HELLOWW CHINGU-DEUL I'M BACK~~! SEMOGA MASIH ADA YANG MENUNGGU KELANJUTAN FF INI...

OH YA, TERIMA KASIH SEBELUMNYA UDA REVIEW/FAV/FOLLOW!~ AKU TIDAK AKAN BOSAN MENGUCAPKAN KALIMAT INI HEHEHE~

Sebagai penulis aku pasti memiliki banyak kekurangan, jadi setidaknya kasih aku saran ataupun kritik agar aku bisa mengoreksi diri.

So, Now Happy Reading!


NB : Cast dan peran aku tulis di Chapter 1!So don't be confuse!

.

.

Chapter Sebelumnya :

"Astaga, maaf.." Luhan segera menjauhkan tangannya dari kepala Sehun dengan perasaan gugup. Namun hal itu tak sampai ia lakukan saat tangan besar Sehun menangkap tangannya secara tiba-tiba.

Luhan mengedipkan matanya terkejut, sementara Sehun terus-menerus memandang ke arah matanya, seolah ingin menemukan satu titik terdalam pada sepasang mata itu.

Namun hal itu justru membuat Sehun hampir tidak bisa mengendalikan dirinya, seolah menghipnotis pikirannya. Untung saja ia segera memutuskan pandangan mata mereka, sebelum ia jatuh terperangkap semakin dalam oleh tatapan mata rusa indah itu.

Mata gadis ini sungguh berbahaya. Hampir saja.

.

.

CHAPTER 4

"Kurasa aku harus pulang sekarang" Ucap Sehun tanpa memandang ke arah Luhan. Ia pikir sudah terlalu lama dia menghabiskan waktu hanya dengan duduk saja memandangi langit malam. Sungguh membosankan.

"Oh iya baiklah" Luhan menundukkan wajahnya malu-malu, mempersilahkan Sehun untuk pergi. Sebenarnya Kejadian saat Sehun memegang tangannya tadi masih saja diingatnya, membuatnya jadi terus salah tingkah.

Sehun segera beranjak dari tempat duduknya dan bersiap-siap untuk pergi. Oh ya ampun, Pergi begitu saja? Bukankah seharusnya dia mengantarkan Luhan ke istana dulu baru dia bisa pergi? Tck! Dasar tidak gentle.

TAP TAP TAP

Bahkan saat Sehun sudah melangkahkan kakinya, Luhan masih tetap duduk dibangkunya, memperhatikan sosok tampan itu berjalan semakin jauh. Bahkan ia semakin terpesona hanya dengan melihat punggung yang lebar dan kekar itu. Luhan tersenyum. Semua masalah yang dihadapinya seolah menghilang begitu saja saat ia melihat Sehun, bahkan saat tadi ia berada disamping Sehun, seolah semuanya baik-baik saja.

"Dia seperti penyihir"


.

.

.

Sepeninggalnya Sehun, akhirnya Luhan memutuskan untuk kembali ke pusat istana. Hari sudah malam, dan salah satu pelayan istana terlihat sedang mencarinya.

"Ternyata Tuan Puteri ada disini..cuaca sangat dingin, mengapa Tuan Puteri memakai pakaian setipis ini?" pelayan tersebut secepat mungkin memakaikan jaket tebal ketubuh Luhan. Tentu saja itu membuat Luhan sedikit risih, karena dia belum terbiasa diperlakukan seperti ini.

"A-Aku tidak apa-apa.. terima kasih banyak, tidak perlu repot-repot" Balas Luhan dengan gerak-gerik yang kikuk.

"Sudah sepantasnya kami melayani Tuan Puteri" Ucap Pelayan tersebut membungkuk sopan.

Luhan hanya bisa tersenyum kikuk lalu meneruskan langkahnya masuk kedalam istana.


Other Side and Place

"Bagaimanapun caranya, kita harus melakukan suatu cara untuk membatalkan pertunangan itu" Terdengar suara lelaki yang berbicara.

"Kau benar. Rencana pertama kita untuk menculik gadis itu sudah gagal total. Dan sekarang kita harus memikirkan cara lain" Kali ini suara wanita yang terdengar.

"Gadis itu adalah ancaman terbesar bagi kita untuk mendapatkan harta warisan kerajaan. Kita harus menyingkirkannya"

TAP TAP TAP

"Eomma~! Appaaa~!"

Terdengar suara seorang gadis menginterupsi perbincangan mereka. Tengah malam begini, tidak biasanya putri mereka itu akan datang menghampiri mereka ke kamar.

"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini? Mengapa tidak tidur?" Sang gadis berjalan menuju kasur yang diduduki oleh ayah dan ibunya, lalu beringsut maju hingga ketengah-tengah mereka.

"Huang Ji-ahh, ini adalah pembicaraan orang dewasa.., pergilah sana tidur" Huang Ji seketika mengerucutkan bibirnya lucu saat ibunya berkata demikian. Padahal tujuannya datang karena ia sangat merindukan ayah dan ibunya itu. Sudah lama sekali dia tidak bermanja-manja lagi dipelukan mereka karena selalu sibuk bekerja.

"Aku sangat merindukan kalian~" Rengek Huang Ji seraya menaruh dagunya pada pundak sang ibu.

"Heuuhh.. anak gadismu ini selalu saja manja" Tutur Sang ayah terlihat beranjak dari kasur dan berjalan keluar dari kamar, sepertinya hendak melakukan sesuatu.

Huang Ji yang mendengar ucapan ayahnya semakin mengerucutkan bibirnya kesal, tapi dia sudah terbiasa menghadapi sikap ayahnya yang sedikit datar itu.


Other Side

Hari sudah semakin larut, dan Luhan sedang menangis tersedu-sedu didalam kamarnya saat ini. Tidak ada yang bisa mendengarnya karena suaranya memang terdengar sangat pelan.

Sejak tadi Luhan sudah berusaha untuk menahannya, tapi ia semakin sedih saat mengingat semua tentang ibu dan ayahnya.

Ia sungguh merindukan mereka.

FLASHBACK

"Luhan...kau tahu apa keinginan ibu selama ini?" Yeon Hee mengelus rambut Luhan dengan lembut, berusaha menyalurkan seluruh kasih dan sayangnya pada putri cantiknya itu.

Luhan terlihat menggelengkan kepalanya seraya memeluk ibunya dengan erat.

"Ibu ingin kau kembali menjadi dirimu sendiri, menjadi putri mahkota dan menjadi panutan untuk rakyat korea"

Mendengar itu, Luhan sontak melepas pelukannya perlahan, lalu memandang ibunya dengan mata berair.

"Aku tidak mau bu, aku ingin hidup bersama ibu dan ayah,kenapa ibu terus memaksaku untuk pergi? Hikss...sudah kubilang aku tidak mau disini! aku ingin pulangg hkss hiks"

Air mata Luhan kembali jatuh dengan derasnya.

"Luhan, ibu mohonn..ini adalah keinginan terakhir ibu. Tidak bisakah kau memenuhinya?"

DEG

"Eoomma..hiks hikss.." Luhan menggelengkan kepalanya tidak setuju.

"Hanya kau satu-satunya pewaris tahta dikerajaan Goryeo, dan kau juga satu-satunya orang yang bisa membuat kerajaan ini bangkit kembali. Sebenci apapun ayah kandungmu padamu, dia tetaplah ayahmu..dan meski sekejam apapun dia, dia tetaplah ayah kandungmu, darahnya mengalir ditubuhmu, karena itu kau harus kembali dan membuktikan padanya, bahwa kau bisa membangkitkan kerajaan Goryeo"

Luhan terpaku mendengar penuturan dari ibunya.

Ia sungguh tidak menyangka, kehidupannya akan berubah dalam sekejap.

Ia ingin menolak. Tapi melihat wajah ibunya yang memohon dengan penuh keseriusan, ia sungguh tidak bisa melakukannya.

FLASHBACK END

Kejadian itu teringat kembali olehnya. Kejadian saat terakhir kali bertemu dengan ibu angkatnya. Benarkah itu akan menjadi terakhir kalinya? Luhan tidak akan sanggup jika tidak bertemu dengan ibunya itu hanya dalam satu hari saja. Bagaimana ini?

Luhan menggigit bibirnya untuk menahan suara tangisan yang sejak tadi hendak keluar.

Alhasil hanya suara sesenggukan yang bisa terdengar.

"Hkss..eo-m-maa.. huks aku merindukanmu hskks" Luhan terus-menerus memanggil ibunya dengan suara memilukan.

Seperti apa nanti hidupnya jika tidak ada ibunya itu disisinya?

Yang setiap hari selalu membangunkannya dipagi hari dengan suara keras.

Yang selalu mengomelinya jika dia tidur larut malam, atapun saat dia menghabiskan uang jajan hanya untuk membeli hal-hal yang tidak penting.

Yang selalu membuatkan makanan super enak untuknya.

Yang selalu memeluknya saat ia sedang sedih ataupun menangis.

Siapa yang akan melakukan semua itu lagi sekarang?

Luhan hanya bisa berharap, Semoga malam ini dia bisa merelakan semuanya. Dan esok hari menjalani kehidupan barunya dengan baik sebagai puteri mahkota, meski semuanya itu terasa sangat berat.


.

.

Other Side

Sehun berjalan kesuatu tempat.

Jika dia merasa sedang tidak mood dia pasti akan datang ketempat ini. Mudah-mudahan saja moodnya bisa lebih baik.

TOK TOK TOK

Ia akhirnya mengetuk sebuah pintu.

"Masuklah.." terdengar suara seseorang dari dalam.

CKLEK

"Ada apa? Aku sedang sibuk saat ini" orang tersebut melihat Sehun sebentar, lalu kembali fokus dengan apa yang dikerjakan.

"Kris Hyunggg... aku sungguh kesal! Kau tau tidak? huffff" Sehun menghembuskan nafasnya kasar, lalu merebahkan diri pada sofa yang terletak disamping kanan pemuda bernama Kris yang baru saja dipanggilnya dengan sebutan hyung, dan jangan heran dengan perubahan sikapnya jika sudah bersama dengan Kris.

"Wae? Kau selalu saja menganggu hyung disaat hyung sedang sibuk seperti ini" Kris memandang Sehun kesal. Untuk sejenak ia terpaksa menghentikan aktivitas mengetiknya pada Laptop.

"Ah hyungg dengarkan aku sekali ini saja eoh? Aku benar-benar kesal sekarang, dan hyung harus membantukuu!"

Sehun mengeraskan suaranya yang terkesan seperti memaksa.

"Wae? Apa kau kesal karena tunanganmu jelek?"

"MWOOO? B-Bagaimana hyung bisa tahu!?" Sehun tersentak kaget mendengar ucapan hyungnya.

"Astaga! Benarkah dia jelek?!" Kris tak kalah kaget.

"ANI! Bukan seperti itu! Maksudku bagaimana hyung bisa tahu kalau aku akan bertunangan?" Tatapan Sehun berubah menjadi sangat serius dan Kris tak bisa menahan tawanya saat itu juga.

"Ck..Tentu saja aku tahu, aku kan hyungmu dasar bodoh.. Lalu kenapa kau kesal? Kau tidak suka dengan perjodohan itu?"

Sehun menganggukkan kepalanya berulang-kali layaknya seorang bocah yang minta dikasihani.

"Kenapa?" Kris mengernyitkan dahinya heran. Oh tidak, dia jadi terlarut dalam cerita Sehun hingga lupa menyeselesaikan tugasnya tadi.

"Ahhk molla, aku tidak suka saja jika dijodohkan dengan orang yang tak kukenal, bukankah itu pemaksaan namanya?"

Jawaban Sehun ini justru membuat Kris geleng-geleng kepala.

"Sudahlah, jalani saja dulu.. mungkin saja suatu saat kau tiba-tiba jatuh cinta padanya"

"A-APA? AISH SHIROO! AKU SUDAH-" Sehun tiba-tiba menggantung ucapannya. Opps! hampir saja dia keceplosan.

Jika Kris tahu bahwa dia sedang berpacaran dengan anak perdana menteri, masalah akan semakin bertambah. Dan dia juga tidak akan tahan mendengar ceramah super panjang dari Kris.

"Kau sudah apa?" Tanya Kris merasa ada yang aneh dengan ucapan adiknya itu.

"Ani.. bukan apa-apa, sudahlah lupakan. Aku harus pergi sekarang" Sehun bergerak kikuk dari sofa yang didudukinya lalu berjalan menuju pintu keluar.

Kris menatapnya bingung. Ada apa dengannya?

"Oh ya, Sehun-ahhh jangan lupa kau harus memperkenalkan tunanganmu itu pada hyung!" Teriak Kris sebelum Sehun benar-benar menghilang dari ambang pintu kamarnya.

"JANGAN MEMBUATKU BERTAMBAH KESAL HYUNG" terdengar seruan Sehun dari luar kamar. Ternyata bukan membuat moodnya bertambah baik, tapi malah bertambah buruk.

"Ckck! Anak itu" Kris hanya bisa menyunggingkan senyuman gelinya melihat reaksi dari adik satu-satunya itu.


.

.

Breaking News

"Hari ini tepatnya tanggal 18 Februari 2017, Ratu Kim Yoona mengumumkan kepada seluruh rakyat Korea bahwa ia telah membawa puteri mahkota kembali ke istana dan menghapuskan status pengasingannya selama 17 tahun lamanya. Inilah dia wajah puteri mahkota yang sangat cantik jelita, bernama lengkap Kim Luhan. Yang dulunya seorang gadis biasa, kini berubah menjadi ahli waris satu-satunya kerajaan Goryeo"

Begitulah isi siaran berita ditelevisi dan sosial media yang telah menjadi trending topic nomor 1 di korea saat ini.

Kabarnya, Kim Yoona mendadak melakukan jumpa pers pagi ini dan mengungkapkan tentang kembalinya Puteri Mahkota Kim Luhan Ke Kerajaan Goryeo. Ingat, sekarang namanya sudah berganti marga menjadi Kim.

.

.

"Mulai hari ini, Puteri Mahkota akan kuliah disini"

"UWAAAAA ~~~!"

PROK PROK PROK PROK

Semua orang didalam ruangan terlihat bertepuk-tangan dengan antusias.

Bagaimana tidak, mereka akan satu kelas dengan Luhan, sang Puteri Mahkota yang sungguh cantik jelita itu.

Luhan bahkan tidak menyangka reaksi mereka akan seperti. Mendadak saja dia merasa seperti seorang artis populer jadi-jadian.

Oh..Seperti inilah rasanya menjadi pusat perhatian semua orang.

"Silahkan duduk dibangkumu Puteri Mahkota.." Sang dosen mempersilahkan Luhan untuk berjalan menuju sebuah kursi yang kosong.

Dengan sopan, Luhan pun membungkukan tubuhnya pada dosen tersebut dan berjalan menuju bangkunya. Tanpa sadar, perilakunya itu semakin membuat orang terkagum-kagum padanya.

Oh ya, mengenai kegiatan Luhan. Hari ini adalah hari pertamanya masuk kuliah. Dan dia adalah satunya-satunya mahasiswa baru yang masuk ke universitas terkenal ini dengan cuma-cuma. Oh tapi jangan salah, Luhan adalah peraih medali emas sejak ia sekolah menengah pertama di School International of Korea. Tahukah kalian? Sekolah itu sangat terkenal di Korea. Dengan siswa-siswanya yang rata-rata memiliki IQ tertinggi.

Jadi, Siapapun tidak akan bisa merendahkan Luhan. Terbukti bahwa dia adalah lulusan dari sekolah favorit itu berdasarkan data diri yang diserahkannya kepada panitia penerimaan siswa baru.

Well, Semoga saja Luhan bisa menjalani kehidupan barunya dengan baik hari ini.


.

.

Other Side

"Oiii Sehun...!"

Sehun tiba-tiba menghentikan langkah kakinya ketika suara seseorang menyapa telinganya.

Ia menoleh kebelakang dengan tampang datarnya.

Oh, benar saja dugaannya. Itu pasti para sahabat-sahabatnya.

"Ternyata memang kalian" Ucap Sehun masih dengan wajah datarnya. Namun biarpun begitu, dia merasa sangat senang bisa bertemu dengan sahabat-sahabat itu lagi. Sudah seminggu lebih mereka tidak bertemu, semenjak upacara kelulusan sekolah menengah atas. Dan akhirnya mereka dipertemukan kembali di Universitas yang sama. Destiny!

"Kau tidak merindukanku?" Seorang pemuda yang lebih tinggi darinya terlihat memicingkan mata.

melihat itu, Sehun hanya memutar bola matanya malas.

"Jangan berlebihan Chanyeol" Balasnya seraya melipat kedua tangan didada.

"Oh tunggu dulu, dimana Chen dan Suho?" Kali ini seorang pemuda berkulit tan terlihat berbicara sambil menunjukkan wajah herannya. Siapa lagi kalau bukan Kai, pemuda yang memiliki julukan Kkamjong karena kulitnya yang sedikit err..lebih hitam dari teman-teman yang lainnya.

"Kau benar, sejak tadi mereka belum menampakkan diri" Chanyeol ikut-ikutan menunjukkan wajah heran.

"HEEEYYY TEMAN-TEMAN TERCINTA! KALIAN MENCARI KAMI? AHAHAHA KAMI DISINIII BROOO~"

"Ahhh itu mereka"

TOSSS

Chen dan Suho mulai berhigh five ria dengan Chanyeol, Kai serta Sehun. Dan akhirnya mereka semua telah terkumpul secara lengkap.

Lima bersahabat ini sungguh tak terpisahkan lagi. Mereka sudah bagaikan saudara kandung. Tentu saja, sudah 3 tahun lebih lamanya mereka semua melewati suka dan duka bersama.

Tapi kalau urusan pacar, mereka selalu menutupi diri satu sama lainnya. Seolah itu satu-satunya rahasia yang tidak bisa diungkapkan.

Tapi tenang saja, mereka semua masih belum memiliki pacar kok, hanya saja sudah punya gebetan yang mereka taksir saat mereka sekolah menengah dulu. Kecuali Sehun, yang sudah memiliki seorang pacar. Dan tentu saja, para sahabatnya tidak mengetahui hal itu.

"Kajja, kita bersenang-senang hari ini"


.

.

TAP TAP TAP

"Hallo Puteri Mahkota~ Perkenalkan namaku Kyungsoo"

Seorang gadis bermata bulat besar terlihat menghampiri Luhan yang saat itu sedang sibuk menulis catatannya. Entah terlalu sibuk atau apa, dia sedikit tidak fokus dengan gadis yang berada didepannya saat ini. Namun pikirannya mulai mencerna ucapan gadis itu, meski terproses dengan sangat lambat.

"Kyung? K-Kyung-Soo?" Luhan tiba-tiba menghentikan kegiatan menulisnya, terperangah sejenak, lalu tak berapa lama kemudian matanya membulat kaget.

"KYUNGSOO-YAA~! KAUKAH ITUU?" Serunya dengan wajah terkejut. Tak menyangka sama sekali gadis yang didepannya itu ternyata adalah sahabat masa kecilnya.

Sontak saja hal itu membuat kyungsoo tidak bisa menahan rasa gelinya. Luhan terlihat menggemaskan. Ugh, wajahnya bahkan terlihat sangat ceria, seperti anak-anak. Dia memang tidak berubah sama sekali.

"Hahaha, lama sekali kau menyadarinya" Kyungsoo tertawa geli. Aktingnya tadi berhasil membuat Luhan kaget. Yes!

"Kyungsoo~ aku benar-benar merindukanmu" Luhan segera menarik Kyungsoo kedalam pelukannya. Wahh, Luhan sangat bahagia sekarang.

"Aku juga Lu..rasanya ini seperti mimpi bisa bertemu denganmu lagi..sudah 8 tahun kita tidak bertemu" Tutur Kyungsoo dengan mata berkaca-kaca..

Memang benar, sewaktu Luhan berumur 10 tahun, dia dan keluarganya harus pindah kedaerah gangnam, membuat dirinya dan kyungsoo terpisah selama 8 tahun lamanya.

Kyungsoo yang rumahnya memang sangat jauh dari tempat Luhan, tidak bisa mengunjunginya lagi. Karena itu hubungan mereka perlahan-lahan terputus. Tapi syukurlah, mereka ditakdirkan bertemu kembali.

"Aku tidak menyangka ternyata sahabat kecilku ini adalah seorang Puteri Mahkota" Kyungsoo memandang wajah Luhan dengan penuh ketidakpercayaan. Tapi memang, wajah Luhan yang cantik itu bahkan menyamai kecantikan bidadari. Luhan memang pantas menjadi puteri mahkota. Apalagi dia adalah seorang gadis yang hebat. Dia Istimewa.

"Aku sangat senang dan bangga memiliki sahabat seorang Puteri Mahkota" Sambung Kyungsoo kembali memeluk Luhan.

Betapa bahagianya Luhan mendengar ucapan itu.

Padahal awalnya, Luhan benci mendapatkan gelar sebagai puteri mahkota.

Tapi kini, dia senang. Karena Kyungsoo memberinya semangat dan dorongan. Ada kyungsoo, sahabat kecilnya, yang mulai saat ini akan terus menemaninya saat dia kesepian seperti yang dilakukannya saat mereka kecil. Ada kyungsoo yang mungkin bisa menjadi pengganti sosok ibunya, meskipun tidak sepenuhnya. Dan ada kyungsoo, orang yang benar-benar tulus berteman dengannya meski apapun yang terjadi. Luhan sangat paham bagaimana Kyungsoo sebenarnya. Dia adalah gadis yang sangat baik.

Terima kasih Kyungsoo. Dengan begini rasa takut dan kuatirku mulai menghilang.

.

.

A Few Minutes Later

Luhan dan kyungsoo berjalan berdampingan dengan penuh kegembiraan. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak berjalan berdua seperti ini.

Tersenyum. Saling melempar tawa satu sama lainnya dan berpegangan tangan seperti ini, mereka sudah seperti kakak beradik yang lama terpisah dan akhirnya bertemu kembali.

Kyungsoo tidak berubah sama sekali,

Dia juga gadis yang ceria, Sama seperti Luhan. Sikap mereka memang memiliki banyak kesamaan.

Dan lihatlah, mereka gadis yang sangat cantik dan polos.

"Kyungsoo, sepertinya aku tidak bisa keluar hari ini untuk bersenang-senang"

"Tidak apa-apa Lu, aku tahu, menjadi puteri mahkota itu memang berat. Tidak bebas pergi kemanapun. Aku mengerti kok, yang terpenting sekarang, kita bisa bertemu setiap hari dikampus"

"Ya kau benar, lain kali aku juga akan membawamu ke Istana"

"WAHHH itu ide yang bagus Lu!~"

Other Side...

DUKK

"ARGHHH"

"Maaf, maaf..aku tidak sengaja melakukannya"

"TIDAK SENGAJA KATAMU?! APA KAU TIDAK PUNYA MATA? ARGH BAJUKU JADI KOTOR KARENA PERBUATANMU"

Seketika itu Luhan dan Kyungsoo menghentikan langkah mereka setelah mendengar suara bentakan dari arah seberang tak jauh dari tempat mereka sekarang.

"Apa yang terjadi?" Kyungsoo tidak bisa menahan rasa ibanya saat itu juga. Apalagi melihat seorang gadis polos tertunduk penuh rasa bersalah dihadapan seorang gadis yang sepertinya terlihat kaya dan terhormat. Ah tidak mungkin dia gadis terhormat, lihat saja caranya memperlakukan gadis sederhana itu, sungguh kasar! Hatinya perih melihat hal semacam itu.

"Kyungsoo, kau lihat gadis itu? Bukankah tadi dia sudah minta maaf" Luhan pun ikut merasakan hal yang sama seperti Kyungsoo.

"Iya Lu, kau benar" Kyungsoo memandang semakin iba pada gadis yang tak jauh didepannya.

PLAKK

"KAU KIRA INI PAKAIAN MURAH HAHH?"

"Maafkan aku, tolong maafkan aku" gadis sederhana itu memegangi pipinya yang terasa perih akibat tamparan dari gadis kaya itu.

"DASAR KAU GADIS KAMPUNGAN!"

"Hei! bukankah dia sudah minta maaf, kenapa kau terus membentaknya!?"

Luhan berjalan kesal ke hadapan si gadis kaya tersebut dan menatapnya marah.

"SIAPA KAU? TIDAK USAH IKUT CAMPUR!" Gadis itu memandang Luhan dengan mata menyalang. Apa dia tidak membaca berita? Mengapa pula dia bertanya siapa Luhan?

"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur. Tapi melihat kekasarannmu pada gadis lemah ini membuatku tidak tahan lagi. Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu. Jangan bangga dengan kekayaan orang tuamu! Dan jangan membuat orang tuamu malu dengan sikap kasarmu ini"

"KAU!"

PLAKK

Kali ini gadis itu menampar wajah Luhan. Ouch! Terdengar cukup keras. Itu pastilah sangat perih.

"Luhan? Kau tidak apa-apa?" Kyungsoo berlari mendekati Luhan dan memandangnya cemas.

"Aku tidak apa-apa Kyung" Balas Luhan santai. Untungnya dia masih bisa menahan rasa perih dipipi halusnya.

Tapi Sungguh ia tidak bisa menahan emosinya lagi saat ini.

PLAKK

Untuk kali ini Luhan mengambil langkah lebih cepat untuk menampar si gadis kaya.

"Berani-beraninya kauu!" Teriak gadis itu semakin emosi melihat Luhan.

Tangannya mulai menarik rambut Luhan dengan buasnya. Dan akhirnya terjadilah pertengkaran yang sangat hebat.

"Akh sakit! Lepaskan!" Teriak Luhan kesakitan, merasa kulit kepalanya hendak tercabut begitu saja.

"Lepaskan dia!" Alhasil Kyungsoo juga ikut dalam pertengkaran itu, mencoba melepaskan tarikan dirambut Luhan, tapi sialnya si gadis kaya itu memiliki kekuatan yang cukup besar.

.

.

Sementara itu...

"Lihat! Ada apa disana? Sepertinya terjadi pertengkaran" Kai menunjuk pada objek yang dilihatnya. Betapa terkejutnya dia saat ini. Teman-temannya pun tak kalah kaget melihat adegan menyeramkan didepan mata mereka.

"Luhan?"

Sehun mengerutkan dahinya bingung menyadari gadis disana itu adalah seseorang yang dia kenal. Bagaimana bisa dia ada disini? ahh.. dia kuliah disini juga?

Dasar Sehun bodoh. Sekarang bukan saatnya memikirkan hal itu. Luhan sedang bertengkar melawan seorang gadis tengik disana! dan kau harus menyelamatkannya! Tidak bisakah kau mendengar suara kesakitan Luhan dari seberang sana?

TAP TAP TAP

"Kau mau kemana Sehun? kau tidak usah ikut campur dalam masalah mereka, heii kembali kesini" Suho berusaha memperingatkan Sehun.

Seolah tak mendengarnya, Sehun bergerak semakin mendekat pada objek utama. Ia memang memiliki inisiatif yang kuat. Meski bagaimanapun dia tidak sanggup melihat perempuan bertengkar seperti itu. Apalagi melihat gadis bertubuh kecil seperti Luhan.

"AKH! LEPASKAN RAMBUTKU!" Luhan meronta-ronta kesakitan.

"RASAKAN INI! KAU MEMANG GADIS SIALAN!KAU KIRA KAU SIAPA BERANINYA MENAMPARKU?"

"HEI LEPASKAN TEMANKU!" kyungsoo terus-menerus berteriak sambil berusaha melindungi tubuh Luhan.

Beberapa saat kemudian si gadis kaya tengik itu hendak bersiap-siap untuk menghempaskan tubuh Luhan ke tanah, Namun sebelum hal yang tak diinginkan itu terjadi, Sehun telah terlebih dahulu menangkap tubuh mungil itu. Untung saja dia tiba tepat waktu.

Luhan terlihat memejamkan matanya menahan perih pada kulit kepalanya bersamaan dengan tubuhnya yang terhuyung. Dan saat ia kembali membuka mata itu, betapa terkejutnya dia melihat sosok Sehun sudah mendekap tubuhnya.

"S-Sehun..?" Luhan pikir ini adalah sebuah mimpi.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sehun dengan wajah cemas.

"Y-Ya.." Jawab Luhan terbata-bata seraya mengedipkan matanya berulang-kali.

Untuk kedua kalinya dia diselamatkan oleh pemuda tampan itu.

Bukankah ini seperti takdir?

"Kai, aku meminta kalian untuk mengurus perempuan tengik ini" Ucap Sehun memerintahkan Kai dan teman-temannya untuk mengambil alih. Lalu ia kemudian memandang gadis tengik itu dengan tatapan mematikan. Sialan, Dia memang harus diberi pelajaran karena memperlakukan orang dengan kasar.

"Serahkan pada kami Sehun" Jawab Kai dengan tampang coolnya, sementara ketiga teman lainnya tampak bersiap-siap untuk mengambil langkah.

"Ayo pergi dari sini" Sehun pun menarik pergelangan tangan Luhan dan berjalan meninggalkan mereka semua, termasuk kyungsoo yang masih kaget terheran-heran dengan apa yang dilihatnya.

.

.

TAP TAP TAP

"Sehun"

"Hei, Lepaskan tanganku. Kenapa kau seperti ini, sakit sehun!"

Luhan terus-menerus dipaksa berjalan mengikuti jejak Sehun yang bahkan saat ini sedang menarik tangannya dengan sangat kuat.

Sehun akhirnya menghentikan langkahnya. Tangannya yang semula menarik tangan Luhan sudah terlepas begitu saja.

Huff, Luhan memegangi tangannya yang sudah memerah dengan wajah cemberut.

"Kau kira apa yang kau lakukan tadi? Nama baikmu sebagai Puteri Mahkota bisa tercoreng jika ada orang lain yang melihat kalian!"

Luhan mengerucutkan bibirnya kesal dengan sikap Sehun saat ini. Jujur saja dia kecewa.

Ia pikir tadi Sehun mencemaskan keadaannya. Tapi pemuda itu justru mencemaskan statusnya sebagai Puteri Mahkota.

"Berperilakulah yang baik, jangan membuat ulah"

DEG

Apa tadi katanya? Membuat ulah?

Rasanya sakit sekali mendengar Sehun mengatakan hal itu. Luhan sama sekali tidak berniat untuk membuat ulah. Dia hanya berniat baik ingin membantu seorang gadis lemah yang diperlakukan dengan tidak adil. Dan Sehun baru saja mengatainya membuat ulah.

"Dan mengenai hubungan kita.. Tolong rahasiakan ini dari orang lain" Ucap Sehun tanpa memandang kearah Luhan. Rasanya takut melihat reaksi gadis itu.

Benar saja, Luhan merasakan hatinya tercabik berkali-kali lipat. Dugaannya tak salah lagi, sejak awal Sehun memang tidak pernah suka dengan perjodohan mereka.

Kau Berbohong Sehun.

"Kenapa?..." Suara Luhan terdengar sangat pelan.

"Aku hanya tidak ingin semua orang menjadi heboh karena berita ini"

Luhan menganggukkan kepalanya lesu. Baiklah. Jika itu memang permintaan Sehun, dia akan melakukannya meskipun hatinya sakit, merasa ditolak dan diabaikan.

"Aku harus pergi sekarang" Pamit Sehun segera dengan wajah dingin dan datar. Meninggalkan Luhan dalam keterdiamannya.

Jadi, Hanya aku yang memiliki perasaan ini.

Luhan menatap kepergian Sehun dengan wajah kecewa. Pria itu benar-benar pergi meninggalkannya. Rasanya Luhan ingin menangis saat itu juga.


.

.

Disinilah sekarang Kyungsoo, di sebuah taman kampus bersama dengan seorang gadis yang baru saja dijumpainya.

"Perkenalkan namaku Kyungsoo" Kyungsoo mengulurkan tangannya dengan ramah pada gadis lemah yang tadi ditolongnya bersama Luhan.

"Namaku Baekhyun. Terima kasih banyak sudah membantuku" Baekhyun menyambut tangan Kyungsoo dengan senang hati. Mereka sama-sama saling melempar senyuman.

"Y-Ya, sebenarnya Luhan yang tadi duluan membantumu hehe" Kyungsoo sedikit terkekeh.

"Jadi nama gadis tadi adalah Luhan? Bukankah-astaga.. dia Puteri Mahkota kan?" Baekhyun tiba-tiba tersadar sembari menutup kedua mulutnya kaget.

"Benar.. dia adalah Puteri Mahkota" Jawab Kyungsoo membenarkan.

"Astaga, aku sudah membuatnya hampir terluka karna diriku" Baekhyun menundukkan wajahnya penuh rasa bersalah. Seharusnya sejak awal dia tahu kalau Luhan adalah puteri mahkota. Tapi dia memang kurang mengenal wajah Luhan, karna hanya nama saja yang dia ingat.

"Tidak apa-apa, Luhan memang tipe orang yang selalu rela berkorban. Aku sungguh mengenal gadis itu"

"Ahh benarkah.. aku beruntung bisa bertemu dan mengenal orang baik seperti kalian. Bisakah kita berteman?" Baekhyun menunjukkan wajah penuh harap.

"Aigoo~ Tentu saja kita adalah teman sekarang!" Seru Kyungsoo dengan semangat. Well, dia sangat senang mendapat teman baru hari ini.


.

.

From : Kai

"Hun! Kami sudah selesai mengurus gadis tengik itu dan memastikan bahwa dia telah menyesali perbuatannya.. huh aku sungguh tidak tega lagi memberinya pelajaran, jadi kami putuskan untuk melepaskannya. Kau dimana sekarang?"

Setelah selesai membaca pesan dari Kai, kini Sehun mengarahkan jarinya untuk mengetikan sesuatu dilayar handphone.

To : Kai

"Ya sudah kalau begitu. Aku sedang menemui seseorang, dan kau tidak perlu tahu dimana aku. Jadi, Bersenang-senanglah tanpa aku."

Sehun menekan tombol send dengan cepat lalu kembali fokus pada kegiatan menyetirnya.


.

.

Luhan berjalan lesu menuju kelasnya. Ia bahkan tidak peduli lagi dengan tatapan semua orang yang tertuju kepadanya, mengingat bahwa sekarang dia telah menyandang status sebagai puteri mahkota.

Tatapan Luhan kini hanya tertuju pada lantai koridor yang dilewatinya, seolah itu menjadi objek yang lebih enak untuk dilihat.

TAP TAP TAP

DUKK

"Eh! Maaf" Tubuh Luhan terhuyung ke belakang dan hampir terjatuh jika saja seorang pemuda yang baru ditabraknya tidak menahan tubuhnya dengan cepat.

Masih dengan sorot mata yang lesu, Luhan membungkukan tubuhnya untuk meminta maaf pada pemuda tinggi itu.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya pemuda itu melirik Luhan cemas, dan gadis itu hanya menganggukan kepalanya dengan lesu.

Namun sedetik kemudian pemuda itu tampak tersenyum hangat, seolah menyadari sesuatu...

"Bagaimana mungkin Sehun tidak menyukai gadis yang sangat menarik seperti ini. Cantik dan menawan. Benar-benar terlihat istimewa. Tck! Dasar Sehun bodoh.. harus kuapakan dia malam ini" Batin pemuda itu merasa geram mengingat ucapan adiknya kemarin malam.

"Kau Puteri Mahkota, kan? Perkenalkan namaku Oh Yifan. Panggil saja Kris" Pemuda yang ternyata Kris itu pun mengulurkan tangannya dihadapan Luhan. Dan dia sengaja tidak memperkenalkan dirinya sebagai putera mahkota pertama kerajaan Joseon, kakak Sehun, yang juga bahkan akan menjadi kakak iparnya. Sebenarnya umur mereka hanya terpaut 2 tahun. Sekedar informasi, Kris saat ini sudah menjalani semester terakhir diperkuliahannya.

Kembali lagi pada Luhan, gadis itu tampak terdiam sejenak, lalu memandang pemuda bernama Kris itu dengan sangat teliti.

"Ya, salam kenal K-Keri...?" Luhan tampak kebingungan melafalkan nama pemuda itu. Ckck, Lihatlah betapa lucunya dia sekarang.

"Kris. K-R-I-S.. hahaha" Kris memperjelas ucapannya. Ia sungguh tidak dapat menahan tawanya melihat tingkah lucu gadis itu. Sangat menarik! Pikirnya.

"Aah iya, Kris" Sudut bibir Luhan mulai tertarik keatas, menampilkan senyum indahnya.

Kris terpaku hingga beberapa detik setelah melihat senyuman itu berlangsung didepannya. Sungguh indah.

Dan mata rusa itu memancarkan sinar yang berkilau. Benar-benar Luar biasa.

Kris tidak bisa mengendalikan semua perasaannya yang tiba-tiba entah kenapa...

Sepertinya dia...

"Tidak tidak, apa yang kupikirkan! Dia adalah tunangan Sehun" Kris mencoba untuk menepis perasaan anehnya lalu mencoba kembali bersikap se-normal mungkin dihadapan Luhan.

TBC!

Special Thanks to :

Yuyun Meliana, hunhanfan, Adelia548, Hunhanpoo, Guest, Arifahohse, Hannie222, cici fu, SyiSehun, Seravin509, Cherry, OhLu, 071620041990, Apink464, rly, ruixi1, Seravin509, Loudeer, HHShip, RK 5, Nae Sarang, AmeliaOh 21, KimaHunhan, misslah, hunexohan , dan Rinarina.

At Last, don't forget to review!~Semakin banyak review semakin cepat pula aku ngepost chapter berikutnya!~

HHS.