Title : That Girl is Gumiho (Remake)
Cast : Kyuhyun, Kibum dan teman-teman ^^
FF ini milik: v3aprilia Feat. LiaaML
Special appearance: Kim Young Ok (Protect The Boss, God Of Study)
Genre: comedy abnormal, romance (dikit)
Length: 4-series
Rate: PG
Type : GS (for some charas)
Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR.
V.D Entertainment
.
.
Proudly Present
.
.
:::That Girl is Gumiho:::
Part 4 - END
Special Desember Ceria KiHyun
.
.
.
Meskipun masih sempet dendam kesumat gara-gara digebukin Key-Tao-Kris, Trio Kwek-Kwek tetep rela ngebantuin nyiapin pernikahannya Leeteuk-Heechul, begitu pun dengan murid-murid yang lain. Yah, antara rela ngga rela sih. Alasannya karena takut digebukin lagi, dan takut kalo Leeteuk ngga keburu nikah, ahjussi satu itu akan melampiaskan kehomoannya ke cowok-cowok yang masih suci dan tidak berdosa itu, dan cowok-cowok itu terancam trauma seumur hidup bahkan mengikuti jejak Leeteuk sebagai penyuka sesama jenis yang menculik laki-laki untuk kemudian dinikahi paksa di Belanda. Parah kan? Nah, daripada jadi homo, mending bantuin supaya Leeteuk-Heechul nikah. Soal dendam karena digebukin, itu diselesaiin nanti aja. Dan untungnya, berkat kerjasama keluarga Seungshin yang berlandaskan asas keterpaksaan (?) ini, persiapan pernikahan sudah rampung 70%.
"Eh, ngomong-ngomong, Kyuhyun kok ngga pernah keliatan ya?" tanya Luhan iseng ke Key.
"Iya ya, biasanya kan kalo udah Kyuhyun lewat, langsung deh cowok-cowok pada genit siul-siulan," kata Key.
"Tuuuh, sekarang aja cowok-cowok lagi pada menggalau," kata Taemin, lalu nunjuk Trio Kwek-Kwek Sr yang lagi dangdutan di pojokan. "Dimana… dimana… dimana… Kyuhyunnya ada dimana…"
"Tao! Tao!" panggil Yixing panik, dia lari tergopoh-gopoh nyari Tao.
"Yixing sayaaaang… Kok malah nyari Tao, bukan nyari oppa?" sapa Suho genit. Yixing noleh ke Suho bentar, tapi setelah itu dia fokus lagi nyamperin Tao. Cowok-cowok ngakak sampe mulut mereka mangap ngalahin Mali, ngeliat Suho dikacangin.
"Buahahahaha…. Yixing otaknya lagi bener tuh, makanya dia ngga ngeh sama lu!" ledek Lee Joon. Suho ngelampiasin kekesalannya dengan ngepit Lee Joon di ketek sampe mulut Lee Joon berbusa. Ketek Suho begitu mematikan…
Back to Yixing.
"Napa lu? Ngos-ngosan gitu kayak abis maling sandal," kata Tao, sedikit menyinggung profesinya dulu.
"Aku… hah… hah… Tadi…" Yixing sibuk mengatur napas. "Aku tadi… aku mau ngomong apa ya?"
Gubrak!
"Lu mau ngomong apaan?!" tanya Tao gedeg.
"Aduuh, beneran deh tadi itu aku mau ngomong sesuatu… tapi apa ya?" tanya Yixing.
"Kamu tuh ya! Lagi genting gini bisa-bisanya pikunmu kumat!" saut Baekhyun yang menyusul Yixing. "Tao, Kyuhyun ngga ada!"
"Ngga ada?" tanya Tao. "Ya emang dia ngga ada dari tadi, makanya kita pengennya nyariin."
"Oon! Maksudnya, Kyuhyun ngga ada!" kata Key. "Kyuhyun kabur! Eh, beneran kabur?"
"Iya, kabur!" kata Baekhyun.
"APWAAAAH? KABUUUUUR?!" nyaris semua cowok di Seungshin serempak neriakin kata-kata itu, anehnya, cowok-cowok yang lagi berdiri lumayan jauh dari tempat Tao cs bisa-bisanya denger omongannya Baekhyun, dan mereka lari ekspress nyamperin Tao cs cuman buat teriak, "APWAAAAH? KABUUUUUR?!".
"Kok kalian semua bisa denger?" tanya Luhan heran.
"Gimana ceritanya kok Kyuhyun bisa kabur?" tanya Jongdae panik.
"Awalnya dia SMS aku, dia bilang 'maaf kalo selama ini aku udah bikin salah. Aku janji setelah ini aku ngga akan bikin kalian repot lagi. Gomawo, udah mau jadi sahabat aku'. Aku kan takut, kok tiba-tiba dia ngomong gitu, trus pas aku liat ke kamarnya, udah bersih aja. Lemarinya juga udah kosong," cerita Baekhyun.
"Trus temen-temennya udah kamu tanyain?" tanya Taemin.
"Ya mana mereka tau. Lagian Kyuhyun kan ngga punya temen seangkatan, temenannya sama kita doang," jawab Baekhyun lalu nunjuk dirinya dan Tao cs.
"Omomomomo… uri Kyuhyun kenapa bisa kabur…" ratap cowok-cowok itu, kemudian saling berpelukan.
"Hilang sudah kesempatan gue punya pacar…" Jongdae nangis sambil ngupil.
"Gue yang nyaranin dia buat keluar," sahut Kibum pelan. Semua kepala kini menoleh kearahnya.
"Hah? Maksud lu?" tanya Key.
"Gue yang bilang ke dia," kata Kibum, ekspresinya santai kayak ngga pernah bikin sesuatu yang heboh.
"Kamu yang nyuruh dia buat keluar dari Seungshin?" tanya Luhan.
"Ngga nyuruh, tapi inisiatifnya dia sendiri kok," jawab Kibum yang sukses bikin anak-anak mangap berjamaah, dan lalat-lalat pun mulai beterbangan di sekitar mulut mereka.
"Hyung ngapain ngomong kayak gitu ke Kyuhyun, hah?! Hyung udah gila?!" bentak Chanyeol.
"Bisa ya lu ngebentak gue?! Kan gara-gara dia, lu ngatain gue banci didepan dia!" Kibum balas ngebentak.
"Ngga terima ya? Emang kenyataannya kan lu dulu banci!" seru Chanyeol.
Kibum emosi dan langsung menyeruak pengen mukul Chanyeol, tapi Tao udah lebih dulu berhenti di antara mereka dan nahan Kibum-Chanyeol.
"STOP! Yang nyuruh kalian berantem siapa?!" teriak Tao.
"Emang ngga ada yang nyuruh, kan…" kata Yixing.
"DIEM!" bentak Tao ke Yixing.
"Heh, jangan ngebentak Yixing dong! Salah apa dia?" kata Suho emosi. BUAAGH! Tao nabok Suho dan Suho pun sukses pingsan.
"Suho!" seru Yixing. "Tao!"
"Tuh kan, gara-gara Kyuhyun juga kalian saling teriak kayak gini! Ngga salah kan kalo gue suruh dia keluar?" tanya Kibum.
"Wah, bener-bener ngajak berantem nih Kibum hyung…" Chanyeol dan cowok-cowok lain mulai geram dengan Kibum.
"STOP! STOP!" kali ini Onew turun gunung (?) dan melerai anak-anak ini sebelum mereka keburu lepas kendali. "Ini ada apaan sih, pake bertengkar segala?"
"Oppa! Akhirnya oppa turun gunung juga!" saut Key penuh haru.
"Lu kata gue ngapain, pake naik turun gunung…" kata Onew gedeg.
"Tuuuh, cowok-cowok pada ngga rela Kyuhyun keluar dari sekolah. Soalnya ngga ada objek buat digombalin lagi," kata CL.
"Ya iyalah ngga rela. Masa setelah Kyuhyun ngga ada, gue mesti ngegombalin lu? Najis!" kata Donghae. CL ngamuk dan mau ngejambak Donghae, tapi Shin Young udah lebih dulu sigap, dia nindih punggung CL sampe cewek itu bengek kehabisan napas.
"Ngeeeegh… berat, punggung gue mau patah!" kata CL, mukanya udah merah biru pucet.
"Lebay banget sih lu pada! Biarin aja Kyuhyun pergi napa! Kayak ngga ada cewek lain aja," kata Shin Young. "Gue gitu contohnya…" lanjutnya lagi lalu ngibas rambut.
"Kyuhyun ngga salah apa-apa! Gue ngga setuju kalo dia keluar dari sini!" kata Tao. Dia dan semua orang di ruangan itu kompak ngacangin Shin Young.
"Heh, kok gue dikacangin sih? Sebel, sebel, sebel!" seru Shin Young sambil goyang-goyang naik-turun. CL yang masih didudukin Shin Young tambah bengek.
"Shin Youuuuung! Turun!"
"Kalopun Kyuhyun keluar, ngga mesti kayak gini caranya!" kata Luhan.
"Oh, Luhan, terima kasih sudah memperjuangkan Kyuhyun untuk kami…" Jongdae berlutut dan mencium tangan Luhan.
DUAAGH! Sehun tiba-tiba nongol entah darimana dan langsung nendang Jongdae, sampe Jongdae mental keluar jendela dan nyrusuk ke semak-semak. Kris yang udah bikin pose ala Tsubasa mau nendang bola, melongo ngeliat Jongdae udah mental duluan.
"Mestinya aku yang nendang, hun…"
"Oppa…" Luhan menatap Sehun aneh, ngga percaya cowok satu ini bisa sarap juga. "Itu… tadi…"
"Emang kenapa?" tanya Sehun nyantai.
"Itu tadi yang ditendang…"
"Oh, itu… Tadi kirain bola, makanya kutendang," kata Sehun, ngga ngerasa salah.
"Gue ngga terima si Kibum ngusir Kyuhyun dari Seungshin!" teriak Lee Joon. Cowok-cowok lain langsung teriak-teriak, "Bener tuh! Bener!"
"STOOOP!" teriak Onew lagi, napasnya ngos-ngosan. "Gila, tabah bener Siwon hyung jadi Ketua OSIS…" gumamnya. "Mestinya tuh yaaa… Kita duduk dan bicarain baik-baik… BUKANNYA KAYAK GINI!"
"Ngomong doang mah gampang, nyu. Lu kan udah punya cewek, jadi ngga ngerasain gimana rasanya kehilangan gebetan!" celetuk Eunhyuk. Cowok-cowok lain langsung choir, "HO'OOOOOOH…."
Key pengen maju ngebejek Eunhyuk, tapi keburu ditahan sama Onew.
"Udah, jangan dihajar, Key!" tahan Onew. "Tenangkan diri… tenang… tarik napas…" katanya sambil ngelus-ngelus menenangkan Key.
"Jangan ngelus-ngelus dada!" PLAAAK! Onew ditabok Key sampe kepalanya Onew keliyengan.
"Jangan salahin Onew yang udah punya pacar dong! Gue yang udah punya cowok aja, cowok gue masih kegatelan!" seru Kyungsoo sambil ngelirik Jongin dengan tatapan membunuh. Jongin pipis di celana. Taemin ikut ngelirik Minho, yang dilirik pura-pura ngais-ngais sela-sela lantai, ngga tau apa tujuannya.
"Yang salah itu Kyuhyun, gara-gara dia kan kita jadi ribut terus! Udah, biarin aja dia pergi, toh dia juga ngga dipaksa! Lagian Kibum juga bilang kalo dia ngga ada nyuruh, itu inisiatif Kyuhyun sendiri!" kata Hyuna nge-rap panjang lebar.
Cowok-cowok ribut dan ngga setuju dengan kata-kata Hyuna.
"DIEM SEMUA!" teriak Onew, tapi sedetik kemudian dia mengaduh kesakitan sambil megangin pipinya yang tadi ditampar Key. "Ngga ada Kyuhyun, ribut! Ada Kyuhyun, ribut! Jangan salahin Kyuhyun deh, yang salah itu kalian!"
"Kok kita?!" kata Junho ngga terima.
"Pikir dooong… Tingkah kalian yang norak itu bikin Kyuhyun ngga nyaman, tau!" kata Tao, sebelum Onew sempet ngomong. "Kalian!" Tao nunjuk ke cewek-cewek. "Emang Kyuhyun salah apa sama kalian? Kyuhyun pernah marah-marah, nyubit, mukul, fitnah? Pernah ngga? Kok kalian segitu bencinya sama dia? Jangan salahin Kyuhyun dong kalo dia disukain banyak cowok, dia kan cantik!"
"LONG LIVE QUEEN TAO!" teriak Eunhyuk, diikuti cowok-cowok lain. sekilas mereka kayak lagi syuting adegan Pevensie siblings diangkat jadi raja-ratu di Narnia.
"DIEEM!" Tao ngelampar sepatu dan Eunhyuk pingsan dengan hidung berleleran darah. Suasana kembali senyap.
"Kalian juga sama aja!" kata Key, nunjuk ke cowok-cowok. "Kalian tuh norak! Kayak ngga pernah ketemu cewek cantik aja, kemana-mana ngikutin Kyuhyun, tiap semenit sekali ngegombalin Kyuhyun, emangnya Kyuhyun suka digituin? Gue tau perasaannya gimana, karena gue juga ngerasain betapa bebannya jadi cewek cantik…"
"Ngga usah nyombong deh!" Tao siap-siap nglempar sepatunya yang satu lagi.
"Ups, sori sori, kelepasan," Key nyengir kambing. "Kembali ke topik! Intinya Kyuhyun disini ngga salah, justru dia korbannya, korban dari kegilaan kalian semua!"
"Korban apaan? Justru dia yang bikin kita semua jadi kayak gini!" kata Kyungsoo.
"'Kayak gini' gimana? Ngga usah ada Kyuhyun juga anak-anak Seungshin emang hobinya berantem mulu tiap hari!" kata Key. Junhyung angguk-angguk semangat.
"Iya ya, Ketua OSIS-nya aja mantan preman…" celetuk Jongin. Onew ngelirik ganas, Jongin gali lubang kuburnya sendiri.
"Trus tambah parah setelah ada Kyuhyun, sama aja kan?" sanggah Kyungsoo. "Sama aja, dia penyebabnya!"
"Jadi Seungshin itu tertutup buat cewek cantik?" tanya Luhan. "Jadi harus ada larangan di depan pintu gerbang, "Maaf, tidak menerima gadis cantik, hanya menerima yang wajahnya jelek", karena kita takut cewek-cewek cantik itu bikin cowok-cowok disini jadi saling berantem buat ngedapetin dia?" tanyanya lagi.
"Luhan bener," kata Kris. "Kita yang bikin ribut, tapi kenapa malah Kyuhyun yang diusir? Trus kalo beberapa hari atau beberapa minggu setelah ini, ada lagi murid baru yang cantiknya sama kayak Kyuhyun, apa mau kita perlakukan sama kayak Kyuhyun? Mau dijadiin bahan rebutan juga? Trus ujung-ujungnya mau diusir juga, lalu kalian ribut kayak gini?"
"Biarin aja lah Kyuhyun belajar dengan tenang disini, apa susahnya sih? Ngga usah takut kalo Kyuhyun jadi idola cowok-cowok di Seungshin, lagian Kyuhyun-nya juga belum tentu bakalan nerima semua," kata Baekhyun.
"Emang segampang itu?" tanya Shin Young, masih anteng aja ngedudukin CL, dan mukanya CL udah biru nahan beban gajah afrika di atas punggungnya. "Baru beberapa hari disini aja cowok-cowok udah pada gila semua, apalagi kalo sampe sebulan atau setaun? Bisa empet gue!"
"Bilang aja lu iri pengen digombalin! Bilang ke Jokwon noh, suruh dia manggil arwah William Skahespeare atau Kahlil Gibran buat ngerasukin badannya, trus ngegombalin lu!" saut Donghae.
"Najis gue digombalin sama dia!" kata Shin Young. "Ntar Chae Rin jealous lagi!"
"Ngomong apaan lu?!" CL yang awalnya meregang nyawa didudukin Shin Young, muntab. Dia dan Shin Young pun jambak-jambakan dan saling gigit tanpa ada seorangpun yang sudi melerai dua perempuan ini.
"Trus kalo Kyuhyun nyatanya terlalu depresi, trus stress, trus bunuh diri, kalian masih tetep benci sama dia?" tanya Key.
"Key, jangan ngomong horor gitu napa!" kata Onew.
"Emangnya oppa bisa jamin kalo itu ngga bakalan kejadian?" tanya Key lagi. "Siapa yang tau kalo Kyuhyun udah mulai stress sejak hari pertama dia sekolah disini? Temen ngga punya, ngga ada yang mau sekamar sama dia, semua cewek sebel sama dia… cuman gara-gara dia jadi idola cowok-cowok Seungshin! Siapa yang tahan dalam kondisi kayak gitu?"
"Ngga ada yang mau sekamar sama Kyuhyun?" celetuk Lee Joon. "Gue mau kok… Gue ikhlas…"
"Tapi kita yang ngga ikhlaaaas!" teriak anak-anak lalu rame-rame ngejitak kepala Lee Joon sampe gundul sebelah.
Akhirnya, setelah hampir sejam debat ngalor ngidul tentang Kyuhyun, tetap aja masing-masing kubu ngotot dengan pendirian masing-masing. Sebagian besar cewek-cewek ngga setuju Kyuhyun balik ke Seungshin, sementara cowok-cowok juga ngotot Kyuhyun harus balik ke Seungshin, bagaimanapun caranya, Kyuhyun mau diculik kek dari kampung, atau Seungshin-nya yang pindah ke kampung, terserah. Nih cowok-cowok udah pada susut kali yak otaknya? Bisa gitu sekolahnya yang dipindah?
Satu per satu anak-anak keluar dari ruangan tanpa ada hasil apapun. Tao menghampiri Kibum yang dari tadi hanya diam tanpa membela apa-apa.
"Kayak gini yang oppa mau?" tanya Tao sinis. "Ngga ada pengaruhnya Kyuhyun keluar dari sini atau ngga, yang ada malah makin parah!"
"Tapi paling ngga, Kyuhyun ngga stress lagi digombalin sana sini kan!" kata Kibum.
"Ngga usah ngeles deh! Dari tadi kenapa oppa ngga ngomong kayak gitu?!" kata Tao. "Kenapa ngga ngomong? Mulai nyesel udah ngusir Kyuhyun?"
Kibum ngga jawab, dia bahkan ngga menatap Tao sama sekali. Ini pertama kalinya Kibum bersikap kayak gitu. Kibum biasanya selalu ceria, kadang rada oon dikit, kadang juga cengengesan, ngga pernah sedih…
"Udah lah Tao, biarin aja Kibum hyung sendiri dulu…" kata Kris sambil memegang tangan Tao.
"Oppa pernah nyadar ngga, ngapain Kyuhyun sampe ikut sekolah disini? Padahal di kampungnya SMA ngga kurang," kata Tao ke Kibum. "Dia suka sama oppa!"
"Curut! Rahasia orang ngapain lu bongkar-bongkar?" seru Key.
"Biarin!"
"Eh, seriusan? Kyuhyun sukanya sama Kibum?" tiba-tiba aja CL nyaut. Anak-anak itu noleh dan ngeliat CL udah duduk santai di seonggok, eh salah, badannya Shin Young. Shin Young sendiri udah tepar, kayaknya kalah berantem lawan CL tadi.
"Chae Rin onnie serasa abis berburu gajah liar ya," bisik Key ke Luhan. "Itu hasil buruannya didudukin."
"Lu ngapain masih disini?" tanya Onew.
"Emang ngga boleh?" CL nanya balik. "Eh, beneran tuh? Kyuhyun sukanya sama Kibum?"
"Buat apa onnie tau, onnie juga seneng kan Kyuhyun keluar dari Seungshin?" tanya Tao.
"Yaaah, awalnya gue juga males sih sama dia, takut Sehun my honey bunny sweety ikut naksir sama Kyuhyun…" kata CL genit. Luhan manyun. "Tapi sekarang gue netral aja lah, yang penting dapet bahan gosip seru. Eh tapi beneran tuh Kyuhyun suka sama Kibum?"
"Jiaaaah, kirain ngebelain…" kata Key.
Kibum ngga mengatakan apa-apa, dia langsung berjalan keluar dari ruangan, sepertinya dia ngga peduli atau kesal dengan reaksi orang-orang.
"Kalo lu ngga mau nyusul Kyuhyun dan minta maaf, kita putus!" kata Tao.
"HAH? PUTUS?! MAKSUD LU APA, LU SAMA DIA MAIN PUTUS-PUTUSAN?!" teriak Kris ngga nyantai, lalu dia mulai hilang keseimbangan dan napasnya mulai ngak ngik nguk bengek. Onew sibuk ngebopong Kris, Luhan sibuk ngipasin, Sehun mau nyopot sepatu.
"Ngapain sepatunya dicopot, oppa?" tanya Luhan.
"Mau nyadarin Kris, kayak di MV SOOM itu."
"Emangnya si Kris pingsan? Ini lagi bengek, Hun!" kata Onew gedeg.
"Lagian si Tao nih, ambigu banget omongannya!" kata Key.
"Maksudnya, putus hubungan persahabatan dan persaudaraan! Kalian sendiri yang koplok, baru denger putus aja udah bengek!" kata Tao.
"Ooh, persahabatan… Kris, bangun Kris. Tao ngga selingkuh kok…" Onew nowel-nowel Kris yang sudah tergeletak tak berdaya dengan lidah menjulur keluar.
Langkah Kibum terhenti saat Tao mengancam 'putus'. Tapi kayaknya itu sama sekali ngga mengubah pendiriannya, karena beberapa saat setelah Tao mengatakan itu, Kibum kembali berjalan sampai dia akhirnya dia benar-benar meninggalkan ruangan itu.
"Kibum kok gitu sih, murung mulu… galau mulu…" kata Luhan.
"Iya, gue heran. Lebih heran lagi sama si Tao nih, tumben omongannya tadi bener," kata Key. Tao malah main pergi aja, nolongin Kris juga ngga.
"Ho'oh, gara-gara lu berdua, adegan di FYIFM jadi ngga lucu!" kata Onew. "Ini lagi satu! Bangun, Naga! Badan lu berat! Enak banget lu nelengin kepala ke bahu gue!" katanya lalu ngedorong Kris sampe cowok tinggi itu jatuh menggelosor ke lantai. Tapi bukannya mengaduh kesakitan, Kris malah sujud syukur.
"Tao ngga selingkuh…" kata Kris terharu dan berurai air mata. Kalo aja Kris pinter masak, mungkin saat itu dia langsung bikin nasi tumpeng dan gelar syukuran.
Beberapa hari setelah ribut-ribut itu, Tao beneran ngga mau ngomong sama sekali dengan Kibum. Sebagian besar fanboy-nya Kyuhyun pun ikutan musuhan sama Kibum, karena mereka menganggap Kibum-lah yang bikin Kyuhyun minggat dari Seungshin. Tapi sampai hari ini belum ada kabar kalo Kyuhyun udah resmi mengundurkan diri, sehingga ketidakhadiran Kyuhyun di kelas dianggap absen atau bolos.
Meskipun terkadang anti-fans dan fans Kyuhyun masih suka saling ejek, tapi untungnya ngga sampe berlanjut ke berantem fisik, dan mereka pun masih sudi menyelesaikan persiapan pernikahan Leeteuk-Heechul.
Hingga akhirnya tibalah hari penting itu. Kibum udah hampir selesai ganti baju, tapi wajahnya sama sekali ngga semangat. Bukan Kibum yang kebagian tugas menjemput pengantin, jadi Kibum bisa santai ganti baju. Tapi sebenernya ngga bisa dibilang santai juga sih, lebih cocok dibilang ogah-ogahan.
"Ngapain masih bengong, hyung?" tegur Sehun. "Ayo, bentar lagi acaranya mulai."
Kibum tersadar dari lamunannya. "Hah? Bengong? Siapa yang bengong?"
"Nenek-nenek lagi shuffling juga tau kalo hyung lagi bengong," kata Sehun, lalu menunjuk dasi Kibum dengan dagunya. Kibum menoleh ke cermin, bener juga. Dari tadi dasinya ngga kelar-kelar dipasang, cuman dipegangin doang. Akhirnya Kibum ngga jadi pake dasi, dua kancing atas kemejanya dibiarkan terbuka dan dia memakai jas coklat gelap.
"Lu ngga pake dasi juga?" tanya Kibum.
"Males," jawab Sehun. Cowok ini juga membuka dua kancing atas kemejanya.
Mereka lalu keluar kamar, berjalan keluar asrama yang tampak sepi. Hanya terlihat beberapa murid kelas satu, sebagian besar pasti sudah berangkat ke gereja tempat dilangsungkannya pernikahan Leeteuk-Heechul. Sehun yang jalan di depan Kibum noleh ke belakang, dan lagi-lagi diliatnya Kibum lagi bengong. Mukanya lempeng banget, Wookie mah lewat.
Tiba-tiba HP Kibum bunyi. Kibum buru-buru pergi mendahului Sehun dan menjawab telepon itu di luar area asrama.
"Yobosaeyo? Halmeoni?" kata Kibum.
"KIBUM!" omel Young Ok, ngga pake salam atau prolog langsung main teriak aja. Kuping Kibum pendarahan. "Lu apain anak perawan orang sampe nangis-nangis gitu, hah?!"
"Anak perawan siapa? Kibum ngga pernah merenggut keperawanan orang, halmeoni…"
"Otak lu itu mikir ngeres mulu! Maksudnya lu apain Kyuhyun sampe pulang ke kampung lagi? Dia bahkan ngga mau lagi sekolah di Seungshin! Lu apain dia?!"
"Kok halmeoni langsung nuduh aku yang bikin dia ngga mau sekolah? Lagian dia kan pulangnya udah dari beberapa hari yang lalu, kenapa halmeoni baru ngomel sekarang?" tanya Kibum.
"Soalnya halmeoni baru tau sekarang! Katanya lu marah sama Kyuhyun, apalagi lu nuduh Kyuhyun yang udah bikin kacau di sekolah! Dasar anak kurang ajar lu, Kibum! Halmeoni ngga pernah ngajarin lu buat jadi tukang tuduh! Lagian kalo pun ngga ada Kyuhyun, temen-temen lu emang dari orok udah kacau!" omel Young Ok panjang lebar. "Sekarang lu pulang ke kampung!"
"Sekarang? Ngga bisa, halmeoni, aku ada acara…" kata Kibum ngeles.
"Ngga mau tau! Lu kesini sekarang juga, selesaiin urusan lu sama Kyuhyun! Halmeoni ngga tega liat dia nangis terus sejak pulang kemaren!"
"Tapi…"
"PULANG SEKARANG!" Tuuut… tuuut… Telepon pun diputus tanpa ampun.
"Aseeeem… pake disuruh pulang, lagi…" kata Kibum. Tapi tiba-tiba dia merasa kayak lagi ada seseorang di belakangnya. Begitu dia noleh,
"Wuuaaa!"
Sehun, Tao, Luhan, dan Key udah nempelin kuping mereka ke deket kepala Kibum, nguping omongan neneknya Kibum.
"Ngapain kalian semua disini?" tanya Kibum.
"Nguping," jawab Key polos. "Bahkan nenek oppa aja udah ngomelin oppa, oppa masih kekeuh ngga ngerasa salah?"
"Itu bukan urusan kalian!" kata Kibum ketus lalu nutup HP-nya dengan kasar.
"Oppa emang beneran ngajak musuhan sama gue ya…" kata Tao geram. "Ok, kalo lu tetep kekeuh, ngga ada cara lain lagi… Wookie oppa!"
Tring! Wookie muncul tepat di sebelah Sehun, seolah-olah dia dari tadi lagi jongkok dan langsung berdiri setelah dipanggil Tao.
"Alamak!" seru Sehun kaget.
"Bisa ngga hyung nongol ngga pake ngagetin orang?!" omel Sehun.
"Ngga bisa, Sehun. Ini udah ciri khasku dari dulu, datang tak djemput pulang tak diantar," kata Wookie lempeng.
"Yang bener tuh, datang ngagetin orang pulang ngga ngomong-ngomong," kata Key.
"Gue mau diapain nih?" tanya Kibum. "Minggir ah, gue mau ke gereja!"
Tiba-tiba Ryeowook mendekatkan tangannya tepat ke wajah Kibum, dan sekali menjentikkan jari, Kibum langsung lunglai dan jatuh tertidur. Sehun dan Wookie langsung menangkap Kibum dan mendudukkannya pelan-pelan ke tanah.
"Whooaaaa… Wookie oppa hebat!" kata Luhan lalu tepuk tangan.
"Wooy, kalian pada ngapain disana?" tanya Onew yang langsung dateng nyamperin anak-anak ini. "Kenapa masih disini, bukannya ke gereja? Lu bukannya mesti ngejemput Heechul ahjumma?" tanyanya ke Tao.
"Bentar, ini Kibum oppa diurusin dulu," kata Tao.
"Kibum, yang kamu dengar saat ini hanya suaraku, fokus hanya pada suaraku," kata Wookie, memulai hipnotisnya dengan prolog yang mirip Uya Emang Kuya.
TRAKTAKDUNGCES! BAAK! BUUK! DEZIIIING! DUAAR!
"BERISIK! Itu suara apaan sih?!" teriak Onew. Ternyata Tao malah main perkusi dan ngidupin petasan tepat di sebelah Kibum.
"Ngetes… Kali aja hipnotisnya Wookie oppa gagal," kata Tao, siap-siap nyalain kembang api segede naga.
"Iyee, tapi kelar nghipnotis kita pada budek masal, Tao!" kata Luhan.
"Oh, gitu… Sori sori… okelah, sok atuh, silakan dilanjutkeun," kata Tao sambil nyengir kambing.
Untunglah hipnotisnya Wookie berhasil, Kibum masih merem aja meskipun barusan ada serangan militer dari Tao.
"Kibum, coba kamu goyang belut," kata Wookie.
Kibum tiba-tiba berdiri, dengan mata masih merem, Kibum ngangkat tangan ke atas dan goyang belut. Anak-anak ngakak guling-guling.
"Lagi, lagi! Suruh Kibum goyang panda! Waktu kecil dia sering joget gitu di kelas!" kata Tao.
"Kibum, goyang panda," suruh Wookie lagi. Kibum berhenti goyang belut, sekarang tangannya di pinggang dan mulai joget maju mundurin pinggang.
"Hahaha, udeh, udeh, stop… Ngga kuat gue… hahaha…" Onew angkat tangan, satu tangannya lagi megangin perutnya yang sakit.
"Stop Wookie oppa, stop, waktu kita mepet…" kata Luhan, nyuruh berhenti tapi ketawa jalan terus.
"Lagian Wookie hyung nih, pake dites goyang belut segala," kata Sehun.
"Mianhae, aku khilaf…" kata Wookie datar.
"Gwenchana, kan jadi punya video lucu," kata Key, ternyata dia dari tadi ngerekam joget mautnya (?) Kibum.
"Yaudah, langsung aja tanyain kenapa Kibum oppa nyuruh Kyuhyun pergi dari sekolah," kata Tao. Wookie pun mengulangi pertanyaan Tao ke Kibum.
"Aku ngga langsung nyuruh dia buat pergi, tapi aku buat supaya dia berpikir ke situ," kata Kibum tanpa sadar, matanya masih merem.
"Trus emang oppa marah beneran sama Kyuhyun?" tanya Tao, yang diulangi lagi oleh Wookie.
"Iya, awalnya aku marah, aku ngga suka dia ngikutin aku ke Seungshin…"
"Kenapa marah? Mestinya diikutin cewek cantik malah seneng dong?" tanya Wookie. Kali ini dia inisiatif nanya sendiri.
"Aku risih, dan waktu aku pertama ketemu dia di kampung, dan waktu aku liat dia lagi di hari pertama masuk sekolah, aku ngga langsung suka sama dia…"
"Kok gitu?"
"Aku… belum bisa move on dari perasaanku yang dulu."
"Cailaaaah, move on…" ledek Tao. "Move on itu apaan?" tanyanya dodol.
"Oon! Move on itu kalo orang masih belum bisa ngelupain orang yang dulu dia suka, jadinya dia ngga bisa membuka hati buat orang lain," kata Key.
"Emang siapa cewek yang dia suka?" tanya Sehun.
Kibum diem selama beberapa saat, kemudian dia menjawab, "Key."
Tao-Luhan-Sehun mangap. Key shock. Onew serasa jatuh ke black hole saking shock-nya. Wookie joget poco-poco.
"KEY?!" teriak mereka samaan.
"GUE?!" teriak Key.
"MAKSUDNYA APAAAAN?!" Onew ngamuk dan mau ngejambak Kibum. Tapi Sehun dan Wookie udah lebih dulu megangin dia. Sehun megangin kedua langannya, Wookie megangin kaki.
"Tenang, Onew hyung, tenang!" kata Sehun.
"Segala sesuatunya bisa dibicarakan baik-baik, Onew, tenang…" kata Wookie.
"Kok bisa Key? Apa jangan-jangan kejadian dulu waktu Kibum oppa sama Key pura-pura pacaran itu ya?" tanya Luhan.
"Iya," jawab Kibum, setelah Wookie mengulang pertanyaannya. "Meskipun udah ngga sesuka dulu, tapi aku susah membuka hati buat orang lain. Tapi aku juga ngga munafik, belakangan ini aku mulai seneng ngeliat Kyuhyun, dia cantik, manis… Aaah, jadi malu…" kata Kibum sambil megangin pipinya yang merah. Tenang aja, matanya masih merem.
"Udah dihipnotis, masih juga malu…" kata Tao heran.
"Terus dia masih suka ngga sama Key?" tanya Onew, setengah marah setengah merana.
"Aku… sekarang suka sama Kyuhyun," kata Kibum. Onew sujud syukur. Key masih bengong.
"Kenapa bisa suka?"
"Dia cantik," jawab Kibum polos. "Siapa yang ngga suka ngeliat cewek cantik? Beberapa hari yang lalu aku ngga sengaja nguping waktu Trio Kwek-Kwek ngatain aku suka nyamar jadi cewek, main cosplay. Tapi Kyuhyun ngebelain aku. Dadaku jadi berdebar, baru kali itu ada cewek selain Tao yang ngebelain aku yang suka cosplay," katanya lagi. "Tapi ngga tau kenapa, aku malah minder setelah tau kalo Kyuhyun tau aku suka cosplay. Emang sih dia ngebelain aku, tapi aku takut image aku di matanya jadi menurun…"
"Oh, jadi itu alasanmu membuat Kyuhyun pergi dari sekolah?" tanya Wookie.
"Iya, aku malu dia udah tau tentang aku yang dulu, dan itu bikin aku marah. Selain itu, aku juga ngga suka anak-anak di Seungshin berantem ngerebutin dia. Kasian Kyuhyun," kata Kibum.
"Ngga suka? Maksudnya, kamu cemburu?"
"Iya," kata Kibum.
"Aiiiiy , so sweet…" kata Luhan. "Coba kalo Kibum oppa ngegombal ke Kyuhyun, pasti Kyuhyun suka. Mereka kan saling suka…"
"Kyuhyun kan ngga suka digombalin, lagian ngegombal itu ngga guweh bangedh," kata Kibum alay.
"Udah dihipnotis masih bisa aja alay gini," kata Tao heran.
"Mau ditanya apa lagi, nih?" tanya Wookie.
"Suruh dia ke kampung lagi trus tembak Kyuhyun!" suruh Onew berapi-api.
"Hyung, lu ngomong nembak kayak mau nodongin pistol ke anak orang," kata Sehun. "Mata hyung sampe melotot, gitu! Biasa aja dong!"
"Biasalah… namanya juga lagi cemburu, pan ceweknya disenengin lelaki lain…" ledek Tao. Onew ngejulurin tangannya mau ngejitak Tao, tapi Tao udah lebih dulu nunduk, jadi jitakannya meleset dan kena kepala Sehun.
"Adaaaw! Ngapain gue yang dijitak?!" teriak Sehun.
"Salah sendiri, pala lu ngalangin!"
"Tapi menurutku sebaiknya Kibum jangan langsung disuruh kayak gitu," kata Wookie. "Saat ini dia masih ada di bawah hipnotis, jadi kalau dia langsung disuruh, berarti apa yang dilakukannya nanti berdasarkan hipnotisku, bukan karena keinginan dari hatinya sendiri."
"Iya ya, Kyuhyun ntar kasian lagi," kata Key, yang setelah beberapa lama melongo shock akhirnya ngomong juga.
"Trus gimana?" tanya Onew.
Ryeowook menoleh menatap Kibum. "Kibum, dengarkan sugestiku. Aku ngga akan nyuruh kamu untuk melakukan sesuatu, karena aku ngga mau mempengaruhimu sampai sejauh itu. Aku hanya bisa bilang, setelah kamu sadar, kamu harus melakukan apa yang hatimu katakan. Jangan menyangkal kata hatimu, atau kamu akan menyesalinya nanti."
"Gitu doang?" tanya Tao, agak ngga puas. Wookie mengangguk. Dia kemudian menjentikkan jarinya lagi, dan kali ini Kibum pelan-pelan terbangun.
"Wookie…?" tanya Kibum pelan. Dia menatap wajah-wajah yang mengelilinginya, lalu dia menyadari kalau dia sudah duduk bersandar di bawah air mancur. "Kok aku bisa disini?"
"Ada yang sedang kesulitan," kata Wookie, matanya memandang nanar ke sekitar. "Suho, Yoseob, dan Kris membutuhkan bantuanku."
"Hah? Emang mereka dimana?" tanya Luhan, dia dan anak-anak lain memandang ke sekitar seperti yang dilakukan Wookie. "Prasaan mereka kan lagi di ruang…"
Wookie udah ilang.
"Beneran turunan jelangkung kayaknya nih anak," kata Sehun.
"Tao! Ommamu!" seru Luhan.
"Alamakjang!" Tao nepuk jidat. "Gue lupa! Nikahan ortu gue! Luhan, Key, ayo jemput omma gue!"
"Wooy, kenapa ngga ada yang jawab sih, kenapa aku bisa duduk di tanah?" tanya Kibum gedeg.
"Ribet jelasinnya! Ntar aja dah!" seru Tao. Luhan udah pergi duluan sama Sehun. Key ikut lari nyusul Tao, tapi beberapa saat kemudian, dia berbalik menghampiri Onew dan,
Chuuu…
Key nyium pipi Onew. Onew refleks menarik kepalanya menjauhi Key.
"Ngapain…?"
"Dari dulu aku sukanya cuman sama oppa, kok. Aku ngga pernah suka sama orang lain," kata Key sambil tersenyum manis, lalu berlari menyusul Luhan dan Tao.
"Ini sebenernya kenapa sih?" tanya Kibum.
"Kibum mau tau ajaah…" kata Onew centil. Dia kemudian pergi meninggalkan Kibum yang masih bingung dengan wajah berbinar-binar. Dari jauh Kibum bisa mendengar Onew nyanyi "Baby I love you, love you, love you so much…"
Kibum jelas aja ngga tau kalo tadi dia dihipnotis sama Wookie dan rahasianya kebongkar semua di depan Tao, Luhan, Key, Onew, dan Sehun, rahasia tentang perasaannya ke Kyuhyun. Dia berjalan sendirian menuju gerbang depan sekolah, tapi entah kenapa dia merasa semakin enggan pergi ke pernikahan Leeteuk-Heechul.
"Kayaknya gue ngerasa harus pulang ke kampung sekarang…"
Dia ngga ngerti kenapa dia merasa harus kesana, dan tiap kali dia memikirkan keinginan untuk pulang ke kampung, Kyuhyun juga muncul di pikirannya. Mendadak dia merasakan perasaan bersalah, bersalah karena secara ngga langsung dia udah membuat Kyuhyun kabur dari sekolah.
"Ikuti kata hatimu…"
Entah siapa yang membisikkan kata-kata itu dalam kepala Kibum, dan saat memikirkan itu, jantungnya berdegup kencang. Beberapa saat kemudian, Kibum mulai berlari keluar dari sekolahnya.
Kyuhyun duduk di pinggir jembatan kayu yang menghubungkan pinggir danau dengan kuil tua di tengah danau itu. Dia sesenggukan dan matanya bengkak karena kebanyakan nangis. Cewek ini emang lagi sedih banget karena Kibum, orang yang dia suka, malah terang-terangan bilang kalau dia ngga suka Kyuhyun ada di Seungshin. Kyuhyun bahkan belum sempat bilang 'suka' sama Kibum, tapi sama Kibum malah disuruh pulang. Itu membuat Kyuhyun jadi down dan suka bengong sendirian di sekitaran danau. Jelas aja Young Ok, nenek Kibum, jadi nyap-nyapan dan nyuruh Kibum cepet pulang, karena Kyuhyun susah banget dibujuk atau dihibur.
Kyuhyun ngga terlalu ngeh dengan suara langkah kaki yang terdengar buru-buru menghampirinya. Dia pikir, mungkin itu neneknya Kibum atau tetangganya yang ngebujuk dia supaya pulang dan makan.
"Udah aku duga kamu ada disini."
Kyuhyun noleh dan terbelalak, Kibum udah duduk di sampingnya, napasnya ngos-ngosan.
"Oppa…?"
"Ngga di sekolah, ngga di kampung, kerjaannya nyusahin orang mulu! Kamu tau ngga, halmeoni ngomelin aku dan nyuruh aku pulang sekarang juga, gara-gara kamu!" kata Kibum.
Kyuhyun hanya diam menatap Kibum, dia ngga membalas kata-kata Kibum sama sekali.
"Kenapa diem?" tanya Kibum.
PLOOOK! Tangan Kyuhyun melayang nabok Kibum.
"Adaaaw! Kenapa sih?"
Boro-boro ngejawab, Kyuhyun malah terus mukul-mukul Kibum, hampir semua bagian tubuh Kibum ngga luput dari sasaran pukulan Kyuhyun.
"Udah ngusir aku, sekarang kenapa malah nyari lagi kesini? Kenapa? Kenapa?" kata Kyuhyun, sambil terus mukul-mukul Kibum.
"Adaaw! Ouch! Aakh! Stop! Stop! Mianhae! Mianhae!" kata Kibum sambil berusaha nangkis pukulan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tetap memukul Kibum berkali-kali.
"Aku kesel sama oppa! Oppa itu nyebelin! Nyebelin!" seru Kyuhyun. Kibum menggeser pantatnya berusaha menjauhi Kyuhyun, tapi dia ngga nyadar kalo dia justru bergeser semakin ke pinggir ke jembatan, dan…
"Gyaaaaaaaa!" BYUUUR!
"Oh! Oppa!" seru Kyuhyun kaget. Kibum kecebur ke danau, LAGI.
Kibum berbaring telentang menatap pepohonan yang daun-daunnya sedikit menutupi pemandangan langit biru di atasnya, badannya basah kuyup. Kyuhyun duduk di sebelahnya, badannya pun basah kuyup setelah menolong Kibum tadi. Tapi mereka sama-sama diam.
"Kayaknya…" kata Kibum. "Upacara pernikahannya Leeteuk ahjussi udah mulai deh."
"Oppa ngapain nyusul aku kesini?" tanya Kyuhyun, ngga nanggepin kata-kata Kibum.
"Disuruh sama halmeoni," jawab Kibum. "Eh, tapi ngga juga deng… Aku kesini mau minta maaf."
Kyuhyun menoleh, menatap Kibum heran. "Apa?"
"Mianhae," kata Kibum, lalu duduk di dekat Kyuhyun. "Bego banget aku ngatain kamu penyebab pertengkaran anak-anak Seungshin. Oke, mungkin setelah kamu dateng, mereka yang awalnya udah rada ngga waras jadi tambah sarap karena ngeliat kamu, tapi temen-temen bener, itu bukan salah kamu. Kamu ngga seharusnya keluar dari sekolah."
"Tapi mereka bertengkar karena aku, oppa. Mestinya aku memang ngga ada disana," kata Kyuhyun.
"Sama ajalah, ada atau ngga ada kamu juga mereka pada berantem," kata Kibum. "Ada yang ngga setuju kamu keluar, ada yang setuju…"
"Yang ngga setuju aku sekolah disana pasti banyak," kata Kyuhyun pasrah.
"Sotoy," kata Kibum. "Trus kamu maunya gimana? Terus-terusan diem disini, ngga mau balik ke Seungshin?"
Kyuhyun mengangguk pelan. "Aku ngga mau bikin kacau lagi disana…"
"Tao sampe ngancem bakal musuhin aku lho, kalo kamu keluar dari Seungshin," kata Kibum. "Padahal aku sama dia udah deket dari kecil, solmet banget, kemana-mana bareng, tapi dia malah ngebelain kamu, yang baru beberapa hari dia kenal."
Kyuhyun tertegun. Rasanya omongan Kibum tadi sulit dipercaya. Kyuhyun mengira ngga akan ada yang peduli dengannya, ngebiarin aja dia keluar dari sekolah.
"Tao… ngebelain aku?"
"Tao, Luhan, Key… yah, temen-temenmu lah," kata Kibum. "Ya lagian konyol juga kan, mentang-mentang cantik, kamu ngga boleh sekolah di Seungshin."
"Eh?" kata Kyuhyun, terkejut denger kata-kata Kibum. "Cantik?"
"Ah, ngga… itu, maksudnya…" Kibum panik keceplosan ngomong. "Maksudnya… itu kata-katanya Luhan! Dia sempet bilang gitu waktu kamu hari pertama kamu kabur!"
Kyuhyun mengangguk canggung, mukanya merah denger Kibum bilang dia cantik. Kibum juga jadi canggung, dia ngga berani menatap Kyuhyun. Mereka pun akhirnya diem-dieman lagi.
"Jadi… aku harus balik lagi ke Seungshin supaya oppa ngga musuhan sama Tao?" tanya Kyuhyun, agak kecewa. Kecewa karena dia harus pulang supaya Kibum ngga musuhan lagi dengan Tao, bukan karena keinginan Kibum sendiri.
"Ya… gitu deh…" kata Kibum. Tapi saat ngeliat wajah Kyuhyun yang kecewa, dia mendadak gugup lagi. "Ya… alasan utamanya bukan itu, sih…"
"Trus apa?" tanya Kyuhyun.
Kibum ngga langsung jawab, lebih tepatnya, dia ragu untuk ngomong alasan utamanya, dan dia hanya bisa diam. Beberapa saat kemudian, Kibum baru sadar kalau dia dan Kyuhyun duduk sangat dekat, sama sekali ngga ada jarak diantara mereka, Kibum bisa merasakan kulit Kyuhyun tanpa sengaja bersentuhan dengan kulitnya.
"Aku… kayaknya ngga bisa ngejalanin hubungan jarak jauh…" kata Kibum, lalu menatap Kyuhyun tepat di kedua mata cewek itu. Wajah Kyuhyun ngga memerah, sepertinya dia masih rada ngga konek dengan kata-kata Kibum itu.
"Maksudnya?"
Kibum mendengus menahan tawa, geli melihat tampang polosnya Kyuhyun. "Masa gitu aja kamu ngga ngerti? Aah, gagal deh ngegombal…"
"Ya, tapi aku beneran ngga ngerti, oppa," kata Kyuhyun polos. "Abisnya, biasanya temen-temen oppa ngegombalnya pake nanyain kerjaan appa-ku dulu. 'Kyuhyun, appa kamu jualan bunga ya?', 'Kyuhyun, appa kamu astronot ya?', gitu…"
Kibum ngga bisa nahan tawanya lagi, dan Kyuhyun hanya menatapnya dengan tatapan polos sementara Kibum ketawa ngakak sambil megangin perut.
"Apanya yang lucu?" tanya Kyuhyun.
"Ngegombal mah ngga selalu nanyain pekerjaan Appa, kali!" kata Kibum, masih sambil ketawa.
"Abisnya… aku ngga ngerti, apa hubungannya aku mesti ngga balik ke Seungshin sama oppa ngga bisa hubungan jarak jauh?" tanya Kyuhyun polos.
"Kamu beneran ngga ngerti?" tanya Kibum, menatap Kyuhyun tepat di kedua matanya. Kyuhyun menggeleng. Kibum memeluk pinggang Kyuhyun dan mencium cewek itu.
Kyuhyun awalnya kaget, refleks dia mendorong Kibum. Tapi badannya yang mungil jelas kalah kuat dibanding Kibum, akhirnya dia biarkan saja Kibum menciumnya.
PLAAAAK!
"Adaaaaw!" Kyuhyun dan Kibum melepas ciuman mereka setelah kepala mereka dilempar sesuatu. Belum sempet mereka megangin kepala yang benjol dilemparin, udah ada seseorang yang narik Kibum dan ngejewer telinganya.
"Aaww, aaw, aaw! Halmeoni, halmeoni! Sakiiit!" teriak Kibum kesakitan kupingnya dijewer neneknya. Di belakang neneknya, beberapa warga desa ikutan riuh.
"Halmeoni nyuruh pulang buat nyelesaiin masalah, bukannya begituan di pinggir danau!" bentak Young Ok. "Inget umur, Kibum, inget umur! Lu numbuh kumis aja belom, udah mau bikin anak!"
"Siapa yang bikin anak?!"
"Lha ntu tadi lu ngapain? Anak perawan main disosor aja!" bentak salah seorang warga desa yang ikut Young Ok menggerebek (?) Kibum-Kyuhyun. Orang-orang desa pun heboh, karena mereka juga tadi dengan jelas ngeliat Kibum-Kyuhyun ciuman, adegan yang lumayan bikin jantung tua mereka empot-empotan.
"Kyuhyun juga, ngapain diem aja?" omel salah seorang ibu-ibu yang memegang tangan Kyuhyun, seperti mau menjauhkannya dari Kibum. "Masih untung pas baru dicium warga desa udah dateng, coba kalo ngga? Mau diapain lu sama cucunya Young Ok halmeoni?"
"Aku ngga niat ngapa-ngapain, ahjumma! Cuman nyium!" kata Kibum.
"Cuman nyium pala lu peyang! Kalo ada setan lewat pegimane?!" omel Young Ok.
"Udah ngga bener nih pergaulan anak-anak jaman sekarang," kata bapak-bapak di sebelah Young Ok, yang ternyata adalah kepala desa. "Halmeoni, cucumu sudah berbuat hal yang negatif, desa ini jadi kotor secara moral. Ini ngga bisa dibiarin! Mereka harus dinikahin!"
"Jangan, jangan dinikahin, ahjussi!" seru Kibum panik. "Saya belum sanggup bertanggung jawab secara moral dan finansial…"
"Udah tau gitu, ngapain bikin anak di pinggir danau?!" omel Young Ok.
"Udah dibilangin aku ngga bikin anak!"
"Halmeoni…" ratap Kyuhyun, dia mati-matian geleng-geleng.
"Nikahin aja mereka! Nikahin!" seru warga desa.
"Kalian jelas-jelas udah bikin salah!" kata Young Ok. "Halmeoni setuju sama kepala desa Park, kalian harus dinikahin! Secepatnya! Kalo perlu, hari ini juga!"
"HAAAAAAAH?!"
***The End***
Author's Note:
Yooo… The End… Thanks buat Kak Vitri dan kak Lia,
Thanks juga buat semua reader yang sudah bersedia membaca dan mereview ff ini.
See ya at another ff ^^
