Title : Totally Captivated (Super Junior's Version)

Disclaimer : Totally Captivated© Yoo Ha Jin

Rating : M (Untuk jaga-jaga, dan sedikit konten dewasa)

Warning : Typo, Yaoi, No Edited, Crack Pair

.

.

.

.

.

CHAPTER 3

Teriakan itu berhasil singgah di gendang telinga Kyuhyun. Saat matanya tak sengaja tertuju pada pusat keramaian tersebut. Entah perasaan apa tiba-tiba menelusup dalam hatinya. Yah, ia merasa ada sesuatu yang mengusik hatinya saat melihat Eunhyuk berdiri dengan lengan berlumuran darah, sedangkan Sungmin mulai berdiri mengambil ancang-ancang untuk menyerang.

Ia tak tahu, siapa yang membuat hatinya menjadi resah seperti ini. Sungmin yang memang merupakan kekasihnya, atau… Eunhyuk yang bukan siapa-siapa tapi selalu berhasil menarik perhatiannya selama beberapa bulan terakhir.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera berjalan menerjang sosok berpakaian hitam tersebut. Dengan sekali tendang sosok itu jatuh terseungkur ke lantai, dan sempat membentur dinding terdekat.

"Zhoumi, Yesung! Bawa dia pergi dari hadapanku sebelum aku benar-benar murka. Kerena dia telah membuat kekacauan di tempat kerjaku." Perintah Kyuhyun pada dua orang namja yang sedari tadi berdiri disampingnya.

"Kyuhyun!" Pekik Sungmin seraya berlari menuju pelukan hangat Kyuhyun. Ia bahkan lupa dengan Eunhyuk yang berdiri diam melihat pemandangan yang membuat hatinya kembali tak nyaman.

Eunhyuk pergi begitu saja, ia tak mau mengusik kebahagiaan Sungmin. Mungkin benar, ia tak sepadan dengan Kyuhyun yang memiliki segalanya, ia hanya laki-laki biasa yang hidup dengan sederhana. Bahkan ia hanya sosok tak berguna yang selalu tak bisa lepas dari kesendirian.

.

.

.

"Eunhyuk, luka dilenganmu tidak terlalu dalam. Tapi aku yakin ini cukup menyakitkan." Zhoumi tersenyum pada Eunhyuk. Kini ia, Yesung dan Eunhyuk sedang berada di ruang istirahat. Karena mereka harus mengobati luka Eunhyuk.

"Ne, gomawo Zhoumi… Yesung hyung…" Ucapnya dengan gummy smile yang menghiasi wajah manisnya.

"Aish… Jangan tunjukkan senyuman mautmu itu… Aku jadi ingin mencubitmu…" Gemas Yesung seraya mencubit pipi halus Eunhyuk.

"Hyung… Appo…"

"Hahahaha, salahmu kau begitu menggemaskan bocah…" Sahut Zhoumi yang juga itu mencubit pipi kenyal itu.

Mereka sibuk dalam canda tawa dan dunia yang mereka ciptakan sendiri. Tak menyadari sosok lain yang berdiri di ambang pintu menatap mereka dengan pandangan datar.

"Hyuk… Boss memanggilmu…"

"Eh? Ada apa Jungsoo hyung?"

"Entahlah, cepat kesana. Sepertinya ini cukup penting." Ucap namja berambut coklat itu santai. Lalu mendudukkan diri di sofa terdekat.

"Baiklah hyungdeul… Mimi… Aku pergi dulu… oke." Ucapnya sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu.

.

.

.

"Boss kau memanggilku?" Eunhyuk sedikit gugup saat memasuki ruang kerja bossnya. Semoga apa yang menjadi pikiran buruknya tidak akan terjadi.

"Masuk… dan duduk." Perintahnya dengan nada seperti biasanya.

"Hmm…" Gumam Eunhyuk pelan, ia benar-benar gugup saat ini. Tapi bukankah tugasnya telah selesai? Bukankah… Pria tua itu telah mengembalikan semua pinjamannya? Atau jangan-jangan belum?

"Bersiaplah meninggalkan tempat ini… Ka—"
"Kumohon jangan! Bukankah aku sudah melakukan apapun yang kau perintahkan? Bukankah pria tua itu sudah datang dan mengembalikan uangmu? Lalu kenapa kau masih menyuruhku pergi? Kau bisa lakukan apapun padaku. Tapi tidak dengan mengusirku dari sini. Aku… aku hanya punya tempat ini sebagai tempat tinggalku."

Eunhyuk benar-benar tak bisa berpikir jernih lagi. Ia menundukkan kepalanya menghindari tatapan tajam Kyuhyun yang diarahkan padanya. Ia bisa saja memohon bahkan berlutut di hadapan Kyuhyun. Asal ia tetap berada disini.

"Terserah, kau bisa tinggal disini dengan satu syar—"

"Benarkah? Apa sayaratnya?" Potong Eunhyuk penuh semangat. Ia seperti baru saja melihat Kyuhyun bagai malaikat yang turun dari langit untuk menolongnya.

"Kau… Membayar 50% dari jumlah hutang pria itu."

"Apa?"

"Hem… Bagaimana?" Ucap Kyuhyun menantang.

"Baiklah. Setidaknya aku lega sekarang. Kamshamnida… Kyuhyun-sshi." Eunhyuk segera meninggalkan ruangan itu dengan senyuman yang mengembang dibibirnya. Ia sangat bahagia mendengar kabar bahwa ia tak akan pergi dari kota ini. Tidak akan.

Disisi lain Kyuhyun sedang menatap Eunhyuk yang tertawa lepas bersama pegawai-pegawai yang lain dari balik jendela kaca. Dan tanpa sadar ia tersenyum. Senyuman tulus yang hilang sejak bertahun-tahun yang lalu.

"Dasar aneh… Tapi, karena anak itu disini terasa hangat." Kyuhyun menyentuh dadanya dengan senyum yang masih belum pudar dari wajah tampannya.

.

.

.

'Pukk!'

"Aw, kenapa harus melemparnya?" Kesal Eunhyuk saat sebuah buku tabungan mendarat mulus diwajahnya.

Disinilah dia, di ruang kerja boss besarnya. Sejak kejadian beberapa hari lalu ia sudah bisa bekerja dengan tanang. Karena sekarang dan seterusnya ia akan tetap tinggal di tempat ini. Di tempat yang membesarkannya. Tempat yang membuatnya mengenal orang-orang yang bisa menerima keberadaannya.

"Sudah, cepat transfer semua uang yang ada di buku tabungan itu pada rekeningku… dan check semua saldonya." Perintah Kyuhyun. Jujur Eunhyuk ingin sekali memukul orang yang menjadi bossnya tersebut. 'Dasar, tidak punya sopan santun.' Cibirnya dalam hati.

'Apa? 500 Juta Dolar? Yang benar saja… apa benar ini uang boss?' Pikir Eunhyuk tak percaya. Ini kali pertama dalam hidupnya melihat curs bilangan uang simpanan orang kaya bisa mencapai sebesar itu.

'Andai aku yang memilikinya… Aku akan membeli susu strawberry, cake strawberry dan membeli rumah yang lebih layak. Ah, aku juga akan membuatkan masakan yang banyak untuk semua pegawai di Sinkyung. Hehehe'

Imajinasi Eunhyuk bergerilya, menampakkan impian semu yang menyenangkan. Ia masih sibuk dengan alam fantasinya. Tak disadarinya tatapan tajam nan membunuh diarahkan oleh sosok yang kini telah berdiri dihadapan meja tempat ia melakukan penge-check-an saldo.

"Kau tak berniat mengambilnya kan? Hm? Atau mungkin kau sedang berimajinasi tentang uang-uang itu?" Ucap Kyuhyun dengan jarak yang sangat dekat dengan Eunhyuk.

Eunhyuk yang menyadari sosok bossnya kini berada dalam jarak sedekat itu dengannya membuatnya merinding tak karuan. Entah apa yang ia rasakan, namun sebuah perasaan baru yang menggelitik seolah bermain dengannya.

"Hyaaaaaaa! Boss kau mengagetkanku…" Teriaknya. Dan hal itu berhasil membuat Kyuhyun menjauhkan telinganya akibat radiasi gelombang suara yang memekakkan telinga itu.

"Aish… Kau tak perlu berteriak seperti itu, bodoh!" Umpat Kyuhyun kesal, sesekali ia menggosok pelan daun telinganya. Memastikan jika ia tidak akan tuli mendadak.

"Salah boss sendiri…" Lirih Eunhyuk, ia tak berniat mencari gara-gara dengan Kyuhyun.

"Hm?" Kyuhyun mengangkat alisnya tanda tak mengerti.

"Lupakan…"

Suasana sepi menyelimuti tempat tersebut. Kedunya hanya bisa diam dengan pemikiran masing-masing. Tak ada satupun yang berniat membuka percakapan. Memang mereka bukan orang yang akrab, terlebih Kyuhyun bukan tipe orang yang banyak bicara. Ia cenderung pribadi yang bersikap dingin sebelumnya.

"Heh, kupikir kau memang benar-benar orang bodoh yang tek berotak." Sebuah pernyataan keluar dengan mudahnya dari bibir Kyuhyun yang sedari tadi bungkam. Ia menatap tajam sosok namja pirang yang kini menatap balik padanya.

"Maksudmu?"

"Apa kau tak merasa terganggu saat aku melakukan hal apapun dengan mantan kekasihmu tepat di depan matamu? Aku ragu kau itu manusia."

"Hm?"

"Apa tak sedikitpun kau merasa cemburu atau terusik dengan Making out yang biasa aku dan Sungmin lakukan?"

Tak mendapat balasan dari Eunhyuk, kini Kyuhyun mulai duduk disamping namja blonde itu. Menyamankan dirinya untuk bisa melihat sosok itu dari dekat.

"Kau bahkan masih melanjutkan bekerja disini. Seolah tak ada sesuatu yang terjadi."

"Kalaupun aku bertekad pergi, kau pasti akan memaksaku kembali kesini kan?"

"Tentu…"

"Lalu?" Tuntut Eunhyuk tak sabar.

"Hm, apa ini termasuk salah satu rencanamu untuk meminta maaf padanya? Dan merebutnya kembali? Kau tahu aku tak akan membiarkannya kan?"

"Huft… Bukan itu, aku tahu kesempatan untuk meminta maaf padanya sepertinya telah tertutup rapat. Tapia pa yang bisa kuperbuat? Aku melakukan hal ini hanya untuk memastikan Sungmin hyung tak marah lagi padaku…"

Kyuhyun mendengarkan setiap kata yang diucapkan Eunhyuk dari dalam lubuk hatinya itu. Ia ingin mendengarkan lebih tentang bagaimana dan apa yang dirasakan Eunhyuk saat ini.

"Kau tahu ini semua salahku… Jadi, hanya ini yang bisa kulakukan untuk menebusnya. Lagi pula, kurasa sekarang aku sudah tidak mengharapkan ia kembali padaku. Aku sudah bisa menerima keputusannya."

"Hm, bodoh… Jangan-jangan kau bukan laki-laki tulen?" Ucap Kyuhyun, tepat sesudahnya ia semakin mendekat pada Eunhyuk.

Kini tangannya memegang 'benda' kebanggaan Eunhyuk yang masih tersimpan dibalik celana jins yang ia kenakan. Di elusnya pelan gumpalan daging itu, lalu meremasnya.

"EEEEH? Apa yang kau lakukan?" Teriak Eunhyuk reflek menjauhkan diri dari Bossnya yang mendadak meyeringai setan itu.

"Tidak buruk, hanya saja… ukurannya terlalu kecil. Bahkan lebih kecil dari punya Sungmin. Aku jadi ragu… kalau kau itu… seorang seme."

"Emmnnh…" Desah Eunhyuk saat kembali tangan nakal itu bermain pada benda mungilnya yang kini mulai menegang. Sedangkan Kyuhyun semakin dekat, Eunhyuk pun dapat merasakan hembusan nafas hangatnya di leher putihnya.

"Lepaskan! A-atau aku akan… mengatakan pada Sungmin kala—nnnhh—kau ingin menggoda—kuhhn" Gumam Eunhyuk tak karuan.

"Lakukan saja, jika kau berani melakukannya, bisa kupastikan hidupmu akan berakhir." Kyuhyun berucap dengan suara yang dalam, mengirimkan getaran pada tubuh Eunhyuk yang sedang memberontak.

"Kubilang, lep—"

'Ting Tong, Ting Tong'

"Boss?" Suara orang dari balik pintu menginterupsi kegiatan Kyuhyun. Membuat sang boss menghentikan kegiatannya dengan kesal. Sementara Eunhyuk dalam hati berteriak girang. 'Akhirnya aku SELAMAT!'

"Tunggu!" Dengan semangat Eunhyuk segera melompat dari atas sofa, ia terlalu bahagia dan berlari menuju pintu dengan kekuatan penuh.

Tepat saat ia berada di depan pintu, tubuh rampingnya segera menabrak sosok tinggi besar yang berdiri di balik pintu, membuatnya terjerembab ke belakang. Dan tepat sebelum tubuhnya menyentuh lantai, sepasang tangan kekar menarik kedua lengannya, mempertahankan posisinya agar tidak jatuh.

"Goma—Eh?"

.

.

.

TBC

.

.

.

Thanks To My Beloved Reviewer

EndahhyukiELF

Hyukkie05

Ryzkyeonhae

Dina Ichihitsu JewelsHyukkielf

Mimiyeon

Choi Chinatsu

Kyuminnielf

Mayonice08