Alohaaa~~ Minna-san~ :D Apa saya updatenya termasuk cepat atau lama? Hehehehe... Mudah-mudahan cepat ya? :) Thanks for review... itu adalah review terbanyak yang pernah ada... hehehehe...

Warning: Maybe OOC, Typo, Mis Typo, alur kecepatan, dll

Disclaimer: Tuan Masashi Kishimoto

DON'T LIKE DON'T READ

I DON'T NEED A FLAMER


Chapter 4

Naruto masih cengar-cengir gak jelas dihadapan istrinya yang baru saja menciumnya tadi dan pastinya ditemani dengan semburat merah yang mencolok dipipinya, Gadis pink itu terkikik pelan,"Apa kau suka, Naruto-kun?"

Pria blonde itu tambah memerah lalu mengangguk cepat,"Ya...Ya... Aku suka sekali, Sakura-chan!" Seru Naruto.

Gadis pink itu tersenyum ramah pada Naruto, membuat jantung pria itu berdebar sangat cepat sampai-sampai benda yang berada didalam celananya bergerak.Oh ya ampun... Jangan sekarang!. Teriak batin Naruto.

Sakura menatap pria itu bingung,"Aaa... Naruto-kun, kau kenapa?" Sakura pun mendekati Naruto, Pria itu mundur dari sofanya dengan cara menyeret dirinya,"Aaa... Naruto-kun?"

Semburat merah, semerah tomat menjalari pipi Naruto, lelaki itu tak mau mengapa-ngapain istrinya yang tengah hamil itu,"S-Sakura-chan, ak-aku mau ke mandi dulu ya, Jaanee!" Ujar Naruto lalu lari dari situ, Sakura tak dapat berkedip melihat tingkah Naruto yang tiba-tiba aneh begitu,"Dia kenapa?"

.

.

.

Sakura tengah memasak makan malam untuk mereka berdua, Naruto yang keluar dengan telanjang dada sambil mengusap-ngusap telinganya dengan handuk pun menghela nafas panjang, sampai-sampai Sakura mendengarnya... Ya bagaimana tidak dengar Naruto menghela nafas di telinga Sakura, sehingga gadis itu kegelian dan merasakan hangat.

"N-Naruto-kun! kau baru selesai mandi?" Tanya Sakura, Naruto hanya ngangguk sambil nyengir,"Oh ya, kenapa kau menghela nafas ditelingaku tadi? Kurang kerjaan..." Ujar Sakura,

Naruto menggaruk-garuk rambutnya,"Hehehe... hanya iseng, Sakura-chan... Aku hanya ingin menjahilimu saja." Balas Naruto santai, dan tentu saja pria itu mendapat bogem mentah dari Sakura yang ia anggap sebuah ciuman.

"Ya ampun... Sakura-chan, Sudah berapa kali kau menciumku hari ini?" Naruto tampak menghitung dengan jarinya, Sakura hanya memutar bola matanya,"Ini makan malam... berhentilah bercanda, Ayo makan!"

"Baik, Hime!"

"Eh?" Wanita itu tampak merona merah di pipinya, Pria itu hanya nyengir lebar.

Disaat Naruto merasakan masakan Sakura, Matanya pun melebar,"Syukurlah... Masakan Sakura-chan sudah lumayan enak." Batinnya.

XXX

Hari pernikahan Ino dan Shikamaru pun tiba, Sakura tengah sibuk berdanda untuk pergi ke pesta pernikahan kedua sahabatnya itu.

"Sakura-chan!" Panggil Naruto yang sudah selesai bersiap-siap, ia tengah menunggu Sakura di ruang tamu,"Dasar wanita... Kalau sudah ke pesta pasti lama sekali..." Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sebentar!" Sahut Sakura, lalu ia pun langsung menyelesaikan dandanannya dan menghampiri Naruto, ia tampak tersenyum merona di hadapan Pria itu,"Wow..." Naruto langsung berdiri dari duduknya dan menganga kagum melihat istrinya yang terlihat seperti seorang Putri kerajaan,"Ehehe..." Sakura tertawa malu.

"You're very beautiful, Princess." Ungkap Naruto,

"Baka! Kau bercanda ya? sebentar lagi aku jadi ibu-ibu tau..." Sela Sakura agar rona merahnya hilang,

"Kau sangat cantik! bahkan kalau kau sudah punya cucu nanti pun kau tetap akan cantik, Sakura-chan!" Seru Naruto yang tampak seperti merayu istrinya itu, Sakura pun mendapat pipi merah dan ia pun langsung menarik kerah baji Naruto agar cepat-cepat sampai di pernikahan Sahabat mereka.

.

.

.

Naruto dan Sakura telah sampai di Mansion milik keluarga Nara yang sebenarnya bersebelahan dengan Mansion keluarga Yamanaka, Pesta itu tampak meriah dan megah, banyak klan-klan lain yang datang ke pernikahan Shikamaru dan Ino. Dan tepat sekali sepasang mempelai itu tengah berdiri di tengah-tengah Mansion menyapa para tamu, Naruto dan Sakura pun menghampiri mereka berdua.

"Hei, Shikamaru!" Panggil Naruto yang tengah menggengam tangan Sakura, perempuan itu hanya diam.

"Hei, Naruto... Sakura!" Balas Shikamaru yang sedang memeluk pinggang istrinya, Ino. Gadis itu hanya tersenyum ramah kepada Naruto dan Sakura.

"Bagaimana dengan pernikahan kalian?" Tanya Sakura.

"Kau lihatkan... berjalan dengan baik." Jawab Ino seraya mengejek.

Naruto pun mendekati Shikamaru dan berbisik,"Kalian berencana mau punya anak berapa?" Shikamaru terbelalak,

"Naruto!" Ino yang mendengar bisikan Naruto pun men-Deathglare pria itu. Naruto tampak berkeringat dingin,"O-okay... Baik... Maaf..." Naruto melangkah mundur kebelakang karena takut dengan tatapan mengerikan itu,"Hihihi..." Sakura cekikikan.

BBUAAGGHH!

Dan tanpa Naruto sadari sebuah bogem mentah menghampiri pipinya,"Ittai! Ino-chan!" Ringis Naruto, Sakura pun menghampirinya dan berbisik,"Apa rasanya seperti Ciuman pedas?"

Naruto memegangi pipinya sambil menggeleng,"Cuma bogem Sakura-chan aja yang rasanya seperti Ciuman beraneka rasa..." Balas Naruto, Wanita itu kalah... ia merona merah.

Naruto menyeringai.

.

.

.

"Sakura-chan! Apa kau tau gaunmu itu menarik perhatian orang-orang." Ujar Naruto, Sakura hanya diam sambil memakan makanannya.

"Kau yang suruh aku untuk pakai gaun ini kan?" Ujar Sakura kesal, Naruto hanya cengegesan sambil garuk-garuk pipi,"Ya kan biar seperti yang kubilang hari itu, agar kita seperti menikah dua kali." Ujar Naruto, Sakura hanya memutar bola matanya.

Tiba-tiba Ino dan Shikamaru menghampiri mereka berdua, Ekspresi keduanya sama-sama seperti menandakan orang yang Sweatdrop,"Entah kenapa, aku baru sadar... Baju Sakura itu..." Ucap Ino.

"Seperti seorang pengantin." Sambung gadis itu.

Sakura sweatdrop lalu memutar bola matanya,"Ini ide Naruto-kun." Ucap Sakura sambil menunjuk Naruto yang bibirnya sudah manyun ke depan, Naruto hanya nyengir lebar sambil garuk-garuk rambutnya.

"Ya... Tidak apa-apa kan Ino-chan!"

"Naruto... Tapi semua orang sibuk melihat Sakura dan mereka juga yang baru datang sempat berpikir bahwa Kalianlah yang menikah." Ujar Shikamaru.

Pipi Sakura memerah sedangkan Naruto hanya nyengir lebar sambil memainkan jari-jarinya. Ino dan Shikamaru hanya memutar bola mata.

.

.

.

Setelah selesai makan dan sempat berdansa sebentar di tengah-tengah Mansion, Serta sempat mengobrol sebentar dengan Pasangan yang sedang menikah, Akhirnya kedua pasangan yang sudah menikah itu pun. Naruto dan Sakura pamit pada Ino dan Shikamaru untuk pulang kerumah, karena memang sudah sore dan Sakura juga sudah tampak sangat lelah karena semakin lama, Tempat ini semakin ramai.

"Ah... Shikamaru... Ino, kami pamit pulang ya." Ujar Naruto yang tengah merangkul bahu Sakura, gadis itu hanya diam karena dia sudah mengantuk.

"Baiklah... Hati-hati, Naruto!" Ujar Shikamaru yang tampaknya juga tengah terlibat masalah yang sama dengan Naruto, istrinya Ino tampaknya kelelahan.

"Ya... Jaanee!" Naruto pun pergi meninggalkan pesta pernikahan itu, Lalu dengan tiba-tiba Naruto mengendong Sakura ala Brydal style. dan pastinya membuat sebagian pengunjung Pesta itu iri, terutama Kaum Wanita... Haha... itu sudah pasti.

"N-Naruto-kun..." Gumam Sakura setengah sadar, Naruto memandang wajah gadis atau lebih tepatnya Wanita yang ia dambakan sejak dulu. Dia tersenyum dan pipinya merona tipis, wanita itu sudah tertidur, Naruto akui ia juga sebenarnya lelah tapi kalau sudah menggendong Sang Putri Impiannya rasa itu hilang ingin saja ia mencium wanita itu tapi Sudahlah... jangan sekarang gadis itu sedang tidur. tapi Naruto mudah saja bisa menciumnya tapi dia tak mau menganggu mimpi indah sang Istri tercinta.

XXX

Hari ini adalah hari dimana kandungan Sakura... sang istri dari Uzumaki Naruto masuk ke 5 bulan, ya dan tinggal 4 bulan lagi bayi itu akan lahir... Walau bisa dibilang itu masih cukup lama tapi Sakura sangat menanti kehadiran Bayi ini... Tapi ini bukan anaknya dengan Naruto tapi dengan pria lain. Sakura menghela nafas, walau begitu ia tak punya niat untuk menggugurkan sang bayi karena itu adalah Dosa dan tidak baik... sama dengan jahat.

"Sakura-chan?" Panggil Naruto yang sepertinya baru saja pulang kerja, Wanita yang sedang duduk di atas ranjang dan sedang mengelus-elus perutnya pun menoleh kearah suara berasal.

"Naruto-kun!" Seru Sakura, ia pun segera berdiri dan mengambil tas kerja pria itu, Naruto hanya tersenyum dan tampaknya jantungnya bergejolak kuat, siapa sih suami yang tak bahagia saat istrinya sangat perhatian begitu.

"Kau tampak senang, Naruto-kun!" Ucap Sakura yang baru saja meletakkan Tas itu di kursi didalam kamar mereka, Pria itu hanya nyengir lebar sambil menggaruk-garuk kepalanya,"Ya begitulah... Sakura-chan!"

Sakura mengangkat sebelah alisnya bingung, Namun pada akhirnya ia hanya mengangguk pelan.

"Sakura-chan! Aku mau mandi dulu ya!" Ucap Naruto lalu meninggalkan istrinya, Sakura tersenyum.

.

.

.

Sakura tengah memasak untuk Suaminya itu, ya Sepertinya ia sudah bisa memasak enak sekarang... dan Naruto tidak pernah mengeluh lagi tentang rasa masakan Sakura lewat ekspresinya, Pria itu memang begitu... Tak mau menyakiti hati Sakura, selalu berbuat apa saja jika melihat Sakura tengah sedih ataupun hanya diam. Sakura menggeleng pelan, Didalam pikirannya Naruto itu adalah pria konyol dan bodoh tapi didalam hatinya Pria itu adalah pria yang bertekad kuat dan sangat baik bahkan lebih dari kata 'Sangat'.

Setelah mendengar suara kursi yang terseret, Sakura pun menoleh kebelakang dan mendapati suaminya, Ia yang tadinya melamun kini menghantarkan masakannya ke meja, Naruto yang tak ingin melihat Istrinya yang tengah hamil pun membantu membawa makanan ke atas meja, lalu setelah itu keduanya makan bersama, sepertinya Hari ini pria itu tak banyak mengoceh. Ya dia selalu begitu semenjak masuk kerja, dia memang tidak terlalu suka pekerjaan yang memakai Otak tapi apa boleh buat, Ibunya pasti marah kalau dia jadi Kuli bangunan. haha... Lagian dia adalah anak orang yang cukup ternama, Tak mungkin orang tuanya membiarkan anaknya bekerja menggunakan fisik dan pekerjaan itu adalah pekerjaan yang berat. Ibunya pasti akan sangat cemas, padahal dia sering di pukul oleh ibunya, Haaah, Dasar wanita.

"Naruto-kun?" Panggil Sakura yang melihat suaminya ingin masuk kekamar, sepertinya lelaki itu kelelahan karena habis bekerja,"Iya, Sakura-chan?" Sahut Naruto yang tampaknya berhenti didepan pintu kamar.

"Umm... Apa kau ingin tidur?" Tanya Sakura yang tampaknya cemas dan juga memperlihatkan kesedihan di wajahnya, karena pria itu tak tampak tertawa atau mengoceh panjang lebar hari ini. Pria itu hanya diam mencueki Sakura, lalu masuk kedalam kamarnya.

Sakura menundukkan kepalanya dan duduk di sofa ruang tamu,"Apa aku ada berbuat salah... sampai-sampai Dia cuek padaku?" dan Tanpa ia sadari air matanya mengalir, ia memang jarang sekali melihat Naruto bertampang sangat dingin begitu. Dan rasanya ia seperti kehilangan diri Naruto.

Air matanya terus mengalir sampai-sampai jatuh dan membasahi baju blouse nya, Ya memang seorang wanita yang sudah dan akan menjadi ibu-ibu yang akan menggendong anak nantinya, tak perlu memakai baju seksi. Wajah wanita itu tampak jelek jika menangis itulah yang pastinya akan dipikirkan Naruto, dan baru saja kita ceritakan tentang pria blonde yang mencueki istrinya itu tiba-tiba datang lalu memeluk istrinya itu.

"Eh?" Sakura tampak terkejut karena sebuah tangan besar memeluknya,"Otanjoubi Omedeto... Sakura-chan." Bisik pria itu, Sakura terbelalak.

"H-hari ini ulang tahun ku ya?" Tanya Sakura pada Naruto walau suaranya terkesan pelan, tapi Naruto tetap mendengar suara itu.

"Haah, Sakura-chan, Udah pikun nih..." Naruto tampak menggeleng lalu ia menyerahkan sebuah gelang pada Sakura, gelang bewarna kuning yang tampaknya sudah lama tersebut.

"Maaf ya, tadi aku cuekin... Hehe... aku hanya ingin membuat suprise tapi Akhirnya Sakura-chan malah Nangis... Maaf..." Ujar Naruto sambil menunduk, Sakura menggeleng pelan lalu mengusap air matanya,"Tak apa, Naruto-kun... Arigatou."

Naruto nyengir lebar, lalu ia mengambil tangan Sakura yang sebelah kanan lalu memakaikan gelang dipergelangan tangan Sakura,"Ini sebenarnya gelang yang diberi ayahku saat Hari pernikahan Ayah dan Ibu, tapi Ibu memberikan ini padaku untuk kuberi pada istriku nantinya, hehe... dan ini untukmu Sakura-chan." Ujar Naruto, Sakura terkagum melihat Gelang itu.

"Masih cantik ya," Puji Sakura, Naruto menggaruk-garuk rambutnya.

Sakura pun memegang pipi pria itu, lalu mencium bibirnya lembut namun tak lama hanya sekejap saja,"Arigatou..."

Pipi Naruto tampak memerah, semerah tomat,"Su-sudah seharusnya aku memberimu hadiah, Sakura-chan..." Ujar Naruto gugup.

Sakura menggeleng,"Terimakasih untuk semuanya," Naruto tersentak mendengar itu, wajahnya merah padam. Ia tampak bahagia sekali, Dia tak pernah salah menikahi dan mencintai Sakura, gadis impiannya. Selamanya.

TBC

Hehehe... Chapter 4 update... :D Hope U like it all~~! ^^ Pokoknya thanks banget buat reviewnya... Maaf gak bisa bales review kaliaaann... :')

Review please, :')