjak ke atas tanpa memperdulikan luhan yang ingin mengucapkan satu kalimat lagi.
"aku tidak akan menyayangi nya lagi kyungsoo, kalau kau mau" suara nya begitu pelan dan sangat lemas. Luhan menuruni anak tangga lebih lemas dari pada sebelum nya. dan pada anak tangga terakhir yang ia pijak ia terjatuh dan kehilangan kesadaran. Tangan kanan nya meremas dada sebelah kirinya kuat. Keringat dingin memandikan tubuh nya.
Kyungsoo menutup pintu kamar nya keras, ada getaran hebat pada setiap dinding kamar nya. ia menjatuhkan tubuh nya pada tempat tidur dan menutupi wajah nya dengan kedua lipatan tangan. Ia mengeluarkan air mata sebanyak-banyak nya.
Ia bukan seseorang yang akan mengambil sesuatu yang dia inginkan dari orang lain dengan rencana jahat nya. ia tidak akan pernah mau melakukan hal bodoh itu, untuk apapun alasan nya. karena yang dia inginkan adalah hati nya. hati sehun untuk nya, tapi apa guna nya itu jika luhan masih tetap no satu bagi sehun. Ia tahu tak akan mudah untuk menandingi luhan dari segi apapun.
Karena semenjak masuk ke sekolah, sudah banyak orang yang menyukai nya. bahkan ada orang lain yang mencoba membandingkan kyungsoo dengan luhan. Dari wajah hingga sikap mereka berdua. Yah kyungsoo terlalu berlawanan dengan sikap lemah lembut luhan yang sangat manis. Dan sial nya di tambah paras wajah cantik yang sering di agungkan kaum adam itu. Kyungsoo tak pernah bisa menandingi nya.
Seisi rumah sibuk berada di rumah sakit karena kondisi luhan yang tiba-tiba kritis. Otomatis tak ada siapapun di rumah selain kyungsoo. Sehun mendapatkan kabar masuk nya luhan ke rumah sakit oleh ibu nya hanya ada satu orang laki-laki di rumah itu pun hanya ayah luhan dan ibu tak bisa memanggil ayah luhan untuk segera pulang.
Satu-satu nya harapan adalah sehun, meskipun sedang sibuk berlatih panahan ia segera pergi meninggalkan tempat latihan nya demi luhan.
Sehun memegang erat tangan luhan, berbagai alat untuk memudahkan jalan nya pernafasan dan pendeteksi kerja jantung luhan yang lemah tertempel pada tubuh nya. sehun semakin ingin memukul dirinya jika melihat kondisi luhan yang benar-benar parah.
"hei luhan aku disini" beberapa kali sehun mengucapkan kalimat itu, ia tidak ingin melihat mata indah itu tertutup selamanya.
Perlahan tapi pasti kedua kelopak mata luhan mulai terbuka, membuat peluang hidup nya kembali kegirangan , ia semakin mendekatkan tubuh nya.
"kau bangun"
Wajah luhan masih lemas, sehun tetap memberi luhan energi dari tubuh nya agar tetap bertahan.
"sehun"
"yah ini aku"
"kyungsoo?"
Sehun tidak mengerti, kenapa dalam kondisi yang seperti ini luhan masih mengingat saudara tirinya sendiri.
"sehun, kyungsoo mana ?"
"mungkin ada di rumah"
"dia sendirian"
"aku juga tidak tahu"
Tubuh luhan seperti ingin beranjak bangun seperti sekarang, sehun dengan cepat mencegah nya. ada apa dengan dirimu han ?
"hei kau harus beristirahat"
"tapi kyungsoo sendirian"
"tidak apa-apa, ku yakin kyungsoo pasti akan baik-baik saja"
"kau tidak tahu bagaimana ditinggalkan sendirian. Kyungsoo tidak pernah melakukan itu pada ku"
L_OVESTORY
Denver tidak tahu dimana keberadaan paman hun nya untuk menjemput sehabis jam sekolah. Biasa nya paman muda nya itu tak pernah terlambat barang satu menit pun. Karena sehun bukan orang yang sibuk seperti ayah nya. tapi ini aneh.
Denver hanya menghembus embun putih dari mulut nya, ia marah dan kesal tapi tidak menangis atau pun merengek. Apa ini termasuk ajaran paman nya juga.
"hai denver, kau masih disini? Anak-anak yang lain sudah pulang semua" suara manis dari guru baekhyun membuat nya terbangun. Denver hanya mengangkat pundak nya sebal. Baekhyun menemani anak itu, mungkin sampai seseorang ingat bahwa seharus nya dirinya menjemput seorang anak di pertengahan hari.
Tas baekhyun bergetar, dan ia pasti tahu jika telepon nya ada panggilan masuk. Baekhyun mengangkat nya cepat.
"hallo"
"kau dimana?" suara berat itu adalah kekasih nya, baekhyun hanya memberi tahu bahwa dirinya masih di sekolah. Bersama dengan seorang anak yang belum di jemput oleh orang tua nya. denver menginjak tanah kesal, mungkin sehabis ini hubungan antara paman nya itu akan benar-benar rusak.
"tenanglah denver, masih ada bu guru disini"
"biasa nya paman ku tidak akan telat seperti ini, mungkin dia bosan menjemput ku"
Baekhyun mengerti sejenak, nampak nya denver bukan anak yang selalu berada di bawah pengawasan orang tua. Melainkan selalu di titipkan orang tuanya karena urusan pekerjaan pasti nya.
"mungkin paman mu sedang dalam perjalanan sekarang. apa kau lapar?"
Denver menggigit bibir nya keras, kotak makan siang yang di berikan paman nya benar-benar kosong. Denver tak pernah merasa kesal sebelum nya terhadap paman nya yang mulai menyebalkan. Baekhyun meraih tangan mungil itu, dan menggenggam nya hangat.
"kita makan sup daging dulu bagaimana? Nanti orang tua mu ibu telepon"
"ibu punya no ponsel ayah ku ?"
"mmm yah tentu saja aku punya"
Denver menunduk kecewa lagi, baekhyun berjongkok di samping denver dan membalikan anak itu untuk menghadap nya. ibu jari nya berharap bisa menyeka air mata anak itu, tapi denver sama sekali tak menangis.
"ibu punya no ayah mu denver, kau tak perlu khawatir"
"tapi dia tidak akan pernah menerima panggilan dari siapapun, ponsel nya selalu di matikan saat ia sedang bekerja"
"kau tahu dari mana ? siapa tahu ayah mu sedang makan siang"
"aku pernah melakukan nya dulu, 76 panggilan tak terjawab dari ponsel nya adalah dari ku"
Baekhyun tersentak, ia menatap anak malang itu kasihan. Lalu memasukan denver ke dalam pelukan hangat nya. mengusap punggung kecil yang mulai kedinginan itu.
"kau anak yang hebat denver, ibu yakin ayah mu pasti sangat bangga padamu" baekhyun melepaskan pelukan nya, ada manik-manik hangat yang di lihat dari tatapan anak itu. Baekhyun tersenyum.
"dia suka gambar ikan paus ku, katanya kalau aku bisa menggambar nya lebih bagus aku akan di ajak ayah untuk berenang bersama ikan paus"
Baekhyun tertawa pecah, ia tidak ingin mematahkan harapan anak sekecil denver.
"baiklah, apa ibu boleh ikut ?"
"ibu suka ikan paus?"
"tentu saja, ikan paus itu sangat lucu. Semenjak ibu kecil ibu tidak pernah bertemu dengan ikan paus"
Denver menggeleng kepalanya seolah tak percaya.
"aku akan masukan ibu dalam list siapa saja yang boleh berenag dengan ikan paus"
Baekhyun mengacak-ngacak gemas rambut hitam yang harum itu. Mencubit pipi denver sesekali dan anak itu hanya tersenyum. Denver anak yang dingin di kelas, tapi senyuman denver sangat menghangatkan bagi nya. entah kenapa hanya senyuman denver yang berbeda dari anak-anak yang lain.
Suara klakson mobil terdengar ke arah nya, baekhyun beranjak berdiri dan mengajak denver untuk menyebrang jalan.
Chanyeol keluar dari mobil, dan ikut merasa gemas dengan anak kecil yang di tuntun baekhyun.
"hei boy, siapa namamu ?"
"denver wu"
"wu? Ayah mu dari china ya kan ?"
Baekhyun terbelalak kaget, bagaimana kekasih nya yang pandai bermain musik itu bisa mengenali nya.
"kau tahu dari mana ? aku saja tidak tahu"
Chanyeol beranjak berdiri dengan senyum bangga nya. dan kekasih nya di depan hanya masih tak percaya.
"wu, biasa nya sering di gunakan oleh orang-orang china. Kau masa tidak tahu itu"
"baiklah-baiklah, aku hanya guru sd mana tahu hal yang begituan"
"kau marah yah, ck kau membuat ku gemas" chanyeol menarik tangan baekhyun, dan anak kecil di samping nya membuat baekhyun tersadar. Ia menahan tangan nya pada dada chanyeol.
"chanyeol ada anak kecil disini"
L_OVESTORY
Kyungsoo tak tenang melihat sehun yang terus melirik ke arah jam tangan nya, kyungsoo sudah berhasil bertemu dengan lay.
"apa kau ada urusan lain ?" tanya kyungsoo, sehun agak gugup untuk melirik ke arah kyungsoo.
"y-yah sebenar nya aku harus pergi ke sekolah sekarang"
"sekolah? Kau masih kuliah?"
"maksud ku, aku harus menjemput denver"
Anak kecil itu jadi namanya denver.
"kalau begitu pergi saja, kau mengulur banyak waktu"
"kau tidak apa-apa sendirian" sehun menggenggam tangan kyungsoo. Dan ada sedikit sentakan keras dari dada nya. kyungsoo langsung melepaskan nya cepat.
"aku baik-baik saja, ada lay disini"
Bersamaan denga itu lay datang dengan sebuah nampan berisi 2 cangkir teh hangat. Sehun melirik ke arah lay, berusaha percaya pada nya.
"baiklah, aku akan kembali setelah ini" sehun segera beranjak berdiri dan pergi. Pintu tertutup dan meninggalkan beberapa embun dingin yang terjebak. Kyungsoo melirik ke arah lay.
"aku sangat berterimakasih kau ingin menerima ku akhir nya"
"dari mana kau tahu keberadaan rumah ku?"
"ahh itu dari chanyeol, dia bilang bisa membantu ku untuk menemui rumah mu. Dan dia juga yang mengantarkan ku kesini"
"kau pernah kesini sebelum nya ?"
"kemarin, tapi kau tak kunjung membuka pintu nya. jadi aku memutuskan untuk kembali lagi esok hari nya kesini"
Lay mengambil secangkir teh yang seharus nya untuk lelaki tadi. Kyungsoo ingin segera menanyai tentang tujuan nya tapi ia tidak tahu harus memulai dari mana ia kebingungan.
"ku kira kau akan ketakutan setelah melihat ku seperti hari kemarin" lay menyesapi teh organik buatannya dan menghirup aroma embu teh yang hangat. Kyungsoo menyusul mengambil cangkir nya lay mempersilahkan.
"teryata kau tidak- " senyum terukir di wajah nya yang penuh dengan debu tanah, seperti habis keluar dari lubang bawah tanah " maaf aku tidak bisa memanggil mu, kau belum memperkenalkan diri"
Kyungsoo buru-buru menyimpan cangkir teh nya. ia mengelap tetesan air teh yang menyisa di sudut bibir nya.
"kyungsoo kau boleh panggil aku kyungsoo, maaf aku benar-benar tidak tahu harus mulai dari mana. Aku terlalu gugup"
"tidak apa, penampilan ku memang selalu terlihat mengerikan. Karena aku tidak terlalu perduli dengan gaya hidup jaman sekarang"
Kyungsoo sudah berpikir bahwa lay adalah orang yang klasik, tapi interior rumah nya jauh dari sebutan klasik. Mungkin lebih terlihat ke natural.
"kau pecinta alam" kyungsoo mengalihkan pandangan nya kembali ke arah lay setelah berputar melihat sudut ruangan.
"yah aku menyukai nya, kita selalu hidup berdampingan dengan alam bukan ?"
Mata kyungsoo melebar, tangan yang sedari tadi bertengger di lutut nya meremas kuat. Setitik air dua titik air jatuh dari kedua matanya.
"itu aku, itu aku lay" nafas sesak dan wajah sudah memucat, kyungsoo tak sanggup menghadapi nya sendiri.
Lay memajukan wajah nya mengusap air mata kyungsoo yang teruss berjatuhan di pipi nya.
"aku tahu kau kesini untuk itu, tapi kau harus tahu aku hanyalah ahli biologi"
Kyungsoo menatap wajah lay, memegang tangan nya dan mencoba meyakinkan nya lebih dalam.
"tapi kau bilang kau bisa membantu ku"
"hanya membantu, tidak untuk menyembuhkan" lay mencoba menjaga perasaan kyungsoo. Kisah kaki manusia yang tiba-tiba bermetamorfosis menjadi kaca bening sebening diamond, dan terus merambat hingga akhir nya...
"tenanglah keajaiban pasti akan datang"
"aku tidak yakin"
"itu adalah kesalahan mu – " kyungsoo kembali menatap lay setelah lama menunduk menangisi nasib nya " keajaiban hanya akan datang ketika kau memohon nya dengan kuat dan keyakinan yang besar. Kau harus tabah menjalani takdir mu, dan kau tidak sendirian kyungsoo kau bisa mengandalkan aku"
"hidup dengan kaki aneh ini" kedua kaki nya seolah ingin menunjukan nya pada lay. "tadi malam aku sudah memeriksa nya lagi. Malah semakin parah, awal nya hanya jari-jari ku dan sekarang..." kyungsoo meneteskan air mata nya lagi "dari ujung jari sampai tempurung kaki ku semua berubah seperti kaca dengan cepat tanpa aku sadari"
"aku tahu itu akan terjadi, di dunia ini bukan hanya kau yang seperti itu"
L-OVESTORY
Setelah sampai di rumah nya chanyeol langsung pergi beranjak keluar mobil. Ia membuka pintu belakang dan menggendong malaikat kecil. Baekhyun keluar dari mobil kekasih nya dengan wajah tersenyum. Chanyeol sangat menyukai anak-anak, itu lah sebab nya chanyeol sangat mendukung baekhyun untuk menjadi guru sd saja di banding harus menjadi administrasi perkantoran. Dimana nanti disana banyak singa lapar yang terus menatap kekasih cantik nya mengerjakan laporan. Kesalahan-kesalahan kecil mulai mereka lakukan untuk menarik perhatian baekhyun. Chanyeol sama sekali tak menginginkan nya. bahkan jika perlu baekhyun tak usah pergi bekerja. Hanya cukup dirinya yang mencari uang.
"denver, bu guru bilang kau belum makan ?"
Denver mengangguk lucu, chanyeol memasang wajah seperti anak kecil yang kebingungan.
"kau ingin makan apa ?"
"sup daging "
"sup daging?" suara chanyeol agak di keraskan, mata nya menatap ke arah baekhyun yang sudah pergi ke kamar untuk berganti baju.
"uhhh baiklah denver ingin sup daging" chanyeol menurunkan tubuh kecil denver itu, pinggang nya agak nyeri. Teryata inilah bagian menyenangkan dari sosok seorang ayah.
" bu guru denver mau sup daging" teriak chanyeol mewakili denver. Chanyeol berhasil membuat denver tertawa. Anak antisosial seperti denver apalagi jarang mendapatkan komunikasi antar orangtua. Sangat menyukai hal sepele seperti ini. Menurut nya ini lebih dari sekedar menyenangkan. Ia berharap ayah nya akan seperti sosok chanyeol.
"denver, buka kaus kaki mu dan cuci kaki minta antar pada pa guru baru mu" baekhyun menepuk bahu chanyeol sambil tertawa. Ini sangat menyenangkan, keberadaan anak kecil di tengah-tengah mereka yang masih berstatuskan sepasang kekasih. Tiba-tiba saja berasa seperti keluarga kecil yang harmonis.
Chanyeol menuntun sebelah tangan denver menuju kamar mandi, denver berubah jadi anak yang hangat. Baekhyun memerhatikan nya dari jauh, ia tersenyum.
"akhir nya aku bisa melihat sosok anak kecil yang periang" baekhyun mendesah, ia menyisihkan rambut nya ke belakang telinga. Dan kemudian memulai dari mencuci sayuran.
"ok denver sudah cuci kaki, teryata dia benar-benar pandai" denver melepaskan genggaman dari tangan chanyeol yang menuntun nya. ia berlari ke arah baekhyun sambil menenggakan kepala nya.
"bu guru, apa kau bisa panggil ayah ku. Aku ingin pulang"
Baekhyun menatap bingung ke arah chanyeol, keadaan akan kacau jika ada anak kecil yang merengek minta di antar pulang. Baekhyun berjongkok mulai mensejajarkan pandangan nya dengan denver.
"kita kan belum makan ? lagi pula sebentar lagi ayah mu pasti akan kesini nak"
Baekhyun mengelus halus puncak rambut denver, setetes air mata jatuh dari manik-manik polos anak itu. Baekhyun menyeka nya cepat, memberikan pelukan hangat tadi yang sebelum nya sukses membuat denver tenang.
Chanyeol menghampiri nya, ikut membantu baekhyun menenangkan denver.
"seperti nya kau bosan, ingin bermain games ?"
Denver menggeleng, chanyeol berusaha berpikir keras lagi. Gawat jika denver sama sekali tak menyukai saran nya.
"kalau begitu bagaimana dengan menonton film kartun ?"
Denver menggeleng lagi, kali ini suara isakan tangis anak kecil mulai terdengar.
"ush ush ush ush ush denver ssshuuuttt jangan menangis sayang" baekhyun bersikap tenang dan berusaha untuk tidak membuat denver panik. Chanyeol berdiri kemudian berjalan mondar-mandir. Mereka benar-benar terlihat seperti orang tua baru.
"ahh bagaimana kalau bermain musik dengan ku?"
Suara denver pelahan mulai menghilang, menatap ke arah chanyeol yang mematung menunggu jawaban dari denver. Anak kecil itu perlahan melepaskan pelukan nya, denver menatap kepada sepsangan kekasih itu.
"apa itu musik ? apa benda yang selalu ayah ku dengar ?" tanya polos denver, baekhyun memegang kedua lengan denver lembut.
"bukan denver, musik adalah gabbungan dari beberapa nada yang indah. Ayah mu sering mendengarkan nya bukan ?"
"tapi itu waktu ibu masih ada"
Tatapan baekhyun kosong seketika, denver seperti nya sedang benar-bena r merindukan kedua orang tua nya.
"paman chanyeol akan mengajak mu bermain nada, kau bisa membuat musik untuk ayah mu. Aku yakin setelah mendengarkan musik buatan mu di ingatan nya hanya akan memikirkan denver"
"benar?"
"tentu denver, aku akan membantu mu" jawab chanyeol semangat. Denver tersenyum kembali meskipun titik-titik air masih berjatuhan di sudut matanya. Baekhyun mengusap nya lembut dengan ibu jari lentik nya. chanyeol benar-benar bersemangat jika langsung berhubungan dengan musik.
"let's go denver, kau pasti akan ketagihan untuk memainkan nya" denver dengan lucu nya menerima uluran tangan chanyeol yang besar. Dan denver hanya bisa menggenggam 3 jari besar chanyeol.
Manis.
"jangan jerumuskan denver pada lagu k-pop aneh mu. Beri dia nada-nada yang lucu dan sesuai umur nya"
Chanyeol memberi jempol dari jauh, mereka bermakin tak jauh dari ruang dapur tadi. Karena ada bingkai terbuka pada dapur rumah baekhyun.
L-OVESTORY
Love grows like fingernails
Sehun bahkan ibu nya tak bisa berbuat apa-apa ketika luhan menginginkan nya untuk pulang ke rumah. Luhan langsung membuka pintu rumah meskipun tubuh nya terlihat lemas. Bahkan jalan saja kaki nya seperti lumpuh. Sehun menuntun nya mencengkram lengan luhan yang kurus dengan kuat.
"sudah ku bilang seharus nya kau di rumah saja"
Kyngsoo berhenti dengan langkah nya, pakaian nya rapih dan kupluk kepalanya mengihiasi kepala kyungsoo dengan indah. Ia terdiam sambil mengintip mereka di ruang tamu.
"sehun, bisa kau pergi ke kamar kyungsoo. Aku tidak bisa naik tangga"
Sehun terdiam sejenak, ia tidak tahu apa maksud luhan menyuruh nya seperti itu.
"kau yakin ? apa itu yang akan membuat mu tenang ?"
Luhan mengangguk lemah, sehun mengeratkan pegangan nya pada kedua tangan luhan. Membalikan tubuh luhan yang lemas dan memeluk nya erat. Sang ibu di belakang hanya bisa melihat nya mereka sudah di restui. Kyungsoo hanya bisa bersembunyi sambil bersusah payah untuk menghapus air mata nya. luhan mendengar nya.
"kyungsoo" luhan melepaskan pelukan sehun dan kedua kaki nya melangkah mencari asal suara. Kyungsoo mati-matian menahan amarah , emosi, dan sakit hati yang ia rasakan.
Luhan berhasil menemukan nya.
"kyungsoo kau disini" senyum luhan terukir senang, sehun mengekori nya dari belakang. Sosok sehun semakin menusuk dalam pisau tajam yang seolah menusuk tubuh nya.
"kyungsoo, aku ingin tidur bersamamu hari ini. Bolehkan?"
Memalingkan pandangan nya, kyungsoo memalingkan pandangan nya. pada sosok yang selalu hadir di dalam mimpi nya. pemeran utama di dalam hati nya. dan yang akan membuat nya sakit hati bertubi-tubi. Seolah tak memberi nya ampunan bagi kyungsoo, untuk tidak merasakan sakit hati yang terlalu parah.
"aku harus pergi han" kyungsoo melewati luhan begitu saja, kemudian sehun.
Luhan berusaha ingin mengejar kyungsoo. Namun tubuh nya kembali lemah, sehun mencegah nya tapi luhan dengan sikap keras kepala nya tak ingin menurut.
"luhan biarkan dia pergi"
"aku tidak mau" luhan mencengkram lengan sehun " kejar dia hun, kejar"
"tapi luhan, kau yang lebih membutuh kan aku disini"
"kau salah sehun kau salah, kejar dia ku mohon kejar"
Love grows like fingernails. i cut and cut it but its stay the same.
As much as it grew
It hurts
Day by days, It hurts more
Kyungsoo terlahir dari seorang ayah yang terkenal karena keganasan nya menagih hutang, bahkan tak segan-segan menyiksa semua orang. Ia lahir atas ketidak inginan kedua orang tua nya. ibu nya terpaksa menikah dengan ayah bedebah kampungan itu karena ibu nya di culik lalu di perkosa. Hutang seolah lunas hanya dengan merobek selaput dara seorang gadis.
Setelah kyungsoo lahir dan tumbuh menjadi anak perempuan berumur 5 tahun ibu nya melarikan diri dari pria bedebah itu, kyungsoo mengikuti ibu nya, kyungsoo kecil hanya menangis sambil mengejar ibu batin antara ibu dan anak masih ada dalam relung hati ibu nya. tak ada pilihan lain kyungsoo di bawa bersama beliau.
2 tahun hidup berdua melewati kehidupan yang kejam tanpa satu orang pun yang bisa melindungi mereka. Ayah luhan datang dan memberi bantuan.
Setahun dua tahun, ketika ibu nya sudah menikah dengan pria baik hati itu. Akhir nya menginjak remaja kyungsoo merasakan keanehan yang sangat mengganjal. Ada perbedaan perlakuan ibu nya dengan luhan atau dirinya. Untuk luhan, ibu nya bahkan terlalu manis memanjakan anak angkat nya. kadang di peluk nya luhan ketika ada suara petir, padahal mereka sedang bersama dan kyungsoo hanya bersembunyi sendiri di belakang sofa sambil menutup kedua telinga nya. tak lama luhan akan mengikuti nya. entah kenapa perasaan benci mulai tumbuh, kyungsoo tak bisa bersikap lembut pada luhan.
Pengambilan sertifikat kelulusan di hari terakhir nya di sekolah menengah pertama, kyungsoo menunggu ibu nya dan tak kunjung datang. Tapi tahu-tahu ia sudah melihat akun socmed luhan yang sedang berfoto dengan ibu nya di hari kelulusan mereka bersamaan. Kyungsoo tertawa sedih, rasa nya ingin gila dan membanting ponsel itu.
Di rumah ia hanya mendengarkan kata maaf dari ibu nya, yang lupa akan hari kelulusan anak nya sendiri.
"aku tahu ibu tak akan pernah bahagia karena aku"
Dan lagi-lagi luhan, yang akan menjadi satu-satu nya orang yang selalu ingin melakukan hal yang menyenangkan. Meskipun begitu ia tidak tahu kenapa hati nya masih membenci luhan.
"kyungsoo kau keren, aku dengar kau masuk 10 besar dari 1 sekolah"
"kau dapat dari mana ?"
"sehun"
L-OVESTORY
Sang ibu sudah berusaha menahan kyungsoo, di depan rumah mereka bertengkar terlebih dahulu.
"kyungsoo ibu mohon"
"teman ku sedang menunggu bu" kyungsoo melepaskan tangan ibu nya, meskipun derai air mata terus saja mengaliri pipi nya. sang ibu tak sampai di situ ia tetap mengejar kyungsoo dan menarik tangan anak nya kembali.
"kyungsoo, apa kau tak bisa lihat luhan yang sedang kesakitan huh ?"
Wajah sembab nya karena ait mata tak bisa di sembunyikan lagi. Ibu nya menatap kasian tapi kyungsoo mengelak nya.
"tak bisa kah aku marah ? atau aku harus selemah luhan agar kau bisa melihat aku juga sedang kesakitan ? tak bisakah kau untuk bisa sedikit saja pahami aku."
"kyungsoo ibu tak pernah menganggap mu seperti itu nak. Ibu hanya ingin kau bisa melihat kondisi luhan yang jauh lebih parah-"
"dari aku ? kalau begitu aku akan menyakiti jantung ku sendiri jika itu yang kau mau. Kau ingin aku dengan luhan setara bukan? Itu yang ibu mau"
Tbc..
Bocoran dikit, ayah luhan adalah mantan kekasih dari ibu nya kyungsoo. So nanti lebih di perjelas lagi yah next chapter pasti nya. and.. kayak nya chapter ini akan sedih-sedih kali yah. Kapan seneng nya ? yah pasti ada-lahh.
By the way, mianhaee maafkan dakoh yah telat karena sebagai seorang pelajar tak akan lepas dari tugas fewww. Kurikulum php katanya gak bakalan ada tugas. BIG OOT.
Gak ada yang nanya -_-
Pembatas L-OVESTORY nya keliatan kok dan sangat membantu.
Syukur kalo gitu mah, makasih yah. Semoga kamu senang sama hasil cerita ku ini.
Yah lanjutin plissss...
Oke eonnie lanjut...
Iah sayang... author love u kok /?
Chap ini aku jd ngerti alur cerita nya dan ini menarik...
Berarti author sukses dong, yeee. Follow terus yah, awas kalo enggak /? Becanda
n/r : seperti nya chap ini gak terlalu menuju untuk menjelaskan alur cerita yang sesungguh nya, hanya pemanis saja.
Ok see ya...
