"Tetsuya-kun."

"Haruko-chan."

"Tetsuya-kun, aku merindukanmu."

'Okaa-san, kenapa begitu perih? Apakah aku jahat? Aku sedih melihat saudara yang aku sayangi bahagia bersama orang yang dia cintai. Aku sangat ingin merasakannya, aku ingin merasakan pelukan hangat 'orang itu', aku ingin merasakan kasih sayang 'orang itu' seperti dulu. Tapi sekarang, aku sudah tidak bisa. Sekarang dia begitu jauh, dan dia sudah tidak memiliki perasaan yang sama seperti dulu. Kami-sama, apakah aku tidak diizinkan bahagia?'


Haruna Monogatari

Disclaimer :

Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

(And the Picture)

Warn. : OC, Alur mengikuti anime KnB, Typo(s), dll.

RnR?


Pertandingan berikutnya, Seirin melawan Meisei. Kagami tidak bermain dan Meisei mengalahkan Seirin dengan score 78-79. Dan di pertandingan setelahnya, Seirin kalah melawan Senshinkan dengan score 96-78 untuk Senshinkan.

Kuroko juga mengalami kemunduran. Mungkin karena tekanan batin yang dia alami. Dan bebannya pun bertambah berat setelah kalah dari Aomine. Lebih tepatnya, saat dia bertemu dengan kekasihnya.

Flashback

Setelah pertadingan melawan Touou, Haruna hendak keluar dari ruangan itu tapi….

"Haruko-chan? Apa yang- Haruko-chan!" Suara panik Kuroko pun menghentikan langkah Haruna. Haruna menoleh dan mendapati Haruko sudah kehilangan kesadarannya.

"Haruko! Aku sudah melarangmu ikut kan? Kenapa kau tidak mau menurut?!" Haruna panik dan menelpon kakaknya.

/"Moshi moshi. Doushita Haruna?"/

"Onii-chan! Bisakah Onii-chan datang ke Gymnasium sekarang?"

/"Ya, tentu saja, aku ada di dekat Gymnasium. Ada apa? Kenapa suaramu panik begitu?"/

"Datang saja sekarang! Temui aku di ruang locker Seirin. Cepat!"

/"Ya, baiklah."/

Beberapa menit setelah itu, Kei datang.

"Haruna? Ada ap- Haruko!" Kei menghampiri Haruko yang pingsan di pangkuan Kuroko.

"Onii-chan, kita bawa Haruko ke rumah sakit!"

"Ya, ayo!" Kei menggendong Haruko dan segera membawa Haruko ke dalam mobil yang dibawa Kei dan mereka segera menuju rumah sakit terdekat.

"Kenapa kau mengajak Haruko keluar?!" Kei memarahi Haruna saat perjalanan mereka ke rumah sakit.

"Aku sudah melarangnya! Tapi dia keras kepala dan memaksa untuk ikut."

"Tapi seharusnya kau tetap melarangnya!"

"Berisik! Sudah aku bilang kan dia memaksa!"

"Ano, Haruna-chan, Kei-san, sebaiknya kalian tidak bertengkar dulu." Kuroko melerai mereka.

Kuroko memangku Haruko di belakang, sedangkan Haruna di depan bersama Kei.

Setelah sampai di rumah sakit, Haruko segera ditangani.

End Flashback

.

.

Setelah kekalahan mereka, usaha Seirin di kejuaraan antar SMA berakhir. Haruna tidak hadir di 2 pertandingan setelah kalah dari Aomine karena harus menjaga Haruko yang ada di rumah sakit. Tapi Riko tetap memberi tahu Haruna mengenai pertandingan. Tapi setelah keadaan Haruko membaik, Haruna datang saat latihan.

"Sumimasen aku terlambat." Haruna memasuki GYM dan latihan sudah dimulai.

"Kau terlambat terlalu lama, Yorisato-chan!" Kata Riko.

"Maaf, Kantoku. Aku harus menjaga Haruko dan Ibuku bersamaan."

"Eh? Ibumu?"

"Ibuku dirawat di rumah sakit sejak pertengahan musim semi tahun lalu."

"Oh, Begitu ya."

"Bagaimana pelatihannya?"

"Yah, aku menggandakan latihan mereka 3 kali lipat."

"Hee?"

.

"Hari ini kami akan menghentikanmu, Kuroko!" Kata Tsuchida dan Koganei yang berdiri di depan Kuroko sambil saling merangkul.

"Eh?"

Tapi apa yang dikatakan Tsuchida dan Koganei hanyalah sebatas kata-kata. Kuroko tidak bisa dihentikan oleh mereka dan dia bisa melakukan pass dengan mudah.

"Hei! Tsuchi hentikan dia!"

"Koga kau sendiri yang bilang akan menghentikan dia hari ini!"

"Tidak! Itu kau!" Keduanya malah bertengkar. Riko pun tertawa kecil melihat tingkah mereka.

Latihan keras mereka pun berlanjut. Mereka berjuang sangat keras. Haruna bahkan sampai kagum dengan semangat mereka bahkan setelah mereka dihancurkan.

'Aku merasa senang melihat semangat mereka.'

Itulah yang Haruna pikirkan. Tapi meski dia merasa senang, dia tidak pernah memasang senyuman di wajahnya. Sama sekali belum pernah. Bahkan Kuroko pun sempat merindukan senyum Haruna.

"Berkumpul!" Teriak Riko dan mereka berkumpul.

"Minna, apa kalian ingat apa yang kalian katakan saat bergabung dengan tim?" Tanya Riko.

"Heh?!" Semua terkejut.

Ya, bahkan Haruna tahu apa yang mereka katakan. Jika mereka tidak bisa mencapai tujuan mereka, maka mereka akan menyatakan cinta sambil telanjang.

"Are?" Furihata terkejut. "Kita akan melakukannya?" Sahut Fukuda. "Uwaa…." Kawahara juga terkejut.

"Berikutnya kalian tidak akan mau kalah. Kalian tahu? Musim dingin akan sangat dingin." Kata Riko.

"Heh? Musim dingin?" Tanya Kawahara.

"Benar! Sekolah terbaik ditentukan di kejuaraan antar SMA saat musim panas Interhigh. Lalu ada kejuaraan Musim Dingin. Gelar terbesar dan terakhir di tahun ini untuk menentukan tim terkuat tahun ini. Winter Cup! Itulah tempat kita mempertaruhkan segalanya!" Jelas Riko.

"Kesempatan terakhir tahun ini ya?" Tanya Izuki

"Jika kita tidak bisa menang musim dingin ini, dia akan membuat kita telanjang." Kata Hyuga dengan ekspresi yang aneh dan Riko sudah senyum-senyum dengan bintang-bintang imajiner di sekitarnya.

"Tapi bukankah tingkatannya hampir sama dengan Interhigh?" Tanya Kawahara. "Ini akan berat." Kata Fukuda.

"Soal itu, Hyuga-kun."

"Hm?"

"Dia harusnya sudah pulang. Teppei." Kata Riko.

"Eh? Serius?" Ekspresi Hyuga kembali aneh.

"Kita mungkin akan melihat banyak hal terjadi." Kata Izuki.

"Senpai, ano, siapa Teppei-san?" Tanya Furihata.

"Oh benar, anak kelas satu belum bertemu dia. Dia nomor 7, Ace kami."

'Teppei? Mungkinkah orang itu?'

Tanya Haruna dalam hati. Dan setelah itu, latihan selesai.

"Aku akan langsung ke rumah sakit." Kata Haruna lalu pergi.

.

.

Hari ini latihan seperti biasa. Perasaan Haruna sudah lebih baik karena Haruko sudah diizinkan pulang.

"Ano, Yorisato. Bagaimana kabar adikmu?" Tanya Hyuga sebelum latihan dimulai.

"Dia sudah membaik dan sudah pulang semalam. Dan juga, panggil saja aku Haruna."

"Eh? Uh, baiklah Haruna. Syukurlah kalau begitu. Beberapa hari ini Kuroko terlihat kesepian."

"Bukankah dia dan Kagami sedang bertengkar?"

"Ya, tapi sepertinya masalahnya bukan hanya itu."

"Tapi Haruko sudah baik-baik saja, aku yakin perasaan Tetsuya sedikit lega."

"Ya, semoga saja."

Mereka mulai pemanasan untuk latihan hari ini.

"Salam…" Kagami memasuki GYM.

"Itu dia!"

"Kami mengkhawatirkanmu."

"Teme, Kagami! Kau benar-benar tidak muncul setelah itu!" Kata Hyuga dengan nada marah.

"Maaf." Kagami menundukkan kepalanya dan membuat Hyuga sweatdrop.

"Ji-jika mau minta maaf datang saja." Balas Hyuga dengan wajah yang aneh.

"Salam..." Seseorang memasuki GYM. Dia memakai jersey Seirin nomor 7.

"Aah!" Riko memasang wajah senang.

"Ayo latihan!" Kata pemuda yang baru saja memasuki GYM.

"Heehh…" Wajah Riko berubah seketika.

"Lama tidak bertemu, Kiyoshi." Kata Koganei.

"Jangan 'Ho' begitu! Kenapa kau memakai seragammu?!" Tanya Hyuga dengan nada tinggi dan mencengkeram pakaian yang dipakai pemuda itu.

"Aku terlalu bersemangat untuk datang berlatih lagi." Jawab Pemuda yang dipanggil Kiyoshi.

"Apa kau serius? Apa kau serius?!" Tanya Hyuga sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kiyoshi.

"Ya!" Jawab Kiyoshi.

"Kau serius?" Tanya Hyuga lagi.

.

"Aku sudah di rumah sakit sejak musim panas tahun lalu. Karena operasi dan rehabilitasi, aku sedang beristirahat. Kiyoshi Teppei, 193cm, 81kg, posisi center. Yoroshiku." Kiyoshi memperkenalkan diri setelah mengganti pakaiannya.

"Kiyoshi Teppei-san?" Tanya Haruna.

"Oh! Jadi benar ya, Yorisato Haruna bergabung dengan kita." Kata Kiyoshi setelah melihat Haruna.

"Kiyoshi-san bisa memanggilku Haruna sih."

"Persis seperti yang diceritakan Riko, kau sangat cantik. Kau memiliki rambut dan tubuh yang indah. Kau juga merupakan murid tahun pertama terbaik di Seirin."

"Eh? Uh, ya tapi tidak usah melebih-lebihkan."

"Aku pernah melihatmu saat kejuaraan SMP. Aku tidak menyangka akan satu tim denganmu."

"Benarkah?"

"Teppei, kau yakin sudah baikan sekarang?" Tanya Riko.

"Ya! Aku benar-benar sudah sembuh. Aku lupa beberapa hal tapi aku tidak berdiam diri saja selama di rumah sakit."

"Aah, apa kau belajar sesuatu?" Tanya Izuki.

"Ya! Permainan Kartu!" Jawab Kiyoshi dengan mantap. "Pria tua yang sekamar denganku mengajariku."

"Jadi?" Tanya Koganei.

"Menyenangkan!"

"Itu tidak ada hubungannya dengan basket!" Teriak Hyuga dan Izuki bersamaan.

"Juga, satu hal lagi. Aku mempertaruhkan tiga tahun karir SMA tak terkalahkanku. Aku serius melakukan ini. Tujuanku, tentu saja, Dimana itu?!" Kata Kiyoshi dengan mantap.

"Ha?" Riko menoleh ke Kiyoshi.

"Yah, dimana kejuaraan antar SMA diadakan?" Tanya Kiyoshi.

"Itu berpindah setiap tahun dan kita sudah kalah! Tujuan kami sekarang adalah Winter Cup!" Jawab Izuki.

"Dimana itu tahun ini?" Tanya Kiyoshi.

"Tokyo setiap tahun!" Bentak Hyuga.

"Dia yang membentuk tim basket Seirin?" Tanya Kawahara. "Heeehhh?" Furihata, Kawahara, dan Fukuda bersamaan.

"Lagi pula, jika kau ingin memanjat sebuah gunung kau harus menuju puncaknya. Tapi jangan lupa untuk menikmati pemandangannya." Kata Kiyoshi.

Latihan pun dimulai. Haruna mencatat setiap perkembangan pemain. Dan Kagami bermain dengan tidak biasa hari ini. Kagami melakukan dunk dengan keras dan menjatuhkan Koganei dan Furihata.

"Itu foul, Kagami-kun! Kau melakukannya terlalu keras! Perhatikan sekitarmu!" Teriak Riko yang menjadi wasit.

"Apa dia tidak kelewatan?" Tanya Koganei.

"Ya, pertamanya aku kira dia hanya terfokus, tapi aku salah. Dia bertingkah sama seperti saat pertama kali bergabung. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia bermain basket sendiri." Jawab Izuki.

'Apa yang ingin kau tunjukkan, Kagami? Apa alasanmu melakukan itu? Apa karena kau sudah tidak mengandalkan Tetsuya lagi? Tidak! Bukan itu! Dia seperti ingin menyadarkan Tetsuya akan sesuatu.'

Itulah pikiran Haruna.

"Hei, Kagami-kun!" Kiyoshi menyapa Kagami.

"Hm?" Kagami menoleh ke Kiyoshi.

"Aku juga ingin segera bermain , tapi aku rasa tidak adil untuk minta diikutkan bermain hanya karna aku senpai. Jadi, kenapa kita tidak one-on-one untuk posisi pemain utama?" Kata Kiyoshi yang di jawab "Hah" oleh Kagami.

"Kiyoshi!" Kata Koganei.

"Dia belum berubah, karena itu aku tidak tahan dengannya. Dia selalu bermain basket, terobsesi dengan basket, bertingkah bodoh dan dia pasti merencanakan sesuatu." Kata Hyuga.

'Apa yang akan dilakukan Kiyoshi-san? Apa dia sengaja membangunkan harimau lapar? Aku tahu dia kuat tapi Kagami jauh lebih liar dari dia. Apa yang dia pikirkan?'

Tanya Haruna dalam hati.

One-on-one Kagami dan Kiyoshi. Kiyoshi berhasil melewati Kagami dengan kecepatannya, dan hendak mencetak poin tapi di block oleh Kagami.

"Sugoi!" Kata Fukuda.

"Tidak ada yang bergeming!" Kata Furihata.

"Mereka seimbang!" Kata Kawahara.

"Kiyoshi benar-benar hebat! Dia belum bermain cukup lama, tapi dia sebaik ini melawan Kagami." Kata Hyuga.

"Tapi Kagami lah yang menekannya." Kata Izuki.

'Tapi itu bukan pergerakan dari Kiyoshi-san. Apa karena dia sudah lama tidak bermain?'

Tanya Haruna dalam hati.

Kali ini Kagami yang balas menyerang. Kagami dihadang ketat oleh Kiyoshi tapi dia berhasil melewatinya. Kagami hendak melakukan dunk tapi dihadang Kiyoshi dan Kagami melakukan double clutch.

"Luar biasa! Dia memasukannya dari belakang?" Furihata kagum pada Kagami.

"Kagami menang!"

"Haahh…. Kau mengalahkanku. Aku kalah. Sesuai janji, kau lah pemain awalnya." Kata Kiyoshi sambil memegang pundak Kagami.

"Osu." Jawab Kagami.

"Tunggu!" Riko tercengang.

Kagami pun segera meninggalkan GYM.

"Apa yang kau pikirkan, Kiyoshi?" Tanya Izuki.

"Yaah, dia benar-benar kuat." Jawab Kiyoshi.

"Dan apa yang akan kami lakukan tanpamu?!" Bentak Riko sambil memukul Kiyoshi menggunakan kipas kertas.

"Mau bagaimana lagi? Mengatakan aku belum bermain itu terlalu melebih-lebihkan. Itulah yang terbaik yang aku bisa."

"Itu bukan kemampuan terbaikmu! Kau bertingkah bodoh! Lihat kakimu! Itu uwabaki, Bodoh!" bentak Hyuga.

Riko menjatuhkan kipas kertasnya dan trio kelas satu segera mengeluarkan "Heehhh?!" mereka.

"Dasar! Jangan bilang kau kalah dengan sengaja." Kata Hyuga.

"Oh, sial!" Kata Kiyoshi.

"Tidak sengaja?!" Bentak Hyuga.

"Ampun!" Kata Riko.

.

.

Keesokan harinya, Seirin melakukan latih tanding melawan Tokushin.

"Aku tidak peduli kalau kalian empat teratas tim Tokyo."

"Apa kalian meremehkan kami?!"

Itulah respon para pemain Tokushin yang akan berhadapan dengan Seirin.

"Ne, Furihata, kita kelas satu ingin bermain juga. Kita bahkan mendapat seragam kita." Kata Fukuda yang ketakutan dan ada bulir air di matanya.

"Ya." Jawab Furihata yang memiliki keadaan yang sama dengan Fukuda.

"Tapi tidakkah ini terlalu tiba-tiba?" Tanya Kawahara.

"Aku tidak percaya starter kalian semua pemain kelas satu!"

"Aku benar-benar sangat marah! Ayo hancurkan mereka dan kirim mereka ke rumah!" Teriak kapten Tokushin.

"Yah!" Jawab pemain Tokushin yang lain.

"Heehh?" Trio kelas satu pun gemetar ketakutan.

Di bench, Semua pun kebingungan kecuali Kiyoshi dan Riko.

"Pelatih, apa yang kau pikirkan?" Tanya Izuki.

"Dia memaksa ingin melihat permainan kelas satu." Jawab Riko.

"Kiyoshi, apa ini?" Tanya Hyuga.

"Hmm?" Kiyoshi tersenyum.

.

Flashback

"Mulai besok kita akan melakukan latih tanding tiga kali berturut-turut." Kata Riko.

"Latih tanding? Kenapa kita bermain lagi tepat sebelum libur musim panas?" Tanya Izuki.

"Aku akan bisa tahu apa yang perlu kalian kembangkan" Kata Riko lalu menaruh tangannya di depan wajahnya dan muncul seringai. "Saat libur musim panas, kalian akan bersenang-senang berlatih sekeras mungkin." Lanjutnya dengan antusias dan muncul bintang-bintang imajiner di sekelilingnya.

"Naa, Riko. Aku ingin meminta bantuanmu." Kaya Kiyoshi

"Haah?" Riko menoleh ke Kiyoshi.

End Flashback

.

"Aku tahu apa yang dipikirkan Kiyoshi." Tanya Koganei yang memegang dagunya dengan tangan kanan. Semua menoleh ke arah Koganei. "Kita mungkin akan kalah di pertandingan ini, benar?"

"Hum!" Jawab Hyuga.

"Akhir-akhir ini kagami bermain sangat egois." Lanjut Koganei.

"Hum Hum!"

"Tapi mereka tidak akan bisa menang kalau begitu. Karena itulah kau membuat mereka kalah dengan sengaja, jadi dia akan sadar dia tidak akan bisa menang sendirian, benar?" Lanjut Koganei lagi.

"Begitu ya?" Tanya Kiyoshi.

"Are?!"

"Kau hebat Koga!" Kata Kiyoshi.

"Eh? Yah, Tapi…"

"Yah, kau tidak salah tapi, apa kau tidak pikir dia begitu bodoh untuk tidak menyadarinya bahkan jika kita tidak memberitahunya?" Kiyoshi memfokuskan penglihatannya di lapangan. "Dia tidak terlihat tidak yakin atau mengkhawatirkan bagiku. Jika ada seseorang yang aku inginkan menyadari sesuatu adalah Dia." Lanjutnya.

"Eh? Tetsuya?" Tanya Haruna.

"Yah."

"Ya, aku memang sempat memikirkannya. Aku merasa, dia belum berubah sejak SMP. Gaya basketnya memang menarik dan unik, tapi aku merasa dia seperti berjalan di tempat."

"Haruna-chan mengenal Kuroko-kun sudah lama kan?" Tanya Riko.

"Ya, aku satu kelas dengannya sejak kelas satu." Jawab Haruna.

Pertandingan pun dikuasai oleh Kagami. Seirin akhirnya menang dan berakhir dengan Kagami menghancurkan lawannya sendirian.

"Tetsuya…." Gumam Haruna.

.

.

Kiyoshi dan Riko mengundang Haruna untuk datang ke Maji Burger.

"Ada apa, Kantoku? Ini kan sudah gelap." Kata Haruna.

"Mou, jangan begitu, Haruna-chan. Kau bisa menjelaskan perkembangan pemain pada Teppei."

"Ya, aku akan menjelaskannya."

Haruna duduk bersama mereka setelah memesan makanan dan minuman.

"Ya, sebenarnya aku tidak ingin membicarakan pemain yang lain sih." Kata Kiyoshi.

"Apa maksumu, Kiyoshi-san?" Tanya Haruna.

"Dan apa yang kau pikirkan?" Tanya Riko. "Tiba-tiba menantang Kagami-kun one-on-one, membuat semua kelas satu bermain dalam pertandingan dan berakhir dengan Kagami-kun menghancurkan mereka sendirian. Apa rencanamu?"

"Kenapa kalian selalu mengatakan hal buruk soal diriku? Aku menantangnya one-on-one hanya untuk membandingkan kekuatan kami, sungguh!" Jawab Kiyoshi.

"Lalu, bagaimana hasil pertandingan hari ini?" Tanya Riko.

"Yah, aku rasa aku memang memikirkan sesuatu." Jawab Kiyoshi.

"Jadi, apa maksud Kiyoshi-san sebenarnya?" Muncul tiga siku di dahi Haruna.

"Aku ingin Kuroko-kun tahu batas basketnya saat ini." Jawab Kiyoshi.

"Batas basketnya?" Tanya Haruna.

"Secara positif, cara basketnya mengadalkan rekan setimnya. Tergantung empat lainnya dia bisa menjadi kuat atau lemah. Secara negatif, dia bergantung pada lainnya. Untuk melewati tembok ini, dia harus meninggalkan caranya." Jelas Kiyoshi.

"Meninggalkan?" Tanya Riko.

"Dan membuat cara bermain basket yang baru untuk dirinya." Lanjut Kiyoshi.

"Tidak semudah itu." Sahut Haruna.

"Eh?"

"Basket Tetsuya sulit untuk dikembangkan. Misdirection miliknya memang unik dan hebat, tapi jika Tetsuya salah mengambil langkah, maka semua akan berakhir." Jelas Haruna.

"Apa maksudmu, Haruna-chan?"

"Mengenai cara basketnya yang baru, tentu Tetsuya harus memikirkannya sendiri. Dia memang harus berhenti bergantung pada siapapun karna bergantung dan bekerja sama itu berbeda. Dia memiliki senjata yang sangat hebat tapi jika dia salah memperhitungkan bagaimana dia akan menggunakan senjata itu, Tetsuya tidak akan bisa menggunakannya lagi. Resiko untuk hal ini sangat besar." Jelas Haruna panjang lebar.

"Resiko?" Tanya Riko.

"Ya. Dan resikonya adalah, Tetsuya akan kehilangan hawa keberadaan tipisnya, dan dia tidak akan berguna." Jawab Haruna.

"Tidak. Dia akan baik-baik saja sekarang." Kiyoshi tersenyum setelah dia melihat ke kaca.

"Tetsuya?" Haruna melihat Kuroko berlari dan tersenyum.

"Eh?" Riko tersenyum saat melihat Kuroko. "Anak laki-laki itu enak, ya."

"Ya, kalau begitu aku harus pergi." Haruna berdiri.

"Mau kemana?" Tanya Riko.

"Aku harus ke rumah sakit. Aku tidak bisa meninggalkan Ibuku sendirian." Jawab Haruna.

"Ibumu?" Tanya Kiyoshi.

"Ibuku sudah di rawat di rumah sakit sejak pertengahan musim semi tahun lalu. Jadi aku harus pergi." Haruna membungkuk dan meninggalkan Maji Burger.

'Aku bersyukur bisa bergabung dengan Seirin. Mereka benar-benar berjuang dengan keras. Kalau begitu, aku juga akan berjuang agar kami bisa menjadi nomor satu di Jepang!'

Tanpa diketahui oleh siapapun, senyum tipis terpasang di wajah Haruna. Tanpa ada yang tau.


Yaahhh maaf sekali karna Hana udah lama banget ngga update, tugas kuliah numpuk, sibuk juga karna kegiatan di kampus, maklum mahasiswa baru jadi harus ikut kegiatan ini itu (malah curhat). hontouni gomennasai.

Dan ini chapter 4, berhubung bulan ini kegiatan Hana sudah sedikit longgar, Hana janji bakal update cepet kok (kalau masih ada yan mau baca sih, kalau ngga ada ya sudah :D)

Karna sejauh ini blom ada yang review lagi, Hana sebenernya ragu mau lanjut sampai habis apa engga tapi Hana tetep lanjut kok :)

Kalau begitu, sampai jumpa next chapter!