Ch4

Protect Me

By : NutellaBaekie

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, EXO MEMBER, etc.

Main Cast : ChanBaek

Genre : Romance, Humor (mungkin), Married-life.

Warning : GenderSwitch for uke.

Banyak Typo, dan EYD yang tidak benar.

Rated : M (but idk)

Please, Don't Like Don't Read.

.

= Happy Reading =

.

ooo

"Byun?"

Seseorang tolong bangunkan aku! Aku mohon ini hanya mimpi! – rutuk Baekhyun dalam hati.

"Byun Baekhyun? Kau? Byun Baekhyun ku kan?"

Seseorang itu adalah Wu yifan. Tetangga masa kecil Baekhyun dahulu. Baekhyun sering memanggilnya Kris Oppa. Tentu saja karena usia nya yang berbeda beberapa tahun.

"Em, maaf. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" bohong Baekhyun. Tuhan, maafkan aku.

"Apa kau benar-benar tidak mengenalku? Aku Wu Yifan. Kris Oppa mu. Tetangga mu dulu di Busan." Kris berusaha meyakinkan Baekhyun. Kris yakin Baekhyun tidak melupakannya.

"Maaf, mungkin anda salah orang. Lebih baik saya pergi dari sini. Permisi."

Kaki kecil Baekhyun melangkah cepat, meninggalkan Kris yang masih terdiam berdiri dengan gelang Baekhyun di tangan nya. Air mata Baekhyun sudah menggenang di pelupuk mata.

'Tuhan, aku mohon jangan pertemukan aku dengan nya.'

.

Baekhyun sudah berdiri tepat di depan pintu ruangan kerja Chanyeol. Jari-jarinya dengan cepat menghapus air mata yang sudah jatuh sedaritadi. Beruntung para karyawan tidak memperhatikannya.

Kret..

Baekhyun membuang nafas kasar, lalu menariknya kembali. Suara high heels nya berbunyi jelas di ruangan itu.

"Sudah mencari makan nya?" tanya Chanyeol sambil menatap Baekhyun.

"Aku tidak jadi makan, restoran di depan sana penuh sekali." Ujar Baekhyun dengan raut wajah menyakinkan. Berusaha menutupi mata bengkak nya.

"Kau menangis? Siapa yang membuatmu seperti ini? Kau tidak apa kan?"

DEG.

"Hahah, mana mungkin aku menangis. Tadi mataku hanya sedikit gatal lalu aku menggaruknya." Tawa Baekhyun di awal terdengar sangat hambar. Sungguh ini suatu alasan yang tidak masuk akal.

Chanyeol menaikan sebelah alisnya tanda tidak percaya.

"Apa kau sudah boleh pulang? Aku ingin makan, tapi harus bersama mu." Baekhyun mengalihkan pembicaraan, dirinya tidak mau di imtidasi terus-menerus. Ingat! Baekhyun phobia akan hal itu.

Oke, Chanyeol mengalah.

"Kebetulan sekali pekerjaan ku sudah selesai semua. Jadi.. ayo kita makan!"

Baekhyun tersenyum girang, melupakan kejadian tadi di restoran.

.

Mobil Chanyeol baru saja keluar kantor, mata nya melihat sekilas restaurant yang Baekhyun katakan penuh. Bola mata nya sukses membulat ketika melihat isi restaurant. Hanya satu-dua orang saja yang berada di restaurant itu. Restaurant itu benar-benar sepi.

'Aku yakin, Baekhyun menutupi sesuatu dariku.'

ooo

Jongin masih setia menemani Kyungsoo, meskipun pagi sudah berganti siang dan siang sudah berganti sore. Kyungsoo masih setia melukis, sudah 5 objek yang ia lukis. Membuat Jongin bertakjub kagum, lukisan Kyungsoo seperti benar-benar hidup. Jongin bersyukur, acara menemani Kyungsoo-nya ini tidak se-awkward kemarin. Kyungsoo bercerita banyak kepada Jongin, termasuk pekerjaan nya di Jepang.

"Soo, kau tidak lapar?" tanya Jongin memecahkan keheningan yang beberapa menit lalu tercipta.

"Sebenarnya iya, tapi aku masih ingin melukis." Jawab Kyungsoo dengan mata yang masih mengarah tepat ke lukisan nya.

Jongin dengan sigap mengambil seluruh benda di tangan Kyungsoo –termasuk kuas. Membereskan nya dan memasukan pada tempatnya.

"Jongin! Apa yang kau lakukan!?" pekik Kyungsoo.

Jongin tidak menjawab nya, tangan nya sibuk memencet sesuatu di ponsel.

"Jongin! Kembalikan peralatan lukis ku!"

Jongin lagi-lagi tidak menjawabnya, hingga akhirnya dua orang berbadan besar datang menghampiri Jongin.

"Apa yang harus saya lakukan tuan?" ucap salah seorang itu. Kyungsoo yakin mereka adalah bodyguard Jongin.

"Bawa semua barang ini ke mobil, dan antar aku ke tempat biasa." Perintah Jongin yang hanya di jawab anggukan oleh kedua bodyguard itu.

Hening.

Kedua bodyguard Jongin sudah pergi dengan peralatan lukis Kyungsoo.

"Maaf dan ayo kita makan." Ujar Jongin lalu menarik pelan tangan Kyungsoo.

"Ma..maaf untuk apa?"

Perkataan Kyungsoo membuat langkah Jongin berhenti, sehingga tubuh mungil Kyungsoo menabrak punggung Jongin.

"Ah, apa kau tidak apa? Maaf aku berhenti tiba-tiba." Panik Jongin,

"Tidak apa, aku hanya menabrak punggung seorang Kim Jongin, bukan harimau,serigala, atau apalah."

Keduanya pun terkekeh geli.

"Maaf karena aku mengacaukan acara melukismu, aku tidak ingin kau sakit hanya karena telat makan," ujar Jongin dengan sedikit menunduk. Dirinya sedikit tidak enak hati dengan Kyungsoo.

"Tidak apa Jongin-ah, lagi pula aku juga lapar. Sudahlah ayo kita lekas makan!" seru Kyungsoo diakhir membuat Jongin bersemangat lagi.

Hari yang indah untuk Kai dan Soo.

ooo

Baekhyun memandang makanan nya dalam diam, dirinya masih memikirkan tentang namja yang usia nya jauh lebih tua darinya di restorant tadi. Baekhyun sedikit menimang-nimang apakah hal ini harus ia ceritakan pada Chanyeol atau tidak. Baekhyun tidak mau keluarga kecilnya ini terkena masalah hanya karena masa lalu nya.

"Baek, kenapa makanan nya tidak kau makan? Apa makanan nya tidak enak? Kau sedaritadi hanya menganduknya."

Baekhyun tersadar dari lamunannya,

"A..tidak aku tidak apa. Makanan ini sangat enak." Ujar Baekhyun berusaha menutup semuanya.

Chanyeol hanya mengangguk mengerti, tapi tidak dengan otaknya. Otaknya terus menerus mencoba mencari tahu penyebab istrinya seperti ini.

"Gelangmu kemana? Bukankah tadi kau memakainya?"

"Uhuk uhuk uhuk!"

DEG.

'Ah gila! Aku harus berkata apa?'

"Ah maaf chagi-ah. Ini. minum lah dahulu," panik Chanyeol, tangan kirinya sibuk menepuk-nepuk pelan tengkuk Baekhyun.

Baekhyun dengan cepat meminumnya, jantungnya terus berdebar, otaknya sibuk memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Chanyeol, dan nafasnya masih terengah.

"Apa gelangmu hilang?" tanya Chanyeol lagi.

Baekhyun melihat pergelangan tangan nya sekilas. Kosong. Hanya ada gelang berwarna biru miliknya, tapi gelang berwarna coklat pemberian Chanyeol.. tidak ada.

"Um, aku rasa iya." Jawab Baekhyun dengan nada –sok– sedih.

"Terakhir kau memakai nya saat akan kemana?"

Baekhyun terdiam kembali, oh dirinya sangat dilema sekarang.

"Ke..ke restaurant tadi siang. Iya restaurant. Ah Chanyeol, maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga gelang itu, jelas-jelas gelang itu adalah pemberian darimu. Maafkan aku." Kali ini Baekhyun benar-benar merasa bersalah, kenapa dirinya begitu ceroboh. Menjaga gelang saja tidak bisa, bagaimana menjaga yang lain nya? –lah jadi kek meme wkwk –

Chanyeol membuang nafasnya kasar lalu tersenyum kearah Baekhyun, "Tidak apa, kita bisa membelinya lagi nanti."

Baekhyun membuang nafasnya lega, baiklah masalah satu sudah bisa ia atasi. Tapi tidak dengan masalah sebelumnya.

ooo

"Aku kira kau akan mengajakku makan di restaurant mu." Ujar Kyungsoo sambil sesekali melahap makanan di depannya.

"Kau pasti bosan jika aku ajak ke restaurant ku terus." Jongin menatap mata Kyungsoo sekilas, Jongin berusaha menyakinkan perasaan nya kepada Kyungsoo. Perasaan yang sama adanya sejak dua tahun yang lalu.

"Aku tidak bilang begitu, justru aku senang jika berada di restaurant mu. Pikiran ku sedikit tenang saat berada disana,"

'Jongin.. kenapa kau membuat perasaan itu muncul kembali?'

"em, jadi kau disini tidak merasa senang? Baiklah ayo kita ke restaurant ku." Ucap Jongin seenaknya.

"Yak! Kau ini, jangan bertindak semaumu seperti itu. Aku juga tidak bilang kalau aku tidak senang disini. Setidaknya jika bersamamu akan terasa lebih menyenangkan."

Deg.

Jongin memandang wajah Kyungsoo yang berada di hadapannya,

'Kyung.. apa maksud ucapan mu?'

"Jong? Kenapa kau memandang ku seperti itu? Cepat habiskan makanan mu." Ujar Kyungsoo cepat lalu melahap kembali makanan nya. tentu hal ini ia lakukan untuk menutupi pipi yang ia yakini sudah memerah.

"Kyungsoo ya.."

"Apa?"

"Apa aku.."

Kyungsoo menaikan alisnya sebelah, menunggu lanjutan ucapan Jongin.

"Apa aku… mencintaimu?"

ooo

Wu Yifan melangkahkan kaki nya keluar restaurant, gelang milik seseorang yang ia yakini Baekhyun itu ia pakai. Kris –nama panggilannya– sedikit tersenyum lega ketika berhasil menemukan Baekhyun –meskipun itu belum tentu benar juga.

"Oppa!"

Kris dengan cepat menolehkan kepalanya, mencari tahu siapa yang memanggilnya.

"Huh?"

Seseorang tadi mendekat dengan raut wajah ditekuk.

"Yak, oppa! Kau darimana saja? Aku hubungi kau sedaritadi tetapi tidak di angkat!" omel yeoja itu.

Seseorang itu adalah Wu Luhan. Adik tiri Kris, karena memang dasarnya mereka berbeda eomma. Ya salahkan saja Tuan Wu yang begitu playboy, kkk.

Kris tersenyum melihat tingkah adik manja nya ini, "Maafkan aku, tadi aku baru saja makan di restaurant sana." Ujar Kris berbohong.

"Kenapa tidak mengajaku? Aku kan juga ingin berjalan-jalan sore di kota Seoul. Bepuluh tahun menetap di Busan dan pindah ke LA, membuatku rindu akan kota ini." ujar Luhan dengan nada yang dia buat-buat.

"Sudahlah jangan berlebihan seperti itu, lebih baik kita berjalan-jalan di Seoul. Apa kau setuju?"

"Lets go!"

.

Kris dan Luhan baru saja sampai tepat di restaurant kecil tetapi cukup ramai, keduanya berjalan mencari tempat kosong untuk makan. Ya, sebenarnya hanya Luhan saja yang ingin mengisi perut.

"Selamat datang di JDSeok-Kitty. Ini menunya tuan." Ujar seseorang itu yang sebenarnya adalah pemilik restaurant.

Luhan dengan sigap memilih-milih makanan, sementara Kris menatap yeoja di hadapannya ini.

"Apa kau.. Kim Minseok? Sahabat Byun Baekhyun ku?"

Minseok yang sedaritadi menunduk, menatap pelanggannya ini.

'Astaga! Baekhyun.. Kris..'

TBC/END.

Halo semua, maaf sekali aku telat update dan lagi-lagi pendek. Otak aku bener-bener buntu untuk story ini, maaf sekali jika tidak jelas dengan alur ceritanya.

Mohon maaf untuk main cast nya ada Alumni hehe, tapi aku emang suka pair-in juga si Baek sama Kris. Meskipun ujung-ujung nya Chan-Baek forlyfe wkwk.

Ohiya aku baru buat akun wattpad, dan sudah update cerita baru.. judulnya Help Me. Belum ada yang see/review/semacamnya. Karena followers aja gapunya haha *nangis*.

Wattpad aku: nutellabaeki (baeki ya bukan baekie hehe)

Instagram nya: _exo04 . Jadi bagi yang belum follow sok atuh di follow nyak :D

Terimakasih dan sampai jumpa di next Chapter!

Ttd,

Nutella Baeki –F.