Jika di hari-hari yang lalu Chanyeol terburu-buru memarkirkan sepedanya, meletakkan sepatunya sembarangan lalu cepat-cepat memasuki kamarnya sekarang lelaki itu terlihat santai. Bahkan dalam perjalanan menuju kamarnya lelaki itu seakan menyeret langkahnya.

Apalagi saat ada Luhan yang sedang menonton televise dengan snack dipangkuannya dan perempuan itu memakai celana yang super duper pendek. Tentu dia tidak akan meninggalkan pemandangan itu. Rejeki anak soleh.

Walaupun begitu, tubuh sit ante sebelah rumah tetap menjadi fantasi liarnya. Bahkan dia tidak dapat melupakan kejadian sore waktu itu. Ah… dia jadi ingin si Taehyung anak si tante jatuh dari sepeda lagi. Tapi dengan cepat dia menepis pemikiran jahatnya.

Selesai dengan mengganti seragamnya dan memakai pakaian rumah yang nyaman, si lelaki kelebihan hormone itu segera turun keruang tengah dan ikut bergabung dengan seorang wanita yang sedang menonton acara talkshow sore. Dia dan Luhan memang cukup akrab, padahal perempuan itu baru genap lima hari tinggal dirumah orang tuanya –untuk keperluan kuliahnya, Luhan mengikuti pertukaran mahasiswa. Tapi karena Luhan yang memang pandai bergaul, dan Chanyeol yang suka modus sehingga lelaki itu tanpa basa-basi langsung mengambil bungkusan snack yang berada diatas paha polos Luhan.

"Jangan mengambil snackku seenakmu, Chanyeol."

Bagai angin lalu, ucapan si perempuan tidak dia hiraukan. Yang terpenting sekarang adalah makanan. Tapi mau tidak mau, akhirnya Chanyeol menoleh saat si perempuan mengambil kasar bungkusan snack dan mendekapnya didepan dadanya.

"Ayolah, jangan pelit Lu."

Si perempuan menggeleng kuat. "Kau tidak memintanya dengan sopan dari awal, jadi aku tidak akan membaginya padamu."

Luhan itu dibesarkan di lingkungan yang ramah dan penuh dengan sopan santun. Jadi jika dia bertemu dengan orang semacam Chanyeol, dia akan sangat marah dan menyebalkan.

"Baiklah, aku minta makananmu noona. Boleh 'kan?"

Luhan masih menggeleng dan semakin erat mendekap bungkusan snacknya. Sedangkan Chanyeol hanya menggeram kesal. Kenapa luhan sangat menyebalkan dan sangat pelit sih. Jadi, dia memutuskan untuk merebut snack tersebut.

Chanyeol menjulurkan tangannya kearah Luhan untuk mengambil bungkusan tersebut, tapi perempuan itu menghindar. Terus seperti itu. Hingga telapak tangan Chanyeol berhasil meraihnya dan dengan cepat dia menggenggamnya. Hanya saja…

GROPE

Sial.

Ini bukan bungkusan snack.

Tapi ini…

PLAK

"Kau benar-benar tidak sopan Chanyeol!"

Chanyeol hanya memandangi kepergian Luhan dengan wajah bodohnya. Hanya satu yang berada dipikirannya.

Payudara Luhan benar-benar padat dan… empuk.

.

Kang Seulla Present

Sexy Aunt the series 1 (Twoshoot)

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Byun Taehyung

Xi Luhan

Cerita ini MURNI hasil dari pemikiran otak polos Seulla. Kalau ada kesamaan please… anggap aja kita jodoh.

Happy reading~

.

Dengan bersandar dipagar balkon kamarnya, Chanyeol masih memandangi telapak tangannya. Ugh! Kenapa rasa kenyal dari payudara Luhan masih terasa? Ini membuatnya gila. Dan dengan otak bejatnya, dia menginginkan lagi meremas payudara itu. Tidak satu remasan. Tapi berkali-kali. Bahkan dia ingin menjepitkan penisnya disela-sela payudara itu. Pasti nikmat.

"Hey."

Sebuah suara menegur Chanyeol hingga dirinya menoleh dan hanya bisa mupeng. Bagaimana tidak. Disana. Si tante semok tetangga sebeah sedang berada dibalkon kamarnya yang bersebrangan dengan balkon kamarnya, memanggil dirinya. Sebenarnya itu bukan, masalah. Hanya saja akn menjadi masalah saat si mesum Chanyeol ditegur oleh si tante yang hanya menggunakan gaun tidur yang tipis. Dan Demi Tuhan. Chanyeol bahkan dapat melihat bra merah yang mengintip.

Bagus. Disaat otaknya berpikir yang macam-macam, si tante datang dengan pakaian yang mengundang.

"Oh, hai tante," dengan sekuat tenaga, Chanyeol menetralkan suaranya agar tidak bergetar. Menyembunyikan tonjolan diselangkangannya dan matanya menatap liar tubuh si tetangga.

"Sedang apa malam-malam begini, Chanyeol? Kau tidak tidur? Bukankah besok kau harus sekolah?"

Ah. Si tante yang perhatian.

Atau memang mencari perhatian?

"Benar tante. Hanya saja aku sedang ingin mencari angina dan menatap pemandangan yang membuat pikiranku segar," saat mengucapkan kalimat terakhir, bola mata bulatnya melirik kearah tubuh si tetangga dari atas hingga kebawah kemudian keatas lagi dan kembali kebawah. Membuat wanita yang ditatap merona lucu.

"Pemandangan? Seperti apa?"

Ah. Chanyeol sangat suka dirty talk.

Okay, dia tidak melakukan sex saat ini. Tapi… dia 'akan' melakukannya, mungkin.

Dia tidak ingin besar kepala dulu.

"Yah… seperti dua gunung yang indah didepanku."

"Hei, mesum."

"Mesum? Memangnya aku mengatakan hal yang berbau mesum?"

Sebuah seringai terlihat diwajah Chanyeol saat lelaki itu melihat pipi wanita didepannya merona lucu. Serius. Wanita ini sangat mempesona.

"Gunung yang kau maksud pasti ini bukan?"

Oh. Fuck.

Chanyeol harus menahan nafasnya saat wanita cantik didepannya menangkup kedua payudaranya hingga menempel. Dan dengan menggoda, si wanita menggoyangkan kedua payudaranya.

"Wajahmu sangat menggelikan Chan."

Dengan cepat, Chanyeol menutup mulutnya yang sedari tadi terbuka saat si wanita melancarkan aksinya. Oh, sial. Penisnya benar-benar ereksi saat ini.

"Tapi, kalau kau ingin kau bisa meloncat dari balkon kamarmu ke balkon kamarku. Bagaimana?"

Jarak balokn kamar Chanyeol dan Baekhyun memang tidak terlalu jauh. Tidak sampai satu meter, dan kemungkinan besar Chanyeol dapat sampai dengan selamat.

Chanyeol menyeringai dengan wajah tampannya. "Lalu jika aku selamat sampai disana, apa yang akan aku dapatkan?"

"Yang kau inginkan."

"Contohnya?"

Wajah tampan Chanyeol kembali menjadi bodoh saat si wanita membuka gaun tidurnya dan hanya menyisakan satu paket pakaian dalam yang dikenakannya.

"Kau dapat menyusu disini," tangan si wanita cantik meremas kedua payudaranya sensual. "Lalu penis tegangmu dapat masuk kedalam sini," tangannya yang berada diatas payudaranya turun pelan melewati perutnya hingga sampai didepan kemaluannya. Menyingkirkan underware disekitar vaginanya dan membuka jalan masuk kelubang hangatnya. Menggoda lelaki didepannya.

"Shit!"

Selesai menggeram, Chanyeol langsung menaiki tembok pembatan balkon dan dengan cepat dia melompat hingga tubuh tingginya kini berada didepan si wanita yang terkejut.

"Bagaimana?"

Tante Baekhyun tersenyum menggoda kemudian mengangkat tangannya untuk membelai wajah tampan Chanyeol. "Kau akan mendapatkan keinginanmu diatas ranjangku."

Dan setelah itu Chanyeol langsung menarik pinggang si wanita kemudian membawanya kedalam ciuman penuh gairah. Perlahan tubuhnya memasuki kamar tante Baekhyun.

.

.

.

.

"Anh~"

Desahan manja tante Baekhyun menggema hingga kesudut ruangan saat dia merasakan basah dan hangat di daerah kemaluannya. Tangannya menekan kepala Chanyeol yang berada ditengah selangkangannya.

"Chan~ langsung saja aahhh hhh~"

Chanyeol menuruti keinginan si wanita. Dia melepaskan pagutannya pada vagina Baekhyun dan mulai mensejajarkan wajahnya kearah si wanita. Tidak lupa memposisikan penis tegangnya didepan lubang berkedut tante Baekhyun.

"Tante… kau sangat cantik," bisik Chanyeol didepan bibir tipis Baekhyun yang membengkak. dengan perlahan tapi pasti, Chanyeol mendorong pinggulnya hingga batang kemaluannya memasuki lubang keset milik Baekhyun.

"Asshh! Chanyeol hhh!"

Ujung tumpul penis Chanyeol mengenai titik terdalam milik Baekhyun hingga membuat wanita tersebut menggeram manja. Sedangkan Chanyeol hanya dapat menahan nafas saat merasakan remasan dinding lubang vagina Baekhyun pada batang penisnya. Benar-benar nikmat.

Tanpa memperlambat genjotan pinggulnya, Chanyeol menatap lembut kearah wanita yang saat ini masih memejamkan matanya dengan mulut yang terbuka mendesahkan namanya. Benar- benar menggairahkan. Tangannya terangkat untuk mengelus lembut pipi tirus si wanita dengan lembut.

"Aku mencintaimu."

CROT CROT

Bersamaan dengan kalimat itu, keduanya sampai pada puncak kenikmatan mereka. Baekhyun menatap mata Chanyeol yang masih menopang tubuhnya diatas dirinya. "Kau serius?"

Lelaki yang berada diatasnya tersenyum kemudian mengangguk kecil dan mencium keningnya mesra. "Aku sangat serius dengan ucapanku."

Hati Baekhyun menghangat. Dia melingkarkan tangannya dipinggang Chanyeol dan memeluk tubuh tinggi diatasnya dengan erat. "Aku juga mencintaimu, Chan."

Terdengan kekehan yang keluar dari bibir Chanyeol. Lelaki itu memposisikan dirinya disamping Baekhyun, kemudian memeluk wanita itu memposisikan kepala Baekhyun didadanya. Mencium pucuk kepala Baekhyun dengan sayang.

"Tidurlah, dan biarkan aku tidur disini."

.

.

.

Epilog

.

.

.

Chanyeol berlutu di teras rumah tetangga seksinya. Wajahnya memelas menatap pintu didepannya. Berharap seseorang didalam sana mau membuka pintu dan memaafkan dirinya.

Kalian bertanya-tanya kenapa Chanyeol seperti ini?

Baiklah… ayo kita kembali ke kejadian dua puluh menit yang lalu.

Dimana saat Chanyeol yang tengah beronani dibalkon kamarnya dengan menggesekkan penisnya yang dibalut celana dalam Baekhyun. Dan tanpa sengaja dia menyebutkan nama Luhan diakhir desahannya. Tanpa diketahui olehnya, ternyata si –ehem- kekasihnya mendengar dan melihat kejadian tidak terduga tersebut.

Sebenarnya, bukan apa-apa dia menyebut nama Luhan. Hanya saja, dia merasa terkejut saat peremouan itu membawa sang kekasih yang bernama Oh Sehun ke rumah dan mengenalkannya pada seluruh rumah. Chanyeol tidak menaruh hati pada perempuan itu, hanya saja dia merasa malu karena pernah berfantasi tentang perempuan yang ternyata sudah memiliki kekasih. Walaupun sebenarnya itu wajar, Luhan itu cantik, pastinya para lelaki mengincarnya.

Dan dia tidak menyangka kalau si kekasih barunya itu meihat semuanya. Dan dengan tergesa-gesa dia langsung menaikkan celananya dan melesat kesamping rumahnya. Mengetuk pintu rumahnya dengan keras sambil memanggil-manggil nama Baekhyun.

Hingga saat wanita itu keluar dengan memberikan sebuah tamparan dan pandangan yang menyakitkan dan setelah itu kembali masuk kedalam rumahnya dengan sebuah bantingan pintu yang keras. Tapi, Chanyeol yakin kalau kekasihnya itu sedang menangis dibalik pintu. Jadi dia memutuskan untuk berlutut di teras dengan mengucapkan kata maaf berulang kali.

"Baekhyun... sayang… hei dengarkan aku dulu."

Chanyeol menghela nafasnya saat pintu didepannya tidak kunjung terbuka.

"Aku minta maaf… aku tidak bermaksud seperti itu. Entah kenapa… tiba-tiba aku menyebut namanya."

Pintu didepannya masih belum terbuka ataupun akan terbuka.

"Jujur Baek, aku hanya mencintaimu. Tidak ada yang lain, sayang."

Masih belum terbuka. Bergerak seincipun tidak.

"Baiklah… aku mengerti kalau kau masih marah denganku. Aku memang salah… aku… pergi dulu."

Saat Chanyeol membalikkan badannya untuk kembali kerumahnya, tiba-tiba pintu yang sedari tadi ditunggunya akhirnya terbuka. Tapi, dengan gengsi yang tinggi Chanyeol terus berjalan pelan keluar.

"Kau ingin pulang begitu saja?"

Diam-diam inner Chanyeol tersenyum lega saat wanita tercinta dan terseksinya angkat bicara. Akhirnya dengan senang hati si lelaki membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan siwanita.

"Baek… aku…"

"Kau jahat Chanyeol! Baru semalam kau mengatakan cinta padaku. Tapi kau beronani dengan mendesahkan nama perempuan lain!"

Tiga langkah Chanyeol mendekati Baekhyun dan setelah itu memeuk sang kekasih. Walaupun ada penolakan, akhirnya Baekhyun hanya pasrah Chanyeol memeluknya.

"Sayang, itu diluar kendali… lagipula Luhan itu sudah memiliki kekasih."

"Jadi, jika Luhan belum memiliki kekasih kau akan menjadikan dia kekasihnya? Jadi aku hanya pelampiasan? Oh… pantas semalam kau terlihat sedih."

Sekali lagi Chanyeol menghela nafasnya. Di memegang pundak Baekhyun dan menatap dalam kearah manik bening milik Baekhyun.

"Jadi, selama ini aku selalu mengintipmu, mencari perhatianmu, menjadikanmu fantasi saat mengocok penisku, mendekati anakmu agar dapat dekat denganmu. Jadi apa semua alasan ini dapat menjadikanmu alasan?" si wanita mengangguk membuat Chanyeol hanya bisa menghea nafasnya. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu, sayang?"

"Luhan… dia cantik. Dia juga baik dan ramah. Dan yang terpenting… dia masih muda Chan… tidak seperti aku yang seorang janda beranak satu. Jelas kau akan memilih seorang gadis," Baekhyun menundukkan kepalanya, mengalihkan pandangannya.

"Hei," tangan Chanyeol memegang dagu lancip Baekhyun dan membawa si wanita menatap kearahnya. "Kau tau sayang, walaupun kau wanita yang sudah menikah lubangmu masih sangaaaaat rapat. Well, aku memang bukan pertama kali melakukan sex, aku pernah melakukannya sebelum denganmu. Dan kenikmatan lubangmu lebih lebih daripada lubang mantanku yang masih muda-muda itu."

"Jadi…" kedua tangan Baekhyun digenggam oleh tangan Chanyeol, kemudian dikecup mesra oleh si lelaki. "Jangan pernah meragukan aku lagi Baek… jujur, aku sangat mencintaimu."

Manik bening milik Baekhyun menatap dalam kearah mata bulat Chanyeol. Mencari kebohongan disana. tapi yang didapatkannya hanya sebuah kejujuran, kesetiaan dan kasih sayang yang melimpah untuknya.

"Chan…" dengan cepat Baekhyun memeluk erat tubuh lelaki didepannya dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Chanyeol. "Maafkan aku."

Chanyeol tersenyum kemudian mengelus lebut surai Baekhyun, sesekali mengecup pucuk kepalanya. "Tidak perlu meminta maaf sayang, aku yang salah."

Baekhyun hanya mengangguk dan semakin menenggelamkan wajahnya didada bidang Chanyeol. Menghirup wangi khas Chanyeol dan menyimpannya dalam memori jangka panjangnya. Dia akan selalu mengingat wangi menggoda kekasihnya ini.

Keduanya hanyut dalam perasaan masing-masing. Masih memeluk pasangan mereka dan sibuk bertarung dengan degup jantung mereka.

Tapi…

Kegiatan romantic mereka harus terganggu dengan sebuah teriakan yang menggelegar.

"HEI CHANYEOL!"

Dengan malas si lelaki melepaskan pelukkannya dan menetap kearah tamu tidak diundangnya yang berdiri menempel pada pagar rumah Baekhyun.

"AKU AKAN ADUKAN PADA IBU KALAU KAU MENGGODA TETANGGA KITA YANG CANTIK! DASAR LELAKI KELEBIHAN HORMON!"

Dan setelah itu si tamu yang ternyata adalah kakak kandung Chanyeol segera melesat menuju rumahnya. Sedangkan Chanyeol hanya menggeram kesal dengan sifat kakakya.

"Chan…" suara bidadari membuat dia menoleh dan tersenyum lembut.

"Tidak perlu dipikirkan sayang, dia hanya kurang waras. Aw!" Chanyeol mengaduh pelan saat lengannya dicubit oleh Baekhyun. Dia memperhatikan penampilan Baekhyun dari atas hingga bawah kemudian menunjukkan seringainya.

"Jadi sayang, apa kamarmu sudah siap?"

.

.

.

THE END

.

.

.

Yawlah! Ini aneh banget suer wkwk. Mian kalo NCnya mengecewakan. Gatau kenapa aku ngestuck empat kali dan hasilnya malah mengecewakan

Aku gamau banyak ngomong, intinya aku mau berterima kasih buat yang udah selalu mensupport aku! Luv u all :*

Jadi, review?