*I CAN TAKE YOU*
Disclaimer : masashi kishimoto yang punya naruto bukan saya
Rated : T
Genre : Romance
Pairing : sasuhina
Warning : OOC , TYPO , GAJE , Dll
Selamat membaca
Dimalam yang gelap dan hanya diterangi bulan dan bintang, seorang pemuda berambut emo dan bermata onyx berjalan menyusuri sepinya jalan raya sendirian.
Pria yang mempunyai nama Sasuke itu sedang menuju kesuatu tempat yang berada di sudut jalan. Dengan langkah mantap pria bernama Sasuke itu memasuki bangunan yang bisa dibilang tua.
Didalam tempat itu sangat berbeda dengan diluar jalan yang sepi tadi, didalam ruangan ini bukan hanya ada satu dua orang, tapi ada puluhan orang yang membanjiri tempat ini menjadikan tempat ini sangat ramai. Tapi Sasuke tidak memperdulikan berapa banyak orang yang ada disini, melainkan dia hanya memperdulikan satu orang yang sedang memegang lembaran-lembaran uang kertas ditangannya.
Sasuke yang berjalan menuju orang itu, dengan cepat sudah berada dihadapannya.
"Kakuzu, berapa taruhannya"
"Oh kau Sasuke, sudah datang"
"Hn, berapa ?"
"Oh, untukmu 1 : 10, karena yang akan kau hadapi adalah dia, juara dari kota sebelah" ucap kakuzu sambil menunjuk kearah seorang pria.
"Hn"
"Dia Zabuza, pemegang rekor 9 tahun tak terkalahkan, di kotanya"
"Aku tidak bertanya, ini kupertaruhkan semua uangku untukku"
"Baik aku terima"
Setelah memberikan uang taruhan, Sasuke berjalan menuju ring yang disediakan. Disepanjang jalan tak henti-hentinya orang-orang menyebut namanya.
"Black Devil !" berkali-kali, Black Devil adalah nama yang di pakai Sasuke di area ini. Nama Sasuke tidak ada yang tahu kecuali Kakuzu, satu-satunya orang yang dikenalnya disini.
Setelah melewati kerumunan itu, Sasuke akhirnya sampai di atas ring. Zabuza yang sudah berada disan memulai pembicaraan.
"Jadi kau yang menjadi lawanku, anak kecil"
"..."
"Apa kau terlalu takut padaku sehingga tak bisa berkata-kata"
"Kita mulai saja"
"Oh, kalau begitu ayo mulai"
Dengan itu mereka berdua memulai pertarungannya. Zabuza yang mengambil ancang-ancang terlebih dahulu mulai menyerang Sasuke.
Pukulan-pukulan melayang ke arah Sasuke, tapi dengan lincah sasuke menghindari pukulan itu.
"Apa hanya ini" ucap sasuke sambil menghindari pukulan Zabuza.
"Sial !" teriak Zabuza
Dengan cepat Zabuza memutar tubuhnya dan menendang dada Sasuke.
BUK
Sasuke yang menerima tendangan itu hanya mundur beberapa langkah.
HIAT
Tiba-tiba Zabuza maju memukul wajah Sasuke berkali-kali.
".ha. apa hanya ini kemampuanmu anak kecil" ucap Zabuza disaat memukul Sasuke.
Sasuke yang menerima pukulan itu hanya bisa melindungi wajahnya dengan kedua tangannya, lalu...
BAK
Sasuke menendang perut Zabuza dengan kaki kanannya.
"Ah...!"
Zabuaza yang terkena tendangan itu mundur kebelakang menahan sakit.
Sasuke pun dengan gerakan cepat memegang kepala Zabuza dan menghantamnya dengan lututnya.
Buk
Zabuza pun terjatuh dengan keras.
"Sial !" dengan hidung mengeluarkan darah Zabuza berdiri lagi.
"Hia !" teriak Zabuza sambil berlari kearah Sasuke.
Dengan gerakan memutar, Sasuke menendang Zabuza.
BAK
"Ah !" Dengan keras Zabuza terlempar kebelakang dan menghantam pagar kawat.
Karena menghantam pagar kawat, Zabuza terpental lagi kearah Sasuke.
Sasuke pun menyambutnya dengan menghantam leher Zabuza dengan kepalan tangannya.
PAK
BRUK
Zabuza pun ambruk terkena serangan vital itu.
HYEA...! Black Devil... Black Devil... Black Devil...
Teriakan-teriakan itupun membahana dimana-mana.
Sasuke yang berada diatas ring hanya menatap lawannya yang tergletak tak sadarkan diri dengan tatapan datar.
"Cih... merusak wajahku saja" ucap sasuke sambil memegang luka diwajahnya.
Sasuke yang sudah mengalahkan lawannya langsung keluar dari ring dan menuju kearah Kakuzu.
"Hebat Black hebat..." itulah suara yang didengar Sasuke saat menuju Kakuzu.
"Hebet sekali kau menjatuhkan juara 9 tahun itu kurang dari 5 menit"
"Seharusnya aku hanya butuh waktu satu menit"
"Cek...cek...cek...cek... kau ini tidak hanya hebat, tapi juga sombong"
"Hn"
"Ini uang kemenangan dan taruhanmu" ucapnya sambil menyerahkan uang kepada Sasuke.
"Hn" ucap Sasuke sambil menerima uang itu dan memasukkannya kesakunya.
Setelah menerima uangnya, Sasuke kemudian berjalan keluar dari tempat itu dan berencana pulang dengan segera.
.
.
.
Setelah beberapa menit berjalan, tiba-tiba getaran HP disaku celananya mengganggunya.
"Hn" jawab Sasuke stelah mengangkat HPnya.
"Iya aku akan kesana"
"Hn, baik sampai ketemu" dan dengan putusnya sambungan HP itu, Sasuke melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang ditujunya. Sasuke yang sedari tadi berjalan, akhirnya dia sampai ditempat yang dituju. Dia menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari orang yang menghubunginya tadi.
"Oi Sasuke, disini"
Meski deru musik keras membahana ditempat itu, tapi Sasuke dapat mendengar panggilan itu.
"Hn" gumam Sasuke sambil menuju tempat panggilan itu.
Disana dapat dilihat orang yang dikenal Sasuke sedang duduk-duduk bersantai di sebuah sofa. Didepan mereka tergeletak beberapa botol kosong yang habis diminum.
"Datang juga kau, Sasuke" ucap Hidan
"Hn" jawab Sasuke yang langsung duduk di sebelah Hidan dan mengambil botol didepannya lalu meminum isinya
"Kenapa wajahmu itu ?" tanya Hidan melihat wajah Sasuke tidak mulus lagi
"Apa dipukul gadis cantik kemarin, karena kamu ketahuan selingkuh" timpal Daidara dengan tertawa
"Hn" jawab Sasuke acuh
"Kalian ini, biarkan dia, jangan digoda terus" bela Pain
"Oke" jawab Hidan
"Kenapa kalian memanggilku kesini ?" tanya Sasuke
"Itu karena Sasori lagi punya uang, jadi dia mentraktir kita minum" jelas Pain sambil melirik Sasori di sebelahnya
"Hn ... sepuasnya ?"
Sasori hanya mengangguk
"Kalo begitu kita taruhan saja" ucap Sasuke
"Oke" ucap mereka bersamaan sambil melempar dompet mereka keatas meja, kecuali Sasori (dia kan yang mau bayarin, kalo kalah mana bisa bayar).
"Mulai" ucap Sasori selaku wasit
.
.
.
Setelah semalaman mereka minum, akhirnya satu demi satu mereka tumbang. Sekarang hanya tinggal Sasuke dan Hidan yang sedang menentukan siapa pemenangnya.
"Oi Sasuke, menyerah saja kau" ucap Hidan sambil meneguk satu gelas minumannya
"Cih lihat dirimu sendiri, bicara saja tidak jelas" ucap Sasuke yang juga meneguk minumannya.
Satu gelas
Dua gelas
Tiga gelas dan...
Bruk
Hidan akhirnya tak sadarkan diri mengikuti Pain dan Daidara yang sedari tadi sudah pingsan.
"Cih hanya segitu" ucap Sasuke yang masih meneguk minumannya
"Jadi kau yang akhirnya menang" ucap Sasori yang masih sadar, karena dia tidak begitu banyak minum
"Hn" ucap Sasuke sambil mengambil isi dompet yang ada didepannya
Setelah mengabil haknya, Sasuke melanjutkan acara minumnya.
"Sasori" panggil Sasuke
"Ya"
"Jika kau... membuat seorang gadis menangis, apa yang akan kau lakukan"
"Entahlah, aku tak pernah membuat seorang gadis menangis"
"..."
"Minta maaf saja, jika kau yang salah"
"Hn" 'Minta maaf'
.
.
.
.
.
Disuatu ruang kelas, seorang gadis berambut indigo sedang melakukan pembicaraan dengan teman-temannya.
HINATA POV
"M-maaf Sakura-chan, boleh a-aku bertanya s-sesuatu ?" tanyaku pada Sakura yang sedang makan di sebelahku
"Tanya apa Hinata-chan ?" balas Sakura yang masih mengunyah bentonya
"B-begini, j-jika seorang p-perempuan berciuman d-dengan seorang pria m-menurutmu bagaimana ?"
"Ya itu wajar saja Hinata-chan, itu normal" jawab Sakura enteng
"T-tapi jika d-dia melakukannya d-dengan pria yang b-bukan pacarnya bagaimana ?"
"Ya itu namanya selingkuh" jawab Sakura sambil mengacung-acungkan sumpit yang di pegangannya
"Masih ada ya wanita seperti itu" timpal Ino di sebelah Sakura
"Mungkin gadis itu bukan tipe setia" balas Sakura
"Hei hei, coba bayangkan jika sang pacar tau, apa yang akan terjadiya" ucap Ayame di sebelahku
Mendengar ucapan dari teman-temanku, aku hanya bisa menunduk dan tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika Naruto tau.
"Oh ya Hinata-chan, siapa yang kita bicarakan ini?" tanya Sakura yang membuatku kaget.
Aku pun mencari jawaban yang cukup logis untuk menutupi kebohonganku, mana mungkin kalau aku mengatakan bahwa akulah gadis yang kita bicarakan itu Sakura.
Apa aku ingin cari mati.
"I-itu, a-aku mendapatkan p-pertanyaan itu dari i-internet" jawabku asal yang menurutku tidak logis.
Akibat jawabanku yang super-super jenius, teman-temanku sekarang menatapku dengan aneh.
"Ya terserah lah, ayo kita lanjutkan makannya" ucap Sakura sambil melanjutkan acara makannya.
Akupun bernafas lega dan melanjutkan makanku.
"Ohya Hinata-chan, aku dengar Naruto-kun akan pergi selama 2 minggu karena ada Turnament di Suna?" tanya Sakura disela makannya.
"I-iya Sakura-chan, akhir-akhir ini dia jarang bersamaku karena mempersiapkan hal itu " jelasku
"Oh" balas Sakura
"Dengar-dengar cewek-cewek disana cantik-cantik loh, apa Naruto-kun tidak tergoda" goda Ayame sambil menyikut samping perutku
"Huss kau ini Ayame" ucap Sakura
"T-tidak apa-apa S-sakura-chan, a-aku percaya N-naruto-kun"
"Cie...Cie...Cie" goda mereka bersamaan.
Siangpun tiba, waktunya pulang pun juga tiba. Aku yang sedari tadi tidak bertemu dengannya membuatku sedikit bersukur. Apa karena Kami-sama menyayangiku jadi aku tidak dipertemukan dengannya, syukurlah terima kasih Kami-sama.
Hari ini aku pulang sendirian, tidak dengan Naruto karena dia pergi ke Suna, dan tidak dengan Sakura dan lainnya karena hari ini aku ada jadwal piket, jadi aku ditinggal mereka.
"huh nasip-nasip"
.
.
.
.
SASUKE POV
Aku membuka mataku tiba-tiba, kulihat sekeliling ruangan ini baik-baik. Disini sangat luas mungkin 10 kali atau lebih dari kamarku, disini juga ada barang-barang elektronik yang harganya selangit, perabotannya juga kelas satu. Di dinding kamar ini juga ada foto yang menunjukkan bocah rambut merah berumur 12 tahun dan bocah 6 tahun yang mirip dengannya. Dengan otak cemerlangku aku simpulkan dia Sasori dan adiknya Gaara.
Tapi aku tidak peduli dengan itu, yang kupedulikan sekarang adalah jam dinding di sampingnya.
"Jam 1, sial"
dengan cepat aku turun dari ranjang itu, aku tak peduli dengan Sasori yang sedang berpelukan dengan Pain disebelahku 'Aneh' dan juga saat aku menginjak kepala Hidan dilantai 'Bodoh amat' dan tanpa berpamitan aku pun berlari keluar rumah.
Sesampainya dijalan raya akupun segera menghentikan Taxi yang melintas dan menaikinya.
"Ke Konoha High School" ucapku kepada supir Taxi didepanku
"Ya" balasnya
Setelah hampir satu jam aku di dalam Taxi, dan akhirnya aku sampai dipintu gerbang KHS.
Aku langsung membayar ongkos Taxi itu dan segera turun.
Aku melihat kesekeliling tempat ini, ternyata murit-murit disini sudah pulang meski masih terlihat dua tiga orang yang ada disini.
Aku tidak memperdulikan orang-orang itu, yang aku pedulikan sekarang adalah mencari dia.
Dengan segera aku pun berlari masuke ke dalam sekolah untuk mencarinya, di kelasnya ,di halaman belakang, samping, sama saja nihil.
Akupun menjadi frustasi dan memutuskan untuk pulang, tapi tiba-tiba secerca cahaya terlihat didepanku.
Aku langsung berlari menuju arahnya.
.
.
.
NORMAL POV
"Hime !"
Deeg
Suara seseorang tiba-tiba membuat Hinata kaget dan membuat langkahnya terhenti.
'Kami-sama kenapa kau datangkan dia lagi'
Hinata dengan ragu akhirnya membalikkan badannya. Didepannya sekarang terdapat sesosok pria tinggi yang selama ini dia hindari.
"Kau mau pulang ?" kata Sasuke nama pria itu
Tanpa menjawab Hinata langsung berbalik dan meninggalkan Sasuke dibelakangnya.
Sasuke yang sedikit geram karena diacuhkan akhirnya menahan lengan kanan Hinata dan secara otomatis menghentikan langkahnya.
"Hime aku ..."
"Diam kau, dan jangan memanggilku Hime !" potong Hinata dengan nada tinggi, yang sontak membuat Sasuke kaget.
"Ada apa denganmu Hime ?"
"Sudah ku bilang, jangan pangil aku Hime !"
"Jika kau marah padaku karena kemarin, maka aku... minta maaf" lirih Sasuke.
"Aku memang marah soal kemarin, tapi aku lebih marah lagi saat bertemu denganmu !" ucap hinata dengan sorot mata tajam.
"Jadi tolong jauhi aku" lanjut hinata sambil membalikan badannya dan meninggalkan Sasuke dibelakangnya.
Sasuke dengan cepat langsung berlari kehadapan Hinata dan mencengkram kedua tangannya.
"Menjauhimu, itu takkan pernah terjadi" teriak sasuke didepan Hinata.
Tiba-tiba Sasuke melihat air bening mengalir di pipi Hinata yang langsung membuatnya mengendurkan cengkraman tangannya.
"Hentikan ini Sasuke, kau telah membuat aku goyah " ... "Jika seperti ini terus, aku akan jatuh kedalam perangkap cintamu Sasuke" ucap Hinata dengan kepala menunduk.
"Itulah tujuanku Hime, membuatmu jatuh cinta padaku" ucap Sasuke tegas.
"Jangan meragukan perasaanku Hime, aku tulus padamu" lanjut Sasuke.
"Itu tidak mungkin terjadi, aku sudah mempunyai kekasih yang aku cintai" ucap Hinata.
"Aku juga tidak mau di anggap tukang selingkuh Sasuke, jadi tolong jauhi aku" lanjut Hinata sambil melepas cengkraman tangan Sasuke dan berlari pergi meninggalkan Sasuke yang masih mematung ditempat itu.
"Menjauhimu Hime..." ucap Sasuke dengan senyum miris.
.
.
.
.
-tbc-
