Mahou Shojo, Pure Cherry
Tsukiuta, SQ and Alive milik Tsukino no Pro
Rating : K
Genre : Friendship, crossdressing, fantasy, humor, geje, and Ooc plus miss Typo.
Summary : Arata tak sengaja bertemu dengan Tsukiusa hitam yang bisa berbicara dan menamainya -seenak jidat- Pure Yamada, dan meminta dirinya mengumpulkan pecahan kristal bulan dengan cara menjadi mahou shojo
Chapter 4.
don't like, don't read.
"Kita memiliki masalah serius," Ucap pemuda personifikasi bulan April di markas mereka (baca : kamar Hajime).
"Apa itu, Arata?" Tanya pemilik markas ke lawan bicara dengan wajah bingung membawa teh dari dapur.
"Emang sih, akhir-akhir ini monster yang kita lawan makin kuat saja," Ucap You yang fokus membaca majalahnya.
"Aku 'kan sudah bilang, bahwa monster akan semakin kuat jika yang menyentuhnya gelap hatinya." Ucap usa berwarna hitam dengan serius sambil menyeruput tehnya dengan cangkir mainan(?) Rui yang dia curi.
"Bukan itu... Ada yang lebih penting dari monster-monster. Ataupun batu kristal apalah itu namanya." Ucap Arata agak lupa.
"Oi, namanya Kristal bulan, kunyuk!" Protes Pure Yamada.
"Lalu apa itu Arata" Sekarang hajime penasaran.
"Hal yang wajib kita lakukan..." suasana mendadak serius
"... Kita belum membuat lagu untuk tema Fanfic ini!! Ini mahou shojo 'kan?! Harusnya kita membuat Thema songnya!" Ucapnya sambil menyalakan TV Hajime yang kebetulan menayangkan series Pr*tty Cur*.
"..." mendadak isi ruangan hanya terpenuhi opening song anime tersebut.
"Aku baru tau kalau di bumi. Menjadi Mahou Shojo, harus membuat Thema song mereka sendiri." Ucap Pure Yamada yang akhirnya berbicara paling awal.
"Hajime-san, boleh aku bunuh si idot ini?" Ucap You gelap dan mempersiapkan tangan untuk memukul si penyuka stroberi.
"Jangan You, kau bisa mencekiknya sampai pingsan saja. Gitu-gitu, dia masih guna di gravy" Larang Hajime yang sepertinya ketularan bahasa si penyuka Kare.
"Tu-tunggu dulu! Ini penting!... Lihat, aku sudah membuat lirik lagunya!"
"Oi"
Make your hear goes thum! Thum!
Don't coil, Show~
I'm coming here past the sky~ and mountain~
And that is named... L-O-V-E!
Penulis lagu : Pure Cherry
"Kenapa inggris coba tuh liriknya," Tanya Hajime saat melihat kertas musik.
"Biar anak-anak ada motivasi belajar pakai bahasa inggris" Jawab Arata enteng.
"Alah... Paling kau minta Shuu-san atau John-san bikinin" Ucap You sewot.
"Pokoknya kita harus rekaman besok! Kita culik John-san!" sambil mengepalkan tangannya dengan semangat
Lalu segera saja kesatria Pure Cherry mendapatkan porsi Ironclaw oleh hajime. Dengan kekuatan 2 kali lipat dari biasanya.
"Oi, Arata... Kau jangan keterlaluan bercandanya" Ucap You yang melihat adegan sadis di matanya. -_-"
"Apa seharusnya aku ngiket kontrak dengan Hajime juga ya? Mungkin dia akan menjadi kekuatan terbesar kesatria pure!" Ucap Pure Yamada pada diri sendiri.
"Sudah aku katakan, aku tidak ada keinginan yang ingin aku capai Pure Yamada" balas Leader six gravity yang masih mencengkram kepala Arata.
"I-i-i-i-ita... Itai, Hajime-san." mencoba melepaslan kepalan tangan hajime di kepalanya karena merasa di acuhkan.
.
.
_
.
Pagi itu di dorm Procella terjadi hal yang di luar nalar. Siapa yang tidak akan mendadak jantungan melihat salah satu orang yang bukan manusia pagi itu sekarang tengah duduk di kursi tempat biasa mereka makan.
Yoru yang sedang ampas lucknya langsung mundur perlahan saat memasuki depan pintu dapur.
"S-shun-san?! Kenapa bangun pagi-pagi sekali?!" Tanyanya kaget.
Pemuda kelahiran September itu yakin di kamarnya menunjukkan pukul 6 pagi. Dirinya agak was-was klo akan ada badai salju kiriman sang Maou-sama yang di buatnya di kala bosan itu.
Shun nampak senang ternyata Yoru akhirnya ke dapur dan membuat bulu kuduknya makin berdiri
"Nee~ Yoru~ aku ingin di buatkan sesuatu~" Tanya Shun dengan nada manja seperti biasa.
"A-apa itu?" akhirnya mulai melangkahkan kaki mendekati si albion. 'Positif Yoru! Mungkin dia ingin di buatkan teh!' pikirnya.
"Yup, aku ingin di buatkan teh... Dan sepertinya ada sesuatu yang menarik kemarin~" nadanya senang.
'Kemarin?' batinnya, seingatnya sih bukan sesuatu yang menarik lagi, tetapi aneh menurutnya. Tidak biasanya ada hal ajaib yang terjadi ketika di sekitarnya tak ada pemuda berambut putih itu.
"Itu loh Yoru~ para kesatria pure itu~"
"Ohh, jadi mereka itu kesatria Pure." jawabnya datar.
Tunggu.
"Eeerr, Shun-san tau mereka dari mana?" Tanya Yoru heran.
"Ra~ha~sia~" Jawabnya manja.
Yoru terdiam, tidak mau meminta penjelasan panjang karena Maou-sama sudah berkata demikian.
Namun, selama kejadian aneh-aneh tidak menyangkut si pemuda albino itu, mungkin Papa procella bisa beristirahat sejenak. Meski menurut feelingnya, bukan sesuatu yang bagus.
_
Oukui Tsubasa, 22 tahun. Saat ini merasa menganggur parah. Job jadi idol tak ada, tugas mahasiswa pun baru saja selesai beberapa menit yang lalu. Apalagi dia di Dorm sendirian, mana malam-malam lagi.
Bukan, bukan dia takut sendirian di dorm juga. Toh dia yakin, klo pun hantunya macem kuntilanak atau sadako, sudah pasti ke semsem duluan ma dia yang ganteng cetar membahan ini.
Akhirnya si pirang memutuskan membukakan balkon kamarnya, berharap seorang pangeran berteriak memanggil dirinya untuk menirunkan rambutnya pirangnya yang panjang untuk mamanjat menara menemuinya.
Eh, bentar... itu kan narasi Rapunzel.
oke, kembali ke cerita.
Bagaikan menunggu jodoh yang tak datang melamar. Pemuda bermata kuning itu menghela nafas kembali.
"Apa tidak ada yang bisa aku lakukan?" Ucapnya bosan dan menyandarkan kepalanya ke pagar.
Lalu terlihat sebuah cahaya jatuh menuju permukaan bumi.
"Ah! Bintang jatuh!" Kedua tangannya langsung di kepal kuat "SEMOGA TUBUHKU LEBIH SEKSI DARI DAI-CHAN!!!"
Di empat lain.
"Huachi!"
"Dai? kamu sakit?" tanya Rikka yang melihat patner fotonya bersin begitu keras.
"Mungkin" Ucap Dai sebari mengusap hidungnya.
Back to Tsubasa.
Mata kuningnya masih terpejam karena saking menghayatinya, tanpa sadar bintang jatuh yang dia lihat menghantam pipi kanan dan membuat dirinya terpental.
BRUK!
Karena gravitasi bumi tak bisa di patahkan, akhirnya tubuhpun berciuman mesra dengan lantai Dorm.
"Apa itu tadi?!! kok ada yang coba melukai wajah tampanku ini!!!" Teriaknya narsis.
"Maaf, maaf ... Aku tak sengaja. Aku tak bisa mengendalikan tubuhku ketika terbang~" Dan benda yang di lemparkan ke arah Tsubasa merupakan Tsukiusa berwarna putih.
"Lain kali hati-hati, Usa-chan." Tsubasa menasehatinya dengan kesal.
"... Bentar, kok rasanya ada yang salah?" Akhirnya menyadari keberadaan penabrak.
"Apanya?" Tanya usa 12 cm itu bingung.
"SEJAK KAPAN BONEKA BISA NGOMONG!" Jeritnya yang berbuah sebuah tendangan kuat yang menimpa pipi kirinya.
"Ngak sopan kau! Aku bukan boneka!" Ucap Tsukiusa putih kesal.
"JANGAN DI LUKAIN LAGI NAPA! LU SADO AMAT NYIKSA IDOL TERKENAL SEANTERO JEPANG INI! DI KROYOK FANS ANE, MAMPOS LU!" Teriaknya tak terima di hajar seekor maskot terbang.
"Aku ngak perduli! Toh aku tinggal sihir saja mereka yang mau macem-macem." Ucapnya dengan sadis.
"Lu, muka ma kelakuan ngak pantes!" Tsubasa mulai naik darah.
"Biarin! Dari pada elu yang narsis kebange-- aku merasakan sesuatu!" Pertengkaran mereka terhenti seketika, Usa putih itu terbang ke arah balkon.
"Oi! Urusan kita belum selesai!" Ucap Tsubasa mengikuti arah Usa tersebut.
"Gawat, seseorang yang berhati jahat telah menyentuh kristal bulan!" Ucapnya serius.
Terlihat sebuah monster sedang memporak-porandakan daerah Shibuya.
"Sebenarnya apa yang terjadi! Kenapa ada makhluk berbentuk ikan jelek yang ada di komik On* p*chm*n!" teriaknya frustasi.
"Jangan sebutin manganya coba, narsis-kun." Balasnya sweatdrop.
"Yang penting ada sensornya." jawabnya datar. "Selain itu, bagaimana bisa ada monster yang cuman muncul di anime atau manga itu?" Sambungnya.
"Soal itu, aku akan jawab asal kau mau membantuku, Narsis-kun!" Jawabnya serius.
"Apa untungnya buatku. Dan lagi, berhenti memanggilku dengan sebutan 'narsis-kun'. Aku juga punya nama! Namaku Oukui Tsubasa! Ingat itu!" Sebari menunjuk ke arah Usa putih yang terbang tepat di sampingnya.
"Bocah... Baiklah, karena aku baik hati, rajin menolong dan suka memukul orang. Aku akan memberimu satu permintaan." Lalu segenap tenaga mengeluarkan sihirnya.
"Bentar... Kok yang terakhir kejam amat!" protesnya lagi.
"Sudah! Sebutkan keinginanmu!"
"Aku ingin tubuh seksi yang melebihin Dai-chan!"
Langsung saja cahaya menyelimuti tubuh Tsubasa dan mengubah semua pakaian yang di gunakan. Yang tadinya kaos dan celana traning biasa, sekarang berganti menjadi kostum mahou shojo dengan rambut panjang di ikat kuda yang membuatnya manis dan tidak ketinggalan sepasang telinga kelinci hitam terpasang di atas kepalanya.
"Pure Canaria, SANJOU! Dengan nada suara yang lembut ini, akan menghukummu!" Lalu melakukan pose dua jari ala calpres indonesia sebari mengedipkan sebelah mata dan membuat pose manja.
"Berbahagialah! Pewaris kekuatan para kesatria pure(?) terdahulu. Melewati dari waktu di masa lalu dan masa depan --" Belum selesai Tsukiusa putih itu memperkenalkan, Tsubasa refleks --yang lama-- memprotes boneka manis di depannya.
"STOOP! BERHENTI MENIRU WOZ! DAN LAGI, INI SIH BUKAN KESATRIA! LEBIH MIRIP MAHOU SHOJO!!" Potong Tsubasa sebelum tsukiusa berwana itu menghabiskan narasinya.
"Lah, emang mahou shojo. Sudah sana lawan tuh monster." ucapnya sebari nunjuk monster yang tengah mesra dengan tombaknya (baca : hancurin pake tombaknya).
Dengan kejam, Pure Canaria di dorong dari balkon kamar Solids yang berlantai 4.
"AAAAAAAAAA...!" Tsubasa berteriak sangat keras.
"Buka matamu, Baka. Kau tidak mati." pernyataan Tsukiusa putih itu membuat Tsubasa menyadari dirinya bisa terbang.
"HHHHOOOAAA KEREN! BAIKLAH! AKU AKAN MELAWANNYA!" Lalu Tsubasa segera meluncur ke tempat monster ikan tersebut, di ikuti Tsukiusa putih yang berpegangan di pundak kanannya dan menendang monster tepat di perutnya.
"Rasakan itu monster jelek!" Ucap Pure Canaria senang.
"Sialan kau wanita jejadian!!" Ucap monster ikan marah dan mencoba membalas serangan Pure Canaria.
SYUT! SYUT! SYUT!
Monster tersebut melempar sisa-sisa reruntuhan gedung yang di hancurkan untuk di jadikan senjata tembak.
"Huek! Ngak kena! Ngak kena!" berhasil menghindar, dan masih sempat-sempatnya mengejek.
"Berhenti main-main, Pure Canaria! Kita harus mengalahkannya cepat!" Akhirnya jengkel karena Kesatria Purenya senang sekali membuat dirinya pusing.
"Bagaimana caranya? Di pukul ajah masih berdiri."
"Pikirkan sebuah senjata yang bisa kau pakai untuk menyerang."
"Baiklah!" Pure Canaria segera berkonsentrasi, lalu segera cahaya menyelimuti tanyannya dan mulai membentuk sebuah panah.
"Jangan acuhkan aku!" Monster ikan hendak menyerang Pure canaria dengan tombaknya namun gagal karena terkena ratusan panah.
Serangan Seribu Panah!
Akhirnya monster itu meledak dan kalah.
"Coba lagi 200 tahun mendatang~" Dengan nada mengejek.
"Yes! Akhirnya berhasil!" Segera saja, Tsukiusa berwarna putih itu merebut kembali pecahan kristal bulan.
Manusia yang di rasukin segera saja pingsan tanpa mengingat satupun kejadian ini.
"HUUAA~ kostum ini bagus banget~" Ucapan Pure Canaria membuatnya kaget.
"Kau manusia yang ngak narsis saja, tapi kepedean." Akhirnya kembali.
"Aku sih pede saja pakai kostum Mahou Shojo yang imut ini asal bukan di depan Shik--"
Tanpa di duga ada seseorang yang memotong ucapan kerennya dengan cara memegang pundaknya. Sontak saja mata mendadak horor melihat sosok yang tak ingin dia temui saat ini yang ternyata Leader Solids.
"Eh, Tsubasa kau kenapa pakai baju cewek?" Tanya Shiki dengan raut penuh tanya.
Tanpa ba-bi-bu, dengan sadis shiki di pukul oleh pemuda berambut pirang itu dengan sekuat tenaga dan membuatnya pingsan seketika. Raut wajah Pure Canaria langsung memerah padam bercampur kesal.
"KENAPA DARI RATUSAN PENDUDUK SHIBUYA, KENAPA MESTI SHIKI!!!"
Dan begitulah, kesatria Ketiga Pure. Dengan keabsuran menyertai dirinya.
To Be Continue
Akhirnya, setelah setahun di anggurkan baru ada lanjutannya nih Fanfic.
Tolong jangan nanya update lagi. Aku mo fokus sama Revisi #alesan.
See you next Chapter, Guys!
