Cinta dan Persahabatan

Pagi ini nami tidak begitu bersemangat untuk pergi ke rumah sakit itu di karenakan kondisi tubuh nami yang kurang begitu baik di pagi itu. Badannya terasa panas dan dia merasa sedikit pusing. Saat tiba di rumah sakit nami merasakan pusing dan ingin pingsan. Saat hendak masuk ke ruangannya tiba tiba BRUKK nami terjatuh dan tubuhnya di pegang oleh law. Setelah itu law segera menggendong dan membawa nami ke salah satu kamar pasien yang berada di rumah sakit tersebut. Setelah nami di periksa oleh law, kemudian law memberikan obat pada nami agar nami cepat sembuh. Setelah kurang lebih 10 menit nami pingsan tiba tiba ia terbangun dan kaget karena melihat sosok laki laki bertopi berada di sampingnya.

"eh law, kenapa kau ada disini ? Apa yang kau lakukan disini ? Dan kenapa aku terbaring di tempat tidur seperti ini ? Jangan jangan ,,, kau ? Aaaa ,, apa yang kau lakukan padaku law ? Teriak nami

"eh jangan salah paham dulu nami, aku tak melakukan apapun padamu, aku hanya menolongmu saat kau hendak pingsan tadi."

"eh begitu ya"

"tadi kau pingsan nami, lalu aku membawa mu ke tempat ini, aku juga sudah memeriksa dan memberikanmu obat. Kau ini benar benar keras kepala ya sudah tau sakit masih memaksakan diri untuk bekerja"

"eh jadi begitu ya, arigatou law"

"oh iya law bukankannya aku memaksakan diri untuk bekerja tapi disini masih banyak pasien yang membutuhkanku, aku harus memeriksa mereka agar mereka cepat sembuh"

"iya aku tau itu memang tugasmu sebagai seorang dokter menyembuhkan pasiennya agar dapat sehat kembali, tapi seorang dokter juga harus memperhatikan kesehatannya dan mulai sekarang aku yang akan merawatmu serta pasien pasienmu serahkan saja padaku"

"eh law tapi kau, kau kan dokter bedah ? Apa kau bisa melakukan tugasku sebagai dokter kandungan ?"

"kau tidak tau ya, ternyata aku salah menilaimu aku kira kau banyak tau tentang aku, ternyata kau tidak tau yang satu ini, asal kau tau nami aku juga mengambil jurusan kandungan jadi aku ini adalah dokter bedah sekaligus dokter kandungan juga"

"benarkah ? Kau hebat sekali law bisa mengambil dua jurusan sekaligus, kalau begitu aku percaya padamu, akan aku serahkan pasienku padamu, tapi kau kan tidak bekerja disini apa kau bisa melakukan hal itu ?"

"Asal kau tau nami mulai sekarang aku bisa berbuat apa saja disini karena rumah sakit ini sekarang sudah aku beli, aku menanam saham disini jadi aku juga bisa bekerja disini"

"oh jadi begitu ya, baiklah" kata nami tersenyum

"yosh kalau begitu beristirahatlah dulu nami nanti aku akan kembali lagi untuk memastikan keadaanmu"

"yosh"

Setelah beberapa jam berlalu di ruang informasi terlihat sesosok laki laki beramput hijau lumut dan itu adalah zoro. Nampaknya zoro ingin mengajak nami makan siang.

"eh tuan lagi pasti mencari dokter nami lagi ya ?"

"iya suster kok tau kalau aku mau mencari dokter nami ? Errrr"

"ya biasanya kan kalau tuan kesini selalu mencari dokter nami hehehe, tapi kelihatannya dokter nami tidak ada di ruangannya"

"lalu dimana dokter nami sekarang ?"

"sepertinya beliau sedang sakit tadi ada dokter trafalgar law yang mengantar dokter nami masuk ke ruang ugd"

"kalau begitu terima kasih ya suster atas informasinya:

"sama sama tuan"

Setelah mendengar kejadian itu zoro segera masuk ruangan dan mencari dimana ruang ugd berada. Sesampainya disana zoro tidak menemukan keberadaan wanita berambut orange itu. Saat dia hendak pulang dia melihat nami sedang berbaring di tempat tidur. Zoro segera masuk untuk menemui nami.

"nami kau kenapa ? Kau baik baik saja kan ?"

"zoro kun kenapa kau ada disini ? Bagaimana kau bisa tau kalau aku sedang di rawat disini ?"

"tadi aku bertanya pada suster, katanya kau sedang sakit dan berada di ruang ugd tetapi saat aku hendak mencarimu kesana ternyata kau sudah tidak ada, saat aku hendak pulang aku melihatmu sedang berbaring disini dan aku masuk untuk menemuimu"

"oh jadi begitu ya ?"

"kau baik baik saja kan ?"

"iya zoro kun kau tak usah menghawatirkanku untung tadi ada law, dia yang menolongku dan membawaku kesini"

"loh bagaimana dia bisa ada disini ? Bukankah rumah sakit yang ia miliki itu rs TL ?"

"iya, itu benar tapi sekarang law sudah membeli rumah sakit ini dan dia menanam saham disini, jadi dia bisa bekerja disini juga"

KREKK,,, suara pintu terbuka

"eh law"

"yosh"

"oi zoro kenapa kau bisa ada disini ?"

"jadi begini law sebenarnya tadi aku mau mengajak nami untuk makan siang tapi kata suster dia sedang sakit makannya aku mencarinya dan menemukannya terbaring disini"

"emmmm" jawa law singkat

"oiya nami nanti kau sudah boleh pulang, sakitmu sudah tidak terlalu parah, kau hanya perlu beristirahat antara sehari atau dua hari di rumah dan jangan lupa meminum vitamin yang ku berikan"

"benarkah law ? Ah aku senang sekali terima kasih ya"

"yosh"

"kalau begitu ayo nami aku antar kau pulang" kata zoro

"eh zoro kun tapi,,"

"sudah ayo sini aku gendong kau sampai mobilku"

"eh ja..." sebelum nami menyelesaikan kalimatnya zoro sudah menggendong nami dan membawanya keluar dari ruangan itu

"oi law aku duluan ya"

"yosh, berhati hatilah kalian"

"yosh"

Setelah zoro meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju mobilnya tiba tiba nami memukul mukul dada zoro yang kekar itu.

"oi zoro kun turunkan aku, aku malu tau"

"sudah diam saja kau nami, aku tak ingin kau kenapa kenapa makannya aku memperlakukanmu seperti ini sudah tahan sebentar, sebentar lagi kita juga akan sampai"

Nami hanya terdiam mendengar kata kata zoro itu dan sampailah mereka di depan mobil zoro. Zoro segera membawa masuk nami ke mobilnya itu. Setelah mereka berdua masuk mobil zoro segera mengendarai mobilnya itu dan mengantar nami ke rumahnya. Setelah sampai di rumah nami zoro meggendong nami sampai ke kamarnya.

"zoro kun arigatou, maafkan aku yang selalu merepotkanmu"

"kau ini bicara apa sih nami ? Kau ini kan sahabatku jadi sudah seharusnya aku membantumu"

"eh jadi cuman sebagai sahabat ya ?" kata nami lirih

"oi nami apa yang barusan kau katakan ?"

"eh tidak zoro kun tidak"

"yosh, kalau begitu aku pula g dulu besok aku akan kesini untuk menjengukmu"

"yosh, sekali lagi terima kasih zoro kun, hati hati di jalan ya"

"yosh"

Bersambung