Chapter 2

Disclaimer : Naruto bukan punya saya tapi Masashi kishimoto

Satu tahun kemudian

Sudah setahun lamanya Naruto berlatih di Myobokuzan dan selama itu juga banyak peningkatan yang terjadi padanya mulai dari memodifikasi rasengan sendiri, berlatih teknik kuchiyosen hingga senjutsu, dan sampai yang tidak terduga yaitu dia bahkan sanggup mengendalikan chakra kyuubi.

Awalnya mereka hanya mencoba coba saja dan tanpa di duga ternyata Naruto berhasil melakukannya bahkan Fukasaku dan Jiraiya selaku guru Naruto pun benar benar kaget karena Naruto berhasil mengendalikan chakra kyuubi.

Dan sekarang sudah setahun lamanya waktu yang di berikan kushina untuk naruto dan sudah saatnya Naruto dan Jiraiya untuk kembali ke konoha.

Di sana di depan rumah milik Fukasaku dan Shima terlihat Naruto dan Jiraiya yang akan berpamitan berpamitan pada mereka, dan juga terlihat Shima yang tengah berlinang air mata karena akan di tinggal pergi Naruto.

"sudahlah ma berhentilah menangis, sudah sewajarnya dia kembali ke konoha karena disanalah tempat tingganya." Ucap Fukasaku mencoba menenangkan istrinya.

"tapi pa aku sudah menganggapnya seperti anak sendiri, aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya." Jawab Shima masih dengan menangis tersedu sedu.

"tapi di sana dia juga memiliki ayah dan ibu aku yakin mereka pasti merindukanya." Ucap Fukasaku lagi

"baiklah baiklah kalau begitu." Ucap shima mengalah lalu mendekat ke arah Naruto. "Naruto-chan jika kau punya waktu luang sesekali bermainlah kesini ya." Ujar Shima pada Naruto

"tentu saja jika ada waktu luang aku akan kemari." Jawab Naruto disertai cengirannya. Dia tau selama ini Shima sangat baik dan sangat menyayanginya, ya walaupun dia lumayan tersiksa dikarenakan harus memakan serangga serangga masakan Shima selama setahun ini.

"baiklah kalau sudah kami pamit dulu untuk kembali ke konoha." Ujar Jiraiya dan di jawab anggukan oleh Fukasaku dan Shima . Dan dengan itu Jiraiya pun merapal hand seal dan setelah itu dia dan Naruto pun menghilang dari sana.

.

.

.

.

.

.

POOFF

Muncul kepulan asap di depan gerbang desa konoha dan setelah asap itu menghilang munculah Naruto dan Jiraiya.

"akhirnya kita sampai juga." Ujar Jiraiya.

"iya, setelah setahun aku pergi sepertinya tidak ada yang berubah di desa ini." Ucap Naruto

Mereka pun berjalan ke arah pos penjaga gerbang desa konoha dan di sana terlihat dua orang pria yang sedang berjaga disana, mereka adalah Kotetsu dan Izumo.

"halo kalian berdua sepertinya kalian masih betah berada disini." Sapa Jiraiya pada mereka.

"oh Jiraiya-sama dan Naruto akhirnya kalian kembali juga, sudah setahun lamanya ya kalian pergi." Ucap pria dengan perban melintang di wajahnya yakni Kotetsu.

"ya, dan bagaimana keadaan desa." Tanya Jiraiya.

"desa dalam keadaan baik baik saja." Kini giliran pria dengan tudung kepala dan poni menutupi sebelah matanya yakni Izumo.

Setelah berbincang bincang beberapa saat Jiraiya dan Naruto pun memutuskan untuk pergi ke kantor hokage untuk menemui minato.

.

.

Tak berapa lama mereka pun tiba di kantor hokage dan Jiraiya segera mengetuk pintu.

TOK TOK TOK

"masuk." Jawab orang dari dalam.

Setelah mendapatkan ijin mereka pun segera memasuki ruangan itu dan disana terlihat minato tengah sibuk dengan dokumen dokumenya.

"Tou-san aku pulang." Ucap Naruto dengan semangat.

Mendengar ada seorang yang memanggilnya Tou-san Minato pun segera mengalihkan pandanganya dari dokumen dokumenya ke arah orang yang memanggilnya dan iya mendapati sudah ada anaknya bersama dengan Jiraiya. Minato pun segera berlari kearah Naruto dan memeluknya dengan erat.

"selamat datang Naruto, akhirnya kau pulang juga." Ucap Minato sambil lebih mengeratkan pelukanya. Naruto pun membalas pelukan Minato dan pelukan itu pun berlangsung beberapa saat sampai mereka pun melepaskan pelukanya.

"bagaimana keadaanmu, apa kau mendapatkan pelatihan yang baik dari Jiraiya sensei." Tanya Minato pada Naruto.

"tentu saja aku melatihnya dengan baik." Ucap Jiraiya menyaut pertanyaan Minato dengan cepat. "aku bahkan ragu sekarang kau bisa mengalahkanya karna aku melatihnya dengan sangat baik." Tambah Jiraiya.

"kau bisa saja Sensei." Ucap minato sambil tertawa kecil.

Mereka pun mereka pun mengobrol sebentar dan setelah itu Naruto pamit untuk pulang.

"Tou-san aku pulang dulu, aku sudah tidak sabar untuk bertemu Kaa-san dan Kurama." Ucap Naruto.

"tentu saja, cepatlah temui Kaa-san mu karna dia sudah sangat merindukanmu, dia bahkan selalu bertanya kapan kau pulang, aku yakin dia akan sangat senang melihat kau sudah pulang." Kata Minato memberikan ijin pada naruto. Dan setelah itu Naruto pun segera keluar dari kantor Hokage dan menuju rumahnya.

.

.

.

Di dalam Mansion Namikaze di sana terlihat Kushina tengah bersih bersih.

"hah akhirnya selesai juga." Ucapnya setelah menyelesaikan pekerjaanya.

TOK TOK TOK

Terdengar suara pintu di ketuk, Kushina pun segera berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.

Setelah pintu di buka oleh Kushina, terlihatlah Naruto disana dengan senyum mengembang. "tadaima Kaa-san." Ucap naruto.

Melihat kepulangan putranya Kushina pun langsung memeluk Naruto. "akhirnya kamu pulang juga sayang, apa kau tau Kaa-san sudah sangat kangen." Ucap Kushina.

"ya Kaa-san aku sudah pulang." Ucap Naruto sambil membalas pelukan Kushina. Mereka pun saling berpelukan untuk melampiaskan rasa rindu mereka dan pelukan itu berlangsung cukup lama sebelum mereka melepaskan pelukan mereka.

"bagaimana keadaanmu sayang," tanya Kushina sambil mengelus rambut naruto. "sepertinya rambutmu sedikit bertambah panjang, kamu jadi semakin mirip dengan Minato dan juga semakin tampan." Ucap Kushina lagi.

"aku baik baik saja Kaa-san, Ero-sennin dan Fukasaku sama melatihku dengan sangat baik." Jawab Naruto.

"Fukasaku sama, jadi selama ini kamu berada di Myobokuzan." Tanya Kushina

"iya kaa-san, Ero-sennin memutuskan untuk melatihku disana." Jawab Naruto.

"ya ampun dia ini, apa dia melatihmu terlalu keras, kamu kan masih kecil." Ucap Kushina merasa kesal pada Jiraiya.

"tidak apa apa Kaa-san, lagi pula aku bisa menerima pelatihanya dengan samgat baik, berkatnya dan Fukasaku sama aku jadi bertambah kuat." Ucap Naruto membela jiraiya.

"ya ampun kamu ini." Keluh Kushina sambil memijit pelipisnya.

DUK DUK DUK DUK

Terdengar seperti sesuatu tengah berlari kearah mereka atau lebih tepatnya ke arah Naruto, mereka pun menoleh ke arah suara itu dan mendapati se ekor rubah berekor sembilan dengan ukuran mungil tengah berlari dan meloncat kearah naruto. Naruto pun langsung menyambut rubah itu dan memeluknnya erat.

"apa kau juga merindukanku Kurama." Tanya Naruto pada sang rubah yang di beri nama kurama. Kurama pun menjilati pipi Naruto sebagai pertanda jawaban iya. "sudah setahun kau kutinggal tapi ukuranmu tidak bertambah sedikitpun." Sambung Naruto.

"sudah sudah, Naruto sebaiknya kamu mandi, Kaa-san akan menyiapkan makanan untukmu, kamu sudah laparkan." Ucap Kushina menyuruh Naruto untuk segera mandi.

"baik Kaa-san." Dengan itu Naruto pun berjalan memasuki kamarnya untuk menaruh barang barangnya dan setelah itu dia segera pergi kekamar mandi untuk mandi.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya

Di rumah sakit konoha di depan salah satu ruang rawat, disana naruto duduk di salah satu kursi yang ada di sana, bukan tanpa alasan dia disana melainkan karena Kushina ibunya memintanya untuk menemaninya ke rumah sakit. Entah kenapa Ibunya mengajaknya ke rumah sakit dia juga tidak tahu.

CKLEEK

Pintu terbuka dan menampilkan Kushina dan seorang perawat wanita. "terimakasih atas bantuanya ya." Ucap Kushina pada perawat itu.

"sama sama Kushina-sama, rajinlah untuk selalu memeriksakanya ya." Jawab perawat itu pada Kushina.

Naruto yang melihat Ibunya sudah keluar pun segera menghammpirinya. "Kaa-san, kenapa Kaa-san ke rumah sakit, apa Kaa-san sakit." Tanya nya pada Ibunya.

Kushina tidak langsung menjawab melainkan memeluk Naruto dan menyandarkan kepala Naruto di perutnya. "tidak, Kaa-san bukanya sakit." Ucap Kushina

"lalu kenapa Kaa-san ke rumah sakit." Tanya Naruto lagi.

"sebenarnya, sebentar lagi kamu akan mempunyai seorang adik." Jawab Kushina dengan ekspresi bahagia.

"adik." Beo Naruto.

"ya, kamu akan jadi seorang kakak." Jawab Kushina lagi sambil mengelus kepala Naruto.

"Kaa-san."

"hm, ada apa."

"aku ingin adik Perempuan." Ucap Naruto mengutarakan ke inginanya.

"Hoo, kenapa kamu ingin adik perempuan." Tanya Kushina pada Naruto.

"karena aku ingin selalu melindunginya." Jawab naruto.

"aku harap juga begitu, Kaa-san juga ingin punya anak perempuan. Baiklah, ayo kita pulang." Ucap Kushina lalu mengajak Naruto untuk pulang dan dijawab anggukan oleh Naruto. Mereka pun segera beranjak untuk pulang ke rumah.

.

.

.

.

.

Delapan bulan kemudian

Di rumah sakit konoha didepan salah satu ruang rawat, disana Naruto tengah berharap cemas lantaran saat ini Ibunya sedang berjuang untuk melahirkan adiknya. Ia benar benar khawatir saat ini, apakah ibu dan adiknya akan selamat.

DUK DUK DUK DUK

Suara langkah kaki yang tergesa gesa memasuki indra pendengaran Naruto, ia pun menoleh dan mendapati Ayahnya tengah berlari kearahnya dengan wajah cemas dan berhenti tepat di hadapanya.

"Naruto bagaimana keadaan Kushina.." tanya Minato dengan raut wajah cemas. Bagaimana tidak, tiba tiba seorang anbu datang ke ruanganya dan melaporkan bahwa ketuban istrinya pecah dan dilarikan ke rumah sakit, ia pun langsung bergegas kemari mendapatkan laporan itu.

"Aku tidak tau Tou-san, sekarang Kaa-san ada di dalam." Jawab Naruto dengan mata mulai berair.

Minato yang melihat putranya akan menangis pun langsunng berusaha menenangkanya dan mengusap air matanya dengan ibu jarinya. "tenanglah Kaa-san mu pasti akan baik baik saja." Ucap Minato. "tunggulah disini ya." Setelah mengatakan itu Minato pun memasuki ruangan tempat persalinan Istrinya.

Setelah sepeninggalnya Minato, Naruto hanya dapat melihat pintu yang di masuki Ayahnya tadi dan kemudian terdengar suara teriakan kesakitan Ibunya yang sesekali terdapat cacian terhadap Ayahnya seperti 'Minato bodoh, aku tidak akan memberimu jatah lagi, aku akan menghajarmu' dan lain lain.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi. Tidak berapa lama kemudian dari balih pintu keluarlah seorang perawat yang mempersilakan Naruto untuk masuk. Naruto pun segera melangkahkan kakinya memasuki ruang rawat itu.

Setelah memasuki ruangan, disana di atas ranjang Naruto dapat melihat Ibunya yang sedang menggendong bayi mungil yang memiliki rambut berwarna merah sama seperti Ibunya.

"kemarilah Naruto." Panggil Kushina padanya. Naruto pun berjalan mendekati Ibunya. "ini adik mu dia perumpuan, bagaimana cantikan."

Naruto pun berusaha menyentuh pipi adiknya dengan jari telunjuknya dan setelah jari naruto sukses menyentuh pipi chubi itu sang bayi pun mengeliat dan memegang erat jari telunjuk Naruto yang digunakan untuk menyentuh pipinya.

"iya Kaa-san di manis sekali." kata Naruto sambil kegirangan.

"tentu saja, dia kan adikmu." Ucap Kushina

"Kaa-san, siapa namanya." Tanya Naruto.

"namanya ya," Kushina pun terlihat berfikir dan setelah itu mengalihkan pandanganya ke arah Minato yang sekarang tengah berdiri disampingnya.

"kali ini kau boleh menamainya Kushina." Kata Minato memberi ijin. Kushina pun langsung kegirangan mendengarnya.

"benarkah." Tanya Kushina memastikan.

"tentu saja." Jawab Minato di iringi senyuman lembut.

"baiklah aku akan memberinya nama Namikaze Mito" ujar kushina.

"Mito, istri Shodaime hokage." Tanya Minato.

"ya, aku ingin putri kita menjadi wanita yang kuat dan berhati mulia seperti dia."

"tentu saja, asal kan kau senang aku juga ikut senang." Ucap Minato

"Jadi namanya Mito ya, Kaa-san." Tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Kushina.

"Baiklah Mito-chan, mulai sekarang apapun yang terjadi, aku Nii-chan mu akan selalu melindungimu." Ucap Naruto lantang. Minato dan Kushina hanya dapat tersenyum melihat tingkah putra mereka.

.

.

.

.

.

Sudah dua minggu sejak kelahiran putri kecil keluarga Namikaze. Kini Minato, Kushina, dan Naruto sedang makan malam bersama di meja makan sedangkan si kecil Mito sudah terlelap di ranjangnya.

"Naruto usiamu sudah enam tahun kan." Kata Minato mengawali pembicaraan.

"iya Tou-san, memangnya kenapa." Tanya Naruto.

"mulai besok kau akan masuk akademi ninja, besok kami akan mengantarmu ke pendaftaran siswa." Ujar Minato menjawab pertanyaan Naruto.

"baik, Tou-san." Jawab Naruto.

"balajar dan berlatihlah yang giat ya, agar kamu bisa melindungi Mito-chan." Ucap Kushina menyemangati. Naruto yang mendengarnya pun langsung menganguk semangat.

"baik Kaa-san, aku akan belajar dan berlatih dengan giat agar bisa melindungi Mito-chan."

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Wah akhirnya bisa update juga. Maaf ya lagi lagi terlambat, aku bener bener minta maaf. Soalnya beberapa hari yang lalu aku harus terbang dari palembang ke jawa untuk menghadiri pernikahan kakakku di nganjuk jatim, dan setelah itu bukanya langsung pulang bapak malah ngajak ke kediri buat ngunjungi keluarganya dan abis dari kediri juga harus ke madiun buat ngujungin keluarga ibu, jadi sekitar lebih dari semingu aku di jawa, maaf banget ya. Dan maaf juga kalau ceritanya jelek.

Oke sampai jumpa di cheapter selanjutnya.