-Don't Go-
Cast:
Xi Luhan + Oh Sehun
And other Exo member
Yaoi, OOC, Romantic, Drama, School Life, Family, Little Bit Hurt.
T – M (sesuai alur)
Chaptered: 3
Author: Rexa a.k.a [R]
.
.
.
-TYPO? SORRY-
.
.
[R]
.
.
"ahh ne ,aku hampir lupa. Ini anak dari partner kerja appa di Korea ,anak dari Oh Suho ahjussi" sahut appa luhan sambil memperkenalkan namja berkulit susu yang berada dibelakangnya.
"annyeong haseyo~ Oh Sehun imnida"
.
[3]
.
-2014 [SOUTH KOREA]-
Terliat namja mungil masih asyik mengarungi pulau kapasnya. Dengan keadaan masih mengenakan pakaian semalam.
Benar ,Luhan baru saja sampai di Korea tengah malam tadi tadi dan sekarang ia berada di rumah appanya, eh mungkin bukan sepenuhnya milik appanya karena disana juga tinggal Oh SuHo ahjussi dan putranya,
Putranya? Benar, namja berkulit putih susu yang menjengkelkan sejak Luhan dan Sehun duduk berdampingan di pesawat namun apa yang dilakukan sehun? Memasang raut datar sepanjang perjalanan yang membuat luhan jengkel setengah mati.
.
.
[10:37 KSL]
Dilihatnya Baby-G hitamnya di pergelangan tangan kiri, yang menandakan waktu Korea Selatan. Ya benar, jam itu hanya bisa disetting untuk TimeZone Korea Selatan saja. Aneh, tapi itu pemberian Jong In sejak dia menembak Luhan di Café Xixo.
"akh, badanku benar-benar kaku" lirih luhan sambil berusaha bangun dan segera mendudukan diri di pinggir ranjang.
Dan matanya membulat ketika melihat namja bekulit putih susu itu –Sehun- tengah keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya, dan dada bidang serta perut absnya yang menurut Luhan itu benar-benar sempurna.
Glek
Suara namja mungil yang sedang sulit menelan ludahnya. Luhan yang sadar akan itu segera mengalihkan pandangan.
Dirasa suasana semakin canggung ,luhan beranjak dari ranjang dan segera meraih koper besarnya dan menarik ganggangnya keatas.
"Apakah ini kamarmu?" sahut luhan yang sama sekali tidak diindahkan oleh sehun yang sedang mengenakan kaos.
"hey, apakah ini kamarmu? Lalu dimana kamarku?" sahut luhan lagi namun lagi-lagi tak di gubris oleh sehun.
"hey, aku berbicara padamu. apakah kau tak punya mulut un-?" sahutnya lagi terpotong.
"disini… kita tinggal bersama" sahut sehun sekilas dan langsung keluar dari kamar.
"mwo? Dasar menyebalkan!" gerutu luhan.
"tunggu.. aku harus berbagi kamar dengan namja itu? Namja sombong dan angkuh itu? aah! akan kuadukan pada appa" monolog luhan.
.
Selesai mandi luhan langsung turun untuk mencari appa nya.
"hey, Luhan-sshi?" sahut pria paruh baya yang mengenakkan pakaian formal.
"ah, annyeong haseyo" jawab luhan sambil bow.
"apakah anda Suho ahjussi?" sahut luhan dan suho ahjussi hanya mengangguk.
"dimana appa?" Tanya luhan.
"dia sudah berangkat sejak satu jam yang lalu" jawab Suho ahjussi tergesa-gesa.
"ahjussi mau berangkat kerja juga?" Tanya luhan yang hanya dijawab dengan anggukan.
"lalu di mana letak kamarku ahjussi?" Tanya luhan
"Diatas bersama Sehun. Jika kau butuh apa-apa minta aja sehun untuk mengantarmu. Ahjussi berangkat dulu" jawab suho ahjussi tergesa-gesa.
"aigoo~ ini benar-benar memuakkan" gerutu luhan sambil mengamati setiap sudut rumah.
"hh~ kenapa rumah ini terasa sangat kotor. Kenapa appa tak tak menyewa maid saja" monolog luhan.
Rumah ini memiliki 2 kamar tidur masing-masing untuk ayah luhan dan suho ahjussi dilantai bawah dan 1 kamar tidur diatas untuk luhan dan sehun dan memiliki 3 mobil untuk appa sehun ,appa luhan, dan sehun. Kenapa hanya 3 mobil? karena appa luhan tahu bahwa luhan tak bisa mengendarai mobil. LOL.
.
.
Terlihat namja mungil itu sedang memasukan tumpukan pakaian di lemari besar kamarnya.
"hh~ aku lapar. Dan dimana anak menyebalkan itu" monolog luhan sambil menuruni tangga dan menuju ke dapur dan melihat diatas meja makan hanya ada sebuah sandwich kacang yang terdapat gigitan disisi-sisinya.
"benar-benar kejam, tak tahu aku sedang la-" gerutu luhan terpotong tatkala melihat kunci mobil terlempar didepannya diatas meja.
"apa-apaan ini?" sahut luhan sambil melihat sehun yang langsung menaiki tangga.
"yak! apa maumu huh! Bahkan kau tak menyambut kedatangan ku dari China dengan baik!" teriak luhan manaiki tangga.
Dilihatnya sehun sedang berbaring diatas ranjang dan mamainkan ponselnya tanpa menghiraukan luhan yang memasang wajah geram diambang pintu kamar.
Luhan yang jengkel langsung mengambil ponsel sehun dengan paksa dan menggantikan kunci mobil ditangan sehun.
"aku lapar ,tolong antar aku!" sahut luhan.
"tak bisakah kau berangkat sendiri?!" jawab sehun singkat.
"ak- ah- akuu- tak bisa mengendarai mobil" jawab luhan sambil menundukan wajahnya yang merah.
"hhh dasar uke" sahut sehun sambil bangkit dari ranjang dan keluar kamar mendahului luhan.
"hah? Apa yang dia katakan? Sialan" gerutu luhan dan langsung menyusul sehun.
.
.
Sluurrhpp
Terlihat luhan sedang menikmati Ramen jumbonya dengan rakus. Dan Sehun yang dihadapannya melihat luhan dengan tatapan –apakah anak ini tak pernah makan selama hidupnya?-
"apa kau mau?" Tanya luhan yang merasa sehun menatapnya sedari tadi.
"ani, Ramen is not my style" jawab sehun dengan pocer face nya
Tiba-tiba sehun mengulurkan tangannya dan menghapus noda makanan disudut bibir luhan yang sontak membuat luhan salah tingkah.
Terlihat sehun memanggil pelayan di café itu. Dan pelayan itu langung datang
"ada yang bisa saya bantu?" sahut pelayan.
"1 porsi ramen jumbo lagi.. dan 2 bubble tea rasa taro" sahut Sehun ramah pada pelayan.
"Emm.. Untuk siapa?" sahut luhan bingung.
"untuk kau, siapa lagi" jawab Sehun ketika pelayan datang membawa pesanan.
"huh? Perutku sudah penuh, lalu siapa yang akan menghabiskan semua ini" sahut luhan yang tak digubris oleh sehun yang sibuk dengan bubble teanya.
Pelayan itu datang membawa makanan.
Mereka hanya memandang sebuah ramen jumbo dihadapan mereka, dan sepasang sumpit.
"cepat makan, jika tak mau ramen itu mengembang" sahut sehun singkat.
"dasar sialan" gerutu luhan sambil melirik sehun dengan tatapan sinis dan mencoba memakan ramen itu sedikit-demi sedikit.
Dilihatnya daritadi sehun menatap ramen itu ketika luhan memakannya dan tiba-tiba sehun menarik mangkuk ramen itu dan memakannya.
"ugh haha ,ternyata dari tadi kau menahan laparmu" sahut luhan yang terkekeh melihat sehun.
"habiskan saja, aku sudah kenyang" tambah luhan sambil meminum bubble teanya.
Sehun tiba-tiba menghentikan makannya dan menarik untaian ramen dan berusaha menyuapi Luhan tapi luhan menggeleng.
"ayolah ,aku tahu kau masih lapar" sahut sehun yang membuat luhan membuka mulutnya dan memasukan suapan itu.
Entah saat ini apa yang ada difikiran luhan sampai-sampai ia melupakan sosok JongIn, dan sekarang ia malah merasa nyaman dengan keadaan ini, nyaman dengan sosok namja yang ada dihadapannya saat ini.
Saat ini tersirat senyum manis dibibir sehun, yang mungkin ini senyum pertama kalinya pada luhan.
.
.
.
Terlihat namja yang lebih tinggi sedang topless dan terlelap diatas ranjang sambil mengenakan earphone ditelinganya.
Dan terlihat namja yang lebih pendek nan mungil yang barusaja selesai membersihkan rumah dan sekarang merapikan barang-barang dikamar mereka.
"lelah sekali rasanya dari siang tadi sampai sekarang" monolog luhan sambil melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul [15:22 KSL].
Benar-benar sangat melelahkan bagi luhan karena rumah ini layak seperti gudang sebelumnya dan sekarang lumayan bersih berkat luhan.
Luhan yang merasa waktu sudah sore ,ia langsung memasuki kamar mandi.
Saat ia melepaskan pakaiannya tiba-tiba sehun masuk dengan keadaan topless dan langsung mengunci pintu kamar mandi ,sontak membuat luhan kaget dan langsung cepat-cepat mengenakan handuk dan dililitan sampai menutupi bagian dadanya (?) layaknya uke kkk/.
"yak! ada apa kau i—" sahut luhan terpotong saat sehun mencoba membungkam mulut luhan.
"diamlah diluar ada yeojachinguku" sahut sehun panic.
.
Goo Hara adalah yeojachingu sehun ,mereka sudah menjalin hubungan selama 2 bulan ,itu semua semata-mata karena Sehun terpaksa . Dan belakangan ini Sehun menjauhi Goo Hara karena menurutnya goo hara adalah yeoja yang sangat posesif.
.
"Sehun-ahh~ apa kau didalam?" suara yeoja di balik pintu kamar mandi.
Luhan dan sehun hanya bisa bersembunyi di dalam kamar mandi dengan keadaan panic.
"kau diam saja dan turuti aku" sahut sehun lirih.
Dan tiba-tiba sehun mencumbu leher luhan dan membuat kissmark disana, menggigit leher mulus itu dan membuat luhan mendesah tak karuan.
"sshh mmh Sehunnh hentikkan" desah luhan yang berusaha mengelak.
"Sehun-ahh apa yang kau lakukan didalam huh?!" sentak goo hara dari balik pintu kamar mandi.
Sehun langsung melepaskan cumbuan dan langsung merangkul tubuh luhan dan keluar kamar mandi.
Luhan yang menundukan kepalanya tak tahu harus berbuat apa. Dia bingung bercampur malu atas perbuatan sehun barusaja.
"Ada apa eoh?! Kau merusak seasana saja!" sentak sehun singkat.
"hey, aku ini yeojachingumu. Dan siapa namja ini huh!?" Tanya Hara sinis sambil melihat luhan yang masih menunduk, namun Hara melihat leher luhan yang terlihat jelas ada kissmark di beberapa sudutnya.
"mwo?! Apa yang kalian lakukan? " sahut Hara sambil menjulurkan tamparan dipipi kiri sehun.
Luhan yang merasa suasana benar-benar genting, ia semakin takut.
"perlu penjelasan lagi? Dia namjachinguku. Dan pergilah sekarang! Aku tak mau melihatmu disini." sahut sehun sinis.
"ap-a apa? Kau dan dia? Brengsek!" sentak Hara sambil mendaratkan tamparan dipipi luhan. Yang sontak membuat sehun kaget dan langsung manampar pipi Hara.
Hara yang benar-benar shock ia hanya bisa tersungkur dan menitikkan air mata.
"cepat pergi atau aku akan menyeretmu keluar" sahut sehun sambil meninggikan suara.
"Kau benar-benar brengsek! Namja sialan! Kau akan menyesal ,memutuskanku dengan cara seperti ini! Camkan itu oh sehun!" sentak Hara sambil keluar dari kamar dan meninggalkan mereka.
Luhan yang merasa bersalah dia menitikkan liquidnya. Sehun yang melihat luhan seperti itu merasa bersalah.
"mianhaeyo" sahut sehun sambil memeluk luhan karena merasa bersalah.
Entah apa yang ada difikiran sehun, saat ini ia sangat nyaman memeluk tubuh mungil luhan.
"pipimu tak apa?" sahut sehun sambil menangkup kedua pipi luhan.
Luhan hanya tersenyum simpul.
"maafkan aku atas kejadian tadi" sahut sehun yang tidak digubris luhan sama sekali dan meninggalkan sehun ke kamar mandi.
Luhan membanting pintu bathroom itu, sontak mambuat sehun kaget dan langsung mengikuti luhan masuk bathroom.
"kau kenapa eoh?" Tanya sehun.
"pergilah, dan jangan sentuh aku lagi!" sentak luhan sambil mendorong tubuh sehun keluar dari bathroom dan mengunci pintu itu.
"hey lu.. maafkan aku atas perbuatanku tadi, tapi aku benar-benar tak bermaksud apapun, jadi aku mohon padamu jangan seperti ini" Tanya sehun dibalik pintu.
Isak tangis luhan ternyata tak terdengar oleh kucuran air shower yang mengguyur tubuhnya. Luhan hanya merasa bersalah saat ini, merasa bersalah pada yeojachingu sehun, dan juga jongin. Ia merasa telah menghianati jongin.
"maafkan aku…" lirih luhan.
.
.
.
Terlihat pemuda mungil sedang dengan pandangan kosong melihat layar besar didepannya –TV-. Dan namja yang menuruni tangga melihatnya cemas dan menghampirinya.
"lu.. apa kau marah padaku?" Tanya sehun lirih.
Gelengan lembut menghiasi pemuda mungil itu.
"jinjja?" Tanya sehun memastikan. Dan dijawab anggukan dan senyum simpul oleh luhan.
Sehun yang merasa suasana telah membaik, sontak memeluk luhan, dan saat sehun akan melepaskan pelukan, luhan malah menggagalkannya.
"maafkan aku, aku sangat menyesal, aku tidak bermaksud untuk membencimu, sehunahh" sahut luhan disisi dada bidang sehun.
Sehun yang mendengar itu langsung mengeratkan pelukan mereka, tiba-tiba.
Terdengar suara mobil didepan rumah. Appa luhan terlihat tergesa-gesa masuk rumah. Disusul appa sehun dibelakangnya. Entah iitu terlihat aneh dimata luhan, dua pria peruh baya tinggal dalam satu atap tanpa didampingi dengan istri masing-masing. Apakah factor pekerjaan bisa membuat mereka sedekat itu. Fikiran luhan semakin mencakar angan yang tidak-tidak. Dan mereka terkesan seperti pasangan gay (?). apakah mereka tidak malu dengan umur mereka padahal mereka juga sudah memiliki istri dan anak. Luhan segera membuang jauh-jauh fikirian kotor itu.
"appa sudah pulang" sapa luhan sambil tersenyum lima jari menyambut appanya.
"Lu, malam ini appa harus pergi keluar kota bersama Suho ahjussi karena ada proyek kantor selama satu minggu. Dan sekolahmu masih 1 bulan lagi kan, jadi bersenang-senanglah bersama Sehun" sahut appa luhan tergesa-gesa.
"tapi appa, baru kemarin kita bertemu ,kenapa kau terus menerus sibuk dengan urusanmu?" sahut luhan lirih.
"Appa juga tak mau seperti ini ,tapi ini pekerjaan appa ,tanggung jawab appa. Lagipula hanya satu minggu ,dan kau juga ditemani Sehun" jawab appa luhan.
"biarkan mereka, lagipula itu sudah biasa" sahut sehun dengan datar dihadapan luhan. Dan entah kepan mereka melepaskan pelukan itu.
Suho ahjussi hanya tersenyum simpul dan bergegas membawa data-data dan tasnya begitupun appa luhan.
"jaga diri baik-baik" sahut appa luhan sambil memeluk luhan dan menepuk bahu sehun lalu bergegas pergi bersama partnernya –suho ahjussi-.
.
.
.
Terlihat kedua namja sedang melihat TV diruang keluarga. Tak lama kemudian terlihat sehun yang terlelap disofa depan TV. Tiba-tiba ponsel luhan bordering
[Received Call -JongIn-ahh 3-]
"yeoboseo" jawab luhan.
"kenapa kau tak mengabariku" suara jong in disebrang sana.
"aku baru sampai semalam ,hari ini aku sangat sibuk ,jadi tak sampat menelfonmu, maafkan aku" jawab luhan.
"ahh begitu rupanya, ya sudah tak apa. Bagaimana kabarmu?" sahut jongin.
"baik-baik saja, kau juga kan?" jawab luhan.
"tentu, ehm.. bolehkah aku bertanya" sahut jongin
"aha" jawab luhan.
"ahh, apakah chen tahu kalau kita berpacaran?" Tanya jongin.
"tentu saja dia tahu, kau tahu dia teman sebangkuku ,memangnya kenapa?" jawab Luhan.
"ah anu itu ahh haha bukan apa-apa, ahh sudah larut sebaiknya kau tidur chagiya" sahut jongin lalu mematikan sambungan.
Tut Tut Tut Tut
"Nuguya? Yeojachingu? Ah tak mungkin kau punya YC ,kau saja tak bisa mengendarai mobil ,hahaha. Namjachingumu eoh?" Tanya sehun yang membuat luhan jengkel.
"diamlah" sentak luhan sambil kembali melihat TV.
.
Kedua namja itu tertutup gelak tawa saat menonton comedy show [G.A.G Concert]. Kedua namja itu seperti bersaudara, sangat hangat, padahal baru kemarin luhan bertemu sehun di bandara. Rasanya seperti sehun memiliki magnet yang terus membuat luhan merasa hangat didekatnya. Dan seolah-olah meleburkan memorynya bersama Jong In.
.
[23:44 KSL]
Waktu sudah sangat larut, terlihat luhan yang sedah terlelap di sofa dan sehun yang masih menonton pertandingan bola di hadapannya.
Sehun hanya terkekeh melihat luhan yang tertidur dengan keadaan mangangkang. Dimatikan tombol power TV dan digendongnya tubuh mungil luhan ala bridge style ke kamar mereka.
"kau tak sadar kalau kau terlihat cantik jika tertidur, bahkan hiasanku tadi sore masih melekat dilehermu, jujur aku sangat tertarik padamu lu, kkk" monolog sehun sambil terkekeh.
Direbahkannya tubuh luhan diatas ranjang dan sehun pun merebahkan diri disamping tubuh luhan.
Dilepaskan ponsel yang masih digenggaman luhan, dan menaruhnya di tepi meja.
Tapi rasa penasaran terus menggeliat diotak sehun untuk membuka isi ponsel itu.
Klik
Suara ponsel luhan terbuka. Entah darimana sehun mendapatkan sifat penasaran seperti ini ,selama ini dia memiliki sifat dingin ,sombong, dan angkuh, dan semenjak bertemu luhan sifatnya berubah total semakin hangat, dan perhatian, entah itu benar-benar membingungkan, tapi sesungguhnya Sehun sedikit menyukai luhan sejak mereka bertemu. Ya benar, sedikit.
Terlihat wallpaper ponsel luhan dipajang foto Luhan bersama eommanya.
"ibumu sangat cantik, mungkin itu sebabnya kau cantik kkk" monolog sehun yang sedikit terkekeh.
Dibukanya Gallery berfolder "3" terdapat foto-foto Luhan bersama JongIn.
"ah jadi yang di airport itu namjachingumu, dia tampan tapi masih kalah dengan ketampananku" monoloh sehun sambil membanggakan diri.
Dibukanya lagi folder bernama "Xiao Lu" terdapat foto-foto hunting Luhan waktu mengikuti Asian Ulzzang Contest.
"apakah ini benar-benar dirimu? Kau ulzzang chinese? Aigoo!" tiba-tiba sehun tercengang.
-Asian Ulzzang Contest-
Peraturan Contest ini setiap peserta contest tidak diperbolehkan melihat fisik antar semua peserta. Dan sebenarnya Oh Sehun itu pun juga seorang Ulzzang Korea yang didunia ulzzang dia bernama Odult. Ya benar, sehun adalah pemenang 1st Ulzzang Asia, dia yang mengalahkan Luhan dan semua peserta ulzzang lainnya. Jadi luhan dan sehun pun tak tahu seperti apa fisik pesaing-pesaing mereka, dan yang tahu hanya Panitia Lomba Ulzzang Contest itu sendiri, karena contest itu diadakan online jadi mereka mendaftarkan diri dengan nama dunia maya masing-masing.
.
.
.
Alarm ponsel sehun berdering dirasa ponsel itu bergetar dibawah punggungnya, diambilnya ponsel sehun dan dilihatnya waktu [09:55 KSL].
Entah kenapa luhan merasa penasaran dengan isi dari ponsel sehun. Dibukanya satu persatu folder di ponsel itu. Dan ia melihat folder bernama "I am Odult"
"omo! Apakah ini nyata? Sehun 1st ulzzang asia? ahh" sahut luhan kaget sambil mengguncang-guncang tubuh sehun yang ada disampingnya.
"eh he hey ya yak!" sahut sehun yang merasa dirinya terguncang-guncang.
"ahaha mianhae" jawab luhan sambil menunjukkan gambar di ponsel sehun.
"yak! odult! Kenapa kau tak memberitahuku kalau selama ini kau itu seorang ulzzang huh? kk" sahut luhan yang terdengar risih di telinga sehun.
"yak diamlah aku sedang tidur!" jawab sehun datar yang langsung membuat luhan jengkel dan luhan langsung memukul perut sehun.
"yak! ada apa kau ini?" sahut sehun.
"itu salahmu karena kau tak pernah memakai kaos kalau sedang tidur! Aaa! Jangan pukul aku~" jawab luhan singkat lalu langsung berlari ke kamar mandi.
"apa kau tak sadar atasmu piyama tapi bawahmu hotpants huh!" sahut sehun tak mau kalah sambil kembali menarik selimutnya.
"Apa? Hotpants? Aigoo! Sejak kapan celana piyamaku lepas" monolog luhan di kamar mandi.
Hotpants? Ya! Luhan adalah namja yang suka mengenakan hotpants menurutnya itu sangat nyaman dipakainya , entah dimana rasa aneh itu hilang sejak ia tahu kalau hotpants itu banyak dipakai kaum hawa.
.
.
.
"cepat mandi dan antar aku ke supermarket" sahut luhan yang duduk ditepi ranjang .
"untuk apa?" jawab sehun sambil menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.
"akan kumasakan makanan, tapi tak ada bahan sama sekali" sahut luhan dengan pandangan –ayolah-.
"dengan syarat" jawab sehun mengejek.
"Yak! Kau ingin makan atau tidak! Repot sekali berurusan denganmu!" sentak luhan.
"haha aku bercanda" jawab sehun sambil beranjak ke bathroom.
"hhh~ malas sekali namja itu" monolog luhan sambil meraih ponselnya dan dilihatnya ada Inbox dari Chen.
"Lu, aku punya kabar mengejutkan untukmu"
"kabar apa? Baik atau bu-" luhan sedang mengetik pesan tiba-tiba ponselnya mati.
"ahh aku lupa mencharger semalam" monolog luhan sambil menyambung PowerBank ke ponselnya.
Tiba-tiba
"Lu! Ambilkan handukku!" teriak sehun dari dalam bathroom. Dan luhan segera membuka lemari disudut kemar mereka.
"yang mana? Aku tak tahu!" jawab luhan sambil mencari tumpukan handuk di lemari mereka.
"yang mana saja! Palli palli!" sahut sehun.
"buka pintunya" sahut luhan menyodorkan handuk putih milik sehun.
"yak kenapa yang ini, ini terlalu kecil" jawab sehun sambil menampilkan kepalanya di celah pintu.
"pakai ini saja, repot sekali kau ini" jawab luhan sambil mengalungkan handuk dileher sehun dan segera beranjak.
.
Luhan yang asyik membaca novel sontak menganga ,tiba-tiba melihat sehun keluar dengan melilitkan haduk di pinggangnya yang kekecilan, dan sebuah benda teetonjol jelas dibalik kain handuknya.
"omo! Itu apa? aigoo! Apa yang dia lakukan dari tadi di bathroom sampai miliknya sebesar itu?" moolog luhan kaget.
Luhan yang melihat itu sontak langsung menutupi matanya dengan novel yang dibacanya.
"kenapa kau ini?" sahut sehun.
"ani, cepat kenakan pakaianmu" jawab luhan singkat.
"haha aneh sekali" sahut sehun sambil mengenakan pakaian.
.
"ehm .. Kau mau makan apa? biar aku tulis daftar bahannya sekarang"
"emm.. jika aku menyebutkan, apakah kau pasti bisa memasaknya?" sahut sehun sambil mengancingkan kancing bajunya.
"kuharap" sahut luhan bergegas sambil meraih novel diatas meja.
"kajja" sahut sehun sambil meraih kunci mobilnya.
"hey kau belum menjawabku" sentak luhan sambil mengikuti sehun dibelakangnya.
"aku juga bingung" sahut sehun yang membuat luhan jengkel.
.
"jadi kau mau makan apa?" sahut luhan sambil melihat sehun yang sedang menyetir.
"aku ingin makan diluar, kemarin aku melihat ada grand opening restoran baru di daerah Myeongdong, bagaimana?" sahut sehun sambil menatap jalanan kota seoul.
"lagi? Apa kau tak bosan makan diluar terus menerus?" sahut luhan yang dijawab gelengan oleh sehun.
"kumohon?" sahut sehun memohon kepada luhan sambil memegang tangan luhan. Luhan yang menyadari itu langsung melepaskan tautan mereka.
"kenapa kau memohon padaku? Aneh" jawab luhan.
.
.
[Xoxo Café & Resto]
Luhan terkekeh melihat nama restoran itu.
"kkk namanya seperti nama café milik harrabeoji" monolog luhan sambil mengikuti sehun dari belakang.
Kedua namja itu duduk berhadapan di salah satu meja di restoran itu.
Seorang pelayan menghampiri mereka.
"silahkan" sapa pelayan itu sambil memberikan buku menu.
"aku samgyeopsall dan carrot juice" sahut sehun.
"mm.. aku.. ah.. apakah tak ada masakan china?" Tanya luhan.
"chinesse food? Ah mianhaeyo kami baru disini dan masih menyediakan Korean Food saja, maafkan kami" sahut pelayan dengan sopan.
"oh begitu, mm.. teokbokki dan milk shake" sahut luhan.
"baiklah, harap menunggu" sahut pelayan sambil meninggalkan mereka.
"kuharap rasanya berbintang" monolog sehun.
.
Ckrek
Tiba- tiba suara ponsel sehun yang sedang memotret luhan yang sedang sibuk dengan novelnya.
"yak! hentikan!" luhan yang sadar langsung berusaha meraih ponsel sehun tapi tak berhasil. Dan luhan berusaha membalasnya dengan memotretnya balik, namun saat mencari ponselnya di saku jaketnya bahkan disaku celananya tidak juga ditemukan ponselnya.
"apakah ponselku ada padamu" Tanya luhan.
"ah? Tidak tidak, sedari tadi ku tahu kau tak memegang ponselmu sama sekali, bakan kau sibuk dengan novelmu itu" jawab sehun.
"aigoo! babo! aku meninggalkanya disamping bantalku" sahut luhan sambil menepuk-nepuk kepalanya.
"haha, dasar ceroboh" sahut sehun.
"aku akan menjadikan ini wallpaper ponselku, kau tahu? Wajahmu sangat absurd kkk" tambah sehun sambil menunjukan layar ponselnya.
"yak! ganti!" sentak luhan yang sama sekali tak digubris sehun.
Terlihat dua pelayan datang membawa pesanan mereka.
.
.
.
"waah, perutku sangat penuh" sahut luhan sambil masuk mobil.
"haha. Aku tak bertanggung jawab jika perutmu buncit" jawab sehun sambil menghidupkan mesin dan melajukan mobil mereka.
"kau ingin ice cream?" Tanya sehun.
"ice cream? Tentu saja!" jawab luhan semangat ,tanpa menghiraukan isi perutnya yang sudah membuncit.
Sehun yang melihat luhan hanya terkekeh.
"Lu.. apakah kau sudah menghubungi eommamu sejak kau di Seoul?" Tanya sehun.
"sudah, kemarin dia menelfonku lewat ponsel appa" sahut luhan.
"syukurlah kalau begitu, mm.. dan bagaimana dengan namjachingumu?" Tanya sehun lagi.
"uh? Kau tahu dia?" Tanya luhan balik.
"kemarin tak sengaja aku melihat ponselmu kkk" sahut sehun terkekeh.
"aish dasar lancang huh" jawab luhan sambil cemberut.
"yak! kau menyebutku lancang? Kau saja tadi pagi juga membuka ponselku. Dasar!" sahut sehun sambil mencubit pipi kiri luhan.
"appo! Hentikan!" sentak luhan.
"oh ya! Kau ternyata ulzzang ne? kkk" Tanya luhan jahil.
"aahh itu hanya tak sengaja memotret dan temanku yang mempostingnya, dengan tidak sengaja" jawab sehun ringan.
"nah itu dia kedainya" sahut sehun sambil menunjuk kedai bernama "MoguMogu IceCream".
Terlihat kedua namja itu turun dari mobil dan memasuki kedai dan duduk disalah satu meja bernomor 9.
"apakah tak ada ice cream yang berasa taro?" monolog luhan sambil mebolak-balik halaman buku menu.
Terlihat pelayan menghampiri mereka.
"aku GreenTea Wafer Cone" sahut sehun.
"eh anu.. Tutty Frutty Chesse Cone" sahut luhan.
"baiklah" sahut pelayan dan langsung meninggalkan mereka.
"ehm Sehunahh. Apakah aku boleh bertanya?" Tanya luhan.
"tentu saja" jawan sehun.
"ehm ,dimana ibumu tinggal? Kenapa kalian tidak bersama" Tanya luhan.
"ahh eommaku? Ia ada di Tokyo, appa dan eomma ku cerai sejak aku kecil, jadi aku sudah terbiasa dengan keadaan ini" jawab sehun dengan senyum simpul.
"jadi ka—" Tanya luhan terpotong ketika ada namja pendek bermata bulat menghampiri sehun.
"Sehunahh!" sahut namja itu.
"yya! Kyungsoo –ahh!" jawab sehun.
"bersama siapa kau?" Tanya Kyungsoo sambil menepuk bahu sehun.
"Luhan, dia a—" jawab sehun terpotong.
"berdua ahh ,dia namjachingumu eoh? Kenapa kau tak memberi tahu teman-temanmu jika kau sekarang punya namjachingu" sahut kyungsoo panjang lebar.
"tentu saja hahah" jawab sehun sambil memegang tangan luhan selayaknya mereka berpacaran.
Luhan yang melihat itu langsung membulatkan matanya pada sehun, dan sehun hanya terkekeh.
"kalau begitu aku dulu ne! " sahut kyungsoo.
"hati-hati dia namja yang agresif jika diranjang" sahut kyungsoo lirih disamping telinga luhan samba menepuk bahu luhan. Dan luhan hanya terkekeh bingung. Dan kyungsoo meninggalkan mereka.
.
.
"langsung pulang, perut sudah penuh sepenuh-penuhnya huffft" sahut luhan sambil menghembuskan nafas.
Sehun yang melihatnya sangat terkekeh sambil sibuk menyetir.
"ehm, kenapa kau selalu memperkenalkan ku sebagai namjachingumu di temanmu bahkan di yeojachingumu eh mantanmu itu" sahut luhan.
"entahlah" jawaban sehun yang singkat membuat luhan semakin jengkel.
.
Terlihat kedua namja yang barusaja sampai dan langsung merebahkah badan mereka diranjang.
Drrrrt
Suara ponsel luhan terasa dibalik bantalnya. Diraihnya ponsel itu dan dilihat ada inbox dari Chen.
[Chen: kuharap ini untuk kebaikan kalian]
Isi pesan Chen dan dibawahnya menunjukkan foto seorang yeoja dengan namja sedang tak mengenakkan pakaian hanya tertutupi dengan bedcover sampai dada mereka, terlihat namja dan yeoja itu sedang mabuk dan terlelelap diatas ranjang.
"…" mata luhan membulat berkaca-kaca. bibirnya bergetar kuat dan heartbeatnya serasa dipause, pipi yang kering tadi sekarang tengah dialiri sungai tanpa muara. Tetesan liquid luhan mengalir deras membasahi kedua pipinya. Ponsel digenggamannya jatuh dilantai.
Luhan yang masih dengan pandangan kosong terus bercucuran airmatanya. Sehun yang melihatnya tiba-tiba panik dan barusaha melihat apa yang dilihat dari ponselnya.
"Bukankah ini jong in namjachingumu" sahut sehun lirih.
.
.
.
-To Be Continued Chapt 4-
.
A/N:
Typo sorry :D
Sorry kalau alur membingungkan kalian para readers :D
Sekalilagi saya hanya author baru disini dan masih tahap belajar jadi harap dimaklumi :D
Please kritik dan sarannya readers! :D
Oke cukup sekian/
Rexa pamit undur diri dan bye bye/
