Chalice : Yak! Mari kita hitung Polling Pairingnya!
PikoMiki : 5
GumiyaGumi : 2
GakuLuka : 4
LuiRing : 1
AkaitoMeiko : 1
Chalice : POLLING TERBANYAK ADALAH BOCAH HACKER PLUS MIND READER, PIKO UTUTANE BIN SHOTAA XD *tebar bunga bangkai (?)*
Piko : *pundung* aku bukan shota…
Akaito : Pollingku SEDIKIT! QAQ
Chalice : Baiklah, please enjoy dan maaf jika OOC ada di fanfic ini XD
Yuri : Lho? Bukannya kau belum jelasin sifat mereka berdua kan?
Chalice : Tapi di chapter sebelumnya Piko terlalu cuek jadinya Chalice takut dia OOC QAQ
Disclaimer : Vocaloid bukan milik Chalice DX, kalau milik Chalice, Chalice akan mengeluarkan kekuatan Sarden master! #kaga nyambung
Warning : OOC, GaJe, Romance gagal, PErbudakan kepada Miki QwQ #kena kekuatan bulan Miki (?), TYPO, Eyd salah di eja, Abal, penggantian POV Dan lain-lain X3
Pairing Chapter kali ini : HackerPiko x ClumsyMiki
Note : Waktunya sama dengan Miki melihat Kaito mencium pipi Miku (Yang Pas Omake Miku itu lho~)
~Happy Reading~
Love Story 3 : From Slave and Master to be Love relationship / Surēbu to ai no kankeidearu tame, masuta kara
-Miki POV-
Kyaaa~! Tidak ku sangka Miku berpacaran dengan pemuda itu, yang katanya adalah pangeran sekolah yang di julukin Ice prince
Melihat Miku punya pacar membuatku juga mau punya pacar , tapi apakah ada yang mau dengan pacar secerobohku ya?
TENG! TONG! TENG!
Bell pulang berbunyi, kami bertujuh segera keluar dari kelas dan melihat di depan kelas banyak murid berkumpul dan mengerumbungi 3 pemuda, oren, ungu dan biru.
Eh? Yang biru itu kan Kaito Shion!
"Waaah… itu kan Kaito, Miku, aduuh~ Romantis banget ya, menunggu pacarnya di depan kelas" goda Rin kepada Miku
"Di, Diamlah, Rin!"
Bisa kulihat wajah Miku memerah karena malu, aduh… imut sekali Miku-chan kalau memerah begitu.
"Ayo" ajak Kaito Shion dengan wajah datar
Miku hanya mengangguk dengan wajah memerah
"Aku pulang dulu ya" ucapnya dengan wajah sangat memerah
Kami berenam hanya mengangguk berati iya
Setelah 2 pemuda berambut oren dan ungu itu pulang yang kelihatannya mereka berusaha keluar dari kerumbungan gadis-gadis itu, suasana di depan kelas hening
"Ayo kita pulang" ajak Meiko
"Furukawa" terdengar suara Kiyo-sensei
Aku segera menoleh dan mendapatkan pak Kiyoteru ada di depanku sambil memegang banyak buku
"Bisakah kau membawa buku-buku ini ke lab computer di bagian barat?" Tanya Kiyoteru kepadaku
Aku mengangguk
"Bisa kok pak!" ujarku dengan senyuman
"Tolong ya" ucap pak Kiyoteru dan pergi menghilang di balik lorong
"Kalian pulang dulu aja" ucapku kepada 5 temanku
Mereka mengangguk dan memberi salam kepadaku.
Dimana ya lab computer dibagian barat
Oh ya, di sekolah ini fasilitasnya sangat lengkap, Kolam renang yang besar, dojo, lapangan yang sangat luas, 2 perpustakaan yang berada di barat dan timur, bagian barat tidak ada yang boleh memakainya tidak tahu kenapa, UKS, rumah sakit khusus murid sekolah ini yang berguna untuk murid yang mendapat luka berbahaya khususnya dari serangan katananya pemuda bernama Gakupo Kamui , tembakan pistol Lui Hibiki,bantingan dan hajaran keras dari Kaito Shion, dan pukulan kuat dari Len Kagamine, lapangan bulu tangkis, lapangan sepak bola, stadium yang besar (Chalice: ini sekolah sebesar apa sih sebenarnya?!), pelatihan militer ( Reader : Hell?! Latihan Militer?! Emangnya ini sekolah apaan?! *bunuh Chalice*/ Chalice : Oke, oke, serius sekarang), ruang music, ruang-ruang buat eskul, dan lain-lain, disini ada 2 lab computer yang bagian timur sekolah dan barat sekolah, timur adalah lab buat para murid dan lab bagian barat tidak ada yang boleh memakainya, katanya disitu tempat khusus,
Jadi maklum jika aku tidak tahu jalannya
Aku terus melangkah dan melangkah mencari ruang computer bagian barat sekolah, sekolah ini sangat besar sekali.
HOSH! HOSH!
Akhirnya ketemu juga, susah sekali mencarinya
Wow… pintunya keren sekali, berbeda untuk lab computer khusus murid-murid lain, pintu berlapis emas putih, dan tulisan terdapat sebuah tulisan "Jangan ada yang masuk tanpa izin pemilik!, BERLAKU UNTUK PARA PRINCE LAINNYA! Yang melanggar akan kena hukumannya, tertanda Hacker Prince"
Wow… jadi ini milik salah satu pangeran sekolah yang dijulukin Hacker prince?, tapi aku penasaran ia seperti apa, katanya orang-orang dia adalah pangeran yang paling kejam karena suka membuka aib orang.
Aku segera membuka pintu tersebut dan melihat banyak layar computer disekitar sini (yah mirip layar computer Devil Survivor 2 di JP's), dan di situ ada 5 komputer perak yang kelihatan mahal menyambung semua layar computer tersebut.
Tempat ini memang gelap tapi karena layar computer itu terang membuat tempat ini tidak terlalu gelap
"Siapa yang beraninya masuk ke territory ku" terdengar suara lelaki tapi sedikit imut
Aku segera menoleh dan mendapati di sebelahku muncul lelaki berambut putih perak, bermata beda, satu hijau dan satunya lagi biru, wajahnya sangat manis, memiliki antenna rambut sepertiku cuman bedanya dia berbentuk P, menatapku dengan tajam sambil melipatkan tangannya
"Ah… maaf kan aku… aku kesini Karena disuruh Kiyoteru sensei untuk membawa buku-buku ini kesini" ucap ku, tatapannya tajam sekali seperti mau membunuhku tapi entah kenapa wajahku agak memanas.
"Taruh saja dimeja itu" ucapnya datar sambil menunjuk meja tempat 5 komputer itu
Aku segera mengangguk dan segera jalan kearah meja yang menjadi tempat 5 komputer itu
DUK!
"Eh?"
BUAK!
Tanpa sengaja aku ceroboh lagi, tanpa sengaja aku tersandung dan tidak sengaja juga aku melempar buku itu kebelakang dan menyebabkan buku itu mengenai wajah lelaki berambut perak itu
"AAAH! Gomenansaai!" pekikku melihat buku yang tidak sengaja ku lempar mengenai wajahnya
Lelaki itu hanya diam saja walau begitu wajahnya menunjukkan kekesalan.
Aku segera berjalan kearahnya dengan panic tanpa sengaja aku tersandung kembali, dengan spontan tanganku mencari pegangan tapi yang pegang adalah…
WAAAAAAAAAAAAAAHHHHH! AKU TIDAK SENGAJA MENURUNKAN CELANANYA KARENA AKU TERJATUH DAN MEMEGANG CELANANYA UNTUK MENCARI PEGANGAN! WALAU DIA PAKAI CELANA PENDEK YANG BERGUNA UNTUK DALAMAN , TAPI, TAPI INI… KYAAAAAAAAAAAAAAA! TIDAAAK! INI MEMALUKAN!
"Kau…" ucapnya dengan suara gelap dan menaikin celananya kembali karena tidak sengaja aku menurunkannya
"Go, Gomenansai…" ucapku ketakutan sambil duduk dan menatapnya dengan ketakutan, kulihat wajahnya terlihat marah.
SREEET!
"KYAAAA!"
Auch! Rambutku ditariknya dan membuatku berdiri secara paksa…
"Kau sengaja ya?" ucapnya dengan nada menggelap
"Maaf…aku, aku tidak sengaja… maaf… bi, bisakah kau melepaskan pegangan tanganku kerambu…tku?" pintaku dengan kesakitan, tarikan tangannya kerambutku membuatku kesakitan
"Heh! Apa kau berpikir aku akan melepaskan pegangan tanganku apalagi kau sudah membuatku kesal" ucapnya yang masih dengan nada gelap, dia semakin menarik rambutku
Uuugh… aku merasa rambutku akan lepas dari kepalaku…
-Piko POV-
Gadis ini… dia membuatku sangat marah… beraninya dia menurunkan celanaku! Entah dia sengaja atau tidak sengaja, tapi itu membuatku kesal.
Heh! Aku bisa melihat wajahnya kesakitan karena aku memperkuat tarikan rambutnya, itulah hukumannya buat ku kesal, tapi aku tetap kesal walau melihat wajah kesakitannya
Aku segera melemparnya kearah pintu mungkin saja kekesalan ini hilang, apalagi ia sudah 2 kali membuatku kesal, pertama melemparkan buku ke arahku kedua ini yang memalukan, menurunkan celanaku? Menyebalkan.
"KYAAA!"
DUAK!
"Ukh…"
Badannya terantuk pintu berlapis emas putih tersebut, terlihat wajahnya kesakitan, entah kenapa aku masih merasa kesal.
"Hei kau" panggilku ke dia
"Apa?" tanyanya dengan geraman, dan dia kelihatannya berusaha duduk, aku yakin punggungnya kesakitan.
Heh? Dia berani sekali menggeram kepadaku
Aku segera jongkok didepannya dan menatapnya tajam, dan segera menaruh jari telunjuk kananku yang berati aku menunjuk kearahnya
"Kau akan menjadi budakku selama 3 hari karena kau mempermalukanku" ucapku.
Bisaku lihat wajahnya terbelalak kaget
"APA?!" pekikkannya membuat telingaku berdengung mana aku tidak pakai headset lagi
"APA KAU TIDAK PUAS KAU MENARIK RAMBUTKU DAN MELEMPARKU?!" pekikkannya
Dia sangat berisik sekali membuatku kesal.
"Diam, perbuatanmu masih tetap membuatku kesal, apa kau mau rahasiamu kubongkar? Rahasia, bahwa kau pernah berpacaran saat SD dan SMP, cuman nasibmu selalu di putusin, selalu dimafaatkan, apalagi kau pernah hampir di rape pacarmu kalau saja sahabatmu yang bernama Meiko Sakine tidak menolongmu" ucapku dengan seringai kejam, hehehe…. Jarang sekali aku mengeluarkan seringai seperti ini, kelihatannya dia menarik kalau kujadikan budak selama seminggu ku.
Bisa kulihat wajahnya terkejut kaget, memang wajar jika orang kaget kalau aku mengetahui rahasia orang lain, tapi itu memang wajar kalau aku tahu, karena aku ini hacker, semua rahasia, informasi dimanapun bisa kudapat, apalagi aku juga punya banyak robot mata-mata yang kubuat.
"Ba, bagaimana kau tahu?" tanyanya kaget
Aku segera mengambil kursi yang ada rodanya yang buat computer itu yang kebetulan ada di dekatku, aku segera duduk dan melipatkan kaki dan tanganku.
"Karena aku adalah HACKER PRINCE, berati aku bisa menghacker apapun, informasi, password, lokasi rahasia, rahasia dan apapun itu semuanya dapat kuketahui, nah pilih yang mana, mau jadi budakku atau rahasiamu ku taruh di pengumuman, mungkin saja kau akan di bully atau diejek" ucapku dengan senyuman kejam, benar aku juga di sebut pangeran kejam.
"Terserah kau bongkar aibku, yang pasti aku tidak mau jadi budakmu" ucapnya sambil membuang mukanya dan mengakat sedikit kepalanya mirip menantangku
Heh, dia berbeda dengan orang yang kutemui, walaupun aku jarang memberikan orang 2 pilihan itu tapi jika aku memberikan 2 pilihan itu ke orang lain, pasti jawaban mereka menjadi budakku 3 hari dibanding rahasia mereka terbongkar dan imej mereka lenyap, menarik… sangat menarik…
"Hei, Bocah Shota beruban, kau kenapa senyam-senyum" ucapnya membuatku kesal
"AKU KAGA UBANAN DAN SHOTA! BAIKLAH, KARENA KAU KELIHATANNYA TIDAK TERTARIK DENGAN AIBMU YANG BAKAL KUBOCORKAN, BAGAIMANA KALAU TEMAN-TEMANMU?" tanyaku kesal, akan kubudak dia yang sangat kejam.
"A-Apa?!" spontan saja kulihat dia kaget, Rasakan!
-Miki POV-
Serius! Apa yang di pikirkan kepala ubanan itu! Kenapa dia kokoh sekali mau menjadikan ku budak!
Ditambah lagi dia mau membocorkan aib teman-temanku, kenapa?!
"Meiko Sakine, gadis yang sangat suka mabuk-mabukkan, memaksa orang minum sake dan memukul orang, bagaimana ya jika ku bongkar ini dan ditaruh di majalah dinding? Mungkin saja dia di DO lagi, kau tahu jika dia di DO kembali aku yakin dia tidak akan di terima sekolah manapun karena sifatnya yang buruk, heh, mau apa kau sekarang? Mau mengorbankan temanmu agar kau tidak menjadi budakku dalam 3 hari ini?" tanyanya dengan senyuman kemenangan yang membuatku kesal.
Aku… aku tidak suka di budak, apalagi di permainkan, apalagi aku sering di permainkan dan dimafaat oleh pacar-pacarku dulu… apa yang harus kulakukan… tidak mungkin aku harus mengorbankan salah satu temanku hanya demi keegoisanku..
Ukh… tidak ada pilihan lain…
"Baiklah…" ucapku pasrah "Aku akan menjadi budakmu" ucapku ketus
"Baiklah, kau menjadi budakku dalam 3 hari" ucap pemuda itu dengan sinis "Miki Furukawa" lanjutnya
"Siapa kau?" umpat ku kesal karena dia berbicara ku dengan nada sinis
"Oh, soal nama?, namaku Piko ututane" ucapnya dengan santainya
Kelihatannya dalam 3 hari ini adalah hari siksaanku..
-Miki POV end-
"Baiklah, karena kau sudah menjadi budakku, kau harus patuh kepadaku" ucap Piko dengan wajah meremehkan.
Spontan saja Miki terbelalak kaget 'Semoga bukan yang melecehkan…' batinnya penuh harap, apalagi trauma dimasa lalu.
"Bereskan buku-buku yang kau jatuhkan tadi" ucapnya membuat Miki kaget
"Hanya itu?" Tanya Miki kaget
"Tentu saja, kau memang berpikir aku akan menjadi kan kau budakku seperti yang kau pikirkan? Maaf-maaf saja, aku bukan Akaito yang hentai" ucap Piko dingin "Sekarang bereskan buku-buku itu, dan habis itu ke lab computer bagian timur lalu ambil kan aku sebuah USB berwarna perak, punyaku di pinjam Akaito tadi tapi tidak di kembalikan malah di tinggal, kemudian bawakan aku kopi kaleng dari vending machine di dekat kantin" ucap Piko santai dan berjalan kea rah komputernya dan mengetik sesuatu
'APA?! DIA GILA APA?! JARAK LAB INI KE LAB BAGIAN TIMUR SANGAT JAUH! APALAGI DITAMBAH MENUJU VENDING MACHINE DEKAT KANTIN! ITU SAMA JAUHNYA!' batin Miki kaget
"Kenapa diam saja? Cepatlah pergi, batas waktu 1 jam!" ucap Piko dengan wajah tanpa ekspressi
"O, oke" ucap Miki dan pergi keluar '1 jam?! Apa dia gila?! Ke lab computer bagian timur butuh waktu 40 menit lebih, lalu kemudian ke kantin 30 menit lebih! Dan kembali butuh 30 menit! Apa dia gila?!' batin Miki.
-1 jam kemudian-
"Ini yang kau minta, hah… hah…" ucap Miki kecapean habis lari marathon dan segera memberikan Piko USBnya dan sekaleng kopi
"Hmm…. Kelihatannya sudah mau malam, jadinya aku tidak membutuhkan itu, kau yang minum saja, sinikan USBnya" ucap Piko sambil mengandahkan tangannya
TWITCH!
Kepala Miki tumbuh 4 siku-siku dan dengan tidak sopannya dia memberikan Piko USBnya, dan sebelah tangannya memegang kaleng tersebut, saking kesalnya tanpa sengaja ia meremas kaleng tersebut.
"Baiklah, karena sudah malam aku pulang dulu, kau keluarlah, aku mau mematikan semua system disini" usir Piko
Dengan perasaan masih kesal Miki keluar dan menutup pintu, di depan pintu dia langsung melempar kaleng kopi itu ke dinding
"KEPALA UBANAN KURANG AJAR! UDAH CAPE-CAPE BAWAIN MALAHAN TIDAK MAU DITERIMA DAN BERTERIMAKASIH!" teriaknya kesal, kaleng kopi yang ia lempar kedinding hancur dan kopi di dalamnya keluar
Dan ia segera berjalan pulang tanpa menyadari Piko di dalam ruangan lab itu kelihatan kesal dan di kepalanya muncul 4 siku-siku
"Siapa yang kepala ubanan… dasar kepala antenna" ucap Piko kesal,
Miki segera sampai di rumahnya dengan kelelahan, terlihat rumahnya berada di apartemen kecil.
"Hah…Hah… udah tadi lari marathon di sekolah, sekarang berjalan ke rumah yang jaraknya jauh dari sekolah…" ucap Miki kelelahan.
Dia segera membukakan pintu dan masuk kemudian menutupnya kembali
CKLEK! BLAM!
Terlihat ruang tamu yang kecil, terdapat TV kecil, sofa kecil, meja makan dan 3 kursi, dan 1 lemari kecil dan panjang yang diatasnya terdapat 1 foto terlihat di dalamnya gambar seorang wanita, pria, dan anak kecil berambut merah cherry.
"Tadaima, Kaa-san, Tou-san" ucap Miki sambil menaruh tasnya di sofa dan berjalan menuju foto itu dan memegangnya
"Apakah kalian bahagia berada diatas, Kaa-san? Tou-san?" Tanya Miki dengan mata berlinang air mata.
Miki segera sadar dia menangis, segera ia menyeka air matanya dan menatap foto itu dengan wajah tersenyum
"Aku tidak boleh nangis kalau tidak Kaa-san dan Tou-san bisa sedih!" ucap Miki semangat dan langsung ke dapur untuk membuat sarapan.
CIP! CIP! CIP!
KRIIIIING!
Miki segera bangun dari futon nya dan melihat jam wekernya yang terus berbunyi
"AAAKH!" pekik Miki kaget "AKU TELAT!"
Miki segera mematikan alarm jam wekernya dan segera ke lemari dan mengambil seragamnya kemudian keluar kamar dan masuk ke kamar mandi
Setelah mandi dan ganti baju dia segera keluar dari kamar mandi dan berjalan keluar sekolah.
Baru saja Miki keluar dari apartemennya dan menguncinya, handphonenya berbunyi, segera ia buka dan melihat dari siapa.
From : 08*********
To : Cherry no Miki
Subject : The Hacker prince
Ini Piko.
Hei kau kepala antenna, kau segera ke toko eletronik dan belikan aku laptop, laptopku rusak, akibat pangeran shota itu
Pakai uangmu dulu, aku yakin uangmu masih ada banyak di bank kan? Nanti aku ganti di lab computer,
Jangan balas kau tidak ada uang,
Uangmu ada sebanyak 500.000 yen kan? Nanti kuganti, belikan aku laptop yang harganya 500.000, walau laptopku sebenarnya seharga 5.000.000 yen, tapi kau belikan saja yang 500.000 yen, buat disaat genting begini, aku membutuhkan laptop buat mencari informasi.
Don't Call Me Shota! Or I Make your friend secret founded!
P.S : nanti berikan laptop itu kepada ku nanti pas pulang sekolah.
"Mahluk Shota itu…" geram Miki kesal.
"WALAU DIA BAKALAN GANTI, TAPI JARAK DARI RUMAH KE TOKO ELETRONIK SANGAT JAUH! BELUM LAGI KE SEKOLAH! DASAR KEPALA UBANAN ITU! DAN KENAPA DIA MEMANGGILKU KEPALA ANTENA! PADAHAL DIA JUGA SAMA!" pekik Miki kesal.
Miki segera ke toko eletronik sambil lari agar tidak telat sekolah
GREEEEEEKK!
"Ohayou…" …" ucap Miki dengan wajah kecapean mirip ia habis lari
"Ohayou , tumben kau datang jam segini, memang ada apa?" Tanya Meiko
"Hah…Haah… hanya ada urusan, tadi aku pergi sebentar ke toko eletronik, itu saja" ucap Miki dengan senyuman dan ia kelihatan seperti habis berlari,
5 sahabatnya mengangguk mengerti, Miki segera menaruh tasnya di mejanya
"Jadi Rin suka dengan Len Kagamine a.k.a dangerous prince?" Tanya Miki setelah ikutan berbicara dengan teman-temannya
Meiko, Miku, Gumi, Luka, dan Ring mengangguk berati iya
"Oh…" Miki mengangguk mengerti
"Rin! Ganbatte ya!" pekik Luka, dan Gumi setelah melihat mobil jemputan mereka datang
"Rin, berjuang ya!" pekik Miku dan langsung berlari kearah Kaito yang menunggunya sambil di kerumbungin cewe-cewe
"Rin, kau harus menembak Len sekarang atau kau akan menyesal" ucap Meiko menepuk pundak Rin
"Eh!?" pekik Rin kaget
"Kau harus menembaknya atau kau kena gamparan harisen slash ku" ucap Ring tegas sambil mengedipkan matanya dan pergi tanpa dosa padahal sudah membuat Rin ketakutan
Miki segera menepuk punggung Rin membuat Rin membalikkan badannya
"Berjuang ya" ucapnya dengan senyuman dan pergi kesuatu tempat yang pasti bukan keluar dari sekolah
"Miki! Kau mau kemana?" Tanya Rin bingung dengan sikap Miki yang pergi kesuatu tempat
"Aku ada urusan sesuatu di lab computer!" pekik Miki dan masuk ke suatu gang
Terlihat Rin menatapnya dengan wajah bingung dan sweatdropped
GREEEK!
"Apa kau sudah membawa laptop yang kuminta?" Tanya Piko sambil memutar balikkan kursinya sehingga langsung menghadap pintu masuk.
Miki baru saja masuk dan menatap Piko dengan jengkel
"Iya!" umpat Miki dan langsung membuka tasnya
Piko segera berjalan kearah Miki dan menatapnya dengan datar.
"Ini laptopnya!" teriak Miki dan menyerahkan laptop merah cherry kepada Piko
Piko menatap laptop itu dengan datar dan kesal
"Merah Cherry?" tanyanya dengan nada gelap
"Iya, kenapa?" Tanya Miki.
"Kenapa harus merah cherry?" Tanya Piko sambil melipatkan tangannya "Bukannya ada warna lain selain cherry?"
"Hei! Kau tidak bilang warna apa, ya sudah aku memakai warna kesukaan ku, jangan complain! Ini memakai uang tabunganku tau!, Shota!" umpat Miki
TWITCH!
"Sudah kubilang aku tidak SHOTA" geram Piko dengan penekanan kata 'Shota'
"Diam! Sudah mau terima atau tidak!" umpat Miki kesal.
"Grrrh… oke, baiklah, berikan laptop itu dan ini uang yang kukembalikan" ucap Piko dan memberikan Miki 500.000 yen dan mengambil laptop itu
"Ternyata laptop 500.000 yen tidak begitu bagus seperti laptop perakku" ucap Piko dan melihat-lihat laptop tersebut, atas, bawah, kanan, kiri, belakang dan depan "Apalagi warnanya merah cherry"
"Sudah kubilang jangan banyak complain!" umpat Miki kesal.
"Paling-paling ini terbuat dari besi ronsokan, kau salah pilih ini jenis laptopnya" ucap Piko santai.
"AAAARGHHH! BANYAK KOMPLAIN!" pekik Miki darting saking kesalnya ngedengar komplainan Piko
"*sigh* Ya sudahlah, hanya untuk sementara," ucap Piko dan memasukan laptop merah cherry itu ke tasnya
"Ya sudah aku pulang dulu" ucap Miki dan segera mengambil tasnya
"Siapa yang bilang kau boleh pulang" ucap Piko datar
"Eh?" Miki terkejut kaget
"Kau bersihin ruangan ini" ucap Piko "Sampai bersih"
"A, APA?! Kau gila! ruangan ini besar sekali!" pekik Miki kesal.
"Diam, kau sekarang menjadi budakku jadi dengar perkataanku" ucap Piko sambil melipatkan tangannya
"Grrh…" Miki menggeram kesal "Oke! Mana sapu dan pel?" Tanya Miki
"Ada di gudang sekolah" ucap Piko santai sambil mendudukin kembali kursinya dan memutar kearah komputernya yang banyak itu.
Spontan saja Miki mendengarnya terlonjak kaget "Apa!? Gudang sekolah yang ada di dalam sekolahkan? Bukan gudang sekolah di halaman belakang?" Tanya Miki penuh harap
"Sayangnya ada di halaman belakang sekolah" ucap Piko santai
'Hei… Gudang di belakang sekolahkan angker… baka Shota, dan lagi sebentar lagi sudah malam! Belum lagi jalan dari sini kehalaman belakang cukup jauh!" batin Miki kesal.
"Hei, bukannya gudang di dalam sekolah?" Tanya Miki
"Sayangnya aku tidak punya kuncinya" ucap Piko datar "Kalau gudang halaman belakang tidak pernah di kunci" lanjutnya
'Hei… bukannya kau bisa menghackernya? Kan sekolah ini kunci sistemnya memakai password bukan kunci! Kau mau membuatku kesusahan!?' batin Miki kesal
"Sudah cepatlah, kau berisik saja dari tadi, kau mau kubongkar rahasia temanmu?" ucap Piko datar sambil terus mengetik
"Ha'I…" ucap Miki pasrah dan berjalan ke pintu.
"Oh ya, kudengar rumor dulu ada yang meninggal di gudang halaman belakang, katanya rohnya bergentayangan mencari kepalanya yang hilang karena dulu saat dia mencari barang disana diatas lemari yang jatuh kearahnya terdapat gergaji dan membuat lehernya terpenggal, gejala pertama dia muncul adalah pintu tertutup sendiri, lampu mati dengan sendirinya, muncul penampakan gadis di belakang kalian dan terakhir benda-benda tajam jatuh kearah korban dan membuatnya terpenggal " ucapan Piko membuat Miki ketakutan.
"Be, Berisik! Jangan membuatku takut!" pekik Miki dan langsung membuka pintu dan kemudian menutupnya
CKLEK! BLAM!
Tanpa Miki sadari saat Miki menutup pintunya Piko menatapnya sambil tertawa geli
"Lucu sekali, dia takut tapi tidak mau menunjukkan kalau ia takut, hahaha… aduh… sudah lama aku tidak tertawa begini" ucap Piko sambil menutup mulutnya agar suara tawanya tidak keluar "Aku tidak menyangka kepala antenna itu bisa seman—" Piko sadar apa yang hampir ia katakan, segera ia menutup mulutnya 'Ada apa ini?' batinnya bingung
"Gadis itu… kenapa bisa mengubahku menjadi begini…" ucapnya pelan.
Piko segera menghela nafas dan segera melipatkan tangannya dan kakinya lalu menyeringai
"Aku yakin dia kabur atau mengambil sapu dan pel di gudang dalam sekolah seperti orang-orang yang kuperbudak selama ini" ucapnya dan memutarkan kursinya dan mengetik sesuatu dan salah satu layar menampilkan sebuah gambar
Miki menatap gudang sekolah yang dihalaman belakang sekolah, terlihat gudang itu sudah tua, Miki menatapnya dengan ketakutan.
"Apakah aku harus masuk?" gumamnya ketakutan
'Apakah aku harus ambil sapu dan pel dari gudang dalam sekolah?' batinnya lagi
Miki segera menggeleng kepalanya
'Tidak! Aku yakin lelaki shota itu menantangku! Aku tidak boleh kalah atas tantangannya itu!' batin Miki dengan semangat
Miki segera membuka pintu itu dengan pelan-pelan
KRIIIEEET…
"Pe, Permisi" ucapnya dan masuk dengan pelan 'Astaga… suara pintunya menyeramkan…' batin Miki ketakutan.
Ruangan itu sedikit besar dan gelap, banyak barang-barang yang sudah tidak terpakai dan kelihatan tua, terdapat lemari besar dan diatasnya terdapat kardus yang berisi benda-benda tajam yang membuat Miki ketakutan melihatnya, banyak sarang laba-labanya, kelihatannya gudang ini cukup tidak terurus, Miki melihat di sudut ruangan terdapat benda yang Miki cari
Miki segera menyalakan lampu yang kebetulan saklarnya ada di sebelah pintu tersebut.
"Ah, itu dia" ucap Miki dan segera berjalan kearah sapu dan pel tersebut dan segera mengambilnya
"Aku harus cepat-cepat keluar dari si—" baru saja Miki membalikkan badannya tiba-tiba pintu tertutup sendirinya yang membuat Miki menatapnya ketakutan.
CTEK!
Lampu diruangan itu langsung mati dengan sendirinya yang membuat Miki ketakutan
"Uwawa… kaga mungkin… kaga mungkin apa yang di katakana lelaki Shota itu benar…" ucap Miki dan berjalan mundur sambil memegang sapu.
DUK!
Miki menyentuh sesuatu di belakangnya dan segera ia membalikkan badannya belakang dan melihat bayangan seorang perempuan yang membuatnya ketakutan
"KYAAAAAAAAAAAAAA!" Pekiknya sambil berjalan mundur dan sapunya tanpa sengaja menyentuh lemari itu dan membuat lemari itu goyah dan menjatuhkan kardus berisi benda-benda tajam itu.
"KYAAAAAAAAAA!" Pekik Miki ketakutan tanpa sengaja ia terjatuh karena kakinya melemas saking takutnya dia
'Apakah ini akhir hidupku?' batinnya ketakutan.
BRAK!
Dia mendengar pintu di dobrak dan Miki merasakan tangannya di tarik seseorang
"Serius, aku tidak menyangka kau bisa seceroboh itu" terdengar suara Piko yang membuat Miki perlahan-lahan membuka matanya
"Eh?" Miki melihat disampingnya terdapat Piko sambil memegang tangannya yang tadi ia pakai buat menyeret Miki keluar dari serangan benda tajam tersebut
"KYAAAAAAA!" pekik Miki membuat telinga Piko berdengung
"Ada apa lagi, kepala antenna? Kau mau membuat teli—" ucapan Piko terpotong terganti dengan kekagetan karena Miki langsung memeluknya
Spontan saja wajah Piko memanas
Piko segera menghela nafas untuk menjernihkan pikirannya
"HEI! KEPALA ANTENA KENAPA KAU MEMELUKKU!" pekik Piko dan berusaha melepaskan diri dari Miki
Piko bisa merasakan badan Miki bergetar ketakutan dan dengan takut Miki menunjukkan kearah bayangan perempuan
"Ha, Hantu… candaan mu benar disini ada hantu… pintu tertutup sendiri… lampu mati sendiri… dan kardus-kardus itu jatuh…" ucap Miki ketakutan
Piko menatap yang dituju Miki, lalu melihat lampu yang mati tersebut kemudian pintu.
"HAHAHAHAHA!" Piko langsung tertawa dan kemudian tangannya yang kanan langsung menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar
Miki yang melihat Piko tertawa spontan ia melepaskan dirinya karena memeluk Piko dan langsung menatap Piko dengan kesal tercampur merah malu karena memeluk Piko.
"Aku tidak menyangka ada manusia sebodoh kau, kau tidak tahu pintu itu suka tertutup sendiri karena pintu itu tidak kuat di biarkan terbuka apalagi kalau ada angin, listrik di gudang ini sudah melemah sehingga gampang mati dan bayangan itu hanya kursi dan ditutupin kain yang menjadikannya mirip hantu." Terang Piko membuat Miki terkaget dan menatap bayangan itu sekali lagi dengan teliti, ternyata benar ada keganjilan dibentuknya
"Whaa-APAAA?!" pekik Miki lagi terkejut membuat telinga Piko kembali berdengung
"Hei! Kepala antenna jangan teriak sekencang itu! Kau membuat telingaku berdengung" pekik Piko kesal.
"APA?!Kau sendiri juga kepala antenna!" pekik Miki kesal sambil menunjuk kearah Piko.
"APA?! Kau yang kepala antenna!" pekik Piko kesal.
"AARGH! Aku merasa bertengkar dengan mahluk Shota sepertimu tidak akan bisa selesai!" umpat Miki kesal.
"Apa?! Aku tidak Sho—" ucapan Piko dipotong Miki
"Kenapa kau bisa kesini?" Tanya Miki sambil menunjuk kearah Piko.
Piko segera menggaruk kepala belakangnya –yang selama ini tidak pernah ia lakukan- pertanda dia sendiri juga tidak tahu kenapa dia bisa disini.
Piko segera melipatkan kedua tangannya dan menatapnya dengan tajam.
"Aku baru ingat gadis ceroboh seperti mu bisa menjatuhkan barang-barang di atas lemari dan terluka, itu bisa merepotkanku kalau itu terjadi karena itu aku kesini" ucap Piko sambil menunjuk benda-benda yang jatuh itu.
Miki yang melihatnya hanya menatapnya horror dan bersyukur dia selamat dia segera menatap Piko yang dari tadi menatapnya tajam,
"Apa? Kenapa kau melihatku?" Tanya Piko datar
"Ter, terimakasih sudah menyelamatkanku dari benda-benda tajam itu, mungkin tanpa kau menolongku, aku akan mati, Ututane-san" ucapan Miki dengan suara lembut membuat Piko terbelalak kaget.
Piko segera membalikkan badannya dan mengakat wajahnya sedikit
"Hmph! Aku cuman menyelamatkan mu karena kalau kau terluka aku yang bisa repot! Aku tidak punya kekuatan absolute seperti BaKamui, BaKagamine dan BakaHibiki, jadi kau tidak perlu berterimakasih denganku" ucap Piko.
"Hahaha, baiklah, tapi tetap saja aku berterimakasih, terimakasih, Ututane-san" ucap Miki sambil tersenyum
"….Sebaiknya kau membersihkan ruang komputerku, kau tidak mau pulang makin larut kan?" ucap Piko setelah jeda sejenak.
"…Baiklah, terimakasih sekali lagi, Ututane-san" ucap Miki dan hendak pergi Dari sana
"Tunggu, Furukawa" panggil Piko walau posisinya tetap sama.
"Ya?" Tanya Miki
"Panggil aku Piko saja" ucapnya "Dan sebagai gantinya aku panggil kau Miki" ucapan Piko membuat Miki memerah.
"Ha, Ha'I , Piko-san" ucap Miki dengan wajah memerah "A, Aku pergi dulu" ucapnya pergi
Miki tidak menyadari kalau dari awal Miki berterimakasih wajah Piko sudah merona merah dan setelah Miki memanggil namanya wajah Piko semakin memerah menambah kesan wajahnya yang imut menjadi semakin imut
Piko segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya
'Ada apa denganku… kenapa wajahku memanas… ini tidak pernah ku alami… ada apa ini? Kenapa bisa begini…' batinnya terus menerus
"Akhirnya selesai juga!" pekik Miki senang sambil mengakat tangannya petanda dia senang.
"Hooh, kau sudah selesai rupanya, kepala antenna" ucap Piko muncul sambil berdiri menyender di pintu sambil melipatkan kedua tangannya dan memandang Miki dengan wajah mengejek "Lama sekali kau membersihkannya, 2 jam kau membersihkannya" lanjutnya
'Apa-apaan laki-laki ini! Tadi dia memanggil margaku dan menyuruh memanggilnya memakai namaku dan sebaliknya! Kenapa dia masih tetap memanggilku kepala antenna!' batin Miki geram.
"Memangnya kau pikir gampang membersihkan ruangan yang besar dan berdebu ini?! sebagai manusia kau jorok sekali! Walau tidak ada sampah tapi ruangan ini penuh buku dan kertas yang berserakan dan berdebu!" ucap Miki geram.
"Hooh, tapi sebagai lelaki aku cukup bersih, tidak membuang sampah sembarangan, baka Furukawa" ucap Piko dengan suara mengejek.
"BERISIK!" pekik Miki kesal dan berjalan pulang "Aku mau pulang!" pekik Miki kesal.
"Tunggu sebentar" ucap Piko dan memegang tangan Miki membuat Miki berhenti jalan.
"Ada apa, Shota?" Tanya Miki kesal.
"Bagaimana kalau kita pulang bersama? Perempuan tidak boleh pulang malam-malam" ucap Piko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu,
Spontan saja ucapan Piko membuat wajah Miki memerah, Miki segera membuang mukanya
"A, Apa maksudmu?! Aku tidak butuh orang menemaniku pulang" ucap Miki dengan memerah malu "Dan ini gara-gara siapa aku pulang sampai malam?!" lanjutnya
"Karena itu aku menemanimu pulang" ucap Piko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Miki hanya diam saja dengan wajah memerah 'Ada apa dengan mahluk Shota ini! tumben sekali dia baik' batin Miki kaget
"Ayo kenapa kau bengong? Mau ku tinggal disini?" Tanya Piko membuat Miki tersadar.
"Baik, baik, dasar Shota!" ucap Miki kesal.
"Jangan panggil aku Shota" geram Piko.
"Ya, ya, ya" ucap Miki membuat Piko kesal.
Dan mereka segera pulang bersama.
-sekarang mereka di apartemen Miki-
"Sudah ya" ucap Piko datar "Tenang saja, kau besok bebas dari perbudakkanku dan tidak akan bertemu denganku lagi, kepala antenna" ucap Piko dengan wajah mengejek
Miki mengangguk dan menggeram kesal karena diejek, Piko segera membalikkan badannya dan berjalan pergi, Miki hanya menatap punggung Piko dengan sedih
'Hari ini terakhir aku bertemu dengannya.. besok aku sudah bukan jadi budaknya… eh?! Ini bukan berati aku suka atau senang menjadi budaknya…. Hanya saja… aku tidak bertemu dengannya lagi membuatku kesepian' batin Miki dengan wajah sendu
Miki segera membalikkan badannya.
GREP!
Miki merasa badannya di peluk seseorang dari belakang, dengan wajah memerah ia segera melihat kebelakang dan menemukan Piko memeluknya, spontan saja wajah Miki memerah malu.
"Miki… walau kau gadis yang ceroboh dan gampang marah… aku menyukaimu…" ucap Piko dengan wajah memerah dan membenamkan kepalanya ke punggung Miki.
Miki yang mendengarnya terbelalak kaget, memerah malu bercampur senang, segera ia melepaskan dirinya dari pelukan Piko dan segera menatap Piko yang menutup mulutnya dengan wajah sangat memerah yang membuatnya semakin imut membuat Miki tersenyum kecil.
"Aku juga menyukaimu, Piko" ucap Miki sambil tersenyum "Aku tidak menyangka dalam 3 hari ini menjadi budakmu membuatku menyukaimu" Lanjutnya
Piko memerah malu dan tetap menutup mulutnya agar tidak memperlihatkan bahwa Piko tersenyum senang.
"Aku juga" ucap Piko dan mengakat dagu Miki sedikit dan mengecupkan bibir Miki dengan mulutnya
Miki menutup matanya dan membalas ciuman Piko.
Love Story 3 : Surēbu to ai no kankeidearu tame, masuta kara –end-
Chalice : Gilaaa! Mood Chalice jadi super baik habis nonton Despicable me XD PAPPOOOOIII! *ikut-ikutan bilang papoi* KYAAAAAAAAAA~~~! LUCUUU! *meleleh*
Yuna : *sweatdropped* Jah, nih author malah curhat… *sweatdropped* maaf kalau dia telat update (_ _), baka Creator kaga ada mood dan lagi galau :3, Review ya :D
Chalice : PAPOOOIIII X3 *loncat-loncat gaje*
Yuna : *sweatdropped* musti tunggu 5 jam buat dia kembali normal =.=''
Chalice : ngomong-ngomong… Maaf jika chapter kali ini aneh (_ _) dan OOC, plus lagi si Piko malah jadi menyebalkan QAQ, Papoi~ :3
Yuna : *timpuk chalice pakai sabit* ini mau ngomong serius atau apa sih?, baka creator!
Omake :
"Hei! Hei! Tebak kenapa aku sedang bergembira hari ini?" Tanya Len dengan senyuman "Kecuali kau, Piko! Aku tahu kau mengetahuinya jadi jangan kasih tahu!" ucap Len.
"Tenang saja, aku tidak tahu kok, kemarin aku tidak membuka laptopku" ucap Piko santai sambil mengetik sesuatu di laptop merah cherrynya
Piko menatap laptop itu dengan tersenyum kecil
"UWAA! SILAUU!" pekik Akaito lebay melihat sahabatnya yang cuek tersenyum.
"Lho? Kenapa kau memakai laptop merah jambu, Piko?" Tanya Lui bingung melihat sahabatnya memakai laptop berwarna merah cherry –yang memberi kesan perempuan-
"Kau tidak boleh tahu" ucap Piko dengan senyuman kecil dengan rona merah di wajahnya
Spontan saja semua yang ada disana kecuali Kaito tentunya terkejut
"ASTAGA! DEMI PARA WANITA SEKSI! PIKO TERSENYUM! APALAGI WAJAH RONA MERAHNYA MEMBUATNYA SEMAKIN IMUT! AKU INGIN MEMAKANNYA!"
"Akaito… hentikan pikiran nistamu atau kau kulenyapkan reputasimu"
"Ha'I, Piko-sama"
"AKU TAHU! AKU TAHU! KAU MENYUKAI SESEORANG! AKU JUGA SAMA LHO~ PIKO! MALAH AKU SUDAH PUNYA PACAR~ NAMANYA RIN KAGAHIME~ NAH LHO~ KAU KALAAAH~"
"APA!? LEN KAU PUNYA PACAR?!"
"IYA~ baru kemarin nembaknya~"
"Tenang saja, kemarin aku juga baru dapat pacar"
"…APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!"
"Apa?! Serius kau, Piko? Bukannya kau terlalu cuek?"
"Tentu saja aku serius, Gumiya,"
Semua yang disana shock mendengarnya kecuali Kaito yang merasa risih dengan teriakan sahabat-sahabatnya
"Berisik sekali sih" ucapnya datar
Omake (2)
"Kau sudah berpacaran dengan Len Kagamine, Rin?" Tanya Ring
"Iya" ucap Rin senang
"Selamat ya" ucap Meiko kepada Rin
"Terimakasih"ucap Rin
GREEEEK!
Miki masuk kekelas dengan wajah senang dan berjalan menuju para sahabatnya
"Ohayou~~" ucap Miki " Tebak deh, aku kemarin menyatakan suka dengan seseorang, dan dia juga menyukaiku!" ucap Miki senang
"Oh ya, siapa? Jangan sampai sama seperti pacarmu yang dulu" ucap Meiko ketus karena takut sahabatnya dapat pacar yang salah
"Piko Ututane" jawab Miki senang
"…"
"…"
"WAAAH~~!KITA SAMA-SAMA PUNYA PACAR, MIKI-CHAN~" pekik Rin dan Miku sama sambil memeluk Miki
"Iya~" jawab Miki
Luka, Ring, Gumi dan Meiko kaget mendengar kalau Miki berpacaran dengan Hacker prince yang cuek itu.
"APAAAAAAA?!" pekik mereka.
~Omake End~
Chalice : *pundung* kok Omakenya jadi GaJe ya… ceritanya juga jadi hancur…
Yuna Yuri : *sweatdropped*
Chalice : *bawa Freeze ray* #plak! #emangnya ini minion rush?. Yosh! Balas yang tidak login! *nembak freeze ray ke tembok* #ditabok tante.
Yuna : Review ya :D
Balas Review :
Hoshiko : Uwawawa! Gomenansai baru update (_ _), terimakasih atas reviewnya :D
Violetta : Polling AkaitoMeiko? Oke XD, terimakasih atas reviewnya :D
Mind To Review?
