WARNING! INI MENJURUS KE RATED M!
Sick
.
.
.
Sinar matahari memasuki celah jendela kamar seorang pemuda yang sedang bergelung dalam selimutnya. Pemuda yang diktehui bernama Jung Hoseok tersebut sedikit terganggu dengan biasan cahaya yang mengganggu tidurnya. Merasa terganggu, kemudian ia membuka matanya perlahan dan sedikit menyipitkan matanya karena silauan sinar matahari yang masuk.
"hoaamm..." Hoseok menguap mengerjapkan matanya untuk kembali memfokuskan pandangannya. Beberapa detik kemudian ia tersadar dan beranjak dari tempat tidurnya. Ia membuka pintu kamarnya lalu berjalan ke dapur sambil menggaruk pantatnya yang terbalut boxer hijau favoritenya.
Ketika ia hendak membuka pintu kulkas terdapat notes kecil yang tertempel pada pintu.
'Hyung, aku main ke rumah Mingyu bersama Junhoe dan juga Yugyeom. Di kulkasmu tidak ada bahan makanan sedikit pun. Jadi aku tidak membuat sarapan. Istirahat yang benar, hyung. Get well soon. –Jungkook.'
Hoseok tersenyum tipis membaca notes tersebut. Kemudian ia membuka kulkas dan mengambil botol yang berisi air putih dan langsung meminumnya hingga habis dan meletakkan botol itu di meja makan. Sepertinya ia kekurangan cairan karena seharian kemarin ia tidak beranjak sedikit pun dari ranjang karena flu yang di deritanya.
"Aku lapar..." Gumamnya pelan. Ia kemudian mencoba membuka semua lemari yang ada di dapur. Ketika membuka lemari terakhir wajahnya langsung sumringah. Di dalam lemari tersebut ada sebuah cup ramen yang belum tersentuh. Dengan cepat ia langsung mengambil ramen tersebut dan membuatnya.
Hanya membutuhkan waktu 3 menit ramen buatannya sudah jadi. Matanya berbinar melihat hasil karyanya membuat ramen. Segera menyumpit ramen itu dan ditiupnya pelan-pelan karena masih panas. Baru saja ia hendak melahap ramen itu seseorang datang dan mengagetkannya.
"HYUNG!"
Spontan ia menjatuhkan sumpitnya. Sialnya, sumpit itu menyenggol cup ramennya dan berakhir tumpah. Ia hanya menatap ramen tumpahnya dengan pandangan memelas. Tidak menggubris seseorang yang sedang menatapnya tajam saat ini disampingnya.
"Hyung! Kau ini sedang sakit! Kenapa makan ramen huh?! Kan aku sudah mengirimimu pesan tadi. Aku akan kemari membawa makanan. Tidak bisakah kau menungguku sebentar? Bla bla bla..."
Hoseok jengah mendengar omelan kekasihnya. Ia menoleh untuk melihat wajah Taehyung―kekasihnya―dengan malas. Kemudian ia berdiri hendak menghentikan ocehan kekasih aliennya itu.
"Hey." Suara Hoseok sedikit membentak.
"Apa?!" Taehyung pun tak kalah garang menjawabnya.
Kemudian seringaian mengerikan terpampang di bibir Hoseok. Taehyung yang melihat seringaian itu mendadak menjadi gagap dan merasa akan diterkam seekor kuda liar yang pernah hadir di mimpi buruknya.
"A-apa yang kau pikirkan hyung?" Tanya Taehyung agak terbata. Bukannya menjawab, justru seringaian Hoseok makin melebar dan terkesan creepy.
Baru saja Taehyung membuka mulutnya hendak bicara lagi, namun tangan Hoseok lebih dulu menarik pinggang Taehyung untuk mendekat. Dan sekarang tidak ada jarak yang memisahkan mereka. Tubuh mereka berdempetan. Taehyung shock dengan perlakuan tiba-tiba dari kekasih kuda liarnya itu. Matanya membola terkejut. Detik berikutnya Taehyung menundukkan kepalanya dengan muka bersemu merah. Taehyung tidak berani menatap Hoseok jika sifat pervert kekasihnya ini kumat. Terlalu menggoda sekaligus mengerikan menurutnya.
Hening beberapa saat. Hoseok lebih mendekatkan kepalanya ke perpotongan leher milik Taehyung. Menghirup aroma strawberry yang khas dari kekasihnya itu. Taehyung hanya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya agar tidak ada suara ambigu yang keluar dari mulutnya.
Hoseok mulai mengecupi leher Taehyung. Hanya kecupan biasa tanpa tanda khusus. kemudian Hoseok menumpukan dagunya pada bahu Taehyung.
"Sudah berapa lama aku tidak menyentuhmu hm?" Gumam Hoseok dengan suaranya yang sedikit berat dan―ehm―seksi.
"B-baru kemarin kau sakit." Jawab Taehyung terbata.
"Seharian kemarin, ya? Cuma sehari tapi rasanya seperti aku tidak menyentuhmu setahun." Ucapnya sambil menciumi bahu Taehyung yang terbalut kaos dan cardigan tipisnya.
"Sebaiknya kau istirahat lagi, hyung. Sepertinya kau masih demam." Alibi Taehyung agar ia tidak dalam bahaya nantinya.
"Makanya obati aku." Rengek Hoseok seperti anak kecil yang sedang pilek.
"Bukannya obatmu ada di kamar hyung?" ucap Taehyung was-was. Sebenarnya ia tahu apa maksud Hoseok dengan 'mengobatinya'. Tapi ia pura-pura bodoh saja agar ia selamat.
Hoseok mengangkat kepalanya lalu menatap Taehyung dalam. Taehyung pun juga menatapnya. Sebelah tangan Hoseok yang bebas ia gunakan untuk menarik pelan dagu Taehyung mendekatkan wajahnya dan mulai mengecup dan menciumi bibir pink manis milik Taehyung. Taehyung memejamkan matanya dan juga membalas ciuman Hoseok. Tangannya melingkar di leher Hoseok. Sebenarnya Taehyung juga merindukan 'hal ini' dari Hoseok. Tapi ia terlalu sibuk mengurusi Hoseok agar kekasihnya ini cepat sembuh.
Lalu mereka saling melumat satu sama lain. Awalnya lumatan itu lembut, namun sepertinya Hoseok sudah tidak sabaran. Ia melumat bibir Taehyung agak kasar dan membuat Taehyung meloloskan desahan tertahannya. Hoseok yang mendengar desahan menggoda milik Taehyung pun makin menjadi.
Tangan yang semulanya melingkar di pinggang ramping Taehyung, kini perlahan turun meraba dua bongkahan kenyal milik Taehyung yang masih tertutupi celana penjangnya. Merasa pantatnya disentuh, Taehyung mencoba mendorong Hoseok agak menjauh untuk menahannya. Namun kekuatan Hoseok lebih kuat. Bahkan sekarang Hoseok mulai meremas bongkahan kenyal itu sedang mulut mereka masih terpagut.
"a-anghh.." Taehyung mendesah lagi. Mulutnya sedikit terbuka dan itu menjadi kesempatan Hoseok untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulu Taehyung. Mengabsen gigi putih milik Taehyung dan menautkan lidah mereka. Sesekali Hoseok menjilati bibir bawah Taehyung. Saking panasnya ciuman mereka, sampai-sampai air liur turun perlahan dari mulut mereka.
Taehyung sesak. Ia memukul pelan bahu Hoseok dan melepas tautan bibir mereka. Keduanya terengah. Hoseok menyeka air liur di sudut bibir Taehyung.
"Aku sangat merindukanmu.." Gumamnya lalu memeluk Taehyung lebih erat. Taehyung pun juga memeluk kekasihnya dengan erat. Kemudian tanpa aba-aba, Hoseok mulai menciumi leher Taehyung lagi. Taehyung yang sudah mulai terbawa suasana hanya pasrah atas perlakuan kekasihnya. Ia jenjangkan leher mulusnya agar Hoseok lebih leluasa menjelajahi salah satu bagian sensitif Taehyung.
"A-ahh..hyunghh,," Desahnya lagi-lagi ketika Hoseok menggigit lehernya dan membuat bercak keunguan disana. Sebenarnya Hoseok ingin membuat tanda kepemilikan yang banyak disana, hanya saja―
"Aku pulang ~"
ada yang mengganggu kegiatannya. Spontan Taehyung langsung membulatkan matanya dan mendorong Hoseok kuat-kuat sampai pantat kekasihnya itu mencium lantai dapur yang dingin.
"Shit. Argh!" Umpatnya seraya mengelus pantatnya yang nyeri akibat mencium lantai. Taehyung hanya diam memandanginya dengan shock, kemudian Jungkook menghampiri mereka.
"Astaga Hoseok hyung!" Jungkook memperhatikan Hoseok yang masih mengaduh kesakitan sambil mengelus pantat malangnya.
"Kenapa cuma lihat? Bantu aku berdiri!" Bentak Hoseok yang masih merasakan nyeri di pantatnya. Spontan Taehyung dan Jungkook langsung membantu Hoseok berdiri dan membawanya untuk berbaring di sofa ruang tamu. Sementara Jungkook duduk di kusi sebelah kiri Hoseok dan Taehyung di sebelah kanannya.
"Kau kalau belum sehat jangan bertingkah dulu hyung." Ucap Jungkook menasihati.
"Ya. Jungkook benar." Balas Taehyung menyetujui nasihat Jungkook. Hoseok tidak menggubris keduanya. Ia sedari tadi hanya meringis kesakitan.
"Hyung, apa kau bawa makanan? Biasanya jika kau kemari membawa makanan hehe." Tanya Jungkook pada Taehyung dengan memperlihatkan senyuman kelincinya.
"Ah ya. Aku membawa makanan. Kau juga belum makan Kook-ah?" Tanya Taehyung yang melihat wajah Jungkook seperti orang yang kelaparan. Jungkook hanya menggelengkan kepalanya, kemudian Jungkook agak emnyipitkan matanya ketika melihat sesuatu yang janggal dari―
"Lehermu kenapa hyung?"
leher Taehyung.
Spontan Taehyung langsung menutupi lehernya yang terdapat bekas gigitan kuda liar yang sedang berbaring menutup matanya sambil menyunggingkan smirknya.
"I-ini? Tadi malam dirumahku banyak nyamuk. Jadi ya beginilah. Haha." Bohong Taehyung. Jungkook yang memang dasarnya masih polos tidak tau apa-apa hanya mangut-mangut. Sedangkan Taehyung sudah mengumpati kekasihnya dalam hati 'sialan kau Jung kuda!'
FIN.
gimana pemirsah? baru pertama kali ini aku bikin yang menjurus ke rated m :v bagus gak? kalo menurut aku ini rated m gagal :'v ayo ripiuw ~ pengen tau hasil saya memuaakan(?) kalian apa gak wahai readers yang minta rated m :'v
see ya in next story! paipai~!
