PRAANG
"VOOOIII!"
"Shishi, lagi-lagi boss dan Squalo bertengkar.." Ujar Bel sambil menyumpal lubang telinganya dengan jari telunjuknya. Tawa khasnya menggema di ruang tamu markas Varia di Italia.
"Please, deh, Bel-senpai, your laugh is disguisting.." Ujar—hina—Fran dengan nada malas. Alhasil 3 pisau menancap dengan indah dikepalanya yang berhiaskan topi kodok tersebut.
"Shishi, dasar norak, pakai bahasa inggris.." Balas Bel mengejek.
"Tawamu lebih norak." Balas Fran sarkastik.
"Shishishi, kubunuh kau, kodok.."
SLEP
SLEP
PRAANG
"VOOIII! BERHENTI MELEMPARIKU DENGAN BOTOL BIR, BRENGSEEEK!" Teriak Squalo dengan bahasanya yang…wao warna-warni.
Yah, inilah kehidupan markas Varia yang indah dan damai (dalam situasi tertentu) .
.
.
LET'S SMILE! SMILE AND SMILE!
Genre : Romance/ genre lainnya
Rate : T..?
Pair : 8059, 6918, G27, XS, Bel26/BelFran
Setting : TYL!Ver!Varia
Warnings : Typo(s) , bahasa indah berwarna, berpotensi bkin gula darah naik dan senyum2 sendiri, a bit OOC, de-el-el
.
.
#Happy Reading!
.
.
Katekyo Hitman Reborn Amano Akira
FanFiction Ameru-Genjirou-Sawada
Pernah terpikirkan oleh Squalo untuk lari dari markas Varia.
Tapi Levi menangkap basah dirinya yang mencoba melompat dari lantai 2 markas Varia. Alhasil ia dikerem oleh Xanxus dikamarnya selama sehari.
Rencana lainnya adalah dengan keluar dari markas dengan lagak normal, namun tidak akan pernah kembali kesana. Istilahnya, pelarian yang halus.
Namun betapa pintarnya boss Varia ini. Dengan sedikit pemaksaan dan kekerasan, Squalo berhasil dibawa (baca: diseret) pulang ke markas.
Pengen bunuh diri, itu sama saja menyia-nyiakan nyawa. Sayang juga, bukan?
Akhirnya Squalo gondok sendiri.
.
.
Tidakkah kau sadari kalau sikapnya itu tanda ia perduli?
.
Hari ini ada yang aneh.
Alis Squalo teraut heran melihatnya. Tenang sekali hari ini.
"Voi, mana boss brengsek itu?" Tanya si rambut silver pada Bel dan Fran yang tengah bermalas-malasan diruang tamu markas.
"Eeh? Sejak pagi tidak terlihat, tuh.." Fran menjawab sekenanya, lalu kembali melahap keripik kentangnya.
"Shishishi, aku juga tidak melihat Levi hari ini.." Jawab Bel tidak nyambung. Squalo merasa sia-sia bertanya pada dua makhluk ini.
Lalu Squalo pergi meninggalkan ruangan itu.
.
Squalo berjalan santai melewati lorong-lorong markas yang berbentuk istana era pertengahan tersebut. Ia melihat pemandangan siang itu dimana tidak ada awan yang menghalangi eksisnya matahari.
'Levi..juga tidak terlihat..' Pikir Squalo—entah kenapa.
Sudah lama Squalo tahu kalau Levi sangat mengagumi Xanxus, dan ia sudah lama tahu kalau Levi menyukai boss-nya itu (ini benar. Levi murni menyukai Xanxus) .
Entah kenapa perasaan aneh berkecamuk dalam diri Squalo. Squalo memegangi dada sebelah kirinya yang mendadak sakit.
"V—Voi! Kenapa, sih?!" Geramnya tatkala pacu jantungnya tidak mau normal.
'VOOIII MASA AKU CEMBURU SAMA LEVI?! DAN BUAT APA COBA AKU CEMBURU SAMA BOSS TAK PUNYA OTAK ITU?!' Squalo mencak-mencak sendiri. Bodoh karena sudah cemburu pada empunya kumis lele dan boss-nya yang tidak tahu diri itu.
Sudah diputuskan Squalo tidak cemburu.
.
.
Aku tidak cemburu. Tapi hati ini berkata lain…
.
Setelah berkutat dengan hati kecilnya, Squalo memutuskan untuk melihat keadaan boss-nya itu. Ingat, hanya melihat. Bukan berarti dia perduli.
Squalo diam terpatri didepan pintu ganda besar berwarna coklat itu. Gagangnya yang dicat warna emas berkilauan memberi kesan megah pada pintu itu.
GRIEET
Pintu itu terbuka, memperlihatkan sebuah ruangan besar dimana kasur ukuran king size diletakkan mengapit dengan tembok. Squalo tercengang.
Tidak, tidak tercengang dengan kasur king size itu. Ini lebih membuatnya tercengang.
Tak jauh dari kasur itu, sebuah sofa panjang yang dilapisi beludru merah marun diletakkan. Didepannya terdapat sebuah meja kaca kecil. Disofa itu duduk sang boss yang sendari tadi Squalo cari. Sedang duduk,
Sambil membaca buku.
Ulangi, membaca buku.
Membaca sebuah buku yang cukup tebal, lengkap dengan kacamata baca minus berbingkai hitam. Sungguh pemandangan—yang bagi Squalo—sangat aneh. Mengingat boss-nya ini bukan kutu buku, dan pemalas.
Menyadari dirinya dipandangi seseorang, Xanxus mendongakkan kepalanya dan menatap iris keabuan yang menatapnya heran.
"Sampah, kau melihat kemana?" Panggilan itu sukses membuat Squalo tersentak kaget.
"Kau…sedang apa disini?" Tanya Squalo balik. Ia sangat ingin tahu makhluk biadab apa yang merasuki boss-nya ini.
"Oh? Si kumis lele itu meminjamkanku novel yang baru selesai ia baca. Lumayan bagus juga.." Xanxus menunjuk buku tebal itu yang rupanya sebuah novel.
Novel? Apakah boss ini membaca novel roman picisan?
"Bukan, sampah, tapi mengenai pembantaian. Kau pikir aku akan membaca roman picisan..? Itu menjijikkan seperti sampah." Teng! Xanxus mulai mirip Reborn—bisa membaca jalan pikiran orang.
"V—VOII! JANGAN SEENAKNYA MEMBACA PIKIRANKU!" Hardiknya kesal. Semburat merah terlihat dipipinya. Entah antara malu atau kesal.
"Memangnya kenapa kau kesini, sampah?"
"Voi, kupikir kau sedang bersama Levi.., lagipula kau tidak keluar dan tidak ada dimeja makan seperti biasa.." Jelas Squalo sambil melipat tangannya. Punggungnya ia sandarkan pada dinding. Squalo ingat pengakuan salah seorang maid yang mengantarkan nampan sarapan Xanxus kekamar.
"Kenapa? Kau cemburu?" Goda Xanxus—lengkap dengan seringaiannya. Squalo kalap—merasa makna kalimatnya tadi terbaca.
"VOIII! SIAPA YANG CEMBURU DENGAN SAMPAH SEPERTIMU, BRENGSEEK?!" Teriaknya marah, lalu keluar dengan membanting keras-keras pintu itu.
Sementara Xanxus yang melihat itu, hanya terkekeh. Senang rasanya melihat Squalo yang terdeteksi tsundere itu.
"Hah, dasar sampah.." Senyuman terkulum singkat diwajah Xanxus, dan ia kembali fokus pada bacaannya.
.
.
"VOIIII! SIAPA YANG CEMBURU?!" Sementara Squalo yang merasa pissed off mencak-mencak dan berteriak sendiri seperti orang terserang PMS. Mammon yang kebetulan lewat langsung sweatdrop ditempat.
"Yare yare, kenapa coba?" Tanya Mammon penuh keheranan.
.
.
Hm, walau ia termasuk sampah, dia lain dimataku.
Memang dia berisik dan temperamental, namun sifat itulah yang kusukai darinya.
Haha, dasar sampah.
Tsunderenya itu selalu saja membuatku tersenyum.
WAIT FOR THE OTHER'S SMILE!
Hujan2, dengerin Boys and Girls, bener2 klop dng cerita! *w*) dan ntah knp baca beginian ngakak sendiri X'D
Ntah knp, stiap kali memikirkan pair XS, intinya adlh 'pair sweet namun rada BDSM' (ad yg tau BDSM disini?) jadinya kepikiran utk buat fic yg themanya humor yang fluff, tpi ntah kerasa fluff-nya ato ndak ._. Dan disini Varia saya buat TYL!Ver, dimana Fran ad, tpi si Mammon juga ad =w=)a
Soal Xanxus, SUMPAH DIA OOC BGT, DAN APA COBA DIA BACA NOVEL?! UNTUNG BUKAN NOVEL CINTA KLO NGGAK BAKALAN SENSASIONAL ASDFGHJKL /heh/ /apacoba/ maafkan aku yg nge-fans ama Xanxus orgnya jdi OOC (OAO) mohon jng rajam *sembunyi dikolong meja* tpi saya bayangin TYL!Xanxus pke kacamata asdfghjkl nosebleed~~~ '.,')bbb /oi/
Terima kasih juga yg udh setia baca nih fic yg teramat gaje, kalian mencerahkan dunia~ (?)
Sampai jumpa dichapter berikutnya!
SPECIAL THANKS :
==HIKAGE NATSUHIMIKO==
==CALISTA MIU==
==ALEXANDRA MARIELLA==
==KAZUE ICHIMARU==
==NUR-CHAN THE FUJOSHI==
==AOKI==
==SALMAASUKA==
==RUBAH PERAK==
AND YOU ALL!
