HEART for TWO
Chapter 4
Rated : T
.
.
Disclaimer : SUPER JUNIOR is belong to GOD
But, this STORY forever MINE
.
Cast : KyuWook, YeWook,
Other Cast : sungmin, donghae, siwon
It's yaoi, shounen-ai, BL
. . .
Flame NO !
Bash NOO !
Plagiat NOO !
. . .
Don't like , Don't Read
Happy Reading
.
.
happy reading ^.^
.
"Atau kita bisa berbicara disini saja, menceritakan pertemuan pertama kita, wookie-ah." Kyuhyun menyela omongan ryeowook sambil tersenyum menyeringai.
"Eh.. itu, aku rasa aku akan ikut denganmu Kyu." Ryeowook menjawab cepat ajakan kyuhyun. Pasalnya sungmin hyungnya tidak tahu kejadian beberapa minggu yang lalu, kejadian yang membuatnya bertemu dengan seorang Cho Kyuhyun.
.
Kyuhyun dan Ryeowook sedikit berbungkuk pada sungmin dan berpamitan, Dengan pelan menjalankan mobilnya. Menembus jalan-jalan yang sebagiannya ditutupi oleh salju.
.
.
Author PoV
Kyuhyun memberhentikan mobilnya pada sebuah taman bermain di dekat Seoul Tower. Taman yang biasanya ramai pada malam hari ini terlihat begitu sepi karena cuaca yang tak mendukung.
Kyuhyun dan Ryeowook duduk disebuah ayunan di tempat tersebut, memandang hamparan rumput hijau yang begitu sunyi. Tak ada yang memulai untuk berucap. Bahkan Ryeowook ragu untuk sekedar bertanya pada Kyuhyun apa yang sedang dilakukannya.
Ryeowook mengayunkan tubuhnya seperti anak kecil yang bermain ayunan, Kyuhyun tersenyum karna itu. Walaupun cuaca terasa dingin, bagi Kyuhyun melihat Ryeowook sudah bisa menghangatkannya, bahkan sampai dalam hatinya.
"Hei.. berhenti melakukannya, kau akan kedinginan nanti." Ucap Kyuhyun.
Ryeowook memberhentikan bermain ayunannya lalu mengusap kedua telapak tangannya, berusaha mengurangi rasa dingin.
"Lalu, untuk apa kau membawa ku kemari, sudah tahu disini dingin."
"Hehe.. katanya akan ada festifal kembang api tengah malam ini."
"Jinjayo ?, di tengah salju seperti ini ?"
"Entahlah, aku juga belum tahu pasti. Tapi aku penasaran."
Ryeowook mendesah malas, pasalnya ini masih jam 9 malam, itu berarti masih ada 3 jam lagi. Apa dia ingin mati kedinginan disini.
"Huft.." ryeowook menghela nafasnya.
Kyuhyun tertawa pelan membuat Ryeowook menatapnya. Kyuhyun beranjak dari ayunan yang didudukinya lalu berlutut didepan Ryeowook. Mengusap tangan Ryeowook yang terasa begitu dingin, membantunya memberikan kehangatan. Kyuhyun melepas syal yang dipakainya dan memakaikannya pada Ryeowook. Salahkan saja dirinya yang membuat Ryeowook terburu-buru sehingga Ryeowook lupa memakai syal dan sarung tangan.
Ryeowook terdiam dengan perilaku Kyuhyun. Kyuhyun bisa terlihat begitu berbeda dalam suatu kondisi.
"Apa masih dingin ?" Tanya Kyuhyun.
"Eh? Itu.. tidak, ini lebih baik. Gumawo." Balas Ryeowook. 'Kenapa aku gugup seperti ini' batin Ryeowook.
Kyuhyun berdiri dan mengusap lembut kepala Ryeowook, "Sambil menunggu, bagaimana kalau kita bermain. Kajja"
Ryeowook menengadahkan kepalanya menatap Kyuhyun bingung. Kyuhyun menggenggam tangan Ryeowook dan membawanya ke ice skating. Meminjam beberapa peralatan lalu segera mencoba untuk memainkannya.
"Aku tidak bisa memainkannya" Ryeowook menggeleng ketika Kyuhyun mencoba menariknya untuk bermain ice skating.
"Aku akan mengajarimu, sini. Hadapkan badanmu kedepan." Kyuhyun berada di depan Ryeowook dan memunggungi Ryeowook. "Pegang pinggangku erat-erat jangan sampai terlepas,-" Kyuhyun menarik tangan Ryeowook agar memegang pinggangnya.
"Langkahkan kakimu seirama dengan langkahku" Kyuhyun mulai berjalan pelan sedangkan Ryeowook hanya mengangguk membalas omongan Kyuhyun, lalu berusaha mengikuti apa yang Kyuhyun suruh.
Perlahan lalu semakin cepat Kyuhyun mengaiskan kakinya pada ice dibawahnya. "Bukankah ini menyenangkan?" Tanya Kyuhyun pada Ryeowook. Kyuhyun menggenggam erat tangan Ryeowook yang terlihat gemetar takut. Tapi, Kyuhyun juga tersenyum karna Ryeowooknya bisa tertawa.
"Kya! Kyu~ pelan pelan.. woow.. wooow.. haha.. ini menegangkan Kyu." Ryeowook tertawa lepas. Kyuhyun terus mengajaknya berputar dan berkeliling tanpa mengenal waktu di atas ice tersebut.
"Siap-siap akan aku lepaskan." Ujar Kyuhyun.
"Mwo! Anni Kyu, aku tak bisa."
Tanpa mendengarkan protes dari Ryeowook, Kyuhyun melepaskan tangan Ryeowook dari pinggangnya namun tangan kanan Kyuhyun tetap memegang tangan kiri Ryeowook, membuat Ryeowook menjadi berdiri di sebelahnya. Ryeowook menggenggam tangan Kyuhyun erat, takut terjatuh kalau melepaskannya.
"1.."
"Kyu~"
"2.."
"Jebal Kyu~"
"3!" kyuhyun melepaskan pegangan Ryeowook ditangannya, membiarkan Ryeowook meluncur sendiri di atas ice tersebut.
"Gyyaaa !.." pekik Ryeowook keras, lalu –
BRUGH..
Ryeowook kehilangan keseimbangannya dan terjatuh. Kyuhyun panik sendiri dan segera berlari menuju Ryeowook.
"Gwenchanayo ? aish, mianhae.." ujar Kyuhyun merasa bersalah.
"Hiks.. hiks.. Appoyo.. kaki ku sakit.. hiks"
"Biar kuperiksa, luruskan kakimu." Kyuhyun membantu Ryeowook meluruskan kakinya dan Ryeowook sedikit meringis kesakitan karenanya. "Kakimu terkilir, eum.. ini akan terasa sakit, tahan oke.."
Krreek
"Aaawwwww.. Appo.. appo"
"Mian.. mian.."
Ryeowook menatap kakinya dan mencoba menggerakannya perlahan, "Ini sudah tidak sakit, Kyu."
"Eh ? benarkah?" Tanya Kyuhyun dan mendapat anggukan dari Ryeowook. 'Tak salah aku belajar ini dari Donghae hyung' batin Kyuhyun.
"Kau bisa berdiri ?" Ryeowook mengangguk dan mencoba berdiri dibantu Kyuhyun. Tapi emang dasarnya ice-nya licin membuat Ryeowook kehilangan keseimbangan –lagi- dan membuatnya terjatuh. Kyuhyun dengan sigap menangkap tubuh Ryeowook dan mereka jatuh bersama. Kyuhyun terjatuh dan posisinya berada dibawah Ryeowook.
Kyuhyun membuka matanya dan dilihatnya Ryeowook yang masih memejamkan matanya, masih syok mungkin. Kyuhyun terpaku melihatnya. Wajah itu, mata, hidung dan juga.. dan juga bibir pucat itu. Kyuhyun ingin menyentuhnya, bolehkah ?. dengan perlahan kyuhyun memajukan wajahnya, berusaha mempersempit jarak diantara mereka. Kyuhyun memejamkan matanya begitu dirinya bisa merasakan nafas terengah dari hidung Ryeowook.
Ryeowook yang sedari diam memejamkan matanya, mulai membuka matanya dirasa diriya baik-baik saja. Dirinya begitu terkejut melihat wajah Kyuhyun yang benar-benar tepat di hadapannya. Bahkan Ryeowook juga bisa merasakan nafas hangat kyuhyun pada wajahnya.
"Kyu.. apa ya- eummhh." ucapan Ryeowook terpotong karna Kyuhyun sungguh-sungguh menghilangkan jarak diantara mereka.
Ryeowook berusaha menghentikan ciuman Kyuhyun dibibirnya dengan memukul pelan bahu Kyuhyun, akan tetapi Kyuhyun malah menarik tengkuk Ryeowook dan menekan bibir ryeowook dengan lidahnya, membuat Ryeowook terpekik tertahan dan membiarkan lidah Kyuhyun memasuki mulutnya.
Dirasa tidak ada penolakan lagi dari Ryeowook membuat Kyuhyun makin bersemangat mengerjai rongga hangat sang empunya. Untuk sesaat Ryeowook terbuai karna ciuman tersebut. Ryeowook pasrah dirasa Kyuhyun mempermainkan lidahnya.
'Kenapa rasanya seperti ini ? inikah yang namanya ciuman ? aku tak pernah merasakan yang seperti ini. Yesung hyung tak pernah melakukannya padaku. Yesung hyung ? Yesung hyung.. Yesung hyung..'
Dengan cepat Ryeowook memutuskan ciuman nya dari ?kyuhyun, Ryeowook duduk dan mengusap bibirnya kasar. 'Apa yang kulakukan ? bodoh.. bodoh.. bodoh.. Yesung hyung pasti akan membenci mu Wookie. Tidak boleh, Yesung hyung tidak boleh membenciku.' Batin Ryeowook. Ryeowook menangis dalam duduknya. Membuat Kyuhyun lagi-lagi merasa bersalah.
"Wooki-ah.."
"Hiks.. hikss.. kenapa kau melakukannya ? hiks.. Yesung hyung hiks.. Yesung hyung pasti akan marah jika melihatnya.. hiks.. apa yang harus kulakukan sekarang.. hiks.." Ryeowook terus meracau membuat Kyuhyun terdiam.
Ryeowook sangat mencintai Yesung. Hatinya benar-benar terikat oleh orang itu, dan Kyuhyun tak bisa berbuat apa-apa. Bolehkah ia berteriak, menangis, dan marah sekarang ?. hatinya juga sakit, orang yang dicintainya menolaknya, bahkan sebelum dirinya mengatakannya. Apakah ini takdirnya ? kalah oleh cinta seseorang yang sudah tiada. Apakah Kyuhyun boleh lebih bertindak egois ? dia ingin melakukannya.
Dengan cepat Kyuhyun merengkuh tubuh rapuh Ryeowook dalam pelukannya. Berusaha menyalurkan apa yang dia rasakan selama ini. Lagi-lagi Ryeowook menolaknya, berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun pada dirinya.
Semakin Ryeowook memberontak semakin Kyuhyun mengeratkan pelukannya, Kyuhyun tak akan melepaskannya kali ini. Ryeowook pasrah dan hanya menangis dalam pelukan Kyuhyun, memukul pelan tubuh Kyuhyun karna tenaganya benar-benar sudah habis.
Ryeowook masih menangis ketika Kyuhyun menggendong tubuhnya bridal style menuju mobil Kyuhyun. Kyuhyun mendudukan tubuh Ryeowook yang masih terisak lalu dirinya mulai memasuki mobil lewat sisi lainnya. Kyuhyun menatap Ryeowook yang tertidur, karna lelah menangis mungkin.
"Apakah sebegitu sakitnya Wookie-ya ? apakah kau juga merasakan sakit yang seperti kurasakan ? cinta kita sama-sama tak pernah terbalas. Cintamu pergi, sedangkan aku, cintaku tak terbalas." Liquid bening turun dari caramel coklat Kyuhyun. Kyuhyun menangis, meratapi drama percintaannya yang begitu memilukan.
Kyuhyun menyingkap rambut Ryeowook yang menutupi matanya, "Mata indah ini terlalu banyak mengeluarkan air mata. Apa kau tak pernah lelah ?". jemari Kyuhyun mulai menjalar kehidung dan bibir pucat Ryeowook, "Nafas ini ada hanya untuknya, bibir yang selalu menggumamkan cinta hanya untuknya. Bolehkah aku egois ? atau aku harus berhenti ? aku ingin memiliki mu juga, bolehkah aku mencari setitik tempat didalam hatimu. Karna aku juga sangat mencintaimu Wookie-ah"
.
.
Seorang namja manis tengah duduk di sebuah bangku taman di belakang rumahnya, jemarinya memegang sebuah boneka jerapah lucu yang sangat pas dipelukannya.
"Wokkie-ya" namja manis yang dipanggil Wookie itu menoleh ke asal suara. Suara baritone yang begitu menenangkan untuknya.
"Ye..yesung hyung, kau datang ?." Ryeowook berdiri dari duduknya dan menghampiri Yesung.
Yesung tersenyum melihat mata namja yang dicintainya itu sedikit berkaca-kaca. Mengusap surai lembut itu sebelum mengecup pelan keningnya. "Berhentilah menjadi anak cengeng Wookie, kau sudah besar."
Ryeowook hanya mem-pouts kan bibirnya lucu, "Aku sudah lama menunggumu."
Lagi-lagi Yesung terkekeh melihat Ryeowook. Yesung mengajak Ryeowook untuk kembali duduk di bangku taman tersebut. "Apa kau tak lelah Wookie-ya ?" pertanyaan ambigu keluar dari mulut Yesung, Ryeowook memiringkan kepalanya untuk mencerna pertanyaan hyungnya itu.
"Aku ngantuk~" jawab Ryeowook pada akhirnya.
Yesung tersenyum dan menepuk pahanya, "Kemarilah" mengisyaratkan Ryeowook untuk tidur dan meletakkan kepalanya di atas pahanya. Ryeowook menurut dan mulai memejamkan matanya. Merasakan jemari lembut Yesung yang mengelus pelan rambutnya.
"Wookie-ya"
"Hemm ?"
"Mau berjanji sesuatu padaku ?-" Tanya Yesung dan mendapat anggukan dari Ryeowook. "-kau harus bilang janji"
"Aku janji Yesung hyung"
"Kau taukan aku tak akan mungkin disini selamanya,-" Ryeowook membuka matanya dan menatap wajah Yesung di atasnya.
"Maksud hyung, apa hyung akan pergi lagi ? aku ikut.."
Yesung tersenyum dan menggeleng, "Aku tak akan mengajakmu kali ini-" Ryeowook bangun dari tidurnya dan menatap Yesung dengan mata yang berair. "-Kumohon, Wookie-ya. Kau harus mengerti kali ini, kau tak bisa selamanya seperti ini, dewasalah."
"Hiks.. hyung.. aku.. aku mencintaimu hyung."
"Aku tahu, aku juga mencintaimu Wookie. Jadi maukah kau menjalani janji itu ?"
Ryeowook menghapus air matanya dan mengangguk, "Apapun untuk-mu hyung"
"Ada orang yang lebih mencintaimu daripada aku Wookie-ya. Dia mencintaimu, sangat mencintaimu. Dan dia lebih membutuhkan cintamu daripada aku."
"Tapi aku hanya mencintaimu hyung"
"Belajarlah menyukai apa yang tidak kau sukai, karna itu takdir yang harus kau jalani chagi." Yesung menarik Ryeowook dalam pelukannya. "-Ah, aku harus pergi sekarang."
Ryeowook mengangguk, "Apa kita bisa bertemu lagi, hyung ?"
"Tentu saja, sebanyak yang kau mau, aku selalu disampingmu Wookie-ya". Yesung melepas pelukannya dan mengusap lagi surai lembut itu.
Yesung mulai mendekatkan wajahnya, ryeowook yang mengerti lebih memilih memejamkan matanya. Bibir mereka terpaut, cukup dalam dan lama. Sampai akhirnya Ryeowook merasakan pautan itu terlepas, membuka matanya perlahan. Ryeowook menangis, Yesung hyung-nya pergi meninggalkanya sendirian –lagi-.
"Yesung hyung !." Ryeowook berteriak mengeluarkan sakit yang begitu dalam dihatinya.
.
.
"Yesung hyung !" Ryeowook berteriak keras, tubuhnya berkeringat. Mimpi, ya Ryeowook hanya bermimpi. Memimpikan seseorang yang begitu dalam dicintainya. Sekali lagi air mata jatuh membasahi pipi tirus itu, menemani isakan kesedihan yang dialaminya.
'Kriet'
Pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok yang dikenalnya. Ryeowook baru sadar, dia tahu kamar ini, dia pernah kesini, ini bukan kamarnya, ini kamar Kyuhyun.
Kyuhyun melangkah mendekati Ryeowook, raut wajahnya tersirat khawatir. Kyuhyun memberanikan diri duduk disebelah Ryeowook menatap wajah Ryeowook yang masih basah oleh air mata. Sedikit canggung memang, tapi ia ingin merengkuh tubuh rapuh di depannya ini.
"Wookie-ah –"
"Kyu-" Ryeowook berucap memotong perkataan Kyuhyun, Kyuhyun diam menunggu kata-kata apa yang akan diucapkan Ryeowook. Dirinya siap jika Ryeowook membencinya karna kejadian semalam.
"Hiks.." satu isakan keluar dari mulut Ryeowook, "-Dia pergi kyu.. dia jahat padaku, dia meninggalkanku.. dia meninggalkan aku sendirian.. hiks.. aku takut Kyu.. aku sendirian.. hiks.." dengan cepat Kyuhyun memeluk tubuh gemetar Ryeowook. Memeluknya begitu erat membagikan sedikit kekuatan yang dia punya.
"Ssstt.. uljima, aku bersamamu Wookie-ya.. aku,, aku mencintaimu" kalimat sakral itu pun terucap langsung dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun sadar mungkin percuma jika dia mengatakannya, tapi setidaknya Kyuhyun merasa bahwa beban berat itu sudah keluar.
Ryeowook masih menangis dalam pelukan Kyuhyun, "Sstt.. kau tidak akan sendirian Wookie. Aku akan selalu disampingmu." Tambah Kyuhyun masih mencoba menenangkan Ryeowook.
'Hyung, apa Kyuhyun yang kau maksud ?, apa dia yang harus kucintai ?, benarkah dia orangnya hyung ?, diakah janji yang harus kujalani ?'
Ryeowook mencoba melepas pelukan Kyuhyun padanya, "Benarkah ?" Ryeowook bertanya pelan, entah untuk dirinya sendiri atau untuk namja yang duduk didepannya. Kyuhyun mengangguk, "Percaya padaku Wookie-ya, aku benar-benar mencintaimu"
"Tapi kau tahu aku mencintai orang lain." Ryeowook mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun. Kyuhyun diam, Ryeowook benar, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Haruskah dia melanjutkannya ?
"Tidak usah memikirkannya, sebaiknya kau istirahat lagi." ucap Kyuhyun mengalihkan topik pembicaraan. Kyuhyun berusaha bangkit dari duduknya sebelum merasakan tangan yang menghentikannya.
"Bukankah kau bilang kau akan terus menemaniku ?-" Kyuhyun menautkan alisnya memikirkan pertanyaan Ryeowook lalu dengan segala kebingungannya Kyuhyun mengangguk. "-Jika.. jika aku.. eum.. jika aku memberikanmu kesempatan, apa kau benar-benar akan melakukannya ?"
Kyuhyun tertegun, dirinya menatap tak percaya dengan apa yang ia dengar. Benarkah apa yang dia dengar tadi ?, bolehkah ia mengambil kesempatan itu?, bolehkah dia berharap lagi ?.
Kyuhyun memeluk Ryeowook dan menangis. Biarkanlah dia terlihat lemah kali ini, biarkanlah rasa lemah ini muncul dalam dirinya, karna dirinya memang lemah jika berhadapan dengan Ryeowook.
"Benarkah ? bolehkah aku mengambil kesempatan itu, Wookie-ya?." Ryeowook tersenyum penuh arti di balik punggung Kyuhyun lalu mengangguk. Ryeowook merasakan bahunya basah, dia tahu Kyuhyun sedang menangis.
"Maaf.." gumam Ryeowook ditelinga Kyuhyun.
"Untuk apa ?" Tanya Kyuhyun dan Ryeowook menggeleng, karna dia sendiri juga tidak tahu untuk apa dan siapa kata itu ditujukan.
'Kau yang bilang dan menyuruhku melakukan ini, hyung. Jadi, jangan pernah menyalahkanku jika aku benar-benar mencintai Kyuhyun nanti.' Batin Ryeowook.
…
.
.
.
…
T.B.C
FF RePost, masih adakah yang bersedia membaca dan sedikit memberi Kritik. Ini sudah aku edit beberapa, tapi kalo masih ada kesalahan Mianhaeyo...
Hhehhe...
© Kim YoungMin Hyuk (FB)
