Disclaimer
Sekali lagi Bleach bukanmilik Uki
Dilemma bukanpunya Uki
Terminator bukan bodyguard Uki
Si Komo bukan peliharaan Uki
Alice In The Wonderland milik Lewis Caroll
Lagu-lagu yang nyempil cuma minjem
*Jika Alice In The Wonderland itu milik Uki, Alice bukan ketemu ma Orang Gila Bertopi, tapi ketemu Don Patch*
Warning : Gaje, Abal, GaYuz (Garing dan jaYuz), Ngaco, Gado-Gado, AU, Pembunuhan Karakter, Pengaburan Identitas, Pencemaran Nama Baik, Penghancuran Image, OC(s)
Rate: T buat amannya ajah ganti apa ngga urusan nanti
Summary :
Cheshire telah memperingatkan. Melanjutkan perjalanan atau kembali. Dan pilihan berada di tangan Ichigo.
...
"Bimbang. Ada rasa takut dan ragu bercampur, menyusup dalam hatiku. Apakah harus melanjutkan atau kembali? Rukia, jika kau menjadi aku, apa yang akan kau pilih? "
Chapter 4: Dilemma
Kyouraku mengantar tamu-tamunya keluar ruang kerjanya bersama wakilnya. Cukup lama dua orang 'tamu' yang berpakaian kimono putih dengan hakama hitam berada disana *bayangkan pakaian miko dan pendeta, tapi obi dan hakama-nya bukan merah tapi hitam*.
"Maaf hanya bisa sampai pintu depan" kata Kyouraku saat mereka semua tiba di pintu depan barak kelompok delapan.
"Tidak masalah. Kami bisa menjaga diri" ucap si tamu pria yang beraut wajah sangat serius . Di depan pintu, tampak dua orang pria bershihakuso hitam nampak menunggu mereka. Dari pakaian, terlihat bahwa mereka bukanlah anggota Gotei 13 *mirip bajunya 'dinas'nya Yoshimori (Kekkaishi) tapi warna hitam plus satu set cangkir –eh katana dan wakizashi di pinggang*. Si pria terus berjalan melangkah keluar dari barak kelompok delapan, bergabung bersama dua rekannya yang telah menunggu.
"Lain kali, tolong jangan merepotkan 'kami' lagi" kata tamu yang wanita tanpa menoleh dan terus berjalan. Anggun.
"Akan kami usahakan" jawab Kyouraku.
"Ah. Kapten Kyouraku, apakah anda kenal dengan pemuda berambut oranye?" tanya wanita itu sambil menoleh dan menghentikan langkahnya. Cantik.
"Tidak"
"Begitukah?" ia memandang mata Kyouraku dalam. Kemudian tersenyum manis. Lalu ia kembali berjalan menyusul rekannya. Sebuah oshoji (pintu geser) tampak. Lalu mereka menghilang.
Setelah mengantar para tamu, Kyouraku dan Nanao kembali ke ruang kerja kapten divisi delapan. Suasana hening. Entah apa yang mereka pikirkan.
"Kapten, anda berbohong" Nanao memecah keheningan.
"..."
"Kenapa 'dia' menanyakan hal tentang Kurosaki, Kapten?" tanya Nanao cemas.
"Belum tentu pemuda yang ditanyakan itu Kurosaki, 'kan?" Kyouraku menjawab sambil mencium pipi Nanao.
PLAAKKK
"Aduuuh.. kau kejam sekali Nanao-chan"
...
"Haah.. Ribet amat yah... padahal cuma pengen ketemu Rukia" Ichigo bersandar dan menahan sebuah pintu, menerawang langit hijau dengan tatapan sayu bin memelas, curhat kepada Ceshire. *lagu latar, 'Dengarkan Curhatku' by Vierra*. Rasanya lelah sekali. Keringat tampak membasahi baju seragamnya.
"Itu urusanmu. Bukan urusanku" jawab Ceshire sambil menjilati bulunya.
Ichigo menoleh kepada Ceshire disampingnya. Masih dengan wajah memelas. Merasa diperhatikan, Ceshire menghentikan kegiatan mandinya.
"Apa aku akan menemui 'hal-hal aneh' seperti ini?" Ichigo bertanya dengan wajah ketakutan. Flashback..
...
Ichigo berjalan menyusuri hutan yang aneh ini tanpa tahu akan menuju kemana. Entah sudah berapa lama ia berjalan. Sekarang ini tidak hanya bingung, tapi pusing. Belum ditambah dengan perutnya yang sedang mendendangkan lagu keroncong 'Selendang Sutera'. Ichigo berjalan sambil mendumel gara-gara ditinggal Ceshire seenaknya.
'Aku hanya bertugas sebagai 'Pemandu'. Kau sendiri yang harus mencari pintu keluarnya lalu pergi dari dunia ini. Kau akan tahu dimana pintunya berada. Pintu itu ada, karena kau menggunakan sihir pembuka pintu sebelumnya. Jadi, kau bisa merasakan pintunya.' begitulah urai Ceshire sebelum tiba-tiba saja menghilang.
"Aku mesti jalan sampai mana nih? Seenaknya saja main tinggal! Mentang-mentang aku amatiran " suara Ichigo melemah dan pelan saat mengucapkan kata 'amatiran' itu
Dari jauh terlihat sosok yang sangat ia kenal. Ia memakai gaun pendek mengembang yang manis, berambut hitam yang sangat cocok dengan wajahnya, bermata violet besar, berperawakan mungil.
Rukia.
Eh? Tapi ada yang aneh. Sejak kapan Rukia memiliki telinga kelinci nan manis berwarna putih? Oke. Ichigo tahu bahwa Rukia sangat menyukai Chappy. Mungkinkah Rukia sedang melakukan aksi cosplay sebagai Chappy? *silahkan membaca kalimat tanya ini dengan meniru pembawa acara Sil*t atau I**ert Investigasi*.
Tanpa buang waktu, segera Ichigo mengejar sosok kelinci/Rukia itu.
"Woy..! Rukia..! Kelinci! Eh bukan ..CHAPPY..! TUNGGUUU!" teriak Ichigo sekeras mungkin.
"Telat.. Telat..Telat.." itulah yang terdengar dari sosok yang sedang dikejar oleh Ichigo.
Tak dinyana, Ichigo tersandung akar pohon dan jatuh dengan sangat tidak georgeus. Yep. Hilang sudah sosok yang mirip dengan Rukia itu. Ichigo bangkit dengan lesu. Kembali berwajah susah, Ichigo melihat kanan-kiri. Siapa tahu ada petunjuk tentang sosok (mirip) Rukia itu.
"Kau cari siapa?" tanya seseorang
Ichigo menoleh.
GLEK!
Tampak sosok-sosok peri mungil nan imut yang sangat mirip dengan Kenpachi, Ikakku, Shuhei dan Keigo dengan sayap transparan di punggung mereka dan memakai kostum balerina. Melihat hal itu, Ichigo tak mampu berkata apa-apa *muntah sih..*
"Ah .. Eng..Anu mas.."
"Panggil kita-kita dengan 'ses'!" sosok peri (mirip) Ikakku berkata dengan nada kebanci-bancian. Ichigo merinding.
"Maap ses, lihat Chappy lewat ga?" tanya Ichigo.
"Si Komo~ kali lewat~ awww~..." timpal peri (mirip) Shuhei.
"Macet dong chuy... yuuukk~" balas sosok peri (mirip) Ikakku sambil mengedipkan mata dengan genit.
"Kelinci Ngaret kali bo' yang dese' maksud" peri (mirip) Keigo angkat senjata –eh bicara.
" Ah Kelinci Ngaret buru-buru menghadiri pesta perjamuan minum teh. Itu tuh yang diadakan di istana. Ke arah sandang!" Jelas peri (mirip) Kenpachi.
"Makasih mas eh ses. Misi..." Ichigo buru-buru pamit dan segera berlari sejauh mungkin dari tempat yang menakutkan itu.
"Eh mo kemana say~? Godain kita donk~~!"
"Tenang bo' yeiy ga bakal eiyk gigit..! tulang kali digigit eh digigit" peri (mirip) Kenpachi latah.
...
"Hiiihhhh..." Ichigo merinding mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Apa mereka orang yang sama seperti yang aku kenal, Cheshire?" tanya Ichigo.
"Tidak. Mereka berasal dari dunia 'ini', bukan kenalanmu. Yah, mungkin saja kau akan menemui sosok-sosok yang kau kenal seperti sekarang"
"Apa nanti semuanya akan menyeramkan seperti ini?"
"Itu salahmu sendiri karena tidak bisa menahan diri!" sambar Cheshire.
...
Ichgo setengah mati berlari menuju istana seperti yang telah ditunjukkan oleh para peri. Rukia, bukan, Kelinci Ngaret ada di istana. Entah Rukia asli atau bukan, Ichigo tidak perduli.
Sesampainya di istana, Ichigo segera mencari Kelinci Ngaret. Ichigo yang berhasil menemukan sosok mirip Rukia itu lalu lepas kendali, memeluk Kelinci Ngaret di muka saya –eh umum dan berusaha menculiknya. Tentu saja tuan rumah dan para tamu undangan pesta tidak bisa membiarkan bintang acara mereka dibawa oleh Ichigo begitu saja. Mereka semua kompak mengejar Ichigo dengan membawa garu, golok, tombak, ketapel, gigi roda, obeng, sikat gigi, sabuk ikat pinggang, garpu, pipa besi, pemukul baseball, piring, obor, rantai, wortel dan lain sebagainya. Keadaan menjadi rusuh.
Kelinci Ngaret sendiri bukanlah selemah seperti kelihatannya.
Entah dari mana dia mengeluarkan gergaji mesin dan menyerang Ichigo secara membabi ngepet –eh membabi buta. Tidak terima jika dirinya di-interupsi dari show-nya dan diseret begitu saja dari atas panggung. Harga dirinya sebagai seorang entertainer sejati tidak bisa memaafkan hal itu. Aksinya mengalahkan para psikopat dan serial killer ternama yang pernah Ichigo ketahui. Tenaganya menyaingi Terminator yang konon susah untuk ditaklukan.
Kini Ichigo-lah yang panik dan berusaha kabur menyelamatkan diri dari kejaran Kelinci Ngaret dan amukan massa yang beringas dan bertindak anarkis *lagu latar 'Help' by The Beatles*.
Pontang-panting dia menyelamatkan diri.
'Oranye bodoh! Cepat kemari!' teriak Cheshire tiba-tiba.
...
Dan disinilah Ichigo dan Cheshire berada. Di atas menara yang paling tinggi di istana. Ichigo setengah hidup menahan pintu. Dibalik pintu itu, massa yang kesetanan berusaha mendobrak pintu. Mereka sungguh bernafsu menangkap Ichigo. Tidak ada jaminan jika nantinya Ichigo tetap utuh setelah ditangkap.
"KEMARI KAU JERUUUUKKK !" suara teriakan Kelinci Ngaret terdengar horor di telinga Ichigo. Tampak dua buah pintu berada di hadapannya.
"Yang kiri adalah pintu untuk kembali ke duniamu. Sedangkan yang kanan menuju dunia berikutnya. Jika kau kembali sekarang, waktu akan berputar dan berhenti sebelum kau menemukan buku itu. Hidupmu akan kembali seperti yang seharusnya. Jika kau memilih yang kanan, perjalanan akan dilanjutkan, bisa saja nyawamu melayang. Kau harus memilih" *lagu latar 'I Give My All' by Mariah Carey*. Sementara suara-suara massa yang anarkis sangat jelas terdengar dari balik pintu.
Lama Ichigo berfikir.
Jujur saja ada rasa takut membayang di hatinya. Satu sisi hatinya mengatakan bahwa ia harus kembali. Namun di sisi lainnya bahwa dia sangat ingin pergi menemui Rukia. Bukankah hal itu yang selama ini mengganggu hidupnya?
"Cepat!". Massa hampir berhasil menjebol pintu, pertahanan terakhir mereka.
"Aku memilih untuk melanjutkan perjalanan" pilih Ichigo. Rasa rindu mengalahkan akal sehatnya.
"Yakin?" tanya Cheshire
"Ya"
"Setelah ini mungkin saja bukan Soul Society yang akan kita tuju. Aku memang pemandu, tapi kuingatkan kau. Aku bisa pergi bersamamu mengunjungi dunia-dunia lain. Namun hanya empat dunia, yaitu Real World, Other Side, Underworld, dan dunia tempatmu berasal yang tidak bisa kumasuki. Apa kau siap?"
"Siap" jawab Ichigo dengan mantap. Ichigo bangkit dan melangkah menghampiri pintu di sisi kanannya. Perlahan pintu terbuka. Dan Ichigo pun pergi menuju dunia berikutnya.
"Khikhikhi...ini pilihanmu sendiri lho, Ichigo"
Bersambung...
"No matter what I do, all I think about is you.. " –Dilemma by Kelly Rowland
Title chapter minjem lagu Kelly. Setelah diliat-liat lagi, Uki seharusnya make 'Kapten' bukan'Komandan' di chapter 3 kemaren.. mangap.. Uki bakal berjuang membuat cerita yang bagus.. maap jika 'Rukia' di sini agak beringas (tenang dia bukan Rukia asli kok). Klo menurut readers bahasa banci yang Uki pake itu kurang atau jelek harap maklum..
Nantikan petualangan Ichigo di chapter depan ya!
Maap jika ada yang tidak sesuai dengan EYD. Maap juga jika tidak lucu or garing, ngebosenin bahkan bikin bingung readers semua. Makasih buat para readers yang sudi memberi review... Balasan review via PM..
Uki sadar bahwa Uki belum jago bikin cerita, so...saran dan kritik dipersilahkan. Flame juga monggo... RnR!
