Warning : NC-21, LEMON, Typho.

AN : Maaf karena ide lanjutan fic Evil Town masih susah didapat (action) tidak seperti fic ini (yadong) yang merupakan favorit saya *buka aib* jadi fic Evil Town update minggu depan *digebugin readers*

Auction

Chapter Four

HunHan

Seorang namja tampan bak pangeran tengah membawa seorang namja manis dengan melingkarkan tangannya pada pinggang sang namja manis tersebut. Membuat beberapa orang yang tidak sengaja melihat pasangan itu, mendapat pandangan kagum dan juga iri. Dan kini mereka tengah berada diluar pintu gedung pelelangan. Namun begitu, namja tampan bernama Sehun itu masih tetap tidak melepaskan tangannya pada pinggang sang namja manis yang bernama Luhan tersebut.

Luhan, yang sejak pertama kali mereka bertemu satu sama lain sudah diperlakukan seperti ini oleh sang majikan hanya bisa menahan rona pink yang tidak pernah menghilang dari pipinya. Sungguh... Luhan begitu merasa nyaman dan terlindungi oleh Sehun dan juga membuat tubuhnya entak kenapa terasa hangat. Begitu juga dengan Sehun yang tidak pernah menghilangkan senyumannya ketika dia menatap wajah Luhan yang merona itu.

"Tuan Muda, mobil anda sudah siap," ucap salah seorang namja berjas hitam didepan sebuah mobil Rolls Royce milik Sehun.

"Baiklah, kita kembali pulang," balas Sehun yang membuat sang namja berjas hitam yang merupakan body guardnya membungkuk kecil dan langsung membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.

Sehun melepas lingkaran tangannya pada pinggang Luhan, membuat sang namja manis sedikit merasa kecewa karena kehangatannya menghilang. Namun... sedetik kemudian rasa hangat itu kembali memasuki tubuhnya, begitu Sehun menggandeng satu tangannya dengan erat bermaksud membawa Luhan masuk kedalam mobil.

Pintu mobil mewah itu pun tertutup oleh sang body guard begitu kedua namja itu masuk kedalamnya. Sehun dan Luhan saling duduk berdampingan dengan tautan tangan mereka yang masih saling menggenggam satu sama lain. Membuat Luhan menundukkan kepalanya karena begitu malu, terlebih mukanya yang makin merona merah yang dia yakin bisa sama merahnya semerah tomat.

Mobil mewah itu pun mulai berjalan meninggalkan gedung pelelangan, menuju kediaman Oh Sehun yang bagaikan istana. Suasana dalam mobil begitu sepi, sepi bukan karena canggung atau apa. Tetapi sepi dengan aura hangat yang bisa dua namja yang ada didalam mobil itu rasakan dalam masing-masing tubuh mereka, sebuah senyum tidak pernah menghilang dari wajah mereka. Tetapi, sebuah senyum yang ada pada wajah Luhan tiba-tiba menghilang, begitu dia menyadari sesuatu. Dan suasana itu pun terus berlanjut ketika mereka sampai menuju kediaman Oh Sehun.

Sang body guard kembali membukakan pintu mobil dan kembali membungkukkan badannya pada Sehun. Sehun keluar dari mobil masih dengan menggenggam tangan Luhan erat, membawanya menuju kerumah besar bak istana miliknya. Sehun melirik Luhan sebentar, dan dia sedikit terkejut melihat rona merah dan senyum yang sejak tadi dia lihat pada namja manis itu kini menghilang.

Sehun mengalihkan pandangannya dari Luhan dan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada namja manis yang kini salah satu tangan halusnya tengah dia genggam erat itu.

"Selamat datang kembali Tuan Muda," salam semua maid yang ada didepan pintu masuk besar rumah Sehun sambil membungkukkan badannya.

" Bawakan baju yang bagus dan makanan untuk namja dibelakangku dan bawa baju juga makanannya kekamarku secepatnya," perintah Sehun masih dengan berjalan menuju kamar miliknya.

"Baik Tuan," balas semua maid.

Luhan sedikit ternganga melihat begitu besar dan mewah rumah namja yang telah membeli dirinya itu. Didalamnya penuh dengan barang-barang perabotan yang dia yakin harganya sangat mahal dan juga lukisan-lukisan yang pasti berasal dari pelukis terkenal. Pandangannya sedikit teralihkan pada sebuah pintu ruangan besar yang ada dihadapannya, sebuah pintu yang terbuat dari kayu yang diukir sedemikian indahnya dan dimana ternyata itu adalah kamar dari majikannya.

Seorang maid membukakan pintu tersebut untuk mereka dan merekapun masuk kedalam ruangan kamar tersebut. Pintu kembali ditutup dari luar oleh sang maid dan Luhan kembali menatap takjub ruangan kamar Sehun yang bagai sebuah kamar milik keluarga kerajaan itu, sungguh tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.

Luhan sedikit tersentak begitu genggaman tangan Sehun padanya sedikit terlepas. Pandangan mereka kini kembali bertemu satu sama lain, namun kali ini hal itu membuat Sehun kecewa. Kenapa? Karena tidak seperti saat pertama mereka bertemu dan bertatapan muka, dimana Luhan akan blushing karena melihatnya namun kali ini Luhan hanya menunduk dengan wajah sedih. Kontan hal itu membuat Sehun menjerit frustasi dalam hatinya.

"Kau beristirahatlah disini. Maid akan membawakanmu baju dan makanan. Aku akan pergi keruang kerjaku sebentar," kata Sehun yang diangguki Luhan dengan pelan.

Cup

Sehun mencium puncak kepala Luhan dan pergi menuju ruang kerja yang masih satu ruangan dengan kamarnya. Luhan menatap kosong pintu ruangan yang baru ditutup oleh Sehun dan menyentuh puncak kepalanya yang baru dicium oleh sang majikannya. Sebuah perasaan sakit dan sesak mulai menjalar dihatinya.

Sebuah perasaan takut akan terluka.

Takut akan mencintai majikannya dan terluka karenanya. Karena bagaimanapun seorang budak lelang rendah seperti dirinya tidak pantas mencintai dan mendapat perlakuan yang begitu istimewa oleh majikannya. Seperti sebelum-sebelumnya ketika Luhan memiliki majikan yang begitu kasar dan kejam, dimana selalu menyakiti tubuh dan jiwanya. Namun... ia bersyukur diculik oleh para anggota pelelangan dan membuatnya terhindar dari majikannya yang sebelumnya.

Cinta dan kasih sayang tidak pantas dia dapatkan dari namja yang lebih muda darinya itu. Luhan hanya ingin dia menjadi sebagaimana harusnya, diperlakukan seperti seorang barang lelang bukan sebagai seseorang. Luhan cukup tahu diri jika dia tidak pantas memiliki perasaan pada sang majikannya, biar bagaimanapun hal itu terlarang dan tidak pantas bagi seorang budak mencintai majikannya. Terdengar begitu klise namun itulah kenyataannya.

Luhan tersentak begitu pintu ruangan sang majikan terbuka dengan menampakkan dua orang maid dan satu orang butler yang tengah membawa baju piyama juga makanan dalam nampan yang tertutup. Butler dan maid itu membungkukkan badan mereka pada Luhan.

"Tuan... makanan dan baju anda sudah kami siapkan." sang butler kemudian memberikan kode kepada dua maid itu. Dengan kehati-hatian salah satu maid menempatkan makanan dimeja makan dekat kasur berukuran King Size milik Sehun tepatnya disebelah kanan. Sedangkan satu maid yang membawa piyama itu kini berdiri dihadapan Luhan dan sedikit membungkukkan badannya.

"Tuan... kami sudah menyiapkan baju piyama terbaik untuk Tuan. Baju piyama yang terbuat dari kain sutra pilihan dari Indonesia, mohon dipakai." sang maid memberikan piyama itu pada Luhan dan dengan sedikit canggung Luhan menerimanya. Sang maid itu pun kembali ketempatnya semula.

"Ka-kamsahamnida," ucap Luhan sambil membungkukan badan beberapa kali karena sejujurnya dia tidak pernah dilayani sebaik ini.

"Itu sudah tugas kami melayani tamu Tuan Muda kami. Tidak perlu sungkan pada kami," ucap sang butler yang kembali membungkukkan badannya begitu juga dengan para maid.

"A-ah ne," balas Luhan.

"Kalau begitu kami permisi."

Setelah sang butler dan para maid membungkukkan badan kembali, mereka pun keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan Luhan yang masih sedikit canggung karena diperlakukan seperti itu. Kini mata Luhan menatap piyama yang terasa begitu halus dan lembut dalam genggamannya.

"Pantaskah aku memakainya?" ucap Luhan pelan yang bisa kita dengar ada sedikit nada sedih dalam suaranya. Kemudian Luhan menatap sebuah nampan berisi makanan yang aroma harumnya tercium oleh hidungnya.

Luhan menghela napasnya, membuang semua beban pikiran dalam benaknya. Mengingat hari memang sudah larut dan dia sudah sangat lapar, Luhan mulai membuka baju yang melekat ditubuhnya untuk menggantinya dengan baju piyama.

CKLEK

Pintu ruang kerja Sehun terbuka dan seketika itu juga Sehun membeku melihat Luhan yang tengah naked, bermaksud sedang memakai celana piyamanya. Kedua pandangan mereka bertemu dan Luhan bisa melihat jelas muka merona milik sang majikannya yang melihat dirinya. Luhan mengerjapkan matanya dan kemudian melirik dirinya sendiri lalu mengerjapkan matanya lagi bingung.

Dan tidak lama wajahnya mulai memanas begitu dia sadar bahwa dirinya tengah telanjang dan sang majikan tengah melihat tubuhnya.

"YA! MESUM," teriak Luhan dan langsung menarik sebuah selimut untuk menutupi tubuhnya dan melempar beberapa benda pada Sehun. Wajahnya masih merah karena malu.

Sehun yang tersadar oleh teriakkan Luhan segera menghindari beberapa benda yang melayang menuju dirinya dan juga langsung masuk kembali kedalam ruangan kerjanya.

BLAM

Sehun yang sudah masuk langsung menstabilkan deru napasnya yang tidak terkontrol. Bayangan Luhan yang tengah naked total sambil berusaha memakai celana piyama itu mulai hinggap didalam pikirannya. Oh... sungguh indah dan juga sexy~

CRROOTT

"Ugh sial... sampai mimisan begini," maki Sehun sambil berjalan menuju toilet untuk membersihkan noda darah yang mengalir dari hidungnya.

Luhan... yang kini sudah memakai baju piyama tengah duduk dimeja makan. Wajahnya masih memerah mengingat kejadian tadi. Duh... malunya dia ketika Sehun menatap dirinya yang tengah telanjang itu.

Luhan membenturkankan kepalanya pada meja dihadapannya beberapa kali saking malu dan kesalnya. Tidak mau ambil pusing dengan kejadian tadi, Luhan segera membuka tudung saji dan mulai makan dengan lahap yang penuh dengan emosi.

-o0o-

CKLEK

Sehun mulai keluar dengan perlahan dari ruang kerjanya dan sedikit bernapas lega melihat Luhan yang tengah tertidur pulas di meja makan. Sehun mulai berjalan mendekati Luhan yang tengah tertidur pulas dan sebuah senyum simpul tercetak jelas pada wajah tampannya, melihat begitu indahnya mahluk yang tidur dihadapannya ini. Sehun mengelus pipi Luhan dan kemudian mengusap rambut pirang Luhan dengan lembut.

Merasakan sentuhan lembut pada dirinya, Luhan mulai membuka matanya perlahan. Dia sedikit terkejut melihat sang majikannya tengah menatap dirinya lembut, buru-buru Luhan merubah posisi menjadi duduk. Sehun sedikit terkikik melihat reaksi Luhan yang begitu lucu dimatanya.

"Maaf Tuan a-aku tertidur," ucap Luhan tergagap.

"Tidak apa dan jangan panggil aku Tuan tapi Sehun. Kau lebih tua dariku kan?"

Luhan mengangguk tanpa mau menatap Sehun.

"U-usiaku 21 tahun."

"Usiaku 19 tahun."

Luhan terdiam, tidak tahu harus berkata apa-apa lagi walau sebenarnya ada yang ingin dia sampaikan atau ia tanyakan pada majikannya ini. Tetapi dia begitu takut, sangat takut.

"Ada apa? kenapa diam? Jangan takut... aku tidak akan menyakitimu," kata Sehun begitu melihat keterdiaman Luhan.

Luhan sedikit melirik Sehun dengan perasaan takut, namun melihat sang majikan yang selalu tersenyum padanya dan perhatian pada dirinya membuat semua rasa takutnya hilang.

"Tu-tuan."

"Panggil aku Sehun jangan Tuan."

"Ba-baiklah... Tuan emh maksudku Sehun. Apa... alasanmu... membeliku?" tanya Luhan sedikit khawatir karena bertanya seperti itu, dia bahkan menudukkan wajahnya tidak berani menatap langsung pada Sehun.

Sehun sedikit terkejut namun sedetik kemudian terseyum hangat, perlahan dia menggenggam kedua tangan Luhan dengan kedua tangannya. Hal itu jelas saja membuat Luhan terlonjak kaget dan menatap Sehun.

"Alasanku... tidak lain dan tidak bukan karena aku menyukaimu... tidak tetapi aku.. aku mencintaimu Luhan,"

Luhan kembali terkejut mendengar ucapan Sehun dan dia berusaha mencari kebohongan kata-kata majikannya pada bola mata sang majikan. Tetapi nihil, dia tida bisa menemukan sama sekali kebohongan itu yang ada hanyalah kejujuran dan pancaran cinta yang diberikan pada dirinya.

Luhan menutup kedua matanya sembari memikirkan perkataan Sehun. Dia menarik kembali kedua tangannya yang digenggam oleh Sehun, membuat namja yang lebih muda dua tahun darinya itu merasa sedikit kecewa.

"Pantaskah aku?" tanya Luhan pelan namun masih bisa Sehun dengar.

"Aku... hanyalah seorang budak dan kau... majikanku. Tidak sepantasnya aku menerima cinta dari majikanku sendiri. Aku... aku benar-benar tidak pantas," jelas Luhan dengan nada serak.

"Aku tidak peduli. Apa kau merasakan hal yang sama denganku? Apa kau mencintaiku juga?" tanya Sehun dengan nada sedikit dia naikkan.

Luhan terdiam.

"Cepat jawab aku," titah Sehun.

Luhan mengangguk pelan dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya, membasahi pipinya.

"Maaf... tidak sepantasnya aku memiliki perasaan ini. Aku tidak pantas untukmu... aku akan menghilangkan perasaan ini. A-aku emph."

Ucapan Luhan terputus begitu bibirnya terkunci oleh ciuman yang diberikan oleh Sehun. Membuat sang namja manis hanya bisa membulatkan matanya kaget atas apa yang tengah dilakukan oleh majikannya ini. Sekuat tenaga Luhan memberontak agar Sehun berhenti mencium dirinya, namun apa daya? Kekuatan Luhan tidak ada apa-apanya bagi Sehun.

Sehun dengan intens terus mencium bibir Luhan, berusaha agar Luhan mau membuka mulutnya dan membiarkan lidahnya mengeksploitasi apa yang ada dalam mulut Luhan. Namun Luhan tetap kekekuh tidak mau membuka mulutnya untuk Sehun, dia takut... sangat takut dengan Sehun sekarang.

Sehun berhenti mencium bibir Luhan dan menarik kembali wajahnya dari wajah Luhan, menatap sang namja manis yang terlihat sedikit takut bertatapan dengannya. Sehun menghela napasnya lalu menggeram frustasi melihat hal tersebut, tidak seharusnya dia mencium paksa Luhan tadi. Tapi... itu semua karena Sehun sedikit terluka oleh kata-kata Luhan padanya. Persetan dengan status majikan dan budak, dia hanya mencintai Luhan dan apa itu salah?

"Bagiku... siapapun kau dan apapun keadaanmu. Aku masih akan tetap mencintai seorang Xi Luhan. Jika kau memang ingin aku menghilangkan perasaanku padamu, sama halnya dengan dirimu yang ingin menghilangkan perasaanmu padaku. Walau... aku tidak bisa menerimanya... tapi demi kau a-aku akan coba," ucap Sehun sambil menahan rasa perih didadanya dan mulai berjalan pergi dari sana.

Luhan terdiam mendengar ucapan Sehun. Memang benar ini yang dia inginkan, hubungan yang hanya antara majikan dan budak tidak lebih. Tetapi kenapa? Kenapa hatinya begitu sakit ketika Sehun mengatakan dia akan menghilangkan perasaannya pada dirinya. Begitu perih dan membuat dadanya sesak, juga bagaikan ada sebuah luka yang menganga dihatinya saat ini.

'Tidak! Bukan ini yang sebenarnya aku inginkan.' batin Luhan yang dengan segera berjalan cepat menuju Sehun yang akan membuka pintu ruangnnya.

GREP

Luhan memeluk Sehun cukup erat dari belakang, mengistirahatkan wajahnya pada punggung Sehun. Membuat namja yang lebih muda darinya itu terlonjak kaget.

"Ja-jangan... kumohon jangan... a-aku Sehun a-aku," ucapan Luhan kembali terputus begitu Sehun membalikkan badannya dan memeluk dirinya.

"Katakanlah... katakan kau mencintaiku Luhan. Sejak awal melihatmu aku tidak pernah menganggap dirimu sebagai seorang budak tetapi seorang yang membuatku jatuh cinta. Jadi... jangan pernah menganggap bahwa kau tidak pantas untukku karena kau seorang budak, dimataku kau bukanlah seorang budak Luhan."

Luhan terisak dibahu Sehun ketika mendengar ucapannya, bahagia... sungguh Luhan sangat bahagia dia bertemu dengan Sehun. Seseorang yang membuat dirinya merasa spesial, seseorang yang membuatnya bisa menangis bahagia seperti saat ini. Luhan sudah memantapkan hatinya bahwa dia ingin hidup bersama dengan Sehun selamanya, apapun yang terjadi.

"Ya... aku mencintaimu juga Sehun."

Bersamaan dengan ucapan Luhan itu, Sehun kembali mencium bibir Luhan yang kali ini tanpa ada perlawanan oleh Luhan. Luhan bahkan dengan nyaman mulai mengalungkan kedua tangannya pada leher Sehun, dan Sehun dengan posesif memegang pinggang Luhan.

Setelah beberapa lama Sehun menarik dirinya dari Luhan dan menatap kedua mata Luhan dalam.

"Bolehkah?" tanya Sehun dan Luhan mengerti apa yang Sehun maksudkan. Luhan mengangguk pelan dan membuat Sehun memberikan kembali sebuah senyum cerah padanya.

Luhan mulai membuka kancing kemeja yang tengah Sehun pakai, tangannya sedikit gemetar karena ini pertama kalinya dia akan melakukan 'itu'. Sehun tersenyum kecil melihat kegugupan Luhan, terlebih wajah Luhan yang memerah kembali. Sehun sangat menyukai Luhan ketika blushing, entah kenapa dia menyukainya.

"Kau gugup?" tanya Sehun.

Luhan mengangguk pelan.

"Kau mau berhenti?" tanya Sehun lagi yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Luhan. Sehun tertawa melihat reaksi Luhan, membuat Luhan mempoutkan bibirnya kesal pada Sehun.

"Biar aku saja yang memulai," Bersamaan dengan itu Sehun langsung kembali melumat bibir Luhan yang terasa manis. Luhan membalas ciuman Sehun sebisanya karena ini adalah pertama kalinya dia berciuman, dan Luhan bersyukur first kissnya adalah dengan Sehun namun entah siapa first kissnya Sehun Luhan tidak tahu.

Luhan kembali membuka kancing kemeja Sehun hingga terlepas semua dan Sehun mulai menarik kaus Luhan, membuat mereka menghentikan sebentar aksi ciuman mereka untuk melepas pakaian mereka yang menempel pada tubuh mereka. Luhan kembali blushing melihat Sehun yang bertelanjang dada, melihat dadanya yang bidang dan perutnya yang terbentuk. Begitu juga dengan Sehun yang menelan salivanya melihat begitu indahnya tubuh Luhan yang juga sedikit terbentuk dengan kulit putih nan mulus itu.

Begitu mereka berdua sudah bertelanjang dada, Sehun kembali menciumi bibir ranum milik Luhan dengan pelan dan lembut. Satu tangan Sehun berada dibelakang leher Luhan, menariknya untuk memperdalam ciuman mereka. Sedangkan satu tangan yang lain melingkar pada pinggang Luhan yang ramping. Sedangkan kedua tangan Luhan dengan nyaman bertengger dileher Sehun.

Jarak tubuh mereka yang begitu dekat membuat dada mereka saling bersentuhan dan membuat sebuah sengatan listrik bagi kedua namja yang tengah bercumbu itu ketika kulit mereka bersentuhan satu sama lain. Sehun menjilat bibir bawah Luhan, meminta izin agar Luhan mau membuka mulutnya. Lidah hangat milik Sehun itu pun masuk dalam rongga mulut Luhan begitu sang empunya membuka mulutnya.

"Ngghhh Sehun ahhh." Luhan mulai mendesah dalam ciuman begitu Sehun memasuki gua hangat didalam mulutnya dan mengeksploitasi apa yang ada didalamnya.

Luhan tidak hanya diam saja, dia mulai membalas ciuman Sehun dengan beradu lidah didalam mulutnya. Lidah mereka saling bertaut satu sama lain, menentukan siapakah yang lebih mendominasi dan sudah ditebak bahwa Sehunlah yang menang. Sehun kembali menyapu goa hangat Luhan dengan lidahnya, menyapu beberapa gigi putih nan bersih milik Luhan yang membuat sang namja manis mendesah pasrah.

Sehun mulai menggiring Luhan menuju kasur dan membaringkannya disana, masih dengan bibir mereka yang masih saling bertaut. Ciuman yang semula lembut kini mulai memanas dan makin intens, Luhan masih meletakkan kedua tangannya pada leher Sehun dimana Sehun mulai mengelus perut Luhan. Membuat sang namja manis kembali merasakan sebuah sengatan listrik diseluruh saraf tubuhnya.

Suara kecipak saliva mulai terdengar begitu kentara mengingat kegiatan mereka makin panas dan juga makin liar. Bahkan kini, saliva yang entah milik siapa mulai merembes keluar di ujung bibir milik Luhan. Sehun melepas tautan bibir mereka, membuat sebuah benang saliva panjang yang menghubungkan lidah mereka.

Bibir Sehun mulai turun menuju ke arah leher putih nan mulus milik Luhan.

"Akkhh!"

Jerit Luhan pelan begitu merasakan bahwa Sehun menggigit lehernya yang merupakan salah satu spot sensitif Luhan. Sehun kemudian mulai menghisapi bekas gigitannya pada leher Luhan, membuat bekas gigitan itu kini mulai menjadi tanda kepemilikan yang berwarna ungu. Dan juga hal itu membuat Luhan mendesah kenikmatan juga sedikit merasa sakit untuk beberapa kali.

Kini bibir Sehun mulai turun lagi menuju arah dada Luhan dan secepat kilat dia melahap salah satu nipple Luhan. Membuat nipple itu mulai mengeras dan juga makin berwarna merah dan kontan hal itu membuat namja manis yang ditindihnya itu mendesah makin keras. Bukan hanya bibir saja yang bermain dengan nipple Luhan, salah satu tangan Sehun pun mulai memelintir nipple lainnya membuat Luhan tidak bisa menahan rasa nikmat yang terasa diseluruh saraf tubuhnya dan Luhan hanya bisa mengekspresikan rasa nikmat itu dengan mengerah dan mendesah terus menerus.

Satu tangan Sehun yang tadi bermain-main dengan salah satu nipple Luhan mulai turun kebawah, menuju area selangkangan Luhan. Tangan itu mulai menyusup masuk dalam celana Luhan dan meremas sesuatu yang ada disana dengan perlahan dan membuat apa yang Sehun remas itu mulai menegang. Ketika Sehun meremas kejantanan dengan cukup kuat, Luhan sedikit menjerit terlebih setelah itu Sehun langsung mengocok kejantanan Luhan dengan sangat cepat.

"Aaaahhh... ngghhh Se-Sehunhh akkhhh," desah Luhan ketika Sehun dengan mahir mengocok kejantanannya dan bibirnya yang masih bermain di dada Luhan.

Merasa tangannya terasa sempit, Sehun pun menurunkan celana Luhan dan boxernya hingga kini Luhan naked total. Dan tangan itu kembali mengocok dan juga meremas kejantanan Luhan yang keras dan telah mengeluarkan precum diujung kejantanannya.

Sehun yang sudah puas bermain-main dengan dada Luhan dan memberi beberapa kissmark disana mulai perlahan turun, menuju perut Luhan dengan lidahnya yang menjilati area pusar Luhan.

"Mmhhh Sehun aaaahhh."

Kini bibir itu telah berada di depan kejantanan Luhan yang sudah mengacung tegak dengan precum. Tidak mau lebih lama lagi menahan nafsunya, Sehun pun mengulum kejantanan Luhan bak permen lollipop. Menjilat, mengulum, mengigit kecil dan juga menghisapnya sekuat tenaga membuat Luhan merasa melayang di langit ketujuh karena perbuatan Sehun.

"Akkhhh nngghhh sshhh Sehunnie aakkhh a-aku mmhhh."

Desahan Luhan makin keras ketika dia merasa akan merasa klimaks dan Sehun pun mengetahui hal tersebut karena merasa kejantanan Luhan yang ada didalam mulutnya mulai berkedut dan makin hangat.

"AARRGGGHHH SEHUN."

Luhan mendesah keras ketika tidak bisa menahan apa yang dia tahan sejak tadi, dan cairan putih nan kental yang dia tahan itu pun meluncur mulus dari kejantanannya. Tanpa rasa jijik Sehun menelan setengah dari cairan Luhan yang masuk kedalam mulutnya, dan setengah lagi dia muntahkan pada jari tangannya sebagai pelumas untuk lubang Luhan nanti.

"Cairanmu manis sekali Luhan."

Sehun pun mendekatkan wajahnya pada Luhan yang tengah menstabilkan deru napasnya dan wajahnya yang amat sangat merah setelah mencapai klimaks. Sehun mencium bibir Luhan lembut, memberikan sisa cairan Luhan yang tersisa didalam mulutnya. Tanpa Luhan sadari satu jari Sehun yang sudah diolesi oleh cairan Luhan mulai memasuki lubang sempit milik Luhan.

Luhan tersentak dan mulai merasa gelisah begitu merasa lubangnya dimasuki oleh satu jari Sehun. Sehun pun menambah jarinya satu kedalam lubang Luhan, membuat Luhan terpekik kecil namun teredam oleh ciuman mereka. Begitu jari ketiga dimasukkan, kontan Luhan melepas ciuman mereka dan mengerang dengan sangat kencang.

"Akkhhh Sehun sakit akkhh mmmhhh."

"Tahanlah baby... rasa sakitnya tidak akan lama."

Sehun kembali mencium bibir Luhan dengan lebih lembut agar Luhan merasa nyaman. Begitu Luhan tidak merasa sakit, ketiga jari itu mulai bergerak zig zag bermaksud melebarkan lubang Luhan agar siap dimasuki oleh kejantanan cukup besar milik Sehun.

"Ahhh mmmhhh..."

Luhan mendesah begitu ujung jari Sehun berhasil menyentuh sweet spot milik Luhan didalam sana. Sehun pun menyentuh titik iru beberapa kali, membuat Luhan mendesah nikmat tertahan dan membuat kejantanannya kembali mengeras. Sehun pun mengeluarkan ketiga jarinya, membuat raut wajah Luhan kecewa karenanya.

"Sabar baby, sekarang aku akan memasukimu."

Sehun mengangkat kedua kaki Luhan kebahunya agar mempermudah kejantanannya nanti masuk kedalam lubang Luhan. Sehun mulai melepas celananya yang sejak tadi terasa sangat sempit berserta boxernya dan mulai mempersiapkan kejantanannya tepat didepan lubang Luhan. Sehun menatap Luhan, meminta persetujuan dari namja manis itu. Luhan mengangguk begitu mengerti tatapan mata Sehun.

Kedua kaki Luhan yang semula dibahu Sehun kini Sehun turunkan dan lebarkan, agar sang namja tampan itu bisa bertatapan dengan wajah manis Luhan. Begitu Sehun kembali mencium bibir Luhan, hal itu juga bersamaan dengan kejantanan Sehun yang mulai memasuki lubang Luhan.

"Mmhhh nngghhh hhhaaahhh."

Luhan menjerit tertahan didalam ciumannya dengan Sehun. Rasa perih dan sakit begitu terasa dibagian tubuh bawahanya begitu Sehun memasuki dirinya. Air mata mulai turun dari kedua mata Luhan, namun Sehun menghapusnya segera dengan kedua tangannya. Kejantanan Sehun makin menerobos lubang milik Luhan, membuat namja manis itu menjerit makin keras namun tertahan oleh ciuman yang tidak kunjung Sehun lepaskan.

Lama kelamaan, Luhan mulai terbiasa dengan kejantanan Sehun yang masuk didalam lubangnya. Luhan mengangguk, memberi isyarat bahwa dia mengijinkan Sehun mulai bergerak. Sehun menarik kejantannya, lalu dia masukkan kedalam lubang Luhan sedikit keras membuat Luhan kembali mengerang tertahan karena ujung kejantanan Sehun tepat mengenai prostatnya.

"Aaahhh... akh mmhhh... ssshhh Sehunnhhh."

"Ohhh... fuck! kau sangat sempit Luhan aahhh yeahh..."

Sehun mulai menggerakkan kejantanannya makin cepat karena rasa nikmat akan dinding Luhan yang meremas kejantanannya didalam sana. Membuat suara kulit yang saling beradu mulai terdengar jelas didalam ruangan tersebut.

Sehun menautkan kedua tangan mereka dan menyimpannya diatas kepala Luhan. Kepala Sehun mulai turun dan kembali melumat bibir Luhan yang sudah membengkak itu tanpa menghentikan aktivitas di bawah sana. Erangan, rintihan, dan juga desahan Luhan makin terdengar cukup keras membuat libido Sehun makin naik. Sehun kembali menusuk prostat Luhan berkali-kali dengan kuat, membuat Luhan merasa bagai melayang di surga dunia.

Sehun menatap penuh nafsu juga cinta Luhan yang terlihat sangat indah dimatanya, wajah yang memerah, matanya yang terlihat sayu, rambutnya yang berantakan, dan juga sudut bibir Luhan yang mengalir lelehan saliva. Luhan merasakan kejanatanan Sehun makin membesar didalam sana dan sudah dipastikan Sehun akan klimaks begitu juga dirinya.

"Annghhh.. lebih akh cepat Sehun aahhh aahhhh."

"Sshhh ahhh yes Luhan akkhhh."

Tubuh mereka berdua mulai terasa kejang, pertanda mereka sudah diambang klimaks.

"ARRHHHHH SEHUN."

"MMMHHHH LUHAN."

CRROOTTT

Cairan Luhan kembali keluar untuk yang kedua kalinya, mengotori perutnya dan juga perut Sehun diatasnya. Sedangkan cairan Sehun masuk dalam lubang Luhan dan bisa kita lihat cairan itu mulai meluncur keluar dari dalam lubang Luhan dengan sedikit noda darah. Sehun mengeluarkan kejantannya dan mengecup dahi Luhan yang ternyata langsung tertidur setelah klimaks itu. Sehun sedikit tertawa kecil melihat pose tidur Luhan, Sehun kemudian tidur disamping Luhan, menyelimuti mereka berdua dan kemudian ikut terbang ke alam mimpi bersamma Luhan dengan posisi Sehun tengah memeluk Luhan posesif.

TBC

Vote for Next Chap

TaoRis (rated Aman)

BaekYeol (NC Scene)

KaiSoo (NC Scene)

*Sujud minta ampun*

Sumpah bikin scene NC HunHan itu author gak tega, kenapa? Karena author ngerasa mereka masih pure and innocent bisa dibilang kaya couple alim gitu hehe

Kamsahamnida sudah mau mereview *deep bow*

Balasan review bagi yang belum punya akun :

Silverlightea : Dimana? Bukannya di California yah ini sudah di update review lagi yah

Im Jinah : Ini ada NC dari couple lain gimana? Masih kurang *smirk* #plak hehe

Anak taoris : Kyaaa gak tahan namanya XD aq juga mau jadi anak mereka #plakplak haha mian TaoRis agak belakangan NCnya hohoho

Anon : Setuju#dibakar Kris XD ini next chap mohon review lagi

Kimimaki : PAS SEKLAI INI HUNHAN *capslock jebol* gimana HunHannya? Hot atau enggak? XD

Rio : Iya kasian yah *meluk Tao*#dilempar Kris :D Oh kalau yang kenapa Kris teriak itu masih rahasia hehe

Baby hunhan : Habis gelap terbitlah terang buat Tao(?) lihat aja nanti hehe Chullie umma *eh* masih rahasia hohoho#dilempar sepatu XD

Super Girl : Haha soalnya aku suka nyiksa Kris#dibakar mian gak bisa update kilat tapi mohon review lagi yah

Raichi Lee Sangjin ELF : Saeng~ napa pm kamu gak aktif? Aktifin yah *peluk sayang* biar lewat pm balas review kamu

Dragon4Panda : Distop dulu biar Kris sedikit menderita huahaha hmmp #disumpel kaos kaki. Mian gak bisa update kilat

Mulov : Yoi kita bikin Kris menderita dahulu #digebug Kris. Haha itu masih rahasia nanti juga bakal tahu

Choi Sooyeon : Haha oke ini ada HunHan NCan. OMG *nerima video* makasih yah *langsung nonton* #plak

fyeahkaido : Sengaja karena kasihan ma Tao plus mau bikin Kris menderita dulu wuehehe~ *evil smirk* ini couple lain malah NCan lagi hehe. Review lagi yah chingu

TAO bbuingbbuing : Ahaha banyak yang kecowa eh kecewa XD ini ada NC tapi HunHan moga mengobati kekecewaan kamu hehe

HungryBirds : Ahaha oke siip Iya mian yah makasih udah mau ngertiin author hiks hiks *terharu*

454 : Aigoo makasih sudah masuk kategori 'bagus, hot, keren' *hug* mian updatenya agak lama

JaeRyeoCloudnia : Ini udah dilanjut mian gak kilat review lagi yah

lovelySoo-ie : Iya nih couple lain ada bahkan sampai NCan hehe. Review lagi yah chingu

G-KRIS : Kebetulan ini HunHan hehe :D mian gak kilat updatenya and moga suka HunHan Ncnya XD

REVIEW AGAIN PLEASE

*Bagiin video HunHan NCan barusan*