Previous Chapter
"ne, ajhumma, dan ajhusshi kagum denganmu sungmin cagi….. kau tegar sekali, bila ajhumma di posisimu, ajhumma tak akan berani seperti itu"
"apakah kau tak berniat untuk pindah sungmin-ah?"
"ada sih niatan ajhussi, tapi mungkin nanti bila aku sudah cukup mengumpulkan uang"
Lotus
Rate : T – M
Genre: Romance / Drama/ Hurt
Cast: JungMin, SiMin, KyuMin
Other Cast
Warning: GS, ooc, typos, gaje, aneh, alur gak nyambung mungkin.
Summary: walaupun aku hidup dilingkungan yang kotor. Akan tetapi aku akan tetap akan hidup dengan anggun disana, walaupun lingkungan di sekelilingku ingin merusaku, tetap aku lah yang menentukan kualitas hidupku sendiri. Mau disepertikan apa aku nantinya. Dengan kondisi yang seperti apapun, walapun sangat kotor sekalipun, dan orang-orang akan menggap aku tidak berharga dan kotor. Yang tidak pantas untuk diraih karena demikian kotornya hidupku. Seperti bunga Lotus mempunyai bunga yang sangat indah dan bersih, berbeda jauh dengan lingkungan tempat dia hidup yang sanagt kotor.
Chapter 3
Sungmin akhirnya sampai di depan gang tempat dia tinggal, dia lalu turun dari mobil setelah berpamitan kepada kim ajhumma dan kim ajhussi, saat akan berjalan masuk ke dalam gang itu, sungmin dikejutkan oleh suara.
" .ck… mengaku bukan pelacur, tapi pulang diantar mobil bagus, apa itu namanya, kalau bukan pelacur? Berapa sih yang dia bayar kepadamu? Apa lebih besar dariku?"
Haiss ini namja dimana ajah nonggol serem ajah kaya bunglon
"Tuan Choi? Sejak kapan kau menjadi seorang stalker? Dan sejak kapan kau ikut campur urusan orang? Seperti ibu – ibu saja ingin tau urusan anak gadisnya kekekek… dan oh ya, sandainya saja kau tadi tidak menampakan dirimu, aku kira kau hantu, oh yah, dan lagi bila kau ingin muncul dalam gelap, lebih dramatisir lah sedikit, annyong"
Yeoja sialan….. meremehkan seorang choi siwon eoh? Tak akan kumaafkan
Sungmin melangkah melewati siwon, tapi tangan sungmin di tahan oleh siwon. Dan siwon memeluk sungmin dari belakang.
"Ada apa lagi tuan choi yang terhormat?"
"Jangan mengejeku cagi, atau…."
"Atau apa tuan choi?"
"Atau aku tak akan segan – segan memperkosamu"
"Sebelum itu terjadi, kau akan terima akibatnya dariku.
"Aaaaaaaaaaaa…"
BRAK
Setelah sungmin menendang siwon di bagian sensitivnya, setelah itu sungmin membanting siwon ke tanah, dan setelah itu dia berkata.
"Itu yang aku maksud, jangan kau kira aku seorang yeoja dan lemah kau bisa melakukan sepuasmu, jangan harap… aku tak akan tunduk padamu, tuan choi"
"S***t kau yeoja p*****r"
Tanpa peduli siwon yang kesakitan, sungmin pun terus melangkah menuju apartemenya, dia pun disapa.
"Mini eonnie, baru pulang? Kenapa wajahmu seperti itu?"
"Ne hyukkie, eonnie baru pulang, dan bertemu namja kaya itu lagi. Dia itu sinting yah?"
"Maksud eonnie choi siwon? Emang dia ngapain eonnie lagi sih?"
"Dia mengancam eonnie hyukkie"
"Dan setelahnya? Kalau liat dari ekspresi eonnie kau pasti memakai jurus mu lagi yah eonnie?"
"Hehe iya aku menendang "itu" nya dan membantingnya"
"Eonnie keren….. seandainya, aku bisa seperti eonnie, aku pasti tak akan ada di sini" kata hyukkie dengan lirih
"Ambil hikmahnya hyukkie, pasti kau akan mendapatkan kebahagiaanmu nantinya"
"Aku? Kebahagiaan eon? Yang bener ajah mana ada namja normal yang mau sama pelacur"
"Molla… aku bukan peramal, tapi jangan pesimis gitu lah hyuk, hwaiting…. Aku pulang dulu ne?"
"Ne, eonnie…. Pay pay"
Sungmin pun sampai diapartemenya dia langsung merebahkan dirinya diranjang, lalu tertidur tanpa mandi.
Keesokan paginya, sungmin terbangun karena sinar matahari pagi yang masuk melalu jendela, dia pun segera bersiap – siap dan berangkat menuju tempat kerja barunya. MR café. Sesampainya dia di sana, ternyata dia sudah ditunggu oleh yesung ajusshi, akhirnya yesung pun mengenalkan sungmin ke karyawan yang lain.
"Jay, nicole, zhoumi, hyorin, kwon ji yong, and hanry kenalkan ini pegawai baru disini, dan untuk minggu ini dia akan menempati kassir, jadi bantu dia.
"Annyong lee sungmin immida, mohon bantuanya"
"Ne sungmin-ah….. senang berkenalan denganmu"
Setelah perkenala itu sungmin pun menempati kasir dibantu oleh nicole dan henry. Mereka mengobrol ria sambil mengakrabkan diri.
"Eonnie… gimana sih caranya biar kulitku bisa seperti eonnie, mulus dan halus + putih"
"Aniyo…. Aku tak memakai perawatan apapun, aku tak punya cukup uang untuk itu"
"Jinjaa? Pasti eonnie bohong yah?"
"Ani, henry-ah ngapain aku bohong, lagian untuk idup dan bayar apartemen ajah udah ngos ngosan bagaimana bisa perawatan kulit?"
"Mwo….. segitu susahnya kah hidup eon selama ini?"
"Nde, Nicole….hidupku emang berat tapi yah nikmati saja lah…"
"Eonnie kalo boleh tau tinggal di mana"
"Distrik nongwoon"
"MWOYA? Nongwoon?"
"Ne…. tapi eonnie bukan pelacur, sebelum kalian salah sangka"
"Eonnie….. kok bisa sesantai ini sih?"
"Ne, bener kata Nicole, tinggal di daerah kumuh yang em…. Bisa di bilang sarang penjahat dan wanita penghibur kok eonnie santai sekali?"
"Lalu aku mesti bagaimana? Nangis – nangis lebay(?), atau jadi drama queen certain kisah hidupku yang menyedihkan ini? Ani bukan gaya ku seperti itu, hidupku memang dikeliling oleh hal yang tak baik, bukan berarti kita jadi orang yang murung dan merutuki hidup bukan? Masih banyak yang bisa kita nikmati dan syukuri, bukan bererti tinggal di daerah seperti itu lantas kita seperti mereka. kita harus jadi diri kita sendiri meski lingkungan kita seperti itu"
"Eonnie hik,…..hiks…..huaaaaaaa" dari mata yang berkaca – kaca hingga menangis
"Yah….. Nicole kenapa menangis" kata sungmin panic
"Wah… eonnie daebak….. aku salut sama eonnie, gak ada yang bisa seperti eonnie"
"Gak gitu juga sih henry-ah….. Nicole diem dong jangan nangis terus, ntar dikira eonnie nyiksa kamu"
"Hiks….hiks…aku terharu hiks….eonnie bisa setegar itu hiks….hiks….. pasti berat kan eon, banyak yang godain hiks….."
"Ne, banyak…. Tapi yah males ajah nanggepinya, aku anggap angin lalu"
Setelah menjawab itu, Jay, zhoumi, hyorin, kwon ji yong keluar entah dari mana dan mereka berkata
"Noona…. Kau yeoja tangguh, yang pernah aku kenal, suatu keberuntungan bisa berkenalan denganmu" kata jay kepada sungmin.
"Ne, eonnie….. hidup berat dengan segala macam masalahnya, tapi bisa santai, bila orang lain mungkin udah mutusin jual diri atau bunuh diri kali yah"
Sungmin mendapatkan pujian serta dikagumi, oleh teman – teman barunya.
Di tempat lain, ada seorang namja yang sedang marah – marah di telepon.
"BAGAIMANA BISA YEOJA ITU DAPAT PEKERJAAN? PADAHAL TIKUS- TIKUS ITU SUDAH KALIAN SUAP BUKAN?"
"….."
"POKOKNYA AKU TAK MAU TAU, CARI TAU SIAPA YANG MEMPEKERJAKAN DIA, BESOK LAPORANYA SUDAH ADA DI MEJA, MENGERTI?"
"…"
PIP
Sialan….. siapa yang berani – berani melawan choi siwon? Siapa yang berani mempekerjakaan yeoja sialan itu?
Keesokan harinya di ruang direktur choi siwon.
"Apakah kau sudah menyelidiki siapa yang mempekerjakan yeoja itu seung hyun?
"Ne, tuan….. semuanya ada di berkas ini silahkan lihat"
"Ne…. kau boleh keluar.
Choi seung hyun tangan kanan sang tuan besar choi pun keluar menyisahkan sang choi siwon yang sedang membuka map berisi siapa orang yang telah mempekerjakan sungmin.
Hyungie….. kenapa kau harus ikut campur?
Langsung saja siwon menggambil handphonenya, dan dia menelpon seseorang.
"Yoboseo"
"Hyungie…"
"Si…siwonnie? Wae?
"Bisakah kita bertemu hyung"
"Ne, di tempat biasa"
"Ani, aku tak mau di cefe mu hyung"
"Em….baiklah café la coste 1 jam lagi"
"Baiklah"
Setelah itu siwon langsung buru – buru cabut dari kantornya menuju café la coste. Sesampainya dia disana dia mencari tempat duduk yang jarang di lewati orang, sambil menunggu hyungnya, dia mengingat – ingat kejadian dulu.
Flashback On
"Hyungie…. Saranghe"
"Mwoya? Ani wonnie, ah kita ini saudara"
"Ani, aku tak pernah mengganggapmu saudara, hyungie"
"ani, aku masih normal dan menyukai yeoja, aku sudah memiliki kekasih wonnie ah, mianhe….."
"Hyungie…"
Flashback Off
Sebuah tangan menepuk pundak siwon,dan dia berkata.
PUK
"Mian telat, sudah lama?"
"Ani, baru saja, duduk hyung"
Selama hampir satu jam tak ada pembicaraan diantara mereka hingga.
"hyung…. Apakah pernikahaanmu bahagia?"
"ne, aku bahagia dengan pernikahanku dan aku beruntung memiliki istri seperti wookie, walau kami tak bisa memiliki anak tapi kami sangat bahagia, wae wonnie?"
"Ani, hyung, aku cemburu dengan wookie noona, hyung…. Kenapa kau memepekerjakan lee sungmin?"
"memang kenapa? Apa hubunganmu dengan lee sungmin?"
"….."
"Kau tak pernah berubah wonnie… selalu saja seenaknya sendiri, sungmin karyawanku, dan dia bukan yeoja gampangan seperti yang selama ini menjadi pelarianmu, sadarlah, hadapi semuanya, jangan seperti ini. Taemin noona yeoja, kau memperlakukan semua yeoja seperti sampah lalu ummamu sendiri?"
"….."
"Hyung memang gak pantas untuk ngomong begini… hyung ini pamanmu wonnie, hyung memang hyung tiri appamu, tapi hyung mau yang terbaik untukkmu, sudahlah lupakan masa lalumu, aku memiliki hidupku sendiri dan kau carilah kebahagiaanmu, pacari lah yeoja lupakanlah hyung, arra? Bila kau macam – macam dengan sungmin, jangan salahkan hyung bila kau dikirim appamu ke London. Annyong"
Setelah itu yesung meninggalkan siwon, yang masih pada posisi awal, tak berapa lama diapun meninggalkan café la coste menuju apartemenya. Sesampainya dia diapartemenya, siwon dikejutkan oleh kedua orang tuanya choi jonghyun dan choi taemin, yang sedang duduk santai menunggu kedatagan sang anak pulang.
"Appa, umma? Kenapa kalian kemari?"
"Tak sopan, memang salah bila appa dan umma kemari?"
"aniya, hanya saja bukan appa sibuk dengan bisnis kita di jepang, lalu kenapa kembali ke seoul?"
"Appa ada urusan denganmu, wonnie. Jangan kau kira appa di jepang, jadi tidak tau keadaan anaknya di seoul. Appa tau yang kau lakukan, dan appa malu sangat malu, karena appa dan umma tak pernah mengajarimu seperti ini… appa menunangkan kamu dengan anak rekan kerja appa, dia cantik dan berpendidikan, mulai besok, kau akan bertemu denganya. tak ada penolakan arra"
"arraseo appa"
Author Curcol
Wkwkwk... tiba tiba ada cerita aneh muncul, mian ri juga gak tau tiba - tiba ini ide muncul begitu saja wkwkwk tp yang jelas ini chapter kesukaan ri, meurut reader? lanjut apa gak ne?
review please apakah lanjut atau hapus keputusan reader saja.
