Kim Beaudine Family Secret

.

.

.

Title : Kim Beaudine Family Secret

Main Cast : Do Kyungsoo, Oh Sehun, EXO Member

Genre : Romance, Family, Hurt

Rate : T

Leght : Chaptered/sequel

Note : This Is HunSoo, disini aku menggunakan character di novel Susan Elizabeth Phillips – Call Me Irresistible, dan novel Lorraine Heath – A Duke Of Her Own.

.

.

.

= Happy Reading =

.

.

.

...

...

...

Previous chapters

"nuna. Mungkin besok pagi saat nuna bangun aku sudah tidak dirumah. Jadi jangan merindukanku."

"memangnya kau akan kemana?"

"ayah dan ibu akan menjemputku besok, pagi-pagi sekali."

"itu lebih baik." Cibir Kyungsoo dengan mimik muka masa bodo.

Beginilah jika Jisung dan kyungsoo bertemu. Mereka akan saling mendebatkan hal kecil apapun itu. "ngomong-ngomong nuna, tadi aku melihatmu pulang diantarkan seorang laki-laki. Jika aku tidak salah lihat nuna berpelukan dengannya, dan tadi aku melihat bagian pentingnya. Nuna habis berciuman bukan? Dasar munafik. Nuna bilang nuna tak akan menyukai pria lagi setelah Jasper hyung meninggal. Ahh...yatuhan hatiku terluka."

"ahh...jika tidak salah laki-laki yang tadi aku lihat kenapa wajahnya mirip dengan Jasper hyung? Nuna siapa dia?".

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

Suara sirene ambulan menggema, darah berceceran di sudut ruangan. Mata orang lain menatapnya dengan takut, sebuah aksi pembunuhan kembali terjadi. Selasa 12 Desember 2017. Aksi pembunuhan seorang pengusaha kaya terhadap istrinya menjadi salah satu topik pembicaraan yang hangat, beritanya dengan cepat menyebar keseluruh penjuru kota.

para reporter sibuk meliput mengenai detail kejahat tersebut, polisi berlarian mencoba memecahkan masalah. Seorang Jaksa yang sedang bertugas kembali menghela nafas berat, "kasus ini terlalu mudah diselesaikan."

...oOo...

"maaf kemarin oppa tidak menjemputmu. Ada meeting mendadak."

"meeting apanya? Sekertaris oppa bilang jika meeting dibatalkan dan diganti hari kamis. Oppa menjemput Jisung di bandara Incheon kan? Dasar pembual besar."

"itu...itu karena ayahnya sangat cerewet, dan aku tidak bisa apa-apa selain menurut sayang."

"menggelikan, jangan panggil aku seperti itu."

Jongin diam. Memang benar ucapan Kyungsoo itu, jadi dia tidak bisa menyangkal jika Kyungsoo sudah punya buktinya. "kemarin aku melihatmu di toko buku bersama seseorang, apa dia kekasihmu Soo?"

"kekasih? Siapa? Asal oppa tau, laki-laki Korea tidak menarik sama sekali untukku."

"terserah kau saja," Jongin memiringkan kepalanya sambil mengingat-ingat sesuatu. Haiss, aku benar-benar yakin jika anak nakal ini bersama seorang laki-laki kemarin.

Kyungsoo menekan tombol power remote yang ada didepannya, televisi kembali menayangkan berita yang diliput tadi malam. Kyungsoo sampai bosan melihat berita pembunuhan itu. Apa susahnya memenjarakan seseorang sudah terbukti bersalah? Dan dari pada membuang-buang waktu dengan meliput kesana-sini, mencari informasi kesana-sini. Sangat memuakkan.

"aku penasaran dengan wajah pembunuhnya." Ujar Kyungsoo polos.

"wow. Daebak, semua saluran televisi menayangkan berita yang sama, mereka benar-benar konyol."

"oppa. Apa jaksa yang bertugas menangani kasus ini Suho oppa?"

"aku tidak tau, dia tidak pulang selama dua hari." Ucapan Jongin membuat Kyungsoo melebarkan mulutnya. Jika Suho tidak pulang ke rumah selama dua hari, dimana manusia itu?

"dia pasti sedang bersenang-senang dengan kekasihnya di apartemennya." Ujar Jongin tanpa dosa. Seakan mengetahui isi pikiran Kyungsoo.

"apa aku boleh meminta alamat apartemen Suho oppa?"

"untuk apa?"

"aku akan kesana." Jongin menelan ludahnya, selama ini Jongin yang mengetahui alamat apartemen Suho saja tak pernah berani berkunjung kesana. Lalu ada apa dengan Kyungsoo?

"apa kau demam? Apa kau sakit?" Jongin menempelkan tangannya ke dahi Kyungsoo. "tidak. Tidak panas."

"aiss...aku tidak sakit."

Jongin mendekatkan diri ke arah Kyungsoo, ingin membisikkan sesuatu, dengan iklas Kyungsoo memasang telinga lebar-lebar.

"gangnam. No 1293. Kusarankan agar kau tidak kesana Kyungsoo, kau tau, saat pagi-pagi seperti ini kau kesana. Kau akan mendengar suara desahan dan erangan dari mulut Suho dan kekasihnya."

"dasar mesum." Jongin nyengir. Memamerkan giginya yang putih dan rata.

"antarkan aku kesana oppa, aku akan datang ke sekolah sedikit terlambat."

"baiklah. Kau menyusahkan."

Jongin menepati janjinya mengantarkan Kyungsoo ke apartemen Suho. Sebenarnya hatinya ragu apakah ia harus mengantarkan adiknya ini ke apartemen Suho atau tidak. Jika Kyungsoo melihat Suho dan kekasihnya sedang melakukan rutinitas paginya, maka Suho akan merasa malu. Dan itu menguntungkan Jongin, namun Jongin tak akan mencari keuntungan dengan cara seperti itu.

Mobil mewah Jongin dengan cepat terparkir cantik di bassement apartemen. Kyungsoo keluar dari mobil terlebih dahulu, mengabaikan Jongin yang sedang membalas pesan kepada sekertarisnya jika ia akan datang sedikit terlambat dikarenakan adiknya yang sangat menyebalkan.

"oppa, cepatlah."

"emm."

Kyungsoo memasuki lift bersama Jongin di sampingnya, Kyungsoo hanya diam saat Jongin memencet tombol 45. Apartemen yang dihuni Suho dan kekasihnya ini membuat Kyungsoo sedikit kesal. Bagaimana bisa hanya sebuah apartemen mempunyai 52 lantai. Sangat tinggi, dan Kyungsoo membenci sesuatu yang tinggi.

Lift itu terbuka, Kyungsoo dan Jongin keluar dan mencari apartemen no 1293, belum sempat Jongin menekan bel apartemen Suho keluar dengan sangat rapi, mengenakan jas hitam dan kemeja putih serta dasi hitamnya. Rambutnya disisir keatas menampakkan jidatnya.

"yatuhan kau mengangedkanku." Ujar Suho sambil mengusap dadanya.

"oppa sedang apa disini? Kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya Kyungsoo penasaran, kakinya sedikit berjinjit untuk melihat isi apartemen Suho, namun terhalang karena Suho menghalanginya.

"aku yang seharusnya menanyakan itu."

"hyung, setidaknya ajak kita kedalam, aku dan Kyungsoo sudah sangat jauh-jauh datang kemari karena merindukanmu."

"omong kosong, lagipula, memangnya aku menyuruhmu datang kesini?" Suho melirik Kyungsoo yang menunduk dengan mata tajamnya. Jongin yang masih penasaran dengan wajah kekasih Suho tetap mencoba melihat kedalam apartemen Suho.

"ohoo...apa kekasihmu masih disini?" Jongin mulai sedikit menggoda Suho. "apa kekasihmu sangat cantik, sampai-sampai hyung takut mengenalkannya padaku?"

"sudahlah, kau sebaiknya pergi ke kantor dan antarkan Kyungsoo ke sekolah bukannya kemari." Ujar Suho sedikit menahan emosinya.

"ohoo...pasti kekasih oppa sagat cantik." Kyungsoo mulai mengikuti yang Jongin lakukan.

"siapa namanya?" tanya Kyungsoo sedikit antusias.

"bukan urusanmu."

"tak mungkin itu namanya."

"yatuhan, sudahlah Kim Kyungsoo. kau harus segera berangkat sekolah atau kau akan terlambat, kau juga Kai."

"namaku Jongin, Kai hanya berlaku di kantor Mr Suho."

"baiklah, terserah kau saja." Ujar Suho kesal. "ahh benar, Jongin-ah, mampirlah di kediaman Mr Park, dan berikan surat...aku akan mengambilkannya." Suho kembali masuk kedalam apartemen, tak lupa menutup pintunya sehingga Jongin dan Kyungsoo tak bisa masuk kedalam. Dan kembali keluar dengan sebuah surat yang terdapat tulisan. 'Surat Pengunduran Diri'

"apa hyung berencana berhenti menjadi jaksa? Untuk apa surat ini?"

"jangan banyak bertanya, berikan saja pada Mr Park, dia akan mengerti jika kau mengatakan surat ini pemberian dariku."

"baiklah."

"bagaimana denganku? Siapa yang akan mengantarkan ku ke sekolah?" tanya Kyungsoo dengan wajah memelas.

"yatuhan aku lupa. Berangkatlah bersama Suho hyung saja. Aku ada banyak urusan, dan sekarang ditambah dengan acara mampir ke kediaman Mr Park."

"benar. Kau berangkat bersamaku saja Soo."

"tidak mau." Ujarnya tegas. Menolak mentah-mentah. "aku ingin diantarkan Jongin oppa."

"terserah kau saja." Jongin menghela nafas berat, sekarang tugasnya bertambah. Yatuhan.

Tak lama kemudian Kyungsoo dan Jongin meninggalkan area apartemen Suho. "Soo, kau harus memberiku upah karena mengantarmu kesekolah. Dan aku sudah memikirkan upahnya, saat diperjalanan telfon Mom dengan panggilan video."

"aku sudah tau jika ini memang tak akan gratis. Aku tidak mau."

"kalau begitu pergi sendiri kesekolah."

"baiklah."

Ohh, damn. Jongin kalah lagi dengan ucapan Kyungsoo. "baiklah-baiklah aku akan mengantarmu. Jika saja ini bukan perintah dari Dad mungkin aku sudah meninggalkanmu."

"kalau begitu tinggalkan saja."

"hei! Kau seharusnya berpikir terlebih dahulu sebelum bicara."

"aku sudah berpikir oppa."

"terserah kau saja."

Ponsel Jongin yang ada didalam saku jasnya berbunyi, sebuah panggilan masuk, Kyungsoo tak ambil pikir, biarkan saja Jongin mengangkat panggilannya. Masa bodo dengan jam yang sudah menunjukkan pukul 06:45. Tinggal lima belas menit lagi bel tanda masuk sekolah akan dibunyikan.

"oppa cepatlah. Aku sudah agak terlambat." Jongin berlari ke arah Kyungsoo setelah memutus sambungan telepon dan memasukkan ponselnya ke saku. "maaf Soo. aku benar benar harus bergegas, 15 menit lagi metting akan diadakan dan aku harus berada disana secepatnya.

"bagaimana denganku? 15 menit lagi bel masuk akan berbunyi."

"aisss...yatuhan." Jongin sedikit berpikir keras, perusahaan sedang membutuhkannya secepatnya dan ia terjebak disini bersama Kyungsoo. well, bukankah metting lebih penting dari pada keterlamatan Kyungsoo?

Seorang mahasiswa yang berpakaian rapi berjalan didepan Jongin dan tanpa sengaja Jongin melihat jika seragam siswa yang baru saja lewat ini sama dengan seragam yang dikenakan Kyungsoo. "hagsaeng...bisakah aku meminta bantuanmu."

"ohh. Bantuan apa? Kyungsoo." Kyungsoo yang merasa namanya dipanggil menghadap ke sumber suara dan matanya bertemu dengan mata Sehun. Tunggu? Sehun? Apa yang dilakukan Sehun disini?

"kalian sepertinya saling kenal. Kau bersekolah di Han Young High School bukan? Bawa sekalian adikku. Aku ada metting mendadak. Yatuhan."

Setelah mengatakannya Jongin tanpa rasa bersalahnya segera pergi dari hadapan Sehun dan Kyungsoo. meninggalkan sebuah kecanggungan di antara mereka. Efek saat Kyungsoo memeluknya tadi malam saat Sehun pertama kali mengantarnya pulang masih saja membuat dada Sehun berdegup kencang.

"Sehun oppa. Maaf tentang perlakuan Jongin oppa yang seperti itu."

"tak apa, lupakan saja...cepatlah, kita akan terlambat."

"o...oh ya."

Kyungsoo mengikuti langkah Sehun dibelakang sambil mengutuk Jongin yang seenaknya saja meminta bantuan pada Sehun. Memangnya Kyungsoo barang? Seenaknya saja bilang 'bawa sekalian adikku.'

Sehun dan Kyungsoo sama-sama diam saat berjalan menuju bassement dimana motor besar Sehun di parkir dengan cantik. Sehun yang terlihat gugup dan Kyungsoo yang terlihat salah tingkah.

"Kyungsoo, maaf aku hanya punya satu helm."

"tak apa, lagi pula aku tak suka mengenakan helm."

"hmm, naiklah."

Awalnya Kyungsoo sedikit ragu apakah ia harus kembali menaiki motor Sehun yang besar ini. Dan akhirnya memutuskan mengikuti yang Sehun katakan. Lagi pula jika Sehun yang menyetir tak akan secepat pembalap. Kecuali dalam keadaan genting seperti sekarang.

"peganglah yang kuat. Ini akan sangat cepat. Waktu kita hanya tinggal 10 menit atau gerbang sekolah akan ditutup."

"t...tapi."

Sehun tau ini akan terjadi maka, ia tak ada pilihan lain selain membuat dadanya semakin berdegup kencang. Tangan Sehun meraih kedua tangan Kyungsoo dan melingkarkan tangan Kyungsoo di perutnya dengan erat. "ekhmm...pegang dengan erat."

Kyungsoo gugup setengah mati. Jika saja situasinya tidak seperti ini, kyungsoo memilih merengek kepada kakaknya untuk mengantarkannya kesekolah. "jangan terlalu cepat."

"akan ku pikirkan."

...oOo...

Saat Sehun mengendarai motornya Kyungsoo rasanya ingin mati saja. Sehun mengendarai motornya dengan sangat cepat. Bahkan sampai melanggar lampu merah. Biarkan saja anak Sehun yang bertanggung jawab jika ia di datangi polisi. dasar manusia gila.

"kau mengendarai motormu seakan mengajak ku mati saja."

"haha maaf."

"apa aku terlalu cepat? Kurasa itu masih setengahnya."

"sudahlah, aku harus masuk ke dalam kelas."

Sebelum Kyungsoo membalikkan tubuhnya untuk pergi dari hadapan Sehun. Sehun terlanjur memegang lengannya dengan erat sehingga membuat Kyungsoo kembali menghadap Sehun. "kau belum mengucapkan terima kasih. Untuk tadi malam dan sekarang."

Kyungsoo kikuk. Entah kenapa perasaan gugup menjalari perasaannya. Tidak biasanya Kyungsoo seperti ini, biasanya dia hanya akan merasa biasa saja dengan semua laki-laki, tapi berbeda dengan Sehun. Laki-laki ini sepertinya membawa dampak yang besar terhadap perasaannya. Wajahnya yang mirip dengan mendiang mantan kekasihnya membuat Kyungsoo sedikit kehilangan akalnya.

Ahh. Tepatnya bukan mirip. Mereka hanya terihat sama tapi tidak benar-benar sama. Jika dilihat lebih jelas Sehun lebih tampan dari Jasper. "oh...itu. terima kasih."

"sama-sama." Sehun mengucapkannya sambil menampakkan senyuman manisnya, hingga membuat Kyungsoo ikut tersenyum manis.

Sehun mendekatkan wajahnya ke telinga Kyungsoo dan membisikkan sesuatu yang sangat tidak ingin Kyungsoo dengar. "untuk pelukan yang tadi malam kau belum mengucapkan terima kasih." Ujar Sehun sambil berlalu meninggalkan Kyungsoo yang mematung.

Kyungsoo tak ambil pikir dengan ucapan Sehun. Ia harus segera masuk kedalam kelas atau Mr Lee akan mengamuk jika tidak mendapati satu muridnya tidak berada di kelas. Dan sesampainya dikelas semua wajah menghadap ke arah Kyungsoo. seakan Kyungsoo adalah seorang kriminal.

Saat Kyungsoo mulai duduk di bangkunya Baekhyun yang notabenya memang suka penasaran langsung mendekat ke arah Kyungsoo dan bertanya tentang macam-macam, Kyungsoo hanya memutar bola matanya malas, semua yang Baekhyun katakan tidak benar seratus persen. Itu semua hanyalah omong kosong.

"hei, jangan bohong padaku. Fotomu dan Sehun yang tengah berciuman sudah tersebar luas di internet."

"apa!? hei. Bagaimana bisa? Bahkan aku dan Sehun tak pernah berciuman."

"pembual. Look Ms Kim. Ini real bukan editan."

Kyungsoo dapat melihat jika memang yang ada di dalam foto itu benar-benar Kyungsoo yang tengah berciuman dengan Kyungsoo. bukankah mereka tidak pernah berciuman. Dan latar tempat menandakan itu ada didepan rumah Kyungsoo saat malam hari. Apa seseorang dengan jail memotretnya? Kyungsoo harus memastikan mereka tidak salah paham.

"hei. Aku benar-benar tidak berciuman dengan Sehun. Yang kalian pikirkan salah." Ujarnya mencoba menyangkal.

"benar. Aku dan Kyungsoo memang berciuman."kalimat sarkatis itu keluar dari mulut Sehun, manusia es. Mulutnya memang tidak bisa dikondisikan.

"hei. Apa kau sedang demam? Hei kau bahkan tau bukan jika kita memang tidak berciuman. Dasar manusia es." Sehun mengabaikan ucapan Kyungsoo karena Mr Lee sudah masuk ke dalam kelas.

"Good morning student."

"Morning sir." Jawab mereka serempak.

"okay, untuk hari ini kalian bebas. Untuk itu aku akan memberi kalian tugas. Hafalkan percakapan di halaman 56, berpasangan sebangku. Minggu depan penilaian." Keluh kesal keluar dari mulut para siswa tapi tidak dengan Kyungsoo. well, dia satu-satunya yang paling pandai bahasa inggris.

Setelah mengatakan tugas yang harus mereka kerjakan. Mr Lee pergi meninggal kelas. Dalam beberapa saat kelas kembali rusuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kepala Kyungsoo pusing. Sehun tak menyangkal apa yang mereka katakan dan menganggapnya biasa saja. Tapi tidak dengan Kyungsoo. ini salah paham.

"yatuhan. Aku dan Sehun tidak berciuman, percayalah. Jadi kembali ke bangku kalian dan duduk dengan tenang sambil menghafalkan tugas dari Mr Lee." Tegas Kyungsoo dengan tatapan setajam jarum suntik.

"jadi apa yang sebenarnya terjadi saat itu Soo?" tanya Baekhyun penasaran saat melihat Sehun dan Chanyeol menghilang dari pandangan mereka.

19:30 malam di saat Sehun pertama kali mengantarkan Kyungsoo Pulang.

Sehun malam itu menepati janjinya. Ia benar-benar mengantarkan Kyungsoo setelah mempir ke toko buku. Dan karena Sehun sangat lama memilih buku untuk nunanya. Maka Kyungsoo berakhir sampai rumah semalam ini. Sebenarnya belum malam. Dan jika Kyungsoo mau menunggu mungkin Jongin akan datang ke sekolah dan menjemputnya, namun entahlah, hatinya memilih menemani Sehun ke toko buku. Setidaknya itu membuatnya senang.

"terima kasih atas tumpangannya."

"emm...lain kali jika kakak mu belum menjemputmu kau bisa pulang bersamaku, arah rumah kita sama." Kyungsoo akan memikirkannya.

Kyungsoo sebenarnya sekarang ini ingin sekali langsung masuk ke dalam rumah dan merebahkan tubuh lelahnya ke kasurnya yang empuk, namun karena Sehun tak kunjung naik kembali ke motor besarnya dan tak segera pergi dari hadapannya, maka Kyungsoo akan menunggu Sehun hilang dari pandangannya.

"kenapa tidak masuk?" itu pertanyaan sarkatis yang tidak keren. Kyungsoo malu sendiri jika mendengarnya.

"aku...aku akan masuk saat kau sudah menaiki motormu dan menghilang dari pandanganku." Ujar Kyungsoo sekuat tenaga menjaga suaranya agar tak terdengar gugup.

"hahaha uacapan macam apa itu, seharusnya seorang laki-laki yang mengatakan itu." Sehun benar.

"ahh...benarkah?"

"masuklah. Diluar sangat dingin. Aku akan pergi setelah kau masuk." Bagaikan seorang gadis yang diantar pulang kekasihnya. Hati Kyungsoo langsung berbunga-bungan.

Tapi bukan karena Sehun yang membuat hatinya berbunga-bunga, entah ini memang pikirannya atau isi hatinya. Ia kembali teringat dengan Jasper yang selalu bersikap manis dengan dirinya. Wu Jasper Skipjack yang selalu memperhatikannya. Walaupun Jasper hanya menganggap Kyungsoo adiknya. Kyungsoo sudah sangat senang, karena bagaikan memiliki kekasih seorang kakak.

Tanpa sadar, mata Kyungsoo terus menatap wajah tampan Sehun yang sangat mirip dengan Jasper. Yang ditatap hanya diam, menikmati wajah manis didepannya. Sangat manis. Jika Sehun bisa ia akan mencubit pipi Kyungsoo sekarang juga.

"boleh aku memelukmu?" tanya Kyungsoo yang membuat Sehun mengangkat satu alisnya.

"ahh...tidak. lupakan saja." Kyungsoo malu bukan main. Kenapa juga mulutnya itu mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak di ucapkan? Dasar bodoh.

Tapi tanpa Kyungsoo sadari Sehun menarik tangan Kyungsoo dan memeluknya dengan erat. Sejujurnya ini memalukan, Sehun dan Kyungsoo belum terlalu lama mengenal dengan baik satu-sama lain. Dan mereka sudah berpelukan seperti sepasang kekasih yang ada di drama-drama korea. Uhh...sangat tidak keren.

"terima kasih." Kyungsoo mengeratkan pelukannya lagi. Dan dalam beberapa detik melepaskannya. Namun Sehun tak benar-benar melepaskannya. Ia menatap dua obisidian Kyungsoo yang bulat dan indah.

Mata itu mengitari setiap lekuk wajah Kyungsoo, dan entah kenapa wajah Kyungsoo terasa sangat berkali-kali lipat lebih cantik jika Sehun melihatnya sedekat ini. Matanya terpejam dan bibir itu mencoba menempel dengan bibir Kyungsoo. namun sebelum bibir Sehun mendarat di bibirnya. Kyungsoo dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Sehun kebelakang dan langsung masuk ke dalam rumah.

"apa? apa aku baru saja di tolak?"

Sedangkan Kyungsoo yang sudah berada di dalam rumah. "sadarlah Kyungsoo. dia Sehun bukan Jasper."

Flashback END

"yatuhan. Rupanya mereka tepat sekali saat memotretnya."

"hei. Apa yang kau bicarakan? Aku yang rugi disini Byun."

"tapi Kyungsoo, pernahkan kau berpikir jika Sehun menyukaimu?" tanpa pikir panjang Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "mungkin dia tidak menyangkal ucapan murid lain karena dia kesal kau menolak saat akan dicium Sehun."

"kau ini semakin aneh saja Byun."

"hei. Aku bicara fakta. Chanyeol juga sering seperti itu jika aku menolak saat dia akan menciumku." Ujar Baekhyun mencurahkan isi hatinya saat di moment Chanyeol marah padanya.

Kyungsoo jadi bingung sendiri. Bagaimana bisa Sehun menyukainya. Mereka bahkan baru mengenal selama beberapa hari dan belum mencapai satu minggu. Dan Sehun sudah menyukainya? Tidak tidak. Itu tidak benar. Hanya spesikulasi bodoh Baekhyun. Ngomong-ngomong Baekhyun dan Kyungsoo sekarang menjadi sangat akrab karena Chanyeol memperbaiki hubungan mereka beberapa hari lalu dan menjelaskan semuanya.

"Soo. coba saja dipikirkan. Aku benar-benar yakin jika Sehun marah padamu karena kau menolak ciuman darinya."

"hei! Bagaimana dia bisa marah? Bahkan aku bukan kekasihnya."

"memang belum, tapi segera." Ujar Baekhyun sambil tersenyum mengerikan ke arah Kyungsoo.

"bahasa Koreamu semakin lancar saat kau sedang marah."

"jangan membuat lelucon konyol Byun."

"baiklah baiklah."

...oOo...

"kau benar-benar menciumnya?"

Pertanyaan Chanyeol membuat Sehun muak di jam-jam seperti ini. Sehun hanya diam. Malas menanggapi pertanyaan Chanyeol yang pasti tak akan ada ujungnya.

"aku bertanya padamu Mr Oh."

"hampir."

"apa?"

"aku bilang hampir."

Chanyeol sekarang tertawa entah kenapa. Tapi ia sejujurnya paham dengan apa yang dimaksud Sehun. Perkataan anak-anak tadi itu pasti hanyalah salah paham, dan tentang Sehun tak ingin menyangkalnya Chanyeol belum mengetahuinya. Seorang ketua OSIS seperti Sehun yang sangat tampan dan pintar kini tengah menjadi bahan perbincangan banyak siswa lain. Hahaha.

Sehun itu dulu tak pernah seperti ini jika dilihat-lihat lebih jelas lagi. Sehun itu orang sangat masa bodo dengan yang namanya kekasih. Ia menganggap jika memiliki seorang kekasih akan sangat merepotkan dan sangat tidak bebas. Memang benar, namun memiliki kekasih bisa membuatmu tersenyum kapan saja jika mengingat seseorang yang kau cintai.

"kau harus bergerak dengan cepat bung. Kyungsoo bukan tipe orang yang mudah didekati."

"yah, aku tau. Di sangat populer, pasti banyak laki-laki yang juga menyukainya."

"percayalah, Kyungsoo itu memang cantik tapi dia akan berubah menjadi sangat mengerikan jika sifat aslinya keluar." Chanyeol membual. Sehun hari ini seperti kehilangan nyawanya. Hanya memasang wajah lesu.

"tenanglah dude. Jika kau benar-benar menyukainya, aku akan membantumu dengan sekuat tenaga." Ujar Chanyeol sambil menunjukkan otot tangannya yang besar.

"apa kau merasa ada yang aneh dengannya?"

"tidak. Dia sama dengan seorang gadis."

"bukan itu maksudku."

"lalu?" Sehun berpikir keras mencoba mendeskripsikan apa yang ia lihat dan arasakan saat melihat mata Kyungsoo yang seolah menyimpan kesedihan yang mendalam. "bagaimana mengatakannya," Sehun mencoba lagi memikirkan kata-kata yang tepat agar menggamarkan apa yang ia rasakan. "Kyungsoo. dia seperti memiliki sebuah luka dan kesedihan. Ahh entahlah...lupakan saja."

Chanyeol masa bodo dengan ucapan Sehun yang sedang kemana-mana. Kyungsoo itu tidak seperti itu. Itu hanya apa yang Sehun rasakan, jadi tidak akan mungkin seratus persen benar. "dia hidup dengan dikelilingi orang yang menyayangiya. Itu tidak mungkin."

"aku tau. Forgeting. Aku sedang dalam mode tidak baik."

"tidak baik karena tidak mendapatkan ciuman Kyungsoo?"

...oOo...

Sebuah mansion dengan nuansa putih nan elegan. Terlihat sangat ramai dengan para maid yang berlarian kesana-kemari mempersiapkan sebuah pesta kecil di taman belakang mansion yang sedikit luas. Seseorang yang di tunggu kedatanganya pun masuk ke dalam area taman. Semua mata tertuju pada satu objek. Wu Yifan Skipjack.

Putra pertama keluarga Wu yang akan segera menjadi pewaris semua harta yang dimiliki keluarga Wu.

"selamat datang sayang." Itu suara sang ibu.

"Thank You Mom."

"bagaimana kabarmu sayang. Yatuhan, kau terlihat lebih kurus dari biasanya." Yifan tersenyum sedikit. Ibunya itu akan menjadi sangat perhatian jika sudah ada di hadapan Yifan. Putra satu-satunya yang ia miliki.

"dimana Dad?"

"dia sedang dalam perjalanan pulang. Kau harus makan dan mandi terlebih dahulu setelah menempuh perjalanan jauh."

Yifan menuruti ucapan ibunya, ia lekas duduk di sisi ibunya dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan didepannya. "bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa terlalu berat?"

"no Mom. Semua lancar."

"berhenti saja menjadi seorang dokter jika terlalu berat untukmu. Dad bilang kau harus melanjutkan bisnisnya."

"aku bukan orang yang suka berbisnis Mom."

"Mom tau. Mandilah setelah perutmu kenyang. Mom akan mengurus rumah kaca sebentar."

Setelah kepergian ibunya dari hadapan Yifan. Ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk dari seseorang. Yifan mengabaikannya dan memilih menikmati makanannya.

Menikmati makanan kecil sambil ditemani pemandangan yang sangat indah ini membuat Yifan mengingat akan adik perempuannya. Dimana kiranya dia sekarang. Apa keluarganya memperlakukannya dengan baik? Bunga mawar adalah kesukaannya. Dan ice cream adalah belahan jiwa adik perempuannya. Yifan memang belum pernah bertemu secara langsung dengan adiknya. Tapi ia yakin jika dia memang adiknya. Karena beberapa bukti telah menjelaskannya.

Bosan dengan apa yang ia makan dan yang ia lihat, Yifan memilih mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya. Tujuan ia datang ke Korea karena ayahnya dan ia harus segera bicara dengan ayahnya agar ia bisa langsung kembali ke Lexington dan melanjutkan pekerjaannya.

"aku sudah menunggu Dad sangat lama, bergegaslah."

Terdengar suara 'baiklah' dari seberang telefon, dan Yifan dengan sengaja menekan tombol merah tanpa menanyakan kabar ayahnya dan sedang berada di mana. Tipikan seorang anak yang tidak baik. Meskipun sifatnya terkenal baik, jika sudah berhadapan dengan ayahnya akan berubah menjadi monster yang menakutkan.

Tak lama kemudian seorang yang sangat Yifan tunggu muncul dan duduk di sebelahnya. Yifan berdiri dan memberi hormat. Sebenci apapun Yifan dengan ayahnya. Manusia di depannya ini masih tetap ayahnya dan suami dari ibunya.

"apa yang ingin Dad bicarakan? Langsung ke intinya saja."

"kita bicarakan di ruang kerja Dad."

Yifan menuruti dan mereka pindah posisi ke ruang kerja ayahnya. "langsung saja katakan Dad."

Wu Spence Skipjack mengeluarkan sebuah foto yang berukuran sebesar ponselnya. Dan memperlihatkan fotonya di depan mata anaknya. "Kim Kyungsoo Beaudine."

Yifan masih dalam mode tidak mengerti, karena ayahnya hanya mengatakan nama dari seorang gadis yang ada didalam foto. "bawa gadis ini ke rumah ini dalam keadaan sehat. Setelah itu aku akan membiarkan kau melakukan apapun yang kau suka. Bawa dia kemari dengan caramu."

Setelah mengatakan apa yang ingin ia bicarakan di dengan putranya. Wu Spence Skipjack hanya memandangi putranya. Mencoba membaca pikiran putra yang sangat ia sayangi ini.

"siapa dia?"

"kau akan tau jika kau sudah menemukanya."

"apa yang Dad bicarakan? Aku tidak mengerti."

"dengan kata lain aku menyuruhmu menculik gadis itu dan membawanya ke mari."

"tapi siapa dia?"

Mr Wu semakin bingung, bagaimana caranya menjelaskannya kepada putranya. Sangat tidak mungkin jika mengatakannya begitu saja. "ibu mu sakit Yifan."

Bagaikan sebuah petir di siang bolong. Yifan tercengang ketika mendengar perkataan ayahnya. Ibunya yang selama ini terlihat sehat-sehat saja kenapa mendadak menjadi sakit? "katakan dengan jelas Dad."

"tumurnya sudah menyebar, kemungkinan ibumu hidup hanya sesaat. Dan di saat-saat terakhirnya ia akan menghabiskan waktunya bersama mu dan dia." Sejujurnya situasi seperti ini yang sangat Mr Wu benci. Mendadak menjadi mellow bukanlah stylenya. Akan tidak sangat keren jika seorang Wu Spence Skipjack menangis.

"temukan dia bagaimanapun caranya."

"apa ayah bercanda? Foto ini sudah sangat lama. Dan mungkin sekarang dia sudah besar dan wajahnya tidak lagi sama dengan foto yang ayah tunjukkan bukan."

"Soo Beaudine. Aku yakin kau mengenalnya."

Yifan memang mengenalnya. Tapi apa hubungannya Kim Kyungsoo Beaudine dengan Soo Beaudine. "jangan berbelit-belit Dad."

"kau cukup pintar untuk menjadi seorang dokter, dan aku yakin kau paham dengan apa yang ku maksud nak." Sesungguhnya Yifan tidak paham.

"adikmu."

Yifan berpikir sejenak saat ucapan ayahnya semakin memperjelas apa yang sedang ia pikirkan. Kim Kyungsoo Beaudine dan Soo Beaudine. Sepertinya sangat mudah ditebak.

"dia adikmu Yifan. Seseorang yang pernah Jasper cintai sebelum dia meninggal."

.

.

.

.

.

TBC

Anyeong all...huwaaa sekarang Bang_KAI kesayangan ane lagi ultahh...unchhh...yawloh semoga KAI panjang umur. Rezekinya lancar. Semoga yang di semogakan tersemogakan abangku sayang. I lope you bang_KAI. Unchh jadi kangen KAI *abaikan.

See you bye bye all.

Happy Birthday For You Kim Jongin/Kai (Kesayangan ane :* :* :*)

Happy KaiSoo Day.