AnjarW: Oke Man! Aku juga dapat infonya, hhe, so.. have another news?

Oracle88: Thanks

Adilia. taruni. 7:Oke sip!

Jongin48: Mnurutmu? Hhe

GaemCloud347: Jawabanmu nyerempet bener, jadi aku gak bakal bikin ch yang suppeeeer panjang! Hehe

HoMin 'El: EEww.. kurang panjang ne? semoga yg ini lebih satu kata, hhe

Shin. Hy. 39: Ini udah lanjut

Gu est: Kenapa gak usah bawa nama Krystal? Mereka kan sahabat?

Kamong Jjong: Eh kalo sekarang kan lagi bulannya badai matahari.. FFn bisa dibuka gak ya? Mau update FF baru nih

Askasufa: Kris? Hm.. kata orang aku gak boleh pake Kris, nanti Sehunnya kalah(?) hehe

Iyagimagine: ini udah lanjut, thanks

Safira: Ini udah lanjut, thanks udah baca

Flamintsqueen: Tao itu jelas temennya, thanks, hehe

Liaoktaviani. joaseo: Iya, ^_^

Jongkwang: Oke bro

Huang Zi Lien: Kamu udah lupa sama ch 3 nya lum? (aku lupa lo.. hehe)

Mizukami Sakura-chan: ini udah next

Cute: Adalah siapa? Kok reviewmu ke hidden? (horror lo.. sumpah di hp ku gak kelihatan lanjutannya.. hii)

Chotaein816: Ini udah lanjut, Semangat!


Thanks buat all yang udah review! Salam chankai!

Jinja! Ini banyak yang typo! Kemarin juga T_T hiks-hiks..

Readers gue.. kasi tau dunk gimana caranya biar ketikan ku enggak ke hidden (tiba-tiba ilang pas di update).. kan udah bikin sebaik mungkin buat ChanKai shipper se Indonesia malah pas di publish banyak kata-kata yang tiba-tiba ilang.. (bneran lo! Yang ch3 tu pas CHANKAI maen basket ada 1 paragraf sendiri yang ilang! Padahal di document wordku aku buka sekarang ada.. giliran aku kasih ke FFn malah ilang.. hii.. mistis..)


Berhubung kalian pada bingung mau panggil aku apa kalo review,

Buat readers yang merasa perempuan, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Oppa'

Buat readers yang merasa cowok, silakan panggil aku dengan sebutan 'BL-Hyung'


All ChanKai Shipper!

Let's Read!

.

.

ChanKai FF

.

.

.

My Lovely Maid


"Jaga baik-baik tubuh itu Dewi yang sangat dipuja Jongin" Tao menepuk pelan pundak temannya itu.

"A-aku masuk dulu" Tao buru-buru masuk begitu melihat namja tinggi berdiri tepat dibelakang Jongin.

"Kim Jongin" suara bass itu mengalun ditelinga Jongin. Membuat tubuh namja tan sexy itu merinding sejenak.


-My Lovely Maid-


"Kim Jongin" suara bass itu mengalun ditelinga Jongin. Membuat tubuh namja tan sexy itu merinding sejenak.

"Apa?"Jongin tahu jelas siapa namja dibelakangnya itu tanpa menoleh kebelakang ataupun sekedar melirik.

"Ikut aku" namja itu menggenggam erat tangan Jongin.

"Arght!Chanyeol!"Jongin reflek memekik ketika namja itu, Chanyeol meremat erat jemarinya menandakan luka itu benar-benar parah.

"Dasar anjing lemah" Chanyeol memandang rendah Jongin tanpa merenggangkan genggamannya yang sangat menyakitkan itu.

Mendengar ejekan itu lagi, Jongin kembali emosi.

"Potong tanganku, aku tak akan berteriak" Jongin mengeluarkan pisau lipat di sakunya dan mengarahkannya tepat di urat nadi tangan kanannya sendiri.

"Baiklah" Chanyeol merebut pisau lipat itu dan mengarahkannya.


ZRAAT!

Pisau lipat itu menyayat kelima jemari tangan kanan itu cukup dalam.

Mata Jongin terbelalak kaget. Namun tak ada teriakan sama sekali yang keluar dari mulutnya.

"Ikut aku" Chanyeol memerintah lebih tegas sembari menarik Jongin perlahan.

Jongin kali ini hanya bisa pasrah ditarik Chanyeol. Mata Jongin menatap darah yang mengalir terus menerus dari kelima jemari itu meski genggaman tangan Chanyeol kini sangat hati-hati menggenggam tangannya itu.

Chanyeol memasuki pesawat yang lebih tahu, ini pesawat pribadi milik Chanyeol seorang.

"Ini hadiah dari ayahku" Chanyeol seolah menjawab pertanyaan Jongin mengenai pesawat terbaru yang kini mereka masuki.

"Duduk disini, akan aku obati" Chanyeol perlahan mendudukkan Jongin di sofa merah panjang diruang itu.

Tak berselang lama namja Park itu kembali dengan kotak PPPK di tangan kanannya. Jongin mengamati kotak PPPK itu dengan serius.

Chanyeol segera meraih tangan kiri lentik namja tangan itu ditarik lagi oleh pemiliknya.

"Tidak, ini bukan racun" Chanyeol meraih kembali tangan kiri sangat perlahan membuka banyak plaster yang sepertinya sangat asal digunakan karena nyatanya luka-luka itu tak tertutupi dengan rapih.

"Jangan memaksakan dirimu" Chanyeol sudah selesai mengobati jemari itu dengan melilitkan perban hingga pergelangan tangan kiri Jongin.

Dan Jongin masih diam. Duduk dengan angkuhnya di sofa merah itu dan mengamati Chanyeol yang berjongkok didepannya membuka perlahan plaster-plaster dijemari kanannya.

"Tangan Dewi sangat halus dan rentan. Harusnya kau tahu itu dengan jelas" Chanyeol memberikan obat pada jemari-jemari tangan kanan lentik Jongin yang memerah tersayat-sayat kecil dan lecet.

"Aku bukan Dewi" Kai menjawab dengan nada dinginnya namun matanya mengamati jemari Chanyeol yang dengan mudahnya membelitkan perban itu meski bercak darah sedikit mengotori.


-My Lovely Maid-


"Pisau lipat ini jadi milikku" Chanyeol mengeluarkan pisau lipat yang tadi ia gunakan untuk menyayat jemari tangan kanan.

"Obati dulu jemari tangan kananmu" Jongin menghentikan tangan Chanyeol yang sibuk memainkan pisau lipat itu.

"Ini tidak sakit sama sekali" Chanyeol menatap lurus pada Kai.

"Bagaimana bisa tidak sakit jika darahmu mengotori kotak PPPK bahkan hingga kain kasa yang melilit kedua tanganku juga terkena?"Jongin menatap tajam Chanyeol yang sungguh tidak peduli dengan luka dalam di jemari tangan Jongin bukan terfokus pada kotak PPPK itu, tapi darah Chanyeol yang mengalir.

Nyatanyanya saat Chanyeol meraih pisau lipat yang dikeluarkan Jongin tadi, Chanyeol memang menyayat jemari tangan kanan, tapi jemari tangan kanannya sendiri..

Maka dari itu Jongin tidak berteriak karena sayatan cukup dalam itu dan Jongin mau saja ditarik Chanyeol ke pesawat ini.

Apakah ini salah satu bentuk penyesalan Chanyeol karena tak sengaja menggenggam terlalu erat tangan Kai yang sedang terluka tadi?

"Aku tidak mau" Chanyeol menyentak tangan Jongin lalu kembali mengamati pisau lipat itu dengan sangat tidak menanggapi tatapan Jongin.

SREETT..

BRUGH!

"Jong-" Chanyeol kaget ketika secepat kilat Jongin menarik tubuh Chanyeol yang masih berdiri itu sehingga jatuh terduduk di sofa mewah yang sama.


GREP!

Jongin mengurung Chanyeol diantara jendela pesawat dan sandaran sofa. Jujur Chanyeol sedikit kaget.

TEP..

Jongin meraih dengan perlahan jemari tangan kanan Chanyeol.

"Prince..biarkan saya sebagai maid, mengobati luka Anda?" Kai menatap Chanyeol lurus.

Glup,,

Sungguh Chanyeol tak seperti mimpi. Didepannya adalah Kai.. ya, itu Kai, bukan Jongin. Bahkan hingga sulit bernafas. Mata Chanyeol bahkan tak berkedip melihat Kai.

Bagaimana tidak jika kini didepannya Kai duduk dipangkuannya, memegang tangan kanannya yang terluka dengan kedua tangan lalu memandangnya dengan mata membulat polos terlihat memohon serta sedikit semburat merah dipipinya.

"Manis.." Chanyeol bergumam tanpa sadar.

Entah sejak kapan tangan kanan Chanyeol kini sudah diperban dengan rapih.

"Darahmu benar-benar mengotori, Park" Jongin mencoba membersihkan darah Chanyeol yang ada di kotak PPPK dan hanya ditanggapi oleh senyuman tipis Chanyeol.

Dan Chanyeol menatap kosong tubuh namja yang kini sedang menata kembali obat-obat kedalam kotak PPPK.

"Itu blazermu, aku akan mengembalikan ini. Kalau kau ingin menyayat tubuhmu lagi, dengan senang hati aku akan melakukannya dengan gergaji mesin" Jongin menunjuk paper bag kecil yang tadi dibawanya, kemudian segera berlalu.

"Cih" Chanyeol membuang mukanya. Maidnya sudah hilang lagi, kini ia berhadapan dengan Jongin yang dingin itu lagi.

Sreeek..

Chanyeol tersenyum tipis mengambil tas itu lalu mengeluarkan blazernya tadi sore. Senyum Chanyeol makin lebar dan terbentuk sempurna ketika ia mencium bau parfum Jongin yang ada di blazernya.

Jongin sudah ada diambang pintu.

"Kau sedang gila lagi?" kalimat pedas itu sungguh dinantikan Chanyeol.


Puk! Puk!

Chanyeol menepuk pelan bagian sofa mewah yang tahu segera duduk tanpa perlu Chanyeol berkata.

"Ada apa la-" perkataan pedas Jongin terhenti.

GREP!

Jongin terduduk memeluk tubuhnya dan menyandarkan kepalanya dibahu Jongin.

"Biarkan seperti ini" Chanyeol bersuara lirih di telinga Jongin.

"Bolehkah?"Jongin bertanya dengan ragu.

"Lakukan saja" Chanyeol mengecup pipi kiri Jongin lalu menyamankan kepalanya.

Mendengar persetujuan Chanyeol tangan Jongin perlahan memeluk punggung lebar keduanya makin erat hingga mereka tak sadar pesawat sudah berangkat.


-My Lovely Maid-


.

Pesawat Pribadi Park Chanyeol

AM

"Kau sudah tidur?" suara bass itu terdengar. Chanyeol tidak tidur sedari tadi, dan tangannya masih setia memeluk pinggang ramping Kai dengan kepala yang bersandar dipundak namja manis itu.

SET!

Chanyeol mengangkat bidal tubuh Kai tanpa merasa berat sama sekali. Chanyeol berjalan menuju sebuah ruangan di pesawat pribadinya yang didalamnya terdapat kasur mewah berwarna soft purple yang empuk dan nyaman. Perlahan ia membaringkan tubuh Kai, kemudian menyelimutinya.

"Kau manis sekali hari ini, My Maid" Chanyeol merapihkan rambut yang menutupi kelopak mata indah yang terpejam itu.

"Aku pasti dimarahi orang tuamu karena ini" Chanyeol tersenyum tipis. Meraih kedua tangan Kai lalu mengecupnya perlahan.

"Tapi, terimakasih, tanganmu jadi terluka karena permintaan konyolku, aku bodoh ya? Tangan Dewi sampai seperti ini.. aku rasa dengan menyayat jemari tanganku saja tidak cukup" Chanyeol memukul pelan jemari tangan kanannya tanpa menghiraukan jika darah dari luka sayat yang ia buat sendiri tadi keluar kembali. Kini ia ikut membaringkan tubuhnya, tetap memberi jarak.

Matanya menatap lekat kedua tangan Kai yang tadi ia balut.

"Maaf, permintaan konyolku.. mencuci blazerku dengan tanganmu sendiri.." Chanyeol tertawa miris sambil mengusap pelan punggung tangan lupa, Jongin adalah orang yang menjunjung tinggi kesempurnaan. Jongin pasti mengucek blazer Chanyeol yang terkena debu lapangan hingga benar-benar bersih.

Tapi sudah dikatakan..Jongin menjunjung tinggi kesempurnaan. Tangan lecet hingga memerahpun tak dihiraukannya, ia tetap mencuci bahkan menyetrika blazer Chanyeol dengan tangannya sendiri.


-My Lovely Maid-

TBC


Wuih..

Uri Kai imut banget waktu jadi maid *_*

Ternyata Chanyeol gak nyayat jarinya Kai tapi nyayat jarinya sendiri toh..pantesan Kai gak tereak kesakitan.

Hm..Tangan Kai sampe lecet gitu buat ngucek blazer Chanyeol? Andwae..itu jari mulus seorang Dewi harusnya dijaga baik-baik jangan sampe terluka .

ChanKai berduaan di pesawat pribadinya Chanyeol yang baru itu! sedang teman-teman ada di pesawat Chanyeol yang satunya lagi yang dua tahun lalu dibeli.

Jangan lupa review ya! Chap lima akan update segera! :D


-From BL-