Gara Gara Bubble Tea
.
.
Cast : Oh sehun, Kim Jongin, Xi Luhan
Genre : Romance and Humor
Rated : T
Warning : Typo(es), OOC
Chapter 4
Suasana kelas tingkat pertama C kini menjadi hening semenjak kedatangan Park Seonsaengnim kira kira sepuluh menit yang lalu. Semua pasang mata kini tertuju hanya pada namja berperawakan tinggi itu yang sedang sibuk menuliskan nama nama kelompok. Ya, sekarang sedang diadakan pembagian kelompok belajar.
Tak terkecuali dengan Sehun. Namja itu kini menajamkan penglihatannya kearah papan tulis berharap bisa mengetahui dengan siapa ia akan belajar kelompok selama delapan bulan kedepan mengingat sudah empat bulan ia menjadi murid di sekolah ini.
Park Seonsaengnim membalikkan badannya, posisinya yang awalnya berdiri membelakangi anak didiknya kini berubah menjadi menghadap kearah anak didiknya. Kemudian sebuah senyuman terpatri di wajahnya yang oval pertanda ia puas dengan apa yang telah ia tulis di papan tulis.
"Sebagai wali kelas yang baik, saya telah memutuskan untuk membuat kelompok belajar agar kegiatan belajar murid murid kelas ini tidak hanya berjalan di jam sekolah saja tetapi di luar jam sekolah kalian juga tetap aktif belajar. Jadi kelompok belajar kalian sudah saya tuliskan di depan papan tulis. Sekarang kalian boleh melihatnya" suara berat milik Park Seonsaengnim memecah keheningan kelas.
Sehun mengedarkan pandangannya ke sekeliling papan tulis. Matanya yang awalnya menyipit sekarang malah membola sempurna saat ia berhasil menemukan namanya tertulis di papan tulis. Mulutnya kini dengan sangat tidak elitnya setengah terbuka mencerminkan bahwa apa yang ia lihat di papan tulis membuatnya shock bukan main. Belum ada setengah menit kemudian, tangan kanan Sehun sudah terangkat di udara.
"Ya Sehun-ssi, ada apa?" Tanya Park Seonsaengnim yang melihat tangan Sehun yang terangkat.
"A-apa kau tidak salah, Seonsaengnim? Me-mengapa kelompokku hanya berisi dua orang?" Sehun malah balik bertanya kepada Park Seonsaengnim dengan gugup.
"Tentu saja aku tidak salah Sehun-ssi. Aku sengaja membuat kelompokmu hanya berisi kau dan Jongin agar kecerdasan dan kepintaranmu bisa menular padanya. Sehingga nanti jika ada lomba lomba tingkat daerah maupun nasional bahkan internasional aku tidak perlu repot repot lagi mencari kelompok belajar yang harus diikutsertakan dalam lomba tersebut" jawab Park Seonsaengnim panjang lebar.
"Tapi ini tidak adil untuk kelompok yang lain, Seonsaengnim" ucap Sehun dengan suara yang lebih berani dari sebelumnya.
Hening sesaat. Sehun merasa ini semua tidak adil. Mana mungkin kelompoknya hanya berisi dua orang sedangkan kelompok yang lain berisi tiga orang. Dan yang lebih menyebalkan lagi, teman sekelompoknya adalah Kim Jongin yang akhir akhir ini membuat moodnya kadang turun drastis tetapi kadang juga membuat moodnya naik dengan gampangnya begitu saja. Mana mungkin Sehun bisa menjalani delapan bulan ke depan bersama namja menyebalkan itu?
"Lagipula Jongin juga tidak keberatan jika harus sekelompok dan hanya berdua saja denganmu. Ya kan Jongin-ssi?" Tanya Park Seonsaengnim pada Kai yang hanya diam saja sambil menatap papan tulis.
Keadaan Kai benar benar berbanding terbalik dengan Sehun. Sehun terlihat sangat tidak terima dengan keputusan Park Seonsaengnim sedangkan Kai hanya diam saja. Stay calm and stay cool memanglah dirinya. Bahkan mungkin jauh didalam lubuk hati Kai yang paling dalam, ia sangat senang bahwa dirinya bisa sekelompok dengan Sehun dan hanya berdua. Tetapi sayangnya ia tidak menyadari hal itu.
"Ah. A-aku tidak keberatan kok Seonsaengnim" jawab Kai dengan senyuman sok tulus -menurut Sehun- itu.
"Baiklah, jadi kelompok belajar ini berlaku selama kalian duduk di kelas tingkat pertama. Untuk praktek biologi minggu depan masing masing kelompok harus membawa tiga macam air dari tempat yang berbeda karena kita akan praktek protista. Sekarang kita akan membahas tentang protista jadi minggu depan kita tinggal praktek" ucap Park Seonsaengnim panjang lebar.
Kelaspun menjadi hening kembali. Walaupun masih agak sebal dan tidak terima dengan keputusan Park Seonsaengnim, tetapi Sehun tetap berusaha untuk fokus dengan teori yang akan dibahas oleh Park Seonsaengnim. Dan selama sembilan puluh menit selanjutnya hanya terdengar suara Park Seonsaengnim mengisi setiap sudut ruangan kelas itu.
-XOXO-
Bel istirahat pertama sudah berbunyi kira kira sepuluh menit yang lalu. Sehun kini duduk di bangku kantin dengan semangkuk ramyun dan segelas bubble tea di hadapannya. Di sampingnya duduk seorang namja keturunan China bernama Huang Zitao yang biasa dipanggil Tao.
Tao dengan lahap memakan bulgogi pesanannya. Sedangkan Sehun, ia hanya mengaduk ngaduk ramyun pesanannya dengan tatapan kosong. Bubble tea yang tinggal setengah gelas juga Sehun biarkan begitu saja.
"Hun, kau kenapa? Kenapa ramyunmu tidak dimakan?" Tanya Tao sambil menoleh kearah Sehun dan menghentikan sebentar aktivitas makannya. Sehun hanya diam dan terus mengaduk ngaduk ramyunnya. Tao yang merasa tidak mendapat respon dari sahabatnya itu kemudian menjentikkan jarinya tepat di depan mata Sehun.
"Ah, apa? Barusan kau tanya apa?" Tanya Sehun dengan tatapan bingung.
"Aish yang benar saja anak ini. Kau melamunkan apa sih hah? Tadi aku tanya kenapa ramyunmu tidak dimakan Oh Sehun?!" Suara Tao naik beberapa oktaf dari suaranya yang sebelumnya.
"Maaf deh. A-aku ah sudahlah, intinya Park Seonsaengnim itu menyebalkan!" Gerutu Sehun sambil mengacak rambutnya dengan kencang pertanda bahwa ia sangat frustasi kali ini.
"Oh jadi karena itu. Memangnya kenapa sih sepertinya kau benci sekali dengan Kai?" Tanya Tao penasaran.
"Karena namja itu me-" belum sempat Sehun menyelesaikan perkataannya untuk menjawab rasa penasaran Tao, tiba tiba ada namja yang menjadi topik pembicaraan mereka duduk dibangku yang berhadapan dengan Sehun.
Sehun dan Tao hanya terdiam sambil menatap namja yang baru bergabung dengan mereka tanpa meminta ijin itu. Siapa lagi namja itu kalau bukan Kai? Sementara namja yang ditatap hanya memasang ekspresi bingung.
"Jangan melihatku seperti itu. Memangnya ada yang salah denganku? Sehun, ini bubble tea hari kedua sebagai pertanggungjawabanku sesuai permintaanmu" Kai hanya melengos kemudian menempatkan bubble tea yang tadi ia bawa di hadapan Sehun.
"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap Tao kemudian langsung berlari meninggalkan Kai dan Sehun.
Suasana hening mulai menghampiri mereka berdua. Sehun kembali ke aktivitasnya semula yaitu mengaduk ramyun sedangkan Kai hanya memandang Sehun dengan tatapan khawatir. 'Sehun kenapa sih?' Tanya Kai di dalam hati.
Sehun menggeser kursi yang ia duduki agar menjadi sedikit kebelakang kemudian ia berdiri. Baru saja ia melangkahkan kakinya satu langkah, ada seseorang yang menghentikan langkahnya. Kai menahan pergelangan tangan Sehun, lagi. Karena Kai menahan tangannya dengan lumayan kencang, Sehun jadi terduduk lagi di kursi kantin yang tadi ia duduki.
"Kau sama sekali tidak menghargaiku ya? Aku sudah membelikanmu bubble tea tapi kau malah mau pergi dan tidak mengambil bubble tea yang sudah aku belikan. Kau kenapa?" Suara Kai yang awalnya tinggi perlahan mulai melemah dan dipenuhi dengan rasa kekhawatiran.
"Bukan urusanmu" Sehun hanya menjawab dengan ketus.
"Ah aku tau. Kau pasti sangat senang kan bisa satu kelompok dengan orang keren sepertiku? Ah sudahlah jujur saja" ucap Kai dengan kekehan kecil diakhirnya.
"..." Sehun hanya diam sambil menunduk. 'Cih, narsis sekali dia' batin Sehun kesal.
"Atau kau malah tidak senang bisa sekelompok denganku?" Tanya Kai, lagi.
"..." Sehun masih tetap diam.
"Jawab, Hun. Untuk apa kau punya mulut kalau tidak bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan orang lain, huh?" Kai mulai jengkel karena Sehun tak kunjung menjawab pertanyaan yang ia lontarkan pada Sehun.
"Aku sangat tidak senang kuadrat bisa sekelompok dengan orang idiot sepertimu" satu kalimat yang terucap dari mulut Sehun itu bagaikan ribuan anak panah beracun yang tepat mengenai jantung Kai. Sakit dan dalam.
Sedangkan di dalam hati Sehun, ia terus merutuki mulutnya yang dengan gampangnya mengucapkan kalimat itu tanpa memikirkan perasaan Kai. Oh Sehun jauh lebih bodoh dari Kai sekarang karena ia tidak berpikir dahulu sebelum berucap. Raut wajah Kai yang tadinya jahil kini berubah jadi memancarkan kepedihan.
"Seidiot itukah aku?" Tanya Kai lebih kepada dirinya sendiri sambil menunduk dan memainkan jari jarinya.
Sehun yang melihat perubahan raut wajah Kai jadi merasa bersalah karena ucapan Sehun tadi. Sehun mendengar ucapan Kai barusan. 'Kau yang lebih bodoh Sehun. Kenapa bisa bisanya berkata seperti itu' batin Sehun.
"Kai, bukan begitu maksudku. Hanya saja-" ucapan Sehun lagi lagi terpotong karena Kai.
"Hanya saja apa? Mungkin aku memang tidak pantas sekelompok dengan orang jenius sepertimu. Aku memang bodoh dan idiot. Terimakasih telah mengingatkanku akan hal itu" Kai masih tetap menunduk. Ia bisa merasakan kantung matanya mulai berat dan ia yakin cairan bening dari dalamnya tak lama lagi akan menetes.
"A-aniyo Kai. Maksudku sama sekali tidak seperti itu. Hanya saja kau yang memulai semua ini Kai. Kau yang membuat aku jadi membencimu semenjak insiden dikelas setelah pelajaran olahraga waktu itu. Bahkan kau tidak meminta maaf kan kepadaku atas insiden itu?" Suara Sehun agak meninggi karena ia juga mulai merasakan tingkat emosi dalam dirinya mulai naik.
"Baiklah. Maafkan aku" ucap Kai dengan intonasi rendah.
Kai berdiri dari kursinya kemudian berjalan meninggalkan Sehun sendirian. Akhirnya cairan bening itu menetes dan membasahi pipinya. Ia tidak ingin Sehun melihatnya menangis karena ini bukan seperti dirinya sekali jadi ia memutuskan untuk pergi dari hadapan Sehun. Terlebih lagi dengan ucapan Sehun barusan.
"Kai, berhenti! Aku belum selesai bicara Kai!" Teriak Sehun. Ia mencoba untuk memberhentikan kepergian Kai.
Kai mendengarnya. Kai mendengar teriakan Sehun, tetapi ia tidak mau berhenti dan malah mempercepat langkahnya. Ia takut jika Sehun akan mengejarnya. Ia tidak mau Sehun melihat air matanya. Ia sadar, ini semua memang salahnya.
"Apa aku sudah keterlaluan ya terhadap Kai?" Tanya Sehun pada dirinya sendiri sambil menatap punggung Kai yang lama lama menghilang kedalam keramaian kantin.
"Ah biarlah. Biar dia sadar" Sehun menjawab pertanyaannya sendiri. Huh, berurusan dengan Kai memang benar benar bisa membuatnya gila.
Perlahan tapi pasti, tangan Sehun menggapai bubble tea yang diberikan oleh Kai. Ia mendekatkan bibirnya dengan sedotan minuman berwarna coklat muda itu. Ia bisa mulai merasakan rasa manis coklat menyapa indra pengecapnya.
Sehun jadi teringat dengan kejadian kemarin sore. Saat Kai memegang pinggangnya. Saat ia jatuh dan dengan tidak elitnya menindih tubuh Kai. Saat Kai membantunya menghilangkan rasa kram di kakinya. Itu semua terjadi begitu saja. Ia tidak pernah merasa sedekat itu dengan Kai. Tetapi hari ini semuanya juga terjadi begitu saja. Keadaan menjadi tiga ratus enam puluh derajat berbeda dari kemarin semenjak Park Seonsaengnim memberitahukan kelompok belajarnya.
Sementara itu, tak jauh dari tempat Sehun duduk ada seorang namja yang sedang memperhatikannya. Namja beriris almond itu melihat semua yang telah terjadi antara Kai dengan Sehun. Ia hanya menggertakan giginya sambil mengepalkan kedua tangannya berusaha untuk menahan emosi yang benar benar sudah menyesakkan dadanya.
"Awas kau Kim Jongin!" Gumam namja itu pelan sambil menghembuskan napasnya dengan kasar berusaha menetralisir emosinya.
-XOXO-
Suasana lapangan basket indoor Seoul Internasional High School sangatlah sepi. Hanya ada Luhan disana. Duduk sendirian di kursi penonton. Sudah kira kira sepuluh menit ia duduk disana. Karena Luhan adalah kapten tim basket maka dari itu ia bebas ke lapangan ini. Hanya orang orang tertentu saja yang boleh masuk ke sini kecuali jika sedang ada pertandingan, baru semua penonton boleh masuk.
Luhan menatap arloji yang ada di pergelangan tangannya. Dia sedang menunggu seseorang. Seseorang yang berhasil membuat hari ini menjadi sangat menyebalkan. Seseorang yang benar benar membuatnya seperti yeoja dikala masa PMS. Seseorang yang membuat tingkat emosinya berada di titik maksimum. Ya, dia sedang menunggu Kai.
Suara pintu terbuka berhasil membuat Luhan mengalihkan pandangannya dari arlojinya. Akhirnya orang yang ia tunggu tunggu itu datang juga. Luhan berdiri, kemudian berlari kearah namja yang baru datang itu.
"Ada apa kau memanggilku kesini?" Tanya Kai sambil melihat Luhan yang sedang berlari. Suara khas namja beriris onyx itupun menggema hingga ke seluruh sudut ruangan yang sekarang ia pijaki.
"Sudah kukatakan kan padamu, jangan pernah coba coba mengganggu dan mendekati Sehun! Apa itu masih kurang jelas, hah?!" Luhan berhenti dihadapan Kai, kemudian ia mencengkram kerah baju seragam Kai.
Luhan sadar seharusnya ia tidak melakukan ini, terlebih lagi karena dia adalah seorang ketua OSIS. Tapi ini semua dia lakukan untuk orang yang ia cintai yaitu Sehun.
Tentu saja Kai kaget bukan main. Luhan yang selama ini terlihat seperti namja lemah tiba tiba saja menarik kerah baju Kai hingga Kai kini merasa susah sekali untuk menghirup partikel partikel oksigen. Rasanya seperti tercekik. Tapi Kai bukanlah namja yang lemah.
"Aku bingung denganmu. Kau ini bukan siapa siapanya Sehun kan? Kau tidak punya hubungan spesial dengan Sehun, kau dan Sehun juga tidak sedarah, Tetapi mengapa kau melarangku mendekati Sehun?" Tanya Kai sambil melepaskan cengkraman tangan Luhan dari kerah bajunya dengan kasar.
"Berani sekali kau berkata seperti itu. Kau tidak ingat aku siapa? Atau kau pura pura tidak ingat,eh? Aku ini seniormu dan aku adalah ketua OSIS di sekolah ini. Apa kau lupa?" Luhan malah balik bertanya kepada Kai sambil mendorong tubuh Kai dengan tangan kanannya.
"Ah iya aku baru ingat. Kau kan ketua OSIS Seoul Internasional High School. Oh jadi seperti ini sikap dan kelakuan seorang ketua OSIS, huh? Sangat tidak patut untuk di contoh" emosi Kai sudah tidak bisa dibendung lagi sehingga kata kata itu terucap begitu saja dari mulutnya.
Kai seakan lupa bahwa Luhan bisa saja membuatnya mendapat skors selama tiga hari dari pihak sekolah, tetapi itu semua tenggelam di dalam emosinya.
Luhan juga sudah tidak bisa menahan emosinya. Tangannya sudah terkepal. Wajahnya sudah memerah. Dan sepersekian detik kemudian, dengan sangat mulusnya tangannya yang terkepal sudah mengambang di udara dan-
BUUGH
Tubuh Kai terhempas kesamping, ia terjatuh. Cairan berwarna merah kental perlahan lahan mulai menetes dari sudut bibirnya yang sebelah kiri membasahi lapangan basket indoor itu. Kini cairan itu mengalir turun ke leher Kai dan akhirnyapun membasahi baju seragam Kai. Bercak kemerahan kini memenuhi baju seragam Kai.
Luhan hanya diam sambil memandangi Kai yang masih tersungkur di lapangan itu. Tangannya yang ia gunakan untuk memukul wajah Kai, ia perhatikan baik baik. Ada bercak darah ditangannya. Astaga! Luhan rasa ia sudah keterlaluan kepada juniornya itu.
"Aku tidak mau mengotori namaku di sekolah ini. Aku tidak mau mendapatkan skors selama tiga hari hanya karena bertengkar dengan orang sepertimu. Huh, jika aku tau akhirnya akan seperti ini aku tidak akan datang kemari. Membuang buang waktuku saja. Aku masih memiliki tata krama untuk bersikap sopan kepada orang yang lebih tua dariku maka dari itu kali ini, aku tidak akan membalas pukulanmu" Kai sudah berdiri di hadapan Luhan. Ia berbicara sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah.
Kai membalikkan badannya kemudian berjalan menjauhi Luhan. Ia membuka pintu lapangan basket indoor itu lalu melangkahkan kakinya keluar dari sana. Ia menutup pintu lapangan menggunakan tangan kanannya dengan kasar sementara tangan kirinya yang telah dipenuhi dengan darah segar miliknya sendiri, masih terus memegang sudut bibirnya.
Setelah kepergian Kai, seakan akan setan dari dalam tubuh Luhan yang membuatnya melakukan semua ini terhadap Kai juga ikut pergi. Ia baru sadar. Apa yang sudah ia lakukan barusan bisa merusak reputasinya sebagai ketua OSIS dan kapten tim basket.
Baru kali ini Luhan merasa begitu marah kepada seseorang yang berani beraninya mendekati Sehun. Ini semua sulit untuk ia terima. Ia lelaki normal awalnya, tetapi setelah bertemu Sehun kira kira tiga bulan yang lalu ia tidak lagi menjadi lelaki normal.
Sehun merubah semuanya. Merubah hidupnya. Merubah rasa ketertarikannya dengan lawan jenis. Dan juga Sehun melengkapinya. Mengisi harinya dengan kejadian manis maupun pahit. Luhan tau ia mencintai Sehun. Luhan mengerti itu.
Tetapi semenjak Kai masuk ke lingkup kehidupannya dan Sehun, semuanya juga berubah. Perasaan cemburu itu mulai tumbuh. Serumit inikah jika sudah berurusan dengan namja bernama Oh Sehun?
To Be Continued
A/N: Holla~ akhirnya kita berjumpa lagi. Maaf banget ya aku baru update karena akhir akhir ini lagi sibuk melengkapi tugas sekolah yang belum lengkap. Aku mau bales review nih ^_^
Balasan Review
ohhhrika : udah sweet ya chapter kemarin ;) Seharusnya aku yang bilang makasih ke kamu karna kamu udah mau baca ff buatan aku makasih juga udah bilang kalo ff ini seru dan mau nungguin update-an ff ini :D Di chapter ini udah mulai ada tuh konflik antara Kai sama Luhan. UAS aku lumayan kok hasilnya. Gimana kalo kamu? Semoga hasilnya bagus ya :) sekali lagi gomawo ya untuk semuanyaa
MaknaEXO : udah lanjut nih :)
leeyeol : kalo jatohnya lama lama nanti beneran dunia hanya milik mereka berdua dong, kita mah ngontrak wkwk. Ini sudah dilanjut yaa :)
sukha1312 : di chapter ini ada kok tapi cuma sekilas waktu Luhan ngungkit dia pernah ngomong ke Kai jangan deketin Sehun. KaiHun momen lagi asem nih di chap ini, maaf ya Kyungsoo belum aku masukin di chapter ini .-.
daddykaimommysehun : chapter 3 masih kurang panjang? Chapter ini udah aku perpanjang nih hehe. Maaf gak bisa update kilat T_T makasih atas dukungannya :)
yunacho90 : makasih ya udah mau review :) iya chapter kemarin full KaiHun tapi chapter ini udah mulai ada cobaan untuk KaiHun hehe
BabyWolf Jonginnie'Kim : maaf ya gak bisa update cepet soalnya lagi banyak tugas T_T di chapter ini konfliknya gak berat kan buat KaiHun? Nanti pada akhirnya mereka akan bersatu kok hehe
utsukushii02 : tau tuh si Kai labil, biasa anak remaja begitulah. Ini udah lanjut :)
izz sweetcity :maaf ya di chapter kemarin nama kamu kaya kepotong gitu dari ffn nya yang di balasan review. Mangkanya di chapter kemarin di Balasan review ada kan balasan yang gak ada namanya nah salah satunya itu nama kamu. Maaf ya sekali lagi, nanti kalo sempet aku perbaikin ya chapter 3 nya :) ini udah lanjut nih :D
Nagisa Kitagawa : itu udah disinggung tuh sekilas di chapter ini ngapain Luhan keluar. Jatoh aja romantis apalagi yang lain ya wkwk. Oh itu kembarannya om daddy kokbotak lagi gak ada schedule jadi dia mampir disini deh hahah. Btw, ff ini mirip sinetron laga dari mananya ya? XD udah dilanjut ya ;)
levy c fiverz :maaf ya di chapter kemarin nama kamu waktu di balasan review cuma ketulis setengahnya doang gak tau tuh dari ffn nya. Maaf ya sekali lagi. Masih kurang apanya chapter kemarin? Udah lanjut nih makasih udah mau nunggu :)
mrblackJ : Sehun emang terlahir menjadi imut wkwk. Jadi kamu siapanya Jongin kok sampai di belai gitu? #kidding udah lanjut nih ;)
PurpleGyu : sepertinya jongin berubah karena udah mulai numbuh benih benih cinta untuk sehun kkkk. Maaf ya belum bisa update kilat tapi ini udah dilanjut nih :)
dia luhane :maaf ya di chapter tiga waktu di balasan review itu balasan buat kamu gak ada namanya kaya kepotong gitu dari ffn nya. Maaf ya T_T. Sehun sudah mulai merasakan apa yang Kai rasakan haha. Udah lajut yaa :D
urikaihun : ati-ati nanti overdosis KaiHun loh wkwk. Sehun udah mulai tuh hehe
Kin Ocean : Sehun Jongin sama sama nggak peka sama perasaannya masing masing nih. Makasih juga atas sarannya nanti aku pertimbangin dulu ya :) maaf belum bisa update kilat T_T. Seharusnya aku yang bilang thanks, thanks ya atas reviewnyaa :)
Guest : kamu lucu ya, mau komen aja bingung hehehe
choi fai fai : ini udah lanjut tapi maaf belum bisa cepet updatenya ;)
Seli Kim : di chapter ini Luhan udah cukup belum? Jangan banyak banyak nanti gumoh lagi kekeke~ udah lanjut nih, makasih ya udah mau nunggu :)
hunnihun : makasih ya udah di semangatin :D udah di lanjut nih. Kalo boleh tau, kamu guling guling nya dimana tuh?
Istrinya Sehun : Sehun kere tapi Jongin tetep suka kok wkwkw. Kamu kenapa kok ngomong wakkk mulu? Ketularan wakwaw nih jangan jangan hahah udah lanjut nih :) #ikutanngibarinbenderaKaiHun
KaiHun forever : seriusan cerita ini bagus? Udah lanjut nih :) makasih ya udah ntemangatin aku buat UAS hehe :D
KaiHuns heart : maaf ya belum bisa update kilat nih T_T makasih udah bilang cerita ini keren :D gak tau tuh si Sehun masih labil dengan perasaannya sendiri. Semoga kamu juga sukses ya UAS nya :)
Maaf ya kalo tulisan username nya ada yang salah. Makasih banyak buat yang udah mau baca, review, follow, favorite dan waiting-in(?) ff ini :D
Ini cerita makin kesini makin seru atau malah makin ngebosenin? Maka dari itu saran dan unek unek dari readers setelah membaca ff ini sangat di butuhkan. Silahkan ditulis dikolom review yang sudah di sediakan #HugeHug :D
