Dating Simulation
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disclaimer : Isn't Mine
Rating : T
Genre : Romance, friendship
Warning : bxb, shounen-ai, crossdressing!chara, super OOC, banyak typo, alur gaje dan maksa.
Pair : Kanato x Rintaro
Length : 773 words
Summary : Simulasi kencan dengan Tatewaki Rintaro sebagai tumbalnya? Semangat Rintaro-chan.
.
.
.
.
.
Don't like, don't read.
.
.
.
.
.
CHAPTER 3 : A DAY WITH HIBIKI KANATO
Kencan yang diinginkan oleh Hibiki Kantao adalah kencan dimana dia akan membawa teman kencannya ke rumah, memperkenalkan keluarganya, bersantai bersama, melakukan pekerjaan rumah bersama, dan bermain bersama adik-adiknya. Kencan yang sangat sederhana dan sedikit tidak biasa.
Jadi, Juri memutuskan untuk membuat Rinatro mengenakan kaos kuning lengan pendek dengan celana kodok selutut berwarna abu-abu. Tata rambut Rintaro hari ini adalah Ponytail dan pita besar berwarna kuning di atas ikat rambutnya, dan poni rata yang menggantung di atas mata. Hari ini, Rintaro menggunakan sandal biasa saja. Lagipula, di alam rumah, tidak menggunakan sandal juga, kan?
Pukul 09 pagi Rintaro datang ke rumah Kanato. Kanato sedang menejmur pakaian. Rintaro berjalan mengendap-endap di belakang Kanato dan menutup mata Kanato. Kanato meraba tangan yang menutup matanya. Rintaro terkikik kecil.
"Senpai?" Tebak Kanato, Rintaro melepas tangannya.
"Benar. Ohayo, Kanato-kun." Ujar Rintaro tersenyum manis ke arah Kanato. Kemudian tubuhnya bergerak untuk mengambil pakaian di keranjang dan menjemurnya.
"Ah, Ohayo. Senpai? Kau sedang apa?" Kanato berkata dengan nada bingung.
"Membantumu, tidak masalah, kan?" tanya Rintaro sambil membenarkan letak pakaian di jemuran.
"Y-ya, tentu saja. Aku merasa terbantu. Terimakasih, senpai." Kanato berujar dengan semangat meski sempat terbata. Tidak menyangka kalau Rintaro terlihat sangat manis, dan lagi dia terlihat menawan.
"U'um, sama-sama." Ujar Rintaro. Setelah selesai menjemur pakaian, Rintaro bergerak lincah merebut keranjang pakaian dari tangan Kanato dan berlari ke depan pintu.
"Ka-na-to.. ce-pa~t.." Ujar Rintaro semangat, Kanato tertawa kecil, Rintaro memang seperti itu. Kanato segera menyusulnya untuk membuka pintu dan mempersilakan Rintaro masuk. Rintaro meletakkan keranjang pakaian di dekat pintu. Adik-adik Rintaro yang melihat orang asing segera menyerbu.
"Oniichan! Oneechan canik ini siapa?" Tanya adik laki-laki termuda Kanato.
"Namanya adalah Tatewaki Rintaro. Dia akan bersama kita hari ini, jadi bersikap baiklah dan jangan merepotkannya, ya?" Ujar Kanato dan masuk lebih dulu setelah mendapat jawaban 'Ya' dari adik-adiknya.
"Halo semuanya! Ohayo!" Sapa Rintarou bersemangat dengan senyumnya yang lebar, adik laki-laki Rintaro yang paling tua terlihat sudah memerah wajahnya.
"Oneechan! Apakah Oneechan adalah pacara Oniichan?" Tanya adik perempuan Kanato yang tertua. Rintaro kemudian menutup sebelah matanya dan memposisikan jari telunjuknya di depan bibir.
'Ra-ha-sia.." Ujar Rintaro dengan nada jahil, dan mereka tertawa bersama.
"Aku suka Oneechan!" Ujar adik perempuan Kanato yang paling muda.
"Aku juga suka kalian.." Ujar Rintaro gemas sambil memeluk adik perempuan Kanato yang paling muda itu.
Lalu, keempatnya membawa Rintaro masuk ke dalam rumah/ keempatnya berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian Rintaro, mereka sangat berisik tapi Rintaro tidak terlihat terganggu, dia bahkan tidak terlihat kewalahan. Rintaro bisa mengendalikan keempatnya. Kanato dari balik dinding memperhatikan interaksi Rintaro dan adik-adiknya. Kanato melihat bagaimana adik laki-laki tertuanya dengan malu-malu mendatangi Rintaro sambil membawa buku dan berakhir dengan wajah merah padam karena mendapat usapan kepala dari Rintaro. Kanato juga dapat melihat sorot kagum dari adik perempuannya yang paling tua saat Rintaro menjawab semua pertanyaannya. Kanato juga melihat bagaimana Rintaro menghentikan perleraian kedua adik termudanya, menghentikan tangisan mereka dan membuat mereka tertawa.
Memasuki jam makan siang, Rintaro membantu Kanato memasak. Sesekali berbincang dan memberi lawakan pada adik-adiknya yang terlihat tidak mau lepas dari Rintaro. Mereka juga berbincang bersama sambil memasak dan menghidangkan makanan. Acara makan siang mereka begitu menyenangkan karena kehadiran Rintaro. Lalu, setelah makan siang, Rintaro sengaja memainkan Cello-nya agar adik-adiknya tertidur, tidak ia sangka kalau Rintaro juga akan ikut tertidur. Jadi, Kanato juga memutuskan untuk ikut tidur bersama mereka.
Setelah tidur bersama yang sangat menyenangkan itu, tiba waktunya untuk Rintaro pulang. Adik-adiknya terlihat sangat sedih, yang tertua memasang wajah murung dan yang termuda bahkan sudah menangis.
"Oneechan akan datang lagi. Oneechan janji." Ujar Rintaro sambil memeluk kedua adik termuda Kanato itu, mencoba menenangkan dan meredakan tangisan mereka.
"Sudah, ya.. jangan sedih lagi.." Ujar Rintaro pada yang 2 adik tertua Kanato, sambil mengusap lembut kepala keduanya.
'Janji, ya, Oneechan?"
"U'um. Janji." Ujar Rintaro semangat. Dia menatap Kanato yang menatapnya tertegun.
"Ka-na-to-kun.. Aku pulang dulu, ya!" Ujar Rintaro. Kanato menahan lengannya.
"Aku akan mengantarkanmu pulang." Ujar Kanato. Rintaro menggeleng.
"Tidak, tidak. Kau harus tetap ada di rumah. Lagipula aku ini bukan anak kecil lagi yang akan hilang kalau pulang sendiri." Ujar Rintaro sambil melepas tangan Kanato, Rintaro kemudian menaruh tangannya ke puncak kepala Kanato.
"Terimakasih untuk hari ini, ya! Sangat menyenangkan! Dan lagi, terimakasih atas kerja kerasmu! Kau kakak yang baik, Kanato-kun! Teruslah seperti itu." Ujar Rintaro sambil mengusap kepala Kanato. Kanato merasa waktunya berhenti. Perasaan macam apa ini? Perasaan hangat apa ini? Kenapa terasa sangat menyenangkan? Dan ketika Kanato mengangkat wajah, dia terpesona melihat senyum lembut Rintaro. Ketika Rintaro pamit dengan adik-adiknya, Kanato sudah berada di dunianya sendiri.
"Sampai jumpa lagi, Kanato-kun." Rintaro yang melambaikan tangan di depan pintu dengan Cahaya matahari yang menimpanya itu adalah yang terbaik dari kencan hari ini. Kanato tidak akan pernah melupakannya.
END
