俺と君の契約/Ore to kimi no keiyaku/Kontrak antara aku dan kamu.
Crossovers: NARUTO,.Highschool DxD.
Genre:Romance,.Drama,.Hurts/Comfort,.School.
Charakter: [Uzumaki Naruto,. Sona Sitri]
Episode: 04 Mengantar Sona Pulang

Setelah kejadian itu Sona terdiam dipelukan Naruto, Naruto yang sadar urusannya sudah selesai ia langsung melepaskan pelukannya dan menatap Sona.

"Apa kau tidak apa apa?" tanya Naruto pada Sona dengan nada datar, namun dari pancaran matanya tersirat kehawatiran.

"Aku tidak apa apa, terimakasih telah menyelamatkanku" jawab Sona dengan wajah sedikit merona.

"Hem karena kau sudah baik baik saja aku harus kembali, dan semoga perjalananmu menyenangkan" ucap Naruto sambil membelakangi Sona dan mulai mengambil langkah untuk menjauh.

{Tap} tangan Naruto langsung digenggam erat oleh Sona dari belakang.

"Ada apa?" tanya Naruto sambil menatap ke arah Sona.

"Kau ingin kemana?" tanya Sona.

"Pulang, aku mengikutimu hanya untuk memastikan kau baik baik saja, sekarang kau sudah cukup baikan jadi aku sudah tidak punya urusan lagi" jawab Naruto.

"Oh aku kira jalan kita memang searah" ucap Sona ia merasa khawatir.

"Boleh aku bertanya kau tinggal di daerah mana?" tanya Naruto.

Sona hanya membisikannya ditellinga Naruto dan Naruto yang mendengar tempat tinggal Sona, langsung mengangguk dan akhirnya memilih ikut bersama dengan Sona.

Di dalam kereta Naruto dan Sona duduk bersebelahan, tak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka berdua, orang orang yang melihat wajah Naruto hanya bisa menelan ludah dengan sulit karena yang mereka lihat adalah, wajah seorang preman yang siap menghajar siapa saja.

*Ketika sudah sampai*

Sona dan Naruto keluar dari kereta mereka pun berjalan menuju rumah Sona, keadaan sudah sangat gelap, Naruto dengan santai mengikuti Sona

"Maaf memintamu mengantarku pulang" ucap Sona.

"Tak masalah, lagi pula aku kemari juga punya sedikit tujuan" jawab Naruto.

"Tujuan?" tanya Sona.

"Nanti kau juga akan tau" jawab Naruto.

Di gelapnya malam mereka berdua tengah asik berjalan, tiba tiba Naruto berhenti, Sona pun berhenti dan menatap Naruto.

"Ada apa kenapa kau berhenti?" tanya Sona.

Naruto lalu celingak celinguk dan akhirnya melanjutkan kembali perjalanannyanya.

"Hey ada apa sih kenapa kamu tiba tiba berhenti?" tanya Sona.

"Tidak ada aku hanya merasa kalau kau sedang kedinginan" jawab Naruto sambil mengambil sesuatu di tasnya.

"Kedinginginan, apa hubungannya?" tanya Sona.

"Kau itu ketua OSIS pekerjaanmu banyak, aku tidak ingin kau sakit, karena hanya kau yang mau dekat denganku" ucap Naruto yang mengambil sebuah jaket kulit berwarna hitam dengan lambang tengkorak api.

Setelah itu Naruto memasangkannya ke tubuh Sona dengan lembut, Sona hanya menunduk tak menyangka kalau Naruto begitu baik padanya.

"Sekarang malah kau yang baik padaku" ungkap Sona.

"Tak apa, anggap saja ini sebagai balasan karena kau telah baik kepadaku, aku ini adalah tipe orang yang selalu membalas budi" jawab Naruto sambil tersenyum manis.

Muka Sona sedikit merona, ia pun berjalan cepat dan merasakan hangatnya jaket yang Naruto berikan padanya.

"Naruto-san ini jaket siapa? Bagaimana bisa ada di tasmu?" tanya Sona.

"Itu jaket yang pernah aku pakai saat aku masih sekolah di sekolah berandalan Isiyama, disana aku merajai mereka semua semenjak pertama kali masuk, bahkan para senior tidak ada yang berani padaku" jawab Naruto.

"Lalu?" tanya Sona lagi, 'Kenapa aku bisa mencium bau bau aneh dari jaket ini, apa jangan jangan jaket ini tidak pernah di cuci' ucap batin Sona yang merasa aneh dengan aroma jaket Naruto.

"Lalu agar aku bisa mengenang masa masa indah itu, aku tidak mau mencuci jaket itu agar aku bisa mencium aroma keringatku yang berlimpah ketika bertarung" jawab Naruto, Sona yang mendengar itu langsung merasa ilfile sendiri, pantas saja dia mencium bau aneh aneh dari jaket yang Naruto berikan.

"Naruto, kau jahat sekali" ucap Sona sambil menatap kesal Naruto.

"Maaf ini keadaan darurat, lagi pula wajahmu itu pucat, aku tidak ingin kejadian yang seperti tadi siang terjadi lagi" jawab Naruto, yah Naruto tidak ingin kembali pingsan

"Tenang saja aku kuat" ucap Sona sambil menggenggam tangannya ke udara.

"Kau ini, sudah ayo jalan lagi nanti udaranya semakin dingin" ucap Naruto.

"Iya iya" Sona dan Naruto pun berjalan bersama, meskipun bau, namun Sona merasa nyaman dengan jaket yang Naruto pinjamkan, tanpa sadar ketika mereka jalan berbarengan.

"Ne, Naru" panggil Sona dengan lembut.

"Hn" sahut Naruto.

Perjalanan mereka sangat jauh, namun meski demikian Sona merasa sangat nyaman bersama dengan Naruto.

"Kenapa kau mau menemaniku, padahal rumahmu sangat jauh dari sini, apa orang tuamu tidak mencari?" tanya Sona pada Naruto.

"Karena hanya kau yang dekat denganku, aku takut kehilanganmu, aku juga tinggal sendiri di apertement jadi aku tidak terlalu masalah" jawab Naruto.

*Setelah beberapa saat akhirnya Naruto dan Sona sampai*

"Kau sudah sampai jadi aku akan pulang" ucap Naruto.

{Tap} lagi lagi Sona menahan tangan Naruto.

"Kenapa kau tidak menginap dirumahku?" tanya yang lebih tepatnya permintaan Sona.

"Hal itu bukannya begitu"

"Tak apa, aku malah senang pacarku berkunjung ke rumahku" ucap Sona.

Akhirnya Naruto mau dan masuk kerumah Sona.

{Klek}

"Tadaima" ucap Sona saat membuka rumah.

"Okairi Soooona-Taaan" hambur seorang gadis berambut hitam panjang diikat twintail sambil memeluk Sona.

"O, one-sama, sesak" ucap Sona ketika gadis itu yang rupanya kakanya memeluk erat dirinya.

"Hai hai, oh ini jaket siapa? Dan siapa dia?" tanya sang kakak sambil menunjuk nunjuk jaket dan juga Naruto.

"Oh One-chan, ini jaketnya ia bilang cuaca sangat dingin jadi ia ingin aku pakai jaket lalu dia adalah pacar baruku" jawab Sona.

"Oh, kalau gitu kenalkan dong" ucap sang kakak.

"Haaah, baiklah, ini kakakku, Onee-chan ini pacar baruku namannya Naruto, Uzumaki Naruto, nah Naruto ini kakakku Serafall, Serafall Sitri" ucap Sona memperkenalkan keluarganya.

"Salam kenal" ucap Naruto.

"Hn Salam kenal, kau harus melindungi adikku apa kau bareni janii begitu?!" tanya Serafall dengan semangat.

"Dengan seluruh jiwa dan ragaku, tak akan aku biarkan kejadian apapun menimpa adikmu" jawab Naruto dengan nada datar.

Bersambung