yoshhhh~ aku updateeeeeeee!

sory yaa nunggu lamaaaa.,.aku lagi bingung mau di lanjutin kayak gmana sihh,.

ok,.kali ini ayo kita balas review,.,

PoeChin; hemm,.,aq emang buat agar gaara punya perasaan ke naru kok,.,untuk kyuu,.,masih rahasia apakah dia kakak aru atau bukan.,yang jelas dia ada hubungan ma naru,.untuk itachi,.,dia pasti muncul tapi kita lihat nanti dia jadi gmana,.

devilojoshi ; bukannya semua inget,.cuman semuanya kenal,.,naru juga sebenarnya gg inget-inget amet kokkk,.,gaara emang ada rasa ma naru,.

kkhukhukhukhudattebayo ; untuk masa lalu masih di rahasiakan,.sasu n frend blom pernah ketemu naru kok,.cuma gaara aj,.Gaara syuka curi-curi kesempatan..,hhahahaha XD

Gunchan CacuNalu Polepel ; kaya blom tentu bahagiakan,.,.,.ia neh,.sasunaru masih dikit,.,nunggu antrian bab,.,hehehe

; ia,.,nie juga udah update kokk,.,thank;s dah mau baca n review,.

Dee chan - tik ; ini udah lanjut nieehhh,.,.thank's yaaa.,.

; ini lanjutannya udah aku updateee,.,thank's yaaa,.

nasusay ; yupp.,naru punya sakit,.parah gg nya liat chap-chap berikutnya,.,gaara emang ada rasa ma naru kokkk.,.

okk,.,sekian balasan reviewnyaa,.

sekarang saatnya bacaa,.,.

slamat membacaaa~~~

TIES in SUMMER

(Ikatan di Musim Panas).

By Earl Louisia vi Duivel

(Sang Penyihir Waktu dan Dimensi)

.,.

Naruto ©Masashi kishimoto

Pairing in this chaper : KyuuNaruto (mungkin)

Pagi itu di Bandara Konoha tampak seorang pemuda berambut jingga jabrik, beriris ruby tengah berjalan melewati ruangan tunggu menuju arah parker bandara. Tangan kirinya menenteng sebuah koper berukuran sedang sedangkan tangan kanannya tengah sibuk menekan-nekan tombol hp-nya.

tuuuttttt~

Terdengar nada sambung hp berbunyi.

"Ha-"

"Hei codet sialaan! Jemput aku sekarang di bandara. Ku tunggu 5 menit. Telat, kubunuh kau!"

"Ky-Kyuu?" terdengar suara gugup dari arah seberang telpon.

"Ya! Cepat, aku tak suka menunggu."

-cklek-

Saluran telepon di putus dengan sadisnya oleh pemuda jingga itu a.k.a Namikaze-Uzumaki Kurama.

-Lady 'D-

Kadang aku sering bertanya-tanya. Siapa sebenarnya diriku? Dimana keluargaku atau siapa sebenarnya mereka yang selama ini ada disampingku. Mungkin kedengaran aneh, tapi sejujurnya aku juga kurang mengenal dunia yang aku tempati kini. Semua itu di sebabkan karena mimpi-mimpi yang aku alami beberapa tahun lalu yang selalu menghantui tidurku.

Didalam mimpi itu aku kerap sekali berada diatas sebuah patung wajah yang jumlahnya ada lima dan aku berdiri diatas patung yang nomer empat. Dari atas patung itu aku dapat melihat dengan jelas pemandangan yang ada di hadapannku. Sebuah desa kecil yang masih asri tanpa gedung-gedung industry pencakar langgit dan sejenisnya. Hutan-hutan yang hijau dan lebat, aliran sungai yang jernih dan udara segar khas pedesaan. Namun terkadang pemandangan itu juga berubah menjadi pemandangan tandus yang mengerikan. Banyak bergelimpangan mayat-mayat yang tak kukenal dan darah-darah yang berceceran. Hutan yang awalnya hijau berubah menjadi kering kerontang, desa yang awalnya asri menjadi terbakar api, sungai yang awalnya jernih kini berair keruh berwarna kemerahan dengan mayat-mayat bergelimpangan baik dipinggir maupun di tengahnya.

Saat mimpi mengerikan itu terjadi aku berdiri dibarisan depan sebuah pasukan yang diataranya adalah orang-orang yang kukennal, Gaara, Tsunade-baachan, Temari-neechan dan Kankuro-niichan juga ada Suzune-nee, Iruka-jiichan dan Kakashi-jiichan dan entah kenapa mereka tampak penuh luka tapi tetap terlihat kuat untuk bertarung. Didepanku-kami- berdiri ratusan mahluk putih aneh dengan wajah dan penampilan sama. Diantar ratusan mahluk putih aneh itu terdapat dua sosok yang mengenakan jubah hitam dengan corak yang berlainan. Seorang menggunakan jubah hitam bercorak awan merah dan ia mengenakan topeng aneh lalu satunya lagi jubahnya terlihat seperti wajah ular dan di sampingnya terdapat seekor ular putih besar dengan mata kuningnya. Dibelakang dua sosok itu terdapat sebuah benda-entah itu apa- yang menjulang tinggi dan terpancar aura mengerikan dari benda tinggi itu.

Hingga akhirnya aku dan orang-orang yang ada dibelakangku maju menyerang kumpulan mahluk-mahluk putih itu dan semua menjadi gelap.

Mimpi itu terus menghantuikuku setiap aku tertidur. Bukan hanya tentang pemandangan mengerikan itu tapi juga tentang kehidupan sehari-hari orang-orang yang ada di dalam mimpi itu dan aku entah kenapa menjadi bagian dari orang-orang itu. Terkadang aku juga bermimpi berada di sebuah tempat atau bisa di bilang ruangan yang sangat besar dan luas, di depanku berdiri sebuah jeruji besi besar yang tampaknya bukan di gunakan untuk mengurung manusia melainkan mahluk yang mungkin lebih besar dari gajah ataupun dinosaurus. Terkadang aku melihat sekelebat bayangan yang bergerak di dalam jeruji itu, juga bunyi tarikan dan hembusan nafas pelan tapi cukup kencang untuk menggerakkan surai pirangku. Kadang aku juga mendengar geraman yang menggetarkan air yang ada di lantai ini, aku kadang bingung kenapa ruangan ini bisa tergenang air walau hanya sedikit.

Aku yang menjalani hidup dengan lebih dominan tertidur di atas ranjang rumah sakit membuat yang mana alam mimpi dan mana alam nyata terlihat samar bagiku.

Seperti kejadian pertamakali aku melihat sosok yang memiliki rupa sama dengan Uchiha Sasuke dalam mimpiku. Perasaan bahagia entah apa penyebabnya muncul dalam hatiku. Perasaan rindu, senang, sedih, kesal dan bahagia bercampur menjadi satu dalam dadaku membuatku merasakan sesak yang menyenangkan dan debaran jantung yang menyakitkan-mengingat jantungku tidaklah begitu kuat.

Awal rencananya aku datang ke konoha ini hanya untuk berlibur selama musim panas bersama Gaara, dengan usaha yang cukup-sangat- keras membujuk Kyuu agar mengizinkanku pergi akhirnya aku tiba di kota kelahiran nenekku ini tentu dengan syarat-syarat tertentu.

"Kalau sampai kau masuk ke rumah sakit karena mengalami serangan, kau harus kembali ke Suna dan akan tinggal di rumah sampai liburan selesai"

Begitulah kata Kyuu saat memberikan aku izin untuk pergi ke Konoha, dan tampaknya dewi fortuna sedang tak berniat membantuku kali ini. Baru 1 hari meninggalkan Suna aku sudah masuk rumah sakit karena hampir tenggelam. Aku yakin tak lama lagi Kyuu pasti akan menelponku dan memintaku kembali ke Suna, atau jangan-jangan dia sudah menelpon sebelumnya saat aku masih tak sadarkan diri?

Aku sendiri heran bagaimana cara Kyuu bisa mengetahui setiap perkembangan kondisiku padahal dia sedang tak ada di sisiku. Apa dis seorang mata-mata yang memiliki koneksi di hampir seluruh dunia? Mengingat kepribadian Kyuu yang sulit di tebak dan kadang tak ada hawa keberadaannya itu.

Yahh~ mau yang manapun Kyuu tetaplah Kyuu, aku selalu menyayanginya.

――――Lady 'D――――

Seperti dugaanku sebelumnya, Kyuu memang sudah menelpon saat aku tertidur di ruang ICU beberapa minggu yang lalu dan kini dia sedang memandangku selah-olah aku ini tersangka kasus pembantaian seluruh klan-ku. Saat ini adalah minggu ke dua liburan musim panas dan seminggu lagi kelas Khusu KHIS(K-class) akan memulai kembali kegiatan ajar-mengajar mereka.

Kenapa hanya memiliki waktu liburan hanya tiga minggu berbeda dengan sekolah dan kelas lainnya yang pada umumnya libur musim panas dapat di lakukan selama 1 bulan lebih?

Itu karena K-class di KIHS memiliki kurikulum yang bisa dibilang sedikit berbeda dengan sekolah dan kelas lainnya, itu disebabkan karena anak-anak kelas K-class di KIHS adalah anak penerus perusahaan yang pasti juga membantu perusahaan milik keluarga mereka, contohnya seperti Gaara, Sasuke, Neji, Shika dan Kiba -aku berkenalan dengan mereka saat Gaara datang menjengukku-. Mereka mulai sekolah pada pagi hari pukul 08.30 hingga mendekati pukul 12.00 siang setelahnya mereka akan membantu orang tua mereka menjalankan perusahaan hingga sore bahkan kadang sampai malam hari berlainan dengan jam sekolah normal yakni dari jam 08.30 sampai 16.00. Jadi jarang sekali waktu bersantai untuk anak-anak seperti mereka. karena jam pembelajaran yang pendek maka di ambil langkah intisipasi yakni mengurangi liburan mereka barang satu hari sampai satu minggu. Itu di tujukan agar para mahasiswa K-class tidak ketinggalan pelajaran dan dapat menyamakan kurikulum dengan anak-anak kelas normal.

Hal itulah yang membuat Gaara yang selalu menemaniku di rumah sakit tak bisa sering-sering berkunjung karena harus membuat tugas sekolah yang belum dia selesaikan, ditambah lagi larangan dari Kyuu.

Kyuu tidak mengijinkan Gaara dekat-dekat denganku sampai aku keluar dari tempat mengenaskan ini. Haahhh~

Kenapa aku tak di ijinkan pulang padahal kondisiku sudah pulih?

Itu karena Baa-chan di paksa Kyuu untuk menahanku di sini sampai seluruh kondisiku stabil, memangsih aku kadang masih sering merasakan sesak dan ngilu di bagian dadaku tapi aku rasa itu bukalah masalah besar. Tapi, karena Kyuu keras kepala maka tak ada jalan lain selain menurutinya dari pada aku harus dikurung di rumah dengan pengawasan ketat dari si Setan Rubah itu sendiri.

Aku sempat protes karena dia selalu memperlakukanku seperti anak lemah yang tak bisa hidup bila tak di awasi dengan baik. Dan tanggapan darinya membuat aku takbisa mengeluarkan sepatah katapun lagi.

"Aku takut kau akan pergi jauh ketempat yang tak bisa ku gapai lagi. Aku takut kehilanganmu lagi Naru. Cukup sekali saja aku melihatmu pergi jauh dari genggamanku. Aku ingin menjagamu, melindungimu, selalu berada di sisimu seperti yang selalu ku lakukan dulu, serta menebus dosa-dosa yang telah ku perbuat pada mu Naru."

Begitulah katanya sambil memelukku erat dengan tubuh yang sedikit bergetar, dan yang bisa kulakukan hanya memberi pelukan hangat padanya, menjelaskan bahwa aku masih disini dan akan tetap disini menemaninya dan bersamanya sampai kapanpun.

TBC

nee? gmana?

kurang? aku gg tau musti uat apa,.,hehe,.,chap di sini semua hampir Naru P.O.V,.

mengenai latar waktunyaa,.,yahh karena aku gg begitu tahu masalah libur'n musom panas di jepang dan jam pelajaran di sana jadi maafkan bila ada kekurangan yaaa,.,.

okk RnR pleaseee,.,klo bisa isi saran buat chap berikutnya,.