Title: Beauty Affair
Cast: Jungkook, Yoongi, Jimin, Namjoon, Hoseok, Jin, Taehyung #KookGa #KookMin #KookHope #NamYoon #JinYoon
Lenght: Four Shoot
Rating: 15+
Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]
YOONGI POV
Aku tertegun dengan kepergian Jungkook begitu saja meninggalkanku sendirian ketika ia mendapat kabar bahwa Jimin kecelakaan.
Bukankah dia bilang dia lebih mencintaiku daripada Jimin?
Bukankah Jungkook berjanji akan meninggalkan Jimin demi menjadi kekasihku yang sah?
Lalu, apa yang terjadi sekarang ini, mengapa justru kebalikan dari semua perkataannya?
Bukannya egois, hanya saja maksudku, Jungkook kan bisa mengantarku pulang terlebih dahulu, baru ke Busan menjenguk Jimin, ya kan?
Yaish~ Molla... Aku semakin bingung. Rasanya aku mulai tersiksa dengan status sebagai selingkuhan ini.
Aku berjalan sendirian ke halte bus terdekat. Banyak hal yang tengah berputar di benakku.
Tiba-tiba sebuah tepukan mendarat di bahuku.
"Hyeong! Kau sedang apa?"
Aku menoleh ke belakang. Dua pria itu menatapku dengan agak kebingungan.
Taehyung dan Namjoon. Dua soulmate tak terpisahkan itu tengah menatapku kebingungan.
"Ah~ Kalian..." sahutku sambil tersenyum menyapa kedua pria tampan dihadapanku.
"Kau sedang apa hyeong malam minggu berjalan sendirian?" tanya Namjoon.
"Uh! Kau sedang apa hyeong?" tanya Taehyung.
"Uhm... Aku baru menemani Jungkook menonton film, tapi tiba-tiba Jungkook dihubungi dari Busan.. Kekasihnya kecelakaan jadi Jungkook segera berlari ke stasiun untuk menuju Busan.." sahutku sambil memajukan bibirku.
"Bukankah seharusnya ia mengantarkanmu pulang dulu baru ke Busan, hyeong?" sahut Taehyung.
Aku hanya mengangkat kedua bahuku.
Lihat? Mereka juga berpikiran seperti itu! Bagaimana mungkin Jungkook begitu tega menelantarkanku seperti ini?
"Kalau begitu ayo kau ikut kami saja hyeong~" ajak Namjoon, diiringi anggukan antusias kepala Taehyung.
"Eodieyo?" tanyaku sambil menatap Namjoon.
"Karaoke~" sahut Taehyung dengan antusias sambil berjoget kecil, membuatku tertawa melihat kelakuannya.
"Oke, call~" sahutku.
Toh aku juga harus bersenang-senang kan?
Akhirnya kami bertiga menuju sebuah tempat karaoke terdekat dan memuaskan diri berteriak-teriak sambil berjoget-joget tidak jelas selama 2 jam.
Setelah puas berteriak dan menyanyi lagu-lagu upbeat, sebagai penutupan aku menyanyikan sebuah lagu yang mengungkapkan perasaanku saat ini.
"I want to breathe, I hate this night
I want to wake up, I hate this dream
I'm trapped inside of myself and I'm dead
Don't wanna be lonely
Just wanna be yours
Why is it so dark where you're not here
It's dangerous how wrecked I am
Save me because I can't get a grip on myself
Listen to my heartbeat
It calls you whenever it wants to
Because within this pitch black darkness
You are shining so brightly
Give me your hand
save me save me
I need your love before
I fall, fall
Give me your hand save me save me
I need your love before I fall, fall
Give me your hand save me save me
Give me your hand save me save me
Save me, save me"
Selama aku menyanyikan lagu itu, aku melihat bahwa Namjoon terus memperhatikanku nyaris tanpa berkedip. Apakah ia menyukai suaraku menyanyi? Molla~
Setelah selesai berkaraoke, kami lanjut minum-minum sampai puas, lalu aku dan Taehyung memutuskan untuk menginap di kosan Namjoon dan tertidur dengan pulas disana.
.
.
.
JUNGKOOK POV
Aku terus merutuki diriku selama perjalanan dalam kereta.
Mengapa aku sangat bodoh membiarkan Yoongi hyeong sendirian malam-malam disana?
Aku terlalu panik mendengar Jimin hyeong kecelakaan!
Tapi bukankah harusnya aku mengantarkan Yoongi hyeong dulu? Yaish! Karena kami bertengkar kecil tadi, dan aku mendapat telepon dari Busan, tanpa sadar aku malah berlari meninggalkannya.
Aku tidak bisa tidur selama di kereta.
Memikirkan keadaan Jimin hyeong, dan juga Yoongi hyeong.
Apa Yoongi hyeong tiba dengan selamat di rumah?
Yaishhhh!
Aku ingin menghubunginya tapi aku yakin ia pasti sedang sangat kesal padaku saat ini.
Aku terus merutuki diriku sepanjang perjalanan tanpa henti.
.
.
.
AUTHOR POV
Setibanya di Busan, Jungkook langsung menuju rumah sakit tempat Jimin dirawat.
Jimin masih belum sadarkan diri. Keadaannya cukup parah.
Kepalanya bocor dan butuh dijahit, kaki kanannya juga patah sehingga perlu perawatan intens agar kakinya dapat tersambung kembali.
Air mata Jungkook tiba-tiba menetes melihat kekasihnya terbaring tak berdaya dihadapannya.
Ada luka juga tergores memanjang dari kening hingga hidung Jimin, dan rasanya luka itu akan menjadi cacat seumur hidupnya karena tidak akan bisa hilang selain dengan operasi ganti kulit.
Ayah Jimin memeluk Jungkook dan berbisik di telinga Jungkook, "Aku mohon setelah ini jangan tinggalkan Jimin karena ia cacat, Jungkook a~ Hanya kau satu-satunya yang dimiliki Jimin..."
Jungkook hanya bisa menganggukan kepalanya sambil terisak melihat kondisi Jimin.
Jungkook duduk di kursi yang ada disamping kasur Jimin. Jungkook menggenggam erat tangan kanan Jimin, berharap Jimin segera sadarkan diri.
"Honey... Bangun, honey~ Aku ada disini... Cepat buka kedua matamu~" Jungkook berbisik di telinga Jimin, lalu mengecup pelan kening Jimin.
Jungkook kembali duduk dan meletakkan kepalanya di pinggir kasur Jimin, tak lama kemudian Jungkook tertidur.
.
.
.
YOONGI POV
Aku membuka kedua mataku dengan agak berat. Kepalaku masih pusing karena terlalu banyak minum semalam.
Aku melihat Namjoon tertidur di lantai tepat disampingku sementara Taehyung tertidur di sofa yang berada tepat disampingku.
Aku memperhatikan wajah Namjoon. Ia terlihat cool dan setengah idiot setiap hari dimataku, namun ternyata wajahnya cukup keren ketika ia tertidur.
Yaish~ Aku pasti mabuk berat!
Aku menatap Taehyung. Ia juga terlihat sangat manis ketika tertidur, padahal biasanya ia selalu ceria dan seperti Namjoon, terlihat setengah idiot.
Mengapa aku baru sadar bahwa aku dikelilingi pria-pria tampan seperti mereka?
Mataku selama ini hanya tertuju kepada Jungkook seorang.
Ah~ Jungkook.
Aku kembali memikirkannya. Apa yang sedang dilakukannya disana? Pasti Jimin sangat senang saat ini karena ketika ia sakit ada seorang kekasih yang sangat tampan yang menemaninya.
Dadaku kembali terasa sesak membayangkan kebahagiaan antara Jimin dan Jungkook disana.
Yaissshhhh~ Sebegini sakitnyakah menjadi selingkuhan?
Aku menjambak rambutku, berusaha menghilangkan sakit di hatiku dengan menyakiti diriku sendiri.
Tak lama kemudian Namjoon bertanya, "Waeyo, hyeong?"
Sejak kapan ia terbangun?
"Uh? Ah~ Aniya, sunbae~" sahutku sambil tersenyum paksa.
"Dari kemarin kulihat kau seperti ada banyak hal yang dipikirkan..." sahut Namjoon sambil menatapku sambil menguap. Ternyata ia masih mengantuk.
"Gwenchana~ Jinjja~" sahutku sambil tersenyum, mencoba memastikan kepada Namjoon bahwa aku baik - baik saja.
Namjoon tiba-tiba mengulurkan tangannya ke kepalaku lalu mengacak-acak rambutku sambil berkata, "Himnae, hyeong~"
Aku menganggukan kepalaku. "Ne, sunbae~"
Tak lama kemudian Taehyung terbangun.
Setelah kami selesai mandi, aku terpaksa harus ke dapur untuk memasak. Aku sama sekali tidak bisa memasak, tapi setidaknya aku masih bisa membuat telur mata sapi dan nasi goreng untuk sarapan.
"Wooo~ Masakanmu boleh juga, hyeong~" sahut Taehyung sambil tersenyum, tangan kanannya meninju pelan bahu kiriku.
"Iya, ini enak, hyeong~" sahut Namjoon sambil terus melahap nasi goreng telur mata sapi buatanku tanpa jeda.
"Syukurlah kalau kalian menyukainya~" sahutku sambil tersenyum senang.
Taehyung dan Namjoon saling bertatapan kemudian memandangku sambil tersenyum.
Ada apa? Ah~ Molla~
.
.
.
AUTHOR POV
Setelah selesai sarapan, Taehyung, Namjoon, dan Yoongi memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman akuarium yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berada.
Mereka memutuskan menaiki bus, dan jarak tempuh menuju taman akuarium itu sekitar 40 menit jika menggunakan bus.
Mereka mengobrol akan banyak hal selama berada di dalam bus, dan keributan yang mereka buat cukup membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatian para penumpang bus lainnya.
"Sssssttt~ Kita diperhatikan banyak orang, Namjoon sunbae~ Kecilkan suaramu..." sahut Yoongi sambil menutup mulut Namjoon dengan telapak tangannya ketika Namjoon dengan antusias sedang menceritakan pengalamannya tersasar ketika traveling sendirian dengan menaiki bus beberapa bulan yang lalu.
Namun usaha Yoongi sia-sia, karena tak lama kemudian lagi-lagi Taehyung dan Namjoon asik bercerita dengan suara cukup keras.
Yoongi pasrah menjadi perhatian penumpang lainnya di dalam bus itu. Sejujurnya, Yoongi sedikit merasa bangga karena bisa berada bersama kedua pria tampan itu.
Tak lama kemudian mereka tiba di halte bus yang berada tepat di depan taman akuarium.
Mereka dengan antusias segera berlari menuju gerbang masuk, membeli tiket, kemudian masuk ke dalam taman akuarium dan terpesona dengan keindahan taman bawah laut beserta ikan-ikan dan spesies air lainnya yang ada disana.
"Ayo kita ambil foto yang banyak~" sahut Taehyung sambil mengeluarkan handphone dari saku kemejanya.
Dan mereka mengambil sangat banyak foto secara bergantian.
Taehyung mengambil foto Yoongi berdua dengan Namjoon, Namjoon mengambil foto Yoongi berdua dengan Taehyung, Yoongi mengambil foto Namjoon berdua dengan Taehyung
, dan terkadang mereka meminta tolong pengunjung lainnya untuk mengambil foto mereka bertiga.
"Namjoon hyeong, geser sedikit~" sahut Taehyung ketika akan mengambil foto Namjoon dan Yoongi di depan sebuah akuarium yang sangat besar.
Namjoon bergeser sedikit.
"Sedikit lagi mendekat ke Yoongi hyeong~ Ppali~" sahut Taehyung sambil mengarahkan Namjoon untuk semakin mendekati Yoongi.
Namjoon bergeser semakin mendekati Yoongi, dan bahu mereka bersentuhan.
"Ayo hyeong, kau rangkul Yoongi hyeong~ Pasti fotonya akan sangat bagus~" sahut Taehyung lagi.
Yoongi menoleh menatap Namjoon, dan tangan Namjoon tiba-tiba sudah melingkar di pundak Yoongi.
"Oke! Hana~ Tul~ Set~" teriak Taehyung.
CEKREK~
"Oke~ Nice~" Taehyung tersenyum puas melihat hasil foto yang diambilnya.
Tak terasa hampir tiga jam berlalu. Mereka memutuskan untuk menyudahi rekresi mereka di taman akuarium itu dan mencari tempat makan karena sudah waktunya untuk makan siang.
.
.
.
JUNGKOOK POV
"Chagiya~ Kau datang kesini?"
Sebuah suara terdengar di telingaku.
Aku membuka kedua mataku dan ternyata Jimin hyeong sudah sadarkan diri dan tengah terduduk di kasurnya sambil menatapku.
"Ah, kau sudah sadar? Dahaengida~" sahutku sambil menghela nafas, lega melihat Jimin hyeong sudah sadarkan diri.
Jimin hyeong menganggukan kepalanya.
"Sejak kapan kau bangun, honey?" tanyaku sambil menatap wajah Jimin hyeong yang masih terlihat agak pucat.
"Sekitar 20 menit yang lalu~ Aku mau membangunkanmu tapi kau terlihat sangat pulas, chagi~ Jadi aku tak tega membangunkanmu..." sahut Jimin hyeong sambil tersenyum.
"Gwenchana? Eodi appa?" tanyaku sambil mengusap pelan kepala Jimin hyeong.
"Gwenchana, aigoooo~" sahut Jimin hyeong sambil mencubit pelan hidungku.
"Kapan kau sampai disini? Bagaimana kau tahu? Uri appa yang memberitahumu?" tanya Jimin hyeong.
Aku menganggukan kepalaku. "Semalam ahjussi menghubungiku dan aku segera berlari kesini~ Kenapa kau bisa seperti ini?"
"Gumawo, chagiya~ Gumawo karena segera kesini menjengukku~" sahut Jimin hyeong sambil tersenyum sangat manis.
"Lain kali kau harus hati-hati, araseo?" sahutku sambil mengacak pelan poni Jimin hyeong.
"Neeeeee~" jawabnya sambil tersenyum manis, menampilkan eye smile yang paling kusukai darinya.
Kami pun berbincang-bincang dan bercanda hingga tanpa terasa hari sudah beranjak sore.
Jimin hyeong tertidur sangat lelap karena efek dari obat yang diminumnya.
Aku berjalan-jalan sejenak di taman yang ada di halaman belakang rumah sakit, menikmati angin sore di tanah kelahiranku.
Dan tiba-tiba aku kembali teringat kepada Yoongi hyeong. Ah... Aku begitu merindukannya.
Yoongi hyeong, apa yang sedang dilakukannya di Seoul? Biasanya ia sedang bersamaku di hari minggu sore begini.
Aku ingin menghubunginya, namun aku takut ada yang tak sengaja mendengar pembicaraanku dengan Yoongi hyeong dan aku takut Jimin hyeong jadi mengetahui hubunganku dengan Yoongi hyeong.
Aku harus bagaimana? Aku tidak mungkin putus dengan Jimin hyeong, apalagi kondisinya seperti ini sekarang. Ia pasti sangat tertekan jika kutinggalkan.
Tapi aku juga tak rela jika harus berpisah dengan Yoongi hyeong.
Argggghhh~ Aku ingin berteriak rasanya.
.
.
.
YOONGI POV
Hari sudah gelap.
Taehyung dan aku sedang duduk berdua di depan kosan Namjoon, sementara Namjoon sedang mandi.
"Yoongi hyeong~ Ada yang ingin kukatakan padamu.." sahut Taehyun tiba-tiba.
"Ne?" sahutku sambil menatap wajah Taehyung.
"Namjoon hyeong... Ia sangat menyukaimu, hyeong..." sahut Taehyung dengan nada pelan agar Namjoon tidak mendengarnya.
"Uh?" Aku terkejut dengan ucapan Taehyung. "Maksudnya?"
"Uhm~ Namjoon hyeong menyukaimu, sejak awal kau masuk di kampus..." sahut Taehyung.
"Waktu itu aku dan Namjoon hyeong sudah dekat karena kami memang sudah kenal dari lama, seperti yang pernah kuceritakan, aku dan dia satu SMA, dia seniorku sejak kami SMA, dan aku semakin dekat dengannya sejak aku masuk ke kampus yang sama dengan Namjoon hyeong~" sahut Taehyung lagi.
Aku menatap Taehyung, mendengarkan semua ucapannya.
"Dan ketika penerimaan mahasiswa baru, Namjoon hyeong berbisik di telingaku, mengatakan bahwa ada anak baru yang menarik perhatiannya. Orang itu kau, hyeong... Makanya, ketika kau bergabung dengan kami di kelas musik, aku langsung mendekatimu untuk memperkenalkanmu kepada Namjoon hyeong~ Tapi ternyata kau orangnya menarik, makanya aku senang bisa menjadi sahabatmu, hyeong..." sahut Taehyung lagi sambil tersenyum menatap wajahku.
Kedua pipiku terasa panas.
"Pipimu memerah hyeong~" sahut Taehyung, meledekku.
"Aigoooo~" gumamku sambil memegang kedua pipiku dengan kedua telapak tanganku.
"Kau dan Jungkook, ada sesuatu antara kalian kan?" sahut Taehyung sambil menyenderkan kepalanya ke dinding yang ada di belakang kursi yang kami tempati.
"Aniya~ Kami hanya..."
"Hyeong-dongsaeng? Kau selalu mengelak dengan alasan yang sama~" Taehyung memotong ucapanku.
"Kami melihatnya hyeong.. Waktu itu kau sedang makan berdua dengan Jungkook, dan kami melihatnya... Kedekatan kalian bukan lagi sebatas hyeong-dongsaeng.. Tatapan mata kalian berbeda saat saling menatap.. Dan kami bahkan melihat kalian bergandengan tangan di pasar malam waktu itu..."
DEG!
"Ah..." Aku tak bisa mengelak lagi.
"Karena itu kami tahu, bahwa kau menyukainya, hanya saja hubungan kalian tidak bisa dipublikasikan karena Jungkook sudah memiliki kekasih, ya kan?" sahut Taehyung.
Aku hanya bisa menundukkan kepalaku.
Taehyung meletakkan tangannya di bahuku. "Karena itu Namjoon hyeong sangat mencemaskanmu.. Apalagi ketika kemarin malam kami melihatmu sendirian ditinggal Jungkook ke Busan.."
"Apa yang lain juga menyadari hubungan kami?" gumamku.
"Aku tidak bisa ikut campur dalam kehidupanmu, hyeong~ Hanya saja aku tahu sakitnya menjadi selingkuhan... Itu sangat berat..." sahut Taehyung lagi.
Aku refleks menatap wajah Taehyung.
"Aku pernah menjadi selingkuhan dari seorang pria manis bernama Minjae... Ia sudah menikah, terpaksa menikah muda karena orang tuanya terlilit hutang.. Kami bertemu di sebuah kafe, saat itu aku sedang bekerja part time disana, dan ia sedang menangis di kursi di pojokan kafe. Aku menanyakan kenapa ia menangis dan kamipun mulai dekat. Dan kami saling jatuh cinta."
Aku terus menatap Taehyung, fokus mendengarkan ceritanya.
"Berkali-kali aku berusaha membawanya lari agar aku dapat menikahinya suatu saat nanti, namun pria yang menjadi pasangan hidupnya itu salah satu pengusaha terkenal. Aku mana mungkin bisa menandingi pria seperti itu? Apalagi, aku harus berkali-kali tersakiti melihatnya berciuman dan berpelukan di hadapanku dengan pasangannya itu karena mereka sering berkunjung ke kafe tempatku part time job saat itu. Minjae berulang kali meminta maaf padaku karena tidak bisa meninggalkan pasangannya demi orang tuanya, namun hatinya tersiksa karena ia juga sangat mencintaiku."
"Lalu bagaimana akhirnya, sunbae?" tanyaku penasaran.
"Aku memutuskan meninggalkannya. Aku lelah harus terus tersakiti. Menjadi selingkuhan bukanlah hal yang mudah, hyeong... Aku lelah berperang dengan batinku, makanya tahun lalu kuputuskan untuk berhenti dari part timeku dan menghilang dari kehidupannya." jawab Taehyung sambil menatap ke atas, menatap bintang-bintang yang tengah berkelap kelip di langit malam.
"Memang sakit~" sahutku lirih, mengingat semua kesakitan yang sudah kurasakan selama menjadi selingkuhan Jungkook selama ini.
"Karena itu, aku berharap kau bisa berpikir lebih matang hyeong... Jika kau mulai lelah dengan sakit yang kau rasakan, kau bisa mulai memikirkan Namjoon hyeong.. Ia pria yang sangat baik, aku jamin ia tidak akan mengecewakanmu..." sahut Taehyung sambil menepuk bahuku.
"Gumawo, sunbae~" sahutku.
"Untuk?" tanya Taehyung.
"Untuk menyemangatiku, dan memberitahuku semua yang kau ucapkan malam ini~" sahutku sambil tersenyum menatap Taehyung.
Taehyung menganggukan kepalanya sambil menghela nafas. Mungkin ia kembali teringat akan pria bernama Minjae itu.
Tak lama kemudian Namjoon hyeong keluar dan bergabung dengan kami, berbincang-bincang akan banyak hal hingga larut malam.
Sekitar pukul 11 malam, Namjoon hyeong mengantarkanku pulang dengan motornya. Kami berbincang cukup banyak selama perjalanan.
.
.
.
AUTHOR POV
Seminggu sudah berlalu.
Jungkook menjaga dan merawat Jimin dengan sangat baik selama seminggu itu.
Dan selama seminggu itu pula Taehyung dan Namjoon selalu berada di sisi Yoongi, menemani Yoongi menjalankan aktivitasnya selama Jungkook berada di Busan.
Tentu saja lagi-lagi Yoongi disindir beberapa teman sekelasnya karena iri melihat Yoongi diperhatikan dengan sangat baik oleh sunbae setampan Taehyung dan sekeren Namjoon.
Hoseok pun semakin menjadi-jadi ketika tahu Jimin kecelakaan.
"Kalau ia cacat, bukankah kesempatanku mendekati Jungkook jadi lebih besar?" sahutnya di kelas ketika Jungkook masih ijin belum bisa mengikuti pelajaran.
Dan sebenarnya, selama seminggu itu juga, Yoongi selalu menangis setiap malam, mengingat semua moment yang sudah dilaluinya berdua dengan Jungkook selama ini.
Senyuman Jungkook, perhatian Jungkook, dekapan dan genggaman Jungkook, kehangatan tubuh Jungkook, Yoongi merindukan semuanya.
Dan Yoongi semakin tersiksa membayangkan Jimin yang tengah berbahagia karena dijaga dan disayangi oleh Jungkook di Busan selama seminggu itu.
Ketika Jungkook tiba di Seoul, ia segera mengunjungi Yoongi di rumahnya, membuat Yoongi terkejut dengan kehadiran Jungkook yang sangat tiba-tiba itu.
Jungkook langsung memeluk erat tubuh Yoongi, meminta maaf karena sudah meninggalkannya malam itu, dan terus berkata betapa ia merindukan Yoongi.
Yoongi nyaris menangis dalam pelukan pria yang sangat dirindukannya itu.
Dan ketika Jungkook berusaha mencium bibir Yoongi, tiba-tiba Yoongi memundurkan kepalanya menghindari ciuman Jungkook.
"Waeyo, hyeong?" Jungkook terkejut dengan penolakan Yoongi.
"Jungkook a~ Geumanhae uri~ Jinjja geumanhae... Uri..." bisik Yoongi.
Jungkook belum mengerti situasi apa yang tengah terjadi.
Sejujurnya, Yoongi juga sangat ingin mencium dan melumat bibir Jungkook, melepaskan semua kerinduannya.
Hanya saja, akal sehatnya berkata lain.
Hatinya mulai lelah karena terus tersakiti dengan statusnya sebagai selingkuhan.
Air matanya mulai lelah menetes setiap membayangkan kemesraan antara Jungkook dan Jimin.
Telinganya mulai lelah mendengarkan pembicaraan Jungkook dan Jimin di telepon setiap ia sedang berkencan dengan Jungkook.
"Geumanhae, uri~" sahut Yoongi lagi sambil menatap wajah Jungkook.
"Kau marah karena kutinggalkan malam itu hyeong?" tanya Jungkook.
Yoongi menggelengkan kepalanya.
"Hyeong, aku benar-benar mencintaimu~ Aku tidak bisa hidup tanpamu, hyeong~" sahut Jungkook sambil terus memegang erat kedua bahu Yoongi.
Jungkook bahkan kembali berlutut, memohon agar Yoongi jangan meninggalkannya.
Namun, kali ini hati Yoongi sudah tak selemah dulu. Tekadnya sudah bulat untuk mengakhiri semua ini, sekalipun harus menyakiti Jungkook dan dirinya sendiri, karena ia sadar, semakin hubungan mereka dilanjutkan, maka akan semakin banyak rasa sakit yang akan mereka derita di waktu-waktu berikutnya.
"Mian, Jungkook a~ Aku sudah punya pacar, dan aku tidak ingin menyakiti pacarku yang sangat baik itu..." sahut Yoongi.
"Se...Sejak kapan kau berpacaran, hyeong?" sahut Jungkook dengan ekspresi sangat terkejut.
"Ada seorang sunbae yang sangat mencintaiku, dan aku akan menerima cintanya malam ini~ Setelah kau pulang dari sini, aku akan menerima cintanya dan kami akan resmi berpacaran..." sahut Yoongi.
Yoongi sudah menetapkan hatinya, bahwa ia akan mencoba memulai hubungannya dengan Namjoon. Semua ucapan Taehyung malam itu terus terngiang di benak Yoongi, dan akhirnya inilah keputusan yang diambil Yoongi.
"Gwenchana, hyeong~ Gwenchana jika kau berpacaran, tapi jangan tinggalkan aku~ Bukankah selama ini juga aku memiliki pacar, hyeong?" sahut Jungkook, terus memohon kepada Yoongi.
"Kasusnya berbeda, Jungkook a~ Kekasihmu jauh di Busan, tapi sunbae ada satu kampus dengan kita! Lagipula, kini aku sadar, bahwa selama ini aku sudah berdosa terhadap kekasihmu itu... Makanya aku mohon, kita akhiri saja hubungan kita mulai detik ini... Jebal, Jungkook a~ Demi aku, kau, dan Jimin~ Juga demi sunbae yang sangat mencintaiku itu..." sahut Yoongi.
"Kau mencintai sunbae itu? Siapa dia? Taehyung sunbae? Atau Namjoon sunbae?" tanya Jungkook.
"Namjoon sunbae... Aku nyaman selama ini setiap ada bersamanya, dan aku akan berusaha belajar untuk mencintainya..." jawab Yoongi.
Jungkook meneteskan air matanya mendengar jawaban Yoongi.
"Mian, Jungkook a~" bisik Yoongi sambil berjalan pergi, menuju sebuah kafe, meninggalkan Jungkook yang tengah menangis di depan rumahnya.
Yoongi langsung menghubungi Namjoon, dan memintanya bertemu di kafe dekat rumah Yoongi.
"Sunbae~ Kudengar dari Taehyung sunbae, kau menyukaiku.. Apa itu benar?" tanya Yoongi ketika Namjoon duduk dihadapannya.
Namjoon cukup terkejut karena Yoongi mengetahui perasaannya.
"Aku sudah dengar semua dari Taehyung sunbae.. Mengenai perasaanmu padaku, dan juga bahwa kalian tahu hubunganku dengan Jungkook..." sahut Yoongi dengan suara seraknya.
"Aku sangat mencintaimu, hyeong~ Dan aku selalu terluka setiap melihatmu bersedih karena Jungkook..." Namjoon memberanikan diri mengungkapkan perasaannya.
Yoongi menceritakan semua kejadian antara dirinya dan Jungkook barusan, dan Namjoon sangat terkejut mendengarnya.
"Maksudmu?" tanya Namjoon, menatap bingung ke arah Yoongi.
"Sunbae~ Aku sudah lelah tersakiti sebagai selingkuhan... Dan aku merasa sangat nyaman setiap bersamamu..." sahut Yoongi sambil menatap Namjoon.
Namjoon terdiam, menunggu ucapan Yoongi berikutnya.
"Sunbae, apakah kau bersedia mengajariku cara untuk belajar mencintaimu?" sahut Yoongi.
"Tentu saja!" Namjoon refleks berteriak mendengar ucapan Yoongi. Sebuah senyuman lebar terbentuk diwajahnya, menampilkan dua buah lesung pipi yang dimilikinya.
"Berarti, mulai sekarang kau bersedia menjadi kekasihku, hyeong?" tanya Namjoon dengan mata berbinar-binar.
Yoongi menganggukkan kepalanya. "Aku berjanji akan benar-benar berusaha melupakan Jungkook dan belajar mencintaimu seutuhnya, sunbae~"
"Asaaaa~" Namjoon berteriak kegirangan karena akhirnya berhasil menjadi kekasih dari pria bertubuh mungil yang sangat dicintainya itu.
Yoongi tersenyum melihat tingkah kegirangan kekasihnya itu.
.
.
.
YOONGI POV
Akhirnya aku menetapkan hatiku.
Walaupun saat ini masih terasa berat bagiku untuk melepaskan Jungkook, namun aku yakin keberadaan Namjoon disisiku akan menguatkanku.
Suatu hari nanti, aku yakin aku bisa melupakan Jungkook dan mencintai Namjoon seutuhnya.
Dan tiba-tiba sebuah pesan masuk ke handphoneku.
"From : Jungkookie~
It's risky again, dangerous
So bad why us yeah
To endure, holding out
Is so hard (hard) I can't
Even if I knew already
I can't stop
No way, no way, no way, I fall
As time passes by
It just becomes more ruined
No way, no way, it's collapsing again
A house made of cards, and us, inside
Even though the end is visible, even if it's going to collapse soon
A house made of cards, we're like idiots
Even if t's a vain dream, stay like this a little more
As if there's
No such thing as a "next time"
Right now, in front of my eyes, everything without you
Is a terribly pitch-black darkness
I say it like a habit
We won't work in the end
Even so, I keep hoping
As long as I'm with you in the end as well I'm okay
Even if I knew already
I can't stop
No way, no way, no way, I fall
As time passes by
It just becomes more ruined
No way, no way, it's collapsing again
A house made of cards, and us, inside
Even though the end is visible, even if it's going to collapse soon
A house made of cards, we're like idiots
Even if t's a vain dream, stay like this a little more"
Aku membalas pesannya dengan jawaban singkat.
"Mianhae, Jungkook a~ Jeongmal mianhae~"
Tak lama sebuah pesan kembali masuk ke handphoneku.
"From : Jungkookie~
Benar-benar harus berakhir hyeong?"
Aku membalasnya lagi dengan singkat.
"Ne~ Mianhae, jinjja..."
Jungkook kembali membalas pesanku.
"From : Jungkookie~
Jika itu yang kau mau, baiklah hyeong~ Aku tidak bisa memaksamu lagi demi egoku... Aku mau mengucapkan terima kasih banyak untuk semua yang sudah kita lalui bersama selama ini.. Dan juga maaf, karena sudah banyak menyakitimu dengan menjadikanmu selingkuhanku... Maafkan aku yang sudah banyak menyakitimu tanpa kusadari..."
Aku membalas lagi.
"Ne... Nado gumawo, untuk semua yang telah kau berikan padaku selama kita bersama... Goodbye, Jeon Jungkook~"
Dan sebuah pesan kembali masuk ke handphoneku.
"From : Jungkookie~
Goodbye, Min Yoongi~ Terima kasih untuk segalanya selama ini... Karena bagiku, bersamamu adalah masa-masa terindah dalam hidupku... Kau adalah selingkuhan terindah dalam hidupku, hyeong... Saranghae~ Goodbye, my beauty affair~"
Air mataku menetes.
Aku memutuskan untuk tidak membalas pesannya kali ini.
Aku berbaring di kasurku, membiarkan air mata menetes deras dari kedua mataku.
Malam ini, biarkan malam ini saja aku menangis sepuasku untuk melepaskan semua rasa sakitku harus melepaskan Jungkook.
Dan aku berjanji, setelah malam ini berakhir, aku akan sepenuhnya belajar mencintai Kim Namjoon, kekasihku.
-END-
JENG JENG JENG~ Akhirnya tamat juga FF Four Shoot ini.
Kenapa saya selalu sedih tiap tamatin chapter ya? Karena bakalan kangen sama review kalian semua kayaknya {}
Btw, terima kasih banyak untuk semua dukungan, saran, masukan, pujian, dan semangatnya selama saya menulis FF ini :)
Semoga FF ini masih bisa disukai kalian semua ya, para readers tercinta :)
Thx udah baca FF ini dari awal sampe tamat, thx buat semua review yang masuk :)
See u all in my next FF~ /bows/
Oh iya sekalian mau ngumumin, rabu depan saya bakal post FF baru ya :)
Three Shoot FF, yang tiap chapternya bakal saya post seminggu sekali, insya allah tiap rabu kayak FF ini :)
"STUPID BEAUTY AND THE GENIUS ONE - #NamJin #NamKook #YoonJin #YoonSeok"
DAN FF THREE SHOOT KALI INI SIMPLE LIFE BANGET, GA SEBERAT FF PERSELINGKUHAN SAYA (The Marriage, Beauty Affair) DAN GA SEGARANG FF TARUNG-TARUNGAN SAYA (Human Traffic Light, Love And Confussion).
SEMOGA NEXT "THREE SHOOT FF" SAYA MASIH BISA MENGHIBUR KALIAN SEMUA YA :)
uciha aya : END DEH AKHIRNYA :) menurut kamu inimasuk happy ending atau sad ending? :) btw salam kenal ya kayaknya baru liat idmu di review saya :)
Jiminowt : akhirnya suga sadar akan kesalahannya :) VMin gimana ceritanya? jiminnya jauh ngumpet di busan XD jimin bahagia tuh sama jungkook, kan jungkook udah janji sama appanya jimin bakal jagain jimin sampe kiamat/? XD
minyoonlovers : busyet saya jadi yoongi? kejam bener XD
kimjin9047 : jimin kaga tau sampe akhirnya, karena mereka main bersih/? btw kamu udah pernah review di ff saya sebelumnya kah? kayak pernah liat id kimjin tp lupa2 inget ini bukan XD klo ini pertama kali kamu review ff saya, thx a lot udah nyempetin baca dan review ff saya ya, salam kenal :)
SugaRin2109 : yah udah end rin :( iya Jin terlalu kegantengan main langsung tembak/? XD TaeGiNam? threesome ntar wkwkw XD thx ya semangatnya rin :) line apa? kalo line chat ada, itu idnya saya tulis di atas :)
feliciamaria2231 : annyeong feli :) salam kenal ya :) kamu add id line saya? oke ntar saya cek, dr kmrn kespam sama notif2 fanbased jadi males buka line liat notif jebol XD thx ya udah nyempetin baca karya2 saya :) sedih ya jadi yoongi? untung akhirnya yoongi tegar XD endingnya gimana fel? malang juga kah menurut kamu? :)
reiya zuanfu : tebakan rei salah XD NamYoon KookMin endingnya :) tadi ada yg request juga ke saya minta ff kookga, insya allah kalo nemu alurnya saya buatin one shoot deh :)
Yessi94esy : wah kayaknya pengalaman pribadi nih/? XD ealah saya baru tau, maklum saya kurang suka lagu goyang dumang XD
Tiffietweety : silakan tebak2 sendiri ya saya di posisi mana :) Hoseok sama Taehyung lucu ntar waks XD Here endingnya :)
Kim762 : cerita masa lalu saya, saya di posisi seseorang disini :) thx semangatnya :)
widya95 : saya penyabar? hmmm, tergantung, klo lg kecapean sih emosi waks XD here next chapt and end :( see you in my next ff ya :)
ayuya24 : saya di posisi tersembunyi disini/? waks XD iya baru liat idmu, salam kenal ya, thx udah nyempetin baca dan review ff saya :)
Amond14 : annyeong amond salam kenal, baru liat idmu di review saya :) thx udah nyempetin baca ya :) here lanjutannya :)
DEAR ALL,
MAAF NGETROLL KELAMAAN NGEPOST LAST CHAPTERNYA INI :(
SAYA SEMPET BERMASALAH DENGAN KONDISI TUBUH (YANG KALO KATA PAK DOKTER MAH NAMA PENYAKIT SAYA ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI, JADI INTINYA ZAT BESI SAYA KURANG SEHINGGA SERING PUSING DAN SESAK NAFAS...) NAH PENYEBABNYA APA SAYA JUGA BINGUNG KALO KATA PAK DOKTER MAH KELELAHAN DAN KURANG ASUPAN GIZI :(
JADI RASANYA FF SAYA YANG KILL ME HEAL ME AKAN NGETROLL, DOAKAN SAJA SEMINGGU DOANG DELAYNYA... SEKALI LAGI MAAF KALO NGETROLL BGT UNTUK PENGUPDATEAN FF INI /deep bows/
