" My Boyfriend Is My Young Brother" Chapt. 4
^^Sebelumnya
" Oh…tapi bagaimanapun juga mereka harus tahu hyung" ujar Siwon
" Kau memang benar, tapi kita sebagai Dokter harus bisa menerima permintaan privasi dari pasien kita" ujar Kangin
" Mm..nde."
" Euisa~nim…, sepertinya yeoja yang di luar itu adalah keluarga pasien. Karena yeoja itu yang membawa pasien kemari" ujar seorang perawat yang membantu Kangin
^^ Selanjutnya
Kangin dan Siwon saling menatap, lalu Kangin meminta Siwon untuk menemui Eunjung yang menunggu dengan harap cemas di depan ruang UGD.
" Siwon~ah, kau temui yeoja itu, dan jelaskan padanya mengenai kondisi pasien saat ini"
" Ne hyung" sahut Siwon, lalu ia bergegas ke luar dari ruang UGD dan menghampiri Eunjung yang matanya terlihat sembab karena menangis.
" Apa kau yang keluarga pasien Cho Kyuhyun?" Tanya Siwon
Eunjung segera beranjak, ia menyeka air mata, dan memegang kedua lengan Siwon," Nde, bagaimana keadaan Kyuhyun?, jebbal beritahu aku…, apa dia baik-baik saja?, apa Kyuhyun sakit parah?, dia masih bisa disembuhkan, iya kan?" Tanya Eunjung bertubi-tubi
" Hm…begini, mian jika ucapan saya akan mengejutkanmu. Tapi kondisi Kanker pasien sudah menyebar, dan sebagai jalan terbaik yang kami sarankan, pasien harus melakukan kemoterapi, jika tidak…maka penyakitnya akan sukar untuk disembuhkan" sahut Siwon menjelaskan padanya.
" Kan..kanker?, Kyuhyun sakit Kanker?" ucap Eunjung shock dan terduduk lemas di kursi tunggu
" Nde, pasien menderita Glioma" sahut Siwon menatap Eunjung lirih
" Apakah…Kyuhyun bisa sembuh?" Tanya Eunjung yang tertunduk sedih
" Jika kemoterapi yang dijalaninya membuatnya lebih baik, kemungkinan untuk sembuh ada meskipun sangat kecil, karena setahu saya…Glioma adalah salah satu Kanker yang juga sukar untuk sembuh total"
Mendengar ucapan Siwon, air mata Eunjung semakin deras. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sedangkan Siwon merasa kasihan pada Eunjung. Seperti itulah suasana yang sering kali ia temukan, setiap bertemu dengan keluarga pasien, selalu air mata yang dilihatnya. Maka dari itu, Siwon benci melihat air mata. Karena setiap melihat orang lain menangis, Siwon merasa tidak bisa membantu apa-apa.
Kangin ke luar dari ruang UGD, ia menghampiri Siwon yang masih memandangi Eunjung. Kangin menepuk pundak Siwon pelan, karena ia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sang dongsaeng.
" Hyung" ujar Siwon pelan
" Apa kau sudah menyampaikannya pada yeoja itu?" Tanya Kangin
Siwon mengangguk, dan Kangin tersenyum padanya." Kalau begitu kita biarkan saja dulu ia sendiri, agar dia bisa sedikit lega setelah menangis" ucap Kangin
" Ne hyung" sahut Siwon
Kangin kemudian mengajak Siwon untuk mengenalkannya pada beberapa Dokter yang lain di Rumah Sakit tersebut. Suasana di sekitar ruang UGD cukup sepi, haya beberapa perawat saja yang mondar-mandir untuk mengecek setiap pasien.
Setelah Eunjung menangis cukup lama, Eunjung menyeka air matanya, lalu ia mencoba untuk mengukir senyum walaupun terasa berat, tapi ia tidak ingin membuat Kyuhyun melihatnya bersedih.
Di ruang UGD terdapat beberapa pasien, langkah kaki Eunjung sedikit takut untuk menemui Kyuhyun yang masih belum sadarkan diri. Matanya menerawang mencari keberadaan Kyuhyun, saat ia membuka salah satu tirai, Eunjung tak kuasa menahan air mata yang memaksa keluar dari pelupuk matanya. Eunjung mengatup mulut, agar suara isak tangisnya tidak terdengar.
Di kursi kosong tepat disisi kanan ranjang Kyuhyun, Eunjung duduk. Tangannya bergetar saat ia meraih tangan Kyuhyun yang tertusuk jarum infus. Sesekali Eunjung menyeka air mata yang jatuh di pipinya.
" Kyu…apakah penyakit ganas itu yang sering menyiksamu?, apakah tidak bisa, jika penyakitmu itu dipindahkan padaku?, biar aku saja yang menderita, Kyu" gumam Eunjung
" Kyuhyun~ah…, aku tidak ingin kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu" Eunjung tertunduk dan kembali menangis.
Kelopak mata Kyuhyun bergerak, perlahan-lahan ia membuka matanya. Kyuhyun merasa tidak enak hati ketika menatap Eunjung yang menangis karena dirinya. Dengan tenaga yang lemah, Kyuhyun menggenggam tangan Eunjung.
Eunjung terkejut, lalu ia menatap Kyuhyun, " Mianhe" ucap Kyuhyun
" Gwencanayo?, aku akan memanggil Euisa" sahut Eunjung berencana beranjak dari kursi, namun Kyuhyun mencegahnya dengan sebuah pertanyaan, " Kau sudah tahu tentang penyakitku?"
Eunjung terdiam, lalu ia kembali duduk di kursi. Eunjung menatap nanar Kyuhyun, dan Eunjung tidak bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun, karena jawaban Eunjung hanyalah air matanya yang kembali mengalir.
" Sudah ku duga" sahut Kyuhyun
" Kau saja menangis seperti ini, lalu bagaimana dengan Ahra nuna?, mungkin saja aku akan semakin membuatnya menderita" gumam Kyuhyun
" Mianhe Kyu…mianhe…seandainya saja penyakitmu bisa diberikan padaku, maka biarlah aku saja yang menderita. " ucap Eunjung
"…" Kyuhyun tersenyum tipis, lalu ia beranjak dari kasur, dan Eunjung mencoba membantunya.
" Sakit itu tidak enak Eunjung~ah, jika pun bisa, aku tidak ingin penyakit ini menimpamu. Aku hanya ingin penyakitku sembuh"
Sahut Kyuhyun
Eunjung teringat akan ucapan Siwon padanya, " Kau bisa sembuh Kyu, asal kau mau melakukan Kemoterapi"
" Kemo?, benarkah aku bisa sembuh jika aku melakukan kemoterapi?" Tanya Kyuhyun seakan mustahil dengan alternative Kemoterapi.
" Itu yang dikatakan Euisa padaku" sahut Eunjung
" Aku ragu Eunjung~ah, jika aku melakukan kemoterapi, aku harus selalu menginap di Rumah Sakit untuk beberapa waktu"
" Aku akan menemanimu, Kyu"
Kyuhyun menatap lekat Eunjung yang juga menatapnya serius, kelopak mata Eunjung terlihat merah karena menangis, " Bukankah kau memintaku untuk membantumu agar Ahra eonnie tidak mencintaimu?, kenapa kita tidak gunakan saja cara ini?, meskipun aku tahu kalian berdua akan tersakiti dengan kebohongan yang kita lakukan, tapi setidaknya kau bisa melakukan kemoterapi" ucap Eunjung.
Setelah mendengar ucapan Eunjung, Kyuhyun pun setuju dengan sarannya. Mereka berdua bersandiwara melakukan cara ini, agar Ahra tersakiti. Eunjung mengajak Kyuhyun untuk menemui Siwon di ruangannya, setelah ia mencari tahu siapa Dokter yang menangani kasus penyakit Kyuhyun pada seorang perawat yang bertugas.
" Kita mau kemana?" Tanya Kyuhyun
" Ke ruangan Siwon Euisa"
Sahut Eunjung yang berjalan sambil memegangi lengan Kyuhyun, karena Kyuhyun masih terlihat lesu. Kyuhyun mengernyitkan alisnya, ia bingung , lalu ia berhenti di tengah jalan menuju ruang Dokter Siwon.
" Kenapa?" Tanya Eunjung heran
" Bukankah Euisa yang menanganiku adalah Kangin Euisa?, kenapa kau menyebutkan Siwon Euisa?" Tanya Kyuhyun.
" Jincha?, aku pikir Siwon Euisa yang menangani kasus penyakitmu. Jadi aku salah?, atau perawat itu yang salah?" Tanya Eunjung
Kyuhyun mengangkat kedua bahunya tanda ia juga tidak mengerti. Percakapan mereka di dengar oleh Kangin yang tidak sengaja berdiri di belakang Kyuhyun. Kedua tangannya memegang pundak Kyuhyun, hingga membuat Kyuhyun terkejut, lalu ia menoleh dan Kangin tersenyum padanya.
" Euisa~nim" ucap Kyuhyun
" Perawat itu tidak salah Kyu. Karena aku harus melanjutkan Study ku di LA, maka dari itu, aku menyerahkanmu pada namdongsaeng ku yang bernama Choi Siwon. Dia adalah Euisa yang sangat baik, ramah dan bertanggung jawab. Aku yakin, jika kau bertemu dengan namdongsaeng ku itu, kalian berdua akan menjadi akrab" sahut Kangin.
Kangin berjalan di depan mereka, sambil menunjukkan dimana ruangan Siwon," Aku akan menunjukkan rungan Siwon pada kalian" ucap Kangin
" Ne" sahut Kyuhyun yang berjalan di belakangnya.
~ MBIMYB ~
Ahra duduk menyendiri di depan teras kamarnya yang berhadapan dengan sebuah Danau di belakang rumah mereka. sesekali Ahra menatap jam tangan baby pig miliknya yang berwarna pink," Apa kalian berdua benar-benar pergi kencan, Kyu?, kenapa lama sekali kamu belum pulang?" gumam Ahra pelan.
Drt…Drt…
Ahra menatap ponsel yang ia letakkan di sisi kanannya, saat menatap nama di layar ponsel, Ahra dengan lesu menjawabnya, karena seseorang yang ia harapkan untuk menghubungi dirinya, ternyata orang lain.
" Ne Taeyeon~ah, ada apa?" Tanya Ahra dingin
" Tadi aku melihat Kyuhyun sedang berpelukan di dalam Mobil, saat aku hendak menyebrang jalan"
Ahra terdiam, hatinya terasa sesak saat mendengar perkataan Taeyeon mengenai Kyuhyun di telepon, " Ahra~ah…" panggil Taeyeon
Ahra tidak menjawab, Ahra terdiam mematung karena ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan begitu cepat berpacaran dengan Eunjung, " Ahra…, kau mendengarku?, aku tahu kau mencintai Kyuhyun, namdongsaeng mu sendiri…tapi Ahra…bukalah pikiranmu itu…cintamu untuk Kyuhyun itu terlarang" Taeyeon mengingatkan Ahra
" Apakah aku salah jika mencintainya, Taeyeon?" Tanya Ahra datar, tidak terasa air mata jatuh dari pelupuk matanya.
" Kau salah Ahra…salah besar…, jika kau masih mempertahankan cintamu untuk Kyuhyun, itu hanya akan menyakiti dirimu juga kedua orang tua mu. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan mereka?"
" Aku tahu Taeyeon, tapi apa yang bisa aku lakukan?, rasa cintaku padanya semakin hari semakin besar. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan memendam cinta ini untuknya…aku tidak tahu Taeyeon" sahut Ahra, dan suaranya terdengar parau
" Ahra…cobalah untuk mencari namja yang lain, agar kau bisa melupakan Kyuhyun. Aku akan mengenalkanmu pada seseorang, dan namja ini jatuh cinta padamu, saat kau berada di England, dan saat ini dia sudah kembali ke Seoul" saran Taeyeon
" Tidak perlu Taeyeon, karena hatiku tidak akan bisa digantikan oleh namja yang lain"
" Setidaknya kau harus bertemu dulu dengannya, aku yakin namja ini baik untukmu, Ahra" pinta Taeyeon
" Tapi…"
" Untuk sekali iniiii…saja. Aku tidak meminta apa-apa padamu , aku hanya ingin kau bertemu dengannya, meskipun hanya berkenalan saja, tapi setidaknya kau harus mencoba"
Ahra terdiam dan berfikir, tapi permintaan Taeyeon ada benarnya juga, meskipun terasa berat, Ahra pun ingin mencobanya, " Baiklah, aku akan mencoba melakukan seperti yang kau inginkan Taeyeon" sahut Ahra
" Jincha?, wah…senang sekali aku mendengarnya, baiklah kalau begitu, aku akan mengatur hari untuk mempertemukan kalian"
" Ne" sahut Ahra datar.
Setelah pembicaraan selesai, Taeyeon menutup teleponnya. Ahra kembali menerawangkan pandangannya ke Danau. 1 jam kemudian, lamunan Ahra buyar ketika mendengar suara sang Eomma yang terdengar bahagia, karena Kyuhyun pulang membawa kabar gembira untuk kedua orang tuanya.
" Jadi benar kalian berdua sudah berpacaran?" Ahra beranjak dari kursi, lalu ia melangkahkan kakinya menuju pintu untuk menguping pembicaraan Kyuhyun bersama sang Eomma.
" Nde, aku ingin Eomma dan Appa bahagia. Kami sudah resmi berpacaran, dan kemungkinan aku akan sering pergi kencan bersama Eunjung, Eomma"
Ahra memegang dan memukul pelan bagian dadanya, ia menggigit bagian bibir bawahnya, lalu ia menyandarkan kepala di badan pintu. Ucapan Kyuhyun telah menyakiti perasaannya, tapi Ahra berfikir keputusan yang Kyuhyun buat berasal dari dirinya, hingga Ahra menyalahkan dirinya sendiri.
" Ini semua salahku…aku sangat bodoh karena telah memintanya menerima Eunjung. Aku bahkan tidak berfikir, hatiku akan lebih sakit seperti ini. Aku bodoh…aku sangat bodoh!" batin Ahra bergerutu kesal.
" Kalau begitu, besok malam undang Eunjung untuk makan malam bersama kita, eoh" pinta sang Eomma
" Ne Eomma" sahut Kyuhyun setuju.
" Istirahatlah, Eomma akan memberitahukan kabar ini pada Appa mu"
" Ne" sahut Kyuhyun
Nyonya Cho pergi meninggalkan Kyuhyun di depan kamarnya, setelah nyonya Cho menghilang dari hadapan Kyuhyun. Kini Kyuhyun menatap lirih pada kamar Ahra. Ia tahu, Ahra mendengar semua ucapannya pada sang Eomma, karena Kyuhyun dapat melihat bayangan kaki Ahra, yang masih berdiri di belakang pintu.
" Mianhe nuna, aku telah menyakiti hatimu. Ini semua ku lakukan, demi kebaikanmu nuna" batin Kyuhyun, kemudian Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Ahra, terduduk lemas dan bersandar di belakang pintu. Ahra mengatup mulut dengan kedua tangannya, dan Ahra menangis sesenggukkan dalam kesendiriannya.
~ MBIMYB ~
Siwon duduk di Taman Rumah Sakit, ia tersenyum saat menatap anak-anak kecil yang sedang bermain bola di Taman tersebut. Meskipun hujan sudah reda, tapi rumput-rumput di Taman itu masih basah karena sisa air hujan. Namun, anak-anak kecil itu seakan tidak peduli, mereka terus bermain dan bermain. Sesekali Siwon tertawa ketika salah seorang anak kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Siwon segera berlari kearahnya, untuk membantu anak kecil itu bangkit.
" Hati-hatilah saat bermain" ucap Siwon sambil mengacak-acak lembut puncak kepala anak tersebut.
" Hm…tidak salah jika aku memilihmu untuk menjadi calon kekasih sahabatku" Siwon segera menoleh, saat mendengar seseorang yang memujinya. Ternyata ia adalah seorang yeoja berparas cantik, rambutnya sebahu, dan ia mengenakan dress krem juga menjinjing tas kecil.
" Kau rupanya" sahut Siwon sambil tersenyum manis padanya.
" Nde, apa aku mengganggumu?" Tanyanya
" Aniyo, kebetulan aku sedang istirahat" sahut Siwon dan berdiri.
" Syukurlah kalau begitu…, aku kemari membawa kabar gembira untukmu oppa" ucapnya
" Kabar gembira apa?"
" Aku akan mengenalkanmu dengan yeoja yang telah membuatmu jatuh cinta saat di England"
" Cheongmal Taeyeon~ah?, kau ingin mengenalkanku dengan Ahra?" Tanya Siwon tidak percaya
" Nde, aku sudah memintanya untuk menemuimu. Tapi, aku akan mengatur jadwal kalian untuk bertemu. Kapan oppa tidak sibuk?" Tanya Taeyeon
" Mm…besok pagi, sekitar jam 10 aku tidak ada jadwal di Rumah Sakit"
" Baiklah , berarti besok tepat jam 10, aku akan mengajaknya untuk menemui oppa di Caffe Brown"
" Ne…wah…aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya, tapi…apakah dia masih mengenalku?" Tanya Siwon.
TBC
