Fate: *minggat sambil bawa koper n tulis pesan*
'yuki! mms tetap update ya! XD batas waktunya 3 minggu lagi untuk chapter 5' *kabur*
-School, Claire's POV-
Kutarik kakakku dengan tenaga yang luar biasa sampai ke hall sekolah. Dia masih meronta-ronta seperti anak kecil.
"Claire! Lepaskan aku! Biarkan diriku menghajar anak ingusan itu!" ronta kakak yang masih kuseret selayaknya seekor kucing. Kulepaskan genggaman tanganku yang menggenggam kerah bajunya dan berbalik padanya.
"Dasar kakak bodoh! Kakak mengikutiku ya tadi?" tanyaku *baca: bentak* padanya. Dia langsung berubah menjadi Jack chibi mode yang polos.
"Kok tahu?" katanya dengan polos.
Bagus…
Dia langsung mengakui kesalahannya dengan bodohnya…
Rasanya aku semakin INGIN untuk marah…
"Kakak…"
"Hm? Ada apa, Claire?" tanya kakak.
Dengan ligat, aku langsung melemparkan jitakan batu bataku ke kepala batu batanya. Dia meringis sambil memegangi kepalanya.
"Jangan-PERNAH- membuntutiku-LAGI!" teriakku padanya. Aku meninggalkannya di hall itu sendirian.
"Claire~~~ Jangan pergi~~~" sorak kakak yang suaranya terdengar semakin kecil di telingaku dengan norak. Aku berlari dengan kencang sambil pura-pura tidak kenal. Malu-maluin saja kakakku ini!
-Claire's room, Claire's POV-
Aku membuka *baca: banting* pintu kamarku yang besar sampai membuat Popuri, Mary, dan Ann kaget.
"A-a-ada apa, Claire?" tanya Mary yang membetulkan kacamatanya yang miring gara-gara bantingan itu. Rasanya aku mau menggunakan poltergeist untuk mengeluarkan semua amarah ini.
"Claire! Tadi kamu ngapain saja sama Skye? Tadi aku melihat kalian berduaan di taman belakang! Lagi kencan ya?" tanya Popuri dengan amat sangat tidak sensitifnya. Sedangkan Ann dan Mary melihatku dengan pandangan mata 'ayo-ceritakan-semuanya-pada-kami!'
"Ayo mengaku! Apa yang kalian lakukan berdua tadi?" tanya Ann dengan antusias. Popuri menggoyang-goyangkan tubuhku yang lemas dengan kuat. Sedangkan Mary, dia masih terus memandangku dengan mata yang bersinar-sinar.
Aduh…
Teman-temanku ini…
Kenapa menganggap kalau aku punya hubungan apa-apa dengan 'cowok' itu?
"Kalian semua dengarkan aku," suruhku pada mereka. Aku menarik nafasku sedalam-dalamnya dan mulai berkata,
"Dengar ya…"
"AKU TIDAK ADA HUBUNGAN APAPUN DENGAN COWOK ITU! NGGAK ADA! NGGAK ADA! NGGAK ADAAAAA!"
Akhirnya aku bisa meledakkan rasa marahku yang sudah bertimbun-timbun dari tadi. Mulai dari Skye, kakak, lalu sekarang mereka. Hampir saja aku mengeluarkan poltergeist lagi untuk kesekian kalinya.
"Ja-jangan marah dong. Kami hanya bercanda Claire," kata Ann sambil memeluk Mary dan Popuri di pojokan kamar sambil gemetaran. Aku mendengus kesal.
PIP! PIP! PIP! PIP!
Ponselku yang kuletakkan di meja belajarku berbunyi. Aku langsung mengambilnya dengan cepat dan langsung mengangkat telepon itu tanpa melihat siapa peneleponnya.
"Halo?"
'Ah! Claire! Ini aku, Cliff. Kamu sudah siap?'
"Oh! Iya! Aku akan segera datang!"
'Aku tunggu di gerbang asrama cewek ya!'
"Oke!"
Aku melipat kembali ponselku yang berwarna pink dan memasukkannya di saku gaunku. Dan aku membubuhkan dandananku sedikit lagi.
"Nah! Teman-teman! Aku pergi dulu ya!" kataku dengan girang sambil meninggalkan mereka yang masih ketakutan di pojok kamar.
BLAM~ *bunyi pintu tertutup dengan manis. Kok bisa ya? ==a*
Aku menutup pintu kamar dengan pelan, tidak seperti waktu aku masuk tadi.
-Gate of Girl's Dormitory, Cliff's POV-
Gawat!
Gawat!
Gawat sekali!
Kenapa gawat?
Karena…
…
…
…
…
…
KENAPA SKYE JUGA ADA DI SINI? *note: jarak antara Skye dan Cliff sekitar 50 meter*
Dia pasti sedang menunggu Claire! Aku harus bagaimana?
Haruskah aku menyapanya?
"Hei, namamu… Cliff kan?" tanyanya dengan tiba-tiba sampai-sampai jantungku hendak terlompat keluar.
"I-iya, ada apa?" jawabku dengan terputus-putus. Apa dia akan menghajarku? Memukulku? Atau membunuhku?
"Aku menyatakan perang padamu,"
"…"
"Haah?" kataku dengan kebingungan. Pernyataan perang? Atau aku salah dengar? Kemudian dia tersenyum ramah padaku dan mengulangi kata-katanya barusan.
"Aku bilang, aku menyatakan perang padamu, let's fight fair and square. Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Claire," katanya sambil memasukkan salah satu tangannya ke saku celananya.
"Baik! Kuterima pernyataan perangmu!" jawabku dengan mantap. Tapi, melihat dari ekspresi dan nada suaranya, dia sungguh-sungguh menyukai Claire.
Kami berjabat tangan sebagai tanda pernyataan perang kami. Dan setelah itu, aku melihat senpai Jack bersama dengan senpai Gray, senpai Rick, dan senpai Trent datang. Ketika dia datang, muka senpai Jack menjadi masam karena melihat Skye yang melambaikan tangannya dengan ceria.
"Halo 'kakak'!" sapa Skye pada senpai Jack. Kakak? Dia memanggil senpai Jack kakak?
"Hoo… Ternyata kamu masih berani ya menunggu Claire di sini?" kata senpai Jack sambil melipat kedua tangannya. Mata dan backgroundnya memancarkan api kemarahan. Sedangkan Skye hanya senyum-senyum menanggapi pertanyaan senpai Jack.
Aku beserta senpai-senpai sweatdrop ria melihat kedua orang itu.
Kami mendengar suara langkah kaki yang disertai oleh suara kerincingan yang indah. Aku melihat ke arah asrama putri. Kami semua melihat Claire yang sudah memakai gaun pink berhiasan bunga dan merona.
"OOOH! ADIKKUUU! DIRIMU CANTIK SEKALI HARI INI!" teriak senpai Jack lebay.
"Kenapa kakak ada di sini?" tanya Claire sambil melipat kedua tangannya.
"Tentu saja untuk menemanimu di festival hari ini!" jawabnya dengan bangga.
"Nggak mau!" tolak Claire mentah-mentah.
"Kenapaaaaa? Apa kamu sudah janjian dengan cowok brengsek itu?" tanya senpai Jack yang menangis-nangis sambil menunjuk-nunjuk Skye.
"Ah! Iya 'kakak'! Aku janjian dengan Claire!" kata Skye sambil menggandeng tangan Claire.
"APAAAA?" teriak senpai Jack.
"Ja-jangan ngaco ya! Aku nggak janji untuk pergi bersamamu!" bantah Claire lalu menjauhkan Skye.
"Ja-jadi, kamu janjian dengan siapaaaa? Hiks…" tanya senpai Jack lagi yang menangis tersedu-sedu. Claire langsung menarikku dan memeluk lengan kananku.
"Maaf ya kak! Hari ini aku janjian dengan Cliff! Bye!" kata Claire sambil menarikku pergi menuju sekolah. Wajahku terasa panas sekali.
-Normal POV-
"Maaf ya kak! Hari ini aku janjian dengan Cliff! Bye!" kata Claire sambil menarik Cliff pergi.
"APPPUUAAAA? Kamu janjian dengan cowok itu? Kembali Claire!" teriak Jack pada adiknya yang semakin menjauh.
"Nggak mau! Weeekk!" tolak Claire sambil menjulurkan lidahnya. Jack merasa hatinya seperti ditusuk-tusuk oleh ratusan juta panah.
"A-adikku… adikku…" kata Jack sambil pingsan seperti seorang Ayah yang anaknya diculik penjahat.
"Jack! Bertahanlah!" teriak Rick sambil menggoyang-goyangkan tubuh sahabatnya. Sedangkan Gray menendang-nendang Jack untuk membangunkannya dan Trent memakai ranting untuk menyenggol Jack, memastikan sahabatnya masih hidup atau tidak.
…
Skye menggunakan teleportation dan berada di atas pohon dan mengamati Cliff dan Claire yang sedang berlari menuju sekolah. Kemudian dia bergumam sendiri dari atas pohon.
"Yah…"
"Langkah pertamaku direbut Cliff deh…"
"Tidak apa-apa sih…"
Kemudian Skye tersenyum nakal dan menunjuk Claire dengan gaya tangan seperti pistol seperti pertama kalinya. Kemudian dia menutup sebelah matanya dan membidik Claire yang masih berlari bersama Cliff.
"Target, Claire Lunaria."
"Target lock on."
"Accuration, 99%."
"Ah… no… 100 %."
"Bang!"
Skye meniup jari telunjuknya yang masih bergaya pistol itu, seakan-akan itu pistol sungguhan. Kemudian dia tersenyum nakal lagi dan berkata,
"You cannot escape from me, my princess…"
"You shall be mine…"
-MMS's Garden, Claire's POV-
"Waaahhh!" kataku kagum. Taman utama sekolah ini indah sekali! Selain luas, banyak sekali bunga-bunga yang berwarna-warni. Harum sekali! Benar-benar tempat yang sesuai untuk upacara hari ini!
"Wow! Ternyata ada tempat seindah ini ya di MMS?" kata Cliff yang kagum sekaligus tidak percaya.
"Aku juga baru tahu hari ini!" kataku padanya. Di sana, sudah banyak gadis-gadis yang bergaun pink yang berhiaskan bunga.
"Claire!" panggil Ann dari kejauhan. Aku langsung melambaikan tangan padanya. Dan dia bersama dengan Mary dan Popuri.
"Kalian juga sudah datang ya?" tanyaku pada hal yang sudah pasti. Tiba-tiba, Ann menarik tanganku dan mulai berbisik padaku.
"Hei, kakakmu pingsan tuh di depan gerbang asrama perempuan," bisik Ann.
"Biarin! Kakak terlalu berlebihan sih…"
"Tapi, kamu hebat sekali! Sepertinya banyak cowok yang menyukaimu!" bisik Ann lagi dengan girang. Aku tidak mengerti atas perkataannya itu.
"Haah? Maksudmu Cliff?" tanyaku dengan heran.
"Siapa lagi?"
"Aku dan Cliff kan bersahabat," jawabku dengan amat sangat enteng. Sedangkan Ann sweatdrop, kenapa ya?
"Terus? Bagaimana dengan Skye?" tanyanya lagi. Aku melihat Skye yang dibelakang Ann. Dia melihat padaku dan melambaikan tangannya sambil tersenyum. Seketika itu, aku langsung merasa kesal.
"Kalau 'cowok' itu, dia M-U-S-U-H-K-U!" jawabku dengan penuh kekesalan.
…
Aku diminta oleh kepala sekolah yang kukira kurcaci itu untuk menjadi penari yang muncul belakangan dan bertiga dengan Ann dan Mary. Perasaanku guguuup sekali!
"Claire, tenang saja. Kamu pasti bisa menarikannya dengan baik…" tegur Cliff sambil menepuk bahuku. Aku merasa terhibur olehnya.
"Terima kasih…" kataku. Kemudian wajahnya memerah. Sakit ya?
"Claire. Ayo, sekarang giliran kita," ajak Mary. Kemudian, aku melambaikan tanganku pada Cliff.
...
Aku bersama dengan Mary dan Ann dibantu oleh pemilik kekuatan wind untuk menuju ke lapangan tarian itu. Sekarang kami tahu bagaimana rasanya terbang, menyenangkan sekali!
"KYAAAA! ITU ADIKKU! ADIKKU CANTIK SEKALI!" teriak kakak dari tengah kerumunan orang banyak. Semua orang melihat padanya. Rasanya aku malu sekali.
Kami bertiga mendarat dengan mulus dan mulai menari, aku berada di tengah, Ann berada di sebelah kananku dan Mary berada di sebelah kiri. Kami mulai menari berputar-putar seperti latihanku tadi. Kami harus kompak sekali karena sebelah kaki kami memakai gelang kaki.
Aku mulai menumbuhkan bunga-bunga yang banyak di sekitar kami bertiga, seperti yang diperintahkan. Sedikit sulit, tapi aku bisa melakukannya.
"Waahhh… Banyak sekali bunganya… Indah sekali…" kata seorang siswa dengan kagum.
-Skye's POV-
Aku melihat tariannya yang sangat indah. Sosoknya sekarang ini memang mirip dengan seorang dewi. Bagiku sekarang ini, di lapangan ini hanya ada dia yang menari.
Musiknya sudah selesai. Claire juga berhenti menari. Semua orang bertepuk tangan dan aku juga melakukannya. Sepertinya dia akan menemui Cliff. Tanpa banyak pikir, aku langsung menggunakan invinsibility-ku.
-Claire's POV-
"Ah! Akhirnya selesai juga!" kataku dengan puas. Aku harus berterima kasih pada Cliff karena berkat dia, aku bisa melakukannya dengan baik.
Tiba-tiba, aku merasa sepertinya ada yang menyentuhku. Dan sesuatu itu juga langsung menggendongku dengan ala putri.
"KYAAAAA!" teriakku dengan panik. Apa-apaan ini? Entah siapa yang menggendongku ini. Tiba-tiba pemandangan sekitarku berubah.
"KYAAAAA! TOLOOONG!" teriakku bertambah panik. Dimana ini? Aku meronta-ronta dengan keras. Sepertinya tanganku terbentur sesuatu tadi.
Sepertinya penculik itu terpeleset. Kami terjatuh dari tebing!
-Skye's POV-
Akhirnya...
Aku menculiknya dengan refleks...
Ternyata, aku bisa mengeluarkan keberanianku untuk menculiknya! Invinsibility memang praktis!
Aku tidak peduli dia memberontak atau apa. Aku akan menyatakan perasaanku!
Tiba-tiba, dia meronta-ronta. Dan tangannya yang dilayangkannya secara sembarangan tanpa sengaja mengenai pipiku.
'Duh!' rintihku dalam hati. Dan akibatnya...
Aku terpeleset...
...
OMG!
GUSRAK! GUSRUK! GUBRAK! GOOOLLL! XD *?*
...
"Ad... duh..." rintih Claire. Sekarang ini, aku memeluknya untuk melindunginya. Tanganku kananku terbanting dan tergores sampai berdarah tadi.
Apa Claire baik-baik saja?
Dia baik-baik saja dan ketakutan sambil memojokkan diri di sebuah pohon.
Tanpa bersuara, aku merangkak mendekatinya. Aku berusaha menyentuh kepalanya untuk menenangkannya.
PLAK!
Claire menepis tanganku yang sedang mengelus kepalanya. Matanya berair, dan tubuhnya gemetaran.
Dia menolakku...
Tiba-tiba, aku merasa sangat bersalah karena membuatnya setakut itu...
'Maaf... Aku sudah membuatmu takut...' kataku dengan suara yang sangat kecil. Toh dia tidak bisa melihat sosokku.
Tiba-tiba, ada tangan yang menyentuh tanganku yang terluka. Aku mengangkat wajahku. Claire mengikatkan sapu tangannya di tanganku yang terluka.
-Claire's POV-
'Maaf... Aku sudah membuatmu takut'
Aku mendengar suara itu. Tapi, aku tidak bisa melihat orang itu. Suaranya juga terlalu kecil untuk dikenali. Tapi sepertinya dia terluka.
Apa karena aku memberontak tadi? Gara-gara aku memberontak, kami jatuh. Padahal tadi dia melindungiku sewaktu kami jatuh tadi.
Kukeluarkan sapu tanganku dan menyentuh tempat yang mengeluarkan darah. Sepertinya tangannyalah yang terluka. Kubalut lukanya dengan sapu tanganku.
Lalu, tangannya menggenggam tanganku. Aku merasa seperti mengenal sentuhan tangan ini. Tapi tangannya hangat. Aku sudah tidak takut lagi rasanya.
"CLAAAIIIRRRE!"
"CLAIIRREEE! Dimana kamuuu?"
Ada seseorang memanggil namaku dari atas sana. Itu suara Cliff. Dan sepertinya kakak juga ada di sana.
"KAKAAAKKK! CLIIIFFF!" panggilku. Tiba-tiba, ada yang melompat dari atas sana. Itu Cliff dan kakak yang dirangkul Cliff.
"Claire! Kamu baik-baik saja?" tanya Cliff dengan khawatir.
"I-iya. Kenapa kalian bisa tahu aku di sini?" tanyaku.
"Cliff... menggunakan... animal sensenya... untuk... menemukanmu... A" jawab kakak dengan mata berputar-putar.
"Sudahlah, ini tidak penting. Ayo pulang..."
-Normal POV-
Claire pulang tanpa mengatakan kenapa dia bisa sampai terjatuh dari tebing.
Skye yang teleport ke atas pohon *suka manjat pohon ya? ==a* memerhatikan Claire. Tangannya menyentuh tangannya yang berbalut sapu tangan Claire.
"Terima kasih... Claire..." katanya sambil tersenyum hangat. Ini pertama kali dalam hidupnya kalau ada sesuatu yang diganggapnya berharga.
-Tomorrow, Claire's POV-
"Ah! Udaranya segar sekali pagi ini!" kataku dengan semangat. Aku sedang dalam perjalanan ke sekolah.
'Tapi, siapa yang menculikku kemarin ya?' pikirku dalam hati. Aku penasaran sekali dengan penculik itu. Dia orang yang berhati lembut...
"Princess!"
Seseorang memanggilku. Suara seseorang yang AMAT SANGAT menyebalkan...
Begitu aku melihatnya dengan wajah kesal, mataku terbelalak lebar. Wajahku pucat.
Tangannya terluka, berbalutan sapu tanganku. Pipinya sedikit merah.
Tidak mungkin...
"Skye... kamu..." kataku dengan tidak percaya. Dia langsung tersenyum jahil, wajahnya mendekat padaku.
"Princess, makasih ya atas pertolongan pertamamu! Aku senang sekali! Sapu tanganmu akan kuabadikan!"
Aku terpaku di sana.
Dia yang menculikku kemarin...
"Sekali lagi, terima kasih ya!" katanya.
Lalu, dia tiba-tiba mencium dahiku. Aku membeku. Dia melakukannya di depan banyak orang.
"KYAAAA! Skye mencium Claire!" sorak seorang murid seangkatan.
"Udah! Kalian pacaran aja!" sorak seorang murid lagi. Sedangkan dia terus menerus cengar-cengir di sana.
Darahku sudah naik sampai ke kepala. Aku mengepalkan tanganku sekuatnya.
...
...
...
*Poltergeist is coming! XD*
"SKYEEEEEEE!"
"Hehe... Love for you... Claire..."
To be continued! XD
Yuki: Readers! XD akhirx.. setelah sekian lama MMS update jg... kali ini Fate nggak ada karena sedang minggat! -?- Yesss! bisa ambil kesempatan muncul sebanyak2x nih~ Kameraa! Close up! *emangx syuting?* *dihajar dari kejauhan oleh fate* request event dr reviewer sdh kami tampilkan satu! thanks buat smua reviewer yg uda request~ tetap sabar nunggu giliran ya! ^^
Yuki: Oh ya, pesan dr Fate. *buka surat minggat dari fate*. Dia minta maaf klo terlalu lama update n menghilang tiba2 nggak jelas. Fate bilang nggak bisa merepiu apapun dalam waktu dekat ini, tapi masih tetap baca (utk blood, aku udah baca kok! klo udah balik aku repiu deh!). Dia janji akan langsung repiu semua yang tertunda, meski gak tau kapan baliknya. Terima kasih.
Reply Review:
Holy Lovenia
makasih koreksix :) ntar kami edit.. ^^
Holy ngakak beneran? O.o Yesss! aku berhasil buat Holy ngakak~ wahahaha ^^b
thanks pujiannya loh! XD
Raina chan Mikioshi
BENERAN? o.O hmm.. aku kira org2 tuh males baca yang panjang.. ==a ato mmg gt ya? tapi.. makasih ya, Callista! ^^
Gary Crystalla
yeey~ thanks pujianx! ^^ eh? knp klo panjang ceritax? O.o pusing bacax ya? maap... wkt ngetik kebablasan... jadix panjang deh.. hehehe ^^a *muka inosen*
iya kan! XD so sweet bngt gt loh! Yuki jg mau dilamar Skye! -dihajar FGx Skye-
peran jahat? hmm.. aku lupa! XD -ditampar- kayax sih ada! perang2anx jg~ tp mungkin msh di chap-chap selanjutx~ makax baca terus MMS! *malah promosi*
Blood Maniac Sparda
mau merka jadian? ^^ jangan... biar aku aja jadian sm Skye.. -dihajar-
soal jadian ato enggakx.. liat di chapter terakhir! XD
Freezer
hai! XD thanks buat pujianx! X3
waahh~ makasih saranx! kami suka saran! XD akan kami coba dichap2 selanjutx sesuai saranmu... :3 gmn chap ini? uda sesuai dgn saranmu? kami sdh mengurangi emotionx.. ^^
Amalia blue chan
Liaaa! XD *lari2 mw meluk Lia*
Kangennn! kenapa lama gak muncul? aku kira kamu keluar FFN... *ngaco* nggak kan? XD
hiks.. :') terharu bacax.. thanks pujianx.. :D baru baca ya? segitu lamax gak muncul di FFN?
kangen nulis fic? XD sama! hahaha.. ayo kita rame2 publish fic~ hadehh.. aku malah uda 2 bln lbh gak publish fic di akun sendiri.. T^T WFY gak update2...
yaa~ XD makasih! good luck juga untuk lia!
oh ya? cepetan update fic2mu yg lom complete! ^^b
Yuki: Dan.. profil kali ini yang ditampilkan adalah Cliff! *tepuk tangan* sampai jumpa di chap selanjutx! chap 5 giliran saya lagi nih.. T.T
Cliff Remington
Sex: Male
Age: 15
Birthday: 6 Agustus
Golongan darah: O
Ability: Animal Talk, Animal power, Super Speed
Ekstrakulikuler: basket
