Fudanshi? Yes, I am!
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T
Warning : AU!, OOC, Miss typo, Shounnen-ai, EYD is amberegul, bahasa nyampur
Don't like? Don't read! Saya tidak mengharuskan/memaksa anda untuk membaca cerita ini.
.
.
Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu. Saat ini, Nijimura dan Miyaji sedang berjalan bersisian di koridor lantai dasar SMU Teiko. Seperti yang terjadi pada hari-hari biasa, koridor sedang dalam keadaan ramai-ramainya, maklum waktu pulang sekolah adalah surga dunia bagi para pelajar, menyia-nyiakan waktu pulang? Itu adalah hal yang bodoh.
Nijimura dan Miyaji sedang menempuh jalan menuju gedung sebelah yaitu gymnasium. Hari ini tujuannya klub basket SMU Teiko akan menggelar rapat akbar yang melibatkan anak kelas 1, 2, dan 3. Nijimura dan Miyaji terus berjalan dalam keheningan, tak terasa mereka sudah mencapai bagian ujung koridor sekolah. Bosan dengan suasana yang ada, Nijimura pun mulai angkat suara.
"Mi, pengen denger hot news gak?" Nijimura tersenyum mesum ke arah sahabatnya yang saat ini tengah asyik dengan smartphone di genggaman tangannya.
"Apa?" Miyaji menjawab dengan setengah hati tanpa menoleh kepada Nijimura. Miyaji masih asyik dengan smartphonenya. Saat ini ia tengah mengupdate kabar terbaru yang santer dibicarakan di internet bahwa 'katanya' UN tahun depan akan dihapuskan. Katanya juga sih. Biasanya Miyaji merupakan orang yang tidak terlalu perduli dengan berita di dunia maya semacam itu. Namun, info kali ini sangat penting karena menyangkut kelangsungan hidup Miyaji yang notabenenya adalah siswa kelas 3 yang tahun depan akan menjalani ujian kelulusan sekolah.
"Kayaknya Jumi lagi naksir sama orang deh." Nijimura kembali berujar, ia mulai lirik-lirik ke arah smartphone Miyaji. Penasaran juga dengan apa yang dilihat sahabatnya dari tadi. Biasanya, sang sahabat hanya akan fokus dengan smartphonenya apabila tengah menyimak info terbaru dari MiyuMiyuKyuun, seorang idol favorit Miyaji.
"Oh Jumi naksir orang..." Miyaji merespon singkat. Miyaji mengangguk-anggukan kepalanya. Surai kecoklatannya melambai-lambai tertiup angin kota Tokyo. Beberapa detik kemudian barulah Miyaji connect dengan apa yang telah diucapkan oleh Nijimura.
"HAH? JUMI NAKSIR ORANG? ORANG BENERAN? BUKAN TOKOH ANIME YANG LOLI-LOLI ITU? SUMPAH?" Miyaji menjerit-jerit histeris persis seperti melihat Imayoshi yang sedang melakukan gerakan goyang itik. Nijimura curiga bahwa Miyaji sempat menghirup lem serigala saat jam pelajaran Bahasa Inggris tadi. 'Maboknya keluar' batin Nijimura.
"Iya serius. Liat nih." Nijimura mengambil sesuatu dari saku jas sekolahnya. Miyaji dapat melihat sebuah amplop berwarna pastel dengan motif bunga kamboja di tiap tepi amplop. Miyaji mengantongi smartphone miliknya. Ia merebut amplop tersebut dari tangan Nijimura.
Setelah meneliti depan belakang amplop tersebut. Miyaji membuka amplop dan mengambil kertas yang berada di dalamnya. Kertas dengan ukuran A4 yang memiliki motif macan tutul berwarna pink menyapa manik hitam milik Miyaji. "Norak banget" Miyaji berujar singkat dan dibalas anggukan setuju oleh Nijimura.
Jadi gini, langsung aja ya. Sebenarnya aku udah lama naksir sama kamu. Kamu itu meskipun sifatnya kadang kaya anjing rabies, tapi kamu punya sisi yang manis. Apalagi pas main basket, aku kadang suka terpesona sendiri. Rambut hitam kamu, ngingetin aku sama iklan sampo rijoys. Suara kamu ngingetin aku sama iklan strepsipilis. Setiap aku liat ekspresi kamu, apalagi pas marah, aku jadi inget iklan kirantih. Pokoknya aku suka sama kamu!
Miyaji mengakhiri aktivitas membacanya. Dahinya mengernyit heran. Ia menatap Nijimura dengan pandangan serius.
"Ini gue yakin tulisan Jumi. Tapi kok isinya kayak gini sih?" Miyaji curiga, bahwa selama ini wajah datar Mayuzumi hanya kedok untuk menutupi kealayannya belaka. Miyaji bahkan masih bingung, sebenarnya kertas yang ada di genggamannya ini surat cinta atau malah surat endorse iklan yang biasanya ada di surat kabar.
"Alay kan? Gue ngeri banget ngebayangin muka dia pas lagi nulis surat ini. Betewe, menurut lo kira-kira dia naksir siapa ya?" Nijimura mengambil surat yang disodorkan Miyaji, melipatnya dan kemudian dimasukkan ke dalam saku jas.
"Hmm yang pasti anak basket dengan rambut hitam." Miyaji memasang pose berpikir sambil mangut-mangut.
"Kalau yang rambut hitam sih ada banyak. Gue juga rambutnya item." Nijimura mengibaskan poni depannya. Berusaha terlihat keren, meskipun bagi Miyaji lebih terlihat seperti belalang sembah kena epilepsi.
"Gini ya Ji, kalau misalnya gue jadi Jumi, daripada naksir sama lo, mending juga gue naksir sama..." Belum selesai perkataan dari Miyaji, sebuah teriakan seriosa (gagal) menggema di penjuru lorong sekolah. Nijimura dan Miyaji menengok ke arah sumber suara dengan gerakan yang kompak. Nampak seorang laki-laki tengah berlari dengan kecepatan fantastis menuju ke arah Nijimura dan Miyaji.
"MIYAJI-SAAAN!" Sang pelaku teriakan semakin mendekat ke arah Niji-Miya. Miyaji mulai panik, keringat sebesar tutup botol teh sasro mengucur di pelipisnya. Belum sempat Miyaji menggerakkan kedua kakinya untuk kabur, sebuah pelukan maut keburu menghalangi niat sucinya barusan.
Nijimura tersenyum nista. Ia mengeluarkan kamera Kenon hitam dari dalam tasnya. Bukannya menolong, Nijimura malah menyempatkan diri untuk memfoto Miyaji yang tengah ditimpa siluman cheetah bersurai kuning kecoklatan. Ingatkan Miyaji untuk melipat gandakan seluruh hutang Nijimura. Lipat gandakan? Emang Dimas Kanjeng? Ehem maaf. Kembali ke cerita.
"Miyaji-san! Kenapa berangkat duluan? Aku kan pengen berangkat bareng sama Miyaji-san ke gym buat rapat hari ini." bocah kelebihan gula yang disinyalir bernama Hayama Koutaro berkata sambil mengeratkan pelukannya. Miyaji mendengus kemudian menjitak kepala kouhai yang saat ini dengan tidak tahu malu memeluknya di ujung koridor sekolah.
"Berangkat sendiri juga bisa kan? Emang kamu anak SD yang kemana-mana harus ditemenin? Dan satu lagi. JANGAN PELUK-PELUK SEMBARANGAN!" Miyaji menatap tajam kouhai di hadapannya. Niatnya sih ingin mengancam lewat tatapan. Bukannya takut, yang ditatap malah girang sendiri. Hayama menganggap tatapan tersebut sebagai tatapan tsundere ala Miyaji Kiyoshi. Ehem.
Nijimura yang berdiri di samping Miyaji juga tidak banyak membantu. Setelah tadi mengambil foto, sekarang ia hanya mesem-mesem menatap interaksi antara Miyaji dan Hayama. Nijimura cukup senang bisa mendapat asupan gratis di siang bolong begini. Sebodo dengan sahabatnya, yang penting asupan! Pikir Nijimura nista.
"Miyaji-saaan... maksud aku itu bukannya minta ditemenin kaya anak SD. Niat aku yang sebenarnya itu pengen jadi pangeran yang selalu melindungi putrinya kemana pun dia pergi! Aku harus melindungi kemana pun kau pergi! Pokoknya Miyaji-san akan selalu kulindungi." Hayama tersenyum keren. Efek angin dari mesin blower AC menambah kesan keren dari Hayama. Keren sih jika saja yang melihatnya adalah para penggemar wanita Hayama. Tapi sayang, yang melihatnya adalah Miyaji dan Nijimura. Bukannya mengundang decak kagum, malah mengundang rasa ingin meludah kepada Hayama.
Senyuman (sok) keren dari Hayama itu hanya disambut jitakan maut (yang menurut Hayama penuh cinta) dari Miyaji, serta tawaan nista dari Nijimura.
"MANA ADA PUTRI KAYA MIYAJI HAHAHA." Nijimura tertawa dengan brutal. Bahkan setitik air mata telihat di sudut mata Nijimura akibat tertawa terlalu heboh.
Jitakan maut part dua mendarat di kepala Nijimura, kali ini dengan bonus tendangan combo di ulu hati sang kapten basket.
.
.
.
Kalender di sudut ruangan menunjukkan angka di awal bulan November. Saat ini SMU Teiko –atau lebih tepatnya anggota OSIS, sedang dipusingkan dengan agenda tahunan sekolah yang rutin diselenggarakan. Apalagi? Tentu saja ulang tahun sekolah. Setiap tahunnya saat ulang tahun sekolah berlangsung, pihak sekolah akan menyelenggarakan bunkasai untuk menyemarakkan event spesial tersebut.
SMU Teiko yang terkenal sebagai salah satu sekolah unggulan berakreditas A di kota Tokyo menggelar bunkasai bertaraf nasional ini selama tujuh hari di lingkungan sekolah yang luasnya mengalahkan stadion GeBeKa. Saat acara bunkasai berlangsung, setiap kelas serta klub yang terdapat di SMU Teiko diwajibkan untuk ikut serta dalam pergelaran akbar tersebut. Bahkan saking terkenalnya, terkadang stand yang terdapat pada acara bunkasai tidak hanya diisi pihak dalam sekolah, tapi juga diisi dari pihak luar sekolah.
Untuk memeriahkan acara akbar tersebut, biasanya di hari penutupan bunkasai berlangsung, pihak sekolah akan mendatangkan artis-artis terkenal. Bahkan menurut info yang beredar, SMU Teiko pernah mengundang artis sekelas Super Senior (saat itu disinyalir sedang demam Koreya) sebagai bintang tamu yang mengisi acara penutupan hari terakhir bunkasai.
Menyangkut penyambutan hari ulang tahun sekolah itu lah, para anggota tim basket SMU Teiko tengah berkumpul membentuk lingkaran besar di dalam ruang gymnasium sekolah. Saat ini tengah diadakan rapat akbar menyangkut keterlibatan klub basket dalam acara bunkasai yang akan dilaksanakan bulan depan. Semua anggota tim dari kelas satu hingga tiga diwajibkan untuk mengikuti rapat. Berani tidak datang rapat? Siap-siap kena lempar sapu oleh Nash –guru pembimbing serta penanggung jawab klub basket.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Seluruh klub di SMU Teiko diwajibkan untuk ikut serta tak terkecuali klub basket. Apabila tidak, maka akan mendapat sanksi tegas dari pihak sekolah. Sanksi yang diberikan pun tidak main-main. Pemberhentian segala aktivitas klub selama dua bulan (bahkan lebih) bukanlah hal yang mustahil terjadi apabila berani melanggar ketetapan sekolah tersebut. Jadi mau tidak mau semua anggota klub harus turut ikut serta dalam acara tersebut.
Rapat pun dilakukan guna membahas keterlibatan klub basket dalam acara ulang tahun sekolah. Rapat kali ini dipimpin oleh sang ketua umum klub basket SMU Teiko. Siapa lagi kalau bukan si bibir seksi Nijimura Shuuzo. Mereka semua yang menjadi peserta rapat tengah menyimak dengan serius apa yang disampaikan oleh Nijimura yang saat ini berdiri di bagian tengah lingkaran. Abaikan Haizaki yang sedang tertidur pulas sambil ngiler di bagian pojok lingkaran. Kita doakan saja semoga nantinya Haizaki tidak mendapat bogem mentah dari Nijimura akibat tidur di saat penting seperti ini.
"Jadi, untuk acara ulang tahun sekolah kali ini, ada yang punya saran ingin melakukan apa?" Nijimura menatap seluruh anggota tim basket. Berbagai macam usulan pun masuk dengan sangat cepat. Dari yang masuk akal, hingga sulit diterima akal sehat manusia normal (sayangnya kebanyakan anggota tim basket bukanlah orang yang normal).
"Rumah hantu aja senpai! Biar Aomine yang jadi hantunya!"
"HEI!"
"Wakamatsu, kamu itu lebih cocok jadi hantunya tahu. Dan juga konsep itu sudah diambil oleh kelas 1-5."
"Kalau Maid Cafe?"
"Kamu nyuruh kita semua jadi bencong hah Kagami?"
"Host Club gimana? Aku bisa merayu orang loh Nijimura."
"Halah itu mah maunya kamu aja Moriyama, lagian apanya yang bisa merayu? Orang jones gitu."
"Gimana kalau stand ramalan nodayo?"
"Emang kamu bisa ngeramal hah Midorima?"
"Enggak sih nodayo."
"Kalau gitu kamu diem aja."
"Kita bikin toko aksesoris ssu?"
"Kise! Kamu cewe atau cowo?" Yang ini teriakan Kasamatsu, bukan Nijimura. Yang diteriaki cuma pundung di pojokan.
Akashi yang dari tadi diam mendengarkan berbagai macam usulan dari rekan-rekannya tiba-tiba berdiri dari posisi duduknya semula. "Daripada rusuh seperti ini, bagaimana kalau senpai saja yang tentukan? Aku yakin kalau kau yang menentukan pasti akan lebih adil. Kau kan ketua klub ini." Akashi tersenyum, kemudian dibarengi dengan anggukan seluruh anggota rapat. Dari pada terus-terusan memberi saran tapi ditolak oleh si ketua pikir mereka semua.
"Aku yang menentukan? Yakin? Gak nyesel?" Nijimura memastikan. Anggota rapat kembali menganggukan kepala. 'Anggukin aja' batin mereka saat itu.
"Hoo... kalau begitu, aku ingin klub basket tahun ini membuka spot photo." Nijimura tersenyum miring. Sepasang tanduk imajiner tumbuh di atas kepala Nijimura.
"Spot photo yang biasanya ada di kafe-kafe gitu?" Moriyama gagal paham. Si poni famous bertanya sambil mangap-mangap cupang.
"Oh enggak dong, itu sih udah mainstream banget. Supaya lebih menarik, spot photo kita juga akan melakukan foto bareng." Nijimura menganggukan kepalanya dengan yakin.
"Bareng siapa? Nash-sensei?" Miyaji juga gagal paham. Entah kenapa pikiran yang agak nista tersebut dapat melintas di pikiran Miyaji. Ya sebenarnya sih gak nista-nista banget, kan Nash itu lumayan keren meskipun bodynya kaya preman pasar tanah abang.
"Ngapain foto sama dia? Emang dia artis? Tentu yang aku maksud adalah foto bareng sama kita semua dong." perkataan Nijimura dipotong oleh Himuro.
"Loh kok kita? Emang kita artis? Kalau Kise sih mending, dia kan model. Kalau kita? Masuk liputan TV lokal aja langsung selametan. Gimana bisa disandingin sama artis?" Himuro mengernyitkan dahinya heran, ia juga gagal paham.
"Kita emang bukan artis, tapi muka kita udah cukup mirip artis kok. Apalagi artis pemeran serial drama Kokoro on Basket. Lagian nih ya, kita bukan cuma foto dengan dandanan yang biasa aja. Karena nanti kita juga bakalan ngadain cosplay." Nijimura tersenyum riang.
Hening beberapa detik.
"HAAAH?" Hampir semua penghuni gym menjerit histeris. Bahkan Kuroko dan Mayuzumi yang biasanya berekspresi teflon juga ikut menjerit.
Setelah jeritan kolosal tim basket reda, Nijimura kembali berkata dengan ekspresi minta digebuk "Jadi gini, aku bakal memilih beberapa orang buat cosplay. Tenang aja, sebagai ketua yang adil dan bijaksana, aku juga bakalan ikutan cosplay kok, buat yang gak kebagian tugas cosplay, bakalan dapat jatah ngurus pekerjaan yang lain. Aku sudah bikin susunan tugasnya nih tadi pas di kelas." Ternyata dari awal Nijimura memang tidak berniat untuk mendengarkan usulan anggota yang lain. Dia memang lebih memperdulikan dirinya sendiri, dalam kasus ini yaitu sarannya saja. Pantas saja semua usul yang diajukan oleh para anggota rapat tadi ditolak dengan cepat dan tegas.
Nijimura mengeluarkan lipatan kertas bekas sobekan buku dari saku celana trainingnya. Kertas dengan motif garis-garis biru yang dilengkapi kata bijak di bagian bawah sebagai hiasan telah dibuka. Bisa dipastikan itu sobekan kertas dari buku bermerek Cahaya Dunia. Di dalam kertas itu telah tertulis sederet kalimat dengan huruf tulisan ala dokter (hewan gila) lengkap dengan beberapa coretan di sana-sini.
Semua para penghuni gym langsung berebut untuk melihat pembagian tugas yang telah diatur oleh Nijimura.
Spot Photo Kakoii Desu ala Klub Basket
PAnitia aCARa (PACAR) :
Ketua Pelaksana (Ketapel) : Nijimura Shuuzo
Wakil Ketua Pelaksana (Waketapel) : Akashi Seijuuro
Sekretaris : Miyaji Kiyoshi, Momoi Satsuki
Bendahara : Moriyama Yoshitaka, Himuro Tatsuya
Susunan tugas sesuai divisi beserta daftar nama :
Divisi Cosplay. Bertugas sebagai coretbadutcoret pemeran karakter tertentu pada saat bunkasai berlangsung. Kalian diharuskan untuk terus tersenyum SEPANJANG HARI, dilarang cemberut apalagi MENAMPAR PELANGGAN. Ingat, kita akan melayani setiap keinginan pengunjung untuk berfoto meskipun permintaan saat foto merupakan HAL YANG ANEH-ANEH. Daftar nama :
Kelas 3 : Nijimura Shuuzo, Miyaji Kiyoshi, Mayuzumi Chihiro, Moriyama Yoshitaka, Kasamatsu Yukio.
Kelas 2 : Himuro Tatsuya, Hayama Koutaro, Izuki Shun, Hyuuga Junpei, Wei Liu.
Kelas 1 : Akashi Seijuuro, Midorima Shintaro, Kise Ryouta, Murasakibara Atsushi, Aomine Daiki, Kuroko Tetsuya.
Divisi Fotografer. Bertugas sebagai tukang foto keliling (cuma keliling di area spot foto). Kalian diharuskan menjepret (bukan menjambret) foto para pengunjung yang tertarik untuk berfoto bersama para coretbadutcoret cospayer kita. Daftar nama : Kagami Taiga, Takao Kazunari, Kiyoshi Teppei.
Divisi Editor. Bertugas sebagai tukang edit hasil foto milik para pelanggan. Terserah pengen pake aplikasi editor foto apa, mau Be123, Ce180 aku tidak peduli, yang penting waktu dicetak jadinya harus bagus (alis harus badai, muka harus cerah, jerawat dan komedo hilang). Daftar nama : Sakurai Ryo, Ogiwara Shigehiro, Reo Mibuchi.
Divisi Penjaga Tamu. Bertugas menjaga tamu (semacam yang biasanya ada di kondangan, bertugas menjaga buku tamu juga). Harus ramah, tidak boleh cemberut apalagi menggonggong terhadap para pengunjung. Daftar nama : Momoi Satsuki, Furihata Kouki, Nebuya Eikichi, Koganei Shinji.
Divisi Perlengkapan. Mengurus semua keperluan yang dibutuhkan. Mendekor ruangan, membeli konsumsi, membantu tugas dari divisi lain. Intinya kalian itu adalah seorang coretbabucoret pekerja yang produktif. Daftar nama : SELURUH ANGGOTA TIM YANG TIDAK TERMASUK DALAM DIVISI COSPLAY, FOTOGRAFER, EDITOR, MAUPUN PENJAGA TAMU, KARENA KALIAN ITU CORETANGGOTASISACORET LUAR BIASA!.
Beberapa tulisan yang diberi penegasan bahkan telah ditebalkan menggunakan stabilo kuning oleh Nijimura. Sungguh niat sekali kapten.
Selang beberapa menit berlalu. Hening terjadi sesaat ketika semua anggota telah selesai membaca keseluruhan isi kertas yang diberikan oleh Nijimura.
"Hanjer anggota sisa." Hanamiya memberi deathglare kepada Nijimura. Yang disinggung malah asyik bersiul sambil memainkan smartphone di tangannya. Pura-pura tidak melihat tatapan membunuh Hanamiya. Dalam hati Hanamiya merutuki kelakuan Nijimura dan berharap si ketua terserang penyakit katarak permanen.
"Ini para pelanggan apa gak kabur jika ngeliat Eikichi senpai jadi penjaga tamu?" Ogiwara bertanya dengan polosnya. Yang disebut namanya hanya pundung di pojokan seperti Kise beberapa waktu yang lalu.
"Yah padahal aku juga pengen ikutan cosplay supaya bisa barengan Shin-chan." Takao menghela nafas, dan diberi pukpuk singkat oleh Kimura yang berada di sampingnya.
"Percaya deh, aku gak bakat buat ngefoto orang." Kagami si alis cabang berkata dengan serius.
"Jadi kamu bisa ngefoto yang selain orang? Kaya hantu penampakan gitu?" Hyuuga bertanya dengan tampang bego.
"Gak gitu, maksudnya aku gak terlalu bagus buat ngefoto orang. Kalaupun bagus ya, itu berkat editan PeEsCeO sama Piksler." Kagami sweatdropped mendengar perkataan Hyuuga.
"Kan nanti bakalan di edit dulu sama divisi editor. Jadi masalah bagus atau tidak itu urusan mereka Kagami-kun." Kuroko yang dari tadi diam ikut menimpali perkataan Kagami. Kagami mengeluarkan ekspresi 'oh iya ya'. Kuroko hanya bisa facepalm.
"Diedit sama Editor? Kitakore!" Izuki mencatat candaan garing ke buku sakunya.
"DIAM IZUKI!" Hyuuga berkata dengan emosi. Perempatan imajiner muncul di pelipis Hyuuga.
"Senpai, yang cosplay ini gimana?" Akashi memandang Nijimura yang berdiri tidak terlalu jauh darinya. Nijimura mengalihkan pandangan dari ponselnya. Kemudian ia tersenyum. Ah tidak, lebih tepatnya senyum licik.
"Perhatian, buat yang kebagian masuk divisi cosplay kita bakalan rapat habis ini."
Perkataan Nijimura dibalas anggukan tidak minat oleh para korban yang masuk divisi cosplay.
.
.
.
Saat ini hanya tersisa para PACAR (PAnitia aCARa) , serta anggota divisi cosplay di dalam ruang gym. Sementara yang tidak kebagian tugas sudah pulang terlebih dahulu.
"Jadi karena tidak ada jadwal pergantian seperti divisi lain, kalian akan aku mintakan izin ke kelas masing-masing untuk absen dari aktivitas stand kelas. Tapi sebagai gantinya, kalian harus bekerja secara total seharian penuh selama bunkasai berlangsung." Nijimura berkata sambil tersenyum manis. Saking manisnya hingga mendatangkan keinginan untuk menampar wajah sang kapten.
Penjelasaan mematikan Nijimura hanya dihadiahi anggukan lemas dari para peserta rapat.
"Oh iya ngomong-ngomong, kita emang dapet kostum dari mana?" Moriyama membuka pembicaraan.
"Kita bakal nge-cosplay yang simple aja kok tenang aja." Nijimura tersenyum singkat.
"Yang simple itu kaya gimana ya? Gak nge-cosplay gundam kan?" Miyaji menyahut sambil mengeluarkan buku tulis dari dalam tasnya. Ia kan sekretaris, jadi harus mencatat semua isi dari rapat kali ini. Untuk Momoi, ia hanya akan mengurus masalah proposal serta surat-menyurat perizinan lainnya.
Nijimura menatap Miyaji yang mulai sibuk menulis kemudian ia pun angkat bicara. "Pengen sih nge-cosplay gundam. Keren, tapi sayang ribet, jadi kayaknya gak mungkin deh. Lagian, kalian pasti gak setuju kan?" yang lain mengangguk kompak.
"Oke, jadi gini yang pertama kita bicarakan masalah konsep. Pertama aku mau kita semua melakukan cosplay secara berpasangan. Apa kalian mengerti?" Nijimura menatap rekan timnya satu per satu. Ada yang mengangguk sok paham. Ada juga yang menggelengkan kepala.
"Baiklah, berpasangan maksudku adalah seperti ini. Misalnya saja aku dengan Miyaji. Kami akan memilih tokoh anime dari Attack on Titan. Aku jadi Eren, Miyaji jadi Rivaille. Selama acara berlangsung kami juga harus selalu berdua, berfoto berdua, berpose di depan kamera berdua. Ya semacam begitu pokoknya." Nijimura mengakhiri penjelasannya.
Mayuzumi dan Miyaji sontak memandang tajam Nijimura. 'Anjir ini mah akal-akalan doang supaya dia dapat asupan.' Mereka membatin secara bersamaan.
Para peserta rapat hanya terdiam, Nijimura kembali meneruskan penjelasannya. "Tenang saja, masalah pembagiannya aku bebaskan kalian untuk memilih sendiri. Aku akan memberi waktu 20 menit untuk mencari pasangan serta menentukan karakter apa yang akan kalian pilih." Nijimura memperhatikan arloji yang melingkar di tangannya. "Dimulai dari sekarang." Waktu pun berjalan, seketika suasana di dalam gym menjadi ricuh.
"MIYAJI-SAAN AYO BARENG AKU!"
"EH KAMPRET GUE YANG BARENG MIYAJI."
"ENGGAK, MIYAJI-SAN SAMA AKU!"
"AKU GAK MAU SAMA KALIAN BERDUA TAHU!"
"TETSU BARENG AKU!"
"GAK! KUROKO-CCHI BARENG AKU! AOMINE-CCHI SAMA MIDORIMA-CCHI AJA SANA."
"OGAH BANGET SAMA PECINTA MAMA LAUREN ITU!"
"AHOMINE, YANG KUPERCAYA ITU OHA-ASA BUKAN MAMA LAUREN NODAYO!"
"Midorima-kun, percaya itu sama Tuhan, jangan sama Oha-Asa."
"KALIAN SEMUA BERISIK! SUDAH JELAS KALAU TETSUYA AKAN MENJADI PASANGANKU!"
"TETSU-KUN SAMA AKU!"
"Satsuki, kamu cewe, gak ikutan cosplay juga. Gimana bisa mau pasangan sama Tetsu?"
"GAK MAU, POKOKNYA SAMA AKU!"
"HIMURO SAMA AKU!"
"Muro-chin sudah sama aku senpai."
"LOH HIMURO KAN JANJINYA SAMA AKU."
"Liu, aku udah sama Atsushi."
Nijimura memijit pelipisnya. Mendengar teriakan mereka semua jauh lebih memusingkan dari pada menghintung Integral lipat tiga. Bahkan, Akashi yang biasanya tergolong 'waras' juga ikut-ikutan berteriak, bahkan sampai mengeluarkan kepribadian bokushinya. Jujur, terkadang Nijimura heran, kenapa kelakuan anggota timnya bisa seperti anjing gila yang belum disuntik vaksin. Semakin didiamkan malah semakin anarkis. Harus dikasih tindakan tegas pikirnya lagi.
"DIAAAAAM! JIKA ADA YANG NGOMONG SEKALI LAGI, BAKALAN DIHUKUM BUAT LARI KELILING LAPANGAN 100 KALI." Nijimura berteriak dengan lantang, membuat debat kusir para anggota yang lain terhenti. Jika Nijimura sudah mulai berteriak seperti ini, berarti pertanda buruk sudah terlihat. Please, terakhir kali Nijimura mengamuk, mereka semua disuruh jalan jongkok berkeliling sekolah, sekali lagi KELILING SEKOLAH sebanyak tujuh putaran. Aomine saja bahkan langsung diare tiga hari setelah melakukan hukuman itu.
"Daripada ribut, kita akan tentukan dengan undian saja." Nijimura berkata dengan bijak. Banyak yang tidak setuju, tetapi mau tidak mau tetap mengangguk saja. Ya dari pada Nijimura mengamuk sekarang.
Nijimura mengambil inisiatif terlebih dahulu, ia mengambil kertas kemudian membuat sobekan-sobekan kecil dan menuliskan nama-nama di dalam kertas tersebut yang menyerupai kertas undian arisan milik ibunya. Kebetulan ibu Nijimura adalah seorang bandar arisan ibu-ibu karang taruna di daerah tempat tinggalnya.
Setelah selesai membuat undian, ia segera mengundi nama-nama yang ada. Undian dilakukan beberapa kali dan menghasilkan delapan pasangan yaitu :
Moriyama Yoshitaka – Izuki Shun
Akashi Seijuuro – Kuroko Tetsuya
Miyaji Kiyoshi – Hayama Koutaro
Kasamatsu Yukio – Midorima Shintaro
Nijimura Shuuzo – Mayuzumi Chihiro
Aomine Daiki – Himuro Tatsuya
Murasakibara Atsushi – Kise Ryouta
Wei Liu – Hyuuga Junpei
Nijimura mendecak kesal, padahal dia sudah sengaja memberi tanda di kertas undian yang sudah dia buat, niatnya untuk memasangkan orang-orang yang menjadi OTP dambaannya agar dapat berpasangan saat cosplay nanti. Tapi sayang, beberapa OTP incaran miliknya meleset.
Beberapa peserta rapat yang melihat undian menjerit tertahan. Yang paling histeris? Pasti Miyaji. Yang senang bukan main juga ada. Siapa? Tentu Akashi dan Hayama. Bahkan Hayama sempat berselebrasi ala dab style saking senangnya. Kalau Akashi? Dia masih memasang pose cool, padahal dalam hati sudah tertawa-tawa sinting.
"NIJIMURA ANJER! SENGAJA LO?" Miyaji berusaha menjambak Nijimura, tapi keburu ditahan Kasamatsu yang duduk di sampingnya.
"IYA ITU SENGAJA KAN SENPAI SSU?" Kise juga ikutan berteriak. Kasamatsu yang berhasil menghalau Miyaji bersiap menendang Kise. Kise kicep mendadak.
"SENPAI, AKU GAK TERIMA POKOKNYA UNDIAN TADI HARUS DIULANG!" Aomine juga ikut berteriak, bahkan ia mulai membakar ban yang entah didapat dari mana.
"Cukup, ini sudah diundi oleh kapten. Kita harus menerima segala keputusannya." Akashi melipat kedua tangan di depan dada pose masih tetap cool tingkat dewa. Ia berusaha menengahi rapat yang sedang berlangsung.
"Ya iyalah ngomong kaya gitu, situ mah enak dapet pasangan sama Tetsuya." Mayuzumi berkata sarkas. Akashi memincingkan mata ke arah sepupu Kuroko tersebut. 'Masbuloh?' Akashi memandang Mayuzumi dengan tatapan kesal.
"Akashi benar, sebaiknya terima saja. Lagi pula apa bedanya jika berpasangan dengan yang lain? bukankah kita semua sama? Kita rekan satu tim kan?" Himuro tersenyum. Anggota lain yang mendengar penuturan halus Himuro menjadi terharu, mereka semua seakan-akan melihat sayap malaikat lengkap dengan lingkaran halo di atas kepala Himuro.
"Dengar apa kata Himuro? Dari pada meributkan masalah pasangan, lebih baik kita membahas masalah karakter yang akan kita perankan." Nijimura kemudian berdehem pelan.
Akhirnya seluruh anggota rapat hanya mengangguk 'iyain aja deh' batin mereka. Lebih baik rapat hari ini segera diakhiri saja, dari pada diperlama malah membuat sakit kepala serta ganguan jiwa bertambah.
.
.
.
Rapat pun akhirnya selesai. Nijimura menghela nafasnya. Ia mengelus dadanya yang rata kemudian membatin nelangsa 'Wahai Kami-sama Sujo lelah.'
Menghadapi segala macam kelakuan maupun komentar ajaib para rekannya memang cukup menguji mental serta akal sehat Nijimura. Mungkin jika Nijimura bukanlah orang yang baik dan penyabar, semua anggota yang mengikuti rapat tadi telah ia buang ke sungai untuk pakan buaya.
"Cape Ji?" Mayuzumi bertanya singkat. Saat ini Nijimura dan Mayuzumi tengah pulang berdua. Miyaji awalnya juga ingin ikut pulang bersama mereka berdua, tapi keburu diseret oleh Hayama. Katanya sih, untuk mencari referensi kostum yang akan mereka kenakan saat bunkasai nanti.
Selain itu, Moriyama yang biasanya juga pulang bersama Nijimura, tiba-tiba beralasan kepada Nijimura bahwa ia ingin menjenguk adiknya di rumah sakit. Padahal Nijimura sangat ingat bahwa Moriyama merupakan anak bungsu di keluarganya.
"Iya, tau aja kan tadi pas rapat gimana?" Nijimura melemaskan lehernya yang terasa kaku. Mayuzumi yang diajak bicara hanya mengangguk singkat. Setelah perkataan terakhir dari Nijimura, suasana menjadi hening.
Mereka berdua tetap berjalan menyusuri jalan utama menuju stasiun. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.13 PM. Lalu lalang orang-orang yang telah menyelesaikan aktivitas harian menjadi latar belakang suara yang ada di antara Nijimura dan Mayuzumi.
"Oh iya Jum boleh nanya gak?" Nijimura yang teringat akan sesuatu tiba-tiba memecah keheningan diantara mereka berdua. Mayuzumi menjawab tanpa minat, ia hanya membalas dengan anggukan singkat.
"Lo lagi naksir sama orang ya?" Nijimura menanyakan pertanyaan yang kembali mengawang-awang dipikirannya akibat surat yang jatuh tepat di depan kelasnya tadi siang.
"Emang kenapa?" Mayuzumi balik bertanya meski begitu ekspresi datarnya sama sekali tidak berubah, bahkan ia sama sekali tidak memandang Nijimura yang berjalan tepat di sampingnya.
"Gak, gue pengen nanya aja. Siapa tau lo lagi suka sama orang. Ya kaya yang rambutnya item gitu, kaya Moriyama atau Kasamatsu mungkin haha." Nijimura ketawa garing. Mayuzumi tiba-tiba berhenti berjalan. Nijimura praktis juga berhenti. Ia menatap Mayuzumi dengan bingung.
"Kalo iya kenapa, dan kalo enggak kenapa?" Mayuzumi menatap Nijimura tajam.
Nijimura meneguk ludah, terakhir kali Mayuzumi menatap tajam Nijimura seperti ini adalah, ketika ia kepergok mengambil (mencuri) pangsit isi ayam dari menu bakmi spesial favorit Mayuzumi bulan lalu. Yang selanjutnya terjadi saat peristiwa itu adalah Nijimura yang ditampar bolak-balik oleh Mayuzumi.
Nijimura nampak berpikir keras. Apa pertanyaannya tadi telah menyinggung Mayuzumi? Atau mungkin Mayuzumi curiga kenapa dirinya bisa mengetahui masalah itu? Kalau iya, yang pasti ini merupakan pertanda buruk. "Lupain aja Jum, tadi gue mabok, soalnya tadi waktu di ruang ganti gym gue sempet lewat di depan lokernya Aomine. Lo tau kan baunya kaya apa? Haha." Nijimura berusaha menutupi kegugupannya. Keringat sebesar biji durian mulai mengucur di pelipis Nijimura.
Di tempat lain, Aomine langsung bersin-bersin hebat. Kuroko yang berjalan di sampingnya langsung menjauh.
"Che, dasar bego." Mayuzumi memutus kontak mata antara mereka berdua, kemudian berjalan melalui Nijimura yang masih terdiam dengan ekspresi minta dirajam bambu panas di bibir.
"Loh, kok gue dibilang bego?" Nijimura yang tidak terima dengan perkataan Mayuzumi kemudian berjalan menyusul si surai perak yang telah berada beberapa langkah di depannya.
"Karena tidak paham apa maksudnya. Dasar bodoh." Mayuzumi berkata singkat. Kemudian ia mengambil light novel kecil dari saku bagian dalam jas sekolahnya. Setelah itu, Mayuzumi pura-pura sibuk dengan bahan bacaan dihadapannya.
"Ya emang gak paham. Makanya gue nanya kan." Nijimura mulai mencak-mencak. Tapi sayang yang diajak bicara hanya diam, berusaha fokus dengan bacaannya. Sesekali hanya membalas dengan jawaban 'hn' singkat.
'Jadi bego aja terus, yang kaya gitu aja gak ngerti' batin Mayuzumi. Ia merutuki sifat orang yang berada di sebelahnya ini. Mayuzumi strong kok tenang aja.
Dan hari ini, serta untuk seterusnya, seorang Mayuzumi Chihiro sepertinya harus memberi petunjuk yang lebih baik lagi apabila ingin memberi kode terhadap Nijimura Shuuzo.
.
.
.
TBC
Yo minna, Melvin desu~
Maaf banget nih baru apdet, maklum akhir semester banyak kerjaan haha. Btw, masih ada kah orang yang ingat dengan ff gaje ini? #gak
Catatan mengenai chapter ini :
Sistem pasangan cosplay pada chap ini tidak mutlak berakhir menjadi couple. Mungkin, ada yang bakalan 'kejadian' mungkin ada juga yang tidak. Itu tergantung mood saya nanti haha #plakk
Btw, ada yang pengen ngasih saran untuk para chara di chap depan bakalan nge-cosu apa? Kalau ada, bisa ditulis di review ya minna. Kalau menarik, dan sesuai selera saya, mungkin bakalan saya pilih :)
Bales Review :
asda : Ditunggu ya momen AkaKuro nya! Kalau masalah romantis kita lihat aja chap-chap depan. Ya untuk yang terakhir kita doakan saja xoxo
AoKeisatsukan : Hmm padahal saya niatnya bikin Nash sebagai tokoh netral loh, tapi kita lihat saja nanti ya ;)
hiromineha : Maaf banget ya chap ini masih belum bisa munculin AkaKuro, tapi kalau buat chap-chap depan kemungkinan besar ada kok. Emang mereka berdua itu sweet banget ya haha #ditampol . Oke ini udah di next yaa...
ai and august 19 : MidoAka? Saya juga lumayan suka sih, meskipun lebih seneng sama MidoTaka :v . Si preman tsun sudah dimunculin di chap ini (iya kamu benar! Haizaki memang muncul amat-sangat sedikit di chap ini :v) kita lihat aja ya kedepannya mereka bakalan gimana..
Daisy Uchiha : Untuk chap ini bisa dilihat siapa bintangnya (jangan tanya, saya juga bingung padahal :v). Sayang sekali fren, di chap ini Niji masih belum bisa dikondisikan sebagai 'pengejar Mayuzumi' maklum, Nijimura masih ditahap pencarian jati diri haha
ai and august 19 : Kalau misalnya dia sama Mayu tapi jadi seme gimana dong tetep gak suka ya? Oke, satu lagi Team NijiHai. Kita tunggu di chap depan ya momen mereka berdua xoxo.
R : Anak SMA nih? Atau malahan mahasiswa? Kayaknya tingkat kesibukan kita beda tipis deh :v Kalau boleh curhat, saya juga akhir-akhir ini sibuk banget loh, bikin laporan, tugas praktek, bikin gamtek, terus juga bikin maket. Ah kampret lah pokoknya #gaknanya . Ya masalah basa-basi itu... ANDA BENAR SEKALI MASTAH #sujud saya emang biasanya kebablasan kalau udah bikin part itu :'). Gak nemu? Hmm padahal ada loh. Gimana dengan chap ini? Apa anda menemukan typo yang tersembunyi? :v
Botol Gas : Makasih, Niji emang gemesin (gemes buat sasaran ditabok) kok :v. Oke ini udah dilanjut ya...
Oto Ichiiyan : Makasih banget, saya masih gak nyangka loh kalau misalnya ada yang pengen ngebaca ff picisan kaya gini :') Selamat dinikmati ya chap kali ini :)
Akashi Yukina : Anda merasakannya? Sama saya juga XD. Oke ditunggu ya momen NijiMayu nya :)
BIG THANKS TO :
AMEUMA | AoKeisatsukan | BaconieSonjay | Botol Gas | Diana844 | Kagehoshi Nao | KakaknyaKurokoTetsuya | Kiraracchi | Little Snowdrop | Luna d'Luce | Michiggy Lovche | N and S and F | aegyosehunnie | ayamaso | fusuisekai | sayuuki5 | starrydoll21 | 24dereavinkasu20 | AkaKuro-nanodayo | Akashi Yukina | Daisy Uchiha | MayuyuzumiAsari | ParkMitsuki | Zanas-kun | deagitap | jeyminnie |
Makasih juga buat para silent readers, meskipun kalian hanya diam, tapi saya tetap mencintai kalian :*
Akhir kata saya ucapkan. Mind to read and review minna?
