Rutin Tiap Hari

Disclaimer : 07 ghost bukan punya saya kalo punya saya , saya bakal bikin Frau dan Teito teman sejak kecil …

Warning ! OOC , abal , aneh , ancur , dll

Pair : Frau x Teito

Author's note …

Summarynya udah ku ganti ! Yaata ! Menurut kalian semua , si Teito apa si Frau yang menang ? Baca aja …

Chap 4 : siapa yang menang ?

Hujan sudah mulai turun … Deras nih kedengarannya ! Tambah seru!( Teito : kamu mau bikin aku kalah ya ? (summon zaiphon))

Karena hujan dah tambah deres , artinya sama dengan bel taruhan dimulai … Kayaknya udah ada orang yang menggigil di tempat tidurnya nih …

Teito POV

Aku mulai menggigil di dalam selimutku yang enggak bisa dibilang hangat … " Sial … Dingin banget ! " Aku langsung berusaha tidur … Aku ga mau kalah taruhan Cuma gara – gara kedinginan … Dari tadi , aku galau … Doushite ? Sudahlah … Aku tidur saja …

( Teito POV off )

Di sisi lain … Frau yang dari tadi hanya membaca " alkitab " nya sendiri malah ga kelihatan kedinginan … Buset dah ! Apa gara – gara otot dan tubuhnya yang besar itu ya ? Apa karena sedang baca buku "alkitab"nya ? ( Frau : itu benar ! Author : ck ck ck lo bishop tapi doyan begituan … Bingung gw … Orang kaya' lo jadi Zehel … Tapi Zehel semuanya emang kaya Frau sih … Whatever deh ! Back to the story ! )" Wow ! Hujannya dah deres … Tu kuso gaki gimana kabar ya ? Dia bentar lagi paling ke sini lagi … " Mengatakan itu lalu tersenyum sendiri … Dasar orang gila …

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN …

Frau POV …

Setelah membaca bukuku … Aku jadi mengantuk dan buru – buru melompat ke tempat tidur kalo ga mau dibunuh sama si kacamata itu … Gara – gara terlambat datang ke misa …

Aku mulai memeluk bantalku yang lembut dan besar itu dan menggumam pada diriku sendiri … Kapan si kuso gaki datang ya ?

.

.

.

.

Tapi … Baru aku memikirkannya dan mulai menutup mataku … Tiba – tiba …

BRAKK !

Bunyi pintu dibuka … Aku langsung menyeringai penuh kemenangan … Sudah kukatakan … Aku pasti menang … Aku tetap di tempat tidurku dengan posisi telentang … Dan melebarkan tanganku … Tau apa yang akan terjadi …

( Frau POV OFF )

Normal POV

Kini Frau dalam posisi telentang dan memekarkan tangannya … Bisa dibayangkan kan ? ( Buat yang ga bisa , posisi nya kaya' mau meluk gitu lho )Menunggu si pendatang tak diundang itu … Tiba – tiba , ada yang menyusup di bawah selimut … " Di situ kau rupanya … Ayo … Kemarilah … Dingin kan ? " " Urusai … " Kata si bocah dengan kasar tapi terkesan seperti bisikan … Lalu menaruh kepalanya di bantal Frau … Frau hanya bisa bingung … Bocah ini masih sadar ! Teriaknya dalam hati … Lalu tertawa kecil dan mencoba tidur …

Saat pagi merekah …

Teito POV …

Tanpa perlu berteriak takut lagi , aku sudah tau aku ada di mana … Aku di kamar Frau … Karena aku ketakutan gara – gara petir yang bikin aku hampir mati jantungan … Aku terpaksa datang kemari … Cih … Aku datang kemari dengan kesadaran kan sama saja dengan mengibarkan bendera putih kekalahan … Itu sih ga masalah … Demo … Posisi tidur macam apa ini ?

( Teito POV off… )

NORMAL POV …

Teito terbangun dan menyadari bahwa dari tadi , dia dipeluk oleh Frau … Dia kesal , malu , berat , dan yang terakhir … TERINTIMIDASI ! Dipeluk saudara – saudara ! Dah kalah , terpaksa tidur bareng , dipeluk lagi ! Saya sih bahagia sekali melihatnya … Akhirnya , setelah mengumpulkan keberanian( ? ) , dia akan menyuruh Frau menggeser tangannya … ( Author : Lho ? kok pake ngumpulin keberanian ? Buat apa ? )" Frau … " Panggilnya pelan …

" ya ? " Jawab Frau yang ternyata dari tadi sudah bangun … " bisa tolong geser tanganmu ? " Kata Teito tambah pelan …

" Lho ? Buat apa ? Aku ga mungkin menggeser tanganku kalau kau suka aku melakukannya kan ? "

" Chi … Chigau ! Pokoknya menyingkir ! "

" Ya sudah … " Sambil menyingkirkan tangannya lalu duduk …

" Arigatou … " Lalu ikut duduk juga … " Aku sudah siap … "

" Soal apa ? " Tanya Frau bingung …

" apa keinginanmu ? "

Frau langsung teringat apa yang dikatakannya waktu di perpustakaan …

" oh … itu ya ? apa ya ? "

" Apa ? Kau belum memikirkannya ? " Kata Teito shock …

" Belum … Untuk sementara , kita lupakan saja itu … Akan kupikirkan lagi nanti … Pada saat itu , bersiaplah kuso gaki !"

" Aku menunggu … " Ucap Teito lalu keluar kamar Frau dan kembali ke kamarnya …

To Be Continued …

Author's corner …

Wah ! Ga kerasa ya … Udah hampir final chap … Tapi aku masih bingung nih … Cara bikin adegan French kiss … Aku kan cumin anak kecil yang masih polos … Jadi ya ga pernah bikin begituan …

Gomen ya , aku kayaknya ga pernah bales review … Aku ga tau caranya … makanya , yang tau please kasih tau ya …

Sekian … R&R please !