Inilah Takdirmu Sebenarnya
By Hoshikagi
Ini Fict pertama ane , maaf klo banyak yang gaje
Diclaimer: Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!
diFic ini ane ganti pairinya , jadi bukan NaruHina . Baca selengkapnya gan ^^
Chapter depan mungkin udh ada konflik. STAY TUNE ^^
Cerita Sebelumnya :
"apakah aku boleh tidur sekasur lagi dengan-mu na-naruko ? aku tidak akan macam – macam." tanya naruto dengan gugup.
"bo-boleh naruto – kun" ucap naruko.
pipi naruko kembali memerah. hatinya sangat senang atas permintaan naruto itu.
Naruko mulai membaringkan tubuhnya dikasur sambil menonton TV dan tak lama naruto mulai menyusul.
Naruko begitu malu sekaligus senang tidur dengan naruto. Layaknya seorang suami – istri.
Saat mata mereka berpandangan , bertemuah dua mata saphire. naruto mulai mendekatkan bibirnya kearah bibir naruko . bibir mereka saling bertemuan, ciuman yang halus bukan nafsu. naruto & naruko sangat menikmati itu. Beberapa detik kemudian , mereka melepaskan ciumannya. Pipi Naruko memerah. baru kali ini ia merasakan ciuman.
'bibirnya sangat lembut , aku mulai mencintaimu naruko.' Batin naruto.
Tidak lama setelah berciuman , naruko tertidur pulas sambil merangkul tubuh six pack naruto. naruto mulai mengelus pipi naruko yang sangat lembut . dan mengusap -usapkan tangannya ke rambut pirang yang indah milik naruko.
"Naruto Bangung !" teriak wanita berambut pirang itu dari dapur.
"emm.. ada apa ? pagi – pagi berisik sekali. Aku masih ngantuk" ucap naruto yang masih memejamkan matanya.
"cepat bangunlah ! jangan bermalas – malasan naruto !"
"ya sebentar.." ucap naruto sambil memsukan kancing – kancing bajunya.
"ada apa naruko ?" tanya naruto sambi mendekati naruko yang memakai baju olah raga ketat.
"mau kah kau ikut denganku jogging dipagi ini ? udaranya sangat segar. Sangat bagus untuk kesehatan."
Mata naruto begitu terbelalak *entah apa itu xD melihat tubuh sexy naruko yang memakai baju olah raga ketat. Tubuh naruko begitu sempurnya.
"jangan bengong saja naruto ! mau tidak ?" tanya naruko.
"iya sebentar, aku minum dulu." Jawab naruto sambil mengambil segelas air putih.
"oke , aku tunggu didepan apartemen ya .." ucap naruko sambil berjalan keluar apartemen.
Setelah minum , naruto langsung mengikuti naruko yang jogging bersamanya.
'padahal aku masih ngantuk. Biasanya hari libur seperti ini aku masih tidur sampai jam 10.00' batin naruto sambil berjalan dengan bermalas – malas'an.
"cepat sedikit naruto. Kau laki – laki tapi lemas sekali."
"berisik.. kau yang terlalu cepat , tunggu aku !" ucap naruto sambil berlari sedikit kearah naruko.
"oii , naruto .. itu naruko ya ?" tanya rock lee mendekati naruto.
"iya , membosankan sekali .. padahal aku masih ngantuk.. hoamm ." jawab naruto sambil menutup mulutnya yang menguap.
"yasudah,, aku pergi dulu. Aku ada janji dengan guru gay" ucap Rock lee sambil melari ke sebuah Dojo.
"hmm.. mana naruko ? cepat sekali dia menghilang. Merepotkan.." gerutu naruto.
Setelah mencari naruko , ternyata naruto sedang berbelanja dipasar.
"Hmm.. katanya mau jogging. Sekarang kau malah kepasar." Ucap naruto sambil medekati naruko.
"Gomen naruko – kun. Aku meninggalkanmu begitu saja. Sebentar ya naruko –kun , aku mau belanja."
Setelah naruko selesai belanja , naruto mengajak naruko kesuatu tempat.
"Naruko.. mau ikut denganku ? aku akan menunjukan tempat yang indah." Ucap naruto kearah naruko yang sedang membawa barang belanjaan.
"Oke.. tapi jangan terlalu jauh. Ini berat sekali naruto." Ujar naruko.
Naruto membawa naruko kepatung Hokage. Disana ada hamparan rumput yang luas dan sungai yang jernih. Dari atas sana , mereka bisa melihat indahnya konoha ketika pagi hari. Cuaca yang berkabut membuat mereka kedua kedinginan.
"ini pakai jaketku naruko" ucap naruto sambil mamakaikan jaketnya ketubuh naruko
"Ariigatouuu.. narutoo – kun" ucap naruko yang menggil.
"sepertinya kau tak tahan ya dengan dingin ? mengingatkanku dengan Hinata." Ucap naruto dengan memandangi naruko sedang kedinginan.
"owh.. mungkin hanya kebetulan naruto – kun" ucap naruko.
"hmm.. untung saja disini ada kedai , aku mau beli teh dulu. Tunggu disini ya." Ucap naruto sambil berlari kearah kedai.
"ini untukmu.. mungkin bisa menghangatkan tubuhmu." Ucap naruto sambil memberika segelas teh.
"Arigatou naruto-kunn"
"hmm.. benar – benar indah pemadangan disnini naruto –kun , sayangnya tubuhku tak kuat dengan dingin." Ucap naruko sambi menyeduh teh.
"iya , dulu aku dan hinata .. setiap pagi hari kesini. Hinata juga tak kuat dengan dingin. Kami berdua biasanya duduk – duduk sambil menyeduh teh seperti kita sekarang ini.
Pipi naruko memerah , dia berharap semoga bisa mentupi kesedihan naruto.
"yasudah , kita pulang." Ucap naruto.
Mereka berdua berjalan menuju apartemen.
Disepanjang jalan , orang lain berbisisk – bisik melihat naruto yang berjalan pulang dengan naruko. Wajar jika hampir semua orang konoha mengenali naruto. Karena naruto pahlawan konoha.
"Naruto.. mengapa orang – orang melihati kita ? memangnya ada yang salah ?" tanya naruko ke naruto.
"Orang mengira , mungkin kita sepasang kekasih yang memiliki wajah kembar. Wajar saja , kan aku tidak punya saudara."
Wajah naruko memerah seperti kepiting rebus. Denyut jantungnya semakin cepat. Kata – kata naruto tadi bisa membuat naruko senang.
Setelah sampai diapartemen , naruto langsung membuka bajunya yang basah karena tubuh naruto yang benar six pack , apalagi dibalut dengan keringat yang membuat wanita terpesona.
'tubuh naruto sangat keren. Sangat sempurna' batin naruko sambil tersenyum melihat tubuh six pack naruto.
Lalu naruto duduk disofa merebahkan dirinya yang lelah.
'karena naruto sudah menunjukan tubuhnya , aku juga tidak kalah dengan tubuhkuh ini.'
"naruto , aku mau mandi dulu ya" ucap naruko sambil memasuki kamar mandi.
"cepatlah , aku juga mulai gerah naruko" jawab naruto sambil mengelap keringatnya dengan bajunya.
Naruko mandi tak teralu lama. Ia keluar dari kamar mandi dengan rambut yang diurai dan tubuh yang tidak tertutup sehelai benang pun.
Naruto melongo melihat tubuh sexy naruko.
'apa – apaan ini ? hmm.. mungkin dia mau menunjukan tubuhnya , karena tadi aku menunjukan tubuh kerenku.'
"naruto – kun , menurutmu tubuhku indah ?" tanya naruko yang menggoda.
"i-indah naruko.." ucap naruto sambil menelan ludahnya.
"Arigatou naruto – kun , cepat mandi sana" ucap naruto sambil memakai bra merah muda.
Naruto langsung mengambil baju gantinya dilemari dan segera memasuki kamar mandi.
'huu.. aneh – aneh saja dia. Padahal aku tidak pamer dengan tubuhku ini.' Batin naruto yang masih bingung dengan apa yang dilakukan naruko.
'pasti dia tergoda melihat tubuh sexy milikku' batin naruko yang yakin sambil memakai celana jeans pendek.
"huhh.. segarnya" ucap naruto yang keluar dari kamar mandi sambil mengusap badannya yang basah.
Naruto mulai memakai bajunya.
"Tok Tok Tok" ada yang mengetuk pintu
Naruto berjalan mendekati pintunya sambil menyisir rambutnya.
"ada apa sakura ?" tanya naruto.
"sekarang cepatlah keruangan hokage. Ini penting !" ucap sakura
Naruto menutup pintu apartemennya dan ia langsung pergi keruangan hokage.
Naruto tak mengetuk pintu , ia langsung masuk saja dengan lancang keruangan hokage.
"ada apa hokage – sama ? apa ada misi ?" tanya naruto
"kau tak sopan , masuk ruanganku dengan lancang. Tapi tak papalah , ini penting. Anko dan tim pengintai lainnya melihat pergerakan kearah desa menggunakan jubah akatsuki."
"akatsuki ? bukannya anggotanya sudah mati akibat perang ninja itu ?" tanya sakura.
"Hn, memang sudah mati. Tapi kau ingat dengan sasuke ?"
'sasuke?' batin naruto.
"tapi bukankah sasuke sudah keluar dari akatsuki ?" tanya naruto
"aku juga tidak tau , ungsikan semua penduduk desa ke ruang bawah tanah."
"baik !" para jounin langsung meninggalkan ruangan hokage.
'aku tak yakin jika sasuke akan menghancurkan konoha. Sasuke.. kau akan kubawa pulang !' batin naruto.
"Sakura , panggil jounin lainnya. Kita akan mengadakan rapat dan kau naruto, tetap disini untuk menunggu jounin lainnya."
Sakura langsung meninggalkan ruangan hokage.
"Hn" jawab naruto
Rapat Para Jounin Konoha.
"Hmm.. merepotkan saja. Padahal perang ninja sudah berakhir . tapi masih ada saja musuh." Ucap shikamaru.
"Ini kesempatan yang bagus untuk mencoba seberapa kemampuanku sekarang" ucap Rock Lee.
"Jangan remehkan lawan. Meskipun mereka hanya berempat tapi memiliki kekuatan yang luar biasa."
"memangnya mereka siapa ? sampai – sampai kita semua dikumpukan disini ?" tanya choji sambil memakan keripiknya.
"jadi kalian belum tau ? Sasuke , Jugo, Karin dan Suigetsu."
"aku tak yakin jika sasuke akan menghancurkan konoha." Ucap naruto.
"memang belum pasti. Tapi mereka tidak mengirimkan surat / kode kekonoha. Jadi kita harus waspada." Ucap tsunade sambil menekukan jari – jarinya.
"jika mereka akan menyerang konoha. Tak mungkin mereka akan melakukakann serangan terbuka. Tapi apapun juga bisa terjadi. Mengingat mereka ninja yang hebat." Ujar shikamaru.
"malam ini , para anbu akan menjaga di sekitar ruang bawah tanah untuk melindungi para penduduk konoha."
"untuk jounin akan menjaga diperbatasan. Aku dan petinggi lainnya sudah merencanakan pelindungan. Jadi kalian hanya ikuti saja rencana ini."
"baiklah.." serentak semua jounin menjawab.
Semua jounin sudah waspada diperbatasan. Menunggu aba – aba dari tim pengintai jika ada tanda – tanda musuh akan menyerang
"Tak ada tanda – tanda musuh akan datang." Ucap anko , ketua tim pengintai itu.
" Tapi.. liat itu" ucap anko sambil mengarahkan telunjuk jarinya.
Wuzzz...lewat seekor burung merpati dan menjatuhkan sebuah surat . Anko langsung mengambil surat itu.
"hati – hati anko , bisa juga itu jebakan."
"Hn. Aku juga tau."
Anko membuka surat itu.
Untuk Desa Konoha.
Kami ( sasuke, juugo, karin dan suigetsu ) mengirim surat perdamaian kepada kalian. Kami datang kekonoha hanya untuk mentanda tangani surat perjanjian perdamain. Maaf jika surat ini terlambat. Kami sudah melakukan pergerakan terebih dunia ninja sekarang sudah damai. Tak ada lagi maksud kami untuk menyerang kalian masih belum percaya dengan kami. Silahkan tetap berjaga – jaga diperbatasan.
"ini surat perdamaian dari Sasuke, Juugo, Karin dan Suigetsu." Ucap anko.
"tapi kita harus tetap waspada. Kirim surat ini ke Hokage."
Salah satu tim pengintai langsung berlari menunju ruangan hokage.
"hmm.. jadi begitu. Tetap waspada , jangan sampai lengah. Kirim beberapa pasukan anbu ke perbatasan dan bertau para petinggi desa lainnya." Ucap tsunade.
"siap" tim pengintai itu langsung menjalankan perintah Hokage.
Semua Jounin dan beberapa anbu sudah bersiaga diperbatasan menunggu datangnya Sasuke , Juugo , Karin dan Suigetsu.
"Hmm.. mereka sudah datang." Ucap anko.
'aku percaya padamu sasuke. Kau pasti akan kembali kekonoha.' Batin naruto sambil tersenyum sedikit.
"mereka mulai mendekat." Ucap anko sambil memberi aba – aba.
Whuzzz... Sasuke , Karin , Juugo dan Suigetsu datang.
"hmm.. sudah lama tak bertemu kawan.. khu khu khu.." ucap sasuke.
"maksud kedatangan kalian kesini apa ?" tanya shikamaru.
"hmm... sesuai dengan isi surat tadi." Ucap suigetsu yang memegangi pedang di pundaknya.
"anbu dan semua jounin. Kawal mereka. Jangan sampai lengah. Apapun bisa terjadi." Ucap anko
Mata Sakura memperhatikan sasuke.
'kau sudah berubah sasuke. Untunglah' batin sakura yang legah.
Semua anbu dan shinobi menjaga ketat Sasuke Dkk .
"hebat juga kau naruto. Bisa mengalahkan setengah dari anggota Akatsuki. Tapi lebih hebat aku ! kau selalu ada dibawahku.. khu khu khu.." ucap sasuke dengan tatapan tajan kenaruto.
"maksudmu apa? apakah kau kedesa ini untuk mengajak perang ? brengsek.. !" ucap naruto.
"santai sedikit naruto. Jangan mudah perpancing emosimu." Ucap shikamaru.
Dengan pengawalan yang ketat mereka di bawa ke ruangan hokage.
"apakah kedatangan kalian kesini , sesuai dengan isi surat itu ?" tanya hokage.
"huu.. jelas , tak ada gunanya kami berperang. Kami pasti kalah dengan 5 negara besar."
"Shizune , kirim surat untuk 5 negara besar , jika kedatangan mereka untuk berdamai." Ucap tsunade.
"baik"ucap shizune.
"sekarang , tanda tangani ini. Jika kalian sampai macam – macam dengan desa ini. Hancurlah kalian, karena kami sudah memberi tahukan kedatangan kalian kesini." Jelas tsunade.
Sasuke langsung menanda tangani surat perdamaian itu.
"Bagus. Jaga mereka berempat dengan ketat. Besok pagi aku akan mendatangkan , petinggi negara lain."
Desa Konoha 07.00 AM
"Panggil sasuke , juugo , karin dan suigetsu kemari." Ucap tsunade
"siap" ucap seorang anbu.
Anbu itu langsung membawa sasuke , juugo , karin dan suigetsu.
"hmm.. ada apa membawa kami kemari ?" tanya sasuke
"Sekarang , berdirilah Sasuke."
"sekarang kutanya padamu , kedatanganmu kesini untuk berdamai. Tapi statusmu sekarang ?" tanya tsunade.
"terserah kau saja , aku siap kau jadikan aku penduduk biasa / shinobi."
"hmm. Baguslah. Sekarang berdirilah sasuke."
'hm.. teknik membaca pikiran ya. Seperti teknik yang dimiliki clan yamanaka. Tapi teknik ini lebih detail melihat pikiran seseorang . teknik ini juga bisa melihat pikiran seseorang beberapa hari yang lalu.' Batin suigetsu.
"apa kau sudah mengetahui ini sasuke ?" bisik suigetsu kesasuke.
"Hn." Jawab sasuke dengan senyum liciknya
Nenek itu langsung meletakan telunjuk tangannya didahi sasuke dan mulai fokus.
"Bagaimana nek ?" tanya tsunade.
"dia tidak macam – macam. Bersih." Ucap nenek itu.
"dan kau kalian bertiga , sekarang mau kalian apa ? apa mau kukembalikan kenegri kalian masing – masing ?" tanya tsunade.
"Hn." Jawab mereka bertiga.
"Baiklah. Sekarang bawa mereka keruangan bawah tanah dan beri tahukan semua warga konoha karena status desa sekarang aman."
"baik" ucap seorang anbu.
Tsunade mengirimkan surat kedesa mereka masing – masing.
"sekarang kau sasuke. Kau akan diangkat sebagai ninja konoha. tapi kau sekarang masih chunnin. Bulan depan akan diadakan ujian jounin. Segeralah bersiap. Meskipun kami tau kekuatanmu."
"Baik. Arigatou hokage –sama" ucap sasuke sambil meninggalkan ruangan hokage.
"sekarang kalian , ikuti sasuke kemanapun ia pergi. Jika ada yang mencurigakan , kirim kabar." Ucap tsunade.
"baik" ucap 10 anbu serentak.
Desa Konoha 11.00 AM
'semakin hari , aku mulai cinta dengan naruko. Bukankah memang naruko jodoh yang diberikan kakashi – sensei ? sepertinya dia juga udah cinta denganku.' batin naruto.
"Naruko , aku mau berlatih dengan guru kakashi." Ucap naruto ke naruko
"kau tidak makan dulu ? padahal dari pagi kau tidak makan naruto –kun." Tanya naruko
"aku akan makan diramen Ichiraku. Aku pergi dulu naruko – kun." Ucap naruto sambil meninggalkan apartemennya.
'maafkan aku , aku membohongimu naruko . soal percintaan aku memang payah. Sebaiknya aku datang kerumah ino.' Batin naruto.
"Ino ! Ino !" teriak naruto kerumah ino.
"ada apa naruto ? kau mau meminjam sepatu lagi ?" tanya ino.
"ti-tidak. Aku membutuhakan saran darimu." Ucap naruto.
"ohh.. masuklah. Ayahku sedang keluar." Ucap ino sambil mempersilahkan naruto masuk.
Mereka berdua sekarang sedang duduk disofa.
"hmm.. kau mau minum apa ?" tanya Ino.
"terserah kau saja." Jawab naruto.
Ino langsung berjalan kearah dapur dan membawa segelas sirup melon.
"Arigatou ino." Ucap naruto.
"hmm.. jadi apa yang akan kau bicarakan ?" tanya Ino.
"begini ino,.. aku membutuhkan saran darimu. Bagaimana caranya aku mengungkapkan perasaanku ke Naruko ?"
"Ehh.. jadi kau belum berpacaran dengan Naruko ?" tanya ino dengan heran.
"I-iya.. aku.. " jawab naruto dengan gugup.
"Payah sekali kau... hmm. Begini , jadi kau mengungkapkan dengan hal yang romantis. Wanita tidak terpikat jika hanya mengungkapkan cinta dengan kata – kata biasa saja."Jelas ino.
"ohh.. aku pernah melihat naruko sepertinya dia suka dengan gelang ditoko dekat rumah sakura , tapi ia malu meminta aku untuk membelikan barang itu." Ucap naruto.
"hmm .. aku melihat , kalau wanita seperti naruko . tidak meminta yang macam –macam padamu."
"tapi.. sebagai tambahan agar terlihat romantis. Kau membutuhkan bunga. Aku beri diskon 50% jika kau beli ditokoku." Ujar ino.
"dasar kau.. yasudah aku ikuti saranmu."
"emm.. tapi dia suka bunga apa naruto ?" tanya ino.
"sepertinya tulip." Jawab naruto.
"Hmm.. sama seperti Hinata – chan." Ungkap ino.
"memangnya hinata juga suka tulip ?" tanya Ino.
"iya , dia selalu membeli tulip setiap 1 minggu sekali" tanya ino.
"oke , berapa harganya?" tanya naruto
" hanya 200 yen." Ujar Ino.
"Arigatou Naruto – kun. Semoga naruko menerimamu sebagai kekasinya." Ucap ino.
"Aku juga berterima kasih Ino , kau membantuku. Arigatou.. aku pergi dulu." Ucap naruto sambil berjalan meninggalkan rumah ino.
Naruto sekarang berjalan menuju toko pakaian dekat rumah sakura.
"Pagi tuan naruto , ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu spg disana.
"Emm.. kau masih ingat dengan wanita berambut pirang yang akan membeligelang? gelang mana yang akan dia beli ?" tanya naruto.
"ini tuan." Ucap spg sambil menunjukan barang yang ditanyakan naruto.
"berapa harganya ?" tanya naruto.
"2300 yen tuan." Jelas spg
"Arigatou tuan naruto."
Naruto langsung keluar dari toko itu menuju keapartemnnya.
' naruko sayang. Semoga kau mau jadi kekasihku ' batin naruto dengan yakin.
Apartemen Naruto
Naruto langsung masuk ke apartemnnya membawa buanga dan gelang yang diselipkan disela – sela plastik bunga itu.
Naruko yang sedang duduk disofa kaget melihat naruto yang membawa kembang. Memang beberapa hari ini mereka jarang bertemu , karena naruto harus menjaga perbatasan desa konoha yang mengira sasuke akan menyerang konoha.
"Na-Naruko – kun. Aku membelikan bunga untukmu. Semoga kau menyuakinya"
"Arigatou Naruto – kun. Aku menyukai bunga ini." Pipi naruko mulai memerah.
"lihat disela – sela pelastik bunga itu naruko – kun."
"wahh.. gelang ini bagus sekali. Aritaou naruto.."
"naruko.."
"apa naruto – kun ?"
"ma-mau kah kau jadi pa-pacarku ?" naruto sedikit gugup mengucapkanya.
"Emm.." jantung naruko mulai berdenyut kencang. Dia begitu senang jika ternyata naruto meyukainnya.
""Emm.." ? artinya iya atau tidak ?" tanya naruto memastikan.
"I-iya.."
"I Love You naruko – chan" bisik naruto sambil memeluk kekasihnya itu. Begitu hangat saat itu.
"I Love You to naruto – kun". Ucap naruko dengan senyum hangatnya.
Sekarang mereka berdua sedang melihat pemandangan kota konoha di balkon apartemen sambil menikmati secangkir coklat hangat.
Padangan mata saphire mereka bertemuan. Naruto tersenyum melihat kekasih cantiknya itu.
Ketika melihat coklat yang ada dipipi naruko , naruto tak bisa menahan tawanya dan langsung mengusap coklat yang ada dipipi naruko.
"Hem.. sebaiknya kita tidur. Ini sudah malam" ucap naruko.
"Selamat tidur naruko sayang.. " ucap narto sambil mengelus rambut pilang naruko.
TO BE CONTINUED...
Go ! Chapet 4 Update ^^
REVIEWNYA !
