"Yang hitam atau putih, Taehyung? "Saat ini Jungkook sedang berada dikamarnya, mencocokkan baju-baju yang Ia miliki didepan kaca.
"Apa harus kencan, Kook? "
Jungkook menghela nafas, menatapnya lalu mengangguk kecil.
"Mingyu dan aku sudah berjanji akhir minggu ini! "
"Kamu yakin? "
"Iya, Taehyung! Jadi yang mana menurutmu? "
"Yang mana saja, kamu akan selalu terlihat baik"jawabnya lalu meninggalkan kamar Jungkook.
-TTM-
Jungkook terdiam, setelah menelpon Taehyung memintanya menjemput didepan restoran Cina dan Taehyung mengiyakan. Dirinya tercenung diam tanpa berkedip.
"Huh.. huh... hah.. "
Jungkook terkesiap saat matanya menatap Taehyung yang berdiri sambil mengatur nafas didepannya.
"Ada apa lagi ini? "tanya Taehyung sambil menatapnya serius. Jungkook menggelang lalu mendekatinya.
"Tidak... "jawabnya.
"Aku tahu ada yang tidak beres.. "
"Dia meninggalkanku! "
"Kenapa? "
Jungkook terdiam, cukup lama.
Hingga cicitan suara Jungkook membuat Taehyung ingin tertawa.
"Katanya, aku terlalu banyak mengingatmu"
"Apa yang kamu lakukan? "
"Aku hanya bilang, bahwa Taehyung juga menyukai kopi yang Mingyu pesan. Lalu dia marah"
Taehyung tertawa.
"Berapa kali kamu membawa nama ku dalam topik? "
"Aku sudah menahan untuk tidak mengingatmu dan membawa namamu. Tapi mulut ini selalu saja keceplosan"
"Itu kenapa aku berkata, apa kamu yakin? "
Taehyung lagi-lagi tertawa membuat Jungkook merenggut makin kesal.
"Taehyung... "
"Hmmm...??"
"Apa perlu kita berkencan? "
Oowh...
