Dislaimer : Naruto milik Masashi Mishimoto
Pairing : SASUNARU, XXXNARU, DLL
Rated : M
Genre : Fantasi, Historical, Romance, dll
Warning : YAOI, BL. OOC, Typo
Note : Maaf bahasanya masih ngalor ngidul,dan masih banyak typo. Berkenan koreksi jika masih ada yang gak ngerti.
Q : Yang tanya lemon sabar seiring berjalannya cerita gak mungkin tiba-tiba lemonan gak asik dong mungkin kalo grepe grepe banyak...
Q : Yang tanya kenapa Naruto jadi selir soalnya Pangeran kan harus punya bnyak istri nah Naru sendiri salah saat ini istri Sasuke cuma ...
Q: Maaf update lama sebenarnya sudah setengah cerita jadi,berhubung tiba-tiba kena penyakit males. jadi cerita ini terdampar.
Q: ehm yang tanya Mpreg...eng...ieng... yang tahu ceritanya pasti tahu kok...
Untuk yang lupa ceritanya baca ulang chapter sebelumnya ya terima kasih semoga chap ini tidak mengecewakan soal typo harap maklum masih belajar menulis saya.
.
.
.
"MENMA" teriak Naruto saat dia baru saja membuka mata, tadi dirinya bermimpi buruk tentang Menma ia sangat takut itu terjadi tapi tak berselang lama rasa sakit dipunggungnya mengingatkan bahwa kejadian tadi malam bukanlah mimpi membuat dirinya panik. Sedangkan Sasuke yang baru saja ingin membuka pintu kamar Naruto untuk mengecek keadaannya cepat-cepat segera membukanya setelah mendengar teriakan dari dalam. Sasuke langsung menghampiri Naruto yang bergerak gelisah di tempat tidur.
"Naru tenanglah." bisik Sasuke menenangkan, tapi Naruto tidak menghiraukan Sasuke ia malah menggoncangkan tubuh Sasuke meminta penjelasan.
"Sasuke apa kau sudah menolong Menma?" tanya Naruto dengan wajah penuh harap membuat Sasuke tidak bisa menjawab karena memasuki Pavilium permaisuri itu sangat sulit dan dirinya juga tidak tahu apakah sampai sekarang Menma masih hidup.
"Belum Naru aku sudah berusaha akan menolong Menma sebaiknya kau beristirahatlah biar lukamu cepat sembuh."bujuk Sasuke. Tapi Naruto menggeleng.
Tok...tok...tok...
"Maaf pangeran ada berita penting yang saya ingin sampaikan." Ucap pengawal kepercayaan Sasuke yang bernama Shikamaru.
"Masuklah Shika!" tanpa diperintah dua kali Shikamaru segera membuka pintu ia segera bersujud untuk memberi hormat.
"Berdirilah katakan ada berita penting apa?" Tanya Sasuke. Tapi Shikamaru tidak segera mengatakannya justru dirinya melirik ke arah Naruto dengan cemas, sedangkan sang empunya menatap Shikamaru penasaran.
Sasuke yang mengerti gelagat Shikamaru dan melihat pandangan Naruto hanya menghela napas.
"Tidak apa-apa Shikamaru katakan saja." perintah Sasuke sekali lagi.
"Pagi ini warga penduduk dihebohkan oleh penemuan mayat yang tidak dikenali, tetapi tidak ada satu pun warga yang mau mendekat karena bau busuk yang sangat menyengat ditambah lagi keadaan mayat tersebut yang sangat mengenaskan hanya tersisa wajah dan kulit yang sudah terkelupas pangeran." Lapor shikamaru.
Tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut Naruto langsung berlari keluar hatinya mengatakan bahwa laporan yang disampaikan oleh Shikamaru mengatakan bahwa mayat itu adalah Menma,tanpa terasa air mata sudah mengenamg dipelupuk matanya. Ia harus memastikan berita itu tidak benar.
"NARUTO TUNGGU!"panggil Sasuke ia beranjak bangun dan segera menyusul Naruto.
.
.
.
Ditempat kejadian para penduduk berbisik-bisik ria menebak-nebak siapa mayat tersebut tidak ada yang mau mendekat bahkan pengawal kerajaan pun enggan untuk memeriksa karena terlalu jijik.
Naruto yang baru saja tiba disana langsung disuguhi pemandangan orang-orang yang menatap jijik kearah mayat itu membuat Naruto menahan marah. Ia segera berlari mendekat dan membelah kerumunan itu tidak dipedulikan teriakan orang-orang yang mencoba menahan Naruto untuk jangan mendekat.
Naruto tidak peduli yang diinginkannya adalah memastikan mayat tersebut bukan Menma, dirinya berdoa kepada Kami Sama semoga dia bukan orang yang dipikirkannya. Naruto perlahan-lahan terus mendekat sampailah ia dihadapan mayat itu, benar mayat itu sangat mengenaskan bajunya sudah robek tak terbentuk, wajahnya yang hampir menjadi tengkorak karena dagingnya yang habis dikuliti, tangan dan kakinya sudah tidak ada, hanya menyisakan kulit merah. Mereka yang melihatnya pasti tidak akan mengenalnya tapi tidak untuk Naruto karena dirinya sangat tahu betul bentuk tubuh dan rambut ravennya dia adalah Menmanya, Instingnya dan hatinya mengatakan begitu. Air matanya tidak dapat dibendung, Naruto menangis sejadinya, segera saja dipeluknya tubuh menjijikan itu. Membuat semua orang terkejut atas aksi Naruto.
"MEN..MA BANGUN MENMA!" teriak Naruto histeris membuat semua orang diam melihat kehisterisan Naruto mereka tidak menyangka Naruto bakal memeluk tubuh menjijikan itu, bahkan mendekapnya erat, seakan akan ia tidak mau kehilangan dia.
Sasuke yang melihatnya segera mendekat kearah Naruto tapi diurungkannya setelah mendengar teriakan Naruto.
"JANGAN MENDEKAT SASUKE, AKU TIDAK MAU KAU MENATAP JIJIK MENMA KARENA DIA BUKAN SAMPAH YANG HARUS DIJAUHI,KAU DENGAR ITU!" bentak Naruto marah.
"DAN ITU JUGA BERLAKU UNTUK KALIAN SEMUA!" tambah Naruto. Hatinya sakit karena tidak ada yang mau menolong Menma apalagi mereka memandang jijik mayat Menma membuat hatinya terasa teriris-iris. Menma adiknya meskipun dia bukan adik kandung tapi Menma tetaplah Menma adiknya dimasa depan atau dimasa lalu.
Semua orang diam mendengar teriakan Naruto yang memilukan. Setelah itu Naruto mengangkat tubuh Menma tidak dihiraukan Shikamaru yang mau mengambil alih. Ia melewati Shikamaru begitu saja sampai ia berpapasan dengan Sasuke yang masih berdiri kaku ditempatnya tanpa menoleh ia terus berjalan.
Tapi tak lama kemudian Naruto ambruk. Sasuke segera berlari menghampiri Naruto ia langsung menggendongnya. Tak lupa memerintahkan Shikamaru untuk menguburkan Menma dengan layak.
.
.
.
Sasuke sedang mengusap lembut rambut pirang naruto. Kemudian beralih ke pipinya ada tiga garis kumis kucing membuatnya tampak manis awalnya dirinya mengira Naruto seorang gadis tapi siapa sangka ia seorang pemuda. Tapi meskipun begitu entah kenapa hatinya merasa cemas dan gelisah jika Naruto tidak ada disampingnya. Apalagi melihat Naruto sedih ingin sekali dirinya bisa menghilangkan kesedihannya, apa dengan mengembalikan Naruto ketempat asalnya Naruto akan bahagia lalu bagaimana dengan dirinya yang perlahan mulai menyukai Naruto.
''Engh''
Sasuke segera melepaskan tangannya dari pipi Naruto, ia menunggu Naruto membuka kedua kelopak matanya memperlihatkan bola mata Saphire yang sangat ia sukai.
Perlahan-lahan mata itu mulai membuka meskipun matanya sedikit bengkak tapi masih kelihatan cantik.
"Sasuke."panggil Naruto serak.
"Maaf Naru aku tidak bisa menolong Menma." jawab Sasuke menyesal,Naruto yang awalnya kesal kemudian menggeleng.
"Tidak Sasuke ini salahku semua ini salahku!" Naruto terus menggeleng menyalahkan diri sendiri. Sasuke langsung memeluk tubuh mungil Naruto,menenangkannya ia mengecup kening Naruto lama,perlahan-lahan Naruto mulai tenang setelah itu Sasuke mengecup pinggir bibir Naruto, merambat ke bibirnya ah jika bersama Naruto kenapa dirinya selalu lepas kendali. (Dasar sasuke mesum disaat begini masih saja mencari kesempatan dalam kesempitan) mulutnya pun merambat ke leher setelah menjilat ia mengigit kulit tan tersebut.
"Ackkkh" teriak Naruto setelah merasakan panas dikulitnya.
"Dasar Teme Mesum!" murka Naruto.
"Hn akhirnya kau kembali juga" jawab Sasuke cuek.
.
.
.
Tiga hari setelah kematian Menma, Naruto tetap sedih,sering kali ia melamun dibalkon kamarnya,tidak mau makan,Sasuke yang melihatnya hanya menghela napas. Shikamaru yang melihat Nona Naruto langsung meminta Pangeran Sasuke untuk memulangkan Nona Naruto ketempat asalnya mungkin dengan begitu Nona Naruto akan kembali ceria. Ide Shikamaru sebenarnya tidak ingin dikabulkannya bagaimanapun ia mulai mencintai Naruto tapi dia juga tidak boleh egois karena Naruto bersikeras untuk pulang keasalnya. Sedangkan persyaratan untuk memulangkan Naruto kezamannya diperlukan pakaian asal Naruto, dan pakaian itu sudah ada ditangan Naruto karena waktu Naruto dan Menma bertarung melawan Shirobe,mereka berhasil mengambil pakaian itu yang digantungkan di dinding (maaf adegan ini dilewatkan). Apalagi malam nanti adalah bulan merah, dimana gerbang antara dunia sini dengan dunia Naruto terbuka dan tempatnya ada dikuil Suci Kinto. Pangeran Sasuke yang memiliki kekuatan magic akan mengangkat Naruto kelangit.
.
.
.
Naruto sudah bersiap-siap ia sudah selesai memakai pakaian dari zamannya. Kemudian ia keluar dari kamarnya dan menuju Kuil Kinto. Huft ini adalah keputusan benar dengan begini ia bisa bertemu dengan keluarganya kembali.
"Apa kau sudah bersiap-siap?" tiba-tiba Sasuke sudah ada dihadapannya. Ia memandang Naruto sedih,seperti tidak rela melepas Naruto,dapatkah Naruto berubah pikiran dan memutuskan untuk tinggal disini saja disisinya. Naruto yang melihat raut wajah Sasuke memalingkan wajahnya ia tidak boleh bimbang bagaimanapun keluarganya lebih penting.
Sekarang mereka sudah ada di kuil dan Naruto segera melangkah untuk naik tangga tepat satu langkah ada air hitam yang merambat ke kaki Naruto.
"Ackkk!"teriak Naruto ia jatuh dari tangga,tubuhnya dililiti oleh air hitam yang datang entah dari mana.
"NARUTO!" Sasuke segera menolong tetapi terlambat karena dia sudah hilang tapi tiba-tiba pusaran air tersebut berputar dan muncullah Shirobe diatap kuil bersama Naruto dipelukannya sambil menodongkan kapaknya dileher Naruto. (Huwek jijik liat Naru dipeluk sama monster itu)
"HAHAHAHA"
"Bocah kecil ini tidak akan kubiarkan dia kembali keasalnya! Karena aku ingin sekali mengulitinya seperti aku menguliti temannya itu kau lihat ini bocah kecil!Hahaha"ucap Shirobe sambil menunjukkan gelang yang dipakai dihidungnya. Tentu saja Naruto kaget karena gelang itu adalah gelang yang selalu dipakai Menma. Dan Naruto sangat geram sekali.
"Lepaskan dia Shirobe!"teriak Sasuke murka.
Shirobe hanya tertawa setan dan ia semakin mendekatkan kapaknya keleher Naruto hingga sedikit menggores kulit mulus Naruto. Entah dapat kekuatan darimana Naruto menendang kaki Shirobe sedangkan Shirobe sendiri karena lengah ia jadi melepaskan cengramannya dari Naruto tak ingin melepaskan kesempatan Naruto segera berlari dan melompat kebawah.
"SASUKE!"
Sasuke yang melihat Naruto segera berlari kearahnya dan merentangkan tangannya untuk menangkap Naruto.
HUP
"Dasar dobe kau membuatku khawatir."gerutu Sasuke setelah berhasil menangkap Naruto kemudian mereka melihat dimana Shirobe berada.
"Dasar bocah sialan kau menyesal telah bermain-main denganku."murkanya kemudian Shirobe menghancurkan kuil Kinto yang merupakan satu-satunya tempat agar Naruto kembali ke zamannya. Pintu kedunia Naruto tertutup oleh runtuhnya bangunan. Sasuke segera membawa Naruto menyingkir. Sasuke segera menghentikan Shirobe ia mengambil pedangnya dan menghunuskannya ke Shirobe tetapi monster itu segera menghilang bersama angin puting beliung dan hanya terdengar suara tawa Shirobe.
"Ck Sial" Sasuke segera menyarungkan pedangnya kemudian kembali kearah Naruto yang sedang tertunduk lesu.
"Maaf Naru ak..ku." Sasuke merasa gagal karena kuil Kinto hancur sedangkan bulan merah juga hampir berakhir, entah ia harus lega atau tidak karena Naruto tidak jadi pulang, diam-diam ia merasa bersyukur.
"Apa aku tidak bisa kembali Sasuke?"tanya Naruto lesu
"Hn kau masih bisa kembali Naru,kuil ini masih bisa diperbaiki dan satu tahun lagi bulan merah akan muncul kembali dan pada saat itu akan kupastikan kau pulang."janjinya
"Terima kasih Sasuke."Naruto pun mendongak dan tersenyum manis yang langsung menusuk jantung Sasuke membuat dadanya berdebar-debar.
.
.
.
Digurun Sauna
Disebuah rumah kecil hidup Uzumaki Nagato bersama kedua adik kembarnya Uzumaki Karin dan Uzumaki Tayuya. Mereka sedang berduka atas kematian adik bungsunya Uzumaki Menma.
"Kakak aku ingin membalaskan kematian Menma."ujar gadis yg bernama Karin kepada kakaknya dan diangguki oleh Saudara kembarnya Tayuya.
Belum sempat menjawab mereka dikejutkan oleh bunyi ketukan pintu, Nagato segera keluar di ikuti oleh kedua adiknya.
Seseorang berdiri didepan pintu dia memakai jubah berwarna hitam menutupi seluruh tubuhnya entah dia pria atau wanita karena wajahnya tidak terlihat dan Nagato langsung waspada jika orang itu berniat jahat.
"Siapa kau?" Gertak Nagato
"Kukukuku kau tidak perlu tahu siapa aku anak muda karena aku hanya ingin memberitahumu siapa yang telah mengakibatkan adik bungsumu terbunuh."
"Darimana kau tahu kalau Menma meninggal."
"Tentu saja semuanya tahu dan penyebabnya adalah Naruto bocah laki laki yang berasal dari dunia lain."
"Kakak aku ingin membunuh si Naruto itu."ucap Karin tiba tiba setelah mendengarkan orang misterius itu.
"Benar kakak kita harus membalaskan dendam kita ke Naruto nyawa harus dibalas dengan nyawa." Timpal Tayuya berapi api.
"baiklah adik adik, kita harus ke istana untuk membalaskan dendan kita ke Naruto."ujar Nagato berapi-api mungkin mereka diliputi oleh amarah karena telah kehilangan adik kesayangannya sehingga mereka mudah terhasut.
Sedangkan orang misterius itu hanya memyeringai dan segera beranjak pergi setelah menghasut kakak beradik yang bodoh itu.
.
.
.
Lusanya rombongan Nagato dan kedua adiknya sudah berada di istana, mereka segera menghadap pangeran Sasuke.
"Pangeran Sasuke, kami Uzumaki bersaudara siap melayani Nona Naruto."Nagato duduk berlutut (apa ya namanya itu loh berlutut seperti ksatria2 yang siap mengemban tugas taulah lah ya) diikuti oleh kedua Saudarinya.
"Aku percaya kepada kalian Uzumaki seperti aku percaya kepada Menma."ujar Sasuke bijak.
"Terima kasih pangeran kami siap mengemban tugas." ucap mereka kompak.
"Hn dan aku akan memperkenalkan Nona Naruto kepada kalian ikuti aku." Sasuke pun beranjak diikuti oleh mereka dibelakangnya tanpa sepengetahuanya Nagato dan Saudaranya saling menyeringai. Karena selangkah semaju mereka akan bisa membalaskan dendam mereka.
.
.
.
Naruto yang mendengar suara ketukan pintu segera menoleh dilihatnya Sasuke bersama beberapa orang berambut merah, belum sempat dia bertanya Sasuke menjelaskan kalau mereka adalah Uzumaki bersaudara mereka yang akan menggantikan Menma. Naruto yang mendengar nama Menma langsung sedih, setelah acara perkenalan Uzumaki bersaudara segera undur diri.
Dibelainya pipi mulus Naruto membuat Naruto mendongak tanpa menyia nyiakan disambarnya bibir yang membuat Sasuke kecanduan. Naruto yang kaget segera memberontak,dilepaskannya bibir itu dengan tidak rela.
"Jangan bersedih lagi oke." Sasuke segera beranjak keluar tanpa menyadari Naruto yang bersungut kesal.
.
.
.
Hari demi hari Uzumaki bersaudara melayani nona Naruto dengan baik membuat orang-orang istana tidak curiga sama sekali.
"Nona kulit anda mulus sekali seperti baby padahal anda seorang pemuda,pantas saja pangeran Sasuke amat sangat menyukainya tapi sayang dada anda kecil." puji Karin antusias kemudian terkikik geli bersama Tayuya. Saat ini Naruto sedang mandi tetapi karena ini diistana maka mandi pun harus dilayani oleh beberapa pelayan sedangkan Naruto sendiri sebenarnya sudah menolaknya karena ia merasa risih dan malu tapi apa boleh buat dia tidak bisa menentang keputusan pangeran arogan itu.
"Apa maksudmu Karin tentu saja dadaku kecil aku kan seorang laki-laki!"sungut Naruto tidak terima apalagi wajahnya sedikit merona.
"Tapi jika ingin sedikit berisi anda bisa meminta pangeran Sasuke untuk membantu anda."ujar Tayuya dengan wajah penuh arti.
BLUSSH muka Naruto sudah benar-benar seperti kepiting rebus mendengar ucapan vurgal kedua Uzumaki ini.
"Tentu saja aku akan membantunya dengan senang hati."timpal Sasuke tiba-tiba kemudian menyeringai penuh arti. Ketiga orang tersebut segera menoleh Uzumaki bersaudara segera menunduk menghormat melihat pangeran Sasuke berada dipintu tempat pemandian dengan lengan yang terlipat didada sedangkan Naruto mengumpat.
"Kenapa kau berada disini pangeran Sasuke?"tanya Naruto dengan kesal dan malu kemudian ia memakai handuk yang disodorkan oleh Karin setelah itu kedua saudara kembar Uzumaki undur diri untuk meninggalkan Naruto bersama Sasuke.
"Hn kenapa? tidak masalah bukan aku berada disini, ini tempatku dan kau selirku sah-sah saja aku berada disini."jawab Sasuke santai sambil mendekat menghampiri Naruto sedangkan Naruto sendiri melongo mendengar ucapan Sasuke, setelah sampai didekat Naruto, Sasuke segera menarik pinggangnya dan melepas handuk yang melilit dipinggang Naruto membuat naruto panik.
"Lepaskan aku Sasuke."
"Kenapa juga aku harus melepaskanmu?"seringai Sasuke ditariknya pinggang Naruto sekali lagi agar semakin mendekat membuat kedua tubuh itu menempel kuat tanpa jarak, dihirupnya wangi jeruk yang menguar dari tubuh Naruto yang membuat ia semakin nyaman, kemudian ia mengenduskan hidungnya diperpotongan leher Naruto membuat rasa lelah menguap seketika. Setelah seharian ini melakukan perang dan menaklukkan beberapa tempat ia segera mencari Naruto untuk mengisi energinya yang terkuras habis, setelah bertanya kepada beberapa pelayan akhirnya dirinya menemukan Naruto yang sedang mandi dan mendengar percakapan Uzumaki bersaudara dengan Naruto membuat ia merona tetapi disembuyikannya dengan sangat apik tidak elit jika pangeran playboy seperti dirinya berlushing ria. Dibelainya tubuh telanjang Naruto yang selembut kulit bayi. Benar-benar lembut bahkan kelembutannya mengalahkan wanita-wanita yang pernah dijamahnya.
"Ah" satu desahan lolos dari bibir ranum Naruto membuat Sasuke semakin melebarkan senyumnya sedangkan Naruto mendelik horor akan tingkah pangeran mesum ini. Hell jika dirinya wanita pasti sudah terjerat oleh pesona pangeran ini tapi dirinya yakin bahwa ia masih straigh. Tapi kenapa ia mendesah dan menikmatinya. Jangan sampai pangeran ini megambil keperawanannya eh maksudnya keperjakaannya ia bergidik ngeri tidak sanggup membayangkannya.
"Hentikan pangeran!"teriak Naruto sedangkan Sasuke menulikan pendengarannya ia semakin berani bahkan ia mengecup,menjilat dan mengigit leher Naruto membuat leher itu tidak mulus lagi tampak bercak keunguan diekitar leher naruto. Sedangkan tangannya yang tadi berada dipungung telanjang Naruto mulai merambat kebokong sintal Naruto dan benar-benar pas ditangannya karena tak tahan diremasnya bokong itu dan rasanya benar-benar kenyal membuat Naruto semakin mendesah. Ugh melihat wajah merah Naruto membuat adik kecilnya memberontak ingin memasuki sarangnya. Belum sempat Sasuke ingin melanjutkan aksinya terdengar teriakan Shikamaru memanggil dirinya membuat Naruto mendorongnya. SHIT dasar Shikamaru mengganggu padahal tinggal sedikit lagi kemudian ia segera keluar dari sini sebelum lepas kendali.
.
.
"Nanti malam kita lanjutkan lagi sweety dan kupastikan kau tidak akan bisa menolakku lagi" ucap Sasuke sambil mengerlingkan matanya dengan genit sebelum ia benar benar keluar.
Naruto yang mendengar suara Shikamaru merasa lega dan mengutuk pangeran genit tadi tapi bagaimana dengan nanti malam sebaiknnya ia menyiapkan pisau atau apapun agar bisa melindungi dirinya dari pangeran playboy itu. Benar itu ide yang bagus. Sebaikknya ia segera berpakaian dan menyusul pangeran mesum itu tentang apa yang terjadi diluaran sana.
.
.
.
.
Sasuke yang mendengar ucapan Shikamaru kalau saat ini kuda hitam yang bernama Kyuubi sedang mengamuk dan tidak ada satu pun yang bisa mendekatinya apalagi menjinakkannya bahkan Sasuke sendiri. Sekarang ia berada tak jauh dari Kuda itu yang terus mengamuk membuat beberapa orang yang disana ketakutan untuk sekedar mendekatinya.
Naruto yang melihat pemandangan itu segera mendekati Sasuke dan bertanya apa yang terjadi.
"Lihat kuda itu!"tunjuk Sasuke. "Kuda itu bernama Kyuubi kuda peliharaan dewi Ishutaru dan dewi ishutaru sendiri hanyalah mitos yang dipercaya oleh kerajaan ini tetapi melihat Kyuubi yang hidup lama sebelum kerajaan ini berdiri membuat semua percaya bahwa dewi Ishutaru memang ada, tidak ada satu pun yang bisa mendekatinya kecuali karena apa tiba-tiba saja ia mengamuk padahal selama ini dia baik-baik saja."jelas Sasuke. Naruto yang mendengarkan penjelaskan Sasuke merasa hatinya tergerak untuk menenangkan Kyuubi yang sedang mengamuk dan melempar orang-orang yang berusaha menungganginya bahkan kuda tersebut sesekali meringkik agar semua orang menjauhinya.
.
.
"Sasuke aku akan mencoba menenangkannya."
"Apa?" Kaget Sasuke belum sempat ia mencegah Naruto untuk tidak berbuat macam macam tetapi Naruto sudah berlari menuju kearah kuda hitam itu. Shit lagi lagi ia kecolongan ia lupa kalau Naruto orang yang nekat ia tidak ingin terjadi pada Narutonya kemudian ia berlari menyusul Naruto.
"Minggir biar aku saja yang mencoba mendekati!"perintah Naruto pada beberapa pengawal yang daritadi mencoba untuk menjinakkan si Kyuubi.
"Tapi Nona dia sangat berbahaya bisa saja anda terluka dan terlempar karena tendangannya jika ingin mencoba mendekatinya seperti prajurit prajurit sebelumnya."
"Aku tahu tapi aku ingin mencobanya."tatap Naruto penuh harap. Pengawal pengawal itu melirik satu sama lain kemudian mereka menatap sang pangeran setelah mendapat anggukan kepala dari pangeran kemudian mereka mencoba menyingkir dan memberi jalan untuk sang nona. Naruto yang mendapat respon pun langsung tersenyum lebar dan segera mendekati kuda hitam itu.
"Hei Kyuubi?"teriak Naruto. Kyuubi yang mendengar suara Naruto segera berhenti mengamuk dan menolehkan tubuhnya kearah Naruto.
Naruto yang mendapat respon positif semakin melemparkan senyuman lebarnya dan semakin mendekati Kyuubi, orang orang yang melihat Naruto mencoba menahan napas.
"Bolehkah aku menunggangimu?"tanya Naruto.
Kuda itu tidak menjawab tetapi ia mendudukkan dirinya seperti mengizinkan Naruto untuk menungganginya.
Beberapa prajurit tampak tak percaya melihat Kyuubi berhenti mengamuk bahkan mendudukan dirinya. Naruto yang melihat Kyuubi langsung didekatinya dan berusaha untuk naik kepunggung Kyuubi.'berhasil' Kyuubi tidak memberontak atau mengamuk bahkan ia semakin menyamankan tubuhnya saat kepala Kyuubi dielus oleh tangan lembut Naruto seakan-akan Naruto adalah pemiliknya. Beberapa prajurit atau pengawal sempat tercengang melihat pemandangan menakjubkan ini siapa bocah kecil ini apa benar dia hanya selir pangeran Sasuke saja. Karena Kyuubi tidak akan mengijinkan siapapun untuk menungganginya kalau pun orang itu nekat maka kuda tersebut akan mengamuk dan melemparkan orang tersebut dari tubuhnya. Beberapa orang dibuat kagum oleh kebranian Naruto dan berbisik-bisik siapa sebenarnya Naruto.
"Kyuubi sudah menjadi milikmu Naru, dia adalah kudamu sekarang."ujar Sasuke tiba-tiba.
"Benarkah?"tanya Naruto dengan raut bingung yang sangat kentara.
"Hn sekarang Kyuubi sudah memiliki pemilik aslinya yaitu kau karena hanya kau satu satunya yang bisa menaklukkannya dan menurutimu."lanjut Sasuke ketika melihat kebingungan Naruto.
"Tapi aku bukan dewi Ishutaru?"tanyanya lagi.
"Hn aku juga tidak tahu soal itu yang pasti Kyuubi memilihmu menjadi majikannya."jawab Sasuke sambil mengedikan bahunya tidak tahu.
"Kyuubi apa kau senang memiliki majikan sepertiku."tanya Naruto lembut.
'Kiiikk'jawab Kyuubi
"Benarkah? aku juga senang memilikimu."jawab Naruto antusias entah kenapa ia mengerti apa yang diucapkan oleh Kyuubi. Tak lama kemudian Kyuubi berdiri membuat Naruto langsung memeluk lehernya erat.
'Kiik...kiiik...kikk' Kyuubi berlari memutar tetapi tidak membuat Naruto takut ia malah tertawa lebar mendengar ringkikan Kyuubi.
"Hahhaaha aku juga menyukaimu Kyuubi."jawab Naruto seperti mereka benar benar mempunyai telepati.
.
.
.
.
.
Disebuah kamar.
Naruto sedang gugup apa yang akan dilakukannya untuk menghindari Sasuke kali ini, dilihatnya sekarang Sasuke menuju ranjang yang sedang digunakannya ini.
"Sstt diam sekarang ada seseorang yang sedang mengawasi kita." bisik Sasuke pada Naruto membuat Naruto menelan ludahnya. Sasuke pun memajukan tubuhnya untuk mencium Naruto ditempelkannya bibirnya pada bibir ranum Naruto yang awalnya lembut lama lama menjadi menuntut. Naruto yang menyadari bahwa ia ditipu oleh Sasuke segera mengeluarkan pisaunya yang daritadi disimpan dibalik bajunya.
JLEB
.
.
.
To be Continue
Sumpah aku tidak kuat jika harus nulis panjang panjang ini udah maksimal. Doakan saja chapter depan gak lama kyak chapter lalu. Hem kira kira ada yang mau kasih saran tokoh tokoh siapa saja yang akan jadi saingan Sasuke gak, aku bingung milih castingnya soalnya cowoknya harus cakep cakep yang punya jiwa pangeran atau raja soalnya entar ada adegan grepe grepe Naru. Salah satunya Itachi sih...hoho...Yang mau baca tolong comentnya pliss.
jika banyak kesalahan dan sukar dimengerti bahasanya aku minta maaf sudah saya edit tetapi tiba-tiba mati lampu dan belum kesave. sakitnya hatiku jadi malas ngedit lagi dah.
