Baekhyun membuka pintu kamarnya perlahan. Pemuda itu melongokan kepalanya keluar dari ruangan, matanya melirik kesana kemari melihat apakah ada penjagaan yang berjaga di luar kamarnya. Baekhyun menghembuskan nafas semangat saat melihat bahwa tidak ada satupun penjaga yang lewat di kamarnya.

Setelah 2 hari mendekam di kamarnya karena kasus 5 rondenya bersama raja Exordium, sekarang Baekhyun sudah sembuh. Ia dapat berjalan dan melompat-lompat bebas lagi sekarang. Kesakitan yang dialami tubuhnya membawa sedikit keberuntungan baginya (meskipun ia agak khawatir juga dengan rakyatnya sebab jika tidak seks maka rakyatnya tidak akan mendapat makanan), pasalnya selama 2 hari Baekhyun dalam tahap pemulihan diri, Chanyeol sama sekali tidak menyentuhnya. Raja tersebut hanya akan datang ke kamarnya dan tidur di sana. Terkadang Chanyeol akan melakukan hal-hal mengesalkan seperti memeluk Baekhyun atau mengusakan kepalanya di dada Baekhyun. Membuat Baekhyun kelabakan dan insomnia semalaman.

Baekhyun melangkah keluar dari kamarnya dengan perlahan, ia memang tak bisa berdiam diri saja di kamar. Pemuda itu melangkahkan kakinya ke sembarang tempat, pasalnya Baekhyun hanya baru satu kali mengelilingi istana, itu pun tertangkap basah, jadi dia tidak ingat bagian-bagian dari istana Chanyeol itu.

Langkah kaki Baekhyun terhenti, dan Baekhyun menyembunyikan tubuh kecilnya di balik tembok. Matanya memandang sekumpulan prajurit yang sedang menggerakan pedangnya dengan gagah. Mereka bergerak dalam singkronisasi mengikuti pemimpin mereka yang berada di paling depan, Kai. Kai sendiri tampak sangat piawai dalam mengerakan pedangnya, membuat beberapa prajurit yang lain kelabakan dan tak bisa mengikuti gerakannya.

Baekhyun menelan ludahnya, keinginan kuat untuk memegang pedang menyusup ke relung hati Baekhyun. Maklumlah, Baekhyun sedari dulu memang sangat suka mempelajar teknik-teknik berpedang. Ia akan berlatih berpedang bersama Jongdae dari pagi subuh hingga matahari terbenam, dan itu bahkan masih tidak cukup untuknya. Karena itulah, selain julukan Raja yang Tulus Hatinya, Baekhyun juga menyandang predikat ahli pedang yang sangat hebat oleh rakyatnya. Badannya memang kecil, tapi Baekhyun sangat lincah dan kuat dalam melindungi dirinya.

Untuk Baekhyun, ia harus bisa untuk melindungi dirinya sendiri. Jika bukan dia, lalu siapa ?

Baekhyun mengerak-gerakan matanya dengan cepat saat menyadari bahwa Kai yang memimpin pasukannya tadi tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Kemana dia?! Baekhyun bertanya-tanya dalam hatinya, padahal sedari tadi Baekhyun menghapal gerakan yang dimainkan oleh Kai.

"Sekarang apa yang kau lakukan di sini?"

Baekhyun melotot saat sebuah suara terdengar, diiringi dengan pedang yang terhunus di depan wajahnya. Baekhyun menatap pantulan yang ada di pedang tersebut, dan mendapati ternyata Kai lah yang sedang berada di belakangnya.

"aku hanya sedang berjalan-jalan di sekitar istana dan latihan berpedang kalian membuatku tertarik untuk melihat. Aku tidak akan melakukan apapun jendral!" jawab Baekhyun tegas. Kai terkekeh, lalu menurunkan pedangnya. Baekhyun berbalik dan mendapati Kai masih tersenyum-senyum jahil. Baekhyun memutar bola matanya. Ia benar-benar sangat benci melihat tawa Kai!

"Kalau kau ingin ikut, cukup katakan saja. Tidak usah bersembunyi, aku pikir kau penyusup." Kai melangkah melewati Baekhyun, tangannya mendorong pedang yang tadi dipakainya ke dada Baekhyun. "Ayo, aku ingin melihat kemampuanmu!" ajak Kai sambil mengerak-gerakan jari telunjuknya memanggil Baekhyun.

Baekhyun menyeringai. Sambil mengangkat kedua bahunya ia melangkah mengikuti Kai. Oh, dia suka ini! Pemuda mungil itu memang sudah cukup lama tidak berlatih bertarung.

.

.

.

Baekhyun menatap Kai datar saat ia mencabut pedangnya dari sarung. Baekhyun melirikan matanya pada ratusan prajurit yang duduk rapi mengelilingi mereka. Baekhyun memiringkan kepalanya.

"Jadi─kita langsung latih tanding? Kupikir aku hanya akan ikut berlatih bersama dengan kalian."

Kai menganguk, mengayun-ayunkan pedangnya di udara untuk membiasakan tangannya. "Aku tahu kau mempunyai kemampuan yang baik dalam berpedang. Jika kau pemula,aku tidak akan langsung mengajakmu berlatih tanding dan hanya akan memberikanmu sebuah pedang kayu." Kekeh Kai sambil menatap Baekhyun. Jendral itu membungkukan tubuhnya untuk memberi salam diikuti dengan Baekhyun. Saat keduanya menegapkan tubuhnya, Kai lah yang pertama kali maju menyerang Baekhyun.

TRANG! Suara pedang beradu ringan saat Baekhyun menghalau tebasan Kai dendan pedangnya. Baekhyun menghentakan kakinya, berputar lalu menyerang sisi kanan Kai. Kai yang sadar pun langsung menghindar dengan memundurkan tubuhnya beberapa langkah ke belakang. Baekhyun melangkahkan kakinya ke arah Kai dengan pedangnya yang mengacung, Kai berputar namun Baekhyun dengan cepat menusuk Kai dari arah belakang.

Baekhyun melompat, menghunuskan pedangnya untuk mengincar bagian-bagian vital dari Kai. Namun Kai dengan cepat menghindari setiap acungan pedang Baekhyun. Baekhyun sendiri dengan lentur meliukan tubuhnya menghidnari segala serangan Kai. Latih tanding itu benar-benar hebat, sebab Kai dan Baekhyun sama-sama lincah, sehingga dari pada dibilang bertarung, mereka berdua tampak menari di dalam sebuah harmonisasi.

TRANG! Kai menangkis serangan pedang Baekhyun dengan cepat, kali ini ia menghunuskan pedangnya ke arah kepala Baekhyun, dan Baekhyun menghindar dengan menjatuhkan tubuhnya ke tanah. DUK! Baekhyun menendang kaki Kai dengan cukup keras. Kai mengaduh dan menusukan pedangnya ke tanah. "Hei! Kau curang!" pekik Kai kesal saat Baekhyun sudah berdiri dari tanah.

Baekhyun tertawa terbahak-bahak melihat muka kesal Kai yang sungguh jelek─menurutnya! "HAHAHA! Cara apapun dapat dipakai jika sudah di dalam peperangan!" Kai mendengus dan diam sambil mengerutkan mukanya.

"YA! SIALAN! Tapi kau mempermalukan aku di depan murid-muridku!" kesal Kai sambil menunjuk-nunjuk Baekhyun yang masih tertawa. Kai mengembungkan pipinya seolah-lah dia kesal. . Namun beberapa saat kemudian Kai tersenyum dan tertawa kembali, karena memang yang dikatakan Baekhyun adalah kebenaran! "Kita lanjutkan?" tawar Kai.

Dengan mata berbinar-binar Baekhyun menganguk mantap, pemuda manis itu menaikan pedangnya dan menguatkan kuda-kudanya, siap untuk menyerang Kai lagi. Namun mata Baekhyun tak sengaja memandang arah lain, dan pupilnya menangkap rombongan wanita dengan pakaian yang cantik dan mahal. Baekhyun mengedip-ngedipkan matanya tertarik, ada seorang wanita yang tampak seperti pimpinan rombongan itu, wanita itu berada di paling depan, wajahnya mendongak angkuh sambil berjalan anggun diikuti wanita-wanita yang berbaris rapi di belakangnya. Prajurit-prajurit Kai mendadak riuh melihat rombongan itu.

Kai melongokan kepalanya, dan menyarungkan kembali pedangnya. " selir-selir yang mulia sebentar lagi akan belajar menari." Gumamnya. Baekhyun menoleh, menatap Kai dengan pandangan bertanya. Kai terkekeh dan tertawa dalah hati, "itu adalah beberapa selir yang mulia. Mereka akan belajar menari jika yang mulia sedang membutuhkan hiburan." Kai melangkah mendekati Baekhyun dan merangkul bahu pemuda mungil itu. "Kau lihat wanita yang berada di paling depan?" tunjuk Kai.

Baekhyun menganguk, menatap Kai penuh rasa tanda Tanya.

"Namanya Minah. Dia adalah selir yang paling sering yang mulia 'pakai'," Kai menggerakan dagunya mengisyaratkan Baekhyun untuk memperhatikan Minah lebih teliti. "Kau lihat bagaimana dia berjalan di depan para selir lain? Bagaimana ia memakai pakaian dan perhiasan yang terbaik dan yang termahal dari yang lainnya? Dia begitu bangga karena yang mulia mengingat namanya dan ia mengangap dirinya lah yang tertinggi dari antara yang lainnya."

Baekhyun mendengus, menatap Minah yang berjalan dengan membusungkan dadanya, "dia cantik," Baekhyun mengaku, ya Minah memang cantik, ia tampak anggun dan rambut hitamnya sangat indah, tubuhnya juga seksi. Baekhyun merasakan ada sedikit nyeri di dadanya saat dia mengatakan itu.

Kai terkekeh mendengar penuturan Baekhyun, "bahkan ia dengan percaya diri mengatakan bahwa ia akan diangkat menjadi permaisuri." Lanjut Kai dengan pandangan menghakimi. Mendengar kata-kata Kai, Baekhyun memelototkan matanya. "Oh aku benci wanita itu. Sombong dan merasa besar akan dirinya sendiri." Decak Kai melanjutkan.

Baekhyun memutar bola matanya. Dasar penggosip! "Lalu apakah dia benar-benar menjadi seorang permaisuri sekarang?"

Kai mengeleng kuat-kuat, " Tentu saja tidak! itu hanya omong kosong saja. Tidak perlu dianggap serius." Jawab Kai sambil tertawa jahat. "Yang mulia sekarang hanya fokus pada upaya perluasan wilayah. Ia tidak akan melirik selir yang sangat begitu berambisi untuk menyimpan sperma yang mulia di dalam tubuhnya." Baekhyun terbatuk mendengar kata-kata vulgar Kai.

"Kenapa kau begitu yakin?" Baekhyun melipat tangannya.

"Tentu saja. " Kai menjawab dengan bersemangat, ia menunjuk dirinya sendiri dengan memakai ibu jarinya, " aku ini sahabatnya. Aku tahu saat di mana yang mulia jatuh cinta." Baekhyun terkejut mendengar kata-kata Kai, wajah keterkejutan Baekhyun tampak begitu menyenangkan bagi Kai, " Aku dan yang mulia sudah berteman sejak kecil. Kau tahu? yang mulia sangat nakal saat berumur sepuluh tahun. Ia akan berlari mengelilingi aula dengan kaki penuh lumpur dan membuat dayang-dayang repot. Sialnya, yang mulia menuduh aku yang melakukannya dan akulah yang akhirnya dihukum!"

Baekhyun tertawa dalam hati mendengar cerita Kai, mulai merasa tertarik mendengar cerita Kai.

Kai kembali melanjutkan, "Yang mulia pernah mengajakku untuk pergi ke pegunungan Arhvarad untuk mencari buah berry kesukaannya. Saat itu kami tidak tahu kalau pegunungan Arhvarad ada banyak sekali harimau. Jadi, aku dan pangeran harus berjalan dan memanjat pohon satu demi satu untuk menghindari harimau. Saat pulang, ayah yang mulia sangat marah dan menghukum kami berdua untuk mengambil bulir gandum yang disebar di seluruh halaman istana! Hingga saat ini, aku masih tidak lupa dengan jumlahnya. Ada 234. 580 bulir gandum. Yang mulia memang sangat menyebalkan."

Baekhyun menganguk-angguk mendengar Kai, menatap mata jendral itu yang melihatnya dengan jahil, "Kau tahu, " bisik sang jendral itu lagi dengan suara sangat pelan, "Yang mulia tidak pernah mengeluarkan spermanya di dalam gadis-gadis itu. Sedikitpun."

Baekhyun tertawa kecut, "lalu─apakah permaisuri yang sekarang tidak keberatan jika suaminya bersetubuh dengan para selir. " Tanya Baekhyun. Dalam hatinya ia juga mempermasalahkannya, bagaimana mungkin permaisuri menyetujui suaminya tidur bersama dirinya yang adalah laki-laki beberapa hari terakhir ini.

Kai menghela nafas, menaruh kedua tangannya di pinggang. Kai tampak tersenyum kecut sebentar sambil mengelengkan kepalanya pelan. " Yang mulia tidak memiliki seorang permaisuri pun saat ini. Ia dibunuh 5 tahun yang lalu oleh seseorang."

Baekhyun menganga sambil menutup mulutnya, "dibunuh?" Kai menganguk sendu.

"Ya, permaisuri yang mulia dibunuh oleh seorang yang begitu dipercayainya dahulu, ini menjadi pukulan terbesar baginya." Baekhyun sontak membisu mendengar kalimat yang meluncur dari mulut Kai. Pemuda mungil itu menundukan kepalanya dan memandang pedangnya. Ia merasa mendapatkan terlalu banyak informasi dan itu membuatnya tidak nyaman. "Aku turut bersedih."

Kai tertawa melihat Baekhyun dan menepuk bahu Baekhyun dengan keras, "sudahlah. Masa-masa itu sudah lewat dan sudah seharusnya untuk dilupakan!" kekeh Jendral yang memimpin ribuan pasukan itu dengan semangat, merangkulkan tangannya kembali pada bahu Baekhyun. Baekhyun mendengus melihat Kai, pemuda itu melipat tangannya dan menjaga jarak dari suami Kyungsoo itu.

Kai terus tertawa melihat reaksi Baekhyun. Mata Kai menatap Baekhyun lekat-lekat, memandang wajah manis Baekhyun yang tampak merengut. "Terima Kasih, sudah datang ke kehidupan yang mulia." Gumamnya dalam hati.

.

.

"KAAAIII!" Kai menolehkan kepalanya mendapati kepala juru masak istana─suaminya memanggilnya. Kyungsoo dengan wajah imutnya mendatangi Kai yang tampak berbinar-binar melihatnya. "Kai, sudah waktunya makan siang, ayo kumpulkan para prajuritmu, anak buahku akan membagikan makanannya." Ucap pria berwajah manis tersebut.

Kai tersenyum, jemarinya menyusup ke helaian rambut Kyungsoo dan mengacaknya, Kai memajukan wajahnya dan mengecup bibir Kyungsoo sekilas, membuat juru masak itu kalang kabut dan mendorong suaminya untuk menjauh. Baekhyun berdecak dalam hati melihat kelakuan Kai dan Kyungsoo, apa lagi saat Kai berjalan menjauh sambil mengedipkan mata nakalnya ke suami tercintanya.

Kyungsoo mengaruk kepalanya yang tidak gatal, matanya melihat ke arah Baekhyun dan wajahnya seketika menjadi lebih merah. Sepertinya dia malu dilihat kemesraannya oleh Baekhyun. "T-tuan, ini sudah waktunya makan siang, ayo kembali ke kamar dan saya akan menyiapkan makanannya." Ujar Kyungsoo dengan sopan. Lalu berjalan kembali ke kamarnya diikuti dengan Kyungsoo.

Selama beberapa hari ini, Kyungsoo benar-benar menjadi teman yang baik bagi Baekhyun. Kedua lelaki imut ini berbicara tentang banyak hal. Kyungsoo dengan malu-malu menceritakan kisahnya pertama kali bertemu dengan Kai. Cukup membuat Baekhyun meringgis sebenarnya, karena awal mula pertemuan mereka adalah saat Kai sedang melatih kemampuan berpedangnya, lalu tanpa sengaja pedang itu terlepas karena gengaman Kai yang lemah, menyayat kaki kanan Kyungsoo yang saat itu sedang lewat. Lalu bisa ditebak, Kai kemudian menghabiskan beberapa minggu waktunya hanya untuk menemani Kyungsoo kesana kemari. Kyungsoo sendiri tidak menyangka bahwa dia akan jatuh ke dalam pesona Kai─yang sangat mesum itu.

Awalnya hanya dimulai dari Kai yang sedang mengganti perban di kaki Kyungsoo, namun tangannya kemudian naik secara bertahap dan Kyungsoo begitu bodoh, begitu polos untuk tahu apa yang akan dilakukan Kai sampai kemudian Kyungsoo menemukan dirinya menggelinjang keenakan di bawah orang itu, merasakan tubuhnya dihujam habis-habisan oleh sang jendral.

Baekhyun sendiri merasakan hasrat untuk menampar Kai di mukanya semakin besar.


Baekhyun menaruh sendoknya ke tepi piring dengan keadaan tertutup, sambil mengelap mulutnya. Baekhyun mengernyit binggung saat mendengar riuh riuh yang terdengar sangat jelas. Baekhyun menatap Kyungsoo yang berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menatap ke luar.

"Ada apa?" Tanya Baekhyun.

"Hari ini adalah perayaan musim panen, orang-orang yang berada di desa akan datang ke kota bersama hasil panennya dan berpesta sepanjang malam. Akan ada banyak musik dan makanan di sana." Jawab Kyungsoo dengan mata berbinar-benar. Mendengar jawaban Kyungsoo, Baekhyun langsung melompat dari duduknya dan pergi ke jendela. Melihat ratusan orang berbaris di jalanan luar istana, tampak bersorak-sorai dengan patung besar yang terbuat dari jerami.

"Kyungsoo! Ayo kita ke festival itu!" pekik Baekhyun semangat.

Kaisoo memandang Baekhyun ragu, " ta-tapi, bagaimana kalau yang mulia tahu." Jawabnya takut-takut.

Binar di mata Baekhyun meredup seketika mendengar jawaban Kyungsoo. Dengan wajah sendu Baekhyun menatap orang-orang yang tampak bersenang-senang di luar istana. Baekhyun jadi lupa, bahwa dia sebenarnya adalah tawanan karena perlakuan yang entah bagaimana sangat istimewa untuknya. Baekhyun menghela nafas, kembali mengingat kerajaannya dimana dia dapat bersenang-senang dengan rakyatnya tanpa khawatir akan statusnya sebagai raja.

"Baiklah, tidak apa-apa."kata Baekhyun kemudian sambil melangkah kembali ke tempat tidurnya, bahunya turun dan jalannya tampak lemas karena ia begitu kecewa. Membuat Kyungsoo menjadi merasa bersalah melihatnya.

"Ba-baiklah." Kyungsoo mengigit bibirnya, "kurasa kita bisa menghabiskan waktu sebentar di sana." Mendengar perkataan Kyungsoo Baekhyun langsung bersorak kesenangan, "Ta-tapi hanya sebentar saja ya," lanjut Kyungsoo yang akhirnya dibalas anggukan bersemangat dari Baekhyun.

.

.

.

Baekhyun berjalan semangat menyusuri jalanan yang dipenuhi orang-orang. Kakinya terasa empuk karena berjalan di atas jerami yang ditebar sepanjang jalan. Orang-orang tampak menari bahagia karena hasil panen tahun ini sangat melimpah.

Kyungsoo tersenyum melihat tingkah Baekhyun yang menjadi sangat bersemangat seperti anak-anak. Sungguh tak dapat dipercaya bahwa sebelumnya dia adalah seorang raja yang cukup kuat dan pandai bertarung. Kyungsoo mengeluarkan kantung uangnya, ia berjalan ke sebuah kios makanan yang tengah didatangi Baekhyun, Kyungsoo mengeluarkan 20 buah koin perunggu dan mendapatkan sebuah rusa panggang yang lezat, ia lalu memberikan daging itu kepada Baekhyun. Baekhyun menerima pemberian Kyungsoo dengan senang hati dan langsung melahapnya.

"Kyungsoo, festival ini sangat hebat!" puji Baekhyun sambil terus berjalan bersama Kyungsoo. Kyungsoo menganguk mengiyakan. "Kau harusnya membawa Kai ke festival ini!" seru Baekhyun kemudian.

Kyungsoo tersenyum kecut mendengar perkataan Baekhyun, "sudah. Aku sudah memintanya menemaniku. Tapi dia sangat sibuk karena yang mulia berencana untuk menduduki sebuah kota beberapa hari ini." Jawab Kyungsoo sendu. Perlahan tangan Kyungsoo turun ke perut ratanya, mengusapnya dengan lembut. 'padahal, aku ingin memberikan sebuah kejutan untuknya.' Lanjut Kyungsoo dalam hati.

Baekhyun sendiri langsung memperlihatkan perubahan raut wajah saat mendengar kata 'menduduki' . Apa Chanyeol berencana untuk menjajah suatu tempat lagi? Dasar bedebah!

"Kyungsoo, sebenarnya apa yang rajamu pikirkan dengan menjajah wilayah-wilayah lain. Apa yang dia kejar?"

Kyungsoo terdiam, menatap Baekhyun yang matanya tampak penuh dengan kesakitan dan keputus-asaan. "Tuan, yang mulia adalah seorang yang sungguh baik. Aku harap kau bisa mempercayainya."

Baekhyun mengepalkan tangannya, dari sisi mana Chanyeol dianggap sebagai seorang yang baik? Dada Baekhyun sontak terasa sakit mengingat segala hal yang telah Chanyeol lakukankepada kerajaannya, "Kyungsoo, dia membunuh ribuan rakyatku dan menyakiti yang masih hidup, merusak sawah dan ternak kami, dan mengambil apa yang telah menjadi hak kami. Aku bahkan tak mengenal rajamu itu. Bagaimana mungkin aku bisa mempercayainya?!" desis Baekhyun dengan suara bergetar.

Kyungsoo menundukan mukanya, "tuan, maafkan saya. Ta-tapi ada alasan dari segala hal yang telah yang mulia lakukan." Baekhyun membalikan badannya dan mengusap matanya. Baekhyun kemudian berbalik lagi menghadap Kyungsoo dan menepuk pundaknya.

"Ini semua bukan kesalahanmu. Kau adalah seseorang sungguh baik Kyungsoo. Setidaknya, saat ini aku bersyukur rakyatku masih baik-baik saja." Ucap Baekhyun. Meneguhkan hatinya dalam hati bahwa dia hanya harus memuaskan nafsu seksual Chanyeol demi orang-orang yang dia cintai. Iya kan?

Kyungsoo menganguk, dan kedua pemuda itu pun kembali berjalan pelan menyusuri festival.

.

.

.

Baekhyun mengigit bibirnya, sedangkan Kyungsoo memainkan kemeja panjangnya dengan gelisah. Pasalnya karena perkataan sinis Baekhyun tadi, atmosfer di antara mereka berdua menjadi suram. Dan Baekhyun tidak tahu cara mencairkan suasana kaku itu.

Baekhyun melangkahkan kakinya dengan tatapan kosong saat maniknya menyadari bahwa Kyungso sudah tak berada di sampingnya lagi. Dengan panik Baekhyun mengedarkan matanya ke seluruh arah, mencari keberadaan Kyungsoo. Bisa gawat kalau dia tersesat.

Baekhyun mengelus dadanya lega saat melihat Kyungsoo yang tampak jauh tertinggal di belakangnya. Kyungsoo tampak sedang berdiri di depan sebuah kios untuk melihat barang-barang. Baekhyun pun segera menyusul Kyungsoo.

"Ini gelang keabadian." Baekhyun memiringkan kepalanya bingung mendengar penjelasan dari penjaga kios tersebut. Namun tampaknya Kyungsoo sangat tertarik dengan barang yang dijajakan penjual tersebut. Kakek dengan pakaian sederhana itu memperlihatkan dua buah gelang kepada Kyungsoo, keduanya dihiaskan batu-batu bewarna hitam dan putih. "Jika kau dan pasanganmu memakai gelang ini, maka kalian akan terikat bersama untuk selamanya. " ujar kakek itu berusaha menarik perhatian Kyungsoo.

Juru masak itu tersenyum, lalu mengeluarkan kantung uangnya, merongoh 3 buah koin perak dan memberikannya pada sang kakek, "aku beli." Ujar Kyungsoo. Baekhyun melongokan mulutnya melihat Kyungsoo.

Kyungsoo sendiri hanya menatap manis lalu mengisyaratkan Baekhyun untuk mengikutinya.

"Kau percaya dengan kata-kata kakek itu?" Tanya Baekhyun. "Kau tahu kan. Kata-kata bersama selamanya terdengar sangat──umm.."

Kyungsoo tersenyum lembut, " aku tahu apa yang kau maksud tuan." Balas Kyungsoo, pemuda itu memegang erat bungkusan gelang di tangannya, "tidak ada satupun kata-kata kakek tersebut yang masuk akal." Baekhyun menatap Kyungsoo dalam, menemukan raut kesedihan dalam mata bulat pemuda itu. "Tapi─setidaknya benda ini memberikanku harapan."

Baekhyun menekan bibirnya, "apa maksudmu?"

Kyungsoo menelan ludahnya, "setiap hari aku dihantui ketakutan. Karena pengabdian Kai kepada yang mulia, pemikiran bahwa dia bisa meninggalkanku kapan saja membuatku takut."Kyungsoo mengengam erat bungkusan di tangannya, "aku takut menghadapi kenyataan bahwa waktu akan selalu berjalan dan akan tiba saatnya untuk kami berdua berpisah."

Baekhyun terdiam, paham benar atas segala kata-kata yang diucapkan Kyungsoo. Benar. Waktu akan terus berjalan, dan ia akan selalu membawa perubahan bagi kita. "Maafkan aku." Ucap Baekhyun yang dibalas anggukan kepala oleh Kyungsoo.

SRAAAAKKKKK!

"ahh!"

Baekhyun membulatkan matanya saat seseorang mendorongnya dengan begitu kuat dan menjatuhkannya ke lantai. Saat Baekhyun sadar dan memproses segala hal yang terjadi, Baekhyun melihat Kyungsoo yang sedang tersungkur di tanah sama sepertinya. Baekhyun menghampiri Kyungsoo. Orang-orang berusaha membantu Kyungsoo berdiri.

Wajah Kyungsoo tampak panik, juru masak itu menunjuk seorang pemuda yang sedang berlari di antara kerumunan berusaha menjauhi mereka berdua. "Tuan Baekhyun! Pemuda itu mengambil gelang dan tempat uangku!" seru Kyungsoo panik dengan wajah hampir menangis.

Baekhyun mengernyit. Lalu membuang ludahnya kesal, "Dasar brengsek!" desis Baekhyun dan segera bangkit berdiri, melepaskan jubahnya yang besar dan langsung berlari mengejar maling tersebut. "Jangan khawatir Kyungsoo! Aku akan memberkan pelajaran pada pencuri itu!"

"Tuan Baekhyun!" Kyungsoo berusaha mencegah Baekhyun. Namun malah dibalas dengan acungan jempol oleh Baekhyun.

"AKU AKAN MEMBAWA KEMBALI GELANGMU!" Seru Baekhyun sambil terus berlari.

.

.

.

Baekhyun menggeram melihat pencuri di depannya, saat ini pencuri itu masih tidak terkejar, namun Baekhyun akan berusaha untuk menangkap penjahat itu. "YA! TANGKAP PENCURI ITU!" teriak Baekhyun dengan suara membahana, sialnya orang-orang hanya memandang cengo melihat Baekhyun dan pencuri yang sekarang sedang main kucing-kucingan, tanpa melakukan apapun.

Baekhyun berlari ke arah sebuah kios dan langsung mengambil sebuah pedang kecil. Dengan sigap, Baekhyun melemparkannya ke arah pencuri itu. Namun usaha Baekhyun gagal saat pedangnya hanya menyerempet sedikit di bagian muka pencuri itu. Baekhyun berdecak kesal, tidak menangapi pemilik kios yang marah-marah kepadanya.

Pencuri itu tampak panik dengan keberadaan Baekhyun yang mengejarnya. Dengan lincah pencuri itu melompat ke atas tong-tong yang disusun rapi untuk memanjat sebuah bangunan. Baekhyun yang melihat semua itu tidak tinggal diam, ia pun juga melompat ke atap sebuah kios yang terbuat dari kain dan membuatnya terpental ke arah pencuri tersebut. Untuk beberapa detik yang menegangkan, Baekhyun berhasil menangkap baju dari pencuri tersebut. Menjatuhkannya ke tanah.

BRAK! Bruk!

Baekhyun dan pencuri itu jatuh ke atas tong-tong besar di bawah mereka, dengan Baekhyun yang mengengam erat baju si pencuri. Namun tampaknya pencuri itu tidak menyerah, ia segera meninju Baekhyun tepat di wajahnya. Baekyun mengaduh kesakitan, dan pencuri itu tidak membuang kesempatan , ia langsung melarikan diri. Baekhyun memukul tanah saat ia sadar pencuri itu sudah kabur darinya, dan segera bangkit untuk mengejar pencuri itu itu tampak berbelok dan menghilang di balik kerumunan orang. Baekhyun membuang ludahnya yang mengandung sedikit darah, mempercepat larinya.

Lari Baekhyun melambat seketika saat pencuri itu saat ia terjatuh di tanah sambil memegang perutnya dengan ekspresi kesakitan.

Apa yang terjadi?

Baekhyun bertanya-tanya dalam hati melihat pencuri itu sudah tampak tak berdaya di tanah ─saat ini sedang diamankan oleh beberapa warga. Baekhyun membisu menatap seorang pemuda yang berdiri di dekat pencuri tersebut, pemuda itu tampak mengepalkan telapak tangannya─sepertinya dia yang menghajar pencuri tadi. Baekhyun berjalan perlahan ke arah pemuda itu. Menatap matanya yang tampak dingin.

Baekhyun merasakan jantungnya berdetak kencang. Perasaan cemans menjalar di tubuhnya saat mata dingin pemuda di depannya melihat dirinya, pemuda itu memakai jubah yang besar dan menutupi hampir seluruh wajahnya, namun saat ia dan Baekhyun bertatap muka, pemuda itu dengan pelan menurunkan tudung yang menutupi kepalanya, memperlihatkan wajah seorang pemuda berambut emas yang sangat tampan. Baekhyun menelan ludahnya berusaha menenangkan dirinya. Perasaan ini sama seperti apa yang dia rasakan seminggu lalu saat Chanyeol menjajah kerajaannya. Takut, namun sekaligus terpesona.

"apa dia mengambil barang-barangmu?" pemuda itu membuka mulutnya, memperdengarkan suara rendah yang terdengar sangat dingin. Baekhyun menganguk, berusaha untuk tak menatap mata pemuda itu namun dia gagal. Pemuda itu sudah berdiri begitu dekat dengannya. Menjulurkan bungkusan dan kantung uang milik Kyungsoo.

Baekhyun mengambil barang-barang Kyungsoo itu dengan perlahan. Merasakan aura pemuda di depannya itu begitu mengintimidasi─seperti Chanyeol. Apalagi, Baekhyun baru mengetahui bahwa tubuh pemuda ini begitu besar dan sedikit lebih tinggi dari Chanyeol. Gerakan Baekhyun terhenti saat sebuah tangan besar menyentuh mukanya dengan lembut. Baekhyun membatu.

"Kau terluka." Ucap pemuda itu. Baekhyun melebarkan matanya penuh kegugupan. Menatap langsung wajah dan mata pemuda itu membuat perasaan tidak mengenakan bangkit di tubuhnya. Baekhyun hanya diam saja tidak merespon, tapi mata besarnya bergerak-gerak menyusuri wajah pemuda tampan itu. Bertanya-tanya apa yang membuat luka sayat yang bertengger di pipi sebelah kirinya.

"Aku baik-baik saja." Baekhyun dengan cepat memundurkan tubuhnya satu langkah. Menundukan mukanya, "terima kasih."

Pemuda itu menganguk, ia mengangukan kepalanya sebagai salam pamit lalu berbalik pergi. Meninggalkan Baekhyun yang sedang bertanya-tanya apa yang terjadi. Siapa pemuda itu?


"Ya ampun! Tuan! Kau terluka!" Kyungsoo menyentuh pipi kiri Baekhyun yang tampak lebam. Kyungsoo hampir menangis melihat keadaan Baekhyun yang tampak acak-acakan. "Apa yang harus kukatakan kepada yang mulia nanti?!"

Baekhyun mengeleng kuat-kuat. "Aku baik-baik saja Soo! Aku akan katakan kepada rajamu bahwa aku terjatuh dan melukai pipiku."

Kyungsoo terisak. "Maafkan aku tuan Baekhyun. Oh tidak! Apakah luka ini akan sembuh dalam dua hari?!" Baekhyun mengernyit bingung mendengar perkataan sang juru masak. Kyungsoo yang mengerti dengan raut wajah bingung Baekhyun segera menjelaskan, " yang mulia sedang pergi ke kerajaan Vavelvre di sebelah tenggara Exordium untuk berdiskusi tentang rencana peleburan kedua kerajaan."

Baekhyun menganguk, mengibaskan tangannya acuh tak acuh, "ah sudahlah Soo. Ini bukan masalah besar, kau ingat kan aku seorang laki-laki? Luka ini hanya seperti digigit semut, " canda Baekhun. Namun Kyungsoo masih terisak, dan merasa bersalah. Baekhyun sendiri tak memikirkan sama sekali tentang lebam di pipinya, ia malah senang karena mendapat cukup banyak pengalaman saat berada di festival itu.

Ah ya─lelaki itu. Siapa ya?


Seorang pemuda duduk di bawah sebuah pohon rindang dengan wajah datar menatap istana Exordium dari kejauhan. Sorot matanya kelam penuh kebencian, tangannya mengepal dengan rasa dendam. Sebuah perasaan mengebu-gebu tak terkendali di dalam tubuhnya. Membuat pemuda itu ingin membunuh siapa pun yang dilewatinya.

"Kris." Sebuah suara menyadarkan pemuda itu dari lamunannya. Pemuda berambut emas itu membalikan tubuhnya. Mendapati seorang pemuda lain yang jauh lebih kecil darinya, mungkin hanya sebahunya saja.

"Suho─bagaimana?"

Pemuda mungil menatap Kris dengan teduh, lalu membuka tudung kepalanya membuat rambut hitam halusnya berkibar indah, " Kris, Seluruh jalan rahasia menuju istana yang kita ketahui dahulu sudah dihancurkan. Saat ini Luhan masih mencari pintu rahasia lainnya."

Kris menganguk, lalu kemudian terdiam tak ingin berbicara barang sepatah kata pun. "Kris, jika kau bersedia, kau bisa memerintahkanku dan Luhan untuk menyusup ke istana. Kau tidak perlu ikut dan membahayakan nyawamu."

Mendengar perkataan Suho, Kris menggeleng, " Suho, tujuan-ku sebenarnya bukanlah untuk menyelidiki hal itu. " Kris menatap Suho dalam-dalam, "kau tahu kan bahwa aku belum mengucapkan 'selamat' pada saudaraku atas kenaikan tahtanya."

Suho berdecak, "Kris jangan sinis seperti itu. Chanyeol hanya akan membunuhmu jika kau muncul di hadapannya. "

Mendengar perkataan Suho dan wajahnya yang tampak cemberut, Kris terkekeh sambil mengangkat kedua bahunya. " Jika memang begitu, aku hanya perlu membunuhnya terlebih dahulu. Kau tahu kan betapa aku ingin memengal kepalanya. Dia brengsek Suho, kau tahu itu."

Suho menghela nafas berat mendengar perkataan Kris, pemuda mungil itu memijat kepalanya perlahan. " Kris─" Suho berujar dengan nada halus, jemarinya bergerak menyusuri tengkuk lalu pipi Kris, mengusap luka sayatnya yang tak dapat dihilangkan itu dengan lembut, " Kris─aku mencintaimu. " Suho mengecup pipi Kris tepat di lukanya, " dan aku tidak dapat melihatmu tenggelam di dalam lautan dendam dan kebencian. Aku tidak mau kau melakukan hal bodoh karena sebuah kebencian. Itu melukai hatiku. Itulah mengapa, aku bekerja keras untuk mengetahui kebenaran dari hal ini. "

Kris menutup matanya, menikmati hembusan nafas hangat Suho yang menerpa wajahnya. Perlahan, tangan Kris merayap menyusuri pinggang Suho," Suho, Aku sudah sering mengatakan in. tapi kau tidak harus ikut bertanggung jawab atas masalah ini. Aku telah memberimu kebebasan, dan harta. Kau bisa pergi ke sebuah negeri yang jauh dan mengambil seorang wanita, lalu mengasuh keluarga akan bahagia di sana. Kau tidak seharusnya di sisiku."

Suho menyatukan keningnya pada kening Kris, " Kris, aku sahabatmu. Aku mengabdi kepadamu. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku. Tidak ada alasan bagiku untuk berpaling darimu." Hampir saja Kris terlena untuk menyatukan bibir mereka berdua. Namun kesadaran kembali menghantam Kris, yang kemudian membuat ia menjauhkan wajahnya dari Suho.

"Tidak. Suho kau tidak boleh mencintaiku."

Suho tersenyum pahit mendengar jawaban Kris. Lagi-lagi berakhir seperti ini. "Aku mengerti." Jawab Suho sambil menjauhkan tubuhnya dari Kris. Ikut menatap istana Exordium yang tidak berubah sama sekali dari 5 tahun yang lalu. Saat di mana mereka masih tinggal di sana.

" Ah ya." Suho menyahut tiba-tiba, membuat Kris menoleh mendapati wajah manis Suho, " Aku mendengar sebuah kabar yang saat ini banyak diperbincangkan oleh kalangan istana dan para bangsawan." Suho menatap Kris dengan senyum manisnya, " Aku dengar adikmu akan mengambil seorang pasangan baru." Kris menolehkan wajahnya mendengar kabar itu, " Ya, dia akan menikahi seseorang."

To Be Continued.


A/N: Hai! Hai! Author kembali lagi dengan membawa chapter 3. Aku senang banget sumpah ngebaca semua review kalian. Rasanya seger gitu waktu ngeliat bahwa beberapa dari kalian sangat antusias dengan ff saya (makasih yaa!). Dan, saya mau minta maaf juga karena updatenya lambat untuk minggu ini karena author lagi ada UTS. ( it!) author minta maaf juga ya kalau ngak bisa balas review kalian satu-satu, soalnya reviewnya agak─ekhem agak banyak. Tapi beneran deh, aku pasti dong bakal baca satu-satu review kalian. Wkwkwkwk. Soalnya kan review kalian itu kayak bahan bakar buat author supaya tetap semangat ngelanjutin ffnya. Aku juga menyarankan, kalau ada kritikan/saran yang membangun silahkan dimasukan ke kotak review atau langsung pm author, yang sopan ya bahasanya. Itu berguna banget. Nah, dibawah ini adalah beberapa pertanyaan dari pembaca yang sudah saya kumpulin.

A. waktu updatenya kapan aja?

- Sebenarnya saya memutuskan untuk mengupdate fanfic ini setiap 1 minggu sekali pada hari sabtu/minggu. Tapi kalauauthornya berhalangan dan sibuk, yah terpaksa di undur. Wkkwkwk.

B. setting kerajaannya bagaimana?

-Nah, ini dia masalahnya. Sebenarnya, saya membuat fanfic ini dengan setting kerajaan barat/Eropa (wtf dude!). Bukan setting kerajaan korea yang kayak jaman Joseon-joseon itu. Itulah kenapa nama-nama kerajaan/kota/wilayah di fanfic ini bernuansa barat. Yah, sudah terlanjur. Apa boleh buat. Tapi menurut saya, kalian pembaca bebas membayangkan setting tempatnya seperti apa. karena menurut saya tidak terlalu berefek (toh yang diceritakan di sini kisah cinta Chanbaek). Kalau setting waktu sendiri, mengambil sekitar abad pertengahan ( abad 15- 18). Haha!

C. Krisho kapan muncul?

-Sudah muncul! Yeeee.

D. Chanyeol punya 250 selir? Itu ngak teler tuh?

-Seperti yang sudah dijelaskan di fanfic ini, Chanyeol tidak pernah memakai semua selirnya. Dan Cuma bakal memakai mereka saat dia memang sedang butuh pelampiasan nafsu seksual─mungkin seminggu sekali. Nah, biasanya juga Chanyeol malah akan memakai wanita yang dia ingat namanya, (dalam kasus ini, Minah). Pokoknya asal nafsu terpenuhi, maka terserah saja siapapun itu. ( Tapi Baek yang paling istimewa dong. Ciaaa! )

E. Hunhan?

-Ada.

F. NCnya kapan? KAMI BUTUH NC!

-Chapter depan. #wink

G. Author mau dipanggil gimana nih?

-Apalah arti sebuah nama. Cukup panggil saya Iria, atau author juga ngak apa-apa. Hehe.

Nah, itu dia pertanyaan-pertanyaan dari pembaca. Sekali lagi makasih yang sudah memberi saran, kritik, review, favorite, follow . Aku sayang kalian. Ayo-ayo! Review yang chapter ini. Ayo beri saya bahan bakar supaya semangat ngebuat ni fanfic! #Nadahtangan


BIG THANKS FOR MY REVIEWER.

Cbunga6104/ potatochanbaek / TiffaniValenxia / imamibrahim311 / melizwufan / Baeka / Parkchanchan / juneeya100 / Byunsilb / byunbaekcha04 / Oh Sehyunie / eunkwon30 / Hideka Ayana / LuWina / Devi494 / Eun810 / Etrisna1013 / lupa / HyeraFuu832 / Sehunkusehunmu / sarymaryani48 / Lee ana ki / FASTUPDATEEEEEEE / meymeyjo / Jaming / Dewi Wi Dewi525 / NadivapcyCHSHS / kyuraapark / bbebbaek6768 / FUJOJOFUJOICE / irria channieByun / ienznha. Asmaulhaq / Minami Kz / jjelian21 / Babyfiechan (:*) / chanbaek 0605 / kikysafitr (:*) / chanbaekssi / Whitetan / / Oyong Park / mikaanggara / Summer Mei / chanbyun0506 / CresentDobi / Nurfadillah / bbhyn92 / Lussia Archery / Mara997(:*) / bbyn92 / Sparklazura (:*) / ssuhonet / vava1487 / ThatXX94 / moonlight / fwxing / Hyo luv ChanBaek / rekmooi / FlashMrB / sekaaaaaai / sehunboo17 / / pawpiwpow / Galaxy Aquarius (:*) / krilanceo / Littlejasmine2 / Park Beichan / yoogeurt / Hyun CH614 / Wu Jikyungie / Anita858 / aizahputri / daebaektaeluv /