Kamar no 17 F kamarnya Yoo Seonho, byeongari lucu yang suka banget nempel sama Hwang Minhyun. Bahkan, Yoo Seonho ini mengklaim dirinya sebagai anak Minhyunbin, Minhyun dan Hyunbin, sejak sebelum keduanya resmi menjadi sepasang kekasih.
Minggu ini Seonho nggak pulang dan juga nggak malmingan karena pacarnya yang pulkam, jadilah dia berdua aja di kamarnya sama Choi Minki. Mereka tetangga kamar, tinggal kepleset dikit juga Seonho nyampe ke kamar Minki.
Berhubung penghuni bangunan F lantai satu hanya mereka berdua yang nggak pulkam ya udah ngumpul deh berdua.
"Laper nih, sakit perut," keluh Seonho yang baru makan lima kali hari ini, belom tujuh kali.
"Makan kuy." Minki masih sibuk sama hapenya.
"Ga punya persediaan, kalo ada mah uda gue makan dari tadi."
"Yodah beli."
Seonho mengangguk. "Kuy! Kemana?"
"Mager tapih..."
"Yaah... Anterin lah, ke minimarket depan aja."
Minki ngalah, daripada nti si Seonho nangis, dia yang disalahin ntar.
Mereka berdua jalan gandengan ke minimarket sebrang jalan, nerobos gerimis. Males bawa payung, ga punya payung juga sih.
Seonho ngeratin lengannya dalam gandengan lengan Minki. Dingin banget malem ini.
"Duh, ntar kita dikira pacaran, Ho," protes Minki.
"Gapapa, dingin."
"Lo gapapa, gue yang rugi. Ntar ada cogan apa cecan mo nembak gue gajadi."
Seonho ga peduli, dia tetap nempel sama Minki sampai ke supermarekt tujuan.
Lagi laper ketemu deretan makanan ama snack, langsung khilaf Seonho. Dia ambil keranjang yang ada rodanya. Mulai dari deretan rak yang diujung, minuman dingin.
"Dingin gini masa ya mau minum yang dingin-dingin." Untung ada Minki yang berhasil nyegah Seonho ngambil sekaleng cokelat Moli dingin.
"Oh iya, hehee..."
Minki cuma ngekor di belakang Seonho, lagi diet dia tuh, jadi ga mau makan macem-macem. Tiap hari cuma makan sayur, buah, sama air putih aja.
Baru sampai deretan rak ketiga tapi keranjang Seonho uda hampir penuh. Ya sih yang dia beli modelan snack-snack bantal isi angin gitu, jadi cepet penuh.
"Kak Minki, satu lagi dong keranjangnya."
Minki sebagai kakak kost yang baik hati dan tidak sombong mau aja bantuin Seonho, dia ambil satu lagi keranjang berroda buat adek kost nya yang pemakan segalanya ini. Nggak cuma ngambilin, Minki juga yang bawain, kurang apalagi coba? Yang begini ko disia-siain.
"Wuih, beli satu gratis satu!" seru Seonho riang waktu tau mi instan rasa kari favoritnya buy one get one. "Borong ah..."
Baru ngeliat Seonho belanja aja Minki uda kenyang, baru belanja loh belom di makan.
Akhirnya mereka sampai ke deretan rak terakhir, sabun dan shampoo. Yang ini sih Seonho ga minat, ga bisa dimakan soalnya.
"Udah yuk, Kak, langsung ke kasir."
Yang jaga kasir udah hafal ama Seonho, siapa lagi yang suka borong makanan buanyak banget gini, tiap hari pula.
"Tumben nggak sama kokonya yang ganteng." Si mbak nya juga sampai hafal sama pacarnya Seonho.
"Lagi pulkam, mbak."
"Oh..."
Sambil nungguin si mbak scan belanjaan Seonho yang dua keranjang penuh Minki liat-liat ke luar, ke arah jalanan yang mulai rame setelah hujan reda.
"Njir!"
"Napa, Kak?" Seonho menoleh ke arah Minki yang udah panik nyari tempat sembunyi.
"Tuh!" Minki jongkok di depan etalase obat, ngumpet. Dengan dagunya dia menunjuk ke arah pintu.
"Oh... Hai Kak Jonghyun, Kak Taemin," sapa Seonho ceria, kebalikannya si Minki.
"Hai, Ho," balas Taemin dengan senyum khas nya.
"Hoho, tumben sendiri, Kuanlin mana?"
"Pulkam, Kak Jong. Ngga sendiri ko, Hoho sama Kak Minki." Dan dengan polosnya Seonho nunjukin tempat persembunyian Minki.
Si Minki langsung pura-pura nali sepatu. Eh, tapi dia pake sandal bukan sepatu.
"Hai, Min...," belom selesai Jonghyun yang nyapa Minkinya udah kabur duluan, lari ngibrit keluar dari minimarket terus ilang gitu aja. "Lah, ko lari?"
Seonho mengendikkan bahunya acuh. Gapapa ditinggal Minki, nti dia pulang bareng TaeBugi aja, toh Kak Taemin kan juga di bangunan F sama kea dia.
