Author: July
Main Cast: B.A.P Yongguk & Himchan (BangHim)
Gendre: Romance, AU, BOY x BOY, Yaoi
Length: Ficlet
Rate: T
Disclameir: The story is mine but not for all the cast
.
.
.
.
WARNING
No Bash!
Just leave if don't like the gendre & the pairing
I'm not the Pro
Typo is normal
.
.
.
.
KOALA
.
.
.
.
Pagi sudah menyapa, pria cantik dengan rambut hitam pekat itu mengerjapkan kedua mata foxynya, mencoba untuk terbangun sepenuhnya. Begitu matanya bisa terbuka dengan normal pria yang kini bermarga Bang itu merasakan ketidaknyamanan ditubuhnya. Ada rasa sedikit pening di kepala dan rasa linu disekujur tubuhnya.
"Bbang ~~ " panggil kecil Himchan, namun ruang kamarnya hanya tersisa dirinya, tidak ada sosok dari seseorang yang dia panggil. Olehnya dengan berat hati Himchan melangkahkan kakinya perlahan menuju ruang tamu, pergerakan yang dibuatnya itu membuat Himchan bisa merasakan dengan pasti rasa pening yang menghantam kepalanya.
Perlahan berjalan menuju ruang tamu dan Himchan bisa melihat sosok yang dicarinya disana, dengan tangan pria itu sedang sibuk memegang lembaran kertas besar yang disebut koran, kebiasaan rutin pria tampan bernama Bang Yongguk di pagi hari.
"Heii,, kau sudah bangun"
"Euum ,, "
Himchan duduk tepat disisi kiri Yongguk, melingkarkan tangannya untuk memeluk Yongguk dari samping dan meletakkan kepalanya di atas dada Yongguk.
Mencari posisi yang nyaman membuat Himchan beberapa kali bergerak, membenahi posisi tubuhnya di samping Yongguk membuat acara membaca berita pagi Yongguk sedikit terusik.
"Chanie, kau tidur dikamar saja"
Himchan beranjak dari sofa nyaman diruang tamu mereka, kepalanya tertunduk lesu berjalan kembali kekamar. Rasa pening itu masih disana. Yongguk menghela nafas pelan ketika melihat Himchan yang berjalan menghampiri kamar mereka. Melipat koran yang sedari tadi dibaca dan meletakkannya di sofa, Yongguk melangkahkan kakinya menuju kamar.
Diatas tempat tidur mereka, Yongguk bisa melihat Himchan yang meringkuk. Berjalan kesisi Himchan, Yongguk mengulurkan tangannya untuk membelai pucuk kepala Himchan sebelum duduk diatas kasur.
Himchan biasanya akan menjawabnya 'Tidak mau' saat Yongguk memintanya untuk kembali tidur dikamar namun hari ini pria cantik menggemaskannya itu hanya berjalan meninggalkannya diruang tamu tanpa kata.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Yongguk yang ditemani usapan halus di pucuk kepala Himchan. "Kepalaku pusing" jawab Himchan dengan tidak bergerak sama sekali.
"Ayo" Yongguk menarik tangan Himchan membuat pria cantik berpipi sedikit chubby itu melihat kearahnya dengan sorot mata bertanya. "Sarapan, supaya kau bisa minum obat lalu istirahat lagi".
Himchan bangun, duduk ditempat tidur untuk kemudian Yongguk kembali menarik tangannya agar berdiri. Yongguk yang berdiri tepat dihadapan Himchan sedikit membungkuk lalu melarikan kedua tangannya ke sisi bawah Himchan, tepat di bawah bokong penuh milik kekasihnya itu yang dengan reflek membuat Himchan melingkarkan kedua tanggannya di leher jenjang miliknya. Dengan nyaman Himchan meletakkan kepalanya di bahu kiri Yongguk selagi suaminya itu menggendongnya menuju dapur minimalis yang ada dirumah mereka.
Sampai didapur Yongguk mendudukkan Himchan diatas meja makan mereka, lalu bersiap membuat bubur instan. Himchan selalu membeli beberapa bungkus bubur instan untuk berjaga-jaga jika dia sudah tidak bisa lagi menahan laparnya ditengah malam dengan alasan tidak terlalu banyak mengandung lemak dan semacamnya yang bisa membuat berat badannya bertambah.
Selesai membuat bubur instan yang hanya perlu diberi air panas, kini Yongguk menyuapi istri cantiknya. Sesekali ada jeda panjang untuk Yongguk kembali mengarahkan sendok berisi bubur ke mulut Himchan, jemarinya menyisir lembut pada rambut indah Himchan.
Selesai makan, Yongguk memberikan Himchan obat sakit kepala yang di minum oleh Himchan tanpa penolakkan.
Yongguk kembali membawa Himchan dalam gendongannya yang kini dibawanya menuju kamar mandi. Mendudukkan Himchan di wastafel, Yongguk membantu pria cantik itu untuk mengosok gigi dan juga membasuh muka.
"Bbang,, aku mau tidur" ucap Himchan pelan yang kini sudah kembali kedalam gendongan nyaman Yongguk. Yongguk hanya mengumam pelan sebagai jawaban, berjalan menuju jendela kamar mereka untuk sekedar membuka gorden dan kaca jendela agar udara segar bisa masuk.
Dengan Himchan yang ada di dalam rengkuhannya Yongguk berjalan ketaman kecil yang mereka miliki dirumah untuk kemudian duduk dibangku santai yang ada di sana. Dua minggu terakhir Himchan sangat sibuk dengan pekerjaannya di kementrian kebudayaan dengan akan diselenggarakannya pagelaran seni budaya tahunan beberapa hari lagi, membuat Himchan harus pergi kerja lebih pagi dan pulang larut malam tanpa bisa Yongguk komplain karena dia sangat paham bagaimana dan apa yang menjadi passion dari sosok cantik itu.
Pikir Yongguk akan baik jika Himchan bisa merasakan hangat matahari agar tubuhnya bisa sedikit segar. Lagi pula cuaca pagi ini masih cukup hangat dan tidak terlalu panas, jadi Yongguk memutuskan untuk membiarkan Himchan tidur dipelukkannya dibangku santai taman belakang dengan tubuhnya sebagai ganti tempat tidur.
Memastikan jika posisi Himchan sudah nyaman diatas tubuhnya, Yongguk mulai memberikan usapan halus dipunggung Himchan dengan ditemani senandung kecil yang keluar dari mulutnya, sesuatu yang tidak pernah gagal membuat Himchan terlelap.
Mata foxy itu terpejam, bibir merah Himchan sedikit terbuka menjadi pemandangan yang cukup menggemaskan bagi Yongguk. Jemari Yongguk membelai lembut pipi dan hidung mancung Himchan. Dengan rasa gemas yang menghampirinya membuat Yongguk melayangkan kecupan-kecupan kecil di pucuk kepala Himchan dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Himchan. Pikirnya dia tidak akan keberatan untuk terus dalam posisinya saat ini yang tengah merengkuh Himchan untuk selamanya.
-The End-
.
.
.
Notes:
Wassup BABYs .. Hahhhaa masih ada yang inget Julz?
Maaf banget masih belum bisa update chapter baru untuk Sunlight, Not Chocolate but Roller coaster & Perfect Love. Julz masih usaha banget buat nulis lagi, belakangan malah ngerasa udah enggak bisa nulis sama sekali. Ficlet ini aja feelnya sama bangetkan dengan yang Fever, cuma beda plotnya aja karena entah kenapa lagi pengen banget bikin Himchan yang dimanjain.
Thanks a lot buat kalian yang suka nyemangatin Julz buat nulis lagi & minta Julz buat enggak mendelete all story yang udah Julz post di FFN (karena tadinya udah niat akan delete).
Btw, BangHim moment mulai banyak !
The best moment for me is when Himchan hug Yongguk on his birthday !
.
.
.
Mind to review?
#EarthNeedsRespect
#ForeverWithBAP
#BangHim
