sebenarnya pasien yang baru datang itu bukan jatah penyakit dalam. dia mengidap schizophrenia harusnya yeoja itu di bawa ke bagian penyakit jiwa batin donghae jengkel. yeoja tersebut juga mempunyai waham, yeoja itu mengeluh di ususnya ada batu yang tidak bisa keluar bersama tinja, dan dia takut ususnya bisa pecah sewaktu waktu. tentu saja donghae berpikir kalo yeoja yang tengah meronta kesakitan tersebut gila, dan salahnya keluarganya ikut percaya kalo yeoja tersebut memakan batu
"dia memang memakan batu tadi euisa" ucap sang umma yeoja tersebut ketakutan
"batunya besar?" oh come on hyuk untuk apa kau bertanya hal bodoh seperti itu? donghae membatin kesal mendengar pertanyaan hyuykjae yang menurutnya juga sama bodohnya.
"besar euisa, sebesar ini" sang kepala keluarga ikut menjawab sambil memperlihatkan ibu jari tangannya ke arah donghae dan hyukjae
"kalo batunya besar bagai mana bisa di makan? pabbo" jawab donghae agak sinis dan mengecilkan suaranya di akhir kalimat
"karna itu dia kesakitan euisa, tolong suntik dia" pinta sang umma khawatir melihat putrinya meronta ronta kesakitan.
"apa pasien sudah di lihat heechul euisa?" tanya hyukjae dengaun pada ganhosa di depannya
"sudah euisa, katanya euisa diminta untuk membuat membuat statusnya dan di kirim ke psikiatri untuk konsultasi" MWO? aishh dasar nene lampir, bagai mana bisa membuat status nya kalo dia masih meronta kesakitan seperti ini batin donghae kesal saat mendengar perkataan ganhosa di hadapannya dan hyukjae
"kita suntik dulu saja hyuk" tiba tiba suara donghae terdengar, tanpa menunggu jawaban donghae langsung mengambil seampul obat penenang. berapa dosis yang harus ku berikan? donghae berpikir sejenak saat tengah memasukan obat penenang tersebut ke dalam jarum suntik. di tatapnya yeoja yang tengah berteriak kesakitan tersebut, badannya kecil tubuhnya pendek pula mungkin sama beratnya dengan anjing herder dewasa batin donghae. yeoja tersebut semakin keras meronta membuat donghae kesal dan langsung membalik tubuhnya dengan satu tangan, di acungkannya jarum suntik ke depan wajah yeoja tersebut dengan sikap mengancam
"DIAM" bentak donghae dengan suara berwibawa, yeoja tersebut langsung terdiam karna takut sedangkan hyukjae dan kedua orang tua sang pasien hanya melongo melihat sikap donghae yang seperti menyuruh anjing berhenti menyalak.
"perutnya masih sakit?" tanya donghae setelah selesai menyuntikan obat penenang pada yeoja itu. yeoja tersebut menggeleng sebagai jawab membuat kedua orang tuanya menghelang nafas lega walaupun sedikit kesal dengan cara donghae tadi.
"pasien mu" donghae langsung melemparkan jarum sntik di tangannya ke dalam kotak sampah dan berjalan melewati hyukjae sebelum mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.
.
.
.
"SIALAN" yeoja tersebut berteriak keras di dalam ruangan bernuansa biru tersebut, tatapannya tertuju pada sebuah bingkai foto yang menampilkan sosok namja tampan di dalamnya. di ambilnya bingkai foto tersebut lalu di tatapnya lama dan PRANG yeoja tersebut melemparkannya sampai bingkai foto tersebut pecah di lantai
"lee donghae berani sekali kau melakukan ini padaku, memangnya apa yang di miliki hyukjae sampai kau memutuskan ku? kau pikir aku akan diam saja di perlakukan seperti itu oleh mu" umpat yeoja tersebut yang tidak lain adalah jessica.
" lee hyukjae, kau pikir aku akan membiarkan mu bersenang senang di atas rasa sakit ku? kau salah. aku juga akan membuat mu merasakan hal yang sama bahkan lebih sakit dari yang ku rasakan" jessica berkata sinis dan menatap lurus cermin yang berada di dalam kamranya tersebut lalu melemparnya dengan sebuah botol parpum hingga pecah
"kita lihat apa yang akan terjadi kalo kau tahu kebenaran dari lee donghae. hahahahaha" jessica tertawa puas dan menampilkan semirik nya
.
.
.
sosok kyuhyun tengah duduk di sebuah bangku cafe yang tak jauh dari rs wooridul spine, tangannya mengetuk ngetuk meja dan menatap ke arah jalan raya di hadapannya
"hey" kyuhyun membalikan pandangannya dan tersenyum mendapati sosok namja manis bergigi kelinci di hadapannya yang baru saja datang dan mendudukan dirinya tepat di hadapan kyuhyun
"kau sudah menunggu lama? mianhae ne" kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada dan membuat wajah yang di buat sekesal mungkin
"kau membuatku hampir jamuran di sini minnie chagi" minnie atau yang bernama lengkap lee sungmin tersebut tersenyum ke arah kyuhyun dan menggosokan kedua tanganya di depan dada
"mianhae, kau jangan marah lagi ne" kyuhyun menghelang nafas dan mengangguk sebagai jawaban
"jadi ada apa? kau bilang ingin mengatakan sesuatu" tanya sungmin dan merebut jus di hadapan kyuhyun lalu meminumnya sampai hanya tersisa setengah
"yak lee sungmin itu minuman ku" protes kyuhyun membuat sungmin menatapnya tajam
"aku hanya minta sedikit saja kau itu pelit sekali" omel sungmin dan mengembalikan minuman kyuhyun lalu memanggil pelayan dan memesan makanannya sendiri
" jadi ada apa?" sungmin kembali bertanya menatap kyuhyun yang tengah membuang nafas kecil
" ani aku hanya rindu padamu, waeyo tidak boleh?" sungmin mengerutkan keningnya menatap kyuhyun
"tentu saja boleh" kyuhyun tersenyum senang mendengar jawaban sungmin dan berniat mencium namjachingu nya tersebut sebelum sebuah tendangan di bawah meja menyadarkan aksinya
"ini tempat umum kau tahu?" sungmin berkata sinis membuat kyuhyun menekuk wajahnya kesal
" kau tidak merindukan bibir ku memangnya?" kata kyuhyun dan mempoutkan bibirnya ke arah sungmin membuatnya berdekik ngeri melihat ekspresi kyuhyun
"aigo berhenti menakutiku dengan wajah mu itu" ucap sungmin sinis
"ah iya minnie bagai mana kalo kita jalan jalan ke jeju lusa? aku mendapatkan hadiah berlibur dari appa ku ottokhe?"
"jadi itu yang mau kau katakan padaku? kalo hanya itu kenapa tidak sms saja pabbo" marah sungmin dan menundukan kepalanya saat seorang pelayan mengantarkan pesannya ke meja kyumin
"ani sebenarnya bukan itu yang ingin aku katakan, tapi kurasa aku tidak jadi mengatakannya hehehehe" cengir kyuhyun dan menyomot makanan sungmin #puasa kyu puasa
sungmin memukul lengan kyuhyun dan menatapnya tajam membuat kyuhyun langsung mengerut takut
"dasar pencuri, baiklah aku mau ikut ke pulau jeju. lagi pula aku pusing dengan tugas kantor ku" kyuhyun tersenyum senang mendengar jawaban sungmin dan memeluknya erat
"gomawoooooo" ucap kyuhyun lebay membuat sungmin ikut tertawa sekaligus malu
.
.
.
"gomawo" ucap hyukjae saat memasuki ruangan istirahat dan mendapati donghae tengah duduk membuat laporan, donghae mendongka kepalanya dan tersenyum menatap hyukjae yang kini duduk di hadapannya
"untuk apa? menemani namjachinguku memberi makan nyamuk di ruangan ini?" hyukjae tertawa mendengar ucapan donghae dan menggeleng
"ani bukan untuk itu, gomawo karna sudah menjinakan pasien ku" donghae menganggukan kepalanya dan berjalan ke arah hyukjae lalu memeluk namja manis tersebut dari belakang
"kalo begitu aku meminta bayaran untuk jasa ku"
"kau selalu meminta balas jasa pada orang yang kau tolong?" tanya hyukjae dan menatap donghae yang tersenyum lalu mengecup pipi hyukjae sekilas membuat namja manis tersebut merona malu
"tentu saja, bagiku ini sama saja dengan pasien yang membalas jasa kita karna sudah di sembuhkan dari sakitnya" jawab donghae santai.
"hmm arraseo, kau mau apa dari ku?" tanya hyukjae tulus
"temani aku jaln jalan lusa ke jeju" hyukjae terlihat diam sebentar mendengar jawaban donghae
"jeju?" tanya hyukjae yang di jawab anggukan oleh donghae
''ne ottokhe kau harus mau" paksa donghae, hyukjae mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan donghae
"tapi, boleh aku mengajak seseorang?"
"kau mau mengajak semua pasien mu juga tidak masalah" canda donghae membuat hyukjae mempoutkan biobirnya imut
"aishh aku hanya kan mengajak sahabat ku saja"
"ne arraseo, asal dia tidak mengganggu acara kita saja."
"jinja?" donghae mengagguk meyakinkan hyukjae
"kau mau mengajak eomma melahirka pun juga tidak masalah" hyukjae tersenyum dan memukul dada bidang donghae membuat donghae tertawa senang dan kembali memeluk hyukjae erat
.
.
.
.
TBC
