Sakura melepas pelukannya dari Naruto dan menatap intens Naruto. Yang ditatap hanya tersenyum dan berkata.
"Dari pada kau memandangiku. Akan lebih baik jika kau ceritakan tentang diriku nona Sakura." Ucap Naruto.
Disclaimer © I dont own Naruto & High School DxD
Rating : M
Genres : Adventure, Fantasy, little Romance, Action (maybe)
Pairing : Uzumaki Naruto & [ suggestions ]
Summary : Naruto datang ke dunia para iblis, malaikat, dan malaikat jatuh. Dia membawa kekuatan besar dan dia adalah reinkarnasi dari sang legenda dulu. Tapi hal rumit terjadi saat Naruto terkirim ke dunia yang baru. Dia mennjadi murid Kouh akademi bersama teman teman barunya.
Warning (s) : Multipairs, Typo (s), OOC, Bahasa tidak baku (maybe), StrongNaru, GodLikeNaru. Etc.
Bold ; Kyuubi talk.
Italic : Flashbacks, dreams, strange words, and all unique yet unknown.
### The power secret of Uzumaki Naruto ###
Kemudian Naruto dan Sakura di persilahkan duduk oleh Rias. Sakura menatap Shikamaru dan di beri anggukan olehnya. Mengambil jeda sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam sebelum menceritakan masa lalu Naruto, Sakura kemudian mulai berbicara tentang dunia shinobi yang damai tapi setelah ada kabar tentang kelompok Akatsuki yang mengambil Bijuu dari Jinchurikinya dan menghancurkan desa-desa besar shinobi. Semua orang yang ada di ruangan mendengarkan dengan seksama. Sakura mengambil nafas lagi kemudian melanjutkan ceritanya.
Mendengar cerita dari Sakura, kepala Naruto mulai memunculkan ingatan-ingatan saat ia jadi seorang shinobi.
Naruto P.O.V
Aku yang mendengar cerita dari Sakura tentang masa laluku itu membuat ingin memukul sesuatu. Kenapa dulu hidupku sangat menyedihkan dan lemah. Kepalaku serasa mau pecah ketika memory-memory ingatan masa lalu muncul begitu saja di kepalaku. Aku kembali mendengar Sakura bercerita tentang dunia shinobi. Secuil ingatan muncul lagi di kepalaku, ah ... aku harus menahan rasa sakit ini dan melanjutkan mendengar cerita dari Sakura.
Naruto P.O.V End
Sakura masih melanjutkan ceritanya dengan memegang kedua tangan Naruto. Akeno yang melihat itu kemudian mendeathglare Sakura. Tentu Sakura tau akan itu tapi tetap menggenggam tangan Naruto. Ketika cerita dari Sakura mencapai titik dimana Naruto bisa sampai ke dunia ini, semua orang yang berada di ruangan itu minus Shikamaru semakin tegang dan terharu.
"Sebelum kulanjutkan ceritanya ... apakah aku boleh meminta minuman, aku sangat haus tau." Ucap Sakura.
Semuanya sweetdrop mendengar ucapan Sakura barusan. Kemudian Akeno berdiri dan menuju ke dapur klub. Akeno muncul kembali dengan membawa satu gelas teh hijaunya. Kemudian Akeno memberikan teh buatannya ke Sakura.
"Terima kasih" Setelah berterima kasih untuk teh buatan Akeno, Sakura segera meminumnya sampai habis. Sakura kembali melanjutkan ceritanya.
Sakura melanjutkan ceritanya dengan memasang wajah berpikir.
Saat Madara telah di hidupkan oleh Obito dengan Rinne tensei, Madara jadi semakin kuat. Dia kemudian mendapatkan matanya kembali yaitu mata Rinnegan tapi cuma satu saat itu yang satunya masih berada di Obito.
Obito sudah sangat lemah akibat dikeluarkannya semua bijuu dengan paksa oleh shinobi aliansi waktu itu, di saat itu juga Madara hidup kembali dan memanggil patung monster 'Gedo Mazo'. Ke tuju biju lainnya sudah di tarik dengan naga cakra yang keluar dari patung sialan itu, tetapi Hachibi dan Kyuubi masih berada dalam tubuhmu dan tubuh Bee-san. Ketika itu setelah tujuh bijuu lainnya sudah terhisap ke patung itu. Muncul dua naga cakra lagi dan menuju ke arahmu serta ke arah Bee-san, kami para aliansi terkejut saat tubuhmu dan Bee-san tertarik kemudian Hachibi tertarik dan terhisap. Killer Bee-san pun mati. Kemudian naga cakra itu melaju ke arahmu dengan cepat, saat naga cakra 'Gedo Mazo' hampir mendekatimu, tubuhmu mengeluarkan cahaya aneh berwarna kuning keemas-emasan. Kemudian terjadi ledakan yang sangat dahsyat saat naga cakra itu bersentuhan dengan cahaya yang menutupi tubuhmu. Aku pun tidak berani melihat ke arah ledakan itu dan mengalihkan pandanganku ke arah Madara. Mataku melebar saat tubuh Madara terduduk dan tubuhnya menjadi keriput entah kenapa tapi aku sekelebat melihat sebuah cakra berwarna gelap keluar dari tubuh Madara dan menuju ke arah ledakan tadi. Yaitu tempatmu. Setelah itu aku sudah tidak bisa merasakan tekanan cakra darimu dan Madara. Mungkin Madara mati entah sebab apa, aku tak memperdulikannya dan mengalihkan pandanganku ke arahmu saat asap mulai menghilang.
Aku terkejut saat melihat kau tidak ada di situ. Aku bertanya-tanya apakah kau sudah mati atau apa! Atau tubuhmu hancur saat terkena ledakan dahsyat itu. Aku menangis ... bahkan semua orang Naruto! Karena kehilanganmu. Beberapa jam kami menangis kemudian aku berdiri, melangkahkan kaki menuju ke arah Madara ... aku ingin melihat apakah dia sudah mati atau belum. Semua orang menatapku dengan khawatir tapi aku menghiraukannya dan terus berjalan ke arah Madara. Saat melihat Maara yang tubuhnya menua dengan mata tertutup, aku segera mengecek apakah dia sudah mati atau masih hidup.
"Madara telah mati." Aku mengatan itu berulang-ulang kepada semua orang di situ. Aku melihat ekpresi mereka walaupun masih kecewa tapi ada setitik rasa senang di antara mereka! Termasuk dengan diriku ... aku senang Madara telah mati tapi juga sedih saat kau tidak ada di sini menyaksikan kemenangan kita semua atas peperangan shinobi ke4.
Beberapa Tahun berlalu sejak berakhirnya perang dunia shinobi ke4. Kami semua sudah kembali ke desa masing-masing dan mulai membangun desa yang hancur dan mulai memperbaiki sistem pemerintahan. Dan kau Naruto. Kau diberi gelar sebagai pahlawan oleh semua negara shinobi. Namamu ada di semua buku sejara antar desa shinobi, dedikasimu sebagai shinobi Konoha sangat besar dan itu menggugah hati para tetua sialan untuk memberikan hadiah atas dedikasimu ke Konohagakure no Sato, sebagai Hokage ke6 yang telah merubah dunia shinobi yang penuh dengan dengan kebencian menjadi dunia yang begitu damai dan tenang.
Sakura mengahiri ceritanya dengan tangisan sesenggukan dan kembali memeluk Naruto. Semua orang yang ada di ruangan itu menangis dan terharu dengan kehidupan Naruto dulu yang sangat keras dan penuh dengan kebencian.
Naruto menitikan air mata setelah mendengar cerita Sakura. Ia berdiri, Sakura tersentak saat Naruto berdiri dan memandang Naruto dengan tatapan sendu. Naruto berjalan keluar ruangan dan menghilang dalam kilatan berwarna emas gelap. Akeno segera menyusul tapi ia dihentikan oleh perkataan Shikamaru.
"Biarkan saja dia nona ... dia mungkin ingin sendiri dulu untuk saat ini." Ucap Shikamaru kepada Akeno yang akan menyusul Naruto. "Ahh ... bocah bodoh itu, sifatnya tidak pernah berubah dari dulu. Itu sangat merepotkan."
Shikamaru dan Sakura akhirnya berpamitan ke anggota klub untuk pergi dari ruangan klub untuk mencari apartemen di sekitar Kuoh Academy. Karena mereka akan bersekolah di sekolahan kelompok Rias dan Naruto. Anggota kelompok Rias sangat senang karena akan dapat teman baru yang kuat. Irina saking senangnya karena ada dua orang surga yang akan bersekolah di Kuoh Academy sampai-sampai ia memeluk Issei dan tertawa senang. Semua mata menatap Irina dengan tatapan menbunuh saat ia ketahuan memeluk Issei.
'Ah ... Irina Oppaimu sungguh menawan.' Batin Issei yang sedang memasang wajah mesumnya.
"Memikirkan hal ecchi dilarang disini." Ucap Koneko yang entah dari mana sudah berada di samping Issei.
Issei pun tersadar karena mendengar ucapan Koneko yang menyayat hatinya.
In the Naruto's Apartement
Naruto P.O.V
Kepalaku sangat pusing karena telah mendengar cerita dari Sakura. Saat ia sudah mengakhiri ceritanya aku segera pergi dari ruang klub, karena aku tidak mau terlihat lemah di depan mereka semua. Apakah aku bukan dari dunia ini tapi kenapa aku merasa sudah lama berada di sini.
ARRGHH
Aku kembali memegang kepalaku karena sekarang sakitnya semakin tambah dan terus tambah sakit.
Tiba-tiba di kepalaku muncul memory-memory ingatan yang sangar familiar bagiku.
'Perang pecah dan ada banyak tubuh tergeletak tak bernyawa ... tapi kenapa memiliki sayap! Bukankah yang Sakura ceritakan adalah perang dunia shinobi yang notaben-nya adalah manusia semua.'
Kepalaku terasa nyeri lagi. Aku tak dapat menahannya, kepalaku tak dapat menampung memory-memory ingatan yang tiba-tiba muncul di kepalaku. Sehingga aku pingsan di apartemenku.
Naruto P.O.V End
'Kau nanti akan menjadi pencegah terjadinya perang antara tiga fraksi besar di duniamu yang baru Naruto. Aku memberikanmu kesempatan kedua padamu dan gunakanlah itu baik-baik. Dan aku akan memberikan sedikit kekuatanku padamu karena kau adalah anak yang istimewa dan kau juga reinkarnasi dari Rikkudou Sennin di duniamu. Aku memberimu aura yang berbeda-beda juga. Aku melakukan ini agar saat kau mencegah perang agar kau tidak membela salah satu dari tiga fraksi itu. Aku juga akan ikut perang itu dalam fraksi malaikat.'
'Ngg, kau siapa dan ini dimana?' Tanya Naruto. Ia sedang kebingungan karena yang ia ingat adalah perabg dunia shinobi ke4 yang sudah memakan banyak korban.
'Aku. Kau bisa sebut aku adalah Tuhan Naruto atau kalau di duniamu dulu kalian sebut Kammi-sama.' Jawabnya.
Naruto melebarkan matanya karena terkejut. Tapi ia kemudian diam dan tersenyum merehmekan.
'Kau Tuhan! Kalau kau adalah Tuhan kenapa kau tidak menyelesaikan sendiri. Kau adalah penguasa dan kenapa memintaku membantumu. Huh?'
'Sekarang ini masalahnya sangat berbeda. Karena tiga fraksi itu adalah fraksi yang kuat-kuat. Pertama adalah fraksi 'Tenshi', kedua fraksi 'DaTenshi' atau malaikat pembamkang yang melanggar aturan surga dan ku usir ke dunia bawah atau neraka. Yang terakhir adalah fraksi 'Akuma' mereka adalah musuh-musuh yang kuat. Dan aku menciptakan benda yang di namakan sacred gear ... benda itu bisa menbunuhku kau tau. Makanya aku meminta tolong padamu Naruto.'
Naruto yang mendengar penjelasan itu hanya menyimpulkan.
'Kenapa Tuhan menciptakan senjata yang bisa membunuhnya. Dunia ini beserta Tuhan-nya memang sangat aneh.' Batin Naruto.
'Kenapa kau menciptakan senjata yang dapat membunuhmu sendiri?' Tanya Naruto.
'Itu tidak bisa kuceritakan dan intinya benda ini kuciptakan adalah untuk membantu parah manusia. Tapi ternyata ada juga yang bisa dibuat untuk memberontak oleh parah penjahat-penjahat di dunia manusia.'
'Ya ... baiklah. Aku akan membantumu Tuhan!' Ucap Naruto. Ia memberikan penekanan di akhir kaliamat di kata 'Tuhan'
Naruto terbangun dari tidurnya karena kepalanya mendadak sakit lagi. Dia bermimpi aneh, dan itu membuat dirinya tau tentang masa lalunya kenapa dia berada di sini.
'Jadi ... aku adalah utusan Tuhan untuk mencegah peperangan antara tiga fraksi yang terjadi 480 tahun yang lalu, tapi aku gagal melakukannya.'
Naruto, kemudian bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai dengan ritual paginya ia langsung berangkat ke Kuoh Academy.
Kuoh Academy
Terlihat ada seorang anak berambut silver berantakan sedang bersender di pinggir gerbang sekolah dia memejamkan mata lalu membukanya lagi.
"Hallo. Welsh Dragon, Sekiryuutei-Boosted Gear. Hyoudou Issei." Ucap orang itu.
Issei terkejut karena orang yang tak dikenalinya bisa mengetahui tentang dirinya dan sacred gearnya.
"Siapa kau?"
Sementara Issei masih dalam keterkejutannya, orang misterius itu berjalan mendekat ke arah Issei.
"Aku. Namaku Vali, pemilik sacred gear Vanishin Dragon, Hakuryuukou. Kita berdua ditakdirkan akan bertarung. Kedua Naga langit. Merah dan putih."
Issei yang ketakutan ia hanya pasrah akan hal yang terjadi setelah orang ini mendekat. Issei memejamkan matanya.
"Jangan mendekati Isse-kun." "Ya ... kalau kau menyentuhnya kau akan mati di tangan kami."
"Fufufu ... ternyata kalian pemegang Durandal dan pemegang pedang suci-iblis. Hm ... sangat menarik, tapi aku kesini bukan mengajak bertarung. Aku hanya ingin menyapa rivalku yang lemah ini." Ucap Vali.
Issei yang mendengar ucapan Vali hanya terdiam karena memang ada benarnya juga ucapan Vali itu. Issei menunduk seraya tangannya mengepal kuat.
"Aku harus pergi sebelum terjadi hal buruk padaku. Ingat Hyoudou Issei. Ketika kita bertemu lagi kuharap kau sudah cukup kuat untuk melawanku." Ucap Vali. Kemudian Vali pergi dan menghilang. Kemudian muncul Rias, Akeno, Asia, Koneko dan yang lainya di belakang Kiba, Xenovia dan Irina.
Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam sekolah dan berpisah menuju kelas masing-masing.
"Rias! Sepertinya Nara-san dan Haruno-san akan sekolah di sini." Ucap Sona.
Tidak lama kemudian datanglah seorang guru dan dua orang murid baru yang telah dikenal Sona, Rias dan Akeno. Semua mata anak lelaku dan perempuan di kelas melotot tak percaya dengan kedua murid baru itu. Karena wajah mereka sangat tampan dan canti seperti seorang malaikat. Ya! Mereka memang seorang malaikat.
### The power secret of Uzumaki Naruto ###
Tibalah waktu yang ditunggu semua murid Kouh Academy. Bel pulang sekolah berdenting untuk menandakan waktu berakhirnya belajar di sekolah. Tim kelompok penelitian ilmu gaib beserta anggota OSIS langsung menuju ke ruang klub. Irina dan dua orang dari surga juga ikut menuju ruangan klub. Karena ruangan itu adalah markas mereka.
Naruto sedari tadi tak terlihat karena ia sedang bersama Gubernur tertinggi malaikat jatuh/DaTenshi. Naruto tidak jadi berangkat sekolah karena tadi di jalan dia menjumpai Azazel yang memanggilnya dan mengajaknya ke dunia bawah, lebih tepatnya ke Grigory atau bisa disebut tempat tinggal para malaikat jatuh.
Naruto sangat bosan dia disini hanya sebagai alat percobaan saja untuk menggunakan senjata-senjata buatan Azazel.
Azazel yang melihat Naruto kebosanan akhirnya mengajaknya kembali ke dunia manusia dan sesegera mungkin menuju gedung sekolah lama tempat bagi klub penelitian ilmu gaib yang dipimpin Rias. Azazel terpaksa ikut karena ia dipaksa Naruto untuk memberi sedikit ceramah kepada Sekiryuutei. Agar ia bisa mengendalikan kekuatan dari Welsh Dragon Ddraig sang Kaisar Naga Merah.
Tok tok tok
Terdengar dari luar rungan klub di ketok.
"Masuk" Ucap Rias.
Pintu dibuka dan memeperlihatkan sesosok Naruto dan orang yang belum mereka kenal.
"Sakura ... Shikamaru, kalian juga disini!" Ucap Naruto. Mereka berdua hanya mengangguk.
"Naruto-kun, kamu dari mana saja sampai tidak masuk sekolah." Tanya Akeno.
"Errr ... eto hime! Aku tadi diajak orang ini. Perkenalkan dia Azazel. Gubernur tertinggi para malaikat jatuh."
Semua orang dalam ruangan itu terkejut, karena kedatangan tamu penting.
'Kenapa Naruto/Naruto-senpai/Naruto-kun bisa kenal orang penting ini.' Batin mereka semua.
Azazel hanya sweetdrop saat melihat ekspresi semua orang di ruangan itu.
"Well ... Naruto, kenapa kau mengajakku kesini? Yang notabennya disini adalah iblis semua dan ada malaikat juga." Ucap Azazel. Ia sedikit terkejut saat melihat ada tiga malaikat juga yang berada di ruangan klub.
"Tsk. Kan aku sudah bilang saat di Grigory. Kau akan kupaksa melatih Issei agar dia bisa mencapai mode Balance Breakernya dengan sempurna."
"Fufufu ... jadi dimana si Sekiryuutei itu!" Tanya Azazel dengan wajah horrornya.
Issei ketakutan saat melihat wajah horrornya Azazel itu.
"Jangan memasang wajah bodohmu itu Azazel. Kau menakuti Issei. Kalau kau tidak berhenti memasang wajah bodohmu itu kau nanti akan kubunuh." Ucap Naruto. Setitik keringan jatuh dari wajah tua Azazel. Dia takut karena Naruto memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.
Naruto berjalan ke arah Sakura, ia menunduk hingga wajahnya berhadapan dengan wajah Sakura. Semua orang melotot tak percaya akan kejadian itu. Akeno yang melihat itu hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Aku sudah mengingat semua Sakura-chan ..." Naruto mendesah kemudian.
CUP
Naruto mencium pipi kanan Sakura. Muka Sakurag memerah menahan malu karena di cium di depan khalayak umum dan sensasi dari ciuman Naruto barusan membuat wajahnya seperti kepiting rebus.
"Apa yang kau lakukan padaku Na-ru-to . . .SHANARO!"
BRAAKKKKKK
Naruto terpental kebelakang jauh, karena terkena pukulan maha dahsyat dari kekuatan Sakura. Kekuatan yang di warisinya dari Shishounya dulu Tsunade Senju.
UGGGHHHH
"Tinjuanmu sangat dahsyat ...Sakura-chan." Ungkap Naruto kesakitan sambil memegang perutnya. "Kau masih bisa mengualarkan chakura, walaupun kau adalah seorang malaikat. Aku jadi penasaran dengan jutsu-jutsu dulu."
"Jadi ... kau sudah mengingat semuanya Naruto." Tanya Shikamaru. Naruto kemudian mengangguk.
"Maafkan aku dulu saat menolakmu Sakura-chan." Ucap Naruto inocent. Sakura mengerjap-ngerjapkan matanya karena Naruto mengatakan hal yang seharusnya sudah dilupakannya. Wajah Sakura memanas dan Naruto mendapat bogeman mentah dari Sakura.
"Jangan bicarakan soal itu lagi. Baka! Aku sedikit sakit hati kau tau." Ucap Sakura pelan tapi masih bisa di dengar semua orang yang ada di situ. Akeno kembali terpukul mentalnya akibat fakta bahwa Naruto pernah menolak Sakura yang sangat cantik ini.
'Senpai bodoh, kenapa menolak Sakura Onee-sama yang cantik ini. Aku harus buat perhitungan dengannya. Harus!' Ucap Issei dalam hati sambil matanya mengeluarkan api seperti di anime-anime.
"Sudah selesai dramanya? Kalau sudah aku minta izin membawa Sekiryuutei ke Grigory untuk kulatih. Mungkin seminggu!" Ucap Azazel. "Jadi ... siapa si Hyoudou segera lah kesini.
Issei berdiri dan berjelan ke arah Azazel yang sudah berdiri. Kemudian mereka berdua keluar ruangan dan menghilang.
A week later,
Issei yang tampak lelah fisik serta mentalnya kini berjalan gontai ke arah rumahnya. Ia sangat kesal dengan Azazel, karena meninggalkannya begitu saja. Tapi ia juga sangat bersyukur bisa mencapai Balance Breakernya serta tenggang waktu mode Balance Breakernya terbilang lama karena dia bisa sampau 2 jam dalam mode barunya itu. Rias dan lainnya menyambut kedatangan Issei dengan suka cita.
Naruto yang mendengar Issei sudah bisa mengontrol sacred gearnya hingga mencapai Balance Breaker ikut senang dan ia berencana akan mengajak Issei sparing.
Kuoh Academy,
Terlihat tiga murid terkeren di Kuoh, sedang berjalan beriringan menuju ke arah taman belakang sekolah yang ukurannya cukup luas untuk menampung sepuluh pesawat boeing. Dua orang laki-laki tampan dan satu wanita yang amat cantik. Mereka adalah Uzumaki Naruto, Nara Shikamaru dan si cantik Haruno Sakura. Mereka bertiga sedang akan mencoba jutsu shinobinya dulu apakah masih bisa digunakan.
"Kalian siap?" Tanya Sakura.
Naruto dan Shikamaru megangguk, kemudian mereka menggunakan kekai untuk menyembunyikan percobaan mereka agar tidak diketahui oleh para manusia.
Kuchiyose no Jutsu,
Teriak Sakura dan Naruto bersamaan. Muncul asap tebal mengelilingi area kekai itu, setelah asap menghilang. Muncul dua ekor binatang raksasa di hadapan mereka.
"Gah, siapa yang memanggilku setelah sekian lama." Suara berat seperti seorang laki-laki. "Eh, kau Naruto kan. Kenapa kau masih hidup bukankah kau sudah mati. Nara ... Haruno kalian juga."
"Ah ... aku di summon lagi, Sakura! Naruto-kun" Ucap salah satu binatang bersuara wanita.
"Gamakichi dan Katsuyu-sama." Ucap Sakura dan Naruto bersamaan.
"Berarti kekuatan kita masih bisa digunakan." Ucap Shikamaru malas-malasan.
"Kau tidak mencoba Kagemane mu?"
"Tidak. Itu membuang tenaga. Merepotkan." Ucap Shikamaru.
Prokk Prokk Prokk
Terdengar tepukan tangan dari arah belakang mereka bertiga. Mereka adalah kelompok tim Rias dan Sona. Mereka sangat kagum serta terkejut saat Naruto dan Sakura bisa memanggil hewan raksasa. Apakah mereka penyihir karena bisa menggunakan teknik pemanggil.
Trio shinobi itu kemudian menoleh ke arah luar kekai. Ternyata kelompok Rias Gremory sedang menyaksikan pertunjukan yang dilakukan oleh Sakura dan Naruto. Kenapa mereka bisa melihat tembus kekai? Ah, itu karena mereka bukan manusia. Yang tidak bisa meluhat cuma para manusia.
"Jadi .. kalian mau apa memanggil kami? Kalau tidak penting aku akan pergi." Ucap Gamakichi. Tim kelompok Gremory takjub akan hewan raksasa yang di summoning oleh Naruto serta Sakura.
"Umm ... sebenarnya tidak penting sih. Aku cuma mengetes apakah jutsuku masih berlaku atau tidak." Ucap Naruto. "Ok. Kalau begitu sekarang aku akan pergi. Panggil saja aku kalau kau terdesak." Ucap Gamakichi yang kemudian langsung hilang.
Suasana kembali hening tapi masih ada satu hewan raksasa yang masih tetap berdiri memandangi Sakura.
"Sakura. Kalau tidak ada yang gawat aku juga akan pergi. Aku akan membagi tubuhku menjadi kecil dan akan ikut bersamamu." Setelah berkata itu Katsuyu-sama segera memecah tubuhnya menjadi kecil dan melompat menuju pundak Sakura. Kemudian Katsuyu-sama pun juga menghilang.
Suasana hening dan Naruto mengakhiri kekainya dan menuju ke kelompok Rias. Shika dan Sakura juga ikut karena mereka sudah menjadi dalam klub penelitian ilmu gaib di sekolahnya.
"Kita besok akan sparing Issei." Ucap Naruto dengan senyuman horrornya. "Hai' senpai, aku juga akan mencoba Balance Breakerku." Naruto pun tersenyum tulus mendengar semangat Issei.
To Be Continued
A/N :
Ngg, gimana chapter 4 ini? Baguskah ataukah jelek! Tapi aku merasa chapter ini ancur banget.
Maaf juga gak bisa bales Review kalian minna.T.T tapi aku sangat berterima kasih atas Review-Review kalian, karena Review kalian adalah penyemangat menulis ffic ini.
Bagi pembaca yang baik. Biasanya mereka meninggalkan jejak di kolom Review. ;)
