Title : Life

Pairing : 2min

Rating : T

Genre : drama, romance, fluff, hurt/comfort, Mpreg

Desclaimer : this pair is not mine. But this fict actually just mine. This story inspired by film "Jenny & Juno" but I never remake or copycat from another author, so please don't negative thinking or I will delete this fict completely.

Warning : miss typho, not based on EYD, may be out of character, BL, Mpreg etc. Specially article about pregnancy and other, I just search some info in Internet, talk to me when it's wrong, ok? I am not a doctor.

Taemin tiba-tiba terbangun dengan peluh membasahi seluruh tubuhnya. Entah karena apa ia tiba-tiba begitu merindukan Minho sekarang, tengah malam seperti ini. Taemin sadar ia dan Minho masih bermusuhan sampai saat ini, tapi mungkin ini yang dinamakan mengidam, ia tiba-tiba saja ingin memeluk namjanya itu

"Minho ya. Hiks …. Hiks …."

Taemin mulai menangis tidak jelas. Taemin bukanlah namja cengeng yang akan menangis untuk hal konyol macam ini tapi sekarang ia tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri. Ia begitu merindukan Minho namun ia masih tidak sanggup menghubungi namja itu lebih dulu dan itu membuat tangisannya semakin keras. Dengan terpaksa ia menelungkupkan wajahnya ke bantal, berusaha meredam suaranya.

Krieettt ….

"Taemin !"

"…."

"Minnie…"

"Minho? Kau benar-benar Minho ?"

Minho yang awalnya berdiri di luar jendela kamar Taemin nekat masuk melalui jendela yang terbuka untuk lebih meyakinkan Taemin bahwa ia benar-benar Minho.

"ne. kau lihat sendiri kan ?" kata Minho begitu ia sampai di dekat Taemin.

"Minho ya!" Taemin langsung saja memeluk erat Minho sampai Minho jatuh terduduk di kasur yang ditempati Taemin sekarang, melupakan segala rasa kesalnya, melupakan semua emosinya, sekarang yang diinginkan Taemin hanyalah memeluk Minhonya.

"kau tidak marah lagi padaku ?"

"entahlah. Yang penting sekarang aku Cuma ingin memelukmu. Keunde, bagaimana kau bisa sampai disini?"

"aku tiba-tiba saja merasa kau merindukanku, haha mungkin ini ikatan batin"

"Tapi ini lantai 2 Minho, kau ?"

"aku menggunakan tangga darurat."

"segitu nekatnya kau. Ah, kenapa sekarang aku jadi tiba-tiba ingin makan ramen setelah memelukmu? " Taemin menjilat bibirnya membayangkan ramen, tidak menyadari kalau Minho di hadapannya susah payah menelan ludah.

"tada… aku membelikannya untukmu." Minho menunjukkan bungkusan yang sedari tadi ia bawa, Taemin melirik isinya dan terkejut mendapati ramen dengan asap yang masih mengepul dari dalam bungkusan tersebut.

"daebak. Kau benar-benar jjang Minho, sama seperti pertama kali aku melihatmu."

FLASHBACK

"gossip baru, gossip baru. Ada anak baru di kelas sebelah. Benar-benar tampan." Teriak Sulli di depan kelas.

Tanpa menunggu lama, kelas Taemin sudah legang, seluruh anak perempuan pergi memastikan gossip dari Sulli.

"YAH, kemana kalian ?" Taemin ganti berteriak. Ia sedang membagikan tugas saat itu dan kertas-kertas menjadi berhamburan karena serbuan yeoja-yeoja di kelasnya demi melihat anak baru di kelas sebelah.

"SULLI. Kau selalu menyebar gossip saja. Sekarang bantu aku." Taemin tanpa rasa kasihan menarik kerah baju Sulli yang sebelumnya hendak menyusul teman-temannya keluar kelas.

"ketua kelas, aku bukan menyebar gossip. Anak baru itu benar-benar tampan dan manly. Huft… padahal wajahmu juga tak kalah saing, andai saja kau juga manly pasti banyak yeoja yang rela mengejar-ngejarmu." Sungut Sulli sembari memunguti kertas yang berserakan di lantai.

"ANDWAE, my Taemin itu cantik tau, lihat saja wajahnya lebih cantik daripada kau." Jonghyun, teman sekelas Taemin tiba-tiba muncul entah dari arah mana hendak memeluk Taemin namun dengan cepat ditepis Taemin oleh tumpukan kertas yang dibawanya.

"kalian berdua sama-sama gilanya." Kesal Taemin.

Taemin yang merasa jengah dengan omongan Sulli dan Jonghyun akhirnya memutuskan untuk keluar dan jalan-jalan di sekitar kelas. Tanpa sengaja ia melihat kerumunan teman-teman yeojanya di depan kelas sebelah. Ia jadi ikut penasaran bagaimana sih tampang anak baru yang diceritakan Sulli. Taemin memaksa masuk dalam kerumunan para yeoja dan terkesima melihat namja yang sedang memperkenalkan diri di hadapan kelas yang ia intip.

" Annyeong. Urineun Minho, Choi Minho. Aku baru pindah dari Chungdam dan karena kegemaranku akan Sepak Bola aku datang ke Seoul untuk mengikuti pelatihan khusus. Sebenarnya kemampuanku tidak begitu hebat sih tapi aku benar-benar menggilai sepak bola."

"Kau Minho yang ikut berlaga di kompetisi sepak bola Star League tahun kemarin?"

"ne…" senyum Minho, tak urung semua yeoja yang sedang mengintip di luar kelas ikut meleleh melihatnya.

"yah, kau mencetak gol terbanyak dibanding senior-seniormu yang sudah SMA."

Minho hanya menganggukkan kepalanya, tak lupa senyum yang terus melekat menyadari ia disambut hangat oleh teman-teman sekelasnya.

Sementara itu Taemin yang masih mengintip di luar kelas diam-diam merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya. Untuk pertama kalinya ia merasa seperti ini. Meski wajahnya cukup cantik dibanding yeoja sekalipun, Ia tidak pernah terkesima dengan namja lain sebelumnya. Bahkan pada Jonghyun teman sekelasnya yang memiliki banyak fans namun justru terpikat pada dirinya. Sekali ini ia mengakui bahwa Sulli benar, namja tadi benar-benar tampan dan manly.

END FLASHBACK

"memangnya seperti apa aku terlihat pertama kali ?" tanya Minho penasaran.

"kau tampak benar-benar tampan dan manly, haha… aneh sekali aku berpikir begitu padahal aku sendiri namja."

"ani, kau benar Taemin. Aku memang terlalu tampan sampai tidak hanya yeoja namun namja juga akan terpikat padaku." Bangga Minho.

"ish, pede sekali kau. Setidaknya aku cuma terkesima melihatmu. Kau tidak sadar apa yang kau lakukan saat melihatku pertama kali ?"

FLASHBACK

Dari dulu kelas Taemin selalu punya jadwal olahraga yang sama dengan kelas sebelah, yang artinya ia akan berhadapan dengan kelas Minho khusus pelajaran olahraga. Kali ini latihannya adalah lari. Minho dalam waktu sekejap saja sudah terkenal akan bakat di bidang olahraganya, tidak heran di saat ia olahragapun, para yeoja akan berdiri manis disekitarnya melihat kemampuan Minho. Meski begitu Taemin yang lebih dulu terpikat pada Minho tidak mau kalah. Ia diam-diam juga memperhatikan Minho dari jarak jauh.

Ketika urutan Minho untuk berlari tiba, Taemin dengan sengaja memposisikan dirinya dekat sekali dengan lintasan lari agar ia bisa melihat jelas sosok Minho. Dan ketika Minho lari, entah takdir apa yang membawa Minho tiba-tiba menolehkan wajahnya menghadap Taemin. Seketika Minhopun sama terkesimanya. Ia melihat Taemin, sesosok wajah yang kalau saja bukan karena seragam sekolahnya orang-orang tidak akan menduga kalau ia namja. Bahkan untuk kalangan yeojapun, Taemin masih terlalu cantik untuk dibandingkan.

Minho tak sedikitpun melepaskan pandangannya pada Taemin meski ia sedang berlari namun naas

BRUK…

Minho sukses menabrak tiang pembatas gawang yang ada di tengah lapangan lintasan lari karena tidak fokus.

"Minho…" guru olahraga mendekat dan mencoba melihat kondisi Minho. Anak itu telah pingsan dengan tidak elitnya dengan hidung mimisan.

"ketua kelas…"panggil guru olahraga.

Taemin buru-buru mendekat dan ia dengan spontan sudah tahu tugasnya. Ia mengalungkan tangan Minho ke tubuhnya, dengan sedikit menyeret ia membawa Minho ke ruang UKS.

"beruntungnya Minho" Jonghyun dari seberang lapangan hanya bisa memandang miris melihat perhatian Taemin pada Minho.

END FLASHBACK

"eh, kau masih ingat ya? Hehe… aku jadi malu kalau ingat itu" Minho hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal mengingat kejadian memalukan saat itu.

"kau tahu? Sampai saat ini aku masih menyimpan kaos olahragaku yang terkena darah mimisanmu."

"jinja ?"

"heum" Taemin mengangguk-anggukkan kepalanya imut, sedikit menggembungkan pipinya membuat Minho akhirnya mencubit pipi itu gemas.

"appo Minho. Ish…"

"kau mau aku obati? Sini biar aku poppo. Lagian harusnya kan aku dapat bonus sudah bela-belain datang malam begini."

"haruskah ? palli" meski tampak ragu Taemin tetap saja menyodorkan pipinya yang dengan senag hati langsung saja dipoppo Minho sebelum namja cantik itu berubah pikiran. Siapa tahu ? mood orang hamil kan benar-benar tidak terduga.

"sekarang, cepat makan ramennya sebelum orang tuamu curiga."

Taemin makan dengan lahap sedangkan Minho hanya mengawasi namja cantik itu, melihat cara makan Taemin saja ia tiba-tiba merasa kenyang.

"kalau kau ingin apa saja, kau bisa bicara padaku."

"kalau begitu aku ingin ayam, cumi-cumi. Jajangmyun. Bulgogi …."

"yah, yah, kau ini. Sekarang habiskan dulu itu. lagian memangnya kau muat makan semuanya."

"hehe…"

"kau kelihatan kurus sekali Taemin"

"ne, sejak hamil. Aku jadi tidak doyan makan selain yang sedang aku idamkan. Dan umma? Huft… dia tidak akan mau memasak aneh-aneh demi aku."

"melihatmu seperti ini aku jadi menyesal. Harusnya aku saja yang menggantikanmu hamil. Aku tidak tega rasanya."

"jinjja ? jinjja ?"

"ANI. Kau pikir mau ditaruh dimana wajah tampanku kalau aku hamil. Aku hanya ingin menyenangkanmu saja. Kalu kau kan pantas sekali, lihatlah wajah cantikmu itu."

Taemin jengkel, ia sudah terlanjur terbuai dengan kata-kata Minho, namun ternyata namja itu sama sekali tidak serius dengan ucapannya. Ia hampir saja melempar bantal di sampingnya ketika Minho tiba-tiba menutup mulutnya seperti akan muntah.

"wae ?" Taemin khawatir.

"aku tiba-tiba mual"

Taemin tidak jadi khawatir, ia tertawa terpingkal-pingkal dan hampir tersedak yang untungnya langsung diambilkan air minum oleh Minho.

Setelah reda tawanya, Taemin membuka mulut menjelaskan keheranan Minho yang terpancar jelas di wajah tampannya akan tawa Taemin tadi.

"kau tahu? Kau kena karma. Kau bilang mau hamil tadi kan? Tapi ternyata kau tidak serius jadi sekarang kau yang merasa mualnya kupikir."

"mwo? ANDWAE" Minho benar-benar takut kalau omongan Taemin menjadi kenyataan sampai-sampai ia tidak sadar kalau berteriak terlalu keras.

"Taemin, kau masih belum tidur jam segini ?" suara umma Taemin menginterupsi dari lantai bawah.

Taemin langsung gugup, buru-buru ia mendorong Minho untuk keluar. Memaksa Minho cepat-cepat turun menggunakan tangga darurat yang sudah disiapkan saat masuk ke kamar Taemin tadi sebelum ketahuan umma Taemin.

TBC...