Title : Do XX To Me
Author : Kyuminjoong
Genre : Romance
Main Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Shim Changmin
Other Cast : Find out in the story :)
Warning : GS
Disclaimer : I don't own the idea of the story. All belong to Ema Tooyama.
.
Note : {...} adalah apa yang akan Kyuhyun tulis dalam novelnya.
.
Chapter 4 : Kata yang tidak terduga.
.
AUTHOR'S POV
"Hya, sampai kapan kau mau menggenggam tanganku?" tanya Kyuhyun pada Siwon. Siwon tersentak, dia tidak sadar sejak tadi dia teurs menggenggam tangan Kyuhyun erat. Dengan cepat Siwon melepas tautan tangan mereka dan memasang wajah datarnya.
"Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Siwon pada Kyuhyun, berusaha sebisa mungkin tidak mengeluarkan nada khawatir dalam kalimatnya. Kyuhyun mengangguk dengan polosnya.
"Kalau begitu kau bisa pulang sendiri, kan?"
Dan Siwon pun pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun yang kebingungan.
"Aish. Apa yang salah denganku? Ini semua karena yeoja itu, lama-lama bersamanya aku jadi aneh begini." Siwon menggerutu pelan.
[]
This Week's Favorite
Siera
Lupin
Donna
"Kau jadi peringkat dua? Padahal selama ini kau selalu ada di peringkat satu, kan?" ujar Changmin saat melihat peringkat penulis novel handphone minggu ini. Kyuhyun masih saja memelototi layar handphonenya dengan pandangan kesal.
Alasannya, cinta Lupin bagus, tapi punya Siera membuat hatiku berebar-debar. Siera cintanya manis, aku jadi ikut jatuh cinta.
"Hm. Akan ku kalahkan orang ini," ujar Kyuhyun lalu memasukkan handphonenya ke saku.
'Nama macam apa itu? Nama Itali supaya pembaca merasa seperti orang Itali? Nama yang manis untuk orang manis? Cih. Dia cuma bicara tentang cinta anak-anak. Kalau cuma begini aku pasti bisa mengalahkannya!' Kyuhyun terus mengejek rivalnya dalam hati.
[]
Pagi lainnya tiba. Seperti biasa, Siwon selalu tampak dikelilingi oleh para yeoja. Entah sudah berapa orang yeoja yang menyapanya pagi ini, semuanya dia balas dengan senyuman malaikatnya. Tapi ada yang menganggunya hari ini, entah kenapa dia tak bisa berhenti memikirkan Kyuhyun.
"Selamat pagi, Siwon Oppa!"
"Ne."
"Eh, lihat itu. Si gadis salju."
Bahkan saat mendengar seseorang menyebut kata 'gadis salju' Siwon secara reflek menoleh. Lihat kan? Sepertinya Kyuhyun sudah memenuhi kepalanya.
Siwon menatap Kyuhyun yang hari ini tidak mengeluarkan aura membunuh seperti biasanya. Dia bahkan berjalan dengan kepala tertunduk.
"Dia terlihat murung ya? Apa mungkin itu karena kemarin?" ujar salah seorang yeoja—sepertinya dia salah satu dari kumpulan yeoja yang dia temui di stasiun kemarin.
Kemarin? Siwon teringat dengan apa yang sudah terjadi kemarin. Jelas sekali, gadis-gadis kemarin menyerang Kyuhyun. Tapi apa masalahnya? Bukankah Kyuhyun seharusnya bisa menghadapi gadis-gadis itu dengan mudah?
"Hya!" Siwon memanggil Changmin yang kebetulan lewat. Changmin menoleh dan langsung memasang ekspresi malas begitu melihat wajah Siwon.
"Cho Kyuhyun, dia terlihat murung, apa yang terjadi dengannya?" tanya Siwon pada Changmin. Tapi belum sempat Changmin mengatakan apapun para yeoja kecentilan yang selalu menempeli Siwon lebih dulu bercicit.
"Eh? Siwon Oppa, apa Oppa mengkhawatirkan yeoja itu?" tanya seorang yeoja dengan ekspresi tak percaya di wajahnya. Siwon tersentak kaget, menyadari bahwa dia baru saja mengkhawatirkan seorang Kyuhyun.
"Tentu saja, dia kan teman sekelas kita. Yah, walaupun itu bukan masalahku sih. Lagipula aku yakin dia baik-baik saja."
Itu bohong. Choi Siwon, kau bahkan tidak pernah benar-benar peduli pada semua teman sekelasmu. Dan kalau memang ini bukan masalahmu, kenapa kau begitu ingin tahu keadaan Kyuhyun? Kalau kau yakin dia baik-baik saja, kenapa kau terus mengkhawatirkannya?
Changmin memandang Siwon kesal dan muak. "Apa cuma itu yang ingin kau katakan? Jangan dekat-dekat lagi dengan Kyuhyun!" ujarnya dengan pandangan mata yang menusuk dan suara yang terdengar dingin.
Siwon memandangi Changmin yang melangkah pergi dengan bingung. "Apa-apaan dia?" Siwon berdesis pelan.
[]
"Siwon-ssi, coba kerjakan soal ini." Sooman, si guru killer bertubuh tambun, menyuruh Siwon untuk maju ke depan kelas dan menjawab soal yang baru saja selesai di tulisnya di papan tulis.
Siwon melangkah maju ke depan kelas dengan wajah datar. Setengah otaknya fokus mengerjakan soal, sementara setangah lagi sibuk memikirkan Kyuhyun dan sepupunya yang menyebalkan—menurut Siwon.
'Untuk apa mengatakan itu padaku? Bukan aku yang mau dekat-dekat dengan gadis aneh itu kan?' batin Siwon, sibuk memikirkan ucapan Changmin tadi, dengan tangan yang masih sibuk mengerjakan soal matematika di papan tulis.
"Hebat. Jawabanmu tepat!" ujar Sooman saat Siwon selesai menjawab soal itu. Siwon masih terdiam di tempatnya, ia bahkan tidak mendengarkan apa yang Sooman katakan.
'Kenapa aku mengkhawatirkan anak itu?' Itulah yang memenuhi pikirannya saat ini. Dan suara-suara gadis yang berbisik semakin membuat pikirannya persis benang kusut.
"Kenapa si gadis salju tidak masuk hari ini?"
"Molla. Tapi tidak ada dia disini rasanya damai, ya?"
"Tadi aku lihat dia pergi ke UKS. Ku dengar kemarin dia diserang oleh Kahi dan teman-temannya, katanya dia juga hampir menangis. Dia kelihatan sangat ketakutan, mungkin karena itu ya.."
"Siwon-ssi?" Sooman yang menyadari Siwon tidak fokus memanggil nama murid kesayangannya itu dengan nada ramah. Tak mendapat jawaban, guru itu memanggilnya sekali lagi. "Choi Siwon?"
Alih-alih menyahut, Siwon justru pergi keluar kelas begitu saja.
[]
"Aku akan ke ruang guru, panggil aku kalau terjadi sesuatu," ujar seorang guru yang bertugas menjaga ruang kesehatan pada Kyuhyun yang duduk di atas ranjang UKS.
"Ne." Kyuhyun mengangguk patuh, memandangi guru itu sampai sosoknya hilang di balik pintu. Kyuhyun memutar tubuhnya hingga menghadap jendela yang terletak tepat di sisi kiri ranjang lalu meraba kantung seragamnya.
"Dan sekarang..." Kyuhyun mengeluarkan handphonenya, "aku akan mulai menulis novelku!" ujarnya semangat. Dan gadis itu pun mulai sibuk dengan dunianya sendiri.
"Hmm, rangkuman cerita sampai saat ini, putri Marie yang kuat dan cantik dari negri es bertarung bersama temannya melawan vampire yang datang ke negri itu. Tapi kemudian seorang vampire misterius muncul, Marie jatuh cinta padanya."
BRAK
Suara pintu yang dibuka dengan kasar membuat Kyuhyun reflek menoleh ke belakang. Mata bulatnya yang bersembunyi di balik kacamata sedikit melebar melihat siapa yang baru saja masuk.
"Choi Siwon?"
Dilihatnya namja itu masih berusaha mengatur napasnya yang memburu. Kyuhyun bisa menebak kalau namja itu pasti baru saja berlari sampai kesini. Tapi untuk apa?
"Ada apa?" tanya Kyuhyun pada Siwon. Siwon menggaruk tengkuknya yang sebenarnya sama sekali tidak gatal, kemudian berdeham.
"Kemarin...kau...tidak apa-apa?"
Kyuhyun terdiam sebentar, kemudian kembali memutar tubuhnya hingga kini dia memunggungi Siwon.
"Hmm? Kemarin ya? Maksudmu saat para penggemarmu itu menyerangku? Aku takut sih, tapi bukan pada mereka. Aku takut...karena kau meninggalkanku sendirian padahal kau tahu aku takut petir." Kyuhyun berujar dengan nada bicara yang datar, tapi entah kenapa kata-katanya terdengar begitu menusuk di telinga Siwon.
'Ck. Ada apa denganku? Kenapa mendengar ucapannya aku jadi merasa...bersalah?' pikir Siwon.
Dan seolah bisa menebak apa yang di pikirkan Siwon, Kyuhyun berkata, "Waeyo? Kau merasa bersalah? Kalau kau mau memanggil namaku dengan lembut mungkin aku akan terhibur."
"N-Namamu?"
"Misi keenam, bisakah kau memanggil namaku?"
Siwon terdiam. Hanya memanggil nama, tapi kenapa jantungnya harus berdegup kencang seperti saat akan berciuman? Meski ragu, akhirnya Siwon mengatakannya.
"K-Kyuhyun..."
BLUSH
Astaga. Choi Siwon, kau benar-benar tampak seperti orang bodoh. Pipimu bersemu merah hanya karena memanggil nama seseorang?
"Katakan lebih dekat," ujar Kyuhyun.
Siwon—dengan terpaksa—menurut dan melangkah pelan mendekati Kyuhyun. "Kyuhyun..."
"Lebih dekat."
Dan sekali lagi Siwon melangkah mendekati Kyuhyun. Kali ini benar-benar dekat hingga ia bisa mengucapkan nama Kyuhyun tepat di samping telinga gadis itu.
"Kyuhyun-ah..." Suara Siwon terdengar lembut di telinga Kyuhyun, dan balasan yang diberikan oleh Kyuhyun adalah—
"Ada apa?" Sebuah kalimat singkat yang diucapkan dengan nada dan ekspresi wajah yang mengejek—lengkap dengan smirk andalannya.
1 detik 2 detik 3 detik
Siwon terdiam dengan wajah bodoh. "Mwoya?! Apa-apaan ekspresimu itu?"
Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. "Ternyata kau pun bisa mengkhawatirkan orang ya? Manis sekali, Siwon-ah," ujarnya, kali ini terdengar seperti sedang menggoda Siwon.
Siwon menatap Kyuhyun murka, wajahnya memerah karena malu dan marah. "K-Kau— Kau sama sekali tidak sedih kan? Kau hanya mengerjaiku, iya kan? Dasar bocah! Aku tidak akan memaafkanmu!"
HUP
"Hya! Apa kau kau lakukan?!" seru Kyuhyun terkejut saat tiba-tiba saja Siwon melompat ke atas ranjangnya. Well, sejujurnya Siwon juga terkejut dengan apa yang dilakukannya. Apalagi setelah sadar bagaimana posisi mereka saat ini. (re: Kyuhyun terbaring di atas ranjang dengan tubuh Siwon di atasnya dan kedua tangannya ditahan oleh tangan kekar milik Siwon)
Meski keduanya sama-sama terkejut, alih-alih saling menyingkir, mereka justru saling memandang dalam diam—dengan jantung yang sama-sama berpacu kencang.
Hingga akhirnya Kyuhyun memalingkan wajahnya yang sedikit memerah. "Huh. Araseo, aku minta maaf. Cepat pergi!" ujar Kyuhyun.
Anehnya, bukannya pergi, Siwon justru semakin erat menggenggam tangan kyuhyun sebelum kemudian mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun.
"Hya! Aku tidak memintamu melakukan apa-apa!" seru Kyuhyun—sedikit—panik.
Tak mengerti jantung Kyuhyun sudah hampir meledak, Siwon terus saja mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun dengan perlahan.
"Kyuhyun-ah..." Siwon berujar pelan dengan suara berat tepat di depan wajah Kyuhyun. Entah kenapa suaranya membuat Kyuhyun merinding hingga tanpa sadar memejamkan matanya erat.
'A-apa ini? Jantungku berdetak begitu cepat...apa arti debaran ini?' batin Kyuhyun.
"S-Siwon..."
Dilihat dari mana pun, orang pasti berpikir Siwon akan mencium Kyuhyun—atau mungkin melakukan lebih. Bahkan itu juga yang ada di pikiran Kyuhyun saat ini. Tapi apa yang terjadi berikutnya justru benar-benar jauh dari hal itu.
TUK
Siwon memukul dahi Kyuhyun pelan—atau agak keras—, membuat gadis itu membulatkan matanya.
"BABO. Kau pikir aku akan melakukan apa?" ujar Siwon dengan nada mengejek, kemudian turun dari ranjang yang kini seprainya sudah berantakan tak karuan itu.
"Huh. Aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun, ku kira aku bersalah karena sudah membuatmu menangis," ujar Siwon seraya membuka pintu UKS.
BRAK
Dan namja itu pun pergi—atau setidaknya itu yang Kyuhyun tahu. Padahal sebenarnya Siwon masih ada disana, dibalik pintu, menyandarkan dirinya pada kayu berbentuk persegi panjang itu dengan wajahnya yang memerah tertunduk dalam.
"Apa yang ku lakukan?" Siwon bertanya pada dirinya sendiri dengan nada frustasi.
"Kenapa kau ada disini?"
Sebuah suara tiba-tiba muncul dan membuat Siwon tersentak. Begitu menoleh ke asal suara, yang dilihatnya adalah Changmin.
"Bukan urusanmu." Dengan cepat Siwon membalik tubuhnya dan pergi dari tempat itu.
Changmin yang memang tak peduli pada Siwon kemudian melangkah masuk ke dalam ruang UKS.
"Kyunie?" Changmin memanggil nama Kyuhyun pelan. Dia baru saja akan memanggil Kyuhyun untuk kedua kalinya saat dilihatnya gadis itu duduk di atas ranjang dengan memeluk kedua kakinya, menyembunyikan wajahnya.
"Kyunie, apa namja tadi melakukan sesuatu padamu?" tanya Changmin cemas.
"Aku mengerti..." ujar Kyuhyun tanpa mengangkat wajahnya.
"Eh? Mengerti? Mengerti apa?" tanya Changmin bingung.
Kyuhyun mengangkat wajahnya dengan cepat. "Aku mengerti dari mana asal debaran itu!" ujarnya lantang, membuat Changmin semakin bingung.
'Sampai saat ini, Siwon hanya mengikuti perintah yang aku berikan, semuanya sudah ku rencanakan. Karena itu saat semua terjadi di luar dugaanku...debaran jantung itu muncul!'
[Istirahat]
"Oppa, apa benar kau tidak apa-apa? Kami sangat khawatir saat tiba-tiba saja berlari keluar kelas," ujar seorang yeoja dengan nada khawatir yang dibuat-buat.
Mungkin kau sudah menebak, sekarang Siwon sedang di kelilingi para yeoja kecetilan yang tergila-gila padanya. Dan sebagai Choi Siwon yang berhati malaikat, apalagi yang akan dilakukannya? Tentu saja Siwon membalasnya dengan senyuman maut.
"Ne. Aku tidak apa-apa, maaf membuat kalian khawatir. Ah, ku rasa aku harus pergi sekarang, aku masih ada urusan." Alasan. Itu cuma alasan supaya dia bisa menjauh dari yeoja-yeoja itu. Dan untungnya mereka selalu percaya pada kata-kata sang pangeran.
Siwon menghela napas panjang begitu dirinya terbebas dari keramaian. 'Ini semua karena yeoja itu, mengingatnya saja sudah membuatku kesal,' gerutu Siwon dalam hati.
Dan sialnya—menurut Siwon—, saat itu juga Kyuhyun muncul dari arah berlawanan. Gadis itu berjalan dengan langkah ringan dan wajah datarnya, kemudian berhenti tepat di samping Siwon.
"Aku punya tugas baru untukmu. Misi ke tujuh, lakukan sesukamu."
"Eh?" Siwon yang bingung menatap Kyuhyun dengan wajah penuh tanda tanya.
"Kau boleh melakukan apa saja yang kau mau. Sepanjang hari," ujar Kyuhyun lagi.
"Akan ku tunggu." Kyuhyun berujar seraya melangkah pergi meninggalkan Siwon yang masih kebingungan.
'Padahal biasanya dia selalu memberikan perintah aneh, kenapa sekarang malah menyuruhku berbuat sesukaku? Apa yang sedang dipikirkan gadis itu?' pikir Siwon dalam hati.
[]
Lagi-lagi Siwon menghela napas panjang, dia baru saja selesai rapat dengan anggota OSIS lainnya. Beginilah nasib jadi 'anak emas' yang dibutuhkan semua orang. Kalau bukan sibuk dimintai tolong oleh guru, pasti ada saja kegiatan klub atau OSIS yang harus dia urus. Alhasil, dia harus pulang disaat sekolah sudah sepi—karena sebenarnya bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tiga jam yang lalu.
"Dia bilang lakukan apapun yang ku mau, itu artinya aku boleh tidak melakukan apapun kan?" gumam Siwon, memikirkan tugas baru dari Kyuhyun.
"Kau masih memikirkan kata-kata apa yang akan Andrew ucapkan?"
"Eum. Aku masih bingung kata-kata apa yang bisa menahan Marie."
Tap
Siwon menghentikan langkahnya tiba-tiba saat telinganya mendengar suara Kyuhyun dari dalam kelasnya. Ragu-ragu Siwon melihat ke dalam kelas dari jendela. Dan wajahnya—entah kenapa—berubah keruh saat melihat Kyuhyun sedang duduk berhadapan dengan Changmin.
'Jadi dia sedang bersama namja itu?' pikir Siwon,—sadar atau tidak—dengan ekspresi kesal di wajahnya.
"Kau tahu Kyu, kalau kau mau sesuatu yang tidak terduga untuk membuat jantungmu berdebar, kau tidak harus melakukannya dengan namja itu. Kalau cuma itu..."
Changmin mengulurkan tangannya lalu menyentuh pipi Kyuhyun dengan lembut.
"Eh?" Kyuhyun membulatkan matanya, apalagi saat Changmin mulai mendekatkan wajahnya.
"Aku juga bisa," ujar Changmin dengan suara berat.
BRAK
Tiba-tiba saja pintu kelas terbuka dengan kasar, membuat Kyuhyun dan Changmin reflek menoleh. Siwon berdiri disana dengan wajah menahan marah, tapi kemudian namja itu tersentak.
"Siwon?"
'Untuk apa aku melakukan ini?' Siwon bertanya pada dirinya sendiri. Namja itu bahkan tidak sadar kalau dia baru saja merasakan 'cemburu'. Dengan cepat Siwon membalik tubuhnya dan keluar dari ruangan itu.
"Kyunie!" Changmin memanggil Kyuhyun yang tiba-tiba saja berlari mengejar Siwon. Sedangkan Kyuhyun seolah tak mendengar suara Changmin sama sekali.
"Siwon!"
Tap
Siwon menghentikan langkahnya, membiarkan Kyuhyun menyusulnya. "Wae? Apa aku menganggu kalian? Apa kau tidak bisa melanjutkannya tanpa aku?" ujarnya sinis.
"Melanjutkan apa?" tanya Kyuhyun bingung.
"Permainan cinta yang kau sukai itu...kalau kau punya orang untuk memenuhi keinginanmu berarti semuanya sudah cukup, kan? Sepupumu itu, dia pasti akan bersedia melakukan semua perintahmu."
"Kau bilang apa? Changmin itu sepupuku, dan dia penting bagiku. Jadi dia tidak boleh melakukan hal yang seperti yang kamu lakukan."
NYUUT
"Jadi dia tidak boleh tapi kalau denganku tidak apa-apa?!" Siwon berteriak kesal lalu berbalik pergi. Entah kenapa dadanya terasa terbakar saat Kyuhyun mengatakan sepupunya yang menyebalkan—menurut Siwon—itu adalah orang yang penting baginya.
GRAB
Tapi lagi-lagi langkahnya terhenti, saat Kyuhyun menarik tangannya—menahannya.
"Itu karena cuma kau yang bisa melakukannya!"
Deg
Haa~ ini dia. Lagi-lagi seorang Cho Kyuhyun membuat Choi Siwon membeku di tempat karena terkejut dengan ucapannya.
"Karena itu kau, makanya jantungku jadi berdebar-debar," ujar Kyuhyun lagi. Membuat jantung namja di depannya bergedup kencang tak karuan.
Siwon membalik tubuhnya perlahan, menatap Kyuhyun dengan intens. "Kalau bukan aku...apa jantungmu tidak akan berdebar?"
Kyuhyun—dengan pipi yang merona merah—menganggukan kepalanya. "Padahal aku sudah tiga jam menunggumu, tapi kau malah marah tiba-tiba," ujar Kyuhyun kesal—tanpa sadar menunjukan wajah aegyo dengan bibir yang mengerucut.
Well, itu tampak sangat manis dan lucu di mata seorang Choi Siwon. Berani taruhan, sebutkan orang yang pernah melihat ekspresi macam itu pada wajah Cho Kyuhyun, pasti bisa dihitung dengan jari.
"Pffft—hahaha!"
"Hya! Kenapa kau malah tertawa?!" teriak Kyuhyun pada Siwon—yang justru membuat namja itu tertawa semakin keras.
"Ugh. Tertawa saja sampai mati! Aku mau pulang!" ujar Kyuhyun kesal lalu melangkah pergi.
"Tu-tunggu sebentar!"
Siwon mulai mengekor di belakang Kyuhyun yang tidak juga menghentikan langkahnya. "Jadi kau menungguku sejak tadi?"
"NE. Aku sudah capek-capek menunggumu dan kau malah tidak melakukan apa-apa," ujar Kyuhyunm masih dengan nada kesal—sekarang justru lengkap dengan pipinya menggelembung. Siwon—sadar atau tidak—tersenyum melihatnya, tangannya yang panjang terulur begitu saja, "Kau itu—", lalu memeluk tubuh Kyuhyun, "—manis."
Kyuhyun membeku, di balik kacamata obsidiannya terbuka lebar. "Eh? Kau bilang apa tadi?"
Dan hal yang sama pun terjadi pada Siwon.
{Kata-kata tidak terduga Andrew mencairkan hati Marie}
TBC
*sekali lagi* Happy Wonkyu Day!
Sorry for the late update *kalimatygseringbgtgueucapin* -_-
Lirik ke atas, mungkin bakal banyak typo di sana, atau malah kalimat rancu. Aku ngerjain ch ini agak terburu-buru, karena berasa dikejar deadline XD
Semoga ga begitu mengecewakan ;)
