.

Estafet

Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki

.

Chapter 4: Antiprism

Pairing: Sugoroku x ? ? ?

Warning: samalah kaya sebelumnya. Nista BANGET pokoknya!

By: Sora Tsubameki (id: 2126498)


.

.

.

Kelima pria bertubuh besar itu terkulai tanpa daya. Muka yang semula sangar kini berubah seperti ikan yang lama tak mendapat asupan air. Uap panas mengepul dari napas berat kelima nya. Namun kakek tua yang kini meneguk sebotol air mineral itu tampak baik-baik saja. Wajahnya hanya sedikit memerah sejenak ketika menenggak pil haram tersebut. Sebutlah ia meminum pil kuat untuk memulai sesi hukumannya. Dan kelima pria paruh baya yang menamakan diri mereka the big five harus mengerang hebat karena terjebak tipu muslihat seorang kakek tua yang memasang topeng 'wajah tanpa dosa' saat pertama mereka bertemu. Salahkan mereka yang dengan seenaknya masuk tokonya. Salahkan juga mereka yang begitu mempercayai wajah keriput yang nampaknya tak berbahaya itu dalam mempersilahkan kelimanya duduk-duduk santai sejenak sementara kakek tua itu mengurusi suatu hal di dalam dapur.

Lagi-lagi salahkan kelima orang itu yang mupeng karena haus tak tertahan ketika kakek tua itu keluar dapur dengan membawa nampan berisi lima gelas air dingin dan satu botol tambahan. Siapapun tak akan pernah ragu meneguk air putih yang terlihat biasa-biasa saja di siang hari yang terik. Tak ada kejanggalan yang terlihat dari semua peristiwa itu, sebelum napas mereka berubah sesak dan kian memburu tak terkontrol. Sendi-sendi mereka seakan lumpuh, melebihi gejala-gejala manula yang telah berhasil kakek tua itu lewati.

Mata mereka terasa berat sekali untuk dibuka. Mereka pun sudah lupa akan apa tujuan mereka datang kemari.

"Kalian kemari merencanakan hal jahat kepada cucuku kan?"

Beberapa pasang manik itu berhasil terbuka lebar. Sebenarnya mereka kemari ingin mencari kelemahan Yugi yang menjadi kunci utama kesuksesan mereka menguasai KC. Dengan begitu mungkin ketika Yugi mendapatkan tekanan mental dan psikis dari awal, jalan mereka akan lebih mudah berrsama pegasus dalam kemenangan duelist kingdom. Namun rencana itu hanyalah tinggal rencana. Nyatanya mereka harus rela terkulai lemas dihadapan sang predator senior alias kakeknya Yugi.

Hei reader, mungkin kalian harus lebih mendalami makna 'makin tua makin jadi'? Mungkin itu bisa dijadikan acuan ketika kalian berada pada situasi tersebut. Stamina yang lebih muda tak ada gunanya saat reaksi kimia mengambil alih dan mendisfungsikan otot-ototmu.

Dengan perlahan sugoroku menghampiri mereka dan menanggalkan satu-satu kemeja yang mereka gunakan. Sugoroku begitu menikmati dalam menyesap lapisan-lapisan kulit yang lebih segar darinya. Jilat, hisap, gigit. Begitu berulang sampai mereka merintih menahan peluh.

Mereka terkapar layaknya sekarat. Bergerak pun susah. Sepertinya mereka tak akan pernah melupakan penghinaan besar ini. Diperkosa oleh kakek yang sudah mau menghadap tuhan! Oh, coba pikirkan apa lagi yang lebih memalukan dari hal ini. Bahkan ngurek-ngurek feses mokuba setiap paginya pun masih lebih terhormat dibandingkan hal ini.

Sugoroku membalikkan kelima pria itu ke dalam posisi nungging di sofa dengan lutut yang bertumpu di atas karpet. Lubang ketat kelimanya terpampang jelas di depan mata. Tanpa menunggu lama kejantanannya menerobos paksa liang panas yang ada di hadapannya.

"Ahnn..ahh.." salah satu dari pria paruh baya itu mengerang hebat. Sebut saja namanya Crump. Kumis yang menggantung manis kini hanya pajangan saja. Tamatlah sudah. Kini bokongnya harus rela diterobos paksa oleh pak tua yang memiliki lebih banyak pengalaman darinya tentang perawatan kumis. Sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Lubrikan sebagai pembantu pelicin rasa-rasanya tak berguna. Sugoroku memaju mundurkan gerakannya beberapa kali sambil meremas bongkahan bukit kembar yang menantang di sampingnya. Tak ayal Leichter sang pemilik bokongpun mengumandangkan erangan surgawi.

Tak lama sugoroku pindah lapak. Kali ini lubang Leichter berhasil diterobos dengan lebih mudah karena bekas lubrikannya masih tersisa, ditambah kesejatiannya yang masih menegang mengeluarkan banyak precum. Disodoknya lubang kedua dengan tenaga yang tak berkurang.

"Anak nakal! Perlu dikasih pelajaran!

Plak!

Telapak tangannya menampar bukit kembar ketiga.

"Ahn!" Pemilik sepasang bukit ketiga pun mulai bersuara. Air liur Gansley sang pemilik bukit ketiga tak kuasa dibendung lagi. Rasa panas dan merah merambat cepat ke seluruh bagian tubuhnya

Sugoroku masih sibuk membajak lubang kedua. Kegiatan bercocok tanamnya cukup terbilang seru dan merepotkan. Tangan kanannya tak tinggal diam. Dia membasahi lubang ketiga dengan lubrikan dan memasukkan jemari keriputnya ke dalam liang panas tersebut. Pertama satu jari. Ketika cengkraman erat liang itu mulai mengendur pertanda mulai bisa menyesuaikan diri, Sugoroku menambahkan jari kedua. Air liur Gansley makin menetes membasahi sofa kesayangannya. Tak sabaran Sugoroku makin mengebor lubang itu dengan jari ketiganya. Reaksinya begitu mengejutkan. Bahkan tulang jari sang manula itu hampir-hampir retak akibat jepitan hebat si empunya.

"Kalian harus tahu bahwa kekuatan cucuku diwariskan dari siapa. Percayalah, bahkan dengan lima personil sekali pun kalian tak akan menang melawan kami..." bibir pak tua masih sempat-sempatnya menyeringai.

Dalam sekali hentakan Sugoroku pindah ke lubang ketiga. Ia memainkan kesejatian personil keempat yang menggelantung layu dengan tangan kanannya. Remasan kasar dan tak berperasaan membuat Johnson meronta dan meremas sofa menahan sakit. Tangan kirinya mulai melakukan improvisasi dengan menjambak kasar rambut Gansley yang sedang ia gagahi. Sodokannya mulai terasa brutal dan dalam.

Setelah berlangsung beberapa saat, ia pun berpindah lapak kembali. Kali ini ia menjambak paksa rambut pria Johnson dan Nezbitt. Membenturkan kepala mereka berdua dan mempertemukan antar kedua belahan bibirnya. Mereka mulai bercumbu sementara Sugoroku mulai mempersingkat ritme sodokannya dan membaginya merata kepada kedua personil terakhir. Masuk keluar lalu pindah—masuk keluar lalu pindah—begitu terus hingga yang tua mulai menemui titik puncak kenikmatannya dan menyemburkan lahar putihnya kepada kelima bongkahan kenyal yang berjejer di depannya.

Penderitaan mereka ternyata belum berakhir. Kegiatan panas tersebut di akhiri dengan disumbatnya kelima lubang tersebut dengan mainan plastik bervibrator dan Sugoroku secara suka rela memasang getarannya ke mode maksimal dan memasangkan cockring agar kelimanya tak bisa mengeluarkan hasratnya.

Biar! Biar nyaho mereka!

Ejakulasi kering yang berlangsung berkali-kali membuat mereka meratap layaknya ratapan anak tiri. Selang beberapa lama mereka pun mulai tak sadarkan diri dan terbangun di tempat asing. Mungkin kakek tua itu yang mengangkut mereka -mungkin dengan cara diseret- dan memasukkannya kedalam mobil box sewaan lalu melempar mereka ke tepi jalan begitu saja saat mereka pingsan layaknya sampah. Tentu dengan tubuh lengket penuh bercak merah dan rasa shock yang mendalam.

=== Ende ===


.

.

.

Next On…

The Big 5 x ? ? ?

A/N:

gw nulis apa ini! Ini bukti meningkatnya otak mecum dalam waktu kurang lebih 4 tahun. :D

Selanjutnya gw tag "Reiforizza". Nyaho lo bu! Nyaho! Buat yang hottest ya. *digampar karena nyebutin merk dagang*


Remaining author(s) and authoress(es):

Are. Key. Take. Tour / Saint-Chimaira (Kuo) / Widzilla / VDE / Aki Kadaoga / Ryudou Ai