You Mine! [Chap 4]
Author : bekipan
Main cast : Oh Sehun (EXO), Kim Jongin a.k.a Kai (EXO)
Other cast :Choi Junhong a.k.a Xi Junhong, Oh Hayoung, All member EXO
Length : Chaptered
Genre : Romance, Friendship, University life, family
Rated : M
Warning : switch gender, Boy!Kai, Girl!Sehun;Baekhyun;Kyungsoo;Tao;Xiumin
Dont like dont read^^
Typos epriwer tekewerkewer wohoho
Alur cerita dapat berubah kapan saja/?
Maapin yak aku hiatus ngerjain ffnya wkwkw, apa reader sudah siap baca chap 4? Tapi disini ada adegan ekhm loh wkwk, makanya aku post sehabis lebaran, maaf kalau part nc nya kurang hot, pemula/?
Monggo dibaca wkwk
Preview chap3
Sehun nampak berpikir, lalu dai memandang kai dengan senyum manisnya "Hm boleh sunbae" akhirnya mereka bertukar nomor ponsel, kai tersenyum bangga dengan kemodusannya yang berhasil.
"Ah iya sehunnie jangan panggil aku sunbae, panggil saja aku kai atau jongin oppa, arra?" jelas kai pada sehun, yang hanya dihadiahi oleh anggukan manis oleh sehun. Dan sungguh anugerah terindah yang terjadi dalam hidup kai karna sudah mendapat nomor telpon pujaan hatinya.
Happy Reading~
-Author POV-
Sehun dan kai masih berbincang, mereka terlihat saling melempar lelucon dan tertawa nyaring...berdua, sekedar untuk mengalihkan rasa bosan mereka yang tengah menunggu luhan dan hayoung. Tak terasa sudah 1 jam mereka disini...parkiran mobil dekat taman dimyeongdong. Mereka sepertinya tidak perduli dengan waktu yang semakin larut/? Mereka enggan untuk diam atau beranjak meninggalkan satu sama lain. Jika mereka lapar mereka pergi berdua ke warung tenda dekat taman, jika mereka haus mereka pergi keminimarket didekat parkiran/? Sepertinya mereka telah sama-sama jatuh cinta sehingga enggan untuk meninggalkan satu sama lain.
Tak berapa lama muncul lah luhan dan hayoung dari arah taman, nampaknya urusan mereka sudah selesai. Setelah luhan dan hayoung sampai ditempat dua sejoli yang tadi masih asyik berbincang, dia langsung berpamitan untuk pergi ke base camp mereka-kai dan luhan- namun tidak lupa sebelumnya dia meminta kai untuk mengantarkan hayoung dan sehun. Kai tidak mungkin menolak bukan, ini adalah kesempatan langka karna bisa mengetahui dimana bidadarinya tinggal, sepertinya Para Dewa dan Dewi sangat mendukung perasaan kai.
"Eh? Kalian sudah selesai?" tanya sehun pada hayoung dan luhan yang hanya dijawab anggukan kepala oleh keduanya. Hening sejenak sebelum luhan memecah suasana "Kalau begitu aku undur diri, teman-temanku sepertinya sudah menunggu" ujarnya sambil tersenyum.
"Oh iya kai bisa kau antarkan mereka pulang?" tanya luhan pada kai sedang berjalan menuju mobilnya. Kai masih mencerna kata-kata luhan tadi
1 detik
2detik
1menit
"Ah ya tentu saja hyung" ucap kai bersemangat saat luhan memintanya mengantar sehun dan adiknya, tapi tak apa yang penting ada sehun."Eng tapi apa tidak apa-apa kalau kai oppa mengantar kami? Bukannya kai oppa juga ada urusan?"ujar sehun sambil melirik kearah luhan dan kai bedrgantian.
"Ah kalau masalah itu kau tidak perlu memikirkannya sehunnie" jawab kai dengan senyum menawannya."Baiklah kalau begitu" sehun menyetujui ucapan luhan untuk diantar oleh kai. "Kalau begitu aku duluan" kata luhan yang sudah melesat pergi meninggalkan mereka"
'ternyata si rusa itu membantu juga, aku jadi bisa tau dimana gadisku tinggal' kai meyeringai tipis. "Kajja kita pulang hayoungie" sehun tersenyum pada adiknya, dan berjalan menghampiri kai, hayoung masuk kedalam mobil, menempati kursi penumpang dibelakang, kai berjalan memutar dia mencegah tangan sehun yang akan membuka pintu mobil, ya setidaknya dia ingin memberikan kesan yang...ya romantis mungkin saat pertama kali mengantar sehunienya.
Kai dengan sopan membukakan pintu untuk sehun dengan sedikit membukukan badannya dan berujar "Silahkan masuk nona manis" kai lagi-lagi menampilkan senyum menawannya
BLUSH
Timbul rona merah dikedua pipi sehun yang putih atas perlakuan kai padanya, sungguh kalau boleh jujur ini pertama kalinya sehun diperlakukan seperti ini oleh seorang pemuda. Cepat-cepat sehun menunduk, takut kai melihat pipinya yang memerah. "Go-gomawo oppa" sehun berujar seraya masuk kedalam mobil. Kai menyeringai, dia tahu bahwa sehun menyembunyikan pipinya yang merona 'sungguh cantik' kai membatin.
Setelah menutup pintu, kai pun masuk kedalam mobil, dia duduk dikursi pengemudi disebelah sehun. Dia memakai seatbelt dan menyalakan mesin mobilnya lalu melesat membelah jalanan kota seoul menuju kediaman keluarga Oh.
***Skip Time***
Sekitar 45 menit berlalu akhirnyamereka sudah sampai didepan kediaman keluarga Oh. Hayoung sudah turun sejak mereka sampai, tapi sehun? Dia masih didalam karna kai bilang dia yang akan membukakan pintu untuk sehun. Kai keluar dari kursi pengemudi berjalan memutar ke sebelah kanan mobil, membuka pintu penumpang...sehun pun keluar dari persembunyiannya dengan wajah merona yang dia tutupi karna menunduk, setelah kai menutup pintu dia pun berbalik menghadap sehun.
"Gomawo oppa sudah mengantarkan kami" ujar sehun seraya membungkuk dengan rona merah yang masih setia bertengger dipipi putihnya. Kai tersenyum menawan-lagi- dihadapan sehun "Gwaenchana, bukan kah memang seharusnya begitu, seorang pria mengantar seorang gadis hingga depan rumahnya" kai menyeringai tipis.
"Tapi oppa mengantar 2 orang gadis" sehun menatap kai dengan tatapan polosnya sambil sesekali berkedip, lucu pikir kai. "Kkk itu hanya perumpamaan sehun-ah, kau ini dasar" kekeh kai sambil mengusak rambut sehun pelan.
Blush
Lagi-lagi semburat merah muncul dikedua pipi sehun, dia mengerucutkan bibir plumnya...lucu."Uh oppa kau membuat rambutku berantakan" rajuk sehun sambil merapikan rambutnya yang berantakan, kai tersenyum memandang gadisnya yang tengah merajuk "Ekhem" sebuah deheman membuyarkan dunia dua sejoli itu, kai dan sehun menoleh serentak kearah pagar dimana hayoung tengah menatap mereka dengan senyum jahil.
"Eonnie tidak mau masuk? Diluar sangat dingin, jika eonnie sakit nanti tidak bisa bertemu dengan oppa tampan itu kkk" goda hayoung seraya terkekeh melihat sehun yang membulatkan kedua matanya dan kai yang menggaruk kepala belakangnya dengan kikuk.
Dengan gugup sehun mengucapkan kata-kata lembut yang menyapa pendengaran kai, yang menyebabkan benda didada kiri pemuda itu berdegup lebih cepat dari sebelumnya "E-eum kalau begitu aku masuk dulu oppa. O-oppa hati-hatilah dijalan" pipi sehun merona mengucapkan kata-kata itu pada peuda tampan dihadapannya, setelah mendapat anggukan dari kai, sehun menyusul hayoung masuk kedalam rumah, tapi sebelum dia benar-benar memasuki gerbang dia mengucapkan sesuatu seraya melambaikan tangannya "Jika sudah sampai kabari aku ne oppa" kalimat itu mengakhiri pertemuan mereka hari ini.
Kai masih termangu didepan rumah sehun, dia masih mencerna kata-kata yang baru saja pujaan hatinya katakan 'kabari aku ne oppa' apa dia memintaku untuk menghubunginya? Benarkah? Apa aku dapat lampu hijau darinya? Astaga Oh Sehun!' Batin kai menjerit girang, tapi sepertinya bukan hanya batin kai, pemuda itu kini sedang melompat-lompat sambil berteriak girang dengan pipi merona mendengar penuturan gadis manis itu.
***Skip Time***
Setalah kejadian membahagiakan tadi didepan rumah gadis pujaannya, kini kai terlihat seperti orang stress, itu pendapat sahabat-sahabatnya, karna sejak dia datang, bibir tebal yang sexy itu terus menerus tersenyum idiot sambil melamun. Suho dan chanyeol yang notabenenya adalah saudaranya sampai bergidik ngeri, takut-takut kai kerasukan roh jahat yang hoby tersenyum.
'Ada apa dengannya? Apa dia kerasukan?' batin chanyeol bingung. 'Lihatlah senyum menjijikan itu, hampir sama seperti chanyeol..idiot, ada apa sebenarnya dengan si hitam ini' batin suho ikut bingung
Seolah mengetahui apa yang suho pikirkan, dengan wajah masamnya chanyeol benatap sinis suho yang lagi-lagi bingung atas kelakuan chanyeol "Jangan samakan aku dengan kai, hyung" suho hanya bisa cengo mendengar penuturan chanyeol 'Apa dia mind reader' lagi-lagi suho membatin
Kris yang baru saja datang bingung melihat suho dan chanyeol saling melempar tatapan yang sulit diartikan, dan lagi kai yang sedang senyum-senyum sendiri. Kris hanya bisa menggelengkan kepalanya, sepertinya hanya dia yang normal diantara teman-temannya, tapi itu sih pendapatnya. Tapi rasa penasaran kris yang tinggi menggerakan pemikirannya untuk bertanya pada kai
"Hey kkamjong, kau kenapa? Apa kau sakit?" kris berucap setelah mendudukan dirinya disamping kai "Aku sedang jatuh cinta hyung" kai blakblakan menyatakan bahwa dirinya sedang jatuh cinta? Oh sungguh itu bukan kai yang sesungguhnya. "Jadi kkamjong kita bisa jatuh cinta juga eoh? Hebat sekali" ejek kyungsoo kekasih suho pemuda berwajah angelic namun bisa berubah menjadi devil ketika dia marah. Kakak dari seorang kim Jongin a.k.a kai yang memiliki nama asli Kim Jeonmyeon dengan surai pirang dan dompet setebal...ntahlah sulit dijelaskan.
"Siapa gadis beruntung yang bisa menaklukan uri kkamjongie?" gadis manis yang tadi bersama kyungsoo pun ikut angkat bicara, karna terlihat terkejut saat mendengar perkataan kris tadi. Gadis manis dengan pipi sedikit gempil, mata sayu seperti puppy dan meliki eye smile itu bernama Byun Baekhyun kekasih dari seorang yoda dobi bernama Park Chanyeol, gadis berperawakan tidak kalah mungil dari kyungsoo dengan surai coklat panjang sepunggung, memiliki suara indah dan tubuh molek serta penyuka buah strawberry itu kini sedang bermesraan dengan sang kekasih.
Kai memutar bola matanya malas "Bukan urusan kalian!" dia teringat sesuatu. Dia harus menghubungi malaikatnya saat sudah sampai, ah betapa bodohnya dia sampai melupakan itu. Sedetik kemudian dia merogoh saku celannya mengambil benda pipih hitam dan mencari ID seseorang, cari-cari-cari dan gotcha! Akhirnya dia menemukan ID orang yang dicarinya, ID yang membuatnya lagi-lagi tersenyum 'Angel Hunnie' tanpa membuang waktu lagi dia menekan tombol hijau yang langsung tersambung pada sang malaikat/?
Tuutt...ttuut..tutt...
Nada khas sambungan telpon terus berbunyi, kai masih setia menunggu dan berharap orang yang dia telpon akan segera menjawab panggilannya, namun perasaan gundah menyergap kai, dia terus berpikir apa sehun sudah tidur, atau sedang ada yang mengapeli, kai gelisah, dia menggigit bibir sexynya untuk menyalurkan rasa gelisahnya
Tapi sebuah suara lembut membuyarkan semua spekulasi liarnya, sebuah kurva tercetak diwajah tegas kai yang tidak bisa luntur begitu saja
"Yeobeoseyo?"
"Yeobeoseyo sehunnie" jawab kai penuh kelembutan, sedangkan temannya-temannya hanya memperhatikan pemuda itu tanpa melanjutkan kegiatan mereka.
"Ah kai oppa kan? Bagaimana sudah sampai?" kai lagi lagi tersenyum
"Ya aku kai, hm aku sudah sampai dengan selamat" katanya pelan
"Syukurlah kk mianhae oppa tidak langsung menjawab panggilan mu, aku baru selesai mandi" sehun berujar malu-malu dan tanpa kai ketahui disana, sehun sedang merona hebat dan jantungnya berdegup kencang
Kai terkekeh mendengar nada bicara sehun, namun seringai jahil terpatri diwajah tampannya "Tak apa sehunnie, hh andai saja aku disana pasti kita bisa mandi bersama" sehun disebrang sana terus mengigit bibir bawahnya karna malu, sedangkan teman-teman kai hanya menatap datar dan memasang tampang malas kearah sang raja pervert
"Oppa! Aku malu!" ada nada gemas dalam kalimat sehun yang membuat lai tidak bisa menahan tawanya
"Hahaha bercanda sehunnie" kai tersenyum lembut seperti biasa, dan telpon itu terus berlanjut hingga larut, hingga sehun tertidur, dan selama itu pun semua teman-teman kai sudah kembali pada aktivitas mereka.
TBC...
Huah maap ,aap ya telat apdet, lagi sibuk pkl sama tugas nih muehehe, harap maklum
Maaf juga di chapter ini lebih singkat dan abstrak, tiba-tiba hilang kata-kata, tapi mudah mudahan dichapter selanjutnya lebih panjang, dan kaihun momentnya lebih banyak
Buat yang sudah review terimakasih...dan semoga makin banyak yang review muehehe
Dont be silent rider guys '-')b
RnR?
