Maap author lama updatenya, author kehabisan ide sesaat. Untuk itu author meminta partisipasi readers dengan cara ketik REG spasi #BUK#DUAR!
Oke, itu gak penting, pokoknya,
Selamat membaca!
Day By Day Team Natsu : Make a Talk Show!
Terlihat sebuah rumah besar di pagi hari.
Lucy sedang menyiapkan sarapan di meja. Anak-anaknya sudah diap pergi ke sekolah, tetapi tidak terlihat sang suami.
"Mana Natsu? Pasti belom bangun... " Kata Lucy.
Ia pun berjalan ke kamarnya sambil membawa sekaleng madu yang di gunakannya untuk mengisi roti anak-anaknya tadi.
"Natsu bangu—" Lucy terpaku melihat tulisan yang tertempel di punggung Natsu yang sedang tidur membelakanginya. Tertulis di sana, 'Jangan bangunkan aku My Honey' Sebentar Lucy mematung melihat tulisan itu.
"Honey, honey nenekmu honey!" Lucy pun meletakkan kaleng madu itu di belakang punggung Natsu. Ia pun mengantar anak-anaknya sekolah.
Tak lama Natsu terbangun dan meraba-raba benda di belakangnya. "Ng? Kok ada madu?" Gumamnya. Natsu pun berjalan keluar menuju dapur dan tidak menemukan siapa-siapa. Dia pun membuat sarapannya sendiri dengan madu itu.
Saat Natsu sedang makan, cameraman meng-zoom-in madu itu. Lalu terdengar suara Gray, "Madu baru! My Honey! Enak! Dan cocok dimakan sendiri! Dijual di warung terdekat."
Pairing : Natsu D. & Lucy H.
Genre : Humor
Disclaimer : Hiro Mashima
Warning : Ini hanya khayalan author belaka. Semoga bisa menghibur.
"Baiklah, setelah iklan yang cukup panjang, kita kembali lagi di acara Talk Show With Lucy and Erza!" Kata Lucy yang sedang duduk sambil menyilangkan kakinya.
"Pada episode kali ini, kita akan membahas soal fashion." Jelas Erza.
"Ya, kalau bicara soal fashion, tidak ada habis-habisnya karena fashion terus mempunyai model-model terbaru. Nah, pada episode kali ini, kita akan membahas soal fashion dari designer terkenal, Mavis Vermilion!" Jelas Lucy.
"Baiklah, langsung saja kita bergabung dengan Natsu Dragneel di lokasi." Kata Erza.
.
.
.
"Selamat pagi pemirsa setia Talk Show With Lucy and Erza, kali ini kita akan mengunjungi kediaman sekaligus butik Mavis Vermilion. Kebetulan, pagi ini saya membawa baju rancangan Mavis. Dan merek yang ia pakai adalah... BAU? Kenapa BAU? Wah, pasti ada singkatannya nih. Penasaran kan? Yuk, ikut saya masuk ke dalam." Kata Natsu.
Kamera dijeda.
"Baiklah pemirsa, sekarang saya sedang berada di depan pintu kediaman Mavis Vermilion. Tepatnya di komplek C. Saya akan mencoba mengetuk pintunya." Kata Natsu. Kemudian, ia pun mengetuk pintu itu dua kali.
Tidak ada jawaban.
Natsu kembali mengetuk pintu itu sebanyak dua kali.
Masih tidak ada jawaban.
"Hey kalian, pintunya rusak. Jadi kalian harus masuk lewat jendela." Kata Mavis dari jendela yang jaraknya 1 meter dari pintu.
Mau tak mau Natsu dan Gray harus masuk lewat jendela yang kecil.
Gray merekam isi rumah Mavis yang mewah. Banyak pakaian bagus yang dipajang di dalam sana. Gray merekam pakaian buatan Mavis satu per satu.
"Jadi, sudah berapa lama anda menjadi seorang designer?" tanya Natsu.
"Sudah 25 tahun." Jawab Mavis.
"Memang umur anda sekarang berapa?"
"20 tahun."
"He? K-kalau begitu, kenapa anda tertarik untuk masuk ke dunia fashion?"
"Karen aku suka menjahit, dan kurasa aku punya bakat dalam bidang ini."
"Apa kau punya asisten yang membantumu?"
"Tidak ada, aku hanya sendiri."
"Oh ya, ngomong-ngomong kenapa mereka baju buatanmu ini namanya 'BAU'? pasti ada singkatannya kan?" Tanya Natsu penasaran.
"Ya, memang ada." Jawab Mavis dengan nada misterius.
"BAU! Bahan Asli Uruguai!" Jawab Mavis sombong.
"Kenapa Uruguai?" Tanya Natsu.
"Karena, kalo aku nonton sepak bola, aku selalu mendukung chelsea! GO CHELSEA!" Kata Mavis sambil teriak-teriak.
"Anu... Chelsea itu bukan Uruguai tapi Inggris." Kata Natsu mengoreksi Mavis.
"Hah? Inggris? Baiklah kalau begitu! Numpung masuk TV, aku umumkan kalau merek bajuku ganti nama! Namanya sekarang jadi BABI!" Kata Mavis semangat.
"BABI? Kenapa?" Tanya Natsu heran.
"Bahan Asli Buatan Inggris!" Jawab Mavis dengan semangat yang menggelegar. "Ingat itu pemirsa! Ingat itu baik-baik! Mereka bajuku ganti nama!" Kata Mavis sambil menempelkan wajahnya ke kamera.
"tapi kan bahan yang kau pakai dari Uruguai." Kata Natsu.
"Ckck... kau salah dengar kali... " Kata Mavis pura-pura tidak tau. "Kapan aku bilang bahannya dari Uruguai?"
"Baikalah, tidak usah dipikirkan. Pertanyaan terakhir, apakah anda mempunyai moto sendiri?" Tanya Natsu.
"Huh! Terus terang saja—"
"Terus terang itu moto lampu. Kau ini kan bisnis pakaian bukan lampu. Masa terus terang... " Potong Natsu.
"AKU BELUM SELESAI BERBICARA!" Teriak Mavis.
"Motoku adalah, uang bukanlah segalanya. Jadi aku pantang korupsi dan tidak pelit." Kata Mavis dengan wajah sombongnya. Ia menganggap dirinya telah menganut sebuah moto yang bijaksana.
"Tapi segalanya butuh uang." Kata Natsu. Mavis menengok ke arah Natsu dengan wajah sinis.
"Baiklah, terima kasih atas waktu anda, selamat pagi!" Kata Natsu dan Gray yang kemudian segera meniggalkan kediaman Mavis.
"Baiklah, setelah wawancara kami dengan designer terkenal yang sekarang telah mengganti mereka bajunya, mari kita bahas mengenai macam-macam model baju." Kata Natsu.
Munculah cuplikkan-cuplikkan model baju yang sedang ngetren saat itu.
"Baju ini, disebut juga baju kurang bahan." Kata Natsu yang sedang menjelaskan cuplikkan baju seksi.
"Kalau yang ini, celana dari orang yang habis dikejar anjing lalu kegigit." Kata Natsu saat menjelaskan cuplikkan celana jeans pria yang modelnya robek-robek di lutut.
"Yang ini baju yang gak ada modelnya." Jelas Natsu pada cuplikkan baju wanita untuk ibu-ibu yang polos dan modelnya cuma sedikit tapi entah kenapa laku di pasaran.
"Yang ini baju gak ada bahan" Kata Natsu saat cuplikkan baju yang terbuat dari koran ditampilkan.
"Dan sekian cuplikan model baju dari kami. Sekarang kami akan mewawancarai masyarakat. Model baju apakah yang paling diminati masyarakat?" Kata Natsu.
"Permisi, namanya siapa?" Tanya Natsu pada seorag gadis yang tengah menunggu bis di halte.
"Juvia." Jawab gadis itu.
"Oke, Juvia, lebih suka model baju seperti apa?" Tanya Natsu.
"Model yang biasa saja, gak ribet, sederhana, tapi tetap mengikuti tren." Jawab juvia singkat.
Kamera dijeda.
"Namanya siapa?"
"Lisanna."
"Suka model baju kayak apa?"
"Yang tangannya buntung, terus dress gitu... tapi kadang-kadang kalo lagi panas kayak gini, lebih suka pake baju yang kayak jaket gitu."
Kamera dijeda lagi.
"Namanya siapa?"
"Sherry."
"Model baju apa yang kau suka?"
"Model baju? Umm... yang seperti gaun ini, lalu yang nyaman, dan banyak kilauan yang menyilaukan mata."
Kamera dijeda terus menerus.
"Nama?"
"Lucy Heartfilia."
"Model baju apa yang kau suka?"
"Baju rumahan yang santai. Kalau mau pergi jalan-jalan atau menghadiri acara, aku menyesuaikan bajunya." Jawab Lucy singkat.
Kamera dijeda lagi.
"Namanya siapa?"
"Mirajane."
"Model baju yang kau suka seperti apa?"
"Baju yang manis-manis."
"Emangnya baju dimakan apa?!"
"Dan pemirsa, sekarang kita akan mewawancarai kaum laki-laki." Kata Natsu.
"Namanya siapa?" Tanya Natsu.
"Zeref."
"Model baju apa yang kamu sukai?"
"Model baju? Aku gak ngerti gitu-gituan. Aku pake semua baju yang ada di lemariku."
"Jadi kau tidak pilih-pilih ya... tapi sepertinya kau tidak suka pake celana... " Kata Natsu sambil melihat Zeref dari atas sampai bawah.
Zeref terdiam.
.
"Namanya siapa?"
"Jellal Fernandes."
"Suka model baju kayak apa?"
"Yang... santai, nyaman tapi gak jadul."
"Oh... terima kasih atas waktunya. "Perasaan ini orang yang kemaren rumahnya gede itu deh..." Batin Natsu.
.
"Namanya Siapa?"
"Lyon."
"Model baju yang kau suka seperti apa?"
"Model baju tidak penting untukku. Yang terpenting adalah tidak telanjang di depan umum."
"Apa?" Natsu terheran-heran mendengar jawaban Lyon.
.
"Namanya?"
"Gray Fullbuster."
"Lho, kalau kau Gray, lalu yang merekam siapa?" Natsu menengok ke kamera. Dan kamera itu Gray letakkan di atas meja.
"Baiklah, model baju apa yang kau suka?"
"Aku lebih suka tidak pakai baju."
"Baiklah, semua orang tau itu."
.
"Dan saya sendiri, suka dengan model baju yang biasa saja, nyaman tapi nyentrik atau ngentrik saya gak tau namanya, pokoknya saya itu orangnya gaul dan gak mau ketinggalan jaman!" Jelas Natsu.
"Sekian liputan kami pagi ini, kembali ke studio."
.
.
.
"Baiklah, sudah dilihat tadi, dari kediaman Mavis Vermilion, terus model-model baju dari cuplikkan tadi, dan pendapat masyarakat soal fashion. Habis sudahlah tema kita pada episode ini. Sudah dibahas semua." Kata Lucy sambil tersenyum.
"Iya, dunia fashion memang sangat luas dan bisa jadi peluang bisnis yang menguntungkan, kalau terkenal... " Kata Erza. "Untuk jadi terknal kalian juga harus memakai mereka yang mudah diingat namun unik dan kreatif. Seperti BAU dan BABI tadi... " Lanjutnya.
"Betul sekali. Aku setuju." Kata Lucy.
"Sekian episode kali ini, kita bertemu lagi di episode selanjutnya." Kata Erza.
"Saya Erza Scralet dan rekan saya,"
"Lucy Heartfilia."
"Bersama cru yang bertugas, undur diri. Sampai ketemu lagi... " Mereka pun tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya.
To Be Continued
Bagaimana chapter kali ini? Apakah mengocok perut readers?
Oke, pasti gak. Dalam hitungan ke tiga silahkan tabok author. Author kehabisan ide lucu! GYAAA! #stress
Butuh waktu puaaaanjaaang bagi author untuk mendapatkan sesuatu hal yang lucu agar dapat dituangkan ke dalam sini... dan kalau kelamaan readers bisa kabur semua dan hasilnya... fic ini akan jadi sepi! TIDAAAAK! #BUK!
Jadi mohon dimaklumi kalau updatenya 2 minggu sekali. Sukur-sukur kalo updatenya seminggu sekali. Soalnya author lagi bingung... lagi gak ada ide... lagi gak ada lawakan... lagi gak ada imajinasi...
Author bertanya-tanya kapan lagi author bisa update kilat kayak waktu update Day By Day Team Natsu. Author sampe bingung sendiri sama diri author. 'hebat banget gue bisa update setiap hari.' Begitulah pikir author pada saat itu.
Sudah cukup curhatan dari author.
Jangan lupa review! :D
