Warning

THIS IS YAOI! THIS IS YAOI! OOC, AU, Real person, typo, dsb.

.

Rate

T

.

Disclaimer

Themself

.


Last Chapter:

Jaejoong yang entah kenapa baru sadar akan tingkah lakunya segera mendorong dada Yunho menjauh. Dia menundukan wajahnya yang memerah padam. KENAPA DIA MENJADI SE-AGRESIF INI? Aigoo.. seperti bukan dirinya saja. Jaejoong sangat-sangat-amat-hyper MALU! Tapi sensasi bibir Yunho yang terasa sangat lembut serta sedikit basah mengetarkan jiwanya.

"Mi-" Sebelum sempat Jaejoong minta maaf tiba-tiba pintu terbuka begitu saja menampakan umma Yunho yang menatap anaknya seperti singa yang menemukan musuh besarnya.

"YUNHO! DASAR BOCAH INNOCENT!" dengan nista umma Yunho melempar kepala Yunho dengan buku yang dia bawa dan membuat Yunho meng-aduh kesakitan. Sedangkan Jaejoong mengurut dadanya berusaha tenang setidaknya tindakan umma Yunho ini membuat Jaejoong menghindari pertanyaan Yunho seputar apa yang telah Jaejoong lakukan kepada bibir suci Yunho.

"Appo eomma.." Yunho hanya meringis menerima pukulan eomma-nya. Dia tidak berani untuk menahan tangan eomma-nya ataupun menghindar. Karena dia tahu apa yang akan terjadi jika melawan ibunya sendiri.

.


.

Innocent?

-Z-

.

YunJae FanFiction

.

Chapter 4 : Hug Me Tight


08.15 PM

Jaejoong sekali-kali melirik Yunho yang sedang makan di sampingnya. Sekarang ini dia dan keluarga Jung sedang menikmati makan malam di restoran mewah di salah satu hotel bintang lima di Seoul. Umma Yunho dengan gaun perak-nya dengan anggun meneguk wine di gelasnya. Appa Yunho masih menikmati makanannya sedangkan Yunho dan dirinya sudah menikmati dessert.

Sejak kejadian tadi sore, Jaejoong benar-benar menghindari Yunho sementara. Gyaaaa~ rasanya ciuman mereka pada sore tadi masih terasa jelas di bibir Jaejoong. Walaupun singkat tetapi itu membuat Jaejoong ini berguling-guling sangking bahagianya.

Yunho melirik Jaejoong perlahan dari ekor matanya. Sedari tadi dia sudah merasakan risih karena Jaejoong terus menerus meliriknya. Tetapi saat mata mereka bertemu ataupun Yunho bertanya kenapa, Jaejoong malah menolehkan wajahnya ke arah lain. Yunho kan jadi binguung~

Sekarang ini Yunho melihat Jaejoong sedang mengulum sendok kecil yang tentu saja dipenuhi dengan ice cream vanila. Jaejoong sedikit menundukan wajahnya, membuat wajahnya tertutup. Tangan kiri Jaejoong yang menganggur dengan asyik sedang memelintir ujung jas hitam yang dia gunakan. Yup, karena restoran yang mereka datangi adalah restoran yang 'wah' tentu saja pakaian yang mereka gunakan juga berkesan formal.

"Ya, Joongie-chagi angkat kepalamu sayang." Yunho dengan cepat mengalihkan pandangannya saat mendengar umma-nya berbicara. Sedangkan Jaejoong hanya menurut dan mengangkat wajahnya yang entah kenapa terasa panas. Ah ya... mungkin karena dia baru saja memikirkan bibir Yunho yang tadi sore dia cobai *?*.

"Aigoo... jika ada di rumah pasti aku langsung memelukmu. Wajahmu imut sekali~" Umma Yunho mengulurkan tangannya dan mengelus lembut pipi Jaejoong diiringi cubitan kecil yang tidak terlalu mencolok. Wajahnya berkesan dewasa untuk menutupi hatinya yang sebenarnya dari tadi sudah INGIN SEKALI mencubit Jaejoong dan menicum pipi calon menantunya yang memerah. Manis...

Jaejoong tersenyum malu dan disambut dengan kekehan pelan dari umma Yunho.

.


.

09.00 PM

Jaejoong mengerutkan dahinya bingung saat melihat Yoochun—yang notabene sahabatnya serta sahabat Yunho—sedang menonton TV di ruang keluarga Yunho sambil meminum coklat panas. Umma Yunho yang melihat itu hanya memperingatkan agar coklat itu tidak tumpah ke sofa. Yunho dengan santai juga merangkul Yoochun sambil menganti channel. Aneh... setahunya Yoochun tidak pernah dekat dengan keluarga Yunho. Bahkan Jaejoong tidak pernah melihat Yoochun menginap di rumah Yunho. Hanya saja kenapa semuanya tampak akrab dengan Yoochun?

Aigoo... jangan bilang Jaejoong cemburu karena hal kecil ini. Kenapa dia jadi overprotective begini?

Jaejoong melangkahkan kakinya dan berdiri di belakang Yoochun sambil mengecurutkan bibirnya sedikit sebal. Karena kedatangan Yoochun entah kenapa perhatian Yunho lebih tertumpah kepada Yoochun dari pada dirinya.

Yoochun mendongakkan kepalanya dan melihat Jaejoong di belakangnya, "Yo, Jae~"

"Kenapa kau disini?" Ucap Jaejoong cepat. Yunho yang sedang serius menonton pada akhirnya jadi ikutan tertarik dengan apa yang Yoochun dan Jaejoong bicarakan.

"Aku diusir dari rumah." Yoochun menikmati posisinya yang mendongak, bersandar pada punggung sofa. Hal ini membuat bagian lehernya lebih rileks, "Setiap aku diusir dari rumah aku selalu menginap di rumah Yunho. Kau tidak tau ya~" Yoochun memberikan smirk andalannya. Entah kenapa dia sangat suka mengerjai pasangan fenomenal ini.

Jaejoong mengucurtkan bibirnya sebal. Dia memilih untuk segera beranjak ke kamar Yunho dari pada digodai oleh Yoochun terus. Yunho menatap Yoochun dengan pandangan bertanya sedangkan Yoochun hanya mengangkat bahunya tidak perduli, dan kembali fokus ke TV di hadapannya.

Yunho berinisiatif untuk menyusul Jaejoong. Karena dia tahu, jika pacarnya itu ngambek dia akan sangat kerepotan. Sebelumnya dia menyempatkan diri ke dapur dan mengambil minum utuk melepaskan dahaganya.

Dengan santai Yunho membuka pintu kamarnya dan mendapati Jaejoong yang sudah berganti baju dengan piyama sedang memeluk bantalnya erat sambil menonton berita menggunakan televisi yang ada di kamarnya. Dagu Jaejoong dia tumpukan ke bantal besar yang dia peluk, rambutnya sedikit berantakan dan bibirnya masih mengecurut imut.

Yunho duduk di samping Jaejoong yang langsung merenggut dan bergeser ke kiri menjauhi Yunho. Entah dasar apa tiba-tiba Jaejoong marah kepadanya. Yunho sepertinya harus benar-benar bersabar menghadapi kekasihnya yang sangat moddy.

.

Yoochun menghabiskan coklat hangatnya dengan sekali teguk dia mengedarkan pandangannya dan melihat ada pisang yang tergeletak dengan manis di meja makan. Berhubung dia lapar dan tiba-tiba melihat ada pisang menanggur *?* dia berinisiatif untuk mengisi perutnya dengan pisang itu. Dengan langkah cepat Yoochun bangkit dan hendak meraih pisang itu, jika umma Yunho yang ternyata berada di ruang makan juga berdeham pelan.

Yoochun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, "Hehehe... eomma~"

Umma Yunho menatap Yoochun yang memasang wajah coretpura-puracoret innocent-nya. Entah kenapa tiba-tiba ada ide nista bertengger di kepalanya. Dengan cepat dia menghampiri Yoochun dan menepuk bahu Yoochun keras, "Eomma butuh bantuanmu."

Yoochun berkedip sebentar, dia merasakan aura nista yang menguar dari tubuh umma Yunho yang pada dasarnya sama seperti yang dia miliki. Yoochun mulai memasang evilsmirk-nya. Dia tahu kemana arah pembicaraan ini berlangsung. Tidak lain tidak bukan untuk pasangan bodoh yang berada di lantai atas.

Jika bukan karena Yoochun jatuh cinta pada pasangan YunJae secara tiba-tiba setelah insiden 'buku-porno-yang-hendak-di-bakar-oleh-master-innocent', mana mau dia berpura-pura menelfon Jaejoong dan pura-pura pasrah atas ke-innocent-an Yunho. Dia cukup gengsi untuk mengatakan secara blak-blakan bahwa dia ingin membantu pasangan YunJae. Jadi dengan pura-pura pasrah saja dia sudah yakin Jaejoong akan memohon dan dia tinggal berpura-pura terpaksa menerima permohonan Jaejoong. Padahal jika kita intip di lubuk hatinya yang paling dalam, dia sudah loncat-loncat kegirangan. Entah kenapa melihat Yunho yang polos dan Jaejoong yang agresif membuat Yoochun semakin bernafsu untuk menyatukan mereka berdua. Dan dengan nista juga Yoochun sudah membayangkan frist night-nya YunJae dalam keadaan 'UKE IN TOP'. Pikiran nista Yoochun berkata, bahwa frist night YunJae tidak mungkin dengan Yunho mendominasi karena pada dasarnya Yunho SUPER INNOCENT! Jadi membayangkan Jaejoong beragresif ria untuk membuat Yunho terangsang membuat Yoochun menjadi semangat '45. Bisa kita lihat, wahai YJS... ketua kita, 'MICKY YOOCHUN—THE PRESIDENT OF YUNJAE SHIPPERS' sudah mulai beraksi.

"Suruh mereka menonton ini." Umma Yunho meletakan sebuah DVD yang bersampul putih polos. Yoochun yang pada dasarnya memiliki sekardus penuh film porno langsung mengerti.

"Ini DVD baru?"

"Iya. Eomma menemukannya di tumpukan buku milik appa Yunho. Walaupun kalem seperti itu, sebenarnya dia sangat pervert"—umma Yunho mendengus pelan lalu kembali melanjutkan pembicaraannya—"Pokoknya tadi eomma sempat menontonnya sekilas, sepertinya keluaran baru. Karena sepertinya tokoh utamanya itu baru."

"Siapa, eomma?"

"Lee HyukJae. Kau tau?"

Yoochun menepuk dahinya, "Dia artis baru! Padahal dia belum ada 2 bulan untuk menjadi bintang porno. Tapi dia sangat terkenal, eomma permainannya hebat. Belum lagi dia itu UKE AGRESIF! DVD perdananya dengan artis porno lama, Lee Donghae. Eomma tahu? Dia kalem kan? Entah kenapa itu..." Yoochun berhenti berbicara sejenak. DVD ini... Uke agresif dengan seme kalem. Sepertinya dia pernah mendengar kata-kata yang hampir mirip dengan ini. Yoochun terdiam sejenak untuk berfikir, "INI MIRIP DENGAN YUNJAE!" Yoochun kembali menepuk dahinya. Entah kenapa dia baru sadar dengan jalan pikiran umma Yunho.

Umma Yunho menjentikan jarinya setuju, "TEPAT! Itu yang eomma suka saat berbicara denganmu. Kau mengerti!"

Yoochun sudah gatal ingin memberikan DVD ini kepada pasangan YunJae yang entah sedang apa di atas.

"Pokoknya kau berikan DVD ini lalu langsung turun ke bawah. Eomma akan menyiapkan 'bumbu' terakhir untuk pasangan bodoh itu."

Dua detik setelah eomma Yunho berbicara, Yoochun segera berlari ke atas menuju kamar Yunho. Dengan sekali hentak dia membuka pintu itu. Terlihat Yunho sedang asyik membaca dengan bersandar ke kepala ranjangnya sedangkan Jaejoong bersandar ke pundak Yunho sambil sesekali menganti channel televisinya.

Entah sihir apa yang digunakan Yunho, dia bisa dengan mudah menjinakan Jaejoong yang pada dasarnya sangat emosian dan mudah ngambek. Bukannya tadi Jaejoong sedang mengambek? Kenapa sekarang bisa mesra-mesraan lagi?

Arr... untuk apa memikirkan itu? Bukannya menonton DVD itu lebih penting dari pada meributkan bagaimana cara pasangan bodoh itu bisa akur?

Yoochun mendekati Yunho dan menarik sahabatnya untuk berdiri dan menuai sikap Jaejoong yang lagi-lagi ngambek. Jaejoong kembali mengecurutkan bibirnya sambil memeluk bantal Yunho. Yoochun hanya memutar bola matanya bosan melihat Jaejoong, lebih baik dia mengurus Yunho terlebih dahulu. Setelah meletakan buku Yunho dia mendorong Yunho untuk duduk di karpet di depan ranjang Yunho. Jaejoong yang merasa di panggil Yunho untuk mengikutinya lalu duduk di samping Yunho sambil masih memeluk bantal Yunho.

"Tadi eomma meminjamkanku DVD bagus." Yoochun berjongkok di depan TV Yunho dan membuka lemari kaca kecil yang berisi peralatan DVD dan game.

"Film apa, Chunnie?" Yunho mulai tertarik dengan ajakan Yoochun dan meng-iya-kannya. Sedangkan Yoochun menyalakan DVD player milik Yunho dan segera memasukan DVD itu buru-buru.

"Pokoknya bagus!" Yoochun lalu bangkit dan segera berjalan keluar kamar. Sebelum benar-benar keluar dari kamar itu, Yoochun melirik ke arah YunJae. Jaejoong sedang mencari remote TV-nya yang tadi dia lempar sejenak karena ngambek.

"Aku ambil sesuatu dulu." Yoochun berjalan keluar kamar dan segera lari turun ke arah dapur dan melihat umma Yunho sudah menunggunya. Di depannya ada nampan kecil berisi dua gelas. Satu mug berwarna coklat sedangkan satunya lagi gelas bening yang keduanya sudah berisi sirup.

Umma Yunho meletakan nampan itu di tangan Yoochun, "Berika nampan ini kepada Jaejoong. Katakan kepadanya bahwa mug coklat ini untuk dirinya, sedangkan gelas bening ini untuk Yunho."

Yoochun terdiam sejenak berfikir, "Ah! Mug coklat ini hanya berisi sirup biasa. Sedangkan gelas bening ini adalah sirup yang dicampur dengan ehemobat perangsan?"

"TEPAT!" umma Yunho menjentikan jarinya, "Eomma yakin Jaejoong sudah sangat bernafsu terhadap Yunho. Tetapi Yunho tidak bukan? Jadi kenapa kita tidak membuat Yunho menjadi terangsang?" owowowo... aura setan mulai menguar dari dalam diri umma Yunho. Disambut dengan kekehan nista Yoochun yang segera membawa nampan itu ke atas.

Saat naik ke atas Yoochun berpapasan dengan Changmin yang menatapnya sinis. Yoochun hanya mengedipkan matanya innocent, "Butler-sshi!" Yoochun mengangkat satu tangannya untuk menyapa Changmin sedangkan Changmin hanya membalasnya dengan gumaman pelan.

"Kau berencana mengotori tuan muda?" Changmin menatap sini Yoochun.

"Eits... tidak tuh~ tidak tuuuh~" Yoochun berdendang kecil dan berencana segera kabur, jika dengan tiba-tiba Changmin merebut nampan yang dia bawa. Yoochun berusaha meraih nampan itu lagi, hanya saja Changmin segera mengangkat nampan itu tinggi-tinggi dengan tangan kanannya. Mengingat bahwa tinggi Yoochun tidak seperti Changmin, Yoochun mengalami kesusahan untuk meraihnya.

Changmin dengan cuek segera berjalan ke kamar Yunho sedangkan Yoochun mengikutinya dengan gerutuan pelan. Entah inisiatif dari mana Changmin berjalan cepat ke arah kamar Yunho dengan langkah besar. Sedangkan Yoochun yang notabene berkaki pendek dan lelah karena dari tadi bolak balik dari kamar Yunho ke dapur hanya berjalan pelan.

Changmin segera mengetuk pintu kamar Yunho. Dan tidak sampai hitungan ke lima Jaejoong sudah membuka pintunya dengan wajah merah. Tanpa bicara apapun Changmin segera menyerahkan nampan itu ke arah Jaejoong dan segera menutup pintunya. Yoochun dari jauh hanya melotot kaget. Dia sama sekali belum memberikan penjelasan apapun tentang 'gelas-mana-yang-harus-diminum-siapa'. Tetapi sebelum Yoochun membuka pintu dan memberitahukan hal tersebut, Changmin sudah merangkul Yoochun dan dengan tenaga kudanya dia menarik Yoochun untuk turun ke bawah walaupun sedikit kesulitan karena Yoochun meronta-ronta terus.

Jaejoong hanya menautkan alisnya bingung. Dia membawa nampan itu masuk dan meletakannya di atas karpet. Padangan Jaejoong tertuju ke arah layar TV yang sedang menampilkan dua orang pria tampan dan manis sedang bercumbu hebat. Jaejoong segera men-stop film itu. Untung Yunho belum melihatnya... saat film baru mau di mulai, tiba-tiba Yunho merasa ada panggilan alam dan membuatnya segera berlari ke arah toilet. Jaejoong duduk di karpet dan membenamkan wajahnya di bantal Yunho.

Aigoo... Jaejoong sama sekali tidak menyangka dia tadi melihat awalan film porno. Ternyata sangat menantang dan...

KRIET

Jaejoong melihat Yunho keluar kamar mandi dan sudah memakai piyama biru muda. Yunho duduk di samping Jaejoong dan melirik nampan yang ada di hadapannya. Dengan berbinar dia meraih mug coklat yang ternyata sangka tidak di sangka adalah mug ke sayangan Yunho. Di tambah dengan gambar beruang coklat yang sedikit menjulurkan lidahnya sebagai hiasan. Yunho meminum setengah dari gelas itu dan mengembalikannya ke nampan. Jaejoong yang kebetulan sedang haus dan mug coklat yang tadi sempat menjadi incaranya sudah terminum oleh Yunho, terpaksa meminum sirup di gelas bening—tanpa memperdulikan bahwa sebenarnya gelas bening itu berisi obat ehemperangsangehem.

Yunho melirik meraih remote dan menekan tombol play. Jaejoong yang sedang minum sama sekali tidak berniat menghentikan aksi Yunho. Jika Jaejoong menghentikan tindakan Yunho, pasti akan berakhir dengan Yunho yang meminta penjelasan mengapa Jaejoong menghentikannya. Jika Jaejoong membiarkan Yunho terus menontonnya, bisa-bisa Yunho langsung membakar televisi-nya saat tahu bahwa itu adalah film yadong!

Ugh... Jaejoong dalam dilema.

Yunho menatap datar Televisinya yang menampilkan seorang laki-laki yang diketahui bernama Lee HyukJae sedang berjalan sambil menjinjing tasnya yang berwarna ungu muda. Yunho sesekali menautkan alisnya, "Film apa ini? Kenapa dari tadi hanya menampakan orang berjalan saja? Dari belakang lagi."

YUNHO TIDAK MENGERTI! Sebenarnya maksud sang sutradara adalah untuk menampilkan tubuh bagian belakang—terutama bagian pinggang sampai paha—yang melenggak-lenggok dengan sexy.

Jaejoong hanya melirik Yunho tidak mau merespon. Tiba-tiba dia merasa panas dan bagian perutnya terasa gatal. Sesekali bergerak gelisah, sampai akhirnya dia menyerah dan bertanya, "Yuuunh... mana remote AC-mu?"

Yunho mengedip bingung. Padahal malam ini cukup dingin, kenapa Jaejoong mencari remote AC-nya? Yunho tadi sengaja mematikan AC-nya karena dingin, "Ada di samping meja, memang kenapa, Joongie?"

"Malam ini panas sekalihh, Yunh..." Jaejoong segera berdiri dan menyalakan AC di ruangan Yunho, tidak tanggung-tanggung langsung memasangnya dengan suhu 16 derajat. Yunho hanya merenggut bingung karena tiba-tiba suara Jaejoong jadi berkesan mendesah *?*.

Jaejoong memilih untuk duduk di lantai. Tubuhnya terasa panas dan terus mengeluarkan keringat. Jaejoong merasakan seakan ada bulu-bulu halus yang mengelitik organ-organ dalamnya membuat dia kadang mendesah kecil.

Yunho yang melihat gelagat kekasihnya mulai tidak jelas memilih untuk memperhatikan kekasihnya lebih lanjut dari pada televisi yang mulai menampakan sepasang namja yang sedang berangkulan. Yunho mendekati Jaejoong dan menyeka dahi Jaejoong yang berkeringat, "Kau sakit?" ujar Yunho cemas.

Tubuh Jaejoong sangat panas dan keringat mulai membasahi tubuhnya. Jaejoong bisa merasakan tubuh bagian selatannya sangat panas dan geli, dia membutuhkan seseorang untuk menyentuh bagian it—

DEG

Jaejoong sadar... tubuh memanas, ada sesuatu dalam dirinya yang berubah, berbagai macam gerakan gelisah dan yang paling penting bagian selangkangannya terasa gatal dia butuh seseorang untuk menyentuhnya. Ini... ini bukannya efek dari obat perangsang? Seperti yang pernah dia baca di buku-buku mesum!

Astaga, ini pasti ulah umma Yunho yang begitu iseng dan memasukan bubuk perangsang di minumannya. Jaejoong memandang Yunho dengan mata berkaca-kaca. Rasanya dia malu saat mengetahui bahwa sekarang ini tubuhnya dalam keadaan terangsang berat. Dan dia mulai merasakan sesuatu di selangkangannya mulai mengeras, "Yuhnn... Yunnie... haah..." tangan Jaejoong mulai mengerayangi tubuhnya sendiri. Tangan kirinya memeluk bagian dadanya sedangkan tangan kanannya dia letakan di antara selangkangannya untuk menjadi tumpuannya sekaligus untuk menutupi 'miliknya' yang sudah mengeras.

Yunho menyibakkan poni Jaejoong dan mengelap dahi kekasihnya yang basah. Dia memasang wajah khawathir jangan-jangan Jaejoong demam gara-gara tadi sore harus menggunakan baju dari eomma-nya yang terbuka. Omo... sepertinya lain kali dia harus menentukan baju mana saja yang boleh di gunakan Jaejoong. Tidak boleh yang terlalu terbuka!

Jaejoong menatap Yunho. Entah kenapa Yunho terlihat sangat sexy dan sensual. Rambutnya berantakan dan wajahnya tampak segar, sepertinya tadi Yunho menyempatkan diri mencuci muka. Piyama birunya tampak tidak serasi di mata Jaejoong, ingin rasanya membuka piyama itu dan menatap dada bidang Yunho yang berwarna coklat. Yunho lebih tampan dalam keadaan topless, menurutnya.

Mata Jaejoong perlahan turun dari ke daerah bawah Yunho. Mungkin tanpa celana itu juga Yunho akan tampak 100 kali lebih tampan. Aigoo... tiba-tiba Jaejoong ingin melihat benda yang berada di selangkangan Yunho. Dia yakin 'milik' Yunho pasti lebih gagah dari miliknya. Jaejoong perlahan berlutut dan tangannya dia ulurkan. Jaejoong menggunakan tangan kanannya yang terjulur dan menekankan telapak tangannya ke paha Yunho untuk menjadi tumpuannya. Dia memajukan wajahnya agar bisa berhadapan dengan Yunho. Dengan perlahan tangan kirinya ikut menyusul dan dia menempelkan telapak tangannya di lutut Yunho. Jaejoong mengelus pelan lutut Yunho dan perlahan dia pun menyerudukkan kepalanya ke perpotongan leher dan pundak Yunho.

Tangan Yunho yang terjulur dan hendak mendorong Jaejoong terhenti karena tiba-tiba tangan kiri Jaejoong mengelus pundaknya dan turun sampai siku. Kembali ke pundak lalu turun ke siku kembali, "Joongie..." Yunho bergumam pelan untuk menyadarkan Jaejoong. Tetapi dalam posisinya ini membuat Jaejoong menangkap bahwa Yunho sedang mendesah di telinganya mengingat bahwa bibir Yunho dan telinganya sangat dekat.

"Yuuun... peluk aku." Jaejoong mulai bergerak dan duduk di pangkuan Yunho. Tangan kanannya yang dari tadi menekan paha Yunho sebagai tumpuannya dengan lembut naik dan menekan leher belakang Yunho agar kepala Yunho bisa terendam di dadanya. Ternyata pengaruh obat perangsang bisa membuat tokoh utama kita se-nafsu ini.

Yunho hanya menurut walaupun sebenarnya dia sangat bingung. Apa yang terjadi terhadap Joongie-nya? Tubuh Jaejoong panas dan terus berkeringat. Tetapi di sisi lain Jaejoong terlihat sedang kesakitan menahan sesuatu. Apakah Jaejoong sedang meminta Yunho memeluknya agar dapat mengurangi sakit yang Jaejoong terima? Di opera sabun yang biasa umma Yunho tonton, biasanya saat karakter wanita sedang dalam kesusahan atau kesakitan, karakter pria akan menolongnya dengan memeluknya sambil menggumamkan kata-kata penyemangat. Mungkin saja Jaejoong sedang membutuhkan ketenangan. Ah... kesimpulan yang sangat coretbodohcoret cerdas.

Yunho mengelus punggung Jaejoong berusaha untuk memberikan ketenangan. Tetapi hal ini malah di anggap Jaejoong bahwa Yunho sedang memberikan rangsangan-rangsangan kecil yang membuat tubuhnya bergetar pelan. Jaejoong segera membenamkan wajahnya ke rambut Yunho saat tangan Yunho yang kasar mengelus punggungnya berkali-kali, rasanya tubuhnya semakin panas dan terangsang.

"Yuuunh..." Jaejoong mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Yunho membuat seluruhnya menempel erat. Dan jika Yunho memiliki tingkat ke-pervert-an seperti Yoochun, pasti dia sudah mengira sesuatu yang keras dan menekan perutnya adalah 'benda' Jaejoong yang mengeras. Tetapi karena ternyata tokoh utama kita ini super innocent dia mengira itu adalah bagian dari baju Jaejoong. Orz...

Jaejoong semakin bergerak gelisah tangan kanannya bergerak dan mengelus dada Yunho walaupun sama sekali tidak berefek apapun bagi Yunho, tetapi tangan Jaejoong semakin bergetar hebat saat telapak tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan nipple Yunho yang memang pada dasarnya sedikit menonjol. Aish, Jaejoong juga ingin Yunho menyentuhnya. Menyentuh dadanya lalu turun ke pinggangnya yang oh tentu saja terdapat banyak sekali titik sensitif-nya, setelah itu mengelus pantatnya dan meremas pahanya. Membayangkan tangan Yunho melakukan pekerjaan nista itu saja membuat Jaejoong tidak sadar mendesah pelan.

Yunho menjauhkan wajahnya untuk melihat wajah kekasihnya. Wajah Jaejoong memerah sampai telinga. Keringatnya masih menetes dan matanya tampak sayu. Bibir Jaejoong sangat merah mengingat Jaejoong terus mengigit bibirnya saat pikiran kotornya bekerja dengan hebat.

"Jae..."

"Kepalaku pusing. Panas... Yuun." Jaejoong merengek lalu menunduk dan mengusap hidunya ke leher Yunho. Jaejoong sangat suka saat hidungnya bergesekan dengan jakun Yunho yang membuat perutnya serasa di aduk-aduk. Entah kekuatan dari mana, Jaejoong dengan lihai membuka dua kancing teratas piyama Yunho dan jelas membuat Yunho memekik kaget.

"Ya! Joongie!" Yunho mengeram saat tangan kiri Jaejoong masuk ke dalam piyamanya. Entah kekuatan dari mana, Jaejoong dengan lihai membuka dua kancing teratas piyama Yunho dan jelas membuat Yunho memekik kaget.

"Ya! Joongie!" Yunho mengeram saat tangan kiri Jaejoong masuk ke dalam piyamanya dan telapak tangan Jaejoong menggesek dadanya lembut. Gerakan Jaejoong semakin bernafsu ditandai dengan tangan Jaejoong semakin memasuki piyamanya dan meraba perutnya—walaupun Yunho merasakan usapan itu semakin lemah, tetapi tetap saja rasanya ganjal.

Yunho yang merasa diabaikan segera mendorong tubuh Jaejoong dan...

'Kluk'

Jaejoong pingsan saudara-saudara. Kepala Jaejoong langsung menunduk dalam dengan wajah yang masih memerah. Sepertinya Jaejoong tidak kuat menahan hasratnya yang sama sekali tidak bisa di tumpahkan. Ck... coba Yunho me-rape-nya pasti hal ini tidak akan terjadi.

Yunho mendesah lega lalu mengeluarkan tangan Jaejoong yang masuk ke dalam piyama-nya. Menggendong Jaejoong dan merebahkannya di kasurnya, sambil menyeka keringat Jaejoong dengan tangannya.

Tsk, Jaejoong seperti berada di bawah kendali. Yunho berjalan ke arah nampan yang ada di atas karpetnya dan mengendus minuman milik Jaejoong. Jangan-jangan dicampurkan dengan alkohol atau segala sesuatu hal yang lainnya? Dan Yunho merasakan jelas bahwa bau minumannya dan Jaejoong, BERBEDA!

Entah kenapa Yunho jadi tersulut emosi. Bukannya ini sudah keterlaluan? Mencampurkan seenaknya sesuatu yang tidak jelas bahkan membuat Jaejoong sampai pingsan—menurut pandangan Yunho. Ini pasti ulah eomma-nya.

Yunho beranjak keluar kamar sambil membawa gelas bening yang masih bersisa seperempatnya. Dia turun ke lantai bawah dan melihat eomma-nya sedang tertawa dengan Yoochun di ruang makan. Dengan cepat Yunho mendekati eomma-nya dan memukulkan bagian bawah gelas itu ke atas meja, "YAH! Eomma masukan apa ke minuman Jaejoong? Dia sampai pingsan tahu!" Yunho menatap sinis eomma-nya. Ck...

Umma Yunho melongo dan menatap Yoochun sadis. Bukannya tadi dia sudah memberi tahukan Yoochun bahwa gelas bening itu untuk Yunho... Aish, bocah kecil itu minta DIBUNUH!

Sedangkan Yoochun yang merasakan aura setan segera memamerkan jari telunjuk dan tengahnya sebagai tanda 'peace', sambil nyengir tidak berdosa.

"Jadi sekarang Jaejoong pingsan?" Umma Yunho mencoba tenang menghadapi anaknya yang sedang kesal. Yunho membalas pertanyaan eomma-nya dengan anggukan. Umma Yunho mendesah pelan dan beranjak pergi, "Umma mau lihat Joongie." Setelah itu umma Yunho naik ke kamar Yunho.

Umma Yunho melihat Jaejoong sedang terbaring dengan wajah merah. Dia mengusap wajah Jaejoong lembut, "Aigo... Joongie harus sangat bersabar menghadapi Yunho ya. Maaf sebelumnya harusnya minuman itu untuk Yunho. Aish, apa Yoochun belum memberi tahumu?" Umma Yunho beranjak dan mengambil remote televisi Yunho dan mematikan televisi itu yang sedang menampakan adegan yang tidak pantas untuk ditonton manusia di bawah 21 tahun.

"Kenapa anakku sangat innocent? Ck. Bahkan menonton seperti ini saja tidak membawa pengaruh apapun untuknya. Jika suamiku yang melihatnya bisa-bisa aku jadi tahanan kamar selama beberapa hari."

"Aku mengidam apa ya saat mengandung Yunho sampai bisa se-innocent itu?"

.


TBC


.

Lagu JYJ yang 'The Boy's Letters' bagus ya~ Gw lagi jatuh cinta sama lagu itu~

Setelah jatuh cinta sama lagu Shiwase Irono Hana-TVXQ, sekarang malah The Boy's Letters- JYJ. Kesannya mereka menciptakan lagu galau terus ya (=A=")

.

Btw, SIAPA YANG PUNYA COO-nya JYJ? Author minta (T . T )" Ntar dapet ciuman gratis deh #plak

Kemaren nggak sempet di download. Pas mau download udah di hapus ;;w;;q

.

Ada berita yang bilang bahwa Yunho udah punya kunci apartement Jae ya? Terus-terus 'katanya' tetangga JJ sering ngeliat mobil audi Yunho terparkir indah di depan apartment JJ~ UHUUUUYYY~ *author sedang mencari kepastian, niiih...*

.

Awalnya adegan Jaejoong yang sedang terangsang itu lebih hot dari yang ini. Bakan sampai dua-duanya topless. Tetapi mengingat bahwa Yunho adalah seorang innocent boy. Author langsung menghapusnya dan mengantinya dengan yang 'lebih' normal (T , T )

.

Author nggak bisa Update kilat lagi~ udah sekolaaah~~ ;D

Sibuk-sibuk.. Entah kenapa masuk sekolah gw dipilih untuk jadi ketua kelompok ini lah.. itu lah.. arrr.. Mati aja deh.. =A="

Pada dasarnya bisa aja sih update cepet. Tapi apa daya author harus jaga kesehatan. Menulis itu butuh waktu yang kosong loh~ Dan waktu kosong itu malam hari. Dan malam hari author harus dapet tidur cukup karena anemia. Kalau kurang tidur, terus kecapean, kumat deh. (TAT")

.

Aish.. Abang Yoochun makin hari makin ganteng yaaa~ X/D *author pun semakin tergila-gila dengan Yoochun*

Makasih ya yang udah review.. *peluk Yoochun #plak*

Disini nggak ada pairing Yoosu. #deepbow. Ntar kalo di masukin Yoosu kesannya maksa. Author ingin fokus dengan YunJae~ Bikin YunJae-nya aja author udah stress =A="

Ada yang protes adegan ciuman chap kemarin nggak hot. Author juga maunya sih yang hot (T,T) tapi kan Yunho innocent mana enak ciuman kalo ukenya udah melancarkan berbagai macam serangan tetapi semenya diem. Lagian itu fristkiss JJ juga. Jadi masih agak gugup.

Cerita ini SANGAT JAUUUUH dari adegan NC~ Kkkk~

Ah ya.. Author baru sadar dengan penulisan gw yang berkesan datar, terlalu banyak deskripsi dan minim percakapan. Di chap ini sedang berusaha membuat pecakapannya lebih banyak, tetapi tetep aja gagal (T,T). Terus, terus cara menulis gw kesannya terlalu baku dan kaku. Jadi agak susah gimanaa gitu bacanya. Huh... cacad (TAT). Kemarin-kemarin habis meneliti *?* cerita ini yang gw tulis. Ternyata mengetik di laptop membuat cara menulis gw jauh berbeda dengan mengetik cerita di ponsel. Kalau mengetik di ponsel terkesannya lebih santai dan enak di baca (TAT) Tapi berhubung keypad ponsel cacad jadi maklum deeeh~

.

Mau minta pin-ku? WANI PIRO? #plak