Ketika Yifan dan kris sudah sampai di rumahnya, senyum tidak pernah lepas dari wajah mereka, bahkan membuat ibu mereka merasa aneh dengan tingkah laku kedua anaknya tersebut. Seperti saat ini ketika Yifan sedang membaca buku di atas tempat tidurnya, matanya sedang membaca tulisan di dalam buku tetapi pikirannya tetap dibayangi sosok tao. Matanya, senyumnya, dan wajahnya yang sangat lucu ketika memerah membuat yifan semakin gemas. Begipula Kris, ia sedang menonton tv di kamar yifan. Matanya tertuju pada acara basket di tv, tetapi pikirannya masih membayangkan perempuan yang ia temui.
"Yifan" "Kris" panggil mereka secara bersamaan.
"bagaimana di sekolah?" Tanya Kris.
"aku suka sekolahmu. Untuk hari pertama lancar aja, tidak ada yang curiga. Kamu sendiri?"
"sama. Semua lancar. Apa kau sudah menemukan seseorang?" Tanya kris lagi.
Yifan kemudian tersenyum dan mengangguk. "aku bertemu dengannya di perpustakaan"
"perpustakaan? Mana ada orang yang menarik di perpustakaan yifan? Tempat itu isinya murid-murid pintar, berkacamata dan culun"
"hhmm..tidak juga. Kau sendiri gimana?"
"aku sih mudah saja mendapatkan perempuan yan aku inginkan. Dan jawaban dari pertanyaanmu itu, tentu aja aku udah menemukannya" ucap Kris dengan smirknya.
"dengar kris, aku tau kau bisa mendapatkan perempuan yang kamu inginkan. Aku menyutujui pertukaran ini bukan semata-mata setuju kalau kamu berpacaran dengan salah satu murid di sekolahku dan membuangnya begitu saja. Aku ingin kamu juga menemukan soulmatemu. Kau mengerti kan maksudku?"
"kata-kata bijakmu itu tak berpengaruh padaku yifan. Kau tau kalau aku tidak pernah serius dalam berhubungan."
"karena itu mulai serius. Cari perempuan baik-baik dan bisa buat kamu bahagia juga, bukan hanya kontak fisik dan untuk pelampiasan kamu aja"
Kris hanya terdiam, memikirkan kata-kata yifan.
*skip time*
KRIS POV.
hari ini aku berangkat seperti biasa. Hari ini aku membuat misi agak gadis incaranku dapat jatuh kepelukanku, oleh sebab itu aku akan sedikit agresif kali ini.
Aku berharap pelajaran cepat berakhir dan bel istirahat berbunyi. Karena aku ingin mencari gadis itu. Dan ketika bel istirahat berbunyi aku segera melangkahkan kakiku ke kantin berharap gadis cantik itu berada disana juga. Dan benar saja tebakanku, gadis cantik itu sedang mengantri untuk mengambil makan siangnya. Ia membawa nampan sambil menunggu giliran.
Sepertinya nampan yang gadis itu bawa sudah mulai penuh dan berat sehingga tangan gadis itu mulai gemetar. Dengan sigap aku menuju ke arahnya, berdiri tepat dibelakangnya dan membantunya dengan memegangkan nampan tersebut. Posisi kami kini seperti terlihat aku memberi pelukan dari belakang gadis itu. Sungguh tubuhnya sangat proposional, tinggi badannya juga pas dengan tinggiku. Punggungnya menempel di dadaku dan tanganku bersentuhan dengannya. "Sepertinya berat.." bisikku tepat di telinganya.
Ia kaget dan melihatku. "Yifan? I-ini tidak berat kok! Aku bisa membawanya sendiri"
"Tapi tanganmu gemetar tadi" kataku masih berbisik.
"Lepaskan yifan, aku bisa membawanya sendiri" katanya lagi sambil ia memajukan bibir bawahnya. Sungguh jika aku tidak punya pertahanan diri, sudah aku cium bibir itu, tidak peduli ini kantin atau bukan.
Aku terkekeh dan melepaskan tanganku dari nampannya, dan memindahkan tanganku di pinggangnya. Sudah sejak kemarin aku ingin merasakan bagaimana rasanya memeluk pinggang ramping ini.
"Lepaskaaannn yifaaann.." katanya lagi sambil meliuk-liukan tubuhnya agar aku melepaskannya, tetapi justru aku lebih mengencangkan pelukanku.
"Kenapa hmm? Tanganku terlihat sangat pas melingkar di pinggangmu"
"Lepaasss~" katanya lagi semakin meliukan tubuhnya mengakibatkan pantatnya bergesekan dengan juniorku.
"Stop it princess..jangan banyak begerak, atau aku bisa menyeretmu ke kamar mandi sekarang juga" kataku mencoba untuk tidak terbawa nafsu.
Gadis itupun berhenti seketika dan wajahnya sangat merah.
"Namamu siapa, princess?dari kelas mana?"
"Zee..namaku huang zee.. dari kelas 3-B"
"Nama yang cantik. Apa kau juga berasal dari cina?"
"I-iya." Setelah ia menjawab, gadis bernama zee itu kemudian berhasil melepaskan pelukanku.
Masih dengan wajah cemberutnya yang menggemaskan dia berkata "jangan mengangguku, yifan!" Ia kemudian pergi menuju temannya yang daritadi sudah menunggu.
Baru kali ini aku ditolak oleh seorang perempuan. Apa dia hanya sok jual mahal? Aku akan terus mengejarmu princess, sampai kau jatuh ke pelukanku.
-XOXO HIGH SCHOOL-
OTHER POV
Hari ini semua berjalan dengan normal di xoxo dan yifan juga dapat menyeusaikan diri di sekolah kris ini. Selesai palajaran bahasa inggris, yifan dipanggil oleh Mr. Choi ke ruangannya untuk dimintai menjadi tutor untuk murid yang lemah dalam bhs inggris. Yifanpun menerimanya tanpa pikir panjang, tentu mengejutkan Mr choi karena selama ini muridnya yang dia kira Kris selalu menolak permintaannya.
"baiklah kris, saya ingin kamu memulainya setelah pulang sekolah. Bisa kan?"
"tentu saem. Tapi berapa banyak murid yang harus saya bantu?"
"hanya satu. Bapak memilih siswa yang berpotensial tetapi sangat lemah dalam bahasa inggris. Jadi tolong focus agar dia mengerti ya?"
"baik saem.. saya akan berusaha."
TAO POV
Bel tanda istirahatpun berbunyi aku segera beranjak dari tempatku dan menuju kantin. Sebelum menuju kantin, kusempatkan meletakkan buku-buku di lokerku tetapi seseorang menepuk bahuku dan membuatku sedikit terkejut.
"tao sunbae!" sapa orang itu dengan senyum.
"hai Jackson! Ada apa?" tanyaku padanya. Ia adalah salah satu juniorku dan kami satu kelas di eskul wushu.
"sunbae, kenapa beberapa hari ini kamu tidak ikut latihan? Kamu ditanya coach, dia sangat khawatir belum lagi tidak lama lagi kita ada kejuaraan wushu antar sekolah kan?"
Aku menundukkan kepalaku, bagaimana aku menjelaskan pada Jackson dan pelatihku dengan absenku ini?
"sunbae? Kau baik-baik saja?"
"ah iya, aku baik-baik saja. Sementara ini aku tidak bisa berlatih wushu karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Tapi tidak akan lama, aku hanya melakukan ini seminggu. Setelah itu, aku akan kembali berlatih. Kamu tolong jelaskan ke coach ya?"
"hmm..baiklah sunbae. Kalau butuh bantuan jangan sungkan katakan padaku ya?"
Aku mengangguk. "terimakasih Jackson"
Setelah jackon pergi meninggalkanku, aku melanjutkan perjalananku ke kantin. Disana sudah ada luhan gege dan beberapa temanku yang juga berasal dari Cina.
"tao! Disini!" kata Luhan ge, akupun menghampirinya.
"Tao, aku sudah pesankan makanan kesukaanmu. Biar gege yang traktir ok?!"
"benarkah?! Terimasih gege!" akupun memeluknya. Luhan adalah salah satu murid pindahan dari Cina sepertiku. Dia orang yang pertama kali aku kenal saat ospek karena kewarganegaraan kami yang sama. Selain itu aku sering belajar bahasa korea dengannya karena bahasa korea Luge jauh lebih baik jika disbanding dengaku. Luhan juga sering membantuku, terutama saat Kris gege mulai kelewatan membullyku, Luhan ge tidak sungkan membelaku. Sebenarnya Kris ge juga berasal dari Cina tapi ia tidak pernah mau berkumpul dengan kami dan lebih memilih bergaul dengan Sehun dan Kai. Mereka bertiga orang yang paling ditakuti di sekolah ini, dan juga Luhan gege juga merupakan pacar sehun. Mereka mulai menajalani hubungan sekitar satu tahun lalu.
"ge, kamu tidak bersama sehun?" tanyaku.
"tidak. Akhir-akhir ini dia sering menempel dengaku, sekarang aku ingin meluangkan waktu dengan pandaku ini" katanya sambil mengelus kepalaku.
"gee~ rambutku berantakan…"
Tak lama makanan yang dipesan sudah sampai dan aku dengan cepat melahapnya.
"TAO." Seseorang kemudian memanggilku, begitu aku lihat orang tersebut, ternyata salah sau teman sekelasku.
"iya?"
"kamu dipanggil Mr. Choi. Sekarang sedang menunggumu di ruangannya"
Akupun mengehentikkan makanku dan segera bergegas menuju ruangan Mr. Choi.
"Luge aku duluan ya? Dan terimakasih traktirannya"
Setelah aku sampai di ruangan Mr. Choi ia mempersilahkan aku untuk duduk.
"Tao, saya memintamu kesini karena da sesuatu hal yang ingin saya sampaikan"
"apa itu mr. choi? Apa nilai bahasa inggris saya mendapat D?" tanyaku dengan ekspresi wajah yang sedih. Aku tahu kelemahanku di pelajaran bahasa inggris.
"hampir. Oleh karena itu saya sebagai guru bahasa inggris ingin membantumu. Kamu adalah salah satu murid potensial di sekolah ini. Sering mengharumkan nama sekolah dengan menjuarai wushu, anak yang baik dan selalu masuk 5 besar. Permasalahan kamu hanya satu, yaitu bahasa inggris."
"iya saem. Saya juga menyadari itu."
"bahasa inggris itu penting tao. Apalagi sebentar lagi kamu akan masuk universitas. Hampir semuanya ada test bahasa inggris. Saya tidak ingin ini menjadi hambatan kamu untuk masuk universitas nanti. Oleh sebab itu saya sudah menunjuk seorang tutor untuk mengajari kamu bahasa inggris."
"benarkah saem?"
"iya. Saya sudah meminta untuk dia menjadi tutormu dan dia sudah menyetujuinya."
"siapa yang akan menjadi tutor saya saem?"
"Kris Wu"
"A-APA? Ta-tapi bagaimana bisa saem?"
"saya juga tidak percaya awalnya. Tapi dia sudah menyetujuinya. Jadi tolong jangan sia-siakan kesempatan ini tao. Saya tau kalau waktu kecil kris Wu tinggal di Kanada, oleh sebab itu saya percaya dia bisa membimbingmu"
Aku hanya menganguk, tetapi dalam hati ini sangat khawatir. Takut jika saat belajar aku lambat dalam menangkap ajarannya dan Kris ge akan marah atau bisa memukulku. Tapi tentu saja aku tidak akan mengecewakan Mr. Choi. Dia sudah sangat peduli padaku.
"sepulang sekolah kau temui kris di perpus ya? Dalam seminggu kamu 2 kali pertemuan dengannya. Harinya bisa kalian tentukan bersama" aku kembali mengangguk.
"baiklah. Itu saja. Kembalilah ke kelasmu"
"baik. Terima kasih saem..saya akan belajar sebaik mungkin." Mr choi hanya tersenyum dan aku meninggalkan ruangannya.
*skiptime*
Selesai bel pulang berbunyi aku segera mengemas semua barang-barangku ke dalam tas. Hampir semua murid sudah keluar terlebih dahulu dan hanya aku yang masih di dalam kelas. Selama di kelas tadi Kris ge tidak menyinggung soal tutor bahasa inggris ini jadi kupikir mungkin dia belum mengetahui kalau aku orang yang harus dia ajari. Hal ini membuatku semakin khawatir. Bagaima kalau mood Kris ge mendadak menjadi buruk setelah mengetahui dia harus menjadi tutorku?
Aku menelusuri lorong menuju perpustakaan. Apakah aku harus menemui Kris ge? Atau tidak? Tapi aku akan mengecewakan Mr Choi kalau aku tidak mengambil kesempatan ini. Kris ge juga sudah meluangkan waktu untuk ini. Dengan tekad yang kuat akhirnya aku menuju perpus dan mencari sosok kris ge yang mungkin sedang menungguku. Setelah mencari ke beberapa tempat duduk, akhirnya aku melihat sosok kris ge yang sedang santai sambil membaca buku.
"siang, kris ge.."
Ia menoleh ke arahku dan aku hanya menunduk.
"um tao? Ada yang bisa kubantu?"
"Kris ge.. mr choi tadi bilang..kalau.. kris ge bisa menjadi tutorku.." kataku dengan terbata-bata, jari-jari tangaku memainkan baju seragamku, sungguh aku sangat gugup. Bagaimana jika kris ge menolakku mentah-mentah?
"oh, jadi aku yang jadi tutormu?" katanya sambil trsenyum. Kris ge tersenyum? Benarkah?
Aku hanya mengangguk.
"kalau begitu duduklah" katanya mempersilahkan aku duduk. Dia menyeret bangku disebelahnya untuk aku duduk.
"terimasih ge.."
Kegiatan belajar-mengajar kami berjalan mulus. Kris ge juga sangat sabar mengajariku. Dia tidak lelah mengulang kembali jika aku belum mengerti. Jika aku kebingungan, dia hanya tersenyum dan menepuk halus kepalaku, dan kembali menjelaskannya. Syukurlah kris ge tidak marah karena lambatnya aku menangkap penjelasannya. Akhir-akhir ini juga kris ge tidak pernah membullyku, berkata kasar apalagi. Aku senang melihatnya, semoga kris ge bisa seperti ini terus kepadaku.
"baiklah tao, aku rasa cukup sampai disini pelajaran kita"
Tidak terasa sudah hampir jam 6 dan sebentar lagi perpus akan tutup.
"ge, maaf sampai selarut ini. Harusnya daritadi gege sudah bisa pulang"
"aku ga keberatan tao.. aku senang bisa mengajarimu sampai lupa waktu. Dan sudah kubilang, berhentilah berkata maaf padaku."
"oh ya, jangan lupa untuk terus melatihnya di rumah tao. Kamu bisa sering menonton film bahasa inggris dan dengarkan lagu-lagu bahasa inggris. Mengerti?"
"tapi aku sukanya drama korea-" eh? Aku keceplosan bicara. Ah, mungkin kris ge akan menganggapku konyol. Mana ada anak laki-laki yang nonton drama korea?
"apa?kamu suka nonton drama korea?" katanya ambil kerkekeh.
"enggak ge..itu saudaraku yang nonton dan tidak sengaja aku juga ikut menonton" kataku mencoba menjelaskan.
"jangan bohong padaku tao.. atlet wushu kita suka nonton drama korea eh? Menarik." Katanya lagi kini sambil tertawa.
"GEEE~" kataku protes sambil mencemberutkan wajahku.
"haha. So cute.." katanya sambil mencubit kedua pipiku.
"sakit geee~"
Krispun mengntikan mencubit kedua pipiku dan sekarang mengelusnya dengan lembut.
"mian.. boleh saja kamu nonton drama korea tao, tapi film box office juga tidak kalah bagus. Dan soal kegiatan belajar-mengajar bahasa inggris ini tidak cukup kalau hanya 2 kali seminggu"
Aku memiringkan kepalaku, bingung.
"maksud gege?"
"sepertinya 3 kali seminggu akan lebih efektif tao. Bagaimana kalo kita tambah 1 hari lagi?"
"benarkah begitu? Kalau gitu aku mau ge..aku ingin cepat bisa menguasai bahasa inggrisku ge"
"oke..gimana kalau kita tambah di hari sabtu?"
"hari sabtu? Tapi kan itu hari libur ge, perpus pasti tutup. Terus dimana kita balajarnya?"
"banyak tempat tao. Kita bisa belajar di café. Atau di rumahku atau rumahmu juga bisa"
Rumah gege atau rumahku? Ah..rasanya tidak mungkin. Nanti umma atau appa akan berpikiran macam-macam. Lagipula aku tidak pernah membawa teman-temanku ke rumah sebelumnya.
"umm..ge.. aku rasa di café saja.."
"baiklah. Setelah belajar kita bisa nonton film di bioskop. Belajar dan kemudian latihan akan bertambah bagus kan?"
"setuju ge!"
"baiklah kalau gitu. Ayo sekarang kita pulang. Perpus akan tutup"
Sepanjang perjalanan kami mengobrol tentang banyak hal. Percakapan kami terlihat lebih hidup dan tidak aneh seperti terakhir kali kami pulang bersama. Kami juga banyak bercanda dan bahkan kris ge tertawa terbahak-bahak. Sungguh kris ge yang saat ini bersamaku sangat berbeda dengan kris ge yang aku kenal dahulu. Mungkin sekarang dia sudah berubah, dan aku suka itu.
*skip time*
YIFAN POV
Setelah sampai di rumah aku tidak bisa berhenti tersenyum. Aku tidak menyangka kalau Tao yang akan menjadi orang yang aku ajari. Ini membuaku semakin bersemangat. Belum lagi aku berhasil membujuknya untuk menambah satu hari lagi. Ini keuntungan buatku, mengambil kesempatan selagi membatunya juga tidak apa kan? Dia sangat polos dan setuju kalau sabtu kita akan belajar di café. Tidakkah dia sadar kalau itu terdengar seperti kencan? Belajar di café dan setelah itu menonton, tao.. bagaimana kamu bisa sepolos itu. Tapi tidak apa-apa aku bisa lebih dekat dengannya di luar sekolah. Aku tidak sabar sampai hari sabtu nanti.
"YIFAAANNN" kris masuk ke kamarku tanpa mengetuk dan mulai berteriak seperti orang gila.
"YAH! Berisik kris, tidak bisakah masuk dengan lebih pelan?"
"aku sudah mengetuk dan memanggil namamu tapi kamu nggak jawab bodoh!"
PLAK! Aku memukul belakang kepalanya
"AW, SHIT! STOP HITTING ME"
"kalau gitu stop mengatai aku, aku ini masih kakakmu"
"aiissh.. whatever. Ada yang mau aku tanyakan padamu. Kau kenal perempuan bernama Huang Zee dari kelas 3-B?"
"aku tidak tau. Aku tidak pernah memperhatikan permpuan di kelasku, Kris!"
"…"
"memangnya kenapa? Jangan bilang kamu lagi mencoba mendekati perempuan itu?"
"iya, rencananya. Dia sangat menarik yifan, api dia sangat cuek padaku. Aku jadi semakin penasaran"
"mungkin dia sudah punya pacar atau kau bukan tipenya. Menyerahlah"
"hey fan, aku ini bukan orang yang mudah menyerah. Besok aku akan lebih semangat lagi mengejarnya. Perempuan itu harus aku dapatkan"
Lagi. Kalau soal perempuan dia pasti sangat semangat. Semoga sifat dan sikap saudara kembarku ini dapat berubah. Aku ingin dia benar-benar mendapatkan soulmatenya, seperti aku mendapatkan tao. Yaa, walaupun dia belum sepenuhnya milikku. Aku ingin tao menjadi pacarku, cepat atau lambat.
TBC
OH IYA MULAI CHAP DEPAN, DENGAN BEBERAPA SARAN NAMA PANGGILAN ZEE AKU RUBAH MENJADI ZIZI YAA..
TERIMA KASIH YANG SUDAH MERIVIEW DAN BEBERAPA SARAN DARI KALIAN.
CHAP DEPAN JANJI AKAN LEBIH SERU LAGI. HEHE
