Title : I'm In Your Heart Forever
Author : Hwang Tae Rin
Disclaimer : Semua character disini milik YME, author Cuma pinjam nama
Rate : T
Main Cast :YunJae.
Main Pair : Yoochun,Leeteuk,Kangin,Changmin,Kyuhyun,Siwon And Other..
Genre: Hurt/Comfront,Romance and Family .. (?)
Warning: GS,Typo(s),Don't Plagiat,Don't Bash,Don't Silent Readers. .
Summary : Jaejoong seorang yeoja biasa yang percaya akan cinta dan kasih sayang, menyukai seorang namja bernama Yunho seseorang yang terpandang di Korea yang tidak percaya yang akan namanya cinta dan kasih sayang. Apakah, perasaan Jaejoong akan tersampaikan dan apa Yunho akan menerimanya?..
Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini si plagiat oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!
DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READING…!
Last Chapter.
"Yunhooo! Kau ada di dalam.."
"Ekh, nde tolong buka pintunya.." Teriak, Yunho dari dalam.
"Nde, akan ku buka kuncinya.." Sesudah, terbukannya pintu gudang itu Jaejoong sangat kaget melihat keadaan Yunho. Dengan, wajah yang babak belur Yunho sudah tersungkur di lantai gudang itu.
"Yunhoooo!..."
.
.
.
Chapter 3
Jaejoong, yang kaget dengan keadaan Yunho berlari ke dalam gudang itu dengan tergesa-gesa.
"Yun Gwenchana...?" Ucap, Jaejoong sambil menyandarkan Yunho di pahanya.
"Ekh, Jae-jaejoong kenapa kau ada di sini..?" Tanya, Yunho.
"Tadi, aku mendengar kau berteriak untuk minta tolong.. Lebih, baik sekarang kita keluar dari gudang ini kajja aku bantu.." Sambil, membantu Yunho untuk berdiri Jaejoong menuntun Yunho kedalam mobilnya.
"Apa, kau bisa menyetir..?"
"Sepertinya, tidak bisa karena tangan ku terasa nyeri.."
"Haahhh…. Baiklah, aku saja yang nyetir.." Ucap, Jaejoong.
Di Mobil Yunho~
"Yun.."
"Hhhmmm…." Balas, Yunho sambil memandang ke luar kaca mobil.
"Kenapa, kau tadi bisa di gudang dan kenapa kau bisa babak belur seperti ini..? siapa yang melakukannya..?" Tanya, Jaejoong bertubi-tubi.
"Ck, kau ini kalau bertanya itu satu-satu…" Ucap, Yunho sambil menoleh ke Jaejoong.
"Tapi, pertanyaan ku kan saling berkaitan ppali, cerita kepada ku.."
"Aish..! kau ini cerewet sekali.. begini ceritanya.."
Flashback On…
Teng.. teng.. teng..
Bel, pulangan yang menandakan bahwa pelajaran telah selesai. Membuat semua murid pulang ke rumah masing-masing. Begitu, pula untuk seorang Jung Yunho dengan gaya yang keren dia berjalan menuju mobilnya yang telah terparkir cantik di tempat parkir. Tetapi, ketika Yunho berada di sebuah tikungan yang dekat dengan gudang belakang sekolah. Seseorang, telah menariknya dan secara beruntun Yunho di tendang dan tinju. Yunho, yang telah di keroyok tidak bisa melakukan apa-apa karena badannya sudah remuk dan terasa sakit.
"Hey! Namja sombong kenapa kau tidak mau bergabung dengan geng kami hakh..! Jangan mentang-mentang kau anak orang kaya seenaknya saja mengatai kami pabbo..! kau berkata seperti itu kan tentang geng kami..!" Jelas, ketua dari geng itu sambil menarik kerah baju Yunho.
"Nde, itu benar memang kenapa?.. Memang, kenyataan kan kalian ini sekelompok orang-orang pabbo yang mengandalkan kekuatan. Kalau, yang di andalkan otak dan pikiran itu baru hebat. Tapi, kalian apa taunya hanya mengeroyok orang. Cih..! PENGECUT…." Yunho, yang memang perinsipnya tidak takut dengan siapapun membalas ucapan ketua geng itu. Di, akhir ucapanya Yunho meludahi wajah ketua geng itu dan menekankan kata pengecut.
"YA! berani kau meludahi ku hakh!... Cepat, pukul dan injak dia kalau perlu sampai MATI..!" Ucap, ketua geng itu menyuruh anak buahnya untuk memukul Yunho.
Duaaakkk!...
Buaakkkk!….
Bruukkk!...
Dengan, kasarnya Yunho di lempar ke dalam gudang itu dan di kunci dari luar.
"Hekh! Mampus kau Jung Yunho biar kau mati di dalam sana.. Hahahaha kita berhasil.." Sambil, berhighfive ria dengan anak buahnya yang berjumlah 7 orang. Ketua, geng itu meninggalkan Yunho yang kesakitan di dalam gudang itu.
"YA! buka pintunya…!" Teriak, Yunho dari dalam tapi, sialnya tidak ada orang yang dapat mendengarnya. Karena, sekolah sudah mulai sepi.
"Aish! Awas, saja mereka akan ku jebloskan ke penjara karena sudah berurusan dengan ku.." Ucap, Yunho.
Flashback Off…
"Begitu, ceritanya…." Jelas, Yunho sambil memandang Jaejoong.
"Owh, begitu mereka jahat sekali.. Emmm, Yun.."
"Mwo?"
"Kenapa, sih kau tidak mau berteman.." Jaejoong, yang merasa penasaran kepada Yunho bertanya langsung to the point ke Yunho.
"Kalau, masalah itu haahhh… a-aku, aku takut.." Ujar, Yunho sambil menundukkan kepalanya.
"Takut..?" Tanya, Jaejoong sambil mengerutkan keningnya. Heran.
"Nde.. Itu, benar saat aku berumur 6 tahun eomma ku meninggal karena pesawat yang dia tumpangi menuju Jepang ternyata terdapat bom. Padahal, dia sudah berjanji kepada ku untuk kembali ke Seoul dengan selamat. Aku, sangat menyayanginya tetapi ketika aku tahu bahwa dia sudah tiada di dunia ini… Haaahhh.. hal, itu membuat ku terpukul dan schok dan bahkan sekarang aku tidak ingin mencoba menyayangi seseorang atau mencintainya.. Aku, takut bahkan sangat takut bahwa orang yang kucintai yang kedua kalinya akan hilang meninggalkan ku untuk selamanya.." Yunho, yang sudah tidak bisa menahan air matanya menangis dalam diam dan, menutup matanya. Jaejoong, yang melihat Yunho menangis menepikan mobilnya.
"Kenapa, kau berhenti ini kan belum sampai di rumah ku.." Ucap, Yunho sambil menoleh ke Jaejoong.
Greepp!..
"Yun, jangan seperti ini menangislah aku tau kau sangat membutuhkannya.." Jaejoong, yang prihatin dengan Yunho memeluknya dengan sangat erat.
"Jae-jaejoong.."
"Menangislah.."
"Hiks.. hiks.. Eomma…! Aku sangat menyayanginya bahkan, aku belum sempat membahagiakannya.." Sambil, terus menangis Yunho menumpahkan semua kesedihannya kepada Jaejoong. Untuk, melepaskan semua perasaan yang telah menyiksa hatinya.
'Yun, ternyata di balik semua sikap mu kau menutupi ketakutan mu. Bahkan, kau sangat membutuhkan senderan untuk mu bertahan.. Aku, berjanji akan selalu ada di sisi mu..' Ucap, Jaejoong sambil memeluk Yunho dengan erat dan ikut menangis dalam diam.
Beberapa menit kemudian..
"Jae.."
"Nde, Yun.."
" Gomawo kau mau menemani ku.. mendengarkan semua apa yang ku pendam selama bertahun-tahun.."
"Nde, sama-sama.. Owh, iya Yun kamu kan belum ada teman bolehkan aku menjadi teman mu.. otte? Apa kau mau.." Sambil, megulurkan tangannya Jaejoong mengajak Yunho sebagai temannya.
"Ani.. aku, tidak mau.." Ucap, Yunho sambil mengelengkan kepalanya.
"Waeyo? Apa, kau masih takut eoh..! Aku, berjanji tidak akan meninggalkan mu.."
"Cih..! Bohong, semua orang juga bisa mnegucapkan kata janji pasti, akhinya akan melupakan janji itu…"
"Ani..! Aku, bukan orang yang mudah mengingkari janji.. aku, juga akan membantu mu untuk menghilangkan trauma mu itu.. berteman itu sangat menyenangkan tau…!"
"Ck, memang berteman itu manis dibagian depan tapi, akan sangat menyakitkan di bagian belakang..!"
"Aish! Kau ini keras kepala sekali eoh..! Otte? Apa kau menjadi teman ku.."
"YA! kau ini pemaksaan sekali berteman saja makai maksa-maksa.."
"Ayolah…" Jaejoong, yang sepertinya sangat ingin berteman dengan Yunho. Merayu, Yunho dengan mengeluarkan puppy eyes andalannya.
"Aigo…! Yeoja, ini baiklah aku kan mencobanya tapi, janji kau tidak akan meninggalkan ku.."
"Jinja..? Gomawo.. Yun kau memang orang yang baik.." Sangkin, senangnya Jaejoong memeluk Yunho dengan manja.
"YA! Jangan peluk-peluk aku!.." Teriak, Yunho sambil meronta-ronta untuk di lepaskan.
"Nde, aku lepaskan..!"
"Ck, YA! Ppali antar aku pulang.."
"Aish!.. Ternyata, sifat jelek mu itu masih tidak berubah.." Ucap, Jaejoong sambil menghidupkan mesin dan mengendarainya.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Di Kediaman Keluarga Jung~
Ting tong.. Ting tong..
Cklek..
"Nugus- ekh, Yun kau kenapa?..." Yoochun, yang baru saja membuka pintu rumahnya, di kagetkan dengan kedatangan anaknya dengan kondisi lebam-lebam di wajahnya.
"Ani, gwenchana appa.." Ucap, Yunho yang masih di tuntun oleh Jaejoong.
"Anda, temannya Yunho..?" Tanya, Yoochun sambil tersenyum manis kepada Jaejoong.
"Nde, ajushi Kim Jaejoong imnida.." Balas, Jaejoong sambil membungkukkan tubuhnya.
"Senang, bertemu dengan mu.."
"Jae, ppali antar aku ke kamar dan obati luka ku.." Perintah, Yunho tanpa dosa.
"MWO! Apa kata mu aku kan harus pulang.. ini, sudah sore Yun nanti eomma ku khawatir mencari ku…" Ucap, Jaejoong.
"Nde, itu benar Yun kasihan Jaejoong.. Sini, biar appa yang mengobati mu" Ujar, Yoochun sambil berjalan mendekati Yunho.
"YA! jangan mendekati ku.. Jae, kajja antar aku dan obati luka ku.."
"Baiklah.. aku, akan mengobati mu.. Owh, iya ajushi saya boleh minta tolong bawakan air di baskom,kain dan kotak P3K.." Ujar, Jaejoong.
"Nde, ajuhsi ambilkan dulu ne.." Balas, Yoochun dan pergi untuk mencari apa yang di minta Jaejoong.
Di Kamar Yunho~
"Yun, kenapa sih kau sekasar itu kepada appa mu.. Kasihan, dia apa kau tidak melihat raut wajahnya sedih eoh!..." Jaejoong, yang tidak suka dengan sikap Yunho tadi memarahinya dan, memasang wajah marahnya.
"Haaahh… kau, tidak tau masalahnya lebih baik kau diam dan, tidak usah ikut campur.. arra..?"
"Ck, kau ini selalu seenaknya saja…" Ujar, Jaejoong sambil mengepout bibirnya. Lucu.
Selama, Yunho dan Jaejoong yang asik mengobrol. Tak, lama seseorang mengetuk pintu kamar Yunho.
Tok tok tok…
"Masuk…!" Teriak, Yunho dari dalam.
"Ini, ajushi membawakan air,kain dan kotak P3Knya.." Ucap, Yoochun sambil berjalan ke ranjang Yunho.
"Kamsahamnida ajushi..." Balas, Jaejoong sambil membungkukkan tubuhnya sopan.
"Nde, sama-sama ya sudah ajushi keluar dulu ne.. Yunho, cepat sembuh ya nak.." Yoochun, keluar dari kamar itu meninggalkan Jaejoong dan Yunho.
Cklek..
Blam..!
"Haaaahhh….. Yunho, appa harus bagaimana agar kau ma memaafkan appa.." Desah, Yoochun sambil berjalan turun dari lantai dua.
"Nah, Yun sini aku bersihkan dulu wajah mu.." Dengan, telaten Jaejoong mengelap wajah Yunho dengan hati-hati.
"Auuww!... pelan-pelan ini sakit.." Ringis, Yunho sambil memegang wajahnya.
"Nde, arraseo… Nah, sudah selesai sekarang, sini aku obati luka-luka mu.."
"Ckckck, ternyata walaupun kau lebam-lebam seperti ini wajah mu tetap tampan.." Ucap, Jaejoong sambil masih mengobati Yunho.
"Aku, tau.." Ujar, Yunho datar.
"Kau, ini coba jangan berbicara dengan suara datar seperti itu.. Kau, terlihat sangat mengerikan tau.."
"Biarkan, saja.."
"Ck, terserah.."
Setelah, beberapa menit kemudian Jaejoong telah selesai mengobati luka Yunho. Dan, tak lama handphone Jaejoong berbunyi.
Drrrttt..
Neon nareul weonhae neon nage bbajyeo neon nage michyeo
He eonal su eobseo I got you~ under my skin..
Neon nareul weonhae neon naege bbajyeo neon naege michyeo
Neon na-ye no ye I got you~ under my skin
'Changmin, kenapa anak setan itu menelphone ku..?' Tanya, Jaejoong dalam hati.
"Kenapa, tidak di angkat…?"
"Ekh, nde tunggu sebentar ne.."
Klik'
"Yob-.." Belum, selesai Jaejoong menyelesaikan ucapannya. Sudah, di potong oleh adiknya yaitu Changmin.
"YA! KAU KE MANA EOH..! INI SUDAH SORE SEKARANG NOONA DI MANA HAKH!..." Teriak, Changmin dari seberang sana. Jaejoong, yang tidak tahan dengan suara adiknya, menjauhkan handphonenya jaga-jaga bahaya kalau sampai tuli. Kira-kira itu yang di fikirkan Jaejoong.
"YA! kau ini jangan teriak-teriak.. sudah, tau suara mu bagikan toa 20 unit pakai teriak-teriak lagi. Ck, bisa-bisa noona mu ini tuli tau!…"
"Mianhae… jadi, sekarang noona di mna? Aku, kan khawatir.."
"Nde, mian kalau noona sudah membuat mu khawatir.. Sekarang, noona ada di rumahnya Yunho..."
"Owh, be-.. MWO! Noona di rumah Yunho. Yunho namja yang seperti robot itu.. Aigoo!... noona ini kalau dia melakukan hal jahat ke pada mu bagaiman eoh..!" Teriak, Changmin.
"Ck, aish kau ini kami tidak berdua saja, ada appanya kok..!"
"Nde, arraseo apa, noona mau Min jemput..?"
"Ani, tidak usah Min.. biar noona pulang naik bus saja.."
"Ya, sudah hati-hati ne.. annyeong.."
"Annyeong…"
Klik'
"Haaaahh….. anak, itu sembarangan saja kalau berbicara.."
"Nugu..?" Tanya, Yunho.
"Changmin, adik ku. Eemmm… Yun aku pulang dulu ne.." Jaejoong, yang akan pulang mendekati ranjang Yunho untuk berpamitan.
"Nde.. hati-hati dan gomawo sudah mau mengobati luka ku.."
"Nde, sama-sama.. ya, sudah aku pulang dulu ne pai pai Yun.." Jaejoong, berjalan menuju pintu kamar Yunho dan, pergi meninggalkan Yunho sendiri di kamar itu.
'Kenapa, rasanya aku tidak rela dia pergi yah..' Ucap, Yunho dalam hati sambil, memperhatikan kepergian Jaejoong.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Di Sekolah~
"Jessica, lihat dia tampan sekali.." Ucap, seorang yeoja kepada temannya.
"Nde, Tif dan lihat lesung pipitnya aigoo!... membuat meleleh siapa saja yang melihatnya.." Ujar, teman Tiffany bernama Jessica.
Di, SM High School ternyata kedatangan siswa baru bernama Choi Siwon. Semua, siswi yang melihatnya akan langsung jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Bagaiman, tidak Choi Siwon adalah dambaan semua yeoja dari postur tubuh yang tegap dan kekar,wajah yang tampan,senyum yang menawan,pewaris perusahaan Choi dan dia sangat ramah kepada siapa saja. Otomatis, semua yeoja akan tunduk kepadanya dan memujanya bagaikan tuhan. Memang, berlebihan tetapi itulah yang terjadi.
Ketika, Siwon lewat di depan Tiffany dan Jessica. Ingin, sekali mereka menyapa Siwon tetapi sepertinya mereka malu. Dan, tanpa di sangka ternyata Siwon yang menyapa mereka di tambah dengan seyum menawan yang di milikinya.
"Annyeonghaseo…." Sapa, Siwon sambil menundukkan kepalanya.
"A-a-annyeonghaseo…" Balas, Jessica dan Tiffany terbata-bata.
"Hari, ini sangat cerah ne.. seperti kecantikan yang kalian miliki.." Rayu, Siwon sambil memamerkan senyum manisnya. Dan, pergi meninggalkan Tiffany dan Jessica yang sudah meleleh di tempat.
Di Kediaman Keluarga Kim~
Jaejoong, yang akan berangkat menuju sekolahnya berpakaian sangat rapi. Serta, dia menambahkan lipglose rasa strowberi di bibirnya dan itu membuat kadar kecantikannya bertambah.
"Nah, sudah siap saatnya berangkat…" Sambil, terus tersenyum Jaejoong turun menuju meja makan. Dan, melakukan acara sarapan bersama keluarganya.
"Pagi…" Teriak, Jaejoong sambil menduduki kursi yang biasa dia tempati di meja makan.
"Pagi.." Ucap, MinKangTeuk serentak.
"Ommo! Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta eoh..!" Sindir, Changmin sambil mengarahkan matanya ke Jaejoong.
"Jinja..? aigo.. anak eomma sudah besar..!" Ucap, Leeteuk dengan nada gembira.
"MWO! Ani eomma ani.. YA! anak setan kau ini seenak jidat mu hakh kalau berbicara.."
Bleetaakk…!
"YA! noona ini kenapa sih selalu memukul kepala ku.. Appa, noona jahat kepada ku.. huwwweee!... (T_T)" Dengan, manja Changmin memeluk leher Kangin. Appanya.
"Jae, jangan memukul adik mu kasihan dia.."
"Aish..! Appa ini terlalu memanjakannya. Changmin, itu sudah besar appa dia, itu sudah tidak cocok yang namanya manja-manja sama orang tua. Aku, melihatnya saja sudah jijik.." Ucap, Jaejoong sambil bergidik ngeri.
"YA! noona bilang apa..! Aish, menyebalkan.."
"Hekh, sudah-sudah kalian ini kelahi terus ppali habiskan sarapannya nanti kalian terlambat.."
"Nde eomma…!" Teriak MinJae serempak.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Di Kediaman Keluarga Jung~
Masih, dengan Yunho yang tampan dan berkarisma dia, mengenakan seragam sekolah dengan semangat. Entah, apa yang membuatnya semangat untuk ke sekolah. Dengan, senyum yang menghiasi wajah manlynya dia memperhatikan pantulan dirinya di cermin.
"Sudah, rapi dan tetap tampan.. Jae, tunggu aku ne.." Ucap, Yunho sambil tersenyum.
Di Ruang Makan~
"Selamat pagi appa.." Ucap, Yunho dengan penuh senyum di wajahnya.
"Pagi.. Yun, kenapa kau sangat gembira apa ada yang membuat mu senang eoh.." Tanya, Yoochun kepada anaknya. Yunho.
"Ani, tidak ada.. appa, aku berangkat dulu ne annyeong.." Dengan, cepat Yunho menghabiskan sarapan pagi dan, pergi menuju garasi mobilnya.
"Anak, itu kenapa? Tumben dia mau tersenyum seperti itu kepada ku.." Ujar, Yoochun sambil memandang kepergian Yunho.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Di Sekolah~
Yunho, yang baru saja tiba memarkirkan mobilnya dan langsung berlari mencari seseorang. Entahlah, siapa yang dia cari. Tapi, ini untuk pertama kalinya Yunho di sibukkan untuk mencari seseorang. Selama, Yunho yang masih sibuk mencari seseorang. Di, satu sisi Jaejoong yang baru saja tiba di sekolahnya berjalan di koridor dan tanpa sengaja seseorang menabraknya.
Bruukk..!
Tetapi, dengan cepat orang yang menabraknya itu, menahan tubuh Jaejoong.
"Mianhae.. gwenchana..?" Tanya, orang itu dan ternyata orang itu adalah seorang namja yang tampan.
"Aahhh… g-gwenchana…" Balas, Jaejoong.
'Yeoja, ini cantik sekali..' Ucap, namja itu dalam hati yang bernama Choi Siwon.
Selama, adegan tadi terjadi ternyata seorang namja melihatnya dengan wajah yang sedih. Namja, itu pergi dengan hati yang hancur.
"Dia, berbohong.."
.
.
.
TBC
Chapter 3 update! :D
Ottokhe? Apa kalian suka..? :)
Untuk, readers yang review gomawo ne..
Owh, iya kalau gk slah di antara readers ada yang nanya pas "Ketika, perut Leeteuk mengeluarkan darah itu typo atau bneran?" Nah, msalahnya author itu gk ngerti apa maksud dri typo, author ini kan baru jadi tidak terlalu tau kata-kata begituan. Author, sudah tanya sama tman-tman author tapi gk ada yang tau.. :(
Tpi, ada satu tman author katanya typo itu kalimatnya salah tulis. Apa, bner yah..? Tapi, intinya Leeteuk di situ sebagai yeoja dan, maksud dari keluarnya darah dari perut Leeteuk itu karena, waktu untuk keluarnya Changmin sudah waktunya. Makanya, keluar darah.. apa readers sudah mengerti.. :)
Ok, itu saja yang author katakan untuk di chapter 3.. Di, review lagi ne biar tmbah semangat.. Hahahahaha :D
Review Please..
