Yaoi area
Be_Mine by : pcy-bee
ChanBaek
Chanyeol - Baekhyun
Sorry For Typo
Rate : T
.
.
.
.
Bel tanda sekolah telah usai sudah berbunyi dua menit yang lalu. Seperti yang di lakukan murid lainnya yang berkemas untuk bersiap pulang ke rumah, begitu pula dengan dua remaja tampan yang sibuk dengan peralatan sekolah mereka.
" Chanyeol-ah, apa kau benar-benar menyukai Byun Baekhyun?" tanya Kim Jongin pada pemuda tampan yang duduk sebangku dengannya.
" Ya." Jawab Chanyeol singkat.
" Apa kau tahu bagaimana kelakuannya di sekolah dan di luar sekolah?"
" Tidak." Singkat Chanyeol lagi.
Jongin mengerutkan dahi dalam, jika saja sepupunya itu tahu seberapa onarnya Byun Baekhyun mungkin Chanyeol akan berfikir seribu kali untuk menyukai si berandalan itu.
" Kau harus mengenalnya dulu baru kau bisa menyukainya, Chan. Kau tahu istilah tak kenal maka tak sayang?"
" Aku tahu."
" Maka dari itu, kau harus mengenal dan tahu dulu seperti apa dia baru kau bisa menyukainya. Bagaimana jika dia bukan orang baik?" Jongin mencoba menasehati.
Chanyeol membawa matanya untuk menatap pada sang sepupu yang terlihat tengah mencemaskannya. " Kau tahu istilah cinta pada pandangan pertama?"
" Huh?" Jongin tentu saja tahu istilah itu, tapi apa hubungannya dengan yang tengah mereka bahas saat ini.
" Jika kau bilang tak kenal maka tak sayang, bukankah aku harus mengenalnya dulu dan itu artinya aku membutuhkan alasan untuk menyukainya. Lalu bagaimana dengan cinta pada pandangan pertama?"
" Kau menyukainya hanya dengan sekali lihat." jawab Jongin dan diangguki oleh Chanyeol.
" Kau benar. Aku menyukainya saat pertama kali melihat Baekhyun, mataku melihatnya dan hatiku menagkapnya. Tak butuh alasan apalagi mengenal, karena pada dasarnya suka ataupun cinta itu tak memerlukan alasan apapun. Hanya percaya pada hatimu dan semua akan baik-baik saja."
" Woah, kau yakin kau bukan seorang playboy? kenapa kata-katamu membuatku jadi merinding?" Jongin memegangi tengkuknya sendiri. Dalam hati membatin, sejak kapan sepupunya itu berpikir dewasa.
" Kau berlebihan ! Oh, bukankah kau akan menjemput kekasihmu di kelasnya? bolehkah aku ikut?"
Jongin mengangguk mantap. " Tentu saja, aku akan mengenalkanmu pada Kyungsoo, omong-omong kekasihku itu adalah sahabat baik Baekhyun. Kau bisa memanfaatkannya untuk tahu lebih dalam mengenai si Byun."
" Aku bukan tipe manusia yang suka memanfaatkan orang lain. Jika itu Baekhyun, maka aku hanya akan mencari tahunya sendiri tanpa bantuan dari siapapun." ujar Chanyeol penuh keyakinan.
" Sepertinya kau benar-benar sudah tergila-gila padanya."
" Kau benar, jadi bisakah kita ke sana sekarang?"
.
.
.
.
" Kyungsoo-ah~ ! pangeran Jongin datang, sayang~ !"
Jongin berteriak tanpa tahu malu di depan pintu kelas 3F, kelas milik kekasihnya. Untung saja di dalam kelas itu hanya ada dua manusia yang menghuni, Kyungsoo dan Luhan.
" Oh, Kim ! kau menjemputku?!" Kyungsoo ikut berteriak, tangannya sibuk membereskan peralatan sekolah lalu memasukkannya di dalam tas miliknya.
" Em, aku kan sudah janji akan mengajakmu pulang bersama !" Jongin masih berteriak.
" Oke, aku selesai !" Kyungsoo berseru riang setelah menyelesaikan kegiatan berkemasnya.
Kekasih Kim Jongin itu lalu berdiri dari duduknya dan menarik lembut lengan Luhan untuk di ajak berjalan menghampiri sang kekasih.
" Oh, kau membawa Chanyeol?" Luhan bertanya setelah menyadari keberadaan seseorang yang tengah berdiri bersender di dinding sebelah pintu kelas.
Chanyeol yang mendengar namanya di sebut mengalihkan matanya pada sumber suara. Lalu berjalan mendekati tiga orang lainnya.
" Ya, aku ingin mengenalkan kalian dengan sepupuku. Kyungsoo ini Park Chanyeol sepupuku dan aku sudah pernah menceritakannya padamu." Jongin mewakili kekasih dan sepupunya untuk berkenalan.
Chanyeol dan Kyungsoo berjabat tangan sebagai tanda perkenalan. " Aku Park Chanyeol, senang bisa berkenalan denganmu Kyungsoo."
" Emb, mari berteman." Jawan Kyungsoo dengan senyum hatinya.
" Dan rusa cantik ini namanya Luhan, Xi Luhan. Produk asal China namun menetapkan diri untuk menikahi pria Korea." Jongin kembali mewakili dua orang lainnya berkenalan.
" Halo, aku Park Chanyeol." Chanyeol kini membawa tangannya beralih untuk menjabat Luhan dan tentu saja di sambut gembira oleh si rusa cantik.
" Ah, ternyata kau lebih tampan jika di lihat sedekat ini." Luhan memuji.
" Benarkah? tapi sayangnya kau bukan orang pertama yang mengatakan itu," Chanyeol menyombongkan diri namun dengan nada bercanda yang kental.
" Eiiyy...ternyata selain tampan kau juga penuh percaya diri. Tapi bukan itu yang jadi masalahnya ! aku sangat penasaran dengan ini, jadi Chayeol-ah..." Jeda sebentar. "... kapan dan dimana kau mencium sahabat kami Byun Baekhyun?"
Pertanyaan tanpa saringan Luhan membuat tiga orang lainnya cengo, terutama Chanyeol. Dalam hati dia bertanya-tanya, darimana mereka tahu? apa Baekhyun telah menceritakannya? Tapi ciuman yang mana yang Luhan maksud? Ayolah, Park...kau hanya mencium Baekhyun dua kali. Ya, hanya dua kali dalam dua kali pertemuan.
" Sepertinya ada yang sedang membicarkanku?"
Sebuah suara menginterupsi empat orang lainnya yang masih setia berdiri di depan pintu kelas. Itu Byun Baekhyun.
" Baekhyun-ah...kau darimana saja? kenapa baru kembali?" Kyungsoo bertanya.
" Kalian tahu aku orang yang sibuk, kan? lagipula aku kembali hanya untuk mengambil tasku saja." Baekhyun menjawab dan selanjutnya remaja bersurai merah terang itu masuk ke dalam kelas untuk mengambil tas miliknya, detik kemudian kembali lagi mendekat pada kerumunan sahabatnya.
" Berhenti bergosip tentangku dan pulanglah sekarang !" Baekhyun berucap sambil memandangi satu persatu sosok di depannya dan saat tiba giliran maniknya bertemu dengan manik Chanyeol maka dengan segera si mungil membuang muka.
Baekhyun sudah akan menjauh dari kerumuanan sahabatnya namun belum sempat mendapatkan lima langkah, remaja cantik itu merasakan pergelangan tangannya di tahan seseorang sontak membuat langkahnya terhenti. Tubuh mungilnya ia bawa untuk berbalik dan maniknya menatap jengah pada si pelaku.
" Pulang bersamaku, Baek !?" Chanyeol berucap lebih terdengar memerintah.
" ..."
Tak ada jawaban, Baekhyun hanya mendengus kasar lalu melepaskan genggaman tangan Chanyeol dari pergelangan tangannya. Setelah berhasil terlepas, Baekhyun kembali melangkah pergi. Tak berlangsung lama karena Chanyeol kembali menahannya.
Kesal tentu saja, matanya menatap penuh amarah ke arah Chanyeol. " Apalagi, Park !"
Alih-alih menjawab, si tinggi malah berjongkok tepat di depan si mungil. Baekhyun reflek ikut menundukkan kepalanya untuk melihat ke bawah.
Si mungil melihatnya, melihat bagaimana Chanyeol mengikatkan tali sepatunya yang terlihat terlepas dengan telaten dan berhati-hati. Remaja cantik itu melihatnya, kala Chanyeol kembali berdiri setelah selesai dengan urusan tali sepatu miliknya. Baekhyun juga melihatnya saat...
" Tali sepatumu lepas, kau akan terjatuh jika tidak di ikatkan dengan benar. Lain kali lebih berhati-hati, oke !"
...Chanyeol tersenyum hangat penuh ketulusan yang hanya di tujukan untuknya.
Dan detik itu pula, Baekhyun yakin ada yang salah dengan kerja jantungnya.
.
.
.
.
TBC
Chap ini terinspirasi dari Cy yang ngiketin tali sepatunya Bh pas waktu itu...nggak usah di jelasin kalian pasti tahulah yang mana yang aku maksud.
Udah dulu ya...jangan lupa jejaknya dan terima kasih udah mampir. Teruntuk buat yang Review, kalian memberiku semangat untuk lanjut nulis...
See you next chap...
Bye,
